• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Paparan Data

9. Keadaan Siswa

Secara umum, keadaan siswa SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga ini baik. Latar belakang masing-masing murid bereaneka ragam, mulai dari anak petani, pedagang, sampai pejabat tingkat kecamatan. Adapun secara keseluruhan siswa SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga ini berjumlah 133 siswa.

Data Jumlah Siswa Tahun 2017/2018 Tabel 3.9 Data Kelas VII

NO Kelas JUMLAH

PUTRA PUTRI Total

1 VII A 10 16 26

2 VII B 17 11 28

Jumlah 57

Sumber: Data SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga tahun 2016/2017 Tabel 3.9 Data Kelas VIII

NO Kelas JUMLAH

PUTRA PUTRI Total

67

2 VIII B 12 10 22

Jumlah 44

Sumber: Data SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga tahun 2016/2017 Tabel 3.9 Data Kelas IX

NO Kelas JUMLAH

PUTRA PUTRI Total

1 IX A 9 12 21

2 IX B 5 6 11

Jumlah 32

Sumber: Data SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga tahun 2016/2017

10.Ekstrakurikuler

Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan pendidikan di luar jam pelajaran biasa yang dilakukan di sekolah atau luar sekolah untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi bakat, dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah atau madrasah secara berkala dan terprogram. Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan pendidikan di luar jam pelajaran biasa yang dilakukan di sekolah atau luar sekolah untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi bakat, dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik atau tenaga kependidikan yang

68

berkemampuan dan berkewenangan di sekolah atau madrasah secara berkala dan terprogram.

a. Ekstrakulikuler Wajib 1) Agribisi 2) Tahfidzul Quran 3) Pramuka b. Ekstrakulikuler Pilihan 1. Taekwondo 2. Math Club 3. English Club 4. Jurnalistik 5. Kaligrafi 6. Srean Club B. Temuan Penelitian

Berdasarkan temuan penelitian di SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga tentang Implementasi Kurikulum 2006 (KTSP) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga (studi analisis tentang Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi). Terdapat beberapa garis besar:

1. Profil Responden

69

Hendo Gunawan, S.Pd merupakan kepala sekolah di SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga. Lahir di Pemalang pada tanggal 9 April 1984.

b. Susilowati, S.T (S)

Susilowati, S.T merupakan Waka kurikulum di SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga.

c. Dwi Galih Priyanto (DG)

Dwi Galih Priyanto merupakan guru mata pelajaran PAI yang mengampu kelas VII s.d IX.

2. Hasil Penelitian

a. Implementasi Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan pada

Kurikulum KTSP dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga tahun pelajaran 2017/2018

Berdasarkan hasil penelitian di SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga yang dilakukan oleh peneliti, terkait dengan implementasi Kurikulum KTSP didapatkan melalui wawancara dengan berbagai sumber. Diantaranya kepala sekolah, Waka kurikulum, guru agama islam. Implementasi Kurikulum KTSP dalam pembelajaran PAI itu sendiri adalah sebagai berikut:

Kurikulum yang diimplementasikan di SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

Hal ini sebagaimana dituturkan oleh HG selaku kepala sekolah bahwa:

“Kurikulum sekolah ini menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)” (5 Febuari 2018).

70

Sedangkan menurut S selaku Waka kurikulum juga menyatakan bahwa:

“SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga menggunakan Kurikulum

Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan sedang

diimplementasikan sekarang ini” (5 Febuari 2018).

Hal serupa juga disampaikan oleh DG selaku guru PAI:

“SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga menggunakan Kurikulum

Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan sedang diimplementasikan sekarang ini” (26 Januari 2018).

Landasan pengembangan KTSP sebagaimana dituturkan oleh HG menyatakan bahwa:

“Pengembangan KTSP mengacu pada UU RI Nomor 20 Tahun

2003, PP RI Nomor 19 Tahun 2005, Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang standar isi, Impres Nomor 6 Tahun 2009 tentang pengembangan ekonomi kreatif, Impres Nomor 1 Tahun 2010, Permendiknas Nomor 6 Tahun 2007, Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 dan beberapa Permendiknas yang terkait dengan Standar Nasional

Pendidikan” (5 Febuari 2018).

Sementara menurut S menuturkan bahwa:

“Landasan pengembangan KTSP itu mengacu pada UU RI

Nomor 20 Tahun 2003, PP 19 tahun 2005 dan yang lain sudah

tertera dalam dokumen SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga” (5

Febuari 2018).

