PENGADILAN TINGGI MEDAN
PARLINDUNGAN SIAGIAN, :VIII
- BAHWA SILSILAH TERGUGAT – I D.K / PENGGUGAT- I D.R DAN TERGUGAT- II D.K / PENGGUGAT – II D.R ADALAH SEBAGAI BERIKUT;
PENGADILAN TINGGI MEDAN
Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor 219/PDT/2016/PT-MDN halaman 24 dari 67 Halaman
Bahwa ( III ) PUN TOGA SIAGIAN ( Moyang dari Para TERGUGAT ) mempunyai anak 2 ( dua ) orang namanya adalah :
1. PU MOTUNG SIAGIAN , ; IV;
2. PANGORTI SIAGIAN , : IV;
Bahwa ( IV ) PU MOTUNG SIAGIAN adalah orang yang membuka Perkampungan di AEK BANGKUDU dan PINTU POHAN dan PU MOTUNG SIAGIAN mempunyai anak 1 ( satu ) orang yang bernama SIHAT SIAGIAN atau OMPU SINGA SIAGIAN, : V;
Bahwa ( V ) SIHAT SIAGIAN mempunyai anak 3 ( tiga ) orang yaitu:
1. HENGGE SIAGIAN, : VI;
2. NATANAEL SIAGIAN ( Ayah TERGUGAT – I dan TERGUGAT – II ), : VI
3. LEBANUS SIAGIAN, :VI;
Bahwa ( VI ) NATANAEL SIAGIAN mempunyai anak :
1. MARULI SIAGIAN ( TERGUGAT – I D.K / PENGGUGAT – I D.R ), : VII;
2. ROPINUS SIAGIAN, :VII 3. BAHASA SIAGIAN, :VII
4. TIAMIN BR SIAGIAN ( TERGUGAT – II D.K / PENGGUGAT II D.R ), VII;
6. Bahwa kemudian tanah tersebut ( 11.094 M2 ) yang dimaksudkan oleh PARA PENGGUGAT d.k / PARA TERGUGAT d.r menjadi tanah Parsadaan dan belum pernah dibagi oleh ahli warisnya sampai sekarang, dalil gugatan PARA PENGGUGAT d.k / PARA TERGUGAT d.r ini adalah dalil gugatan yang sangat mengada-ada dan sangat dipaksakan dalam perkara aquo untuk itu PARA TERGUGAT d.k / PARA PENGGUGAT d.r mensomer PARA PENGGUGAT d.k / PARA TERGUGAT d.r untuk membuktikannya dipersidangan yang terhormat ini, dan oleh karena itu pula PARA TERGUGAT d.k / PARA PENGGUGAT d.r memohon dengan hormat kepada Majelis Hakim yang memeriksa dan memutus perkara aqo agar dalil-dalil PARA PENGGUGAT d.k / PARA TERGUGAT d.r ini ditolak atau dikesampingkan;
7. Bahwa tidak benar , masalah silsilah, masalah siapa yang membuka Kampung di Pintu Pohan , dan mengenai persoalan tanah siapa yang dipinjam pakai oleh PLN tidak penting dalam perkara aquo,sebagai
PENGADILAN TINGGI MEDAN
Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor 219/PDT/2016/PT-MDN halaman 25 dari 67 Halaman
mana replik PARA PENGGUGAT d.k / PARA TERGUGAT d.r pada alinea 4 ( empat ) pada halaman 3 ( tiga ) ;
Bahwa justeru mengenai silsilah, mengenai siapa yang membuka Kampung Pintu Pohan,dan mengenai persoalan tanah siapa yang dipinjam pakai oleh PLN dalam perkara ini adalah sangat penting, sebab dari situlah akan diketahui dengan jelas history tanah dengan baik;
Bahwa satu sisi PARA PENGGUGAT d.k / PARA TERGUGAT d.r menyatakan bahwa masalah mengenai silsilah, mengenai siapa yang membuka kampung, serta mengenai masalah tanah siapa yang dipinjam pakai oleh pihak PLN adalah tidak penting, dan disisi lain PARA PENGGUGAT d.k / PARA TERGUGAT d.r mempermasalahkan tanah yang dipinjam pakai oleh pihak PLN, dan selalu mendalilkan dengan kata
“ berdampingan dan satu kesatuan “ pada hal tidak demikian yang sebenarnya. Dan sikap ambiguitas PARA PENGGUGAT d.k / PARA TERGUGAT d.r dalam perkara aquo telah berupaya menutupi kebohongan-kebohongan PARA PENGGUGAT d.k / PARA TERGUGAT d.r selama ini.
