PEMBANGUNAN DAERAH
VII.1. Kebijakan Umum dan Program Penguatan Jatidiri Masyarakat Kota Denpasar
Berlandaskan Budaya Bali.
Permasalahan
Kota Denpasar sebagai daerah tujuan wisata dan pusat berbagai aktivitas masyarakat, sangat memerlukan pencitraan untuk pengembangan pariwisata dan kegiatan pembangunan secara umum. Pencitraan merupakan upaya menemukan jatidiri masyarakat kota yang membedakan dengan yang lain dan umumnya secara visual terlihat jelas perbedaannya. Jatidiri atau pencitraan yang akan dikembangkan di Kota Denpasar adalah penduduk Kota Denpasar yang religious, berlandaskan budaya Bali, aman, teratur, tertib, bersih dan indah.
Jati diri masyarakat Kota Denpasar, menghadapi tantangan yang semakin berat, karena derasnya pengaruh globalisasi. Berbagai hal mulai menggerogoti jati diri masyarakat, mulai dari pergaulan bebas, pornografi, penyalahgunaan obat terlarang, tuna susila dan aktivitas lain yang sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat secara umum. Menumbuhkembangkan jati diri masyarakat Kota Denpasar diarahkan kepada upaya peningkatan kualitas kehidupan beragama, pelestarian dan pengembangan budaya, peningkatan keamanan, ketentraman dan ketertiban, penataan ruang Kota Denpasar yang nyaman dan terkendali, pengelolaan lingkungan hidup dan peningkatan kebersihan dan kindahan kota.
Sasaran :
a) Meningkatkan pemahaman dan penghayatan ajaran agama, kualitas pelayanan
kehidupan berbagama, peranserta lembaga sosial keagamaan dan terciptanya harmoni sosial yang kondusif.
b) Meningkatnya pelestarian dan pengembangan kekayaan budaya.
c) Menurunnya angka pelanggaran hukum, mencegah ketegangan dan ancaman
konflik antar kelompok masyarakat atau antar golongan, menurunnya jumlah pecandu narkoba, meningkatnya kepatuhan dan disiplin masyarakat terhadap hukum, meningkatkan rasa aman bagi masyarakat Kota Denpasar.
d) Terkendalinya pemanfaatan ruang dan mencegah terjadinya pelanggaran Tata
Ruang dan Bangunan.
e) Meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya memelihara sumber daya
alam dan lingkungan hidup.
f) Meningkatkan daya tarik Kota Denpasar sebagai daerah tujuan wisata, dengan
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah Kota Denpasar 2010-2015
VII-2
Arah Kebijakan
Arah Kebijakan peningkatan kualitas kehidupan beragama adalah :
a) Meningkatkan Kualitas dan Pemahaman Agama Serta Kehidupan Beragama,
meningkatkan Kerukunan Intern dan Antarumat Beragama.
b) Meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap budaya, reaktualisasi nilai-nilai
kearifan lokal sebagai salah satu dasar pengembangan etika pergaulan sosial untuk memperkuat identitas nasional.
c) Penanggulangan dan pencegahan konflik komunal berlatar belakang etnik, ras,
dan agama, penanggulangan dan pencegahan gangguan Kamtibmas, pencegahan kasus akibat mengkonsumsi barang dan jasa, melakukan upaya sinergis komprehensif untuk menurunkan angka kecanduan narkoba.
d) Mengendalikan pemanfaatan ruang yang efektif dengan menerapkan prinsip
pembangunan berkelanjutan dan keseimbangan antar fungsi
e) Mengarusutamakan (mainstreaming) prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan
ke seluruh bidang pembangunan, meningkatkan koordinasi pengelolaan lingkungan hidup, meningkatkan upaya harmonisasi pengembangan hukum lingkungan dan penegakannya secara konsisten terhadap pencemar lingkungan, meningkatkan upaya pengendalian dampak lingkungan akibat kegiatan pembangunan;
f) Meningkatkan peranan masyarakat dalam pengelolaan kebersihan dan keindahan
kota, menjadikan aspek kebersihan dan keindahan sebagai salah satu jati diri Kota Denpasar, menyediakan ruang publik yang nyaman sebagai tempat masarakat berinteraksi, serta pelayanan persampahan yang berkualitas, terjangkau,efisien, menjangkau seluruh lapisan masyarakat, serta berwawasan lingkungan.
