• Tidak ada hasil yang ditemukan

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2006 (KTSP) DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP IT NIDAUL HIKMAH SALATIGA TAHUN PELAJARAN 20172018 (Kajian tentang Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan) SKRIPSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "IMPLEMENTASI KURIKULUM 2006 (KTSP) DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP IT NIDAUL HIKMAH SALATIGA TAHUN PELAJARAN 20172018 (Kajian tentang Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan) SKRIPSI"

Copied!
163
0
0

Teks penuh

(1)

i

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2006 (KTSP)

DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

DI SMP IT NIDAUL HIKMAH SALATIGA

TAHUN PELAJARAN 2017/2018

(Kajian tentang Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan)

SKRIPSI

Diajukan untuk Memperoleh Gelar

Sarjana Pendiikan (S.Pd.)

Disusun Oleh:

MUHAMAD KHOIRUL UMAM

NIM 111 13 187

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS TARBIYAH ILMU KEGURUAN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)

SALATIGA

(2)
(3)
(4)
(5)
(6)

vi MOTTO

Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”

(7)

vii

PERSEMBAHAN

Atas rahmat dan ridho Allah SWT, kupersembahkan karya terbaikku kepada :

1. Kedua orang tuaku yang sangat aku hormati dan cintai Bapak Muhamad Subhi dan Ibu Asslamiyah, karena dengan bimbingan, pengorbanan, kasih sayang, dan doa keduanya lah aku melangkah ke depan dengan optimis untuk meraih cita-cita.

2. Adikku tercinta Nur Rohman yang selalu memberikan canda tawa sehingga semangat lagi untuk menyelesaikan skripsi ini.

3. Sahabatku Wakhid Mustofa, Ja’far Abdullah, Temon Dardiri, Kasran, Tejo Susilo, Jauharin, dan Muhamad Nurul Huda yang selalu memberikan semangat dan motivasi.

(8)

viii

KATA PENGANTAR

Asslamu’alaikum Wr. Wb

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji dan syukur senantiasa penulis haturkan kepada Allah SWT. Atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat diberikan kemudahan dalam menyelesaikan skripsi ini. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah SAW, keluarga, sahabat dan para pengikut setianya.

Skripsi ini dibuat untuk memenuhi persyaratan guna untuk memperoleh gelar kesarjanaan dalam Ilmu Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga. Dengan selesainya skripsi ini tidak lupa penulis mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada:

1. Bapak Dr. H. Rahmat Hariyadi, M.Pd. selaku Rektor IAIN Salatiga.

2. Bapak Suwardi, M.Pd selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK).

3. Ibu Siti Rukhayati, M.Ag. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI).

4. Bapak Dr. Fatchurrohman, S.Ag., M. Pd. sebagai dosen pembimbing skripsi yang telah dengan ikhlas mencurahkan pikiran dan tenaganya serta pengorbanan waktunya dalam upaya membimbing penulis untuk menyelesaikan skripsi ini.

(9)

ix

6. Bapak dan Ibu Dosen serta karyawan IAIN Salatiga yang telah banyak membantu dalam penyelesaian skripsi ini.

7. Bapak kepala sekolah, guru dan karyawan SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga yang telah memberikan izin serta membantu penulis dalam melakukan penelitian di sekolah tersebut.

8. Mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) angakatan tahun 2013 yang telah mau bekerja sama dalam penelitian skripsi ini.

9. Bapak dan Ibu serta saudara-saudaraku di rumah yang telah mendoakan dan membantu dalam bentuk materi untuk membiayai penulis dalam menyelesaikan studi di IAIN Salatiga dengan penuh kasih sayang dan kesabaran.

Harapan penulis, semoga amal baik dari beliau mendapatkan balasan yang setimpal dan mendapat ridho ALLAH SWT. Akhirnya dengan tulisan ini semoga bisa bermanfaat bagi penulis khususnya dan para pembaca umumnya.

Wasslamu’alaikum Wr. Wb

Salatiga, 19 Maret 2018 Penulis

(10)

x ABSTRAK

Umam, Muhamad Khoirul 2018. Implementasi Kurikulum 2006 (KTSP) dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga Tahun Pelajaran 2017/2018 (Kajian tentang Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan). Skripsi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Jurusan Pendidikan Agama Islam. Institut Agama Islam Negeri Salatiga. Pembimbing: Dr. Fatchurrohman, S.Ag., M.Pd. Kata kunci: Implementasi, KTSP, Standar Isi, Standar Kompetensi Lulusan.

Dalam mewujudkan tujuan Pendidikan Agama Islam di sekolah, maka guru PAI merupakan faktor penting untuk mengaplikasikan tujuan tersebut dalam menyusun kurikulum yang memuat SI dan SKL serta mengimplementasikannya dalam proses pembelajaran sesuai dengan SNP yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Karena dalam KTSP, guru lebih dominan lagi terutama dalam menjabarkan SK dan KD agar bisa tercapai hasil belajar sesuai dengan SKL yang ditetapkan. Adapun yang menjadi fokus penelitian ini adalah: (1) Bagaimana Implementasi Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan pada kurikulum 2006 (KTSP) di SMP IT Nidaul Hikmah? (2) Apa saja yang menjadi faktor penghambat dan faktor pendorong dalam pengimplementasian Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan pada Kurikulum 2006 (KTSP) di SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga? (3) Langkah apa saja yang dilakukan sekolah untuk keluar dari hambat yang dihadapi dalam pengimplementasian Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan pada Kurikulum 2006 (KTSP) dalam Pendidikan Agama Islam?

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hal ini melibatkan berbagai pihak, yaitu: kepala sekolah, waka kurikulum, dan guru PAI.

(11)

xi DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ... Error! Bookmark not defined. HALAMAN BERLOGO ... Error! Bookmark not defined.

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .... Error! Bookmark not defined.

PENGESAHAN KELULUSAN ... iv

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN DAN KESEDIAAN PUBLIKASI ... Error! Bookmark not defined. MOTTO ... vi

PERSEMBAHAN ... vii

KATA PENGANTAR ... viii

ABSTRAK ... x

DAFTAR ISI ... xi

DAFTAR TABEL ... xv

DAFTAR LAMPIRAN ... xvi

BAB I ... 1

PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah ... 7

C. Tujuan Penelitian ... 7

D. Manfaat Penelitian ... 8

E. Penegasan Istilah ... 8

(12)

xii

G. Sistematika Penulisan ... 17

BAB 11 ... 18

KAJIAN PUSTAKA ... 18

A. Kurikulum KTSP ... 18

1. Pengertian Kurikulum ... 18

2. Asas-asas Kurikulum ... 20

3. Pengertian Kurikulum KTSP ... 24

4. Tujuan KTSP ... 25

5. Landasan Pengembangan KTSP ... 25

6. Karakteristik KTSP ... 26

7. Acuan Oprasional dan Komponen KTSP ... 27

8. Prinsip-prinsip Pelaksanaan KTSP ... 29

B. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam ... 31

1. Pengertian Pembelajaran Pendidikan Agama Islam ... 31

2. Tujuan Pendidikan Agama Islam ... 32

3. Fungsi Pendidikan Agama Islam ... 33

4. Ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam ... 35

C. Standar Isi dan Standar Kompetensi Luluan ... 36

1. Standar Isi ... 36

2. Standar Kompetensi Lulusan ... 52

BAB III ... 60

PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN ... 60

(13)

xiii

1. Sejarah Berdirinya Sekolah ... 60

2. Identitas Sekolah ... 61

3. Letak Geografis ... 61

4. Visi dan Misi ... 63

5. Tujuan ... 63

6. Sarana dan Prasarana ... 64

7. Struktur Organisasi... 64

8. Data Guru dan Karyawan ... 65

9. Keadaan Siswa ... 66

10.Ekstrakurikuler ... 67

B. Temuan Penelitian ... 68

1. Profil Responden ... 68

2. Hasil Penelitian ... 69

BAB IV ... 91

ANALISIS DATA ... 91

A. Implementasi Kurikulum 2006 (KTSP) dalam Pembelajaran PAI di SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga Tahuan Pelajaran 2017/2018 (Kajian tentang Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan) ... 91

