• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II GAMBARAN UMUM DESA BATANG PANE II

2.2 Keadaan Penduduk

Seperti yang telah disebutkan Desa Batang Pane II itu hanya dihuni oleh transmigran dari Jawa, yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Dalam penempatannya di setiap desa tidak hanya diperuntukan bagi pendatang yang berasal dari satu daerah asal saja, akan tetapi setiap desa dihuni penduduk dari ketiga daerah asal itu, yaitu penduduk dari Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Secara keseluruhan penduduk dan ketiga daerah ini adalah suku Jawa, hanya saja bahasa yang digunakan berbeda.

Perpindahan mereka ke Desa Batang Pane II terjadi akibat kepadatan penduduk di Pulau Jawa, bencana alam dan kemiskinan yang sulit diatasi oleh pemerintah. Pendapatan mereka yang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari menyebabkan mereka bersedia mengikuti program transmigrasi. Tujuan transmigrasi di Indonesia pun sangat jelas, untuk mengurangi kepadatan dan kemiskinan di wilayah-wilayah yang sempit

dengan jumlah penduduk yang padat. Pada masa Soeharto program transmigrasi di Indonesia dibagi dalam lima tahap repelita yang di mulai sejak tahun 1967, transmigrasi ke Kecamatan Padang Bolak dilakukan pada tahap Repelita kelima (tahun 1982).

Transmigrasi ini dilakukan hanya sekali, pada tahun 1982, dan secara bertahap. Sesuai keterangan yang didapat bahwa wilayah ini memungkinkan untuk bisa memperbaiki taraf hidup mereka. Secara berkelanjutan mereka mengikuti program transmigrasi ke Kecamatan Padang Bolak tanpa paksaan.

Desa ini memiliki keunikan tersendiri dengan desa-desa yang ada di sekitarnya. Salah satu yang membedakannya dengan desa lainnya adalah bila dilihat dari segi letak daerah dan asal-usul desa itu sendiri. Awal kehadiran mereka di tengah-tengah pemukiman masyarakat Angkola, tidak mudah bagi mereka untuk bersosialisasi dengan masyarakat setempat. Salah satu penyebabnya adalah perbedaan bahasa, sehingga sering terjadi kesalahan dalam berkomunikasi. Akan tetapi, perbedaan bahasa tidak menyurutkan mereka untuk saling beradaptasi, bahkan perbedaan itu dijadikan dasar untuk saling menghormati. Selain ada perbedaan terdapat persamaan agama antara penduduk asli dengan pendatang, yaitu sama-sama beragama islam. Persama-samaan agama inilah dipandang sebagai saudara “seiman dan setaqwa”.

Di tempat pemukiman mereka yang baru, mereka dibekali rumah sebagai tempat tinggal dan tanah seluas 2 ½ ha untuk setiap kepala keluarga (KK). Rumah ini dilengkapi dengan peralatan dapur dan alat-alat pertanian agar mereka dapat membuka tempat bercocok tanam bagi memenuhi kebutuhan hidup mereka. Di areal tanah seluas 2 ha itulah diusahakan areal persawahan, sedangkan sisanya ½ ha untuk pekarangan yang biasanya ditanami juga dengan tanaman palawija dan sayur-sayuran. Walaupun selama dua tahun (1982-1983), sejak

awal kedatangan mereka, kebutuhan pokok masih disubsidi pemerintah, tetapi untuk bertahan hidup masyarakat tidak bergantung sepenuhnya pada subsidi itu. Usaha membuka lahan pertanian untuk tanaman pangan dimulai sekitar tahun 1982. Dalam mengolah areal pertanian, dilakukan pembinaan usaha tani transmigrasi oleh pimpinan program pertanian pengawas Sumatera Utara16. Pertemuan yang dilakukan pada setiap bulan disebut Kursus Kontak Tani17

No. .

