IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. KEADAAN UMUM PERUSAHAAN
4.1.1. Sejarah dan Perkembangan Perusahaan
PT. Elangperdana Tyre Industry merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri pembuatan ban mobil yang didirikan pada tanggal 15 November 1993 dan terdaftar di Departemen Kehakiman dengan akta nomor C2-14917. HT. 01. 01 tahun 1994 tertanggal 3 oktober 1994, serta terdaftar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan nomor 2238/ A.PT/ HKM/ 1994 PN. Jak-Sel.
Industri ini berdiri atas dasar PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) dengan modal awal sebesar lebih kurang $ 40.000.000. PT. Elangperdana Tyre Industry merupakan perusahaan yang berada dibawah naungan Elang Group bersama dengan PT. Elangperdana Prima Niaga & Industri yang memproduksi ban dalam mobil (tube). Kedua perusahaan tersebut berada dalam satu lokasi yakni di Jalan Elang, Desa Sukahati Citeureup Kabupaten Bogor.
Produksi perdana PT Elangperdana Tyre Industry secara resmi dimulai tanggal 13 april 1997 dengan membuat ban mobil merek VREDESTEIN yang merupakan lisensi dari negara Belanda. Ban yang diproduksi adalah ban mobil jenis PCR (Passanger Car Radial) untuk jenis kendaraan penumpang (beban rendah). Selanjutnya diproduksi pula ban mobil untuk jenis kendaraan komersial (truck, bus, dan light truck) dengan jenis ban bias (beban tinggi). Tenaga kerja operasional, teknisi, dan tenaga ahli direkrut dari tenaga kerja kerja domestik, sedangkan tenaga peninjau dan pengawas berasal dari negara Belanda.
Perkembangan selanjutnya, PT. EPTI disamping memproduksi ban dengan merek VREDESTEIN juga telah berhasil memproduksi dan memasarkan ban dengan merek sendiri (original product) yakni EPCO (Elangperdana Corporation) dengan beberapa merek dagang diantaranya MILLENIUM, TORNADO, IMPERIUM, dan EPCO TBS / LT. Semua hasil produksi ban baik merek VREDESTEIN maupun
EPCO dipasarkan secara domestik untuk pangsa pasar replacement dan original equipment, serta diekspor keluar negeri diantaranya ke Timur Tengah (Middle East), Malaysia, Muangthai, dan Australia. 4.1.2. Tata Letak Pabrik
PT. Elangperdana Tyre Industry berdiri diatas lahan seluas lebih kurang 18 Ha dengan luas bangunan pabrik lebih kurang 15 Ha. Lokasi pabrik berada di jalan Elang, Desa Sukahati Citeureup Kabupaten Bogor. Lokasi pabrik bisa dijangkau dengan cepat dari jalan tol Jagorawi (melalui pintu tol Sentul maupun Cibinong), sehingga memudahkan akses untuk distribusi maupun transportasi. Selain itu PT. EPTI terletak berdekatan dengan pabrik lain seperti PT. Sumiden Serasi Wire Products yang merupakan salah satu pemasok benang baja (steel cord) dan PT Branta Mulia, Tbk yang juga merupakan salah satu pemasok benang nylon (textile cord). Tata letak perusahaan secara keseluruhan disajikan pada Lampiran 3.
4.1.3. Tata Letak Bangunan
Tata letak bangunan pabrik diatur sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu jalannya proses produksi dan komponen-komponen yang saling terkait di dalamnya (Lampiran 3). Kantor utama (main office) berada di dekat pintu gerbang utama untuk memudahkan akses keluar masuknya kendaraan operasional, staff, dan tamu perusahaan, serta berada agak jauh dari ruang produksi (pabrik) untuk menghindari kebisingan. Ruang produksi diatur berdekatan dengan Enggineering and Workshop Department agar memudahkan penanganan dan perbaikan apabila kerusakan pada mesin produksi maupun pada sarana utilitas pabrik.
4.1.4. Tata Letak Mesin
Ruangan produksi diatur secara memanjang dengan mengikuti alur pergerakan material yang dihasilkan oleh masing-masing seksi. Penempatan ruangan untuk proses mixing yang merupakan proses pertama dalam pembuatan ban terletak berdekatan dengan gudang
bahan baku (raw material warehouse). Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah pengambilan bahan baku dari gudang bahan baku
menuju mesin banbury mixer. Pigment room, tangki parafinic oil juga
diatur berdekatan dengan ruang gudang bahan baku, hal ini dimaksudkan untuk memudahkan peramuan bahan-bahan kimia yang berasal dari gudang bahan baku pada proses mixing. Seksi mixing diatur berdekatan dengan seksi-seksi yang lain antara lain adalah seksi extruding, seksi calendar dan seksi bead. Seksi cutting diatur bersebelahan dengan seksi calendar, karena seksi cutting membutuhkan material yang dihasilkan seksi calendar.