1. Implementasi Kurikulum KTSP Untuk Pemenuhan Standar Isi ... 91

(14)

xiv

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga

tahun pelajaran 2017/2018 ... 104

1. Faktor Pendukung ... 105

2. Faktor Penghambat ... 105

C. Langkah yang dilakukan sekolah untuk keluar dari hambat yang dihadapi dalam pengimplementasian Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan pada Kurikulum KTSP dalam Pendidikan Agama Islam di SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga tahun pelajaran 2017/2018 ... 106

BAB V ... 108

PENUTUP ... 108

A. Kesimpulan ... 108

B. Saran-saran ... 110 DAFTAR PUSTAKA

(15)

xv

DAFTAR TABEL

1. Tabel 2.1 Standar Isi Kelas VII Smester I ... 40

2. Tabel 2.1 Standar Isi Kelas VII Smester II ... 42

3. Tabel 2.1 Standar Isi Kelas VIII Smester I ... 43

4. Tabel 2.1 Standar Isi Kelas VIII Smester II ... 45

5. Tabel 2.1 Standar Isi Kelas IX Smester I ... 46

6. Tabel 2.1 Standar Isi Kelas IX Smester II ... 48

7. Tabel 3.2 Identitas Sekilah ... 61

8. Tabel 3.6 Sarana dan Prasarana ... 64

9. Tabel 3.7 Struktur Organisasi ... 65

10.Tabel 3.8 Data Guru dan Karyawan ... 65

11.Tabel 3.9 Data Kelas VII ... 66

12.Tabel 3.9 Data Kelas VIII ... 66

13.Tabel 3.9 Data Kelas IX ... 67

14.Tabel 3.3 Beban Belajar ... 77

15.Tabel 3.4 Program Kegiatan Rutin ... 78

(16)

xvi

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 : Pedoman wawancara Lampiran 2 : Silabus

Lampiran 3 : RPP

Lampiran 4 : Hasil wawancara kepada kepala sekolah Lampiran 5 : Lembar Konsultasi Skripsi

Lampiran 6 : Proposal Skripsi

Lampiran 7 : Permohonan Izin Penelitian

Lampiran 8 : Surat Keterangan SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga Lampiran 9 : Dokumentasi

Lampiran 10 :Daftar Nilai Satuan Kredit Kegiatan Lampiran 11 : Daftar Riwayat Hidup

(17)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Kurikulum dan pendidikan adalah dua hal yang erat kaitanya, tak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Sistem pendidikan yang dijalankan pada zaman moderen ini tak mungkin tanpa melibatkan keikut sertaan kurikulum. Tidak mungkin ada kegiatan pendidikan tanpa kurikulum. Hubungan antara pendidikan dan kurikulum adalah hubungan antara tujuan dan isi pendidikan. Suatu tujuan, tegasnya tujuan pendidikan yang ingin dicapai, akan dapat terlaksana jika alat, sarana, isi, atau tegasnya kurikulum yang dijadikan dasar acuan yang relevan (Nurgiyanto, 1988: 1).

Rasullah SAW bersabda: “perintahlah anakmu untuk melakukan shalat,

(18)

2

Sedangkan metode hukuman bertujuan perbaikan agar anak menyadari kesalahan sehingga tidak mengulanginya lagi. Dalam hal ini orang tualah penentu keberhasilan suatu sistem dan tujuan pendidikan.

Kurikulum merupakan salah satu alat untuk mencapai tujuan pendidikan, sekaligus merupakan pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran pada semua jenis dan jenjang pendidikan. Kurikulum harus bersifat dinamis, artinya kurikulum selalu mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi, tingkat kecerdasan peserta didik, kultur, sistem nilai, serta kebutuhan masyarakat (Arifin, 2012: 2).

Adapun definisi kurikulum versi Indonesia sebagaimana yang tertuang dalam UUSPN No. 20 Tahun 2003 pada Bab 1 Pasal 1, pengertian kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

(19)

3

pendidikan yang belum siap mengembangkan kurikulum, dapat menggunakan model kurikulum yang dikembangkan oleh BSNP. Meskipun demikian, dalam pelaksanaannya tetap perlu disesuaikan, dan diadaptasikan dengan kondisi sekolah, masyarakat, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan tegnologi, terutama teknologi informasi yang berkembang sangat pesat bersamaan dengan era globalisasi (Mulyasa, 2012: 11).

Sekarang ini kelemahan-kelemahan pelaksanaan kurikulum yang sudah ada telah menjadi sorotan kritik berbagai pihak. Tidak hanya pihak diluar dunia pendidikan tetapi pihak-pihak didalam sendiri sudah memprihatinkan proses dan produk pengelolaan kurikulum yang dilaksanakan oleh administrator pendidikan sampai pada yang dilaksanakan oleh guru-guru di kelas. Ironisnya sasaran kritik hanya di tujukan kepada guru-guru, dan para administrator terlindung seolah-olah peranan dan tanggung jawabnya tidak menentukan. Jarang kedengaran kritik terhadap, misalnya kepala sekolah, pengawas (penilik) ataupun administrator atasan yang membawahinya. Diakui atau tidak, praktik dilapangan dalam implementasi lebih sulit dibanding dengan mengungkapkan pendapat dan berkomentar. Karena praktik dilapangan menghadapi langsung berbagai faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran.

(20)

4

Tingkat Satuan Pendidikan memberikan sumbangan lebih bagi kompetensi para siswa, yang didukung dengan SDM yang tinggi dan fasilitas pendidikan yang memadai.

Di samping itu, kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah dapat dikembangkan oleh sekolah dan komite sekolah dengan berpedoman pada standar kompetensi lulusan dan standar isi serta panduan penyusunan kurikulum yang dibuat oleh BSNP. Sebagaimana disebutkan dalam peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 16 ayat 1. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang disusun itu harus sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan peningkatan iman dan takwa, peningkatan akhlak mulia, peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat peserta didik, keragaman potensi daerah dan lingkungan, tuntutan pembangunan daerah dan nasional, tuntutan dunia kerja, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, agama, dinamika perkembangan global, persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan.

(21)

5

kompetensi dan kompetensi dasar, tidak saja dalam bentuk tertulis, tetapi juga dalam proses pembelajaran di kelas. Sehingga diharapkan, guru benar-benar dapat mengimplementasikan seluruh kompetensi dasar tersebut ke dalam pencapaian target pembelajaran yaitu tercapainya hasil belajar sesuai dengan standar kompetensi lulusan yang ditetapkan.

Dalam pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan seringkali didapati bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang dikembangkan belum dapat diimplementasikan oleh guru, terkadang sebagian guru pada satuan pendidikan belum memahami standar isi dan standar kompetensi lulusan yang harus diimplementasikan dalam proses pembelajaran atau ada guru yang belum menguasai strategi dan metodologi pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang sesuai dengan standar proses pendidikan. Sehingga target yang ditetapkan dalam kurikulum tersebut belum dapat dicapai dan berakibat kepada hasil belajar peserta didik menurun.

Di samping itu, ada yang beranggapan bahwa tugas guru adalah sebatas mencapai target kurikulum yang ditetapkan, namun mereka lupa akan tanggung jawab guru bahwa pendidikan yang berhasil adalah pendidikan yang memperhatikan perkembangan sikap peserta didiknya.

(22)

6

pendidikan, serta dapat mengimplementasikan standar isi dan standar kompetensi lulusan ke dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.

Pendidikan Agama Islam merupakan salah satu mata pelajaran pokok yang diajarkan di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Untuk mencapai tujuan Pendidikan Agama Islam di sekolah dibutuhkan kemampuan guru Pendidikan Agama Islam dalam melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Di antaranya melalui pemahaman dan penguasaan guru terhadap standar isi dan standar kompetensi lulusan yang dituangkan ke dalam perencanaan, seperti dalam menyusun Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), serta kemampuan guru mengimplementasikan perencanaan tersebut dalam proses pembelajaran.