8. Bahwa tidak benar , masalah Silsilah, masalah siapa yang membuka Kampung Pintu Pohan dan masalah mengenai persoalan tanah siapa yang dipinjam pakai oleh pihak PLN, sudah diputus oleh Pengadilan Negeri Balige, Pengadilan Tinggi Medan, Mahkamah Agung dan Peninjauan Kembali ;
Bahwa yang dipermasalahkan Orang tua PARA TERGUGAT d.k / PARA PENGGUGAT d.r dengan Orang tua PENGGUGAT – I d.k / TERGUGAT – I d.r dahulu, adalah masalah sebidang tanah milik Orang tua PARA TERGUGAT d.k / PARA PENGGUGAT d.r yang diambil secara paksa oleh Orang tua PENGGUGAT – I d.r / TERGUGAT – I d.r dan membangun rumah diatas tanah tersebut, dan letak tanah yang diambil tersebut bukanlah berdekatan dengan lokasi tanah yang dipinjam pakai oleh PLN dan bukan juga merupakan satu kesatuan.;
9. Bahwa tidak benar orang tua PENGGUGAT – I d.k / TERGUGAT – I d.r membangun sebuah rumah diatas tanah parsadaan yang lokasi tanahnya satu kesatuan dengan tanah milik PARA TERGUGAT d.k / PARA PENGGUGAT d.r ;
10. Bahwa tidak benar : orang tua dari PENGGUGAT – I, d.k / TERGUGAT – I d.r , abang PENGGUGAT – II d.k / TERGUGAT –II d.r dan
PENGADILAN TINGGI MEDAN
Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor 219/PDT/2016/PT-MDN halaman 26 dari 67 Halaman
PENGGUGAT – III d.k / TERGUGAT – III d.r meminjamkan tanah seluas ± 9200 M2 ( Sembilan dua ratus meter persegi ) dari seluas 11.094 M2 ( Sebelas ribu sembilan puluh empat meter persegi ) kepada pihak Perusahaan Umum Listrik Negara ( PLN ) untuk dijadikan tempat tinggal Karyawan Perusahaan Umum Listerik Negara ( Perum PLN ) sebanyak 10 pintu dengan janji lisan akan dikembalikan kepada Orang tua PENGGUGAT – I d.k , abang PENGGUGAT – II d.k/TERGUGAT II d.r dan PENGGUGAT – III d.k / TERGUGAT – III d.r setelah Proyek PLN selesai :
Bahwa yang benar adalah : orang tua PARA TERGUGAT d.k / PARA PENGGUGAT d.r ( TERGUGAT- I d.k / PENGGUGAT – I d.r dan TERGUGAT – II d.k / PENGGUGAT – II d.r ) yang bernama NATANAEL SIAGIAN yang meminjam pakaikan tanahnya kepada Perum Listrik Negara untuk dibuatkan barak bagi karyawan Perum Perusahan Listerik Negara dalam rangka pengembangan pembangunan jaringan listerik di sepanjang Sungai Asahan. Dan pada waktu itu Ayah PARA TERGUGAT.d.k / PARA PENGGUGAT d.r yang bernama NATANAEL SIAGIAN masih bekerja di Perusahaan Listerik Negara;
Bahwa tanah yang dipinjampakaikan adalah milik NATANAEL SIAGIAN kepada PERUSAHAN UMUM LISTERIK NEGARA di Pasar Pintupohan berdasarkan SURAT KETERANGAN Nomor : 64 / SKT /1973 Tanggal 27 Oktober 1973 yang dikeluarkan Kepala Kampung Negeri Pintupohan, dan ditanda tangani oleh oleh Kepala Kampung Negeri Pintupohan Alm. S.SIMANGUNSONG ( Bukti : T – 1 ) ;
