Letak Geografis dan Wilayah Administratif
PT. Puri Sekar Asri memiliki sebuah kantor pusat dan sebuah kebun produksi yang terletak berjauhan. Kantor pusat PT. Puri Sekar Asri beralamat di Jl. Pangkalanjati, Pondok Labu, Jakarta Selatan, sedangkan kebun produksi bunga potong terletak di Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Kebun produksi PT. Puri Sekar Asri berbatasan sebelah Utara dengan Desa Wangunharja, sebelah Selatan dengan Desa Cimenyan, sebelah Timur dengan Desa Suntenjaya dan sebelat Barat dengan Desa langensari. Letak geografis PT. Puri Sekar Asri berada pada titik koordinat 6o48’42” LS-107o37’3”
BT. Peta lokasi kegiatan magang terdapat pada (Gambar 2).
Gambar 2. Peta Lokasi Kebun Produksi Cibodas PT. Puri Sekar Asri (Sumber : Google Map)
Keadaan Iklim dan Tanah
Kebun produksi Cibodas terletak pada ketinggian 1 260 m dpl. Jenis tanah yang terdapat di kebun produksi Cibodas adalah jenis tanah Andosol. Curah hujan Desa Cibodas pada tahun 2010 adalah 3 296.8 mm/tahun dengan 150 hari hujan.
Suhu harian rata-rata Desa Cibodas adalah 15 oC - 24 oC dan kelembaban relatif harian rata-rata 82 %. Data yang terkait dengan curah hujan, suhu, dan kelembaban udara terdapat pada (Lampiran 2) dan (Lampiran 3).
Luas Areal dan Tata Guna Lahan
Kebun produksi Cibodas memiliki luas areal ± 1 ha. Luas areal yang dimanfaatkan untuk budidaya ± 8 500 m2. Sisa areal dimanfaatkan untuk kegiatan operasional perusahaan yang terdiri kantor, gudang, asrama karyawan, cool storage, packing house, lahan terbuka, sumber irigasi dan lain-lain. Lay out tata guna lahan terdapat pada (Lampiran 4).
Kegiatan budidaya serta produksi bunga potong PT. Puri Sekar Asri hanya dilakukan di kebun produksi Cibodas. Kebun produksi Cibodas awalnya merupakan lahan tidur yang akhirnya disewakan pada PT. Puri Sekar Asri pada tahun 1996 hingga sekarang. Bunga potong yang dibudidayakan di Cibodas adalah lily, gerbera, mawar, dan lisianthus serta satu jenis daun potong yaitu ruscus. Seluruh kegiatan budidaya dilakukan di dalam screenhouse kecuali pencampuran pupuk ayam dan pupuk kandang dilakukan di luar screenhouse.
Screenhouse yang digunakan di kebun produksi Cibodas merupakan bangunan semi permanen. Screenhouse berfungsi sebagai pelindung tanaman dari kondisi iklim yang merugikan seperti angin, hujan dan intensitas cahaya matahari yang terlalu tinggi. Screenhouse juga berfungsi sebagai pelindung tanaman dari serangan organisme pengganggu seperti hama dan penyakit.
Screenhouse yang dibangun di kebun produksi Cibodas memiliki tipe Piggy Back yang disatukan menjadi satu screenhouse besar (multispan). Tipe screenhouse ini dipilih karena sesuai dengan daerah tropis yang memiliki intensitas dan penerimaan cahaya matahari yang relatif tinggi. Selain itu, tipe screenhouse ini juga memilki ventilasi yang diperlukan bagi sirkulasi udara agar suhu di dalam screenhouse tetap stabil. Posisi screenhouse yang menghadap utara dan selatan dimaksudkan agar penyinaran pada tanaman terjadi secara merata.
Screenhouse di kebun produksi Cibodas terdiri dari screenhouse lama dan baru. Kerangka screenhouse lama terbuat dari kayu dengan pondasi bawah berupa beton agar lebih kuat, sedangkan kerangka screenhouse baru terbuat dari bambu
berdiameter 15 cm. Bahan atap screenhouse menggunakan plastik UV dengan ketebalan ± 2 milimikron. Penggunaan plastik UV ini dikarenakan bahan ini dapat menahan sinar matahari 15-20 % sementara sisanya dapat diteruskan ke tanaman. Bahan yang digunakan sebagai dinding screenhouse adalah. Penggunaan kawat nyamuk ini dimaksudkan agar hama dari jenis serangga tidak masuk ke dalam screenhouse dan merusak tanaman. Lantai screenhouse hanya berupa tanah mengingat screenhouse yang dibangun merupakan screenhouse semi permanen.
