• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DATA HASIL PENELITIAN

C. Keberhasilan Pelaksanaan Supervisi Akademik berbasis online

“SupervisiGPAI”.

Untuk memudahkan pentingnya penguasaan teknologi informasi untuk mendorong keberhasilan Pengawas PAI akan penulis mulai pembahasannya

33

Pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Pada peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2017. melalui, https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2017/04/pidato-mendikbud-pada-upacara-hari-pendidikan-nasional-2-mei-2017. Html (15/05/2017), 2017.

34

Visi, Misi Kota Salatiga melalui http://salatigakota.go.id/PemerintahanVisiMisi.php. Html (18/05/2017), 2017.

dari gambaran jumlah sekolah yang terdapat di Kota Salatiga dan gambaran sebaran luasnya wilayah kepengawasan di kota Salatiga yang menurut pengamatan saya berbanding terbalik dengan jumlah pengawas PAI yang dimiliki oleh Kantor Kementrian Agama Kota Salatiga.

Tabel 4.1

Jumlah Pengawas PAI Kantor Kemenag Kota Salatiga Sumber : (Dokumentasi Peneliti)

No

Nama Pengawas PAI Sekolah Binaan (Dabin)

Keterangan Tempat/Kecamatan 1.

Wahid Hasyim, M.PdI 59 Argomulyo, Sidomukti, Sidorejo, Sidomulyo

2.

Umi Hani, M.PdI 96 Argomulyo, Sidomukti, Sidorejo, Sidomulyo

Di bawah ini adalah data jumlah sekolah di Kota Salatiga yang tersebar dalam empat wilayah kecamatan, yaitu : Argomulyo, Sidomukti, Sidorejo dan Sidomukti.

Gambar 4.7

Jumlah Lembaga Pendidikan di Kota Salatiga Sumber : http://portalPPDB.Salatiga

Jumlah semua lembaga pendidikan atau sekolah mulai dari tingkatan TK, SD, SMP dan SMA adalah 315 sekolah. Dengan rincian sebagai berikut; untuk tingkat pendidikan dasar (TK/SD) adalah 256 Sekolah dan adapun jumlah sekolah untuk tingkat pendidikan menengah adalah 59 sekolah. Jika jumlah hari efektif satu tahun ada 211 maka dalam satu tahun tidaklah cukup untuk mengunjungi setiap sekolah setiap hari 1 sekolahan. Maka sependapat dengan teori dari Redmond tentang supervisi jarak jauh memanfaatkan teknologi sebagaimana telah dilaksanakan di negara Australia. Redmond menjelaskan bahwa metode pengawasan Internet Online perlu menjadi satu kesadaran bersama antara pengawas dan yang diawasi, sehingga maksud dan tujuan pengawasan menggunakan aplikasi Online tidak terbatas pada beberapa guru yang mampu menguasai teknologi informasi saja.35

Mengingat dan mempertimbangkan paparan wilayah dan jumlah sekolah serta praktek yang telah dilaksanakan di negara tetangga dan bahkan di Kemendikbud dalam hal ini LPMP Jawa Tengah tentang Supervisi berbasis internet online maka sangat efektif bagi pengawas PAI untuk membantu melaksanakan tugas dan fungsi kepengawasan, dan perlu bagi pengawas PAI segera meningkatkan kemampuan guna mendukung praktek supervisi akademik di masa yang akan datang.

Berikut ini adalah kalender hari efektif yang memberikan keterangan bahwa rasio perbandingan antara jumlah pengawas, jumlah sekolah dan hari efektif berdasarkan kalender terdapat kesenjangan, yaitu; 2 : 315 : 211.

35

Gambar 4.2 Kalender Pendidikan tahun 2017 Sumber : http://infokemendikbud.com

Dorongan pemanfaatan program supervisi berbasis online mengacu pada data meningkatnya pengguna internet dari masa ke masa yang semakin meningkat, berdasarkan web global index, penguna internet di negeri kita Indonesia menduduki peringkat ke 3 dunia, dengan jumlah pengguna 132,7 juta jiwa. Survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII) mengungkap bahwa lebih dari setengah penduduk Indonesia kini telah terhubung ke internet.36

Dalam hal ini pemanfaatan supervisi akademik berbasis online dengan link.address, bit.ly/SupervisiGPAI bagi pengawas PAI bekerja membantu dalam need assessment, pemahaman akan skala kebutuhan dari program yang akan telah, sedang dan akan dilakukan.

36

Yoga Hastyadi Widiartanto. “2016, Pengguna Komputer Indonesia adalah 132 Juta jiwa, melalui http://tekno.kompas.com/read/2016/10/24/ html (5/05/2017) 2016.