Bahwa Pangkat dan Golongan terakhir dari NATANAEL SIAGIAN ( orang tua PARA TERGUGAT.d.k / PARA PENGGUGAT d.r ) pada PERUSAHAAN UMUM LISTRIK NEGARA , adalah JURU TEKNIK , GOLONGAN I / e - 8 berdasarkan Surat Keputusan Direksi PERUSAHAAN UMUM LISTRIK NEGARA Nomor : P.205/PST/73 -48 tanggal 13 Maret 1973 ( Bukti : T-2 );
Bahwa oleh karena dalil-dalil PARA PENGGUGAT.d.k / PARA TERGUGAT d.r dalam gugatan aquo adalah tidak benar , PARA TERGUGAT d.k / PARA PENGGUGAT d.r mohonkan kepada Majelis Hakim yang memeriksa dan memutus perkara aquo agar menolak seluruh dalil-dalil PARA PENGGUGAT.dk / PARA TERGUGAT d.r atau paling tidak dalil-dalil PARA PENGGUGAT d.k / PARA TERGUGAT d.r dinyatakan tidak dapat diterima ( Niet Ontvantkelijk veerklaard ) ;
PENGADILAN TINGGI MEDAN
Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor 219/PDT/2016/PT-MDN halaman 27 dari 67 Halaman
11. Bahwa tidak benar telah terjadi ketegangan antara orang tua PENGGUGAT – I d.k / TERGUGAT – I d.r dalam proses pengembalian tanah yang dipinjam pakaikan kepada pihak Perum Listrik Negara sebagai mana didalilkan PARA PENGGUGAT d.k / PARA TERGUGAT d.r pada posita point 4 ( empat ) halaman 2 ( dua) Gugatannya ;
Bahwa yang benar adalah : dalam proses pengembalian tanah yang dipinjam pakai oleh Perum Listerik Negara ( PLN ) dari orang tua PARA TERGUGAT d.k / PARA PENGGUGAT d.r adalah baik2 saja, dimana pihak yang meminjam pakai tanah tersebut ( Alm. IR.SEMIAWAN ) mengundang orang tua PARA TERGUGAT d.k / PARA PENGGUGAT d.r ( orang tua TERGUGAT – I d.k / PENGGUGAT – I d.r dan TERGUGAT – II. Dk / PENGGUGAT – II d.r ) agar datang ke Medan untuk mengambil surat penyerahan kembali tanah yang dipinjam pakai oleh Perum Listerik Negara dan yang pergi ke Medan pada waktu itu adalah Ibundanya TERGUGAT – I d.k / PENGGUGAT – I d.r , TERGUGAT – II d.k / PENGGUGAT – II d.r yang bernama MANGGIS BORU SIMANGUNSONG Als.OMPU SI POLTAK BR SIMANGUNSONG , oleh karena NATANAEL SIAGIAN ayah dari TERGUGAT – I d.k / PENGGUGGAT – I d.r , TERGUGAT – II.d.k / PENGGUGAT – II d.r telah meninggal dunia;
Bahwa tanah yang dipinjampakai oleh Perusahaan Umum Listrik Negara untuk tempat tinggal karyawan PLN ( barak ), setelah Proyek Induk Pembangkit Dan Jaringan Sumatera Utara telah selesai dibangun, maka oleh Pemimpin Perusahaan Umum Listrik Negara , Proyek Induk Pembangkit & Jaringan Sumatera Utara yakni Bapak Ir.R.SEMIAWAN menyerahkan kembali tanah yang dipinjam tersebut kepada Pemiliknya dengan SURAT KETERANGAN PENYERAHAN TANAH No : 017 / P.I / 79 Tertanggal 20 Maret 1979 --- Bukti : T – 3;
