BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
KETUA RAPAT : Dari TN 1/POLRI ?
..
PEMERINT AH :
Saya kira Pak Gunawan saja yang dimaksud ini.
AHLI HUKUM:
Pengambilan sumpah dilakukan oleh hakim kalau di Pengadilan Negeri sesuai dengan agamanya masing-masing, sedang untuk proses arbitrase saya kira wajar juga kalau itu ditugaskan kepada arbiter. Terima kasih
KETUA RAPAT :
Tapi ada persoalan Pak, yang menyumpah memang Hakim tapi yang biasanya kan kitab di atas itu, dan ini mohon maaf misalnya seandainya seluruh arbitemya itu Islam atau non Islam seluruhnya, tapi yang saksi ini Islam atau non Islam, ini kan masih ada orang yang pegang ini, ini yang dimaksudkan Pak Peddy itu begitu. Jadi misalnya yang menjadi saksi atau saksi ahli itu Islam tetapi arbiternya itu non Islam atau sebaliknya semua arbiternya itu Islam tetapi saksi ahlinya itu non Islam, siapa yang menyumpah. Saya silakan Pak.
AHLI HUKUM:
Kebetulan dalam praktek kami tidak pernah menjumpai semacam itu Pak, karena biasanya dari 3 dari majelis hakim yang jumlahnya 3 orang biasanya mereka itu mempunyai pemeluk agama yang berbeda. Kemudian yang ditugaskan untuk mengangkat buku Al Qur'an misalnya adalah panitera pengganti yang ditugasi. Terima kasih.
KETUA RAPAT :
ltu pas diantara sekian itu ada yang agamanya sama itu Pak Peddy, ini misalnya kasusnya itu di Aceh saksi ahlinya itu orang beragama lain di Aceh. lni saya tidak sara tapi praktek saja gitu ya, atau di NTT mayoritas NTT kan non muslim. Kemudian misalnya terjadi disana kemudian saksi ahlinya itu seorang ahli muslim yang ada di NTT, itu kan bisa terjadi, tapi tidak boleh profesor ini bisa seluruh itu, tidak mungkin di antara paniteranya itu adalah ada yang sama agamanya dengan saksi ahli, itu Pak Peddy. Silakan Pak.
F·PG {PEDDY TANDAWUYA, BA).:
Hanya agak beda di Pengadilan Negeri itu dengan di arbitrase, sebab arbitrase dipilih oleh yang para pihak. Para pihak dipilih mana yang berkenan beda dengan di pelaksanaan di Pengadilan Negeri, berarti saya pikir barangkali bagus kalau diatur disini demi menjaga kemungkinan-kemungkinan. Teri ma kasih.
KETUA RAPAT :
Saya putar sekarang pendapat Pak Peddy ingin dari teman-teman yang lain , saya ingin dari Fraksi PBB, ya sekali-sekali kan harus jadi orang pertama, PBB ?
F·PBB (ORA. HJ. NURBALQIS) :
Nampaknya PBS nggak berkomentar ini Pak nih, karena apa yang dikatakan dari Pak ahli tadi dapat diterima, tidak ada komentar lagi. Terima kasih.
KETUA RAPAT : Dari TN 1/POLRI ?
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
F· TNl/POLRI (SUWITNO ADI, S.IP) :
Terima kasih Pak. lni nantinya Pengadilan perselisihan arbitrase itu kan tidak ada di , Pengadilan itu ya, padahal kemarin konsistensinya adalah selama kita melaksanakan arbitrase masalah Pengadilan itu ya kalau bisa jauh gitu lho ya. Nah sekarang yang saya tanyakan apakah saksi atau saksi ahli itu harus mengangkat sumpah, gitu. Kalau harus mengangkat sumpah siapa sih sebetulnya mekanisme yang dibenarkan untuk mengangkat sumpah itu. Terima kasih.
..
J
KETUA RAPAT :
Terima kasih. Dari Pak Peddy tidak perlu .. karena pengusul. Dari PDl.P?
F·PDIP (DRS. HADI WASIKOEN) :
Masih sekitar sumpah, ini maaf kalau keliru, seingat saya sumpah itu hanya digunakan untuk agama Islam, non Islam berjanji kalau tidak salah gitu ya. Jadi mungkin perlu ada kata-kata mengucapkan sumpah atau janji itu dari sisi sumpah atau janjinya itu demikian dan pendapat berikutnya akan ditambah oleh Pak Rusman. Silakan.
KETUA RAPAT : Silakan Pak Rusman.
F·PDl·P (RUSMAN LUMBATORUAN, B. TH) :
Ya saya kira memang kalau petugas pengambilan sumpah itu harus didatangkan dari luar, harus diatur pembiayaannya gitu saja, kita atur saja gitu dalam Undang-undang ini. Terima kasih.