VII.1.1. Peningkatan Kualitas Kehidupan Beragama.
A. Permasalahan
Sebagai salah satu upaya mewujudkan jatidiri masyarakat kota, pembangunan agama diarahkan untuk mewujudkan peningkatan kualitas pelayanan dan pemahaman kehidupan beragama yang mencakup dimensi peningkatan kerukunan hidup umat beragama yang mendukung adanya harmonisasi antar kelompok masyarakat. Walaupun sudah dilakukan berbagai hal terkait dengan peningkatan kualitas kehidupan beragama ini, tetapi pemahaman kehidupan beragama pada berbagai lapisan masyarakat baru mencapai taraf simbul-simbul keagamaan belum menuju pada pemahaman yang substansial. Hal ini dapat dilihat dari masih maraknya gejala negative dalam kehidupan masyarakat seperti, kekerasan, pornografi, asusila, perjudian dan aktivitas negative lainnya.
Dipihak lain pemahaman dan pelaksanaan ajaran agama pada peserta didik juga belum memuaskan, kurangnya jumlah dan mutu tenaga pendidik ikut memberikan andil pada rendahnya aktualisasi ajaran agama di masyarakat. Padahal derasnya arus urbanisasi melalui media cetak dan elektronik sangat dominan mempengaruhi anak didik untuk cenderung berperilaku negative. Berbeda halnya dengan anak didik, diberapa kelompok masyarakat kehidupan keagamannya tampak sangat eksklusif, baik dalam hubungannya dengan intern umatnya maupun antar umat beragama. Fungsi lembaga keagamaan juga belum maksimal perannya dalam membina umat agar menjadi umat yang memahami dan melaksanakan ajaran agamanya. Semua hal ini dapat memberikan peluang bagi munculnya masalah dimasyarakat. Oleh karenanya sebagai upaya pencegahan maka diperlukan suatu
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah Kota Denpasar 2010-2015
VII-3
wadah yang dilandasi kearifan lokal sebagai tempat konsultasi dan komunikasi antar umat beragamaB. Sasaran
Sasaran peningkatan kualitas kehidupan beragama adalah :
1. Meningkatnya kualitas pemahaman, penghayatan dan pemahaman ajaran agama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sehingga kualitas masyarakat dari sisi rohani semakin baik;
2. Meningkatnya kualitas pelayanan kehidupan beragama bagi seluruh lapisan masyarakat sehingga mereka dapat memperoleh hak-hak dasar dalam memeluk agamanya masing-masing dan beribadat sesuai agama dan kepercayaannya; 3. Peningkatan peranserta lembaga sosial keagamaan dan lembaga pendidikan
keagamaan sebagai agen pembangunan;
4. Terciptanya harmoni sosial dalam kehidupan intern dan antarumat beragama yang toleran dan saling menghormati dalam rangka menciptakan suasana yang aman dan damai.