Untuk mengetahui siapa saja yang terlibat dalam penyusunan Kurikulum KTSP saya bertanya dengan kepala sekolah.

Menurut HG menyatakan bahwa:

“Yang terlibat dalam penyusunan dokumen KTSP itu adalah

stakeholder sekolah, mulai dari ketua yayasan, komite sekolah, kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, tata usaha dan dihadiri oleh perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten. Setelah KTSP yang dikembangkan itu selesai disusun, kemudian harus dilengkapi juga dengan lembaran pengesahan oleh Kepala

71

Dinas Pendidikan Kabupaten. Jadi setiap tahun harus di up date” (5 Febuari 2018).

Berdasarkan kajian dokumen terhadap KTSP SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga, ditemukan dasar pengembangan KTSP SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga. Adapun yang menjadi dasar atau landasan pengembangan KTSP SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga adalah sebagaimana berikut:

1) Landasan Filosofis

Sekolah sebagai pusat pengembangan budaya tidak terlepas terlepas dari nilai-nilai budaya yang dianut suatu bangsa. Bangsa Indonesia memiliki nilai-nilai budaya yang bersumber dari pancasila, sebagai falsafah hidup berbangsa dan bernegara yang mencakup religius, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan. Nilai-nilai ini dijadikan filosofis dalam pengembangan kurikulum sekolah.

2) Landasan Yuridis

Secara Yuridis Kurikulum SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga dikembangkan berdasarkan:

a) UUD 1945 pasal 31 ayat 5 dan pasal 32 ayat 1

b) UU Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional c) PP Nomor 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan d) Impres Nomor Ipres Nomor 6 Tahun 2009 tentang

72

e) Impres Nomor 1 Tahun 2010 tenteng percepatan pelaksanaan prioritas pengembang nasional tahun 2010

f) Permendiknas Nomor 6 Tahun 2007 tentang perubahan peraturan mentri pendidikan nasional dan Nomor 24 Tahun 2006 tentang pelaksanaan standar isi dan standar kompetensi lulusan

g) Beberapa Permendiknas yang terkait dengan Standar Nasional Pendidikan.

S selaku waka kurikulum menuturkan terkait struktur kurikulum dan beban belajar bahwa:

“Sekolah ini telah menyusun Kurikulum KTSP sesuai dengan

standar kurikulum dan beban belajar yang sudah ada, dan lebih jelasnya sudah tertuang dalam Dokumen SMP IT Nidaul

Hikmah Salatiga” (5 Febuari 2018).

Berdasarkan studi dokumen di lapangan, pemenuhan standar isi di SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga meliputi:

1) Struktur Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga

Struktur kurikulum SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun, mulai dari kelas VII sampai dengan kelas IX. Sturktur kurikulum disusun berdasarkan standar isi dan standar kompetensi lulusan.

Pengorganisasian kelas-kelas pada SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga dibagi menjadi dua kelompok. Pertama kelas unggul atau

73

inti di tempatkan pada kelas VII A, VIII A, dan kelas IX A. Kedua adalah kelas umum, yaitu kelas VII B, VIII B, XI B.

Struktur kurikulum SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga terdiri dari 9 mata pelajaran ditambah dengan muatan lokal yang meliputi Bahsa Jawa dan Bahasa Arab serta pengembangan diri yang meliputi tahfidz, tutorial PAI, dan BTAQ.

2) Muatan Kurikulum a) Mata pelajaran

Mata pelajaran yang terdapat pada struktur kurikulum tersebut di atas di kelompokkan dalam lima kelompok mata pelajaran sebagai berikut:

(1) Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak yang mulia (2) Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian (3) Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan Tehnologi (4) Kelompok mata pelajaran Jasmani

(5) Kelompok Mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan Sekolah telah menambah maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan sesuai dengan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi, dan/atau dimanfaatkan untuk mata pelajaran lain yang dianggap penting dengan mengungkapkan beberapa alasannya yaitu, memberi proporsi yang mendukung dan mempersiapkan mata pelajaran yang di UANKAN.

