• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keberhasilan Bagi Wirausaha

Dalam dokumen KEWIRAUSAHAAN KEHUTANAN (Halaman 178-182)

BAB XI KUNCI KEBERHASILAN DALAM BERUSAHA

A. Keberhasilan Bagi Wirausaha

Banyak pendapat tentang arti daripada sukses, bahkan sebagian besar masyarakat yang sukses itu yang banyak hartanya atau dengan kata lain orang yang kaya dengan hartanya dan ada juga bila menduduki jabatan tertentu, sehingga dijadikan ukuran oleh keluarga, kelompok, atau masyarakat luas. Oleh karenanya, sering kali menjadikan arena untuk saling berebut dan bahkan menjadikan objek perselisihan antara sesame. Akibat, diantara para pengusaha saling bersaing yang kurang sehat dan menganggap bahwa pesaing itu musuh, implikasinya saling menjatuhkan dan saling menekan atau dapat menimbulkan iri dan dendam.

Situsasi seperti yang diuraikan diatas sering kita jumpai dan mendengar baik dari kolega maupun berita melalui media massa.

Nah, melalui bab ini diharapkan bagi mereka yang membaca setidaknya dapat memahami dan bila memungkinkan mampu untuk mensosialisasikan kepada sesame, agar dapat menumbuhkan kerja sama yang baik dan saling mendukung atau saling melengkapi satu sama lain diatara mereka.

Pemikiran dari seorang wirausaha yang sejati tentu memiliki perbedaan pandangan tentang keberhasilan atau sering kita sebut sebuah kesuksesan. Sebenarnya arti dari sukses atau berhasil tidak lebih dari apa yang diharapkan atau yang diingikan dan biasanya merupakan cita-cita dari setiap individu bisa terbukti atau tercapai.

Jadi sukses itu bila cita-citanya terlaksana, padahal kalau kita analogikan bahwa cita-cita atau keinginan setiap individu itu selalu berbeda dan sangat tergantung pada wawasannya masing-masing.

Buku Ajar Kewirausahaan Kehutanan

Oleh karena itu, setiap individu memiliki visi yang berbeda satu sama lain dan dari ungkapan harapan yang dituangkan sebagai visi itu menjadi dasar munculnya stimuli atau motivasi seseorang untuk mencapai apa yang dicita-citakan. Namun, banyak pula yang mengeluh karena tidak tercapainya cita-cita, walaupun motivasinya cukup tinggi. Hal ini, justru menjadikan fenomena yang cukup menarik untuk dikaji lebih lanjut dan munculah berbagai pertanyaan, apa yang menyebabkan cita-citanya tidak tercapai?

Padahal, motivasinya cukup besar dan bahkan telah menunjukan usahanya untuk mencapai. Akan tetapi, tidak tercapai juga apa yang diharapkan, sehingga menimbulkan rasa putus asa dan mengeluh yang akhirnya motivasinya mengalami penurunan.

Berdasarkan fenomena tersebut, penulis berpikir pasti ada sesuatu yang kurang lengkap, secara kebetulan dari pengalaman hasil pertemuan dan pembicaraan dengan orang berkebangsaan Cina pada saat perjalanan menuju Hongkong pada intinya bahwa sebagian besar dari mereka berdasarkan buku kunonya, telah ditanamkan kepada keturunannya tentang pemikiran mengenai cita-cita yang kita artikan sebagai visi dari individu masing-masing. Secara singkat terungkap bahwa dalam menjalani kehidupannya selalu tersirat ungkapan yang dapat diartikan sebagai filsafat dalam kehidupan, yaitu “capailah cita-cita setiap saat“, berbeda dengan bangsa Indonesia yang sebagian besar ditanamkan oleh orang tua yaitu : “ capailah cita-cita setinggi langit “.

Memerhatikan perbedaan dan pandangan antara bangsa Cina dengan bangsa Indonesia jelas terlihat, bahwa ada sesuatu yang terlewatkan dalam menjalani kehidupannya masing-masing. Dengan mengacu pada filsafat yang diungkapkan oleh orang cina berarti masih ada satu komponen lagi yang perlu menjadi dasar pertimbangan dalam mencapai kesuksesan pribadi, yaitu mengenai

Buku Ajar Kewirausahaan Kehutanan

kemampuan atau faktor internal yang ada pada diri kita sendiri perlu diperhitungkan atau dapat kita sebut sebagai kompetensi pada diri sendiri.