Adapun SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga merupakan sekolah yang baru saja berdiri yaitu sejak tahun 2013. SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga merupakan sekolah berbasis efeksi sehingga kegiatan keagamaan (islam) sangatlah menonjol, hal ini dapat dilihat dari aktivitas siswa dan kegiatan siswa sehari-hari misalnya bagi seorang muslimah wajib mengenakan hijab di sekolah dan semua siswa wajib mengikuti sholat dhuha sesuai dengan jadwal. Namun, SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga merupakan sekolah berbasis efeksi masih mengunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

(23)

7

DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP

IT NIDAUL HIKMAH SALATIGA TAHUN PELAJARAN 2017/2018

(Kajian tentang Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan)”.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana Implementasi Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan pada kurikulum 2006 (KTSP) di SMP IT Nidaul Hikmah tahun pelajaran 2017/2018?

2. Apa saja yang menjadi faktor penghambat dan faktor pendorong dalam pengimplementasian Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan pada Kurikulum 2006 (KTSP) di SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga tahun pelajaran 2017/2018?

3. Langkah apa saja yang dilakukan sekolah untuk keluar dari hambatan yang dihadapi dalam pengimplementasian Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan pada Kurikulum 2006 (KTSP) dalam Pendidikan Agama Islam di SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga tahun pelajaran 2017/2018?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui bagaimana Implementasi Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan pada kurikulum 2006 (KTSP) di SMP IT Nidaul Hikmah tahun pelajaran 2017/2018.

(24)

8

Kompetensi Lulusan pada Kurikulum 2006 (KTSP) di SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga tahun pelajaran 2017/2018.

3. Untuk mengetahui langkah apa saja yang dilakukan sekolah untuk keluar dari hambat yang dihadapi dalam pengimplementasian Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan pada Kurikulum 2006 (KTSP) dalam Pendidikan Agama Islam di SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga tahun pelajaran 2017/2018.

D. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini baik secara teoritis maupun secara praktis dapat diambil hikmahnya sebagai berikut:

1. Manfaat Secara Teoretis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan yang bernilai bagi para pengembang ilmu pengetahuan dan diharapkan dapat dijadikan acuan pada penelitian selanjutnya yang relevan.

2. Manfaat Praktis

Hasil-hasil penelitian diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menyempurnakan implementasi kurikulum pada pembelajaran pendidikan agama islam baik bagi sekolah, termasuk guru, pengembang kurikulum, maupun untuk tujuan penelitian lebih lanjut.

E. Penegasan Istilah

(25)

9 1. Implementasi Kurikulum KTSP

Implementasi bisa diartikan pelaksanaan atau penerapan (Nurdin, 2003 :70). Kurikulum ialah suatu program yang berisikan berbagai bahan ajaran dan pengalaman belajar yang diprogramkan, direncanakan dan direncanakan secara sistematik atas dasar norma-norma yang berlaku yang dijadikan pedoman dalam proses pembelajaran bagi tenaga kependidikan dan peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan (Dakir, 2004: 3). Dalam UUSPN No. 20 Tahun 2003 pada Bab 1 Pasal 1, pengertian kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Implementasi kurikulum adalah proses staf pengajar atau dosen melaksanakan kurikulum (kurikulum yang sudah ada) dalam situasi sekolah atau dengan kata lain implementasi kurikulum itu adalah proses aktualisasi kurikulum potensial/ ideal menjadi kurikulum aktual (real) oleh staf pengajar/ dosen/ gurudalam kegiatan belajar mengajar (perkuliyahan) (Nurdin, 2003: 74).

Sementara itu, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang merupakan penyempurna dari kurikulum 2004 (KBK) adalah kurikulum oprasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan/sekolah (Muslich, 2009: 17).

(26)

10

Pendidikan agama islam merupakan usaha sadar yang dilakukan pendidik dalam mempersiapkan peserta didik untuk meyakini, memahami, dan mengamalkan ajaran islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran atau pelatihan yang telah dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Majid, 2012: 13).

3. Standar Isi

Standar Isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria dalam kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian, kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu (Mulyasa, 2012: 45).

4. Standar Kompetensi Lulusan

Standar Kompetensi merupakan penjabaran dari Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Sebagaimana dikemukakan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 19 Tahun 2005 tentang Standar

Nasional Pendidikan (SNP), bahwa “Standar Kompetensi Lulusan adalah

kulifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan

keterampilan”.

F. Metode Penulisan

(27)

11 1. Pendekatan dan Jenis Penelitian

Dilihat dari jenisnya, penelitian ini termasuk penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami subjek penelitian misalnya prilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dll., secara holistik, dan dengan cara diskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah (Moleong, 2009: 6).

2. Lokasi Penelitian

Lokasi penelian merupakan tempat dimana penelitian dilakukan. Dalam penelitian ini, peneliti mengambil lokasi di SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga.

3. Sumber Data a. Data Primer

Kata-kata dan tindakan merupakan sumber data yang diperoleh dari lapangan dengan mengamati atau mewawancarai. Data primer digunakan untuk mendapatkan informasi langsung mengenai SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga. Dalam penelitian ini yang menjadi informan adalah kepala sekolah, waka kurikulum, dan guru mata pelajaran Pendidikan Agam Islam.

b. Data Sekunder

(28)

12

dokumen yang resmi dari berbagai instansi pemerintah. Peneliti menggunakan data sekunder ini untuk memperkuat penemuan dan melengkapi informasi yang telah dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan beberapa informan di SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga.

4. Prosedur Pengumpulan Data

Adapun dalam pengkajian skripsi ini penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data penelitian dengan cara sebagai berikut:

a. Metode Wawancara

Wawancara adalah teknik pengumpulan data melalui proses tanya jawab lisan yang berlangsung satu arah, artinya pertanyaan datang dari pihak yang mewawancarai dan jawaban diberikan oleh yang diwawancarai (Fathoni, 2011: 105). Metode ini digunakan untuk mengetahui apa saja yang ada dalam perasaan responden. Salah satu cara yang akan ditempuh peneliti adalah melakukan wawancara secara mendalam dengan subjek penelitian dengan tetap berpegang pada arah sasaran dan fokus penelitian.

(29)

13

mengetahui rencana, pelaksanaan, dan hasil yang dicapai dari implementasi kurikulum KTSP.

b. Metode Dokumentasi

Studi dokumentasi adalah teknik pengumpula data dengan mempelajari catatan-catatan mengenai data pribadi responden, seperti yang dilakukan oleh seorang psikologi dalam meneliti perkembangan seoran klien melalui catatan pribadi (Fathoni, 2011: 112). Teknik ini diarahkan untuk mengumpulkan berbagai informasi, khususnya untuk melengkapi data dalam rangka menjawab pertanyaan penelitian mengenai pelaksanaan kurikulum KTSP dalam proses belajar mengajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.

c. Observasi

(30)

14 5. Analisis Data

Analisi data kualitatif merupakan upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilih-milih menjadi sesuatu yang dikelola, mengsintesiskannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain. Dalam analisis ini peneliti menggunakan tiga analisis yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data atau kesimpulan. Fokus analisis data ini pada ruang lingkup KTSP dalam Pendidikan Agam Islam dan Implementasinya, problmatika yang dihadapi serta solusi yang ditempuh. a. Reduksi Data

Langkah awal ini untuk memudahkan pemahaman terhadap yang sudah terkumpul, reduksi data dilakukan dengan cara mengkelompakkan data berdasarkan aspek-aspek permasalahan penelitian, aspek-aspek yang direduksi dalam penelitian ini adalah: implementasi kurikulum KTSP dalam mata pelajaran pendidikan agama islam, problematika yang dihadapi dan solusi yang ditempuh. b. Penyajian Data

(31)

15

kurikulum KTSP dalam mata pelajara Pendidikan Agama Islam, problematika yang dihadapi dan solusi yang di tempuh.

c. Penarikan Kesimpulan dan Verifikasi

Penarikan kesimpulan dan verifikasi dilakukan berdasarkan pemahaman terhadap data yang telah dikumpulkan, sesuai dengan hakikat penelitian kualitatif, penarikan kesimpulan ini dilakukan secara bertahap, pertama menarik kesimpulan sementara, namun seiring bertambahnya data, maka harus dilakukan verifikasi dengan cara mempelajari kembali data yang telah ada. Berdasarkan verifikasi data selanjutnya peneliti dapat menarik kesimpulan akhir temuan penelitian. 6. Pengecekan Keabsahan Data

Menurut Moleong Kriteria keabsahan data ada empat macam yaitu: kepercayaan, keteralihan, kebergantungan, dan kepastian (Moleong, 2002: 173). Tetapi dalam penelitian ini peneliti hanya memakai tiga macam antara lain:

a. Kepercayaan

Kreterian ini berfungsi mempertunjukan derajat kepercayaan hasi-hasil penemuan dengan hasil pembuktian oleh peneliti pada kenyataan ganda yang sedang diteliti.

b. Kebergantungan

(32)

16

menginterpretasikan data sehingga data yang dikumpulkan dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.

c. Kepastian

Kreteria ini digunakan untuk menilai hasil penelitian yang dilakukan dengan cara mengefek data dan informan serta interpretasi hasil penelitian yang didukung oleh materi yang ada pada pelacakan audit.

