• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VII

KEBUTUHAN AIR BERSIH

7.1 Kebutuhan Air Baku

A. Proyeksi Jumlah Penduduk

Dalam Pekerjaan SID Jaringan Air Baku Di Kabupaten Garut, untuk merencanakan jumlah kebutuhan air baku terlebih dahulu harus ditinjau jumlah penduduk yang ada pada saat ini serta proyeksi jumlah penduduk pada masa mendatang. Hasil dari analisa perkembangan penduduk akan digunakan sebagai dasar dalam perhitungan perencanaan pengembangan sistem penyediaan air bersih. Beberapa faktor yang mempengaruhi proyeksi penduduk adalah :

 Jumlah populasi dalam satu wilayah  Kecepatan pertambahan penduduk  Kurun waktu proyeksi

Dari data yang diperoleh sampai tahun 2009, penduduk Kecamatan Cilawu berjumlah 99.073 jiwa dan penduduk Desa Simpang Kecamatan Cikajang berjumlah 6.614 jiwa.

Untuk memproyeksikan jumlah penduduk digunakan metode Aritmatik, sebagai berikut :

Perkembangan penduduk menurut metode Aritmatik dirumuskan sebagai berikut (Muliakusuma, 2000:254) :

Pn = Po ( 1 + r.n ) Dimana :

Pn = jumlah penduduk pada tahun n (jiwa)

Po = jumlah penduduk pada tahun awal dasar (jiwa) r = angka pertumbuhan penduduk (%)

n = periode waktu (tahun)

Berikut hasil proyeksi jumlah penduduk dengan memakai metode aritmatik : Tabel 7.1 Proyeksi Jumlah Penduduk Untuk Kec. Cilawu

Proyeksi Jumlah Penduduk (Jiwa) 1 2009 97.315 2 2010 98.881 3 2011 100.448 4 2012 102.015 5 2013 103.582 6 2014 105.149 7 2015 106.715 8 2016 108.282 9 2017 109.849 10 2018 111.416 11 2019 112.982 No. Tahun

Bab VII - 2

Tabel 7.2 Proyeksi Jumlah Penduduk Untuk Desa Simpang Kec. Cikajang

Proyeksi Jumlah Penduduk (Jiwa) 1 2009 6.443 2 2010 6.591 3 2011 6.738 4 2012 6.886 5 2013 7.033 6 2014 7.181 7 2015 7.328 8 2016 7.476 9 2017 7.623 10 2018 7.771 11 2019 7.918 No. Tahun

Sumber : hasil perhitungan

Hasil proyeksi jumlah penduduk di atas akan dijadikan dasar untuk menghitung kebutuhan air baku sampai tahun proyeksi yang direncanakan.

B. Analisa Kebutuhan Air Baku

Setiap jamnya jumlah pemakaian air pada suatu sistem jaringan distribusi air bersih tidak sama, begitu juga antara satu hari dengan hari lainnya. Perbedaan tersebut terjadi dikarenakan kebutuhan air bersih pelanggan berubah terus menerus yang dipengaruhi oleh faktor lokasi dan waktu.

 Fluktuasi Kebutuhan Air

Besarnya pemakaian air bersih pada suatu daerah tidaklah konstan, tetapi mengalami fluktuasi. Hal ini tergantung pada aktifitas keseharian dalam penggunaan air oleh masyarakat. Pada saat-saat tertentu terjadi peningkatan aktivitas penggunaan air, sehingga memerlukan pemenuhan kebutuhan air bersih lebih banyak dari kondisi normal, sementara pada saat-saat tertentu juga terdapat aktivitas yang tidak memerlukan air. Pada umumnya tingkat kebutuhan air pada masyarakat dibagi tiga kelompok sebagai berikut :

 Kebutuhan air rata-rata, yaitu kebutuhan air rata-rata yang dikonsumsi setiap orang dalam setiap harinya.

 Kebutuhan harian maksimum, yaitu kebutuhan air yang terbesar dari kebutuhan rata-rata harian dalam satu minggu. Kebutuhan harian maksimum digunakan untuk menghitung kebutuhan air bersih pada pipa transmisi.

 Kebutuhan air pada jam puncak, yaitu kebutuhan puncak pada jam-jam tertentu dalam satu hari. Kebutuhan air pada jam puncak digunakan untuk menghitung kebutuhan air pada pipa distribusi.