Bahwa tidak benar pihak PLN merasa kesal dan tersinggung serta membuldoser tanah perumahan PLN oleh karena desakan orang tua PENGGUGAT – I d.k / TERGUGAT – I d.r kepada pihak PLN untuk mengosongkan rumah yang dibangun tersebut sebagai mana yang
didalil kan Para penggugat pada posita point 6 ( enam ) halaman 2 ( dua ) ;
Bahwa yang benar adalah : oleh karena pembangunan PLTA / PLN telah selesai membangun jaringan listrik sehingga pihak PLN mengembalikan tanah yang dipinjam pakainya pada 20 Maret 1979
PENGADILAN TINGGI MEDAN
Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor 219/PDT/2016/PT-MDN halaman 28 dari 67 Halaman
dengan cara mengembalikan tanah tersebut dalam bentuk semula , sewaktu sebelum tanah itu dipakai oleh PLN dan diisyarat kan tanpa memberikan imbalan apapun sebagaimana yang telah diperjanjikan secara lisan oleh kedua belah pihak yakni NATANAEL SIAGIAN ( Ayah Tergugat - I dan Tergugat-II ), dan tindakan Pihak PLN adalah telah benar dan memenuhi ketentuan Undang-undang , lihat kembali Pasal 1740 KUHPerdata tentang Pinjam pakai );
12. Bahwa tidak benar terhitung sejak tahun 1979 tanah yang dipakai PLN sebagai tempat Perumahan Karyawannya telah dikuasai oleh Orang tua PARA PENGGUGAT d.k / PARA TERGUGAT d.r . Dan yang dikuasai oleh orang tua PARA PENGGUGAT.dk / PARA TERGUGAT d.r adalah tanah yang terletak disebelah Timur tanah perkara yang tidak mempunyai hubungan apapun dengan tanah yang dipinjam pakai oleh Pihak Perum PLN dan bila benar tanah yang dipakai PLN sebagai tempat perumahan karyawannya telah dikuasai oleh PARA PENGGUGAT d.k / PARA TERGUGAT d.r tentu tidak akan ada lagi masalah seperti sekarang ini ;
Bahwa tanah yang terletak disebelah Timur dari tanah ex perumahan karyawan PLN adalah milik orang tua PARA PENGGUGAT d.k / PARA TERGUGAT d.r yang telah dialihkan kepemilikannya kepada orang lain, dan tanah yang telah dialihkan kepemilikannya kepada orang lain bukanlah satu kesatuan dengan milik PARA TERGUGAT d.k / PARA PENGGUGAT d.r;
13. Bahwa tidak benar dan sangat berbohong bila PARA PENGGUGAT d.k / PARA TERGUGAT d.r mengalihkan hak atas tanah kepada 11 ( sebelas ) orang, yakni : 1. MADRASAH, 2. MURNI BR MARPAUNG, 3. DAME SIAGIAN, 4.SOMAT MARPAUNG, 5. ERNIST MARPAUNG , 6. CHARLES NAPITUPULU, 7. DANTES SIMANGUNSONG, 8.