74

Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 40 menit. Pelaksanaan pembelajaran selama 5 hari kerja yaitu mulai dari hari Senin sampai dengan hari Jumat, kegiatan pembiasaan dimulai dari pukul 07.15 sampai pukul 08.30 WIB, proses pembelajaran dimulai pukul 08.30 WIB selesai pukul 12.00 WIB, Pengembangan Diri dan Ekstra Kurikuler, mulai pukul 13.00 wib sampai dengan pulul 15.00 WIB dan kegiatan pembiasaan dimulai pukul 15.00 sampai pukul 15.30 WIB dilaksanakan pada hari Senin sampai dengan hari Jumat untuk seluruh Jenjang Kelas.

b) Pendidikan Muatan lokal

Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi siswa yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya melengkapi bagian dari mata pelajaran lain dan atau terlalu banyak sehingga harus menjadi mata pelajaran tersendiri.

Substansi muatan lokal ditentukan oleh sekolah, tidak terbatas pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam tetapi juga mengandung nilai seni dan keterampilan. Muatan lokal merupakan mata pelajaran kurikuler yang memiliki beban 2 jam pelajaran, sehingga sekolah mengembangkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk muatan lokal yang

75

diselenggarakan. Sekolah menyelenggarakan dua mata pelajaran muatan lokal setiap semester. Muatan lokal yang menjadi ciri khas dan diterapkan di SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga adalah Bahasa Jawa dan Bahasa Arab.

c) Kegiatan Pengembangan Diri

Pengembangan diri diarahkan untuk pengembangan karakter peserta didik yang ditujukan untuk mengatasi persoalan dirinya, persoalan masyarakat di lingkungan sekitarnya, dan persoalan kebangsaan. Sekolah memfasilitasi kegiatan pengembangan diri sebagaimana berikut ini:

(1) Pengembangan diri yang dilaksanakan sebagian besar di dalam kelas (intrakurikuler) dengan alokasi waktu 2 jam tatap muka, yaitu:

(a) Bimbingan Konseling, mencakup hal-hal yang berkenaan dengan kepribadian, kemasyarakatan, permasalahan belajar, dan karier peserta didik. Bimbingan Konseling diasuh oleh guru yang ditugaskan oleh sekolah.

(b) Pengembangan diri yang dilaksanakan sebagian besar di luar kelas (ekstrakurikuler) diasuh oleh guru pembina. Pelaksanaannya secara reguler yaitu Ekstrakulikuler Wajib terdiri dari Agribisi, Tahfidzul Quran, dan Pramuka Dan Ekstrakulikuler Pilihan terdiri dari

76

Taekwondo, Math Club, English Club, Jurnalistik, Kaligrafi, dan Srean Club.

(2) Program pembiasaan mencakup kegiatan yang bersifat pembinaan karakter peserta didik yang dilakukan secara rutin. Adapun program pembiasaan yang dilaksanakan di SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga adalah Upacara hari senini, Tahfidzt, BTAQ, tutorial PAI, dan sholat dhuha, dan sholat berjamaah.

Pembiasaan ini dilaksanakan sepanjang waktu belajar di sekolah. Seluruh guru ditugaskan untuk membina program pembiasaan yang telah ditetapkan oleh sekolah.

Penilaian terhadap kegiatan pengembangan diri bersifat kualitatif. Potensi, ekspresi, perilaku, dan kondisi psikologis peserta didik merupakan portofolio yang digunakan untuk penilaian.

d) Pendidikan Kecakapan Hidup

Pendidikan kecakapan hidup dan Lingkungan Hidup yang diterapkan oleh sekolah merupakan bagian integral dari pembelajaran pada setiap mata pelajaran. Dengan demikian, materi kecakapan hidup akan diperoleh peserta didik melalui kegiatan pembelajaran sehari-hari yang diemban oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan.

77

Sekolah menetapkan beban belajar peserta didik sebagai berikut:

a) Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum.

b) Alokasi waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur 50% dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan.

c) Alokasi waktu untuk praktek adalah satu jam tatap muka setara dengan dua jam kegiatan praktek di sekolah atau empat jam praktek di luar sekolah.

Secara rinci, beban belajar SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga dapat dilihat sebagaimana dalam tabel berikut:

Tabel 3.3 Beban Belajar Kelas Jam tatap

muka (menit) Jumlah jam/minggu Minggu efekti/tahun Waktu pembelajaran jam/tahun VII s.d IX 40 35 43 1.505

Sumber: Data SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga 4) Kalender Pendidikan

Kalender pendidikan disusun dan disesuikan setiap tahun oleh sekolah untuk mengatur waktu kegiatan pembelajaran. Pengaturan waktu belajar mengacu kepada Standar Isi dan disesuaikan dengan kebutuhan daerah, karakteristik sekolah,

78

kebutuhan peserta didik dan masyarakat, serta ketentuan dari pemerintah/pemerintah daerah.

Pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran adalah sebagai berikut:

a) Permulaan Tahun Pelajaran

Permulaan tahun pembelajaran dimulai pada hari Senin, minggu ketiga bulan Juli, atau apabila hari tersebut merupakan hari libur, maka permulaan tahun pelajaran dimulai pada hari berikutnya yang bukan hari libur.

Hari-hari pertama masuk sekolah berlangsung selama 2 (dua) hari untuk kelas VII sebagai pelaksanaan Masa Orientasi Sekolah (MOS), sedangkan kelas VIII dan IX merupakan hari belajar efektif.

b) Waktu Belajar

Waktu belajar menggunakan sistem semester yang membagi 1 tahun pelajaran menjadi semester 1 (satu) dan semester 2 (dua). Kegiatan pembelajaran dilaksanakan selama 5 (lima) hari kerja, sebagaimana dalam tabel di bawah ini:

Tabel 3.4 Program Kegiatan Rutin

NO JAM KEGIATAN

1 07.15-07.30 Sholat Dhuha Berjamaam 2 07.30-08.30 BTAQ dan Tahfidzul Qur’an 3 08-30-12.00 KBM Reguler

79

4 12.00-13.00 Istirahat dan Sholat Dzuhur Berjamaah 5 13.00-15.00 Muatan Lokal dan Pengembangan Diri 6 15.00-15.30 Sholat Asar Berjamaah

7 15.30 Pulang

Sumber: Data SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga Sesuai dengan keadaan dan kebutuhan sekolah, waktu pembelajaran efektif ditetapkan sebanyak 43 minggu untuk setiap tahun pelajaran dan jumlah jam pelajaran perminggu ditetapkan sebanyak 35 minggu.

c) Kegiatan Tengah Semester

Kegiatan tengah semester direncanakan selama 5 (lima) hari. Kegiatan tengah semester akan diisi oleh peserta didik untuk mengadakan Pekan Olah Raga (POR) dan Pentas Seni (Pensi).

d) Libur Sekolah

Hari libur sekolah adalah hari yang ditetapkan oleh sekolah, pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota untuk tidak diadakan proses pembelajaran di sekolah. Penentuan hari libur memperhatikan ketentuan berikut ini:

(1) Keputusan Menteri Pendidikan Nasional, dan/atau Menteri Agama dalam hal yang terkait dengan hari raya keagamaan.

80

(2) Peraturan Pemerintah Pusat/Provinsi/Kabupaten/Kota dalam hal penentuan hari libur umum/nasional atau penetapan hari serentak untuk setiap jenjang dan jenis pendidikan.

Adapun kebijakan sekolah yang diambil dalam rangka penentuan hari libur adalah sebagai berikut:

(1) Libur bulan Puasa

(2) Libur hari Raya Idul Fitri (3) Libur hari Raya Idul Adha (4) Libur Semester 1

(5) Libur Semester 2 (6) Libur akhir tahun ajaran

Sementara hari libur yang ditentukan oleh Peraturan Pemerintah Pusat antara lain:

1) Tahun Baru 2) Idul Adha

3) Tahun Baru Imlek 4) Hari Raya Nyepi 5) Wafat Isa Al masih 6) Hari Raya Waisak 7) Kenaikan Isa Al Masih 8) Hari Kemerdekaan R I 9) Idul Fitri dan Cuti Bersama 10)Hari Raya Natal

81

Langkah menyusun silabus berbasis KTSP Sebagaimana disampaikan oleh DG menuturkan bahwa:

“Selain mengikuti panduan dari pusat yang berpedoman pada

permendikbud Nomor 22 Tahun 2016, penyusunan silabus itu juga disesuaikan dengan kondisi daerah, dan penyusunan silabus itu berdasarkan hasil MGMP PAI yang dilaksanakan

oleh sekolah” (26 Januari 2018).

Adapun silabus yang disusun oleh guru PAI SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga untuk kelas VII adalah sebagaimana dalam lampiran.

Sedangkan dalam hal penyusunan RPP, DG menuturkan bahwa:

“RPP itu disusun berdasarkan kriteria yang sudah ada” (5

Januari 2018).

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat oleh guru PAI untuk satu Standar Kompetensi 2 jam pelajaran dan satu kali pertemuan adalah sebagaimana dalam lampiran.