7. Tahap-tahap Penelitian a. Observasi Awal

1) Menyusun proposal penelitian 2) Menentukan tempat penelitian 3) Mengurus surat-surat perizinan b. Pelaksanaan Penelitian

1) Mengadakan observasi langsung ke SMP IT Nidaul Hikamah Salatiga

2) Mengidentifikasi Data dan melakukan wawancara terhadap kepala sekolah, waka kurikulum dan guru mata mata pelajaran pendidikan agama islam

c. Akhir Penelitian

(33)

17

G. Sistematika Penulisan

Sistematika diperlukan untuk menata dan mengatur sistematika penulisan sehingga mudah dibaca dan dipahami. Adapun sistematika penulisan ini adalah sebagai berikut :

BAB I : Pendahuluan

Merupakan gambaran keseluruhan skripsi yang meliputi: (a) latar belakang masalah;(b) rumusan masalah;(c) tinjauan penelitian;(d) manfaat penelitian;(e) penegasan istilah;(f) metode penulisan;(g) sistematika penulisan

BAB II : Kajian Pustaka

Merupakan kajian teori yang berisi tentang hal-hal yang berkaitan dengan SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga.

BAB III : Paparan Data dan Temuan Penelitian

Pada bab ini dipaparkan definisi obyek penelitian yaitu SMP IT Nidaul Hikmah Salatiga.

BAB IV : Analisis Data

Pada bab ini dijelaskan tentang hasil penelitian yang diperoleh dalam melakukan penelitian di Lapangan.

BAB V : Penutup

(34)

18 BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Kurikulum KTSP

1. Pengertian Kurikulum

Kurikulum senantiasa berkembang terus sejalan dengan perkembangan teori dan praktik pendidikan. Dengan beragamnya pendapat mengenai kurikulum maka secara teoritis agak sulit menentukan satu pengertian yang dapat merangkum semua pendapat. Namun, pemahaman mengenai kurikulum ini tetaplah penting adanya.

Istilah kurikulum semula berasal dari istilah yang dipergunakan dalam dunia atletik “curere” yang berarti berlari. Istilah tersebut erat hubungannya dengan kata “curier” atau kurir yang berarti penghubung atau seseorang yang bertugas menyampaikan sesuatu kepada orang atau tempat lain (Nurgiyantoro, 1988: 2). Dalam dunia pendidikan pengertian kurikulum ialah jangka waktu pendidikan yang harus ditempuh oleh siswa yang bertujuan untuk memperoleh ijazah (Susilo, 2007: 77).

(35)

19

Kurikulum ialah suatu program yang berisikan berbagai bahan ajaran dan pengalaman belajar yang diprogramkan, direncanakan dan direncanakan secara sistematik atas dasar norma-norma yang berlaku yang dijadikan pedoman dalam proses pembelajaran bagi tenaga kependidikan dan peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan (Dakir, 2004: 3).

Sedangkan implementasi kurikulum menurut Abdullah Idi adalah suatu proses penerapan ide, konsep dan kebijakan kurikulum (kurikulum potensial) dalam suatu aktivitas pembelajaran, sehingga peserta didik menguasai seperangkat kompetensi tertentu, sebagai hasil interaksi dengan lingkungan. Implementasi kurikulum dalam bentuk pembelajaran. (Idi, 2010: 21).

Berdasarkan uraian di atas, dapat dikemukakan bahwa implementasi kurikulum adalah operasional konsep kurikulum yang masih bersifat potensial menjadi aktual dalam bentuk kegiatan pembelajaran. Dalam hal ini hasan yang dikutip Mulyasa (2012: 31), mengungkapkan bahwa implementasi kurikulum adalah hasil terjemahan guru terhadap kurikulum sebagai rencana tertulis yang sedikitnya dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu :

a. Karakteristik kurikulum: yang mencangkup ruang lingkup ide baru suatu kurikulum dan kejelasan bagi pengguna di lapangan.

(36)

20

kurikulum, dan kegiatn-kegiatan yang dapat mendorong penggunaan kurikulum di lapangan.

c. Karakteristik pengguna kurikulum, yang meliputi pengetahuan, keterampilan, serta kemampuanya untuk merealisasikan kurikulum dalam pembelajaran.

J.Lloyad Trump dan Delmas F.Miller dalam buku Secondary School Improvement (1973) berpendapat bahwa kurikulum mencakup

metode mengajar dan belajar, cara mengevaluasi murid dan semua program, perubahan tenaga mengajar, bimbingan dan penyuluhan, supervisi dan administrasi, dan hal-hal struktural mengenai waktu, jumlah ruangan serta kemungkinan memilih mata pelajaran (Yamin, 2009: 23).

Dari uraian di atas, kurikulum merupakan sub sistem dari sistem pendidikan Nasional yang otomatis diimplementasikan tidak efektif dengan sendirinya meskipun rumusannya telah diimplementasikan optimal. Kurikulum memerlukan perangkat sub sistem lainnya untuk dapat bergerak di dalam rangkaian kegiatan mencapai tujuan pendidikan itu sendiri. Penyempurnaan kurikulum dilakukan guna mewujudkan peningkatan mutu dan relevansi pendidikan juga sebagai respon terhadap tuntutan perkembangan informasi, ilmu, teknologi, seni, tuntutan desentralisasi, dan hak asasi manusia.

2. Asas-asas Kurikulum

(37)

21

yang mendasarinya, agar dapat mencapai tujuan pendidikan dan proses pembelajaran yang maksimal. Menurut Nasution (1994: 11-14), menjelaskan bahwa ada empat asas yang mendasari pengembangan kurikulum. Keempat asas tersebut adalah:

a. Asas Filosofis

Sekolah bertujuan mendidik anak agar menjadi manusia yang

“baik”. Faktor “baik” tidak hanya ditentukan oleh nilai-nilai, cita-cita,

atau filsafat yang dianut sebuah negara, tetapi juga oleh guru, orang tua, masyarakat, bahkan dunia. Kurikulum mempunyai hubungan yang erat dengan filsafat suatu bangsa, terutama dalam menentukan manusia yang dicita-citakan sebagai tujuan yang harus dicapai melalui pendidikan formal. Kurikulum yang dikembangkan harus mampu menjamin terwujudnya tujuan pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat.

b. Asas Psikilogi Anak dan Psikologi Belajar 1) Psikologi Anak

Sekolah didirikan untuk anak, untuk kepentingan anak, yakni menciptakan situasi-situasi yang memungkinkan anak dapat belajar mengembangkan bakatnya. Selama berabad-abad, anak tidak dipandang sebagai manusia yang lain daripada orang dewasa. Hal ini tampak dari kurikulum yang mengutamakan bahan,

(38)

22

tersebut dengan segala kesulitannya. Padahal anak mempunyai kebutuhan sendiri sesuai dengan perkembangannya. Pada permulaan abad ke -20, anak kian mendapat perhatian menjadi salah satu asas dalam pengembangan kurikulum. Kemudian muncullah aliran progresif, yakni kurikulum yang semata-mata didasarkan atas minat dan perkembangan anak (child centered curiculum).

