BAB 1 PENDAHULUAN
2.1 Deskrpisi Teori
2.1.2 Kebijakan Publik
Studi mengenai pembuatan kebijakan publik merupkan studi yang penting dalam administrasi negara. Beragam pengertian mengenai kebijakan publik ini tidak bisa di hindarkan, karena kata “kebijakan” merupakan penjelasan ringkas yang berupaya untuk menerangkan berbagai kegiatan mulai dari pembuatan keputusan-keputusan, penerapan dan evaluasinya.
Dalam konsep pemerintahan kita sering mendengar kebijakan dan kebijaksanaan yang terlihat seperti sama, pada dasarnya ada perbedaan antara
konsep “kebijakan” dan “kebijaksanaan”. Kebijaksanaan merupakan suatu rangkaian alternatif yang siap dipilih berdasarkan prinsip-prinsip tertentu. Sedangkan kebijaksanaan berkenaan dengan suatu keputusan yang memperbolehkan sesuatu yang sebenarnya dilarang berdasarkan alasan-alasan tertentu seperti pertimbangan kemanusiaan, keadaan gawat dan lain-lain
Kebijakan merupakan suatu hasil analisis yang mendalam terhadap berbagai alternatif yang bermuara kepada keputusan tentang alternatif terbaik. Sedangkan kebijaksanaan selalu mengandung makna melanggar sesuatu yang telah ditetapkan karena alasan tertentu. Kebijakan merupakan pengejawantahan aturan yang sudah ditetapkan sesuai situasi dan kondisi setempat oleh person pejabat yang berwenang. Dengan perbedaan kondisi tersebut diatas, maka seharusnya dalam implementasinya juga harus berbeda
Dalam berbagai referensi ilmiah, kaitannya dengan studi kebijakan,
penggabungan antara kata “kebijakan” dan “publik” menjadi kebijakan publik
(public policy) merupakan salah satu topik pokok yang sering dikaji. Menurut Thoha (2002:56), orang pertama yang menggambarkan ide tentang kebijakan yang publik dapat dipelajari secara sistematis adalah Dewey. Di dalam bukunya Logic: The Theory of Inquiry, Dewey memberikan perhatian terhadap sifat eksperimen dari cara mengukur kebijakan. Ilmuwan ini berhasil menggambarkan bagaimana rencana-rencana tindakan harus dipilih dari berbagai alternatif dan bagaimana mengamati berbagai akibat yang dapat dipergunakan sebagai uji coba yang tepat (Thoha, 2002:56)
Hasil buah pemikiran Dewey (Thoha, 2002:57) tersebut kemudian digunakan oleh Harold Lasswell seorang eksperimentalis ilmu politik yang pertama kali mempertajam ide ilmu kebijakan sebagai disiplin yang tidak terpisahkan dari disiplin ilmu-ilmu lain. Lasswell (Nugroho, 2003:3) mendefinisikan kebijakan publik sebagai suatu program yang diproyeksikan dengan tujuan-tujuan tertentu, nilai-nilai tertentu, dan proyek-proyek tertentu.
Menurut pandangannya, kebijakan merupakan studi tentang proses pembuatan keputusan atau proses memilih dan mengevaluasi informasi yang tersedia, kemudian memecahkan masalah-masalah tertentu. Adapun kebijakan publik sebagaimana yang dirumuskan oleh Easton (Thoha, 2002:62-63) merupakan alokasi nilai yang otoritatif oleh seluruh masyarakat. Akan tetapi, hanya pemerintah sajalah yang berbuat secara otoritatif untuk seluruh masyarakat, dan semuanya yang dipilih oleh pemerintah untuk dikerjakan atau untuk tidak dikerjakan adalah hasil-hasil dari nilai-nilai tersebut.
