BAB IV KEBIJAKAN PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN
4.2 Belanja Daerah
4.2.2 Kebijakan Belanja Pegawai, Bunga, Subsidi, Hibah, Bantuan
Tidak Terduga
Dengan mempertimbangkan kemampuan daerah yang terbatas, kebijakan belanja pegawai, Bunga, Subsidi, Hibah, Bantuan Sosial, Belanja Bagi Hasil, Bantuan Keuangan dan Belanja Tidak Terduga yang akan dilaksanakan pada tahun 2016 adalah sebagai berikut:
1. Belanja Pegawai.
a. Besaran anggaran gaji pokok dan tunjangan PNSD disesuaikan dengan hasil rekonsiliasi jumlah pegawai dan belanja pegawai dalam rangka perhitungan DAU Tahun Anggaran 2016
b. Untuk mengantisipasi adanya kenaikan gaji berkala, tunjangan keluarga, mutasi dan penambahan PNSD telah diperhitungkan acress sebesar 2 % dari jumlah belanja pegawai;
c. Penganggaran penghasilan dan penerimaan lain pimpinan dan anggota DPRD serta belanja penunjang kegiatan didasarkan pada peraturan pemerintah No. 24 tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD, sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah No. 21 Tahun 2007. Penganggaran tersebut juga didasarkan pada Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 21 Tahun 2007 tentang
Pengelompokan Kemampuan Keuangan Daerah
Penganggaran dan Pertanggungjawaban Penggunaan Belanja Penunjang Operasional Pimpinan DPRD serta Tata Cara Pengembalian Tunjangan Komunikasi Intensif dan Dana Operasional. Dalam KUA TA 2016, kemampuan keuangan daerah Kota Magelang diprediksikan masuk dalam kategori sedang.
d. Penganggaran belanja walikota dan wakil walikota didasarkan pada Peraturan Pemerintah No. 109 Tahun 2000 tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Untuk besaran belanja penunjang operasional walikota dan wakil walikota ditetapkan
46 BAB IV KEBIJAKAN PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN DAERAH | KUA TA 2016
berdasarkan klasifikasi Pendapatan Asli Daerah. Target pendapatan asli daerah pada Tahun Anggaran 2016 adalah sebesar Rp. 158.500.000.000. sehingga masuk dalam klasifikasi diatas Rp. 150 milyar. Dengan demikian besaran belanja penunjang operasionalnya dianggarkan paling rendah Rp. 600 juta dan paling tinggi sebesar 0,15 %;
e. Sesuai dengan amanat Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 109 Tahun 2013 tentang Penahapan Kepesertaan Jaminan Sosial, maka dalam belanja pegawai juga dianggarkan Tunjangan Ketenagakerjaan yang digunakan untuk mendaftarkan seluruh PNSD Kota Magelang dalam program jaminan kecelakaan kerja, dan program jaminan kematian.
f. Penganggaran tambahan penghasilan pegawai dialokasikan untuk PNSD/CPNSD dengan pertimbangan sebagai berikut:
1) Tambahan penghasilan berdasarkan kondisi kerja dianggarkan untuk pegawai Pemerintah Kota Magelang yang bekerja pada SKPD yang menangani pelayanan publik dalam bidang perizinan dan non perizinan (Unit Pelayanan Perizinan Terpadu).
2) Tambahan penghasilan berdasarkan pertimbangan obyektif lainnya dianggarkan untuk meningkatkan kinerja pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Magelang.
3) Tambahan penghasilan berdasarkan pengamanan persandian dianggarkan untuk pegawai yang bertugas mengamankan sandi di Kota Magelang.
4) Tambahan penghasilan berdasarkan Non Sertifikasi Pendidik dianggarkan untuk tambahan penghasilan bagi guru yang belum bersertifikat pendidik.
5) Tambahan penghasilan berdasarkan Sertifikasi Pendidik dianggarkan untuk tunjangan profesi bagi guru yang sudah bersertifikat pendidik.
