BAB XI KUNCI KEBERHASILAN DALAM BERUSAHA
D. Pengelolaaan Dana
Pada persiapannya, strategi pembiayaan sebuah perusahaan selalu diarahkan kepada tersedianya dana dari sumber pembiayaan yang murah, yang diperlukan untuk menunjang kegiatan usaha perusahaan dan penggunaan dana yang tersedia secara efisien dan efektif. Biasanya perusahaan akan menggunakan dana untuk pembiayaan dari usahanya.
▪ Modal mandiri
▪ Kredit-kredit dagangan
▪ Kredit bank
▪ Lembaga / perusahaan pembiayaan
Pada pelaksanaannya para pengusaha yang memulai usahanya selalu berpikir untuk investasi perusahaan biasanya diarahkan pada penyediaan sarana-sarana penunjang kegiatan perusahaan yang dapat berupa mesing-mesin, alat pengangkutan, gudang kantor, inventaris kantor, dan sebagainya atau penyertaan-penyertaan perusahaan lain, dalam artian ikut menanam modal pada orang lain.
Buku Ajar Kewirausahaan Kehutanan
Bagi perusahaan yang sedang berjalan, tentunya harus mempertimbangkan sumber-sumber pembiayaan atas dasar pilihan seperti:
▪ Modal sendiri
▪ Laba ditahan
▪ Penjualan aktiva tetap yang tidak berguna lagi
▪ Kredit investasi
▪ Sumber pembiayaan jangka panjang dari pihak ke-III
Pimpinan atau pemilik perusahaan perlu mengetahui tindakan apa yang harus dilakukan dan dilaksanakan serta oleh siapa, untuk menerapkan strategi/usaha dalam rangka mencapai sasaran bisnis/usaha serta tujuan-tujuan dan target-target penunjangnya.
Oleh karena itu, perlu sekali memerinci waktu dan biaya tindakan-tindakan tersebut dalam rangka menghasilkan program-program, dalam hal ini adanya anggaran (budget) perusahaan bukan saja sebagai dasar pegangan mengoperasikan rencana perusahaan melainkan juga sebagai alat pengendalian. Oleh karena itu, anggaran perusahaan berfungsi ganda sebagai pedoman mengoperasikan rencana-rencana perusahaan sekaligus juga sebagai alat pengendalian.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh perusahaan didalam menyusun anggaran yang baik, sehingga anggaran dapat bermanfaat sebagai mana mestinya. Suatu anggaran dapat dikualifikasi (digolongkan) baik apabila :
1. Sistematis
Artinya, bahwa anggaran tersebut disusun dengan berurutan dan berdasarkan atas logika.
2. Realistis
Sesuai dengan keadaan yang ada / yang dihadapi, baik ekstern maupun intern juga selalu optimis, tetapi juga terlalu pesimis.
Buku Ajar Kewirausahaan Kehutanan
3. Fleksibel
Tidak terlalu kaku (luwes), mempunyai kemungkinan penyesuaian dengan keadaan yang mungkin berubah.
4. Continue
Membutuhkan perhatian yang terus menerus dan tidak merupakan usaha yang sifatnya insidental (kadang-kadang).
Setelah sasaran ditetapkan, strategi dirumuskan, rencana dijabarkan dalam bentuk program dan anggaran perusahaan, dan penerapannya dimulai, maka kegiatan selanjutnya adalah melakukan kegiatan pengendilian agar dapat memonitor prestasi dan kemajuan, serta mengenal bidang-bidang yang memerlukan tindakan koreksi/perbaikan. Untuk dapat melaksanakan kegiatan pengendalian dan sekaligus menilai perusahaan, sudah barang tentu harus ditetapkan terlebih dahulu standar yang akan digunakan sebagai tolak ukur yang berpedoman pada sasaran, dan rencana salah satu dari alat-alat yang paling banyak dipakai untuk melaksanakan pengendalian adalah anggaran perusahaan. Cara sederhana dalam rangka melaksanalan pengendalian usaha adalah dengan membandingkan setiap periodik minimal sebulan sekali.