Secara konseptual kebijakan publik dapat dilihat dari kamus administrasi Publik Chandler dan Plano dalam Pasolong, mengatakan bahwa kebijakan publik adalah pemanfaatn yang strategi terhadap sumber-sumber daya yang ada untuk memecahkan masalah kebijakan publik atau pemerintah (Pasalong, 2010:38). Dunn dalam Pasalong (2010) mengartikan kebijakan publik sebagai berikut :
“Kebijakan publik adalah suatu rangkaian pilihan-pilihan yang saling berhubungan yang dibuat oleh lembaga-lembaga atau pejabat pemerintah pada bidang-bidang yang menyangkut tugas pemerintahan, seperti pertahanan, kemananan, energy, kesehatan, pendidikan, kesejahteraan, masyarakat, kriminalitas, perkotaan dan lain-lain”
Menurut Dye dalam Subarsono ( 2006:2) menyatakan bahwa kebijakan publik meliputi apapun pilihan pemerintah untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu (public policy is whatever governments choose to do or not to do ). Dari pengertian diatas dapat diartikan bahwa kebijakan publik merupakan keputusan pemerintah untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu hal. Sedangkan
menurut Helco dalam Tankilisan, & Nogi ( 2003:3) menyatakan bahwa kebijakan adalah cara bertindak yang sengaja untuk menyelasikan beberapa permasalahan.
Kebijakan publik biasanya tidak bersifat spesifik dan sempit tetapi luas dan berada pada strata strategis. Oleh sebab itu, kebijakan publik berfungsi sebagai pedoman umum untuk kebijakan dan keputsan-keputusan khusus dibawahnya
Eyestone dalam bukunya The Threads of Public Policy mendefinisikan
kebijakan publik sebagai “hubungan antara unit pemerintahan dengan lingkunganya”. Namun sayangnya definisi tersebut masih terlalu luas untuk dipahami sehingga artinya menjadi tidak menentu bagi sebagian besar scholar
yang mempelajarinya. “hubungan antara unit pemerintah dengan lingkunganya”
dapat meliputi hampir semua elemen dalam konteks negara. Padahal dalam lingkup real kebijakan publik tidak selalu menggambarkan keluasan definisi Eyestone (Agustino, 2008:7)
Eulau dan Prewitt mendefinisikan kebijakan publik sebagai “ keputusan
tetap yang dicirikan dengan konsistensi dan pengulangan (repitisi) tingkah laku dari mereka yang membuat dan dari mereka yang mematuhi ( Agustino: 2008:7)
Young dan Quinn dalam Suharto (2007) memberikan beberapa konsep kunci yang termuat dalam kebijakan publik yaitu :
a. Tindakan pemerintah yang berwenang. Kebijakan publik adalah tindakan yang di buat dan diimplementasikan oleh badan pemerintah yang memiliki kewenangan hukum, politis dan finansial untuk melakukanya.
b. Sebuah reaksi terhadap kebutuhan dan masalah dunia nyata. Kebijakan publik berupaya merespon masalah atau kebutuhan kongkrit yang berkembang di masyarakat.
c. Seperangkat tindakan yang berorientasi pada tujuan. Kebijakan publik biasanya bukanlah sebuah keputusan tunggal, melainkan terdiri dari beberapa pilihan tindakan atau strategi yang di buat untuk mencapai tujuan tertentu demi kepentingan orang banyak.
d. Sebuah keputusan untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Kebijakan publik pada umumnya merupakan tindakan kolektif untuk memecahkan masalah sosial. Namun, kebijakan publik bisa juga di rumuskan berdasarkan keyakinan bahwa masalah sosial akan dapat dipecahkan oleh kerangka kebijakan yang sudah ada dan karenanya tidak memerlukan tertentu.
e. Sebuah justifikasi yang dibuat oleh seseorang atau beberapa orang aktor. Kebijakan publik berisi sebuah pernyataan atau justifikasi terhadap langkah-langkah atau rencana tindakan yang telah dirumuskan, bukan sebuah maksud atau janji yang belum dirumuskan. Keputusan yang telah dirumuskan dalam kebijakan publik bisa dibuat oleh badan pemerintah, maupun oleh beebrapa perwakilan lembaga pemerintah.
