b. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian
Direksi dan Dewan Komisaris bertanggung jawab secara tanggung renteng atas kerugian Perseroan, dalam hal Pemegang Saham tidak dapat mengembalikan dividen interim sebagaimana dimaksud pada ayat 13 Pasal ini.
Pemegang saham yang mewakili paling sedikit 1/10 (satu per sepuluh) bagian dari saham yang telah dikeluarkan dapat meminta pembagian dividen interim.
Laporan keuangan konsolidasian telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan – Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK – IAI), serta Peraturan Pasar Modal yang berlaku antara lain Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) d/h Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) No. VIII.G.7 tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan, dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik.
Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan asumsi going concern dan biaya perolehan historis kecuali beberapa akun tertentu yang didasarkan pengukuran lain sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan Keuangan Konsolidasian, kecuali Laporan Arus Kas Konsolidasian, juga disusun dengan konsep harga perolehan dan dasar akrual. Laporan Arus Kas disusun dengan metode langsung (direct method) Kecuali bagian dividen yang menjadi hak Negara Republik Indonesia dividen yang tidak diambil dalam waktu 5 (lima) tahun setelah disediakan untuk dibayarkan, dimasukkan dalam dana cadangan yang khusus diperuntukkan untuk itu.
Dividen dalam dana cadangan khusus tersebut dapat diambil oleh Pemegang Saham yang berhak dengan menyampaikan bukti haknya atas dividen tersebut yang dapat diterima oleh Direksi Perseroan dengan syarat pengambilannya tidak secara sekaligus dan dengan membayar biaya administrasi yang ditetapkan Direksi.
Dividen yang telah dimasukkan dalam cadangan khusus sebagaimana dimaksud pada ayat 8 Pasal ini dan tidak diambil dalam jangka waktu 10 (sepuluh) tahun akan menjadi hak Perseroan.
Perseroan dapat membagikan dividen interim sebelum tahun buku Perseroan berakhir, dengan memperhatikan proyeksi perolehan laba dan kemampuan keuangan Perseroan.
Pembagian dividen interim sebagaimana dimaksud pada ayat 11 Pasal ini, ditetapkan berdasarkan keputusan Direksi setelah memperoleh persetujuan Dewan Komisaris.
Dalam hal setelah tahun buku berakhir ternyata Perseroan menderita kerugian, dividen interim yang telah dibagikan harus dikembalikan oleh Pemegang Saham kepada Perseroan.
Seluruh laba bersih setelah dikurangi penyisihan untuk cadangan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 Pasal ini dibagikan kepada Pemegang Saham sebagai dividen kecuali ditentukan lain oleh Rapat Umum Pemegang Saham harus disetujui Pemegang Saham Seri A-Dwiwarna.
Selain penggunaan laba bersih sebagaimana dimaksud pada ayat 2 Pasal ini, Rapat Umum Pemegang Saham dengan persetujuan Pemegang Saham Seri A-Dwiwarna dapat menetapkan laba bersih untuk pembagian lain seperti tantiem untuk Direksi dan Dewan Komisaris, bonus untuk karyawan, atau penempatan laba bersih tersebut dalam cadangan Perusahaan yang antara lain diperuntukkan bagi perluasan usaha Perusahaan yang persentasenya masing-masing ditetapkan tiap tahun oleh Rapat Umum Pemegang Saham.
Dividen sebagaimana dimaksud pada ayat 2 Pasal ini hanya boleh dibagikan apabila Perseroan mempunyai saldo laba yang positif.
Dalam hal tantiem bonus dianggarkan dan tidak diperhitungkan sebagai biaya dalam tahun berjalan dan Rapat Umum Pemegang Saham dengan persetujuan Pemegang Saham Seri A Dwiwarna menetapkan tantiem dan bonus lebih besar dari yang dianggarkan sehubungan dengan pelampauan target yang ditetapkan, maka selisih tantiem dan bonus tersebut diambil dari laba bersih tahun yang bersangkutan.