Kebutuhan air harian maksimum dan kebutuhan air pada jam puncak dihitung berdasarkan kebutuhan air harian rata-rata dengan menggunakan pendekatan sebagai berikut (Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Cipta Karya Direktorat Air Bersih, 1987) :

1. Kebutuhan harian maksimum = 1,15 x kebutuhan air rata-rata 2. Kebutuhan air pada jam puncak = 1,56 x kebutuhan air rata-rata

Tabel 7.3 Kriteria Perencanaan Sektor Air Bersih (untuk Kecamatan Cilawu)

>1000 500-1000 100-500 20-100 <20 A. RUMAH TANGGA

1 Konsumsi Unit Sambungan Rumah (SR) lt/org/hr 170-190 150-170 130-150 100-130 90-100

2 Konsumsi Unit Hidran Umum (HU) lt/org/hr 30 30 30 30 30

3 Prosentase Konsumsi Unit Non Rumah Tangga % 35-40 30-35 25-30 20-25 10-20

Thd. Rumah Tangga

4 Prosentase Kehilangan Air Terhadap Hari Maksimum % 15-20 15-20 15-20 15-20 15-20

5 Faktor Hari Maksimum *) 1,1 1,1 1,1 1,1 1,1

6 Faktor Jam Puncak *) 1,5-1,75 1,5-1,76 1,5-1,77 1,5-1,78 1,5-1,79 1,5-1,80

7 Jumlah Jiwa per SR orang 5 5 5 5 5

8 Jumlah Jiwa per HU orang 100 100 100 100 100

9 Sisa Tekanan Minimal di Titik Kritis Jaringan Distribusi mka 20 20 15 10 10

10 Jam Operasi jam 24 24 24 24 24

11 Volume Reservoir % 12-15 12-15 12-15 12-15 12-15

(% Dari Kebutuhan Jam Puncak)

12 SR : HU % 80:20 80:20 80:20 80:20 80:20

B. NON RUMAH TANGGA

1 Konsumsi Kawasan Industri lt/det/ha 0,2 - 0,8

2 Konsumsi Kawasan Pariwisata lt/det/ha 0,1 - 0,3

Sumber : Direktorat Air Bersih, PU Cipta Karya *) Terhadap kebutuhan rata-rata harian

Bab VII - 4

Tabel 7.4 Kriteria Perencanaan Sektor Air Bersih (untuk Desa Simpang Kecamatan Cikajang)

>1000 500-1000 100-500 20-100 <20

A. RUMAH TANGGA

1 Konsumsi Unit Sambungan Rumah (SR) lt/org/hr 170-190 150-170 130-150 100-130 90-100

2 Konsumsi Unit Hidran Umum (HU) lt/org/hr 30 30 30 30 30

3 Prosentase Konsumsi Unit Non Rumah Tangga % 35-40 30-35 25-30 20-25 10-20

Thd. Rumah Tangga

4 Prosentase Kehilangan Air Terhadap Hari Maksimum % 15-20 15-20 15-20 15-20 15-20

5 Faktor Hari Maksimum *) 1,1 1,1 1,1 1,1 1,1

6 Faktor Jam Puncak *) 1,5-1,75 1,5-1,76 1,5-1,77 1,5-1,78 1,5-1,79 1,5-1,80

7 Jumlah Jiwa per SR orang 5 5 5 5 5

8 Jumlah Jiwa per HU orang 100 100 100 100 100

9 Sisa Tekanan Minimal di Titik Kritis Jaringan Distribusi mka 20 20 15 10 10

10 Jam Operasi jam 24 24 24 24 24

11 Volume Reservoir % 12-15 12-15 12-15 12-15 12-15

(% Dari Kebutuhan Jam Puncak)

12 SR : HU % 80:20 80:20 80:20 80:20 80:20

B. NON RUMAH TANGGA

1 Konsumsi Kawasan Industri lt/det/ha 0,2 - 0,8

2 Konsumsi Kawasan Pariwisata lt/det/ha 0,1 - 0,3

Sumber : Direktorat Air Bersih, PU Cipta Karya *) Terhadap kebutuhan rata-rata harian

 Kebutuhan Domestik

Kebutuhan domestik merupakan kebutuhan air bersih yang digunakan untuk keperluan rumah tangga dan sambungan kran umum. Jumlah kebutuhan tersebut ditentukan berdasarkan karakteristik dan perkembangan konsumen pengguna air bersih. Sehingga semakin luas wilayah yang harus dilayani maka akan semakin besar pula kebutuhan air bersih yang digunakan oleh masyarakat. Hal ini dapat dilihat pada besarnya nilai kebutuhan air bersih untuk tingkatan kota yang berbeda.

 Kebutuhan Non Domestik

Kebutuhan non domestik merupakan kebutuhan air bersih yang digunakan selain untuk keperluan rumah tangga dan sambungan kran umum, seperti pemakaian air untuk perkotaan, perdagangan, industri, serta fasilitas sosial diantaranya seperti tempat ibadah, sekolah, hotel, rumah sakit, militer, serta pelayanan jasa umum lainnya. Besarnya prosentase kebutuhan non domestik terhadap kebutuhan domestik juga harus memperhatikan perkembangan tingkat kebutuhan dari tahun ke tahun.