MAKMUR SIAGIAN, 9. MARGETY SITORUS , 10. ZULKARNAIN MARPAUNG , 11 LOSMEN SIMANGUNSONG ;
Bahwa yang benar adalah : bahwa tanah yang dialihkan haknya kepada 9 ( sembilan ) orang yakni kepada ; 1. DAME SIAGIAN ; 2. SOMAT MARPAUNG ;3. ERNIST MARPAUNG ; 4. CHARLES NAPITUPULU ; 5. DANTES SIMANGUNSONG ;6. MAKMUR SIAGIAN ; 7. MARGETY SITORUS ; 8. ZULKARNAIN MARPAUNG ; 9. LOSMEN SIMANGUNSONG sebagaimana didalil kan PARA PENGGUGAT d.k / PARA TERGUGAT d.r pada Point 7 ( tujuh ) pada halaman 3 ( tiga ),
PENGADILAN TINGGI MEDAN
Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor 219/PDT/2016/PT-MDN halaman 29 dari 67 Halaman
bukanlah merupakan ex Perumahan karyawan Perum Perusahan Listerik Negara, dan bukan pula tanah yang dialihkan haknya itu merupakan satu kesatuan dengan ex tanah Perumahan karyawan Perum Perusahan Listerik Negara yang dipinjam pakai oleh pihak PLN ;
14. Bahwa memperhatikan dalil gugatan PARA PENGGUGAT d.k / PARA TERGUGAT d.r dengan cermat pada point 8 ( delapan ) halaman 3 ( tiga ) dihubungkan dengan dalil gugatan pada point 14 ( empat belas ) dan pada petitum point 2 ( dua ) halaman 9 ( sembilan ) bahwa Gugatan PARA PENGGUGAT d.k / PARA TERGUGAT d.r adalah tanah seluas 8330 M2 ( delapan ribu tiga ratus tiga puluh meter persegi ), yang terletak di Desa Pintu Pohan ,Kecamatan Pintu Pohan Meranti, Kabupaten Toba Samosir, dengan batas-batas sebagai berikut ;
Sebelah Utara berbatasan dengan JALAN PINTU POHAN / MADRASAH / MURNI MARPAUNG – 49 M ;
Sebelah Timur berbatasan dengan DAME SIAGIAN / CHARLES – 61 M;
Sebelah Barat berbatasan dengan PARIT – 153 M ;
Sebelah Selatan berbatasan dengan JALAN PAJAK / MAKMUR SIAGIAN/MARGETY SITORUS/ZULKARNAEN / LOSMEN – 106 M ; Bahwa dalil-dalil PARA PENGGUGAT d.k / PARA TERGUGAT d.r tersebut adalah tidak benar atau sangat terlalu dipaksakan oleh karena itu, PARA TERGUGAT d.k / PARA PENGGUGAT d.r memohon kepada Majelis Hakim yang memeriksa dan memutus perkara tersebut agar menolak dalil-dalil Gugatan PARA PENGGUGAT d.k / PARA TERGUGAT d.r;
15. Bahwa tidak benar dan sangat berbohong yang menyatakan bahwa dimana setelah orang tua PARA PENGGUGAT d.k / PARA TERGUGAT d.r pergi merantau ke Kisaran dan Rantau Prapat kemudian Orang tua PARA TERGUGAT d.k / PARA PENGGUGAT d.r menguasahai sebahagian tanah Orang tua PARA PENGGUGAT.d.k / PARA TERGUGAT d.r yang berdampingan dengan tanah yang dipinjam pihak PLN tanpa izin Orang tua PARA PENGGUGAT d.k / PARA TERGUGAT d.r yang kemudian pada tahun 1989 orang tua PARA PENGGUGAT d.k / PARA TERGUGAT d.r mengingatkan orang tua PARA TERGUGAT d.k / PARA PENGGUGAT d.r ;
Bahwa yang benar adalah : Orang tua PARA TERGUGAT d.k / PARA PENGGUGAT d.r telah menguasai, mengusahai lahan miliknya jauh
PENGADILAN TINGGI MEDAN
Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor 219/PDT/2016/PT-MDN halaman 30 dari 67 Halaman