Dalam hal Perseroan tidak mempunyai laba bersih namun menunjukkan peningkatan kinerja yang ditunjukkan dengan pencapaian target yang harus dicapai, maka Perseroan dapat memberikan tantiem untuk anggota Direksi dan Dewan Komisaris serta bonus untuk karyawan sepanjang telah dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya.
Apabila perhitungan laba rugi pada suatu tahun buku menunjukkan kerugian yang tidak dapat ditutup dengan dana cadangan, maka kerugian itu akan tetap dicatat dalam pembukuan Perusahaan dan dalam tahun yang akan datang Perseroan dianggap tidak mendapat laba selama kerugian yang tercatat itu belum sama sekali ditutup, dengan tidak mengurangi ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
a. Beban yang berhubungan dengan aktivitas pendanaan yaitu Beban Bunga dan Provisi. b. Beban yang berhubungan dengan aktivitas pemasaran yaitu Beban Pemasaran.
c. Beban yang berhubungan dengan aktivitas administrasi dan umum yaitu Beban Administrasi dan Umum. d.
e.
f. Beban yang berhubungan dengan aktivitas di luar kegiatan usaha pokok yaitu Beban Lain-lain. g.
c. Perubahan pada pernyataan standar akuntansi Keuangan dan interpretasi atas pernyataan standar akuntansi keuangan
- Amendemen PSAK 1 "Penyajian Laporan Keuangan"
- ISAK 31 "Interpretasi atas ruang lingkup PSAK 13 : Properti Investasi" - ISAK 32 "Definisi dan Hierarki Standar Akuntansi Keuangan" - PSAK 3 "Laporan Keuangan Interim"
- PSAK 24 "Imbalan Kerja"
- PSAK 58 "Aset Tidak Lancar yang Dimiliki Untuk Dijual" - Amandemen PSAK 60 "Instrumen Keuangan: Pengungkapan"
- Amandemen PSAK 2 "Laporan Arus Kas"
- Amandemen PSAK 15 "Investasi Pada Entitas Asosiasi dan ventura Bersama" - Amandemen PSAK 16 " Aset Tetap"
- Amandemen PSAK 46 " Pajak Penghasilan"
- Amandemen PSAK 67 "Pengungkapan Kepentingan dalam Entitas Lain"
- PSAK 71 "Instrumen Keuangan" d. Prinsip konsolidasian
Laporan Keuangan Konsolidasian mencakup laporan keuangan Perusahaan dan entitas-entitas yang dikendalikan seperti disebutkan pada Catatan 1.d. Perusahaan mengendalikan entitas anak ketika Perusahaan terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan entitas anak dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan (kekuasaan atas investee ). Konsolidasi atas entitas anak dimulai sejak tanggal diperoleh pengendalian dan berakhir ketika investor kehilangan pengendalian atas entitas anak. Entitas induk menyusun laporan keuangan konsolidasian dengan menggunakan kebijakan akuntansi yang sama untuk transaksi dan peristiwa lain dalam keadaan yang serupa. Saldo aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban, dan arus kas dalam intra kelompok usaha terkait dengan transaksi antar entitas dalam kelompok usaha dieliminasi secara penuh.
Perusahaan mengatribusikan laba rugi dan setiap komponen dari penghasilan komprehensif lain kepada pemilik entitas induk dan kepentingan nonpengendali meskipun hal tersebut mengakibatkan kepentingan nonpengendali memiliki saldo defisit. Perusahaan menyajikan kepentingan nonpengendali di ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari ekuitas pemilik entitas induk.
Beban yang berhubungan dengan pengelolaan risiko dan penyaluran pinjaman yaitu Beban Penyisihan Penurunan Nilai Piutang.
Beban yang berkaitan dengan pemenuhan kewajiban perpajakan atas penghasilan yang diperoleh Perusahaan yaitu Beban Pajak Penghasilan. Laporan keuangan konsolidasian disajikan dalam mata uang rupiah, yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan dan entitas anak.
