• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3. KINERJA LINGKUNGAN

3.1 Keadaan Lingkungan Saat Ini

Kita sebagai manusia sangat dekat dengan alam karena setiap detik hidup kita bahkan bergantung dengan alam dan kebergantungan kita dengan alam sangat tinggi. Begitu pula dengan kegiatan atau praktik bisnis yang dijalankan oleh perusahaan-perusahaan di dunia ini yang memiliki ketergantungan dengan alam yang cukup tinggi dan hal ini mengakibatkan adanya kerusakan alam ketika banyak perusahaan yang tidak peduli dengan lingkungan alam sekitarnya. Perusahaan berusaha mencari solusi dengan teknologi yang semakin berkembang tetapi justru

hal ini ketika tidak diimbangi dengan kesadaran akan lingkungan akan meng-akibatkan kerusakan lingkungan dengan limbah yang dihasilkan. Seharusnya perkembangan teknologi yang cepat dapat membantu menyelesaikan solusi bagi kerusakan alam dalam hal polusi dan penyusutan sumber daya.

Ada Empat dampak kehidupan bisnis terhadap lingkungan (Velasquez, 2012), antara lain;

1. Polusi udara

Udara merupakan penunjang kehidupan manusia yang selalu dibutuhkan setiap detik untuk bernafas. Namun, kerusakan pada udara semakin marak terjadi seiring dengan revolusi industri yang tumbuh. Pemanasan global merupakan isu polusi udara yang saat ini banyak dibicarakan karena dampaknya tidak hanya pada satu wilayah namun berkaitan dengan kondisi bumi saat ini. Salah satu akibat pemanasan global dimana efek rumah kaca yang berasal dari gas karbondioksida, metana dan pembuangan asap pabrik yang dihasilkan semakin hari semakin banyak. Gas pembuangan limbah semakin meningkat dan membuat suhu bumi tidak stabil. Cuaca yang tidak stabil ini mengakibatkan cuaca tidak menentu sehingga petani kesulitan dalam menentukan musim tanam. Kekeringan juga terjadi di beberapa wilayah, bukan hanya daerah tetapi juga Negara karena hujan yang datang tidak pasti. Aktvitas pertanian mulai terganggu, padahal manusia hidup selalu butuh makanan. Dampak lain dari pemanasan global adalah suhu bumi yang semakin menghangat, sehingga es di kutub mulai mencair dan air laut mengalami peningkatan. Daerah di pesisir mulai sering mengalami kebanjiran. Hewan dan tumbuhan yang tidak dapat beradaptasi dengan iklim yang tidak teratur ini satu persatu mulai musnah akibat seleksi alam.

Penyusutan ozon juga salah satu dampak dari polusi udara akibat pemakaian pendingin ruangan, gas buangan industri dan lain-lain. Padahal peran ozon sangatlah penting untuk mengurangi radiasi sinar ultraviolet yang dipancarkan oleh matahari. Radiasi sinar ultraviolet itu berbahaya apabila mengenai kulit manusia, akan menciptakan berbagai penyakit seperti kanker kulit. Tugas lapisan ozon adalah mengurangi paparan langsung radiasi tersebut. Apabila ia menyusut, maka semakin mudahlah radiasi tersebut mengenai manusia. Hujan asam sebagai contoh polusi udara akibat penguapan dari udara yang tidak sehat, dapat menyebabkan tumbuhan dan ekosistem air rusak karena air dari hujan ini tidak baik. Contohnya, hutan yang terkena hujan asam akan rusaklah spesies didalamnya yang menggantungkan hidup untuk memperoleh makanan karena lingkungan nya yang rusak. Danau yang terkena hujan asam juga akan membuat ikan-ikan mati dan tidak segar apabila dikonsumsi. Apabila mengkonsumsi ikan maupun tumbuhan yang terkena hujan asam, sama saja memakan racun secara tidak langsung. Hujan asam juga dapat merusak bangunan

Racun dan kualitas udara semakin buruk akibat gas buang kendaraan yang semakin menambah hiruk pikuk bumi. Pembangkit tenaga listrik dan pabrik pengolah logam dasar menjadi penyuplai kerusakan udara. Kabut asap yang mengganggu penglihatan dan pernapasan juga beberapa kali menjadi isu yang besar di masyarakat. Pernapasan yang terganggu tersebut dapat menimbulkan berbagai penyakit karena udara yang dihirup tidak sehat. Pengurangan pembuangan limbah ke udara sangatlah sulit dilakukan, karena di negara-negara maju tentu menggunakan pabrik sebagai penunjang industri sehingga akan mengganggu stabilitas ekonomi mereka apabila membuat regulasi tentang keterbatasan penggunaan pabrik tersebut. Walaupun pengurangan sempat terjadi, namun apabila tidak dapat mempertahankan, akan kembali membuang gas-gas beracun ke udara.