sebelum sebagian tanah Darat yang dimilikinya dipinjampakaikan kepada pihak PLN untuk dibangun menjadi barak / tempat tinggal bagi karyawan Perum PLN , jadi bukan setelah orang tua PARA PENGGUGAT d.k / PARA TERGUGAT d.r pergi merantau;
16. Bahwa tidak benar orang tua PARA PENGGUGAT d.k / PARA TERGUGAT d.r ( Orang Tua PENGGUGAT – I d.k / TERGUGAT – I d.k yang bernama SALIAT FALENTIN SIAGIAN ) mengirim surat tegurannya kepada orang tua PARA TERGUGAT d.k / PARA PENGGUGAT d.r pada tanggal19 Oktober 1989 oleh karena orang tua PARA TERGUGAT d.k / PARA PENGGUGAT d.r mengusahai tanah milik orang tua PARA PENGGUGAT d.k / PARA TERGUGAT d.r yang satu kesatuan dengan tanah yang dipinjamkan kepada Pihak PLN sebagaimana didalilkan PARA PENGGUGAT d.k / PARA TERGUGAT d.r pada point 10 ( sepuluh ) halaman 3 ( tiga ) ;
Bahwa yang benar adalah : bahwa orang tua PARA PENGGUGAT d.k / PARA TERGUGAT d.r ( Orang tua PENGGUGAT – I d.k / TERGUGAT - I d.r yang bernama SALIAT F.SIAGIAN ) dahulu akan
menjual sebidang tanah yang ukuran luasnya kira-kira 40 M2 ( empat puluh meter persegi ) yang terletak berada dibelakang
rumah milik orang tua PARA TERGUGAT d.k / PARA PENGGUGAT d.r yang bernama : MANGGIS BR SIMANGUNSONG dan letak tanah nya pun jauh dari tanah yang dipinjamkan orang tua PARA TERGUGAT d.k / PARA PENGGUGAT d.r ke pihak PLN dan tidak benar letaknya satu kesatuan dengan tanah yang dipinjamkan ke pihak PLN untuk bangunan barak ;
Bahwa pada waktu itu telah disepakati harga tanah tersebut Rp 200,000,- ( dua ratus ribu rupiah ) , dan sekali lagi PARA TERGUGAT d.k / PENGGUGAT d.r jelaskan bahwa tanah yang disepakati untuk dijual orang tua PENGGUGAT – I d.k / TERGUGAT – I d.r yang bernama SALIAT FALENTIN SIAGIAN kepada orang tua PARA TERGUGAT d.k / PARA PENGGUGAT d.r BUKANLAH MERUPAKAN TANAH SATU KESATUAN DENGAN TANAH YANG DIPINJAM PAKAIKAN KE PIHAK PLN OLEH ORANG TUA PARA TERGUGAT d.k / PENGGUGAT d.r , dan sebenarnya data / fakta tersebut telah diputar balikkan oleh PENGGUGAT – I d.k / TERGUGAT d.r PURBA HALOMOAN SIAGIAN,S.H dalam perkara aquo ;
PENGADILAN TINGGI MEDAN
Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor 219/PDT/2016/PT-MDN halaman 31 dari 67 Halaman
17. Bahwa jawaban Alm.Orang tua PARA TERGUGAT d.k / PARA PENGGUGAT d.r atas teguran Orang tua PENGGUGAT – I d.k / TERGUGAT – I d.r dengan suratnya tanggal 19 Oktober 1989, adalah tentang masalah Jual-Beli sebidang tanah yang terletak dibelakang rumah orang tua PARA TERGUGAT d.k / PARA PENGGUGAT d.r yang letak tanah yang menjadi objek transaksi jual-beli itupun jauh dari Lokasi tanah yang dipinjam pakai oleh pihak PLN dari Orang tua PARA TERGUGAT d.k / PARA PENGGUGAT d.r yang bernama NATANAEL SIAGIAN , jadi transaksi jual-beli tanah tersebut tidak relevan dibuatkan merupakan bukti bahwa tanah yang dipinjampakaikan kepada PLN oleh orang tua