Screenhouse lama dibangun atas tiga tingkatan lahan yang terdiri dari sembilan blok. Lahan paling atas terdiri dari blok A, B, dan C. Blok A dikhususkan bagi komoditas lily, blok B komoditas lisianthus dan blok C komoditas mawar. Satu tingkat dibawahnya terdiri dari blok D, E, dan F. Blok D dan F dikhususkan bagi komoditas lily, sedangkan blok E sebagian diperuntukkan bagi komoditas gerbera dan sebagian lagi bagi komoditas lily. Tingkat paling bawah terdiri dari blok G, H, dan I. Blok G, H, dan I dikhususkan bagi komoditas gerbera. Screenhouse lama memiliki luas 8 000 m2. Screenhouse baru berada dibawah satu tingkat dari tingkat ketiga dan berjarak ± 2 m dari screenhouse lama. Screenhouse baru terdiri dari dua blok yaitu blok J dan K dengan luas bangunan 500 m2. Screenhouse baru ini hanya diperuntukkan bagi komoditas lily saja.
Keadaan Tanaman dan Produksi
PT. Puri Sekar Asri merupakan perusahaan yang berawal dari hobi pemilik perusahaan dalam membudidayakan tanaman anggrek yang kemudian diikuti dengan pembibitan tanaman hias. Seiring dengan peningkatan usaha, PT. Puri Sekar Asri melebarkan sayap dengan menambah jenis usaha yaitu Nursery dan Trading, Landscape dan Rental Tanaman serta Florist dan Dekorasi. Kebun produksi Cibodas merupakan perluasan usaha dibidang Nursery dan Trading yang merupakan bisnis utama perusahaan saat ini. Usaha Nursery dan Trading memproduksi bunga potong dengan menanam bibit yang berasal dari daerah setempat maupun impor. Komoditas bunga potong yang diproduksi di kebun produksi Cibodas antara lain lily, mawar, gerbera dan lisianthus. Hampir semua bibit awal bunga potong diimpor dari Belanda, namun dalam perkembangannya komoditas gerbera dapat diperbanyak sendiri melalui anakan.
Kebun produksi Cibodas saat ini lebih memfokuskan diri pada produksi bunga potong lily. Fokus produksi terhadap bunga potong lily disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor pertama karena harga umbi lily yang cukup mahal dan diimpor langsung dari bulb grower di Belanda serta biaya produksi bunga potong lily yang juga tinggi. Faktor kedua karena budidaya tanaman lily membutuhkan perawatan yang intensif mulai dari nutrisi sampai teknik pengairan yang tepat. Faktor lainnya karena keuntungan yang dihasilkan bunga potong lily lebih tinggi dbandingkan dengan komoditas lain yang ditanam di kebun produksi Cibodas.
Umbi lily yang ditanam berasal dari perusahaan bulb grower bernama jan de wit en zonen bv di Belanda. Umbi lily yang diimpor terdiri dari lima varietas
yaitu Acapulco, Conca D’or, Rio Negro, Lake Carey dan Crystal Blanca.
Penanaman umbi lily dilakukan sebanyak dua kali setiap minggunya. Jumlah umbi yang ditanam fluktuatif antara 800-3 000 umbi tiap tanam tergantung pada kebutuhan dan perkiraan kondisi pasar ketika panen. Jumlah penanaman umbi lily dalam tiga bulan (Februari-Mei 2011) terdapat pada (Tabel 1).
Tabel 1. Data Penanaman Umbi Lily Selama Tiga Bulan (Februari-Mei 2011)
Varietas
Jumlah Tanam (umbi)
Maret April Mei
Acapulco 3595 5950 4130 Conca D'or 2790 3340 2360 Crystal Blanca 7400 8790 2550 Lake Carey 985 1370 985 Rio Negro 2775 2525 980 Total 17545 21975 11005
Umbi lily yang diimpor sudah merupakan umbi siap tanam. Umbi lily dikirim melalui jalur laut dan setelah tiba langsung disimpan di gudang perusahaan yang berada di Jakarta Selatan. Ruang penyimpanan umbi di kebun produksi berupa ruang bersuhu dingin/cool storage bersuhu ±17 oC. Ruang penyimpanan ini berukuran kecilsehingga pengiriman umbi dari gudang ke kebun produksi Cibodas dilakukan secara bertahap yaitu setiap hari Minggu dan Selasa. Selain itu, cool storage juga digunakan untuk penyimpanan sementara bunga yang sudah dipanen.