Penerapan dari standar, interpretasi baru/revisi standar berikut yang berlaku efektif mulai 1 Januari 2017, tidak menimbulkan perubahan substantial terhadap kebijakan akuntansi Perusahaan dan efek atas jumlah yang dilaporlan atas tahun berjalan atau tahun sebelumnya.
Standar baru, amandemen dan interpretasi yang telah diterbitkan, namun belum berlaku efektif untuk tahun buku yang dimulai pada 1 Januari 2018 adalah sebagai berikut:
Standar dan interpretasi standar akuntansi baru tertentu telah dikeluarkan tetapi tidak wajib diterapkan pada tahun yang beralkhir pada tahun yang berakhir 31 Desember 2017 dan belum diterapkan secara dini oleh Perusahaan. Perusahaan belum mengkaji dampak dari standar dan interpretasi tersebut sebagaimana dijabarkan dibawah ini:
Beban yang berhubungan dengan aktivitas pengelolaan sumber daya manusia yaitu Beban Pegawai (termasuk di dalamnya beban diklat pegawai dan imbalan Direksi dan Komisaris).
Jika Perusahaan kehilangan pengendalian, maka :
- menghentikan pengakuan aset dan liabilitas entitas anak terdahulu dari Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian;
-e. Transaksi dengan pihak berelasi
f. Instrumen keuangan Aset keuangan
Aset keuangan diklasifikasikan dalam 4 (empat) kategori, yaitu: 1. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi
2. Pinjaman yang diberikan dan piutang
3. Aset keuangan dimiliki hingga jatuh tempo
- investasi yang pada saat pengakuan awal ditetapkan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi; - investasi yang ditetapkan oleh entitas dalam kelompok tersedia untuk dijual; dan
- investasi yang memiliki definisi pinjaman yang diberikan dan piutang.
Keuntungan dan kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar derivatif yang dikelola dalam hubungannya dengan aset keuangan yang ditetapkan, diakui dalam "keuntungan/kerugian dalam laporan Laba rugi".
Pada tanggal 30 September 2018 dan 31 Desember 2017. Perusahaan tidak mempunyai aset keuangan yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan nonderivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif. Pada saat pengakuan awal, pinjaman yang diberikan dan piutang diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
Pada tanggal 30 September 2018 dan 31 Desember 2017. Perusahaan memiliki pinjaman yang diberikan, pendapatan yang masih harus diterima, piutang lainnya, yang diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang.
Investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo adalah aset keuangan nonderivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan, serta manajemen mempunyai intensi positif dan kemampuan untuk memiliki aset keuangan tersebut hingga jatuh tempo, kecuali :
pemilik).
mengakui sisa investasi pada entitas anak terdahulu pada nilai wajarnya pada tanggal hilangnya pengendalian dan selanjutnya mencatat sisa investasi tersebut dan setiap jumlah terutang oleh atau kepada entitas anak terdahulu sesuai dengan SAK lain yang relevan. Nilai wajar tersebut dianggap sebagai nilai wajar pada saat pengakuan awal aset keuangan sesuai dengan PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran atau (jika sesuai) biaya perolehan pada saat pengakuan awal investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama;
mengakui keuntungan atau kerugian terkait hilangnya pengendalian yang dapat diatribusikan pada kepentingan pengendali terdahulu.
Penyesuaian dapat dilakukan terhadap laporan keuangan entitas anak agar kebijakan akuntansi yang disyaratkan sesuai dengan kebijakan akuntansi Perusahaan. Dalam Laporan Keuangan Konsolidasian, transaksi dan saldo signifikan antara Perusahaan dan Entitas Anak telah dieliminasi. Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian dilakukan berdasarkan konsep satuan usaha.
Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 7 “Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi”. Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak, dimana persyaratan tersebut mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak tidak berelasi. Seluruh transaksi dan saldo yang material dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian.