Berdasarkan penjelasan diatas, maka pengertian dari sukses itu diformulasikan sebagai berikut: Sukses (S) adalah fungsi dari Visi (V), Motivasi (M), dan Kompetensi (K) individu dan ini suatu modal secara logika adalah sebagai berikut : S =f (V,M,K). Dan, secara matematisnya adalah S = V + M + K artinya, tercapainya suatu keberhasilan sangat tergantung pada visi, motivasi, dan kompetensi dari setiap individu. Apabila seseorang tidak tercapai suatu kesuksesan, kemungkinan disebabkan visinya selalu tinggi, sedangkan kompetensinya rendah walau motivasinya cukup tinggi sebenarnya komponen tersebut saling berkaitan dan saling mendukung satu sama lain. Terutama dalam menetapkan visi dari individu perlu memerhatikan kemampuan yang ada pada diri kita masing-masing. Jadi jangan berpikir ingin mencapai cita-cita setinggi langit karena tidak jelas dan kemungkinan besar tidak akan tercapai.

Adapun orang cina selalu berpikir dalam menentukan cita-citanya disesuaikan dengan kemampuan yang ada pada dirinya, sehingga cita-citanya selalu tercapai.

Pada dasarnya, setiap individu boleh saja dan bahkan dianjurkan untuk memiliki atau menentukan cita-citanya hanya perlu memperhatikan kemampuan dan jangkauan yang memungkinkan untuk tercapai. Makna yang dapat diambil dari ungkapan bangsa Cina itu banyak mengandung arti, yaitu tentang kedisiplinan, kemampuan dalam kaitannya dengan usaha, maka sangat berkaitan dengan modal dan biaya yang menjadi tanggungannya sehingga perlu pengelolaan yang lebih terstruktur serta motivasi dengan pengertian adanya upaya dan usaha, tidak berdiam diri dan tergantung kepada orang lain atau kepada pihak

Buku Ajar Kewirausahaan Kehutanan

manapun. Disisi lain, mengandung pengertian bahwa cita-cita tidak harus berpikir terlalu jauh dan bukan merupakan akhir dari usaha maupun kehidupan. Jadi, cita-cita atau visi itu sebaiknya bertahap sehingga kemungkinan untuk tercapai akan lebih mudah dan bila telah tercapai kita harus menentukan kembali apa yang ingin dicapai selanjutnya.

Merujuk dari pengertian keberhasilan atau sukses, maka dalam mengukur keberhasilan bagi wirausaha dapat dibuktikan oleh prestasi yang dicapai, yaitu pertumbuhan dari perusahaan yang dikelolanya. Pertumbuhan ini dibuktikan oleh penjualan, aset yang dimiliki perusahaan, dan jumlah karyawan. Pencapaian bukan harus sekaligus dibuktikan, melainkan tercapai keberhasilan itu dilakukan secara bertahap. Untuk meraih keberhasilan itu, tentunya mempunyai kiat-kiat dalam menciptakan peluang usaha. karena tahap pemanfaatan dan pengembangan kesempatan sudah menjadi hal yang rutin. Ide-ide inovatif seperti hal tersebut akan membantu dalam memotivasi pengusaha yang ingin maju. Wawasan dan pengalaman praktis serta perilaku usaha serta motifprestasi dan keberhasilan ini akan sangat mempengaruhi pengusaha-pengusaha lain. Ada beberapa kunci yang harus dilakukan dan diperhatikan wirausaha untuk mencapai suatu keberhasilan, yaitu :

1. (Implementation) kemampuan dan keberanian untuk mengimplementasikan gagasannya;

2. (Time) pemanfaatan waktu yang efektif dan efisien ; 3. (Cost) pengelolaan biaya;

4. (Process) melalui suatu proses;

5. (Value) pengembangan menciptakan nilai-nilai;

6. (Standard) menentukan standar dari produk/jasa yang disediakan.

Buku Ajar Kewirausahaan Kehutanan

Dalam dokumen KEWIRAUSAHAAN KEHUTANAN (Halaman 178-182)