Antara realisasi (prestasi) dengan rencana yang hal ini adalah anggaran.
Pada awalnya yang harus dipertimbangkan oleh wirausaha untuk memulai usahanya atau mengembangkan usahanya adalah menilai tentang kelayakan usaha secara ekonomi, apakah usaha tersebut memberikan manfaat kepada pengelola/pengusaha? Selain itu juga, agar suatu usaha dapat dikatakan berhasil maka secara minimal dapat memenuhi ciri-ciri sebagai berikut:
1. Produk yang ditawarkan harus jelas terlebih dahulu mengukur potensi permintaan pasarnya, agar dapat
Buku Ajar Kewirausahaan Kehutanan
memprediksi hasil penjualannya yang merupakan pendapatan bagi perusahaan.
2. Usaha harus dapat menghasilkan cukup pendapatan untuk membayar semua biaya peralatan yang digunakan dalam kegiatan tersebut.
3. Usaha dapat harus menghasilkan pendapatan yang dapat digunakan untuk membayar bunga modal yang digunakan didalam usaha/proyek tersebut, baik modal sendiri maupun modal yang dipinjam dari pihak luar.
4. Usaha harus dapat membayar upah seluruh tenaga kerja yang digunakan dalam menghasilkan sejumlah produk secara layak .
5. Perusahaan yang mengerjakan suatu usaha harus paling sedikit berada dalam keadaan seperti semula. Jadi, harus dapat memelihara dirinya sendiri.
Dalam rangka untuk mencapai keberhasilan dari suatu usaha, utamanya harus memerhatikan terlebih dahulu tentang kelayakan usaha secara ekonomi, selain itu perlu juga memerhatikan faktor-faktor apa saja yang dapat menentukan tercapainya apa yang diharapkan oleh wirausaha yang bersangkutan. Ada berapa hal yang perlu diperhitungkan dan dipertimbangkan dalam rangka mencapai keberhasilan usaha, yaitu :
Kelayakan usaha, energi yang dimiliki, mampu untuk menahan diri tidak emosi, setiap pengeluaran disesuaikan dengan waktunya, setiap pengeluaran agar diperhitungkan manfaatnya, memperhitungkan jumlah risiko serta mempertimbangkan besarnya dana yang tersedia.
Sebagai contoh seorang mahasiswa pada waktu itu teman penulis seangkatannya dan masih kuliah, awalnya iseng dia membuat sate daging sapid an temannya merasakan enak rasanya.
Buku Ajar Kewirausahaan Kehutanan
Kemudian dia membeli 1 kg daging lalu dibuat sate dengan bumbunya yang lengkap, lalu dititipkan kepada salah satu warung nasi dilingkungan tempat kos mahasiswa. Ternyata laku dan kegiatan itu berlanjut dengan menitipkan kebeberapa warung nasi yang cukup strategis dengan menambah pembelian daging sapinya dari hasil usahanya. Ternyata yang bersangkutan sekarang sudah memiliki usaha catering dan berkembang sampai dengan berbagai usaha termasuk weeding organizing. Itulah perjalanannya mulai dari modal yang sangat kecil sekali.
Dalam rangka mewujudkan keberhasilan suatu usaha, bukanlah didasarkan dari besarnya modal, melainkan kemampuan individu sebagai wirausaha dengan modal yang terbatas tetapi dapat memperoleh hasil yang maksimal. Karenanya, tidak menunggu terkumpulnya modal yang besar atau menunggu turunnya pinjaman, tetapi dituntut untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan dana yang tersedia untuk memulai usaha dari modal yang seadanya kemudian kita kelola serta memanfaatkannya semaksimal mungkin atau mengembangkan usahanya. Sebaiknya untuk memulai usaha gunakan modal seminimal mungkin, jangan langsung menggunakan modal yang besar, sebab bila usahanya kurang berhasil akibatnya akan mengalami kerugian yang besar pula. Oleh karena itu, lakukanlah usaha dari mulai yang kecil dengan menggunakan dana yang tersedia tanpa harus menunggu dalam jumlah yang besar, agar risikonya kecil bila mengalami kegagalan.