Nilai wajar aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi adalah aset keuangan yang ditujukan untuk diperdagangkan. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset untuk diperdagangkan jika diperoleh terutama untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat dan terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek yang terkini. Derivatif diklasifikasikan sebagai aset diperdagangkan kecuali ditetapkan dan efektif sebagai instrumen lindung nilai.
4. Aset keuangan tersedia untuk dijual
Liabilitas keuangan
Liabilitas keuangan dibagi dalam 2 (dua) kategori, yaitu:
1. Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi.
2. Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan.
Penyisihan kerugian penurunan nilai aset keuangan
Liabilitas keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, dikategorikan, dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Pada tanggal 30 September 2018 dan 31 Desember 2017, liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi terdiri dari pinjaman bank, pinjaman obligasi dan pinjaman pemerintah yang dimiliki oleh Perusahaan.
Perusahaan menentukan secara individual jika terdapat bukti objektif mengenai penurunan nilai atas aset keuangan berupa pelanggaran kontrak pinjaman yaitu tunggakan pokok dan bunga di atas tiga kali tunggakan atau direfleksikan dengan tingkat kolektibilitas kredit macet. Jika terdapat bukti objektif penurunan nilai secara individual, maka perhitungan penurunan nilai menggunakan metode discounted cash flow dan/atau nilai wajar jaminan. Untuk pinjaman yang diberikan, dalam hal jumlah dan saat penerimaan arus kas masa datang sulit ditentukan, penurunan nilai dihitung berdasarkan jumlah yang dapat diperoleh kembali sebesar nilai wajar agunan.
Untuk aset keuangan yang tidak terdapat bukti objektif mengenai penurunan nilai, maka Perusahaan membentuk penyisihan kerugian penurunan nilai secara kolektif. Perhitungan secara kolektif dilakukan berdasarkan rata-rata biaya penyisihan aset keuangan selama lima tahun terakhir.
Pada tanggal 30 September 2018 dan 31 Desember 2017. Perusahaan tidak mempunyai aset keuangan yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan dimiliki hingga jatuh tempo.
Investasi dalam kelompok tersedia untuk dijual adalah aset keuangan nonderivatif yang ditetapkan untuk dimiliki untuk periode tertentu dimana akan dijual dalam rangka pemenuhan likuiditas atau perubahan suku bunga, valuta asing, atau yang tidak diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan atau piutang, investasi yang diklasifikasikan dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo atau aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain.
Pada saat pengakuan awalnya, aset keuangan tersedia untuk dijual diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada nilai wajarnya dimana laba atau rugi diakui pada laporan perubahan ekuitas kecuali untuk kerugian penurunan nilai dan laba rugi dari selisih kurs hingga aset keuangan dihentikan pengakuannya. Jika aset keuangan tersedia untuk dijual mengalami penurunan nilai, akumulasi laba dan rugi yang sebelumnya diakui di komprehensif lain ekuitas diakui pada laporan laba rugi. Pendapatan bunga yang dihitung menggunakan metode suku bunga efektif dan keuntungan atau kerugian akibat perubahan nilai tukar dari aset moneter yang diklasifikasikan sebagai kelompok tersedia untuk dijual diakui pada laporan laba rugi.
Pada tanggal 30 September 2018 dan 31 Desember 2017, Perusahaan tidak mempunyai aset keuangan yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan tersedia untuk dijual.
Nilai wajar liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi adalah liabilitas keuangan yang ditujukan untuk diperdagangkan. Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai diperdagangkan jika diperoleh terutama untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat dan terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek yang terkini. Derivatif diklasifikasikan sebagai liabilitas diperdagangkan kecuali ditetapkan dan efektif sebagai instrumen lindung nilai. Keuntungan dan kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar derivatif yang dikelola dalam hubungannya dengan liabilitas keuangan yang ditetapkan diakui dalam "keuntungan/kerugian” dalam laporan laba rugi.
Pada tanggal 30 September 2018 dan 31 Desember 2017, Perusahaan tidak mempunyai aset keuangan yang diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
i. harga kuotasian (tanpa penyesuaian) dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik (level 1); ii.
iii.