Tingkat keberhasilan dari program supervisi berbasis online ini penulis susun dalam dua tahapan sebagai berikut :

1. Pelaksanaan supervisi berbasis online pada tingkat pengawas yang telah dilaksanakan di Kota Salatiga berhasil dengan skor pancapaian rata-rata 3,5 atau dapat dikatakan cukup tinggi.

2. Tingkat penguasaan teknologi informasi Guru PAI dalam memanfaatkan supervisi akademik berbasis online di SMP N 1 dan SMP N 8 memperoleh nilai rata-rata 3,5 yang berarti cukup tinggi sehingga tingkat profesionalitas dalam penguasaan teknologi informasi guru PAI di SMP N 1 dan SMP N 8 mendukung untuk dilaksanakannya supervisi akademik berbasis online pada masa yang akan datang.

Dari 4 responden yang telah mengisi formulir supervisi berbasis internet online terdiri dari 2 orang guru PAI yang beralamat di SMP Negeri 1 Salatiga, 1 responden dari SMP Negeri 8 Salatiga dan 1 orang responden dari LPMP Jawa Tengah dalam pengolahan data mengunakan fasilitas yang dimiliki google form diperoleh 73 grafik sebagai berikut di bawah ini. Diantaranya :

Gambar4.7

Halaman grafik hasil tanggapan pada Supervisi Akademik Berbasis Online :

http://bit.ly/SupervisiGPAI, Sumber : (Dokumentasi Peneliti)

Dari grafik pertama di atas dapat diterjemahkan bahwa baru terdapat seorang guru yang melengkapi instrumen supervisi akademik standar kompetensi lulusan lengkap hingga pada bagian keempat bagiannya sampai pada bagian keempat yaitu memaparkan atau melakukan kegiatan sosoialisasi visi, misi, dan tujuan sekolah kepada warga sekolah, yaitu Ibu Nurul Hidayati,

guru PAI di SMP Negeri 1 Salatiga. Adapun rata-rata responden masih pada tahapan ketiga, yaitu memiliki visi, misi dan tujuan yang terpampang di dinding sekolah.

Dengan melihat grafik dan membacanya sesuai dengan isian formulir yang telah dikirim oleh para guru pengawas bisa melakukan analisa kebutuhan untuk mengambil tindakan, yaitu :

1. Memetakan Pencapaian Program Pendidikan, 8 Standar Mutu Pelayanan Minimal Pendidikan yang termuat dalam Permendikbud tahun 2016 nomor 20 sampai 24 Tentang Standar Nasional Pendidikan. Alan C.K. Cheung, Timothy W.W. Yuen, Celeste Y.M. Yuen, Yin Cheong Chengmenuliskan dalam Jurnal Manajemen PendidikanBahwa teknologi informasi pendidikansebagai unsur pendukung penting dalam pelayanan pendidikan, yang seringkali berperan aktif mendukung pemerintah dalam memetakan. Peran pemerintah dapat tepat sasaran dengan berdasarkan pada pemetaan yang telah dilakukan.37

2. Memberikan perhatian lebih pada Guru yang Kurang, dengan memperhatikan kepada guru PAI atau sekolahan yang belum melaksanakan programsecara lengkap dapat bermanfaat untuk langsung menuju permasalahan setiap individu guru PAI, sehingga lebih efisien. Anita Charter dari Universitas Wayne memberikan keterangan tentang manfaat dari Supervisi Akademik berbasis Online

37

Alan C.K. Cheung, Timothy W.W. Yuen, Celeste Y.M. Yuen, Yin Cheong Cheng, Strategies and policies ..., (2011) 144 – 163.

dalam hal memberikan perhatian lebih sesuai dengan level dari responden.38

3. Memberikan penghargaan dan penguatan kepada guru PAI yang sudah melaksanakan program dengan lengkap.Teknologi Pendidikan mempunyai bidang garapan yang memiliki sasaran terhadap pembelajaran serta untuk meningkatkan kemampuan (performance). Bidang garapan teknologi pendidikan yang meliputi desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, dan evaluasi memberi jawaban atas permasalahan pendidikan yang terjadi di Indonesia. Solusi dalam permasalahan tersebut tentu harus dilihat berdasarkan permasalahannya, karena setiap permasalahan memiliki karakteristik yang berbeda.39

4. Memajukan demokrasi dalam bidang pendidikan. Dalam iklim demokrasi harus ada reformasi unjuk kerja pengawas. Hal yang harus dirubah adalah unjuk kerja pengawas yang memakai polalama yaitu mencari kesalahan dan kebiasaan memberi pengarahan danbimbingan.40

38

Anita Carter, Web-Based ..., 2006. 39

Yoga Prismanata, Teknologi Pendidikan, Aplikasinya terhadap Permasalahan Pendidikan di Indonesia, melalui http://www.eduprisma.web.id/2016/05/teknologi-pendidikan-aplikasinya.html (6/05/2017) 2016.