Pigmen Room adalah tempat untuk meracik bahan kimia sebagai bahan dasar coumpound diatur secara berdekatan dengan seksi mixing, seksi extruding, seksi calender dan seksi-seksi lain, serta gudang bahan baku untuk mempermudah pemeriksaan bahan baku dan material yang dihasilkan dari seksi-seksi tersebut di atas. Seksi radial building (PCR) dibagi menjadi dua tahap yaitu pre-assembling (PA) dan radial building. Tahap pre-assembling menyatukan produk dari seksi extruding (side wall) dan seksi calendar 2 roll (inner liner) sehingga penempatannya diatur berdekatan dengan kedua seksi tersebut. Sementara itu tahap radial building dilakukan dalam ruangan yang dilengkapi alat penyejuk udara terkontrol (controlled air conditioner) di sebelah ruangan pre-assembling untuk menjaga agar dimensi material tidak berubah. Band dan bias building berada di luar ruangan radial building. Seksi curing berada paling ujung ruang produksi karena proses curing merupakan tahap terakhir dalam proses produksi ban.
Di sebelah seksi curing terdapat gudang produk jadi (tyre warehouse). Di dalam ruangan ini ban diinspeksi, dilakukan proses penggudangan dan pengemasan (wrapping). Untuk mempermudah pengeluaran produk jadi dan meminimisasi terjadinya antrian produk, gudang produk jadi memiliki tiga pintu keluar. Di samping gudang produk jadi dibangun kolam (pond) yang digunakan untuk menampung air hujan dan sebagai daerah resapan air bagi warga disekitarnya.
Instalasi pengolahan air terletak disamping departemen engineering, workshop, dan ruangan produksi untuk memudahkan penanganan apabila terjadi kerusakan pada saat beroperasi dan memudahkan distribusi air ke proses produksi.
Letak ruangan boiler dan kompresor diatur berdekatan dengan
Departemen Engineering, Workshop, dan instalasi pengolahan air.
Tepat di samping ruang tempat proses curing dilakukan, terdapat tangki
gas N2 yang dibutuhkan pada proses curing dan ruangan hot well yang
digunakan untuk menampung air refluks dari steam dan pembangkit hydrolic water. Tidak jauh dari instalasi pengolahan air terdapat cooling tower yang berfungsi sebagai pendingin bagi mesin produksi. Ruangan untuk pengujian ban (tyre testing) berada di luar ruangan produksi, hal ini dimaksudkan untuk menghindari kebisingan dan guncangan akibat ledakan ban yang sedang di uji sehingga dikhawatirkan mengganggu jalannya proses produksi.
Di samping ruangan produksi, Engineering Department, dan di
depan instalasi pengolahan air terdapat ruang cement dan colour
marking pada tread. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan
perpindahan material (cement dan colour marking) dari ruangan cement house ke ruangan produksi, dan juga untuk menghindari bahaya kebakaran karena di ruangan cement house banyak bahan-bahan yang mudah terbakar (flamable) seperti texin dan compound. Tata letak mesin secara keseluruhan disajikan pada Lampiran 4.
Tata letak yang ada pada PT. EPTI sudah baik, bila rencana produktifitas semakin tinggi pada tahun-tahun mendatang maka akan dibutuhkan ruang untuk mesin baru. Perluasan pabrik dinilai harus dilakukan bila terjadi penambahan produktifitas, karena tata letak saat ini kurang memadai bila adanya penambahan mesin-mesin baru. 4.1.5. Struktur Organisasi dan Ketenagakerjaan
PT. Elangperdana Tyre Industry dalam menjalankan seluruh kegiatannya, dipimpin oleh seorang direktur dan dibantu oleh seorang wakil direktur yang dipilih oleh dewan komisaris. Presiden direktur
membawahi dewan direksi yang terdiri dari Direktur keuangan (Finance Director), Direktur Manajemen Material (Material Management Director) serta Direktur Pemasaran (Marketing Director).
Masing-masing direktur tersebut membawahi beberapa departemen yang dipimpin oleh seorang manajer. Setiap staff yang memegang jabatan tersebut memiliki deskripsi tugas yang berbeda-beda dan dalam pelaksanaannya tidak dapat terlepas dari deskripsi tugas staff yang berasal dari departemen yang lainnya, baik yang berada diatas maupun di bawahnya.
Presiden Direktur dibantu oleh seorang wakil Presiden Direktur yang membawahi Manajer Pabrik (Plant General Manager) dalam melaksanakan tanggung jawabnya. Adapun deskripsi tugas dari masing-masing komponen dalam Dewan Direksi adalah sebagai berikut : 1. Presiden Direktur
• Bertanggungjawab baik ke dalam maupun keluar perusahaan yang
menyangkut seluruh kegiatan usaha yang dilakukan oleh perusahaan.
• Mengawasi Wakil Presiden direktur dalam melaksanakan
tugasnya.