Teknik penilaian tertentu digunakan untuk menentukan nilai instrumen keuangan mencakup: 1. Penggunaan harga yang diperoleh dari bursa atau pedagang efek untuk instrumen sejenis; dan
2. Teknik lain, seperti analisis arus kas yang didiskonto digunakan untuk menentukan nilai instrumen keuangan lainnya. g. Kas dan setara kas
h. Pinjaman yang diberikan
Pinjaman usaha gadai Gadai KCA
1. Perubahan Penggolongan Uang Pinjaman, Pembulatan Uang Pinjaman, dan Tarif Biaya Administrasi:
D Diatas 20.100.000 100,000 100,000 C2 10.000.000 - 15.000.000 100,000 60,000 C3 15.100.000 - 20.000.000 100,000 80,000 B3 2.550.000 - 5.000.000 50,000 25,000 C1 5.100.000 - 10.000.000 100,000 40,000 B1 550.000 - 1.000.000 50,000 8,000 B2 1.050.000 - 2.500.000 50,000 15,000 Golongan Pinjaman Pagu Kredit (Rp) Pembulatan Pinjaman (Rp) Tarif Biaya Administrasi (Rp)
A 50.000 - 500.000 10,000 2,000
Nilai wajar untuk instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif ditentukan berdasarkan kuotasi nilai pasar pada tanggal pelaporan. Kuotasi nilai pasar yang digunakan Perusahaan untuk aset keuangan adalah harga penawaran (bid price ), sedangkan untuk liabilitas keuangan menggunakan harga jual (ask price ). Instrumen keuangan ini termasuk dalam level 1.
Nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian tertentu. Teknik tersebut menggunakan data pasar yang dapat diobservasi sepanjang tersedia, dan seminimal mungkin tidak mengacu pada estimasi. Apabila seluruh input signifikan atas nilai wajar dapat diobservasi, instrumen keuangan ini termasuk dalam level 2.
Jika satu atau lebih input yang signifikan tidak berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi, maka instrumen tersebut masuk ke dalam level 3. Ini berlaku untuk surat-surat berharga ekuitas yang tidak diperdagangkan di bursa.
Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank, dan deposito berjangka yang jatuh tempo dalam dua belas bulan atau kurang dari tanggal penempatannya dan tidak digunakan sebagai jaminan atau dibatasi penggunaannya.
Pinjaman yang diberikan diklasifikasikan sebagai aset keuangan (lihat catatan 2.f). Mengacu pada nilai barang jaminan yang diagunkan oleh nasabah, maka untuk mempermudah administrasi dilakukan penggolongan Uang Pinjaman (UP) yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Direksi.
Berdasarkan Surat Edaran Direksi No. 07/UG.2.00212/2012 tanggal 2 Februari 2012 tentang Petunjuk Pelaksanaan SK Direksi No. 35/UG.2.00212/2012 tentang Perubahan Penggolongan Uang Pinjaman, Pembulatan Uang Pinjaman, Tarif Biaya Administrasi dan Penetapan Tarif Sewa Modal Pegadaian KCA, besarnya persentase uang pinjaman terhadap taksiran nilai barang jaminan yang berlaku tanggal 1 Maret 2012, ditetapkan sebagai berikut:
input selain harga kuotasian yang termasuk dalam level 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung (misalnya harga) atau secara tidak langsung (misalnya derivasi dari harga) (level 2); dan
