Iptek dan manajemen transportasi merupakan aspek penting dalam upaya men- capai kinerja sistem transportasi nasional yang lebih baik. Hal ini di antaranya dapat ditunjukkan dengan tingkat kehandalan, tingkat efisiensi yang dicapai, serta tingkat harga pelayanan jasa yang relatif murah. Dalam fungsinya sebagai faktor stimulan kegiatan ekonomi, pengembangan teknologi dan penataan manajemen transpor- tasi akan secara langsung mempengaruhi kemampuan serta daya saing global bagi armada transportasi nasional baik jalan, kereta api, sungai, danau dan penyeberan- gan, maupun laut dan udara.
Seperti diuraikan sebelumnya, permasalahan regulasi, pemanfaatan dan pengembangan teknologi, serta manajemen transportasi merupakan potret kese- harian pembangunan transportasi nasional. Berangkat dari permasalahan transpor- tasi tersebut, diperlukan kerangka kebijakan yang mengarah kepada:
1. Fokus program penelitian dan pengembangan teknologi dan manajemen bagi kepentingan penerapan regulasi di bidang transportasi
2. Fokus riset-riset sosioekonomi dan kultural untuk menjawab berbagai masalah yang bermula dari para pelaku transportasi
3. Menyediakan berbagai bentuk insentif yang tepat untuk mengembangkan inovasi dan rekayasa transportasi
4. Mendorong peningkatan kemampuan industri transportasi nasional agar penggunaan komponen lokal, penerapan azas cabotage, maupun pembentukan kemandirian bangsa dapat diwujudkan
5. Meningkatkan dukungan politik dan dukungan publik untuk mewujudkan tercapainya pemenuhan kebutuhan akan jasa transportasi nasional
Prioritas utama pengembangan teknologi dan manajemen transportasi adalah: 1. Mengembangkan program-program Iptek transportasi terintegrasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat; dan mengutamakan keselamatan dan keamanan; serta sebesar-besarnya mengutamakan komponen local
2. Meningkatkan penelitian dan pengembangan teknologi dan manajemen un- tuk melayani kebutuhan angkutan umum perkotaan, angkutan antar pulau, sungai dan danau, serta pemanfaatan teknologi informasi
3. Meningkatkan penelitian dan pengembangan teknologi yang berkaitan den- gan mitigasi dampak lingkungan dan social
4. Meningkatkan penelitian dan pengembangan sektor transportasi yang mam- pu memberi nilai tambah bagi sektor lain utamanya sektor ekonomi
5. Memperluas penelitian dan pengembangan yang dapat menghasilkan kon- servasi energi di bidang transportasi
Mengacu pada prioritas utama pengembangan teknologi dan manajemen trans- portasi tersebut di atas, program-program yang dimungkinkan untuk diprioritaskan dalam kurun waktu tiga tahun ke depan (2007 – 2009), di antaranya adalah:
Penelitian dan pengembangan manajemen dan sistem transportasi perkotaan - Permasalahan umum yang sering dijumpai di perkotaan adalah: ketidakdisiplinan pelaku transportasi dan angkutan umum yang didominasi oleh tipe dan jenis ang- kutan yang tidak efisien, sehingga menyebabkan kemacetan lalu-lintas dan perso- alan transportasi yang lain. Oleh karena itu, penerapan sistem transportasi masal sudah menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari. Kondisi yang ada saat ini, tidak satupun kota-kota besar di Indonesia, memiliki sistem transportasi masal yang me- madai. Dalam rangka mengatasi masalahmasalah di atas, pilihan program penelitian dan pengembangan teknologi dan manajemen transportasi yang harus dilakukan adalah:
a. Penelitian dan pengembangan moda dan teknologi angkutan umum perko- taan baik yang bersifat konvensional maupun teknologi baru sesuai dengan karak- teristik dan klasifikasi kota di Indonesia.
b. Penelitian dan pengembangan manajemen dan sistem jaringan transportasi perkotaan yang menuju pada penerapan Intelligent Transportation System (ITS)
c. Penelitian perilaku (consumer behaviour) bagi pengguna maupun operator angkutan umum perkotaan
d. Kajian regulasi dan penegakan law enforcement transportasi di perkotaan
Penelitian dan pengembangan sistem transportasi antar pulau, sungai dan da- nau - Kondisi geografis Indonesia serta kenyataan adanya kesenjangan pembangu- nan antar wilayah maupun antar daerah, khususnya di Kawasan Timur Indonesia, menuntut peran transportasi sebagai motor penggerak pembangunan dan sistem logistik nasional. Untuk tujuan tersebut dan sejalan dengan upaya penerapan azas cabotage, pilihan program penelitian dan pengembangan teknologi dan manaje- men transportasi yang harus dilakukan adalah:
a. Penelitian dan pengembangan moda dan teknologi angkutan laut, sungai dan danau yang dapat dibangun oleh industri galangan kapal nasional termasuk galan-
gan kapal rakyat
b. Penelitian dan pengembangan moda dan teknologi angkutan udara, utaman- ya pesawat udara dengan kapasitas kecil
c. Penelitian dan pengembangan alat bantu navigasi dan telekomunikasi untuk pelayaran perintis
d. Penelitian dan pengembangan peralatan penunjang manajemen sistem trans- portasi kapal laut, kapal sungai dan danau, pesawat udara yang menuju kepada kerangka penataan sistem tata ruang udara nasional dan penataan Alur Kepulauan Indonesia (ALKI).