PT. Puri Sekar Asri awalnya memasarkan produk kepada individual dan perusahaan seperti hotel, dekorator dan toko bunga di Jakarta dan Bandung, namun beberapa bulan terakhir beberapa perusahaan di luar Jawa Barat telah menunjukkan minat terhadap bunga potong lily dengan meminta pengiriman sampel bunga potong lily ke perusahaan mereka.
Struktur Organisasi dan Ketenagakerjaan
PT. Puri Sekar Asri telah bergerak dibidang usaha florikultur selama lebih dari 10 tahun. Kebun produksi Cibodas dikelola oleh 1 orang manajer divisi kebun, 3 orang kepala bagian subdivisi, 3 orang tenaga kerja pria dan 5 orang tenaga kerja wanita. Struktur perusahaan PT. Puri Sekar Asri terdapat pada (Lampiran 5).
Perusahaan PT. Puri Sekar Asri dipimpin oleh seorang direktur. Pemimpin perusahaan membawahi tiga bidang yaitu bidang marketing, bidang produksi kebun dan bidang umum. Masing-masing bidang dipimpin oleh seorang manajer divisi yang akan dibantu oleh kepala bagian subdivisi. Direktur perusahaan memilki tugas dan tanggung jawab, wewenang serta tuntutan pekerjaan.
Tugas dan tanggung jawab direktur yang pertama adalah menetapkan secara objektif divisi-divisi yang berada dibawah tanggung jawabnya. Tugas dan tanggung jawab yang kedua adalah membuat usulan, saran dan kebijakan-kebijakan serta prosedur kerja yang berlaku diperusahaan. Tugas dan tanggung jawab yang ketiga adalah melakukan supervisi, pengarahan, pembinaan kepada divisi-divisi atas pelaksanaan program kerja dan tercapainya sasaran perusahaan. Tugas dan tanggung jawab yang keempat adalah membina dan memelihara hubungan baik dengan instansi pemerintah maupun swasta yang berkaitan dengan kegiatan usaha untuk menjamin kelancaran hubungan kerja yang timbal balik. Tugas dan tanggung jawab yang terakhir adalah melakukan kontrol terhadap penggunaan biaya operasional divisi.
Wewenang direktur perusahaan adalah mengusulkan anggaran tahunan termasuk rencana investasi serta meminta persetujuan pemilik perusahaan terhadap penggunaaan biaya sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan dan menentukan strategi pemasaran dan produksi. Selain memiliki tugas dan tanggung
jawab serta wewenang, direktur perusahaan juga dituntut memiliki keahlian dalam berbagai bidang yaitu, interpersonal skill, risk management, feasibility study dan kemampuan analisa.
Direktur PT. Puri Sekar Asri dibantu oleh tiga orang manajer yaitu manajer divisi marketing, manajer divisi produksi dan manajer divisi umum. Manajer divisi marketing memiliki tugas dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan. Tugas dan tanggung jawab manajer divisi marketing yang pertama adalah melaksanakan rencana berbagai aktivitas strategi pemasaran dengan target segment market. Tugas dan tanggung jawab yang kedua adalah menetapkan target setiap program aktivitas pemasaran serta evaluasi keefektifan strategi yang pernah ditetapkan. Tugas dan tanggung jawab yang ketiga adalah mengevaluasi dan meningkatkan kualitas operasional pemasaran serta memanfaatkan database konsumen perusahaan. Tugas dan tanggung jawab yang keempat adalah memberikan laporan masukan kepada atasan mengenai situasi dan kondisi pasar secara periodik. Tugas dan tanggung jawab yang kelima adalah melaksanakan program-program operasional pemasaran serta membina kerjasama dengan konsumen untuk mendukung tercapainya target pemasaran dan penjualan. Tugas dan tanggung jawab yang terakhir adalah melakukan kontrol terhadap pemakaian anggaran biaya secara efektif dan efisien serta dapat dipertanggungjawabkan.
