• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEBERATAN KE-TIGA :

Dalam dokumen PENGADILAN TINGGI MEDAN (Halaman 48-53)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

KEBERATAN KE-TIGA :

KEBERATAN KE-TIGA :

“ Bahwa Majelis Hakim Pengadilan Negeri Balige memutuskan perkara aquo, telah membuat Putusan dalam perkara tersebut dengan kurang pertimbangan hukumnya ( onvoldoende gemotiveerd ) “;

Bahwa Majelis Hakim Pengadilan Negeri Balige secara umum tidak memberi pertimbangan hukum yang cukup ( onvoldoende gemotiveerd ) atas perkara tersebut, Pengadilan Negeri Balige dalam Putusannya tanggal 22 Februari 2016 , Nomor : 20 / Pdt.G / 2015 / PN-Blg yakni dalam bagian Eksepsi

PENGADILAN TINGGI MEDAN

Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor 219/PDT/2016/PT-MDN halaman 49 dari 67 Halaman

dalam putusan tersebut menyatakan bahwa “ Menolak Eksepsi Para Pembanding/Semula Tergugat “ tanpa memberi pertimbangan hukum yang cukup atas penolakan Eksepsi Para Pembanding / Semula Tergugat ;

1. Bahwa Para Pembanding / Semula Para Tergugat telah mengajukan Eksepsi tentang “ Surat Kuasa tidak sah dan Surat Gugatan juga tidak Sah “

Bahwa Penggugat I s/d III diwakili Kuasa Hukumnya PURBA HALOMOAN SIAGIAN,S.H., BERNARD PANJAITAN,S.H., PATAR BRONSON SITINJAK,S.H ., JAMES SIAGIAN,S.H., SEVENTH RONI SIANTURI,S.H.,, Advokat – Penasehat Hukum pada Kantor Advokat PURBA HALOMOAN SIAGIAN,S.H. & REKAN yang berkantor di Jalan Ayahanda No.52 D Medan ;

( Lihat kembali Surat Kuasa Khusus )

Bahwa Penggugat I PURBA HALOMOAN SIAGIAN,S.H diwakili oleh Kuasa Hukumnya PURBA HALOMOAN SIAGIAN,S.H d.kk pada Kantor Advokat PURBA HALOMOAN SIAGIAN,S.H & REKAN ;

Bahwa bila dilihat lebih lanjut Surat Gugatan dalam perkara aquo, bahwa Surat Gugatan tersebut dibuat dan ditandatangani oleh Kuasa Hukum Penggugat I , II, III : PURBA HALOMOAN SIAGIAN,S.H.,, BERNARD PANJAITAN,S.H,, SEVENTH RONI SIANTURI,S.H,, ;

Bahwa kemudian Perbaikan Surat Gugatan juga jelas dibuat dan ditanda tangani oleh Kuasa Hukum Para Penggugat: PURBA HALOMOAN SIAGIAN,S.H.,, JAMES SIAGIAN,S.H ;

Bahwa selanjutnya Replik, juga dibuat dan ditanda tangan i oleh Kuasa Hukum Para Penggugat : PURBA HALOMOAN SIAGIAN,S.H.,, BERNARD PANJAITAN,S.H,, SEVENTH RONI SIANTURI,S.H.,,JAMES SIAGIAN,S.H ;

Bahwa kemudian Pengantar Bukti Surat dibuat dan ditanda tangani oleh : Kuasa Hukum Para Penggugat : PURBA HALOMOAN SIAGIAN,S.H ;

Bahwa Pemeriksaan Saksi dari Para Penggugat dan Saksi dari Para Tergugat juga dilakukan oleh Kuasa Hukum Para Penggugat : PURBA HALOMOAN SIAGIAN,S.H,, JAMES SIAGIAN,S.H,,;

PENGADILAN TINGGI MEDAN

Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor 219/PDT/2016/PT-MDN halaman 50 dari 67 Halaman

Bahwa demikian juga pada waktu Sidang Lapangan ( peninjauan setempat ) juga diikuti oleh Kuasa Hukum Para Penggugat : PURBA HALOMOAN SIAGIAN,S.H,, BERNARD PANJAITAN,S.H,, JAMES SIAGIAN,S.H,, SEVENTH RONI SIANTURI,S.H ;

Bahwa melihat fakta tersebut, bahwa PENGGUGAT I PURBA HALOMOAN SIAGIAN,S.H mengkuasan kepada Kuasa Hukumnya PURBA HALOMOAN SIAGIAN,S.H dan oleh Para Pembanding / Semula Para Tergugat telah mengajukan Eksepsi dengan menyatakan bahwa ketentuan hukum dan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku tidak membenarkan seorang Penggugat boleh mengkuasakan kepada dirinya sendiri ( lihat kembali Pasal 1792 KUHPerdata tentang pengertian “ KUASA “ dikaitkan dengan Pasal 1313 KUHPerdata, Pasal 1315 KUH Perdata dan Undang-Undang No.18 Tahun 2003 ayat ( 2 ) tentang Advokat ;