Dari hasil observasi di lapangan terhadap DG pada Kelas VII B pada jam pelajaran ke I – II dengan Standar Kompetensi menjelaskan hukum bacaan nun mati/tanwin dan mim mati, ditemukan data sebagaimana berikut:

Guru membuka pelajaran dengan mengucap salam lalu berdoa, setelah itu guru menyampaikan tujuan pembelajaran kemudian guru menjelaskan materi yang akan dipelajari sementara peserta didik melihat buku catatan dan LKS. Metode yang digunakan oleh guru menggunakan metode ceramah, tanya jawab dan diskusi kelompok. Ketika KBM berlangsung peserta didik aktif dalam menanggapi apa yang disampaikan oleh guru terlihat saat tanya jawab peserta didik

82

aktif bertanya dan peserta didik berusaha menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru dengan jalan mencari informasi dari sumber belajar yang ada.

Dalam metode diskusi guru membagi peserta didik menjadi 3 kelompok kemudian guru memberi 1 soal perkelompok dengan soal yang berbeda tiap kelompoknya, lalu guru memberi waktu peserta didik untuk berdiskusi sambil menilai keaktifan siswa ketika berdiskusi. Setelah waktu berdiskusi selesai, perkelompok satu persatu mempersentasikan hasil dari diskusi peserta didik dengan jalan perwakilan salah satu peserta didik dari tiap kelompok untuk memaparkan hasil dari diskusi tersebut. Setelah pemaparan selesai kelompok yang lain wajib memberi pertanyaan kepada kelompok yang persentasi minimal 1 soal perkelompok mengenai materi yang dipaparkan untuk dijawab kelompok yang persentasi. Kemudian guru memberi penjelasan yang lebih detail dari pemaparan yang disampaikan oleh peserta didik.

Guru menyimpulkan materi yang dipelajari, kemudian memberi soal peserta didik untuk melihat sejauhmana kepahaman peserta didik dalam menguasai materi yang dipelajari. Setelah itu guru menyampaikan pembelajaran yang akan datang dan ditutup dengan doa dan salam.

Dalam pemenuhan standar kompetensi lulusan menurut HG menuturkan bahwa:

83

“Standar kompetensi lulusan satuan pendidikan yang ditetapkan

adalah pertama secara nasional ditetapkan nilai ujian nasional minimal 5,50, kedua, sekolah menetapkan nilai 6,0 yang diperoleh dari nilai ujian nasional sebanyak 40% dan nilai ujian sekolah sebanyak 60%, serta rata-rata mata pelajaran ditetapkan

KKM nya 70” (5 Febuari 2018).

Sedangkan dalam pencapaian Standar Kompetensi Lulusan yang dituturkan HG bahwa:

“Untuk mencapai standar kompetensi lulusan itu, guru PAI

dapat mengujinya dengan melakukan try out. Gabungan nilai rata-rata semester satu sampai dengan semester lima yang diperoleh dari tugas harian, tengah semester, semester, ujian

akhir sekolah dan ujian nasional” (5 Febuari 2018).

Proses penentuan KKM mata pelajaran PAI, dituturkan oleh S selaku waka kurikulum sekolah, bahwa:

“KKM ditentukan langsung oleh guru PAI setelah disetujui oleh

kepala sekolah” (5 Febuari 2018).

Mengenai berapa KKM yang ditentukan untuk mata pelajaran pendidikan agama Islam, DG menuturkan bahwa:

“KKM untuk mata pelajaran pendidikan agama Islam ditetapkan 75” (26 Januari 2018).

Apabila ada siswa yang belum mencapai KKM yang ditentukan itu, DG menuturkan bahwa:

“Bila ada siswa yang tidak tuntas dalam satu standar

kompetensi, maka akan diberikan remedial sampai siswa itu

tuntas mencapai kompetensi yang diharapkan” (26 Jaunari

2018).

Sementara untuk kenaikan kelas dan kelulusan, kriteria minimal yang harus dicapai oleh siswa berdasarkan studi dokumen di lapangan sebagaimana di jabarkan berikut:

84 1) Kriteria Kenaikan Kelas

Kriteria kenaikan kelas mengunakan 2 (dua) aspek yaitu: a) Aspek akademisi yang meliputi:

(1) Menyelesaikan seuruh program pembelajaran.

(2) Memperoleh nilai minimal baik pada penilaina akhir untuk kelompok mata pelajaran selain mata pelajaran IPTEK, yaitu mata pelajaran Pendidikan Agama, Pkn, Penjaskesor dan Seni Budaya.

