commit to user BAB II
LANDASAN TEORI
5. Keberhasilan Belajar Siswa
a. Pengertian Belajar dan Keberhasilan Belajar 1) Pengertian Belajar
Belajar menurut Slameto (1991:78) yaitu” Belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku seseorang sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Perubahan tersebut akan dinyatakan dalam seluruh aspek tingkah laku.”
Ciri-ciri perubahan tingkah laku dalam pengertian belajar adalah sebagai berikut:
a) Perubahan yang terjadi secara sadar
Bahwa individu yang belajar, akan menyadari terjadinya perubahan itu atau sekurang-kurangnya individu merasakan telah terjadi adanya suatu perubahan dalam dirinya. Misalnya, pengetahuan bertambah, kecakapan bertambah, kebiasaannya berubah.
b) Perubahan dalam belajar bersifat kontinu dan fungsional
Sebagai hasil belajar, perubahan yang terjadi dalam diri individu berlangsung secara berkesinambungan. Satu perubahan yang terjadi akan menyebabkan perubahan berikutnya dan akan berguna bagi kehidupan ataupun proses belajar berikutnya.
c) Perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktif
Perubahan-perubahan itu senantiasa bertambah dan bertuju untuk memperoleh sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya. Perubahan yang bersifat aktif artinya bahwa perubahan itu tidak terjadi denga n sendirinya melainkan karena usaha individu sendiri.
d) Perubahan dalam belajar bukan bersifat sementara
Perubahan yang terjadi karena proses belajar bersifat menetapkan atau permanen. Ini berarti bahwa tingkah laku yang terjadi setelah belajar akan bersifat menetap.
e) Perubahan dalam belajar bertujuan atau terarah
Perubahan tingkah laku ini terjadi karena ada tujuan yang akan dicapai. Perbuatan belajar terarah kepada perubahan tingkah laku yang benar-benar disadari.
f) Perubahan mencangkup seluruh aspek tingkah laku
Perubahan yang diperoleh individu setelah melalui suatu proses belajar meliputi perubahan keseluruhan tingkah laku dalam sikap, keterampilan, pengetahuan dan sebagainya. (Slameto, 1991:79-80)
2) Pengertian Keberhasilan Belajar
Menurut Oemar Hambalik (2003:155) “Keberhasilan belajar adalah Hasil belajar yang nampak sebagai perubahan tingkah laku pada diri siswa, yang dapat diamati dan diukur dalam bentuk perubahan pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Perubahan tersebut dapat diartikan terjadinya peningkatan dalam pengembangan yang lebih baik dibandingkan sikap sebelumnya, misalnya dari yang tidak tahu menjadi tahu, sikap kurang sopan menjadi sopan, dan sebagainya”.
b. Kriteria Keberhasilan Pengajaran
Menurut Nana Sudjana (2009:35-39) criteria sebagai ukuran ataupun patokan dalam menentukan keberhasilan pengajaran antara lain:
1) Kriteria ditinjau dari sudut prosesnya (by process)
Untuk mengukur keberhasilan pengajaran dari sudut prosesnya dapat dikaji melalui beberapa persoalan dibawah ini:
a) Pengajaran direncanakan dan dipersiapkan terlebih dahulu oleh guru dengan melibatkan siswa secara sistemik.
b) Kegiatan siswa belajar dimotivasi guru sehingga ia melakukan kegiatan belajar dengan penuh kesadaran, kesungguhan dan tanpa
paksaan untuk memperoleh tingkat penguasaan pengetahuan,
kemampuan serta sikap yang dikehendaki dari pengajaran itu sendiri. c) Siswa menempuh beberapa kegiatan belajar sebagai akibat
penggunaan multi metode dan multi media yang dipakai guru. Aneka ragam kegiatan siswa akan membawa banyak manfaat yang diperoleh, sehingga dapat mencapai hasil yang menyeluruh dan terpadu bagi pribadinya. Siswa tidak hanya mengetahui fakta tetapi juga mengetahui bagaimana prosedur memperoleh fakta. Ini hanya bisa dicapai bila siswa melakukan berbagai kegiatan belajar.