Nugroho dalam bukunya Public Policy memahami kebijakan publik sebagai berikut :
“ Suatu aturan yang mengatur kehidupan bersama yang harus di taati dan berlaku mengikat seluruh warganya. Setiap pelanggaran akan diberi sanksi dengan bobot pelanggarnya yang dilakukan dan sanksi dijatuhkan didepan
masyarakat oleh lembaga yang mepunyai tugas menjatuhkan saknsi”
(Nugroho: 2004:3)
Kebijakan publik ialah kebijakan pemerintah, implikasi dari kebijakan pemerintah merupakan kebijakan publik dapat disebutkan sebagai berikut :
a. Bahwa apa yang dimaksudkan dengan kebijakan pemerintah atau publik adalah setiap tindakan yang berorientasi pada tujuan yang dikehendaki pada situasi yang memungkinkan berubah secara terus-menerus.
b. Kebijakan pemerintah atau kebijakan publik mengandung pola atau bentuk tindkan yang dilakukan oleh aparat pemerintah
c. Kebijakan pemerintah atau kebijakan publik timbul karena respon terhadap tuntuan, atau penyelesaian atas isu publik.
d. Kebijakan pemerintah atau kebijakan publik memuat apa yang pemerintah selalu lakukan, bukan apa yang pemerintah hendak lakukan atau apa yang pemerintah rencanakan akan dilakukan.
e. Kebijakan pemerintah atau kebijakan publik bisa mungkin berdampak positif selain dampak negataif. Ia memuat beberapa bentuk tindakan pemerintah sekaligus dengan sejumlah masalah dimana tindakan diinginkan (positif), atau bisa mungkin memuat beberapa hal yang sedang di cari pemecahanya (negatif)
Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa kebijakan publik adalah serangkaian keputusan atau tindakan yang ditetapkan oleh pemerintah yang berorientasi pada kepentingan publik yang ditandai dengan adanya pemilihan alternatif kebijakan. Jadi, kebijakan publik memiliki tiga unsur pokok, yaitu : (1)
kebijakan publik dibuat oleh pemerintah yang berupa tindakan-tindakan pemerintah, (2) kebijakan publik harus berorientasi pada kepentingan publik, dan (3) kebijakan publik adalah tindakan pemilihan alternatif untuk dilaksanakan atau tidak dilaksanakan oleh pemerintah demi kepentingan publik.
Kebijakan publik sebagai suatu proses yang sangat komplek dan dinamis, memiliki komponen-komponen beragam, yang masing-masing memberikan kontribusi berbeda bagi proses tersebut. Proses tersebut memutuskan pedoman umum untuk tindakan yang diarahkan pada masa depan, terutama yang dilakukan oleh lembaga pemerintah. Pedoman tersebut secara formal dimaksudkan untuk mencapai tujuan yang tercermin dalam kepentingan umum yang dilakukan dengan cara sebaik mungkin (LAN. 2004:115)
Sedangkan menurut peneliti kebijakan publik adalah usaha-usaha yang ditempuh oleh pemerintah dalam menampung aspirasi rakyat dan demi berlangsungnya sebuah pemerintahan dalam dekade tertentu, kebijakan merupakan hasil dari adanya sebuah pemerintahan dan negara, dengan demikian kebijakan publik merupakan sebuah konsekwensi logis yang harus diterima oleh masyarakat ketika berdirinya sebuah negara dengan tujuan kepntingan publik dan untuk menopang lajunya roda pemerintahan.
Jadi idealnya suatu kebijakan publik adalah (1) kebijakan publik untuk dilaksanakan dalam bentuk rill, bukan untuk sekedar dinyatakan, (2) kebijakan untuk dilaksanakan atau tidak dilaksanakan karena didasarkan pada kepentingan publik itu sendiri.