KETUA RAPAT : Pak Kiai Mubasyir ?
F·KB (AHMAD MUBASYIR MAHFUD) :
Terima kasih. Saya setuju dengan usulan Pak Hadi Wasikoen, namun ada tambahan dari saya, jadi tidak perlu yang dinyatakan di Pengadilan Negeri, cukup dengan mengucapkan sumpah dan janji sesuai dengan agamanya. Terima kasih.
KETUA RAPAT :
Kalau begini ini diberi di penjelasan bagaimana, tapi kata sumpah/janji gitu ya sumpah janji. Setuju ?
(RAPAT: SETUJU)
Ya karena itu maka jadi kesepakatan nasional. Kemudian apabila sumpah atau di penjelasan saja Pak ya, apabila sumpah atau janji yang dilakukan oleh saksi atau saksi ahli lainnya memerlukan rohaniawan maka biaya dikenakan kepada pihak yang meminta misalnya begitu, di penjelasan saja saya kira, bisa Pak Peddy ?
F-PG (PEDDY TANDAWUYA, BA). : Tadi itu penjelasan ayat (2). Terima kasih.
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
KETUA RAPAT :
Setuju ? Saya kira pemerintah sambil ngomong-ngomong atau konsultasi, redaksinya , nanti bisa disimpulkan jadi ayat (2), itu memang perlu diberikan penjelasan karena kaitannya
dengan biaya nanti biaya siapa itu, karena ini sudah perkara setuju ya?
j
F-PDl·P (RUSMAN LUMBATORUAN, B.TH) :
Kalau ini gimana Pak, rumusan Pak Mubasyir itu barangkali perlu dianu gitu, mengucapkan sumpah atau janji sesuai dengan agama, jadi tidak perlu ada kata-kata pengadilan tadi disitu sesuai dengan agama dan kepercayaannya, yang tidak beragama dan tidak punya kepercayaan tidak perlu disumpah, kan gitu.
KETUA RAPAT :
Sebelum memberikan keterangan para saksi atau saksi ahli wajib mengucapkan sumpah atau janji sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Kemudian disitu ada penjelasan, isi penjelasannya itu seal biaya, kalau memerlukan pihak lain itu dan itu mungkin sekali itu, tel;iti Pak Peddy itu.
PEMERINTAH:
Di ayat (3) ada menyangkut biaya juga Pak atau kita rumuskan baru sehingga mencakup permasalahan yang kita perbincangkan sekarang.
KETUA RAPAT :
Kalau 3 ini pasti ini Pak, ini jelas ini biaya pemanggilan saksi itu jelas, kalau ini kan tatib ya, terjadinya ini mungkin-mungkin saja ya. Jadi tidak bisa dianukan jadi terjadinya itu mungkin, kemungkinannya itu besar, cuma tidak bisa dipastikan seperti kalau ini. Kalau begitu juga biaya ini biaya perjalanan Pak, masa rohaniawan suruh jalan kaki nanti kan kalau jauh harus biaya, diperlukan biaya perjalanan dan apa itu nantilah Bapak susun bisa saja nanti di penjelasan , setuju ya?
F·PDl·P (RUSMAN LUMBATORUAN, B.TH):
Sebelum di apa itu petugas komputer, biaya pemanggilan petugas dengan kata-kata KETUA RAPAT :
Ya rohaniawanlah Pak, biaya pemanggilan petugas sumpah dan pelaksanaan sumpah Pak, o ya pelaksana petugas sumpah sudah cukup ya. Biaya pemanggilan petugas sumpah,
F· TNl/POLRI (SUWITNO ADI, S.IP) :
Saya kira rohaniawan Pak, nanti siapakah/janji, kalau rohaniawan sudah majemuk itu.
KETUA RAPAT :
Biaya pemanggilan rohaniawan untuk melaksanakan sumpah/janji terhadap saksi atau saksi ahli biaya pemanggilan rohaniawan untuk melakukan atau untuk melaksanakan penyumpahan terhadap melakukan melaksanakan pengambilan sumpah/janji terhadap saksi atau saksi ahli dibebankan kepada kedua-duanya ya kepada para pihak. Kalau begini ini dimunculkan saja gimana nggak usah diletakkan setelah ayat (1) itu menjadi ayat (2) gitu. Dan ayat (2) menjadi ayat (3), setelah ayat (2), jadi ayat (3) baru jadi nggak usah Pak .. menyusun lagi,
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
F-PDIP (DRS. HADI WASIKOEN) :
Saya kira kepada pihak yang meminta, kalau kepada para pihak mungkin tidak dua-, duanya minta saksi, hanya satu, jadi kepada pihak yang meminta Pak. Terima kasih.