PARA TERGUGATd.k / PARA PENGGUGAT d.r menjadi satu kesatuan dan berdampingan dalam tanah Perkara aquo dan sekali lagi PARA TERGUGAT d.k / PARA PENGGUGAT d.r nyatakan bahwa tanah yang akan diperjual belikan itu tidak satu kesatuan dengan tanah yang dipinjam pakai oleh PLN dan oleh karenanya PARA TERGUGAT d.k / PARA PENGGUGAT d.r mohon kepada Majelis Hakim yang memeriksa perkara ini agar menolak dalil-dalil Gugatan PARA PENGGUGAT d.k/ TERGUGAT d.r ;
18. Bahwa tidak benar tindakan PARA TERGUGAT d.k / PARA PENGGUGAT d.r mendirikan rumah diatas tanah miliknya dapat dikwalifisir perbuatan melawan hukum, dengan demikian dalil-dalil Gugatan PARA PENGGUGAT d.k / PARA TERGUGAT d.r pada point 20 ( dua puluh ) halaman 7 ( tujuh ) harus dinyatakan ditolak atau dikesampingkan;
19. Bahwa bila diperhatikan dengan cermat isi Gugatan PARA PENGGUGAT d.k / PARA TERGUGAT d.r secara keseluruhan selalu menyatakan ( mendalilkan ) “ BERDAMPINGAN DAN SATU KESATUAN DENGAN TANAH YANG DIPINJAM PAKAIKAN OLEH PIHAK PLN “ pada hal tidak demikian, karena itu PARA TERGUGAT d.k / PENGGUGAT d.r memohon kepada Majelis Hakim yang memeriksa perkara ini agar arif dan bijaksana mempertimbangkan nya;
20. Bahwa tidak benar dalil Gugatan PARA PENGGUGAT d.k / PARA TERGUGAT d.r pada point 21 ( dua puluh satu ) halaman 7 ( tujuh ) yang menyatakan bahwa :
- Tergugat – I MARULI SIAGIAN membuat bangunan rumah dengan Luasnya 133 M2 yang batas-batasnya :
PENGADILAN TINGGI MEDAN
Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor 219/PDT/2016/PT-MDN halaman 32 dari 67 Halaman
Sebelah Utara berbatasan dengan JALAN PINTUPOHAN, 7 M;
Sebelah Timur berbatasan dengan TANAH KOSONG, 19 M;
Sebelah Barat berbatasan dengan MADRASAH, 19 M;
Sebelah Selatan berbatasan dengan TANAH KOSONG, 7 M;
- Tergugat – II TIAMIN BR SIAGIAN membuat bangunan rumah dengan Luasnya 160 M2 yang batas-batasnya :
Sebelah Utara berbatasan dengan JALAN PINTUPOHAN, 8 M;
Sebelah Timur berbatasan dengan RUMAH PENGGUGAT, 20 M;
Sebelah Barat berbatasan dengan TANAH PENGGUGAT, 20 M;
Sebelah Selatan berbatasan dengan TANAH PENGGUGAT, 8 M;
- Tergugat – III ROPINUS MANURUNG membuat bangunan rumah dengan Luasnya 95 M2 yang batas-batasnya :
Sebelah Utara berbatasan dengan JALAN PINTUPOHAN, 5 M;
Sebelah Timur berbatasan dengan RUMAH TERGUGAT – II, 19 M;
Sebelah Barat berbatasan dengan TANAH KOSONG, 19 M;
Sebelah Selatan berbatasan dengan TANAH PENGGUGAT, 5 M;
Bahwa oleh kerena dalil PARA PENGGUGAT d.k / PARA TERGUGAT d.r tidak benar, adalah wajar dan patut PARA TERGUGAT d.k / PARA PENGGUGAT d.r memohon kepada Majelis Hakim yang memeriksa dan memutus perkara aquo agar menolak dalil-dalil PARA PENGGUGAT d.k / PARA TERGUGAT d.r atau paling tidak menyatakan dalil-dalil Gugatan PARA PENGGUGAT d.k / PARA TERGUGAT d.r tidak dapat diterima ( Niet Onvankelji veerklaard ) ;