d) Apakah siswa mempunyai kesempatan untuk mengontrol dan menilai sendiri hasil belajar yang dicapainya. Pengajaran adalah proses yang demokratis, objektif dan koreksi diri. Proses pengajaran hendaknya menumbuhkan kegiatan mandiri. Artinya, ia sendiri yang belajar dan ia sendiri yang menilai dirinya, apakah benar ataukah salah, apakah ia telah melakukan pekerjaan dengan tepat atau tidak. Jika ia salah, ia harus dapat memperbaiki dan dapat memecahkan persoalannya.
e) Proses pengajaran yang dapat melibatkan semua sisswa dalam kelas. Interaksi dinamis antara guru dan siswa, siswa dan siswa, merupakan sarana yang tepat untuk mengembangkan pengajaran yang berhasil dengan tidak mengesampingkan adanya perbedaan individual dalam
kemampuan dan minatnya. Proses pengajaran haruslah memberikan kesempatan pada setiap siswa melakukan kegiatan belajar sesuai kapasitasnya.
f) Suasana pengajaran atau proses belajar mengajar cukup menyenangkan dan merangsang siswa belajar.
g) Kelas memiliki sarana belajar yang cukup kaya sehingga menjadi laboratorium belajar. Kelas yang miskin dengan sumber belajar menyebabkan belajar siswa tergantung pada guru semata- mata. Kegiatan belajar siswa menjadi terbatas dan akhirnya menjemukan. Suasana seperti ini musthil dapat memperoleh keberhasilan belajar. 2) Kriteria ditinjau dari sudut hasil yang dicapai (by product)
a) Hasil belajar yang diperoleh siswa dari proses pengajaran nampak dalam bentuk perubahan tingkah laku secara menyeluruh yang terdiri atas unsur kognitif, afektif, dan psikomotorik secara terpadu pada diri siswa.
b) Hasil belajar yang dicapai siswa dari proses pengajaran mempunyai daya dan dapat diaplikasi dalam kehidupan siswa, terutama dalam pemecahan masalah yang dihadapinya baik dalam kehidupan di sekolah maupun dalam dalam kehidupan sehari- hari di masya rakat dan keluarganya.
c) Hasil belajar yang diperoleh siswa tahan lama diingat dan mengendap dalam pikirannya serta cukup mempengaruhi perilaku dirinya.
d) Yakin bahwa perubahan yang ditunjukan oleh siswa merupakan akibat dari proses pengajaran.
Menurut Nana Sudjana (2009:53)” Kriteria keberhasilan belajar afektif dapat dilihat dari berbagai tingkah laku siswa seperti atensi atau perhatian terhadap pelajaran, disiplin, motivasi belajar, menghargai guru dan teman sekelas, kebiasaan belajar dan lain- lain”.
Selain dalam bidang afektif hasil belajar yang dapat diamati adalah dalam bidang psikomotor. Menurut Nana Sudjana (2009:54)” Hasil belajar bidang psikomotor tampak dalam bentuk keterampilan (skill), kemampaun bertindak individu (seseorang)”.
c. Penilaian Hasil Belajar
Untuk dapat menentukan tercapai tidaknya tujuan pengajaran perlu dilakukan usaha atau tindakan penilaian atau evaluasi. Menurut Nana Sudjana (2009:111) Penilaian atau evaluasi pada dasarnya adalah” Memberikan pertimbangan harga atau nilai berdasarkan kriteria tertentu”.
Sedangkan penilaian menurut Abdul Majid (2008:186) adalah” Proses pengumpulan informasi oleh guru tentang perkembangan dan pencapaian pembelajaran yang dilakukan anak didik melalui berbagai teknik yang mampu mengungkapkan pembuktian, atau menunjukkan secara tepat bahwa tujuan pembelajaran dan kemampuan (kompetensi) telah benar-benar dikuasai dan dicapai.”