2) Psikologi Belajar

Pendidikan di sekolah diberikan dengan kepercayaan dan keyakinan bahwa anak-anak dapat dididik, dpat dipengaruhi kelakuannya. Anak-anak dapat belajar, dapat menguasai sejumlah pengetahuan, mengubah sikapnya, menerima norma-norma, menguasai sejumlah keterampilan. Soal yang penting ialah: bagaimana anak itu belajar? Kalau kita tahu betul bagaimana proses belajar berlangsung, dalam keadaan yang bagaimana belajar itu memberikan hasil sebaik-baiknya, maka kurikulum dapat direncanakan dan dilaksanakan dengan cara seefektif-efektifnya. c. Asas Sosiologi

(39)

23

Selain itu, perubahan masyarakat akibat perkembangan iptek merupakan faktor yang benar-benar harus dipertimbangkan dalam pengembangan kurikulum. Karena masyarakat merupakan faktor penting dalam pengembangan kurikulum, masyarakat dijadikan salah satu asas.

d. Asas Organisasi

Asas ini berkenaan dengan masalah bagaimana bahan pelajaran akan disajikan. Apakah dalam bentuk mata pelajaran yang terpisah-pisah, ataukah diusahakan adanya hubungan antara pelajaran yang diberikan, misalnya dalam bentuk broad field atau bidang studi seperti IPA, IPS, Bahasa, dan lain-lain. Ataukah diusahakan hubungan secara lebih mendalam dengan menghapuskan segala batas-batas mata pelajaran (dalam bentuk kurikulum terpadu). Penganut ilmu jiwa asosiasi akan memilih bentuk organisasi kurikulum yang berpusat pada mata pelajaran, sedangkan penganut ilmu jiwa gestalt akan cenderung memilih kurikulum terpadu.

(40)

24

luas, berahlak dan bertaqwa sesuai agamanya serta dapat membawa kemajuan dan menjaga martabat bangsa dan negaranya.

3. Pengertian Kurikulum KTSP

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang merupakan penyempurna dari kurikulum 2004 (KBK) adalah kurikulum oprasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan/sekolah (Muslich, 2009: 17).

KTSP lahir dari semangat otonomi daerah, dimana urusan pendidikan tidak semuanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, akan tetapi sebahagian menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Oleh sebab itu,di lihat dari pola atau model pengembangannya KTSP merupakan salah satu model kurikulum yang bersifat desentralistik.

(41)

25

dasar yang dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

4. Tujuan KTSP

Menurut Mulyas (2012: 22), Secara umum tujuan diterapkan KTSP adalah untuk mendirikan dan memperdayakan satuan pendidikan melalui pemberian kewenangan (otonomi) kepada lembaga pendidikan dan mendorong sekolah untuk melakukan pengambilan keputusan secara partisipatif dalam pengembangan kurikulum. Secara khusus tujuan diterapkan KTSP adalah untuk:

a. Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengembangkan kurikulum, mengelola dan memperdayakan sumberdaya yang tersedia.

b. Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum melalui pengambilan keputusan bersama. c. Meningkatkan kompetensi yang sehat antar satuan pendidikantentang

kulitas pendidikan yang ingin dicapai.

5. Landasan Pengembangan KTSP

Menurut Mulyasa (2012: 24), Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dilandasi oleh undang-undang dan peraturan pemerintah: a. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sisdiknas.

b. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

(42)

26

d. Permendiknas No. 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan.

e. Permendiknas No. 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Permendiknas No. 22 dan 23.

6. Karakteristik KTSP

KTSP merupakan bentuk operasional pengembangan kurikulum dalam konteks desentralisasi pendidikan dan otonomi daerah, yang akan memberikan wawasan baru terhadap sistem yang sedang berjalan selama ini. Hal ini diharapkan dapat membawa dampak terhadap peningkatan efisiensi dan efektifitas kinerja sekolah, khususnya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Mengingat peserta didik berasal dari berbagai latar belakang kesukuan, budaya, status sosial ekonomi, maka salah satu perhatian sekolah harus ditujukan pada asas pemerataan, baik dalam bidang sosial, ekonomi, maupun politik. Sekolah juga harus meningkatkan efisiensi, partisipasi, dan mutu, serta bertanggung jawab kepada masyarakat dan pemerintah.

Menurut Mulyasa (2012: 29), Karakteristik KTSP bisa diketahui antara lain dari bagaimana sekolah dan satuan pendidikan dapat mengoptimalkan kinerja, proses pembelajaran, pengelolaan sumber belajar, profesionalisme tenaga kependidikan, serta sistem penilaian. Berdasarkan uraian di atas dapat dikemukakan karakteristik KTSP sebagai berikut:

(43)

27

b. Partisipasi masyarakat dan orang tua yang tinggi. c. Kepemimpinan yang dekokratis dan profesional. d. Tim-Kerja yang kompak dan transparan.

7. Acuan Oprasional dan Komponen KTSP

Mulyasa (2012: 168-169), Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) disusun dengan memperhatikan acuan operasional sebagai berikut:

a. Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia yang menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh. Kurikulum yang disusun memungkinkan semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia

b. Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik. Kurikulum disusun agar memungkinkan pengembangan keragaman potensi, minat, kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, dan kinestetik peserta didik secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangannya

(44)

28

d. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional. Pengembangan kurikulum harus memperhatikan keseimbangan tuntutan pembangunan daerah dan nasional

e. Tuntutan dunia kerja. Kurikulum yang disusun harus memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki dunia kerja sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik dan kebutuhan dunia kerja, khususnya bagi mereka yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi

f. Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni

g. Agama. Kurikulum harus dikembangkan untuk meningkatkan toleransi dan kerukunan umat beragama, serta memperhatikan norma agama yang berlaku di lingkungan sekolah

h. Dinamika perkembangan global. Kurikulum harus dikembangkan agar peserta didik mampu bersaing secara global dan dapat hidup berdampingan dengan bangsa lain

(45)

29

j. Kondisi sosial budaya masyarakat setempat. Kurikulum harus dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya k. Kesetaraan gender. Kurikulum diarahkan kepada pendidikan yang

berkeadilan dan mendorong tumbuh berkembangnya kesetaraan gender l. Karakteristik satuan pendidikan. Kurikulum harus dikembangkan

sesuai visi, misi, tujuan, kondisi, dan ciri khas satuan pendidikan Aspek-aspek di atas adalah sebagai acauan operasional dalam mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di sekolah masing-masing. Meski demikian, sekolah tidak mesti terpaku pada acuan tersebut, tetapi masih dapat mengembangkan dan menyesuaikan acuan di atas dengan situasi dan kondisi daerah, karakteristik dan kemampuan peserta didik, serta sarana dan prasarana yang tersedia.

Di samping aspek-aspek yang telah disebutkan di atas, dalam garis besarnya KTSP memiliki enam komponen penting yaitu visi dan misi, tujuan pendidikan satuan pendidikan, menyusun kalender pendidikan, struktur muatan KTSP, silabus dan RPP (Mulyasa, 2012: 176)

8. Prinsip-prinsip Pelaksanaan KTSP

Menurut Mulyasa (2012: 247-249), Pelaksanaan kurkulum tingkat satuan pendidikan, setidaknya harus memperhatikan tuju prinsip sebagai berikut:

(46)

30

dirinya. Dalam hal ini peserta didik harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu, serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas, dinamis dan menyenangkan b. Kurikulum dilaksanakan dengan menegakkan kelima pilar belajar,

yaitu: Belajar untuk beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Belajar untuk memahami dan menghayati, Belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif, Belajar untuk hidup bersama dan berguna bagi orang lain, dan Belajar untuk membangun dan menemukan jati diri, melalui proses pembelajaran yang efektif, aktif, kreatif, dan menyenangkan

c. Pelaksanaan kurikulum memungkinkan peserta didik mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan, pengayaan, dan/atau percepatan sesuai dengan potensi, tahap perkembangan, dan kondisi peserta didik dengan tetap memperhatikan keterpaduan pengembangan pribadi peserta didik yang berdimensi ke-Tuhanan, keindividuan, kesosialan, dan moral

d. Kurikulum dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling menerima dan menghargai, akrab, terbuka, dan hangat, dengan prinsip Tut Wuri Handayani, ing Madia Mangun Karsa, Ing Ngarsa Sung Tulada (dibelakang memberikan daya dan

(47)

31

e. Kurikulum dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia, sumber belajar dan teknologi yang memadai, dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar

f. Kurikulum dilaksanakan dengan mendayagunakan kondisi alam, sosial dan budaya serta kekayaan daerah untuk keberhasilan pendidikan dengan muatan seluruh bahan kajian secara optimal

g. Kurikulum yang mencakup seluruh komponen kompetensi mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri diselenggarakan dalam keseimbangan, keterkaitan, dan kesinambungan yang cocok dan memadai antarkelas dan jenis serta jenjang pendidikan

Ketujuh prinsip diatas harus diperhatikan oleh para pelaksana kurikulum (guru), dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran, baik menyangkut perencanaan, pelaksanaan, maupun evaluasi.

B. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

1. Pengertian Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

(48)

32

agama lain dalam hubungan antar kerukunan umat beragama dalam masyarakat hingga terwujud kesatuan dan persatuan bangsa.

Pendidikan agama islam merupakan usaha sadar yang dilakukan pendidik dalam mempersiapkan peserta didik untuk meyakini, memahami, dan mengamalkan ajaran islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran atau pelatihan yang telah dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Majid, 2012: 13).

Menurut Zakiyah Daradjat mengemukakan bahwa Pendidikan Agama Islam adalah usaha berupa bimbingan dan asuhan terhadap anak agar kelak setelahselesai pendidikannya dapat memahami dan mengamalkan ajaran-ajaran islam serta menjadikannya sebagai pedoman hidup (Daradjat, 2011: 86).

Dari uraian di atas yang dimaksud dengan Pendidikan Agama Islam oleh penulis adalah usaha bimbingan secara sadar kepada anak didik untuk mengantarkan menjadi insan yang berkepribadian luhur, mengerti, memahami sekaligus mengamalkan ajaran agama Islam yang dianutnya sebagai bekal hidup di dunia dan di akhirat, yang pedoman hidupnya adalah al-Qur‟an dan Hadits.

2. Tujuan Pendidikan Agama Islam

(49)

33

dalam keimanan, ketakwaannya, berbangsa dan bernegara, serta untuk melanjutkan pada jenjang pendidikan yang lebih tingg (Majid, 2012: 16).

Tujuan pendidikan diatasa merupakan turunan dari tujuan pendidikan nasional, suatu rumusan dalam UUSNP (UU No. 22 tahun

2003), berbunyi: “pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya

potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Oleh karena itu, berbicara pendidikan agam islam, baik makna dan tujuannya haruslah mengacu pada penanaman nilai-nilai islam dan tidak dibenarkan melupakan etika sosial atau moralitas sosial. Penanaman nilai ini juga dalam rangka menunai keberhasilan hidup (hasanah) di dunia bagi anak didik yang kemudian akan mampu membuahkan kebaikan (hasanah) diakhirat kelak.

3. Fungsi Pendidikan Agama Islam

Secara umum, pendidikan agama Islam bertujuan untuk

“Meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan, dan pengalaman

(50)

34

Menurut Majid (2005: 134-135), Pendidikan Agama Islam untuk sekolah/ madrasah berfungsi sebagai berikut:

a. Pengembangan

Yaitu meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik kepada Allah yang telah ditanamkan dalam lingkungan keluarga. Pada dasarnya dan pertama-tama kewajiban menanamkan keimanan dan ketakwaan dilakukan oleh setiap orang tua dalam keluarga. Sekolah berfungsi untuk menumbuhkan lebih lanjut dalam diri anak melaliu bimbingan, pegajaran, dan pelatihan agar keimanan dan ketakwaaan tersebut dapat berkembang secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangannya.

b. Penanaman Nilai

Yaitu sebagai pedoman hidup untuk mencari kebahagian hidup di dunia dan di akhirat.

c. Penyesuaian Mental

Yaitu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial dan dapat mengubah lingkungan sesuai dengan ajaran agama islam.

d. Perbaikan

(51)

35 e. Pencegahan

Yaitu untuk menangkal hal-hal negatif dari lingkungan atau dari budaya lain yang dapat membahayakan dirinya dan menghambat perkembangannya menuju manusia indonesia seutuhnya.

f. Pengajaran

Yaitu tentang ilmu pengetahuan keagamaan secara umum (alam nyata dan nirnyata), sistem dan fungsional.

g. Penyaluran

Yaitu untuk menyalurkan anak-anak yang memiliki bakat khusus dibidang agama islam agar bakat tersebut dapat bekembang secara optimal sehingga dapat dimanfaatkan untuk diri sendiri dan orang lain.

4. Ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam

Menurut Majid (2012: 21-22), ada beberapa ruang lingkup pendidikan agama islam menurut Hasbi Ash-Shidiqi meliputi hal-hal berikut:

a. Tarbiyah Jismiyah, yaitu segala rupa pendidikan yang wujudnya meyuburkan dan menyehatkan tubuh serta menegakkannya, supaya dapat merintanggi kesukaran yang dihadapi dalam pengalamannya. b. Tarbiyah Aqliyah, yaitu sebagaimana rupa pendidikan dan pelajaran

(52)

36

c. Tarbiyah Adabiyah, yaitu segala rupa praktik maupun berupa teori yang wujudnya meningkatkan budi dan meningkatkan perangai.

d. Tarbiyah Adabiyah atau pendidikan budi pekerti/ akhlak dalam ajaran islam merupakan salah satu ajaran pokok yang harus diajarkan agar umatnya memiliki/ melaksanakan akhlak mulia yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Berdasarkan pendapat diatas menurut penulis bahwa materi pendidikan agama islam yang diajarkan di sekolah tergantung pada tingkat, jenjang pedidikan, dan sesuai dengan tingkat usia siswa, baik secara kronologis maupun psikologis. Adapun lingkup materi PAI yang diajarkan di sekolah meliputi: Ilmu Aqidah, Akhlak, Fiqih, Al-Qur’an, Hadis, dan Sejarah Islam.

C. Standar Isi dan Standar Kompetensi Luluan

1. Standar Isi

(53)

37

Standar isi memuat kerangka dasar, struktur kurikulum, beban belajar, dan kelender pendidikan/ akademik.

a. Kerangka Dasar

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, kompetensi dasar, materi standar, dan hasil belajar, serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar dan tujuan pendidikan. Menurut Mulyasa (2009: 22), Kurikulum untuk jenis pendidikan umum, kejuruan, dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas:

1) Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia.

2) Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. 3) Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. 4) Kelompok mata pelajaran estetika.

5) Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan. b. Struktur kurikulum

(54)

38

lulusan. Muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri merupakan bagian integral dari struktur kurikulum pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Menurut Mulyasa (2012: 52), Struktur kurikulum SMP/MTs meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun mulai kelas VII sampai dengan kelas IX. Struktur kurikulum disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran dengan ketentuan sebagai berikut:

1) Kurikulum SMP/MTs memuat 10 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri. Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan.

(55)

39

tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler.

2) Jam pelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan.

3) Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 40 menit.

4) Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 34 – 38 minggu.

(56)

40

Tabel 2.1 Standar Isi Kelas VII Semester 1

STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR

Al-Qur’an

1. Menerapkan Hukum bacaan

“Al” Syamsiyah dan

“Al”Qomariyah

1.1. Menjelaskan hukum bacaan bacaan “Al”

Syamsiyah dan “Al”Qomariyah

1.2. Membedakan hukum bacaan bacaan

“Al” Syamsiyah dan “Al”Qomariyah

1.3. Menerapkan bacaan bacaan “Al”

Syamsiyah dan Al”Qomariyah dalam

bacaan surat-surat Al-Qur’an dengan benar yang berkaitan dengan sifat-sifat Allah SWT

2.3. Menunjukkan tanda tanda adanya Allah SWT

2.4. Menampilkan perilaku sebagai cermin keyakinan akan sifat-sifat Allah SWT

3. Memahami Asmaul Husna 3.1. Menyebutkan arti ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan 10 Asmaul Husna 3.2. Mengamalkan isi kandungan 10 Asmaul

(57)