40

BAB V PENUTUP

A. Simpulan

Dari paparan yang telah penulis uraiakan mulai dari BAB I sampai dengan BAB IV dapat diambil simpulan sebagai berikut :

d. Pelaksanaan supervisi akademik berbasis Online bagi guru PAI di SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 8 Kota Salatiga dapat berjalan dengan baik, hal ini mempertimbangkan hasil capaian nilai rata-rata penguasaan teknologi informasi para guru 3,5 yang artinya tinggi. Dan yang lebih penting lagi adalah capaian nilai rata-rata penguasaan teknologi informasi Pengawas/Supervisor PAI yang juga sama tingginya yaitu, 3,5.Dengan demikian teknologi informasi berbasis internet online untuk tujuan supervisi akademik

“SupervisiGPAI”dapat diterima dan dilaksanakan pengawas PAI dan Guru PAI di SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 8 Kota Salatiga. e. Gambaran penguasaan IT seorang Supervisor dalam

mempermudah melaksanakan tugas supervisi akademiknya, dengan mengingat luasnya wilayah, jumlah guru dan sekolah binaan, adalah cukup tinggi dengan angka capaian 70,67% dari hasil penelitian yang terdapat pada table 3.1 dan juga juga berdasar hasil wawancara yang dilaksanakan yang menyatakan bahwa

Pengawas sudah terbiasa dengan pengisian data Simpatika online, simpena online dan data-data online lainnya.

f. Keberhasilan supervisi akademik berbasis Onlinebagi guru PAI dengan penguasaan teknologi informasi dalam rangka peningkatan kompetensi profesional guru PAI di SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 8 Kota Salatiga dapat dilihat dengan ujicoba langsung di lapangan bahwa guru PAI telah menguasai teknologi informasi berbasis internet online dengan nilai penguasaan 70,43% atau cukup tinggi. Hal ini cukup efektif untuk menjalankan program supervisi akademik berbasis online dalam program aplikasi

“SupervisiGPAI” dalam rangka meningkatkan kompetensi

profesional seorang guru PAI sekarang dan masa yang akan datang. Ditambahkan dengan hasil pengamatan dan wawancara kepada para guru PAI yang merasa tertarik untuk ikut memanfaatkan fasilitas online yang dikembangkan untuk supervisi

akademik saat ini “SupervisiGPAI” sehingga tidak tertinggal

dengan guru-guru umum B. Saran

Semoga Supervisi berbasis teknologi internet online bisa memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi perkembangan dunia kepengawasan. Bagi peneliti secara pribadi ini adalah upaya maksimal yang bisa kami berikan kepada dunia pendidikan, khususnya bidang kepengawasan semoga menjadi

amal jariyah yang mengalir pahalanya sampai di akhir zaman. Aamin ya robbal „aalamiin.

Adapun saran-saran kami untuk :

a. Kementrian Agama; supaya memanfaatkan supervisi akademik berbasis online guna memudahkan proses supervise akademik dengan memanfaatkan teknologi informasi online yang berkembang saat ini

b. Pengawas PAI, banyak tugas kepengawasan menanti dalam rangka memajukan Pendidikan Agama Islam ke depan, maka perlu kiranya para pengawas PAI membekali diri dengan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi mutakhir seperti

memanfaatkan “SupervisiGPAI” untuk melakukan supervise

akademik pada guru-guru PAI

c. Untuk Kepala Sekolah, Kepala Sekolah adalah ujung tombak penyelenggaraan pendidikan di tingkat satuan pendidikan, maka dari itu perlu pula untuk menguasai teknologi guna mendukung tercapainya kemajuan pendidikan diantaranya dengan memanfaatkan program supervise akademik online

“SupervisiGPAI” yang telah penulis buat untuk bisa digunakan.

d. Untuk Guru PAI, untuk terus berjuang mengembangkan Pendidikan Agama Islam meski lelah dan letih kadang mendera, Pendidikan Agama Islam harus lebih maju jangan ketinggalan dengan pendidikan umum, sebab Guru PAI adalah ujung tombak

pendidikan akhlak yang mulia, dengan memanfaatkan Supervisi berbasis online akan menjadikan kompetensi professional Guru PAI akan meningkat.

Masih banyak kekurangan yang perlu diperbaiki dan disempurnakan terutama pada aspek pengolahan data supaya lebih mudah dibaca oleh pengawas dan guru PAI.

Demikian semoga Alloh SWT senantiasa memberikan ilmu yang bermanfaat bagi kita semua. Aamin. Dan juga semoga sholawat dan salam senantiasa terlimpahkan kepada baginda nabi agung Muhammad SAW. Dan para sahabat, para tabiin dan pengikutnya sampai hari kiamat. Aamiin.

DAFTAR PUSTAKA

Dokumen terkait