Wewenang manajer divisi marketing adalah mengusulkan anggaran tahunan serta meminta persetujuan atasan terhadap penggunaan biaya aktivitas program pemasaran sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan. Selain itu, manajer divisi marketing juga memiliki wewenang dalam menentukan supplier yang akan bekerjasama serta menentukan konsep promosi yang akan dilakukan. Manajer divisi marketing juga diberikan wewenang untuk melakukan koordinasi dengan semua bagian yang terkait sera melakukan penilaian dan evaluasi atas kerja bawahan. Selain memiliki tugas dan tanggung jawab serta wewenang, manajer divisi marketing juga dituntut memiliki keahlian dalam berbagai bidang yaitu, interpersonal skill, risk management dan market research.
Manajer divisi produksi membawahi tiga kepala bagian subdivisi yaitu kepala bagian subdivisi packing, kepala bagian subdivisi produksi, kepala bagian subdivisi umum/logistik, tiga orang pekerja pria dan lima orang pekerja wanita
yang membantu terlaksananya kegiatan produksi. Masing-masing kepala bagian subdivisi memegang satu jenis komoditas untuk ditangani. Tugas dan tanggung jawab manajer divisi produksi yang pertama adalah pencapaian target produksi dengan kualitas produk yang layak jual melalui penerapan teknik budidaya yang benar sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan serta penerapan perlakuan pascapanen yang baik dan tepat pada setiap jenis tanaman. Tugas dan tanggung jawab yang kedua adalah membina kerjasama dengan supplier untuk mendukung terlaksananya prosedur kerja serta tercapainya target produksi. Tugas dan tanggung jawab yang ketiga adalah membuat usulan kebijakan, saran dan peraturan-peraturan serta prosedur kerja yang berlaku terkait dengan proses produksi. Tugas dan tanggung jawab yang terakhir adalah melakukan kontrol terhadap proses produksi serta penggunaan anggaran biaya secara efektif dan efesien serta dapat dipertanggungjawabkanterhadap hal-hal yang terkait dengan proses produksi.
Wewenang manajer divisi produksi adalah mengusulkan anggaran tahunan serta meminta persetujuan atasan terhadap penggunaan biaya aktifitas program produksi sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan. Manajer divisi produksi juga memiliki wewenang dalam menentukan supplier yang akan bekerjasama. Manajer divisi produksi juga diberikan wewenang untuk melakukan koordinasi dengan semua bagian yang terkait proses produksi serta melakukan penilaian dan evaluasi atas kerja bawahan. Selain memiliki tugas dan tanggung jawab serta wewenang, manajer divisi produksi juga dituntut memiliki keahlian dalam berbagai bidang yaitu, interpersonal skil, risk management, human resource management dan teknik budidaya.
Manajer divisi umum membawahi dua kepala bagian subdivisi yaitu kepala bagian subdivisi human resorce development dan kepala bagian subdivisi accounting and financial. Tugas dan tanggung jawab manajer divisi umum yang pertama adalah merencanakan, mengorganisir dan mengontrol cashflow perusahaan serta menerima, memeriksa, memproses dan mengontrol seluruh permintaan barang. Tugas dan tanggung jawab yang kedua adalah melakukan order atas permintaan pembelian dan mengontrol pembayaran kepada supplier bahan baku melalui bagian financial. Tugas dan tanggung jawab yang ketiga
adalah mengkoordinir laporan yang berkaitan dengan kegiatan perusahaan seperti laporan bulanan, biaya kendaraan, listrik, telepon dan lainnya. Tugas dan tanggung jawab keempat adalah membuat administrasi, perizinan dan lain sebagainya yang berhubungan dengan perusahaan. Tugas dan tanggung jawab yang terakhir adalah menjalin silaturrahim dan hubungan baik dengan kantor-kantor dan lingkungan warga yang terkait dengan perusahaan.
Wewenang manajer divisi umum adalah melakukan pemeriksaan dan kontrol terhadap semua transaksi keuangan perusahaan termasuk yang terkait dengan divisi lainnya. Wewenang lainnya adalah mengusulkan anggaran tahunan serta meminta persetujuan atasan terhadap penggunaan biaya aktivitas program sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan. Selain itu, manajer divisi umum juga memiliki wewenang dalam menentukan supplier yang akan bekerjasama terkait dengan sarana produksi dan sebagainya. Manajer divisi umum juga diberikan wewenang untuk melakukan koordinasi dan penugasan terhadap supir dan penggunaan kendaraan operasional. Selain memiliki tugas dan tanggung jawab serta wewenang, manajer divisi umum juga dituntut memiliki keahlian dalam berbagai bidang yaitu, interpersonal skill, akuntansi, human resource development dan administrasi.