21. Bahwa tindakan PARA TERGUGAT d.k / PARA PENGGUGAT d.r yang mendirikan / membangun bangunan rumah diatas tanah yang bukan milik PARA PENGGUGAT d.k / PARA TERGUGAT d.r tidak dapat dikwalifisir sebagai tindakan Perbuatan Melawan Hukum ;
22. Bahwa tindakan PARA TERGUGAT d.k / PARA PENGGUGAT d.r yang membangun rumah diatas tanah yang bukan milik PARA PENGGUGAT d.k / PARA TERGUGAT d.r , tidak menimbulkan kerugian ( kerugian Materiil dan kerugian Immateriil ) bagi PARA PENGGUGAT d.k / PARA TERGUGAT d.r dan oleh karenanya sangat tidak beralasan bagi PARA PENGGUGAT d.k / TERGUGAT d.r untuk menuntut ganti rugi sebagaimana didalilkan Para Penggugat pada Posita pada point 25 ( dua puluh lima ) pada halaman 8 ( delapan ) ; Bahwa dalil PARA PENGGUGAT d.k / PARA TERGUGAT d.r pada posita point 26 (dua puluh enam ) pada halaman 8 ( delapan ) yang memohon kepada
PENGADILAN TINGGI MEDAN
Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor 219/PDT/2016/PT-MDN halaman 33 dari 67 Halaman
Majelis Hakim untuk melakukan sita jaminan (conservatoir beslag ) atas tanah perkara harus ditolak atau dikesampingkan karena tidak mempunyai dasar hukum yang kuat;
23. Bahwa pengakuan yang tulus dari PARA PENGGUGATd.k / PARA TERGUGAT d.r yang menyatakan bahwa tanah perkara telah lama dikuasai dan diusahai oleh PARA TERGUGAT d.k / PARA PENGGUGAT d.r, sebagaimana didalilkan PARA PENGGUGAT d.k / PARA TERGUGAT d.r pada posita point 27 ( dua puluh tujuh ) , halaman 8 ( delapan ) tanpa ada gangguan dari pihak lain include PARA PENGGUGAT d.k / PARA TERGUGAT d.r ;
24. Bahwa tidak benar Orang tua PENGGUGAT – I d.k / TERGUGAT - I d.r yang bernama SALIAT FALENTIN SIAGIAN membangun rumah diatas tanah dibagian dari eks tanah yang pernah dipakai untuk tempat barak karywan PLN sebagaimana didalilkan Para Penggugat pada posita point 27 ( dua puluh tujuh ) halaman 8 ( delapan ), juga pada bahagian lain dari gugatan Para Penggugat ;
25. Bahwa tidak benar ada putusan Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung yang menyatakan bahwa tanah tempat bangunan rumah orang tua PENGGUGAT – I d.k / TERGUGAT – I d.r yang bernama SALIAT FALENTIN SIAGIAN merupakan bagian tanah eks bangunan barak karayawan PLN;
26. Bahwa oleh karena dalil-dalil Gugatan PARA PENGGUGAT d.k / PARA TERGUGAT d.r adalah BOHONG maka PARA TERGUGAT d.k / PARA PENGGUGAT d.r memohon kepada Majelis Hakim yang memeriksa dan memutus perkara ini agar menolak dalil-dalil Gugatan PARA PENGGUGAT d.k / PARA TERGUGAT d.r setidaknya menyatakan bahwa Gugatan PARA PENGGUGAT d.k / PARA TERGUGAT d.r tidak dapat diterima ( Niet Onvankelijk veerklaard ) : DALAM REKONVENSI :
1. Bahwa MARULI SIAGIAN , Lk, 74 Tahun, Kristen, Wiraswasta, Bertempat tinggal di Desa Pintu pohan, Kecamatan Pintu Pohan Meranti , Kabupaten Toba Samosir , Selaku Tergugat – I dalam Konvensi ;
Selanjutnya disebut :