41 Akhlak

4. Membiasakan perilaku terpuji

4.1. Menjelaskan pengertian tawadhu, ta’at,

qana’ah dan sabar

4.2. Menampilkan contoh-contoh perilaku

tawadhu, ta’at, qana’ah dan sabar

4.3. Membiasakan perilaku tawadhu, ta’at,

qana’ah dan sabar

Fiqih

5. Memahami ketentuan-ketentuan thaharah (bersuci)

5.1. Menjelaskan ketentuan-ketentuan mandi wajib

5.2. Menjelaskan perbedaan hadas dan najis 6. Memahami tatacara shalat 6.1. Menjelaskan ketentuan-ketentuan shalat

wajib

6.2. Memperaktikkan shalat wajib 7. Memahami tatacara shalat

jamaah dan munfarid (sendiri)

7.1. Menjelaskan pengertian shalat jama’ah dan munfarid

7.2. Memperaktikkan shalat jama’ah dan shalat munfarid

Tarikh dan kebudayaan

Islam

8. Memahami sejarah Nabi Muhammad SAW

8.1. Menjelaskan sejarah Nabi Muhammad SAW

(58)

42

Tabel 2.1 Standar Isi Kelas VII Semester 2

STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR

Al-Qur’an

9. Menerapkan hukum bacaan nun mati/tanwin dan mim mati

9.1. Menjelaskan hukum bacaan nun mati/tanwin dan mim mati

9.2. Membedakan hukum bacaan nun mati/tanwin dan mim mati

9.3. Menerapkan hukum bacaan nun mati/tanwin dan mim mati dalam bacaan surat-surat Al-Qur’an dengan benar. Aqidah

10.Meningkatkan keimanan kepada Malaikat

10.1. Menjelaskan arti beriman kepada Malaikat

10.2. Menjelaskan tugas-tugas Malaikat Akhlak

11.Membiasakan perilaku terpuji

11.1. Menjelaskan arti kerja keras, tekun, ulet dan teliti

11.2. Menampilkan contoh perilaku kerja keras, tekun, ulet, dan teliti

11.3. Membiasakan perilaku kerja keras, ulet, tekun dan teliti

Fiqih

12.Memahami tatacara shalat

Jum’at

12.1. Menjelaskan ketentuan-ketentuan shalat

jum’at

(59)

43 13.Memahami tatacara shala

jama’ dan qashar

13.1. Menjelaskan shalat jama’ dan qashar 13.2. Mempraktekkan shalat jama’ dan

qashar

Tarikh dan Kebudayaan

Islam

14.Memahami sejarah Nabi Muhammad SAW

14.1. Menjelaskan misi Nabi Muhammad SAW Untuk menyempurnakan akhlak, membangun manusia mulia dan bermanfaat

14.2. Menjelaskan misi Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat bagi alam semesta, pembawa kedamaian, kesejahteraan, dan kemajuan masyarakat

14.3. Meneladani perjuangan Nabi dan para Sahabat dalam menghadapi masyarakat Makkah

Tabel 2.1 Standar Isi Kelas VIII Semester 1

STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR

Al-Qur’an

1. Menerapkan hukum bacaan Qalqalah dan Ra

1.1. Menjelaskan hukum bacaan Qalqalah dan Ra

(60)

44 Aqidah

2. Meningkatkan keimanan kepada Kitab-kitab Allah

2.1. Menjelaskan pengertian beriman kepada Kitab-kitab Allah

2.2. Menyebutkan nama Kitab-kitab Allah SWT yang diturunkan kepada para Rasul 2.3. Menampilkan sikap mencintai Al-Qur’an

sebagai Kitab Allah Akhlak

3. Membiasakan perilaku terpuji

3.1. Menjelaskan pengertian zuhud dan tawakkal

3.2. Menampilkan contoh perilaku zuhud dan tawakkal

3.3. Membiasakan perilaku zuhud dan tawakkal dalam kehidupan sehari-hari. 4. Menghindari perilaku tercela 4.1. Menjelaskan pengertian ananiah, ghadab,

hasad, ghibah dan namimah

4.2. Menyebutkan contoh-contoh perilaku ananiah, ghadab, hasad, ghibah dan namimah

4.3. Menghindari perilaku ananiah, ghadab, hasad, ghibah dan namimah dalam kehidupan sehari-hari.

Fiqih

5. Mengenal tatacara shalat sunnat

5.1. Menjelaskan ketentuan shalat sunnat rawatib

(61)

45 6. Memahami macam-macam

sujud

6.1. Menjelaskan pengertian sujud syukur, sujud sahwi, dan sujud tilawah

6.2. Menjelaskan tatacara sujud syukur, sujud sahwi, dansujud tilawah

6.3. Memperaktikkan sujud syukur, sujud sahwi, dan sujud tilawah

Tabel 2.1 Standar Isi Kelas VIII Semester 2

STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR

Al-Qur’an

7. Menerapkan hukum bacaan mad dan waqaf

7.1. Menjelaskan hukum bacaan mad dan waqaf

7.2. Menunjukkan contoh hukum bacaan mad dan waqaf dalam bacaan surat-surat

Al-Qur’an

7.3. Mempraktikkan bacaan mad dan waqaf dalam bacaan surat-surat Al-Qur’an Aqidah

8. Meningkatkan keimanan kepada Rasul Allah

8.1. Menjelaskan pengertian beriman kepada Rasul Allah

8.2. Menyebutkan nama dan sifat-sifat Rasul Allah

8.3. Meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW Akhlak

9. Membiasakan perilaku

(62)

46

terpuji minum

9.3. Memperaktekkan adab makan dan minum dalam kehidupan sehari-hari

10.Menghindari Perilaku 10.1. Menjelaskan pengertian perilaku dendam dan munafik

10.2. Menjelaskan ciri-ciri pendendam dan munafik

10.3. Menghindari perilaku pendendam dan munafik dalam kehidupan sehari-har 11.Memahami hukum Islam

tentang hewan sebagai sumber bahan makanan

11.1. Menjelaskan jenis-jenis hewan yang halal dan haram dimakan

11.2. Menghindari makanan yang bersumber dari binatang yang diharamkan.

Tarikh dan Kebudayaan

Islam

12.Memahami sejarah dakwah Islam

12.1. Menceritakan sejarah pertumbuhan ilmu pengetahuan Islam sampai masa Abbasiyah

12.2. Menyebutkan tokoh ilmuwan muslim dan perannya sampai masa daulah Abbasiyah.

Tabel 2.1 Standar Isi Kelas IX Semester 1

STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR

(63)

47 1. Memahami Ajaran Al

Qur’an surat At-Tin

1.2.Menyebutkan arti QS At-Tin 1.3.Menjelaskan makna QS At-Tin 2. Memahami Ajaran Al-Hadits

tentang menuntut ilmu

2.1.Membaca hadits tentang menuntut ilmu 2.2.Menyebutkan arti Hadits tentang

menuntut ilmu

2.3.Menjelaskan makna menuntut ilmu seperti dalam Al-Hadits

Aqidah

3. Meningkatkan keimanan kepada Hari Akhir

3.1.Menjelaskan pengertian beriman kepada hari akhir

3.2.Menyebutkan ayat Al Qur’an yang berkaitan dengan hari Akhir

3.3.Menceritakan proses kejadian kiamat sughro dan kubro seperti terkandung dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits

Akhlak

4. Membiasakan perilaku terpuji

4.1.Menjelaskan pengertian qana’ah dan tasamuh

4.2.Menampilkan contoh perilaku qana’ah dan tasamuh

4.3.Membiasakan perilaku qana’ah dan tasamuh dalam kehidupan sehari-hari. Fiqih

5. Memahami hukum Islam tentang penyembelihan

5.1.Menjelaskan tatacara penyembelihan hewan

(64)

48

hewan qurban

5.3.Memperagakan cara penyembelihan hewan aqiqah dan hewan qurban

6. Memahami hukum Islam tentang Haji dan Umrah

6.1.Menyebutkan pengertian dan ketentuan haji dan umrah

6.2.Memperagakan pelaksanaan ibadah haji dan umrah

Tarikh dan Kebudayaan Islam

7. Memahami sejarah perkembangan Islam di Nusantara

7.1.Menceritakan sejarah masuknya Islam di Nusantara melalui perdagangan, sosial, dan pengajaran