2. Perubahan Persentase Uang Pinjaman terhadap Taksiran dan Tarif Sewa Modal
1. Golongan A tetap (tidak naik) yaitu 0,75% per 15 hari;
2. Golongan B dan C turun sebesar 0,05% menjadi 1,15% per 15 hari; 3. Golongan D kantong tetap yaitu sebesar 1,00% per 15 hari; 4. Golongan D gudang tetap yaitu sebesar 1,15% per 15 hari. Perubahan tarif sewa modal tahun 2015 sebagai berikut:
Keterangan: KN Kendaraan Bermotor EL Barang Elektronik Kode Rubrik KT Barang Kantong D 1,00 1,15 1,15 1,15 1,00 1,15 C 1,15 1,15 1,15 1,15 1,15 1,15 BG Barang Gudang B 1,15 1,15 1,15 1,15 1,15 0,75 A 0,75 0,75 0,75 0,75 0,75 0,75 Golongan Tarif Sewa Modal Lama per 15 hari (%)
KT KN EL BG KT KN
B 1,20 2,40 9,60 28,80
A 0,75 1,50 6,00 18,00 0,75
2,30
Berdasarkan Peraturan Direksi No. 15 Tahun 2016 tanggal 25 Mei 2016 tentang Tarif Sewa Modal Pegadaian KCA diberlakukan Tarif Sewa Modal Pegadaian KCA sebagai berikut :
D (Gudang) 1,15 2,30 9,20 27,60 1,15
1,00 2,00 2,30 D (Kantong) 1,04 2,08 8,32 24,96
C 1,20 2,40 9,60 28,80
Berdasarkan Peraturan Direksi No. 16 Tahun 2015 tanggal 11 Maret 2015 tentang Tarif Sewa Modal Pegadaian KCA diberlakukan Tarif Sewa Modal Pegadaian KCA sebagai berikut:
Golongan Tarif lama (%)
per 15 hari per 30 hari per 120 hari Setahun C3 15.100.000 - 20.000.000 1,20% 9,60% D Diatas 20.100.000 1,00% 8,00% 92,00% 93,00% per 30 hari per 15 hari Tarif baru (%) per 120 hari C1 5.100.000 - 10.000.000 1,20% 9,60% C2 10.000.000 - 15.000.000 1,20% 9,60% B2 1.050.000 - 2.500.000 1,20% 9,60% B3 2.550.000 - 5.000.000 1,20% 9,60% 92,00% 92,00% 92,00% 92,00% A 50.000 - 500.000 0,75% 6,00% B1 550.000 - 1.000.000 1,20% 9,60% Golongan Pinjaman Pagu Kredit (Rp) Tarif Sewa Modal
per 15 hari Maksimal
Persentase terhadap Taksiran 95,00% 92,00% 6,00 9,20 9,20 8,00 9,20 Setahun 18,00 27,60 27,60 24,00 27,60 Tipe Jaminan
Perhiasan Emas, Berlian, Logam Mulia, Lantakan Emas, Uang Emas Sepeda Motor, Mobil, Mesin Bermotor, Truk
Handphone, Kamera, Komputer/Laptop, Arloji, Elektronik RT, Elektrik
Alat Rumah Tangga, Alat Tani/Tukang/Nelayan, Mesin Jahit, Kain/Tekstil, Barang Gudang Lainnya, Sepeda
Tarif Sewa Modal Baru per 15 hari (%) EL 0,75 1,15 1,15 1,15 BG 0,75 0,75 0,75 1,15 1,15 2,30 1,50 1,15
1. Penerimaan Barang Jaminan Kendaraan Bermotor memperhatikan hal-hal berikut: a.
b. Satu orang nasabah dapat menjaminkan kendaraan bermotornya:
- Kendaraan bermotor pribadi (plat hitam) maksimal 3 (tiga) unit yang merupakan akumulasi jumlah mobil, sepeda motor dan/atau; - Kendaraan bermotor umum (plat kuning) maksimal 1 (satu) unit.
c.
2 Jenis Kendaraan bermotor yang dapat diterima sebagai barang jaminan adalah: a. Sepeda Motor;
b. Mobil Penumpang (plat hitam dan kuning) maksimum roda 6 (enam) buah; c. Mobil Barang (plat hitam dan kuning) maksimum roda 6 (enam) buah.