C. Arah Kebijakan
Arah Kebijakan peningkatan kualitas kehidupan beragama adalah :
1. Meningkatkan Kualitas dan Pemahaman Agama Serta Kehidupan Beragama;
2. Meningkatkan kerukunan intern dan antar umat beragama,
D. Program-program Pembangunan
Arah kebijakan dalam Peningkatan Kualitas Kehidupan Beragama dijabarkan dalam program-program pembangunan sebagai berikut :
1. Program Pengembangan Nilai Budaya
Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, penghayatan, pengamalan dan pengembangan nilai-nilai ajaran agama bagi setiap individu, keluarga, masyarakat
Kegiatan yang dilakukan antara lain:
1) Penyuluhan dan bimbingan keagamaan bagi masyarakat
2) Upakara piodalan keagamaan
3) Ngaturan penganyar
4) Fasilitasi dan bantuan penyelenggaraan Utsawa Dharma Gita dan sejenisnya
5) Kerjasama lintas sector serta masyarakat untuk memberantas penyakit masyarakat
(pornografi, perjudian, dan berbagai praktik asusila
2. Program Peningkatan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan
Program ini bertujuan untuk : (1) membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia; dan (2) mempersiakan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agama. Kegiatan yang dilaksanakan antara lain meliputi :
1) Pengembangan wawasan dan pendalaman materi agama bagi tenaga pendidik
2) Penyelenggaraan pesraman kilat
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah Kota Denpasar 2010-2015
VII-4
3. Program Peningkatan Pelayanan Kehidupan Beragama
Program ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan dan kemudahan bagi umat beragama dalam melaksanakan ajaran agama, mendorong dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan pelayanan kehidupan beragama. Kegiatan yang dilaksanakan antara lain meliputi :
1) Pemberian bantun rehabilitasi tempat ibadat
2) Pengembangan perpustakaan tempat ibadah
3) Sertifikasi tanah pelaba pura
4. Program Pengembangan Kehidupan Beragama
Program ini bertujuan untuk mengembangkan dan memberdayakan lembaga- lembaga sosial keagamaan dan lembaga pendidikan keagamaan. Kegiatan yang dilaksanakan antara lain meliputi :
1) Pengembangan dan pengkajian dalam peningkatan kualitas kehidupan
keagamaan
2) Peningkatan kreativitas masyarakat untuk menghasilkan karya ilmiah keagamaan
3) Penelitian, kajian dan pemetaan konflik social keagamaan
5. Program Pengembangan Kehidupan Beragama
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kerukunan umat beragama serta mengidentifikasi pemahaman agama secara intern, membangun hubungan antar umat beragama dan mengembangkan wawasan multikultur bagi guru agama . Kegiatan yang dilaksanakan antara lain meliputi :
1) Sosialisasi wawasan multikultur dikalangan umat beragama
2) Jumlah forum dialog antar umat beragama
VII.1.2. Pelestarian dan Pengembangan Budaya
A. Permasalahan
Globalisasi dalam berbagai aspek kehidupan, membawa dampak pada berbagai bidang kehidupan, perubahan perilaku dan budaya tidak dapat dihindarkan lagi. Dalam kondisi seperti ini, maka pengembangan budaya diharapkan dapat membawa nilai-nilai yang menguatkan nilai dan indentitas lokal dan nasional, serta mampu menciptaka iklim yang kondusif bagi penguatan jati diri masyarakat yang berlandaskan budaya nusantara.
Sejauh ini perkembangan jatidiri masyarakat sudah tergerus oleh munculnya dorongan mementingkan diri sendiri yang lebih dominan dibanding mengutakan kepentingan orang banyak, masalah ini diperparah lagi oleh adanya desakan ekonomi yang lebih kuat sehingga memunculkan efek berupa sulitnya akses terhadap ruang public sebagai tempat mengembangkan kehidupan yang humanis, sebagai pilar pengembangan jati diri masyarakat. Kondisi ini memperparah kiris jati diri utamanya pada masyarakat perkotaan yang keterogen, identitas nasional maupun lokal mulai luntur oleh gaya hidup yang bersifat global. Dalam era otonomi sekarang ini, pengembangan jatidiri masyarakat merupakan kewajiban pemerintah
daerah, dan merupakan bagian dari program tata kelola pemerintah yang baik (good
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah Kota Denpasar 2010-2015
VII-5
B. Sasaran
Sasaran Pelestarian dan pengembangan budaya adalah:
1. Semakin berkembangnya penerapan nilai baru yang positif dan produktif dalam rangka memantapkan budaya daerah sebagai bagian integral dari kebudayaan nasional yang terwujud dalam setiap aspek kebijakan pembangunan; dan
2. Meningkatnya pelestarian dan pengembangan kekayaan budaya.
C. Arah Kebijakan
Arah Kebijakan Pelestarian dan Pengembangan kebudayaan adalah: 1. Meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap budaya;
2. Reaktualisasi nilai-nilai kearifan lokal sebagai salah satu dasar pengembangan etika pergaulan social untuk memperkuat identitas nasional.