Penelitian dan pengembangan elemen penunjang pengembangan teknologi dan manajemen transportasi - Mengingat bahwa pengembangan teknologi dan manajemen transportasi tidak dapat berdiri sendiri, maka penelitian dan pengem- bangan elemen penunjang teknologi dan manajemen transportasi harus secara paralel dilakukan. Pilihan program penelitian dan pengembangan yang harus di- lakukan adalah:
a. Penelitian dan pengembangan bahan bakar alternatif untuk angkutan perko- taan
b. Penelitian dan pengembangan material dan komponen bagi angkutan perko- taan, kapal antar pulau dan pesawat udara yang mencakup sarana dan prasarana
c. Penelitian dan pengembangan manajemen bagi industri galangan kapal rakyat nasional
Program Pembangunan Sarana dan Prasarana Transportasi Tujuan pembangunan sarana dan prasarana transportasi adalah:
1. Meningkatkan pelayanan jasa transportasi secara efisien, handal, berkualitas, aman dan harga terjangkau
2. Mewujudkan sistem transportasi nasional secara intermoda dan terpadu den- gan pembangunan wilayahnya
3. Menjadi bagian dari suatu sistem distribusi yang mampu memberikan pe- layanan dan manfaat bagi masyarakat luas, termasuk meningkatkan jaringan desa
kota yang memadai.
Sasaran program pembangunan sarana dan prasarana transportasi adalah: 1. Mempertahankan dan meningkatkan jasa pelayanan sarana dan prasarana transportasi
2. Melanjutkan restrukturisasi dan reformasi transportasi
3. Meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap jasa pelayanan sarana dan prasarana transportasi.
Arah Kebijakan pembangunan sarana dan prasarana transportasi adalah: 1. Merehabilitasi dan memelihara sarana dan prasarana transportasi yang ada agar tetap berfungsi sebagaimana mestinya
]
2. Memenuhi ketentuan keselamatan operasi pelayanan transportasi yang ber- laku baik nasional maupun internasional
3. Menciptakan iklim usaha di bidang jasa pelayanan transportasi yang adil dan terbuka sehingga badan usaha milik negara (BUMN), swasta maupun pemerintah daerah, baik pemerintah propinsi maupun pemerintah kabupaten/kota, terdorong untuk ikut berperanserta dalam penyediaan pelayanan jasa transportasi
4. Menyediakan pelayanan jasa transportasi minimal khususnya untuk daerah- daerah terpencil
Hasil-hasil yang telah dicapai dalam pembangunan prasarana dan sarana trans- portasi selama tahun 2000–2004, terutama untuk mencapai sasaran program-pro- gram pembangunan sarana dan prasarana. Untuk mempertahankan tingkat pe- layanan jasa transportasi, telah dilaksanakan kegiatan pembangunan, rehabilitasi dan peningkatan prasarana transportasi baik untuk moda transportasi jalan, kereta api, angkutan sungai danau dan penyeberangan, laut dan udara.
Untuk meningkatkan aksesibilitas pelayanan transportasi bagi masyarakat luas dan dalam mendukung kesatuan wilayah NKRI, telah dilaksanakan pembangunan jaringan pelayanan yang menghubungkan pusat-pusat produksi dengan daerah pemasarannya guna menjamin kelancaran distribusi sampai ke pelosok-pelosok wilayah yang terpencil dan di perbatasan, di antaranya melalui penyediaan subsidi pengoperasian angkutan perintis ke daerah–daerah yang relatif belum maju dan ter- pencil, penyediaan angkutan kelas ekonomi bagi masyarakat menengah ke bawah, serta pelaksanaan pembangunan prasarana dan sarana transportasi perintis.
Untuk melanjutkan reformasi sektor transportasi, telah dilaksanakan berbagai kajian kebijakan penetapan berbagai kebijakan di bidang hukum dan kelembagaan, SDM, tarif dan subsidi serta melanjutkan pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah yang mendorong efisiensi, akuntabilitas dan iklim kompetisi yang lebih kon- dusif. Hasil yang telah dicapai di antaranya adalah finalisasi proses revisi Undang-un- dang di bidang transportasi (UU no.13/1980 tentang Jalan, UU no 13/1992 tentang perkeretaapian, UU no. 14/1992 tentang Lalulintas Angkutan Jalan, UU No. 15/1992 tentang Penerbangan dan UU no. 21/1992 tentang Pelayaran). Revisi perundang- undangan tersebut, di antaranya juga akan mereposisi kejelasan peran dan fungsi pemerintah lebih sebagai regulator dari operator, lebih membuka peran serta swasta dan pemerintah daerah, kebijakan tarif dan subsidi yang lebih mendorong investasi swasta dan BUMN/BUMD dan iklim kompetisi yang sehat, namun tetap memperha- tikan fungsi pelayanan umum.
Selain itu, menerapkan kebijakan untuk peningkatan akuntabilitas dan efisiensi pelayanan jasa transportasi melalui peningkatan manajemen, SDM serta kelem- bagaan dan peraturan yang didukung perencanaan, pelaksanaan serta supervisi di bidang pembangunan transportasi, serta merumuskan tatanan transportasi nasion- al, wilayah dan lokal, yang akan dapat dijadikan acuan bersama para penyelenggara pembangunan transportasi, baik di pusat maupun daerah.