3 Merk dan umur (berdasarkan tahun pembuatan/perakitan) sepeda motor yang dapat diterima sebagai barang jaminan adalah:
4
5 Terhadap kondisi fisik kendaraan minimum 70% harus memenuhi ciri-ciri sebagai berikut: a. bunyi mesin masih halus;
b. lampu-lampu masih lengkap dan berfungsi; c. body terawat dan tidak keropos, cat masih baik.
6 Penilaian yang harus dilakukan terhadap barang jaminan kendaraan bermotor:
a. Memeriksa kondisi umum blok mesin, menghidupkan, dan mendengarkan suara mesin; b. Memeriksa kelengkapan kendaraan bermotor;
c. Memeriksa tahun pembuatan; d. Memeriksa kondisi bodi kendaraan;
e. Melakukan pemeriksaan cek fisik nomor rangka dan nomor mesin kendaraan; f. Membandingkan hasil pemeriksaan cek fiik dengan data di BPKB. g.
Toyota, Honda, Suzuki, Daihatsu, Isuzu, Mitsubishi, Mazda, Nissan, Datsun, Hino BMW, Mercedez, Audi, Peugeot,
Volkswagen
Proton, Tata
Chevrolet, Ford, Jeep Merk Mobil
Jepang Perseorangan (plat hitam)
Korea Perseorangan (plat hitam) 10 tahun Umum (plat kuning) 5 tahun Barang (plat kuning/hitam) 5 tahun Eropa Perseorangan (plat hitam) 10 tahun Umum (plat kuning) 5 tahun Barang (plat kuning/hitam) 5 tahun 15 tahun Umum (plat kuning) 10 tahun Barang (plat kuning/hitam) 10 tahun
Khusus kendaraan bermotor plat kuning, kendaraan barang dan kendaraan daerah perkebunan atau yang digunakan di jalanan yang terjal agar dilakukan pemeriksaan kondisi gardan, as roda dan komponen lainnya agar dapat diyakini masih baik dan normal.
USA Perseorangan (plat hitam) 10 tahun Umum (plat kuning) 5 tahun Barang (plat kuning/hitam) 5 tahun
Kendaraan bermotor pribadi yang dapat diterima sebagai BJ adalah benar-benar milik nasabah sendiri dengan persyaratan tertentu;
Penetapan HPS untuk tiap jenis kendaraan bermotor mempertimbangkan kondisi fisik (70%, 80%, atau 90%) dan minat masyarakat setempat yang mempengaruhi tingkat kecepatan penjualan kendaraan bermotor.
USA Harley Davidson 10 tahun
Merk dan umur (berdasarkan tahun pembuatan/perakitan) mobil penumpang, mobil umum, dan/atau mobil barang yang dapat diterima sebagai barang jaminan adalah:
Negara Asal Fungsi Umur Maksimal Eropa Vespa, Piaggio 10 tahun
India-Malaysia Bajaj, TVS 10 tahun Negara Asal Merk Sepeda Motor Umur Maksimal
Jepang Honda, Suzuki, Yamaha, Kawasaki 15 tahun
Sesuai dengan Peraturan Direksi No. 26/DIR I/2017 tanggal 17 Maret 2017 tentang Pedoman Penerimaan Barang Jaminan Kendaraan Bermotor Produk Pegadaian KCA, berikut ketentuan baru mengenai penerimaan barang jaminan kendaraan bermotor:
7 a.
b. Pengurusan perpanjangan STNK/PKB dapat diserahkan kepada Biro Jasa terpercaya; c.
- Kendaraan tersebut sedang dijaminkan di Kantor PT Pegadaian (Persero); - Masa berlakunya STNK telah habis; dan
- Permohonan bantuan perpanjangan STNK.
1.
2. Terdapat pengecualian atas aturan diatas sepanjang memenuhi syarat sebagai berikut: a) Khusus untuk rubrik gudang dengan jenis/tipe jaminan Barang Gudang Lainnya:
- kestabilan harga pasar jenis/tipe jaminan berdasarkan Daftar HPS;
- tidak terdapat perubahan kondisi atas barang jaminan dibandingkan dengan kondisi saat pertama kali digadaikan.