Jumlah penduduk menurut data tahun 2000 sebanyak 2.069 jiwa atau sebanyak 413 kepala keluarga (KK). Untuk lebih jelasnya lihat tabel 2 di bawah ini:

Tabel 2

Perkembangan Jumlah Penduduk di Desa Batang Pane II Tahun 1982-2000

Tahun Jumlah Penduduk/ Jiwa

1. 1982 2.000 2. 1983 1.625 3. 1984 1.369 4. 1985 1.395 5. 1986 1.740 6. 1987 1.746 16

Tujuan pembinaan tani adalah meningkatkan produktivitas usaha tani, meningkatkan kemampuan dan kesediaan petani dalam memanfaatkan teknologi baru dalam usaha taninya, mengembangkan pola usaha tani yang sesuai, baik dilokasi pertanian yang sudah ada maupun di daerah baru, meningkatkan mutu hasil tanaman pangan, mengurangi jumlah kerusakan dalam pasca panen, perbaikan cara-cara perlakuan panen, pengembangan sistem pengolahan hasil serta penerapan

grading dan standarisasi yang sesuai dengan kebutuhan.

17

7. 1988 1.970

8. 1990 1.824

9. 1994 1.817

10. 1998 1.997

11. 2000 2.069

Sumber: Kantor Kepala Desa Batang Pane II.

Selanjutnya dapat kita lihat distribusi penduduk menurut jenis kelamin. Tabel 3

Distribusi Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin No. Jenis Kelamin Jumlah/Jiwa

1. Laki-laki 964

2. Perempuan 860

Jumlah 1.824

Sumber: Kantor Kepala Desa Batang Pane II Kecamatan Padang Bolak Tahun 1990.

Perkiraan jumlah penduduk setiap tahunnya tidak selalu pasti, tetapi perhitungan itu didasarkan oleh suatu perkiraan kenaikan penduduk pada tahun ke lima (1986). Berdasarkan perkiraan tersebut maka kenaikan penduduk diperkirakan 1,5% setiap tahunnya. Perkiraan di atas telah diperhitungkan dengan jumlah penduduk yang berkurang, karena pergi meninggalkan desa (pindah atau meninggal dunia).

Selanjutnya dalam tabel 4 dapat dikemukakan jumlah penduduk berdasarkan tingkat umur.

Tabel 4

Jumlah Penduduk Berdasarkan Tingkat Umur Tahun 1988

1994 No. Tingkat Umur Jumlah (Jiwa)

Jumlah 1. 1- 5 Tahun 586 Jiwa 376 Jiwa 2. 6-15 Tahun 694 Jiwa 1.003 Jiwa 3. 16-24 Tahun 413 Jiwa 158 Jiwa 4. 25-54Tahun 809 Jiwa 189 Jiwa 5. 55-ke atas 32 Jiwa

91 Jiwa Jumlah 2.534 1.817 Sumber: Kantor Kepala Desa Batang Pane II.

Perkembangan pendidikan di Desa Batang Pane II ini cukup baik. Hal itu dapat diketahui dari tidak banyaknya penduduk yang buta huruf. Umumnya yang buta huruf atau hanya tamatan Sekolah Dasar (Sekolah Rakyat) adalah para orang tua yang sudah berusia lanjut, yang sejak awal kehadiran mereka sebagai transmigran memang sudah seperti itu karena ketidaan biaya di daerah asal. Jangankan untuk sekolah, biaya untuk kebutuhan makan mereka saja sangat sulit terpenuhi. Meskipun orang tua mereka tidak mengenyam pendidikan formal, tetapi di daerah transmigran Batang Pane II anak-anak mereka rata-rata mengenyam pendidikan sampai sekolah menengah. Tabel di bawah ini menunjukkan tingkat pendidikan penduduk di Desa Batang Pane II.

Tabel 5

Distribusi Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan No. Tingkat Pendidikan Jumlah (Jiwa) 1. Buta Huruf/Tidak Tamat SD 91

2. Belum Sekolah 376 3. Masih SD 1003 4. SMP 230 5. SMA 105 6. Sarjana 19 Jumlah 1824 Sumber: Kantor Kepala Desa Batang Pane II tahun 1990

Mayoritas penduduk Desa Batang Pane II beragama Islam. Hanya sekitar 0,2 % beragama Kristen. Untuk lebih jelasnya lihat tabel 6 di bawah ini:

Tabel 6

Distribusi Penduduk Berdasarkan Agama

No. Agama Jumlah KK

1. Islam 498

2. Kristen* 2

Jumlah 500 Sumber: Kantor Kepala Desa Batang Pane II tahun 1982

*)Kristen yang dimaksud adalah terdiri dari dua kepala keluarga yang dari daerah asal sudah memeluk Agama Kristen.

Dokumen terkait