Bahwa seharusnya Surat Kuasa Khusus tersebut berbunyi sebagai berikut : Penggugat I PURBA HALOMOAN SIAGIAN,S.H ,, bertindak untuk dirinya sendiri dan juga merupakan Kuasa Hukum Penggugat II BINUR SIAGIAN dan Penggugat III DARIANUS SIAGIAN “ ;

Bahwa oleh Majelis Hakim dalam pertimbangan hukumnya pada halaman 60(enam puluh ) hanya menyatakan bahwa Penggugat – I PURBA HALOMOAN SIAGIAN,S.H kebetulan seorang Advokat ;

Bahwa ternyata dalam perkara aquo secara nyata pula : TELAH TERJADI PENYELEWENGAN DAN PENYELUDUPAN HUKUM ;

2. Bahwa kemudian Para Pembanding / Semula Tergugat dalam Perkara No: 20 / Pdt.G / 2015 / PN-Blg telah mengajukan Eksepsi yang menyatakan : “ Batas-batas Tanah Perkara Tidak Jelas “

Bahwa pada Posita point 1 ( satu ) Gugatan Para Penggugat menyatakan sebelumnya mempunyai tanah seluas ± 11,094 yang terletak di Desa Pintu Pohan , Kecamatan Pintu Pohan Meranti , Kabupaten Toba Samosir dengan batas-batas sebagai berikut :

Sebelah Utara berbatasan dengan Jalan Pintu Pohan : 99 M ; Sebelah Timur berbatasan dengan Jalan Tikungan : 61 M ; Sebelah Barat berbatasan dengan Parit : 153 M ;

Sebelah Selatan berbatasan dengan Jalan Pajak : 160 M ;

PENGADILAN TINGGI MEDAN

Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor 219/PDT/2016/PT-MDN halaman 51 dari 67 Halaman

Bahwa kemudian Para Penggugat ada meminjamkan tanah Ke pihak PLN dan Mejual sebahagian ke 11 Pihak ( kalau benar ) dan kemudian sekarang Para Penggugat memintakan atau memohon kepada Majelis Hakim agar Menyatakan tanah yang luasnya kurang lebih 8,330 M² dengan batas-batas sebagai berikut :

Sebelah Utara berbatasan dengan Jalan Pitu Pohan / Madrasah / Murni Marpaung : 49 M ;

Sebelah Timur berbatasan dengan Dame Siagian / Charles Napitupulu : 61 M ;

Sebelah Barat berbatasan dengan Parit : 153 M ;

Sebelah Selatan berbatasan dengan Jalan Pajak / Makmur Siagian / Margety Sitorus / Zulkarnaen / Losmen : 106 M ;

Adalah milik Para penggugat ;

Bahwa bila diperhatikan dengan baik apa yang dimohonkan oleh Para Penggugat tersebut bahwa pada sebelah Timur berbatasan dengan Dame Siagian / Charles Napitupulu sementara diantara rumah dan Bangunan milik Charles Napitupulu ada rumah dan bangunan milik DANTES SIMANGUNSONG yang menurut dalil Penggugat telah dijual kepada DANTES SIMANGUNSONG Kemudian masih batas disebelah Timur adalah DAME SIAGIAN ada rumah dan bangunan Milik SALIAT SIAGIAN, yang juga merupakan rumah dan bangunan milik Orangtua Penggugat – I PURBA HALOMOAN SIAGIAN,S.H ;

Bahwa di Sebelah Utara berbatasan Jalan Pintu Pohan sampai dengan MADRASAH, dan diantara MADRASAH dengan rumah dan bangunan milik Tergugat – I MARULI SIAGIAN ada rumah dan bangunan milik MURNI BR MARPAUNG ;

Bahwa bila diperhatikan dengan seksama bahwa pada Putusan Pengadilan Negeri Balige tanggal 22 Februari 2016 Nomor : 20 / Pdt.G / 2015 / PN-Blg, dalam pertimbangannya pada halaman 78 ( tujuh puluh delapan ) pada alinea 4 ( empat ) menyebutkan :

“ Menimbang, bahwa yang menjadi objek dalam perkara ini adalah tanah ex-Perumahan Karyawan PLN dan tanah bahagian lainnya yang berdampingan dan merupakan satu kesatuan dengan tanah ex-Perumahan PLN seluas 8.330 M² terletak di Desa Pintu Pohan, Kecamatan Pintu Pohan Meranti , Kabupaten Toba Samosir dengan batas-batas sebagai berikut :

PENGADILAN TINGGI MEDAN

Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor 219/PDT/2016/PT-MDN halaman 52 dari 67 Halaman

 Sebelah Utara berbatasan dengan Jalan Pintu Pohan/Madrasah/Murni Marpaung lebih kurang : 49 Meter ;

 Sebelah Timur berbatasan dengan Dame Siagian/Charles Napitupulu lebih kurang : 61 Meter ;

 Sebelah Barat berbatasan dengan Parit lebih kurang : 153 Meter

 Sebelah Selatan berbatasan dengan Jalan Pajak / Makmur Siagian / Margety Sitorus / Zulkarnaen/Losmen lebih kurang :106 Meter

Dimana diatas tanah perkara tersebut telah berdiri rumah para Tergugat yaitu : 1 Rumah Tergugat – I, ...dst...