47 BAB IV KEBIJAKAN PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN DAERAH | KUA TA 2016
g. Penganggaran insentif pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah sebesar 5% dari target pendapatan dari pajak daerah dan retribusi;
2. Belanja Hibah
Belanja hibah dianggarkan untuk pemberian hibah dalam bentuk uang, kepada pemerintah atau pemerintah daerah lainnya, perusahaan daerah, masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan yang secara spesifik telah ditetapkan peruntukannya. Pada APBD Tahun Anggaran 2014, hibah diberikan antara lain kepada masyarakat kelompok orang yang memiliki kegiatan tertentu dalam bidang perekonomian, pendidikan, kesehatan, keagamaan, kesenian, adat istiadat, dan keolahragaan non-profesional serta kepada organisasi kemasyarakatan.
Pencantuman alokasi belanja hibah dalam KUA Tahun Anggaran 2016 telah didasarkan pada hasil verifikasi dan evaluasi proposal oleh SKPD teknis dan telah dituangkan dalam rekomendasi SKPD serta Pertimbangan Tim Anggaran Pemerintah Kota Magelang (TAPD) sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2011 yang telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2012 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2011 tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah;
3. Belanja Bantuan Sosial
Belanja Bantuan Sosial, dianggarkan dalam rangka pemberian bantuan berupa uang kepada individu, keluarga, kelompok dan/atau masyarakat yang sifatnya tidak secara terus menerus dan selektif yang bertujuan untuk melindungi dari kemungkinan terjadinya resiko sosial. Pada Tahun Anggaran 2016, anggaran belanja bantuan sosial berupa uang terdiri dari yang direncanakan dan yang tidak dapat direncanakan. Bantuan sosial yang tidak dapat direncanakan sebelumnya dialokasikan untuk kebutuhan akibat resiko sosial yang tidak dapat diperkirakan pada saat penyusunan
48 BAB IV KEBIJAKAN PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN DAERAH | KUA TA 2016
menimbulkan resiko sosial yang lebih besar bagi individu dan/atau keluarga yang bersangkutan.
Dalam rangka mendukung program rumah layak huni, Pemerintah Kota Magelang juga menganggarkan bantuan sosial berupa uang untuk menstimulan warga Kota Magelang yang kondisi rumahnya tidak layak huni.
Pencantuman alokasi belanja bantuan sosial dalam KUA Tahun Anggaran 2016 telah didasarkan pada hasil verifikasi dan evaluasi proposal oleh SKPD teknis dan telah dituangkan dalam rekomendasi SKPD serta Pertimbangan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Magelang kecuali untuk bantuan sosial yang tidak dapat direncanakan sebelumnya sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2011 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2012 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2011 tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah;
4. Belanja Bantuan Keuangan
Belanja Bantuan Keuangan digunakan untuk menganggarkan bantuan keuangan yang bersifat umum atau khusus dari pemerintah daerah kepada pemerintah kelurahan/pemerintah desa serta bantuan keuangan kepada partai politik. Mengingat mulai tahun 2008 kelurahan sudah menjadi SKPD, maka bantuan keuangan ke kelurahan tidak dialokasikan dalam APBD 2016. Namun sudah dianggarkan dalam belanja langsung SKPD masing-masing kelurahan.
Sedangkan belanja bantuan keuangan, juga untuk mengalokasikan pemberian bantuan keuangan kepada partai politik yang mendapatkan kursi di DPRD Kota Magelang Periode 2014 - 2019. Pemberian bantuan keuangan kepada Partai Politik berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2009 tentang Bantuan Keuangan kepada Partai Politik sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 83 Tahun 2012 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2009 tentang Bantuan
49 BAB IV KEBIJAKAN PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN DAERAH | KUA TA 2016
Keuangan kepada Partai Politik dan Peraturan Daerah Kota Magelang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik.
5. Belanja Tidak Terduga
Belanja Tidak Terduga ditetapkan secara rasional dengan mempertimbangkan realisasi tahun anggaran sebelumnya dan perkiraan kegiatan-kegiatan yang sifatnya tidak dapat diprediksi, diluar kendali dan pengaruh pemerintah daerah, serta sifatnya tidak biasa/tanggap darurat, yang tidak diharapkan berulang dan belum tertampung dalam bentuk program/kegiatan. Dalam rekening belanja ini juga dianggarkan untuk alokasi yang belum bisa dianggarkan dalam program/kegiatan seperti penganggaran untuk dana pendamping program/kegiatan yang bersumber dari Bantuan Keuangan dari Provinsi Jawa Tengah.
4.2.3 Kebijakan Pembangunan Daerah, Kendala yang dihadapi,