.I
KETUA RAPAT :
Kepada pihak yang meminta, ini adil juga ini, nggak minta kok suruh membiayai gitu ya, kecuali minta dua-duanya gitu lho, setuju Pak Zaini ?
INTERUPSI:
Mumpung ingat Pak, jadi saya mengharapkan kalau bisa khusus arbitrase ini Pak yang sudah sepakat-sepakati itu bisa dibagi Pak.
KETUA RAPAT :
Pasal 32, dengan penetapan dengan yang masuk-masuk tadi, pasal 31 ayat (3) sudah Pak, sud ah selesai Pak, o ya silakan.
F·PDIP (DRS. HADI WASIKOEN) :
Jadi pasal 31 ayat (3) lama ayat (4} sekarang ini biaya pemanggilan dan perjalanan saksi atau saksi ahli dibebankan kepada yang meminta, itu saksi ahli kepada yang meminta, berarti mungkin salah satu atau dua-duanya yang meminta.
Kemudian ayat (5) biaya pemanggilan dan penunjukan saksi atau saksi ahli yang diminta oleh arbiter ditetapkan berdasarkan kesepakatan para pihak. lni pertanyaan saya untuk ayat (5), apakah yang dimaksud pemanggilan dan penunjukan saksi atau saksi ahli oleh arbiter itu di luar yang dihendaki oleh para pihak, sebab kalau disini itu adalah pemanggilan yang dimaksud adalah
" arbiter hanya sekedar teknis pemanggilan, biayanya berarti dibebankan kepada pihak yang meminta, ini sebuah pertanyaan saja pak. Terima kasih.
KETUA RAPAT :
Ayat (4) sampai satu, itu yang minta itu adalah para pihak, kalau ayat (5) yang sekarang ini yang minta itu arbiter, arbiter setelah sidang perdebatan, arbiter butuh saksi atau saksi ahli, cuma kalau saya suka tidak perlu kesepakatan, saya kira dibiayai ditetapkan, saya kira langsung seperti diatas saja, biaya dibebankan kepada para pihak, supaya tidak berdebat lagi, saya pikir begitu pak, yang diminta oleh arbiter dibebankan kepada para pihak, "ditetapkan" diganti "dibebankan". Setuju pasal ini
F-PDIP (dr. REKSO AGENG HERMAN) :
Pimpinan, coba lihat ayat (3} dan ayat (4} dan (5 itu, biaya pemanggilan, yang kedua pemanggilan dan perjalanan, yang kelima, biaya pemanggilan dan penunjukan, masing-masing berbeda. Saya mau coba tanyakan saja, bedanya dimana, biaya pemanggilan rohaniwan dan perjalanannya tidak perlu, lalu di bawah penunjukan, kalau penunjukan saja tidak bayar. Terima kasih.
PEMERINT AH :
Yang dimaksud perjalanan itu pak, yang kelima, pemanggilan dan perjalanan.
KETUA RAPAT :
Ya teliti, teliti pak Herman, biaya pemanggilan dan perjalanan, biaya pemanggilan dan perjalanan, biaya pemanggilan dan perjalanan, setuju?
BIDANG ARSIP DAN MUSEUM
(RAPAT: SETUJU) Pasal 32,
PEMERINT AH :
Pasal 32, berbunyi, "barang siapa yang diminta keterangnnya oleh arbiter" mestinya ditambah "majelis arbiter', guna penyelidikan untuk penyelesaian perselisihan hubungan industrial berdasarkan undang-undang ini wajib memberikannya tanpa syarat, termasuk membukakan buku dan memperlihatkan surat-surat yang diperlukan . Terima kasih.
KETUA RAPAT :
Barang siapa yang diminta keterangannya, ini bukan saksi ya, barang siapa yang diminta keterangannya oleh arbiter guna penyelidikan untuk penyelesaian perselisihan hubungan industrial berdasarkan undang-undang ini, wajib memberikannya tanpa syarat termasuk membukakan buku dan memperlihatkan surat-surat yang diperlukan. Saya silakan.
F·PDl·P (RUSMAN LUMBATORUAN, B.TH):
Mohan penjelasan mengenai membukakan buku itu. Sebab kalau yang dimaksud neraca ya pembukaan begitu saja. Apa yang dimaksud dengan membukakan buku ini.
KETUA RAPAT :
Jadi begini, coba halaman ini dibuka, ini memang rahasia pak, perusahaan ini buku rahasia, jadi hanya membukakan, tolong dibukakan halaman ini, kemudian beliau membaca, atau ' saya kira pak Dirjen atua pemerintah, ahli hukum saya kira. Silakan.