Bahwa diatas tanah “ terperkara “ yang luasnya 8.330 M² tersebut ada rumah dan bangunan milik Orangtua Penggugat – I yang bernama SALIAT SIAGIAN yang terletak di Sebelah Utara yakni diantara rumah dan bangunan milik DAME SIAGIAN dengan rumah dan bangunan milik Tergugat – II TIAMIN BR SIAGIAN ;

Bahwa Para Penggugat disamping menggugat tanah milik orang lain juga telah menggugat miliknya sendiri. Dan hal ini sangat tidak dibenarkan dan oleh karenanya Gugatan Para Penggugat harus ditolak paling tidak Gugatan Para Penggugat dinyatakan tidak dapat diterima ( Niet Ontvankelijkveerklaard ) ini berpedoman kepada Yurisprudensi hukum Indonesia yakni Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor : 216 K / Sip / 1974 yang kaedah hukumnya adalah berbunyi : “ Penggugat dalam Gugatannya selain menyengketakan beberapa bidang tanah, juga memasukkan tanah miliknya yang dikuasainya sendiri “ ;

Bahwa oleh Majelis Hakim dengan serta merta mengabulkan Permohonan Para Penggugat tanpa melihat ukuran-ukuran ( tanpa mengukur ) dan tanpa melihat batas-batas yang dimohonkan, dengan demikian secara nyata Majelis Hakim menyelewengkan bahkan menyeludupkan hukum ;

Bahwa sekarang mana objek perkara yang sebenarnya ? apakah Sebelah Timur berbatasan dengan Dame Siagian sepanjan 37,70 Meter, Sebelah Barat berbatasan dengan Madrasah sepanjang 32,5 Meter, Sebelah Utara berbatasan dengan Jalan Pintu Pohan sepanjang 46,30 Meter, Sebelah Selatan berbatasan dengan Tanah Kosong

PENGADILAN TINGGI MEDAN

Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor 219/PDT/2016/PT-MDN halaman 53 dari 67 Halaman

sepanjang 45,0 Meter sebagaimana keberatan Pembanding / Semula Tergugat pada KEBERATAN KE-DUA, atau tanah seluas 8,330 M² dengan batas-batas : Sebelah Utara berbatasan dengan Jalan Pintu Pohan/Madrasah/Murni Marpaung sepanjang 49 Meter, Sebelah Timur berbatasan dengan Dame Siagian/Charles Napitupulu sepanjang 61 Meter,Sebelah Barat berbatasan dengan Parit sepanjang 153 Meter, Sebelah Selatan berbatasan dengan Jalan Pajak/Makmur Siagian/Margety Sitorus/Zulkarnaen/Losmen sepanjang 106 Meter ?

Bahwa oleh karena objek perkara tidak jelas, maka seharusnya Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini seharusnya menolak Gugatan Para Penggugat, atau setidaknya menyatakan Gugatan Para Penggugat tidak dapat diterima ( Niet Onvankelijk veerklard ) ;

3. Bahwa Para Pembanding / Semula Para Tergugat mengajukan Eksepsi :

“ Kurangnya pihak yang ditarik sebagai Tergugat ( Plurium litis consortium ) :

Bahwa diatas tanah milik Para Tergugat yang kemudian diklaim Para Penggugat miliknya dan ada beberapa orang yang menjadi pemilik diatas tanah tersebut antara lain : Dr.A.Z.Siamangunsong, Djodjor Br Simangunsong, Rosmawaty Br Siagian, Kirno Siallagan,S.H, Dantes Simangunsong, Saliat Siagian, Murni Br Marpaung dan Pengurus Madrasah tetapi dalam perkara tersebut tidak ditarik sebagai pihak dalam perkara aquo ;

Bahwa Majelis Hakim dalam pertimbangan Hukumnya hanya menyatakan “ adalah hak dari pada Penggugat dimana menurut Penggugat orang yang digugat adalah dipandang telah merugikan kepentingan hukum Penggugat ...atau merasa dirugikan atas gugatan Penggugat dapat juga melakukan upaya gugatan Intervensi “ bahwa pertimbangan hukum Majelis Hakim tersebut tanpa didukung / ketentuan hukum ;

Dalam dokumen PENGADILAN TINGGI MEDAN (Halaman 48-53)