7.2.Menceritakan sejarah beberapa kerajaan Islam di Jawa, Sumatera dan Sulawesi

Tabel 2.1 Standar Isi Kelas IX Semester 2

STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR

Al-Qur’an dan Al Hadits 8. Memahami Al-Qur’an surat

Al-Insyirah

8.1.Menampilkan bacaan QS Al-Insyirah dengan tartil dan benar

8.2.Menyebutkan arti QS Al-Insyirah

8.3.Mempraktikkan perilaku dalam bekerja selalu berserah diri kepada Allah seperti dalam QS Al-Insyirah

9. Memahami Ajaran Al Hadits tentang kebersihan

(65)

49

kebersihan

9.3.Menampilkan perilaku bersih seperti dalam hadits

Aqidah

10.Meningkatkan keimanan kepada Qadha dan Qadhar

10.1. Menyebutkan ciri-ciri beriman kepada qadha dan qadhar

10.2. Menjelaskan hubungan antara qadha dan qadhar

10.3. Menyebutkan contoh-contoh qadha dan qadhar dalam kehidupan sehari-hari 10.4. Menyebutkan ayat-ayat Al-Qur’an yang

berkaitan dengan qadha dan qadhar

Akhlak

11.Menghindari perilaku tercela

11.1. Menyebutkan pengertian takabbur 11.2. Menyebutkan contoh-contoh perilaku

takabbur

11.3. Menghindari perilaku takabbur dalam kehidupan sehari-hari

Fiqih

12.Memahami tatacara berbagai shalat sunnah

12.1. Menyebutkan pengertian dan ketentuan sholat sunnat berjamaah dan munfarid 12.2. Menyebutkan contoh shalat sunnat

berjamaah dan munfarid

(66)

50 Tarikh dan Kebudayaan Islam

13.Memahami sejarah tradisi Islam Nusantara

13.1. Menceritakan seni budaya lokal sebagai bagian dari tradisi Islam

13.2. Memberikan apresiasi terhadap tradisi dan upacara adat kesukuan Nusantara.

c. Beban Belajar

Beban belajar untuk pendidikan dasar dan menengah menggunakan jam pembelajaran setiap minggu setiap semester dengan sistem tatap muka, penugasan terstruktur, sesuai kebutuhan dan ciri khas masing-masing satuan pendidikan.

Beban belajar dirumuskan dalam bentuk satuan waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti program pembelajaran melalui sistem tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Semua itu dimaksudkan untuk mencapai standar kompetensi lulusan dengan memperhatikan tingkat perkembangan peserta didik.

Kegiatan tatap muka adalah kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi antara guru dengan peserta didik. Beban belajar kegiatan tatap muka per jam pembelajaran pada satuan pendidikan SMP/MTS berlangsung selama 40 menit.

(67)

51

dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi. Waktu penyelesaian penugasan terstruktur ditentukan oleh pendidik.

Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi. Waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur bagi peserta didik pada SMP/MTs maksimum 50% dari jumlah waktu kegiatan tatap muka.

Penyelesaian program pendidikan dengan menggunakan sistem paket adalah tiga tahun untuk SMP/MTs. Program percepatan dapat diselenggarakan untuk mengakomodasi peserta didik yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa (Mulyasa,2012: 85).

d. Kalender pendidikan

Menurut Mulyasa (2012: 68), Kurikulum satuan pendidikan pada setiap jenis dan jenjang diselenggarakan dengan mengikuti kalender pendidikan pada setiap tahun ajaran. Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur. 1) Alokasi waktu

(68)

52

untuk seluruh mata pelajaran termasuk muatan lokal, ditambah jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri.

Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran terjadwal pada satuan pendidikan. Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antar semester, libur akhir tahun pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional, dan hari libur khusus.

2) Penetapan kalender pendidikan

Permulaan tahun pelajaran adalah bulan juli setiap tahun dan berakhir pada bulan juni tahun berikutnya. Hari libur sekolah ditetapkan berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan Nasional, dan/atau Menteri Agama dalam hal yang terkait dengan hari raya keagamaan, Kepala Daerah tingkat Kabupaten/Kota, dan/atau organisasi penyelenggara pendidikan dapat menetapkan hari libur khusus. Pemerintah pusat/Provinsi/Kabupaten/Kota dapat menetapkan hari libur serentak untuk satuan pendidikan.

2. Standar Kompetensi Lulusan

(69)

53

keefektifan dan keefisiensi suatu program pendidikan sehingga kedepan kita memiliki standar mutu yang dapat dipertanggungjawabkan pada setiap jalur, jenis dan jenjang pendidikan (Rusman, 2009: 419).

Sebagaimana dikemukakan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 1 ayat 4, bahwa standar kompetensi lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup, sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Standar kompetensi lulusan tersebut berfungsi sebagai kriteria minimal dalam menentukan kelulusan peserta didik pada setiap satuan pendidikan, rujukan untuk penyusunan standar-standar pendidikan lain, dan merupakan arah peningkatan kualitas pendidikan secara mendasar dan holistik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, serta merupakan pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik, yang meliputi kompetensi untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam serta mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan (Mulyasa, 2012: 90).

(70)

54

adalah Standar Kompetensi Lulusan satuan pendidikan pada satuan pendidikan SMP/MTs yaitu:

a. Mengamalkan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan remaja.

b. Memahami kekurangan dan kelebihan diri sendiri. c. Menunjukan sikap percaya diri.

d. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungan yang lebih luas.

e. Menghargai keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup nasional.

f. Mencari dan menerapkan informasi dari lingkungan sekitar dan sumber-sumber lain secara logis, kritis, dan kreatif.

g. Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif. h. Menunjukkan kemampuan belajar secara mandiri sesuai dengan

potensi yang dimilikinya.

i. Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

j. Mendeskripsikan gejala alam dan sosial.

k. Memanfaatkan lingkungan secara bertanggungjawab.

l. Menerapkan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara demi terwujudnya persatuan dalam Negara Kesatuan republik Indonesia.

(71)

55

n. Menghargai tugas pekerjaan dan memiliki kemampuan untuk berkarya. o. Menerapkan hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan

waktu luang.

p. Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun.

q. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat.

r. Menghargai adanya perbedaan pendapat.

s. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis naskah pendek sederhana.

t. Menunjukkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sederhana.

u. Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan menengah.

(72)

56

a. Mengamalkan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan remaja.

b. Menerapkan nilai-nilai kejujuran dan keadilan.

c. Memahami keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi.

d. Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun yang mencerminkan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan.

e. Menerapkan hidup sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang sesuai dengan tuntunan agamanya.

f. Memanfaatkan lingkungan sebagai makhluk ciptaan Tuhan secara bertanggung jawab.

Gambar

Tabel 2.1 Standar Isi Kelas VII Semester 1
Tabel 2.1 Standar Isi Kelas VII Semester 2
Tabel 2.1 Standar Isi Kelas VIII Semester 1
Tabel 2.1 Standar Isi Kelas VIII Semester 2
+7

Referensi

Dokumen terkait

lanjut pada jaringan gingiva, serta pada penyakit periodontitis kronis akan terjadi. kehilangan tulang alveolar yang progresif dan apabila tidak dilakukan

4 : Model Siklus Hidup Menyeluruh (SHM): Pengembangan Software Multimedia dalam Pendidikan (Modifikasi dari Munir dan Halimah Badioze Zaman(2011)) .... Surat Izin

Formulir DPA PPKD RINGKASAN DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN4. PEEJABAT PENGELOLA

Bidang Cipta Karya Untuk hal-hal yang kurang jelas dapat ditanyakan langsung kepada Pejabat Pengadaan Barang/Jasa Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Natuna..

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa dengan menggunakan 3 variabel sebagai input yaitu Nikkei, ASX dan FTSE, dan 1 variabel sebagai output

Hal ini ditunjukkan dengan adanya rata-rata distribusi caspase-3 di inti sel HeLa yang cenderung meningkat pada ekstrak salam maserasi, salam soxhlet, dan sirih merah

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan model persamaan regresi cox proportional hazard untuk data status gizi balita, mengetahui variabel apa saja yang menyebabkan gizi

7 ASII Astra International Tbk 8 GDYR Goodyear Indonesia Tbk 9 POLY Asia Pasific Fibers Tbk. 10 ADES Akasha Wira International Tbk 11 AISA Tiga Pilar Sejahtera