2. Polusi Air

Air yang merupakan kebutuhan primer tubuh manusia untuk minum sehari-hari juga mulai mengalami pencemaran. Betapa mengerikannya ketika air tersebut yang akan masuk ketubuh sudah tidak steril. Kerusakan air bisa diakibatkan dari sampah yang dibuang di sungai sehingga merusak sumber air, bisa dari limbah industri yang dibuang ke sungai ataupun air pendinginan mesin industri. Tentu hal ini sangat membahayakan kesehatan bila terus dibiarkan. Penggunaan pestisida juga dapat merusak air. Di beberapa negara berkembang, masih terdapat penggunaan deterjen untuk mencuci di sungai. Hal ini sangat berbahaya ketika air dari sungai tersebut masuk ke sumur dan dikonsumsi untuk makan dan minum. Air tanah akan rusak sehingga kebutuhan air bersih akan sulit dijangkau.

Selain itu, kejadian-kejadian seperti tumpahnya minyak di lepas pantai tentu merusak ekosistem laut. Ketika minyak tumpah ke laut, tentu kerusakan yang ditimbulkan akan sangat besar karena tidak mudah untuk dibersihkan. Kehidupan ikan, terumbu karang dan organisme lainnya di laut terancam musnah. Tumpahan minyak dilaut bisa disebabkan oleh pengeboran lepas lantai, pencucian sisa minyak dari kapal tanker, dan lain-lain.

3. Polusi Tanah

Tanah sebagai tempat berpijak juga dapat tercemar melalui limbah padat seperti plastik maupun yang lebih ekstrim seperti radiasi akibat reaktor nuklir. Zat beracun yang dibuang ke tanah dapat berasal dari pestisida, bahan peledak, bahan pelarut, dan lainnya. Plastik sebagai limbah rumah tangga yang paling sering ditemui. Banyaknya penggunaan plastik, tidak sebanding dengan waktu yang dibutuhkan untuk mendaur ulang sampah plastik tersebut. Mendaur ulang sampah plastik memerlukan waktu yang sangat lama sehingga mengakibatkan sampah plastik menumpuk diatas tanah. Proses daur ulang sampah plastik juga ternyata dapat menyisakan zat beracun bagi tanah tersebut. Sampah rumah tangga yang terdiri dari limbah padat jumlahnya sudah sangat banyak, namun masih terus meningkat adalah

limbah padat dari industri. Beberapa tempat pembuangan sampah kota, diteliti dan ditemukan hasil bahwa lokasi ataupun bekas lokasi pembuangan sampah mengandung limbah berbahaya. Dan sebagian besar lokasi tersebut dekat dengan kawasan industri. Industri kimia dan perminyakan sebagai penyuplai terbesar limbah padat.

4. Penyusutan Sumber Daya

Sumber daya alam seperti mineral dan fosil yang merupakan bahan tambang, juga perlu diperhatikan penggunaan dan penggaliannya. Bila tidak diatur jumlah pemakaiannya, akan cepat habis dan tidak dapat diperbarui lagi karena dibutuhkan waktu yang lama dalam prosesnya. Sehingga apabila kelangkaan terjadi, akan menciptakan kesulitan di industri-industri yang menggunakan bahan baku tersebut. Lingkungan hidup makhluk hidup lain seperti populasi hewan dan tumbuhan juga perlu diperhatikan. Posisi hewan dan tumbuhan sangatlah penting dalam mendukung keberlangsungan hidup manusia. Namun dengan sengaja atapun tidak sengaja, keberadaan hewan dan tumbuhan tersebut semakin terbatas dan langka. Bisa dikarenakan mereka yang tidak mampu beradaptasi, maupun akibat ulah manusia. Perburuan yang membahayakan populasi makhluk hidup tersebut nantinya akan merusak ekosistem dan manusia juga akan kena dampaknya.

Dokumen terkait