Ketentuan predikat nilai akhir (NA) sebagai berikut: NA < 6,0 predikat kurang baik

7,0 ≤ NA ≥ 8,5 predikat baik

NAS > 8,5 predikat sangat baik

(3) Boleh ada nilai dibawah KKM (dihitung rata-rata raport semester I dan II) maksimal 2 mata pelajaran.

b) Aspek Non-akademisi yang meliputi:

(1) Nilai sikap/prilaku dan budipekerti minimal baik.

(2) Ketidak hadiran tanpa keterangan maksimal 18 (delapan belas) dari dalam 1 (satu) tahun terakhir, yang ditunjukan dari catatan wali kelas.

2) Kriteria Kelulusan

a) Menyelesaikan seluruh program pembelajaran.

b) Memperoleh nilai minimal baik untuk kelompok mata pelajaran selain kelompok mata pelajaran IPTEK.

85 c) Lulus ujian sekolah. d) Lulus Ujian Nasional.

Selain Standar Kompetensi Lulusan yang telah disebutkan di atas, maka Standar Kompetensi Lulusan kelompok mata pelajaran Agama dan Akhlak Mulia adalah:

a) Meningkatkan keimanan kepada Tuhan Ynag Maha Esa b) Memperbanyak hafalan Al Qur,an

c) Mengamalkan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan remaja

d) Menerapkan nilai-nilai kejujuran dan keadilan

e) Memahami keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi

f) Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun yang mencerminkan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan.

g) Menerapkan hidup sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang sesuai dengan tuntunan agamanya

h) Memanfaatkan lingkungan sebagai makhluk ciptaan Tuhan secara bertanggung jawab

i) Menghargai perbedaan pendapat dalam menjalankan ajaran agama

86

SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) mata pelajaran sebagai berikut:

Tabel 3.3 Kriteria Ketuntasan Minimal Peserta Didik

Komponen KKM 2017/2018 VII VIII IX A. Mata Pelajaran 1. Pendidikan Agama 75 75 75 2. Pendidikan Kewarganegaraan 70 70 70 3. Bahasa Indonesia 70 70 70 4. Bahasa Inggris 70 70 70 5. Matematika 70 70 70

6. Ilmu Pengetahuan Alam 70 70 70

7. Ilmu Pengetahuan Sosial 70 70 70

8. Seni Budaya 70 70 70

9. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 75 75 75 B. Muatan Lokal 1. Bahasa Jawa 2. Bahasa Arab 70 70 70 70 70 70 Sumber: Data SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga

Dalam teknis Implementasi Kurikulum KTSP di SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga, S mengungkapkan bahwa:

“implementasi kurikulum KTSP sudah ada dalam Dokumen

87

RPP serta dalam kegiatan pembiasaan yaitu tahfidz, tutorial pai

dan BATQ” (5 Febuari 2018).

Dan langakah yang ditempuh untuk mengimplementasikan kurikulum KTSP secara maksimal menurut HG mengungkapkan bahwa:

“rapat pleno, pengembangan krakter, penyusunan silabus dan

RPP, Evaluasi perbualan dan perminggu, supervisi dalam

mengajar dan RPP” (5 Febuari 2018).

Hal ini sejalan dengan apa yang diungkapkan oleh S bahwa:

“langakah implementasi kurikulum yaitu dengan rapat pleno

yaitu rapat tim pengembang kurikulum, mata pelajaran dan kurikulum pengembang karakter, penyusunan RPP tiap mapel, supervisi RPP, supervisi kemampuan mengajar, evaluasi oleh

kepala sekolah, dan penilaian kinerja guru oleh kepala sekolah”

(5 Febuari 2018).

Sedangkan sarana dan prasarana yang ada di SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga dalam mendukung pengimplementasian kurikulum KTSP menurut HG mengungkapkan bahwa:

“sarana dan pasarana di SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga sudah

ada dalam dokumen SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga seperti

masjid, LCD proyektor dan lain lain” (5 Febuari 2018).

DG juga mengungkapkan media yang digunakan dalam KBM mapel PAI, bahwa:

“Power Point, Gambar melalui LCD proyektor, dan papan tulis”

(26 Januari 2018).

Bukti adminstrasi pembelajaran yang digunakan pada penentuan nilai siswa dalam proses pembelajaran mapel PAI yang DG

Dokumen terkait