 Kehilangan Air

Kehilangan air merupakan kehilangan air pada pipa distribusi dan tidak termasuk dalam katagori pemakaian air, akan tetapi dalam perencanaannya besarnya angka kehilangan air harus diperhitungkan. Faktor kehilangan air dibedakan menjadi dua, yaitu (Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Cipta Karya Direktorat Air Bersih, 1987) :

1. Kehilangan air akibat faktor teknis

 Adanya lubang atau celah pada pipa atau pada sambungan.  Pipa pada jaringan distribusi pecah.

 Meter yang dipasang pada pipa konsumen kurang baik.  Kehilangan air pada instalasi pengolahan.

 Pemasangan perpipaan yang kurang baik. 2. Kehilangan air akibat faktor non teknis

 Kesalahan membaca meter teknis

 Kesalahan dalam penjumlahan atau pengurangan data  Kesalahan pencatatan hasil pembacaan meter air  Pencurian air atau pemasangan sambungan air

Sebagai indikasi kemungkinan terjadinya kehilangan air dapat dilakukan beberapa cara antara lain (Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Cipta Karya Direktorat Air Bersih, 1987) :

 Dengan membandingkan jumlah air yang diproduksi dengan pemakaian air tercatat .

 Dengan membandingkan jumlah pemakaian air pada malam hari dengan jumlah pemakaian air dalam satu hari.

Hasil perhitungan kebutuhan air baku untuk mencukupi kebutuhan air baku sampai dengan tahun 2014 (Jangka Pendek) dan 2019 (Jangka Panjang) ditampilkan pada tabel berikut :

Bab VII - 6

Tabel 7.5 Usulan Kriteria Perencanaan untuk Kecamatan Cilawu

2014 2019

1 Cakupan Penduduk Pelayanan

Jumlah Penduduk Orang 105.149 112.982

Rencana Tingkat Pelayanan % 80,00 80,00

Orang 84.119 90.386

2 Kebutuhan Rumah Tangga

- Sambungan Rumah lt/org/hr 130 130

- Hidran Umum/Terminal Air lt/org/hr 30 30

Ratio :

- Sambungan Rumah % 80 80

- Hidran Umum/Terminal Air % 20 20

3 Kebutuhan Non Rumah Tangga

- Prosentase dari Kebutuhan Domestik % 25 25

4 Kehilangan Air Dari Produksi (Hari Maks) % 20 20

5 Faktor Hari Maksimum 1.1 1.1

6 Faktor Jam Puncak 1,78 1,78

No Uraian Satuan Usulan Tahun

Tabel 7.6 Usulan Kriteria Perencanaan untuk Desa Simpang Kecamatan Cikajang

2014 2019

1 Cakupan Penduduk Pelayanan

Jumlah Penduduk Orang 7.181 7.918

Rencana Tingkat Pelayanan % 80,00 80,00

Orang 5.745 6.335

2 Kebutuhan Rumah Tangga

- Sambungan Rumah lt/org/hr 90 90

- Hidran Umum/Terminal Air lt/org/hr 30 30

Ratio :

- Sambungan Rumah % 80 80

- Hidran Umum/Terminal Air % 20 20

3 Kebutuhan Non Rumah Tangga

- Prosentase dari Kebutuhan Domestik % 10 10

4 Kehilangan Air Dari Produksi (Hari Maks) % 15 15

5 Faktor Hari Maksimum 1,1 1,1

6 Faktor Jam Puncak 1,5 1,5

Tabel 7.7 Kebutuhan Air Baku untuk Kecamatan Cilawu

2014 2019

A PARAMETER YANG DITETAPKAN

1 Pelayanan :

- Sambungan Rumah (SR) jiwa/samb. 5 5

- Kran Umum jiwa/samb. 100 100

2 Faktor Pemakaian :

- Kebutuhan Harian Maksimum 1,1 1,1

- Kebutuhan Jam Puncak 1,78 1,78

3 Tingkat Kehilangan Air Akibat Kebocoran % 20,00 20,00

4 Kebutuhan Air Bersih Di Daerah Pelayanan

- Sambungan Rumah lt/jiwa/hari 130 130

- Kran Umum lt/jiwa/hari 30 30

5 Persentase Kebutuhan Non Domestik Dari Kebutuhan Domestik % 25 25

B JUMLAH PENDUDUK DAN TINGKAT PELAYANAN

1 Jumlah Penduduk jiwa 105.149 112.982

2 Persentase Penduduk Terlayani % 80,00 80,00

3 Jumlah Penduduk Terlayani jiwa 84.119 90.386

4 Tingkat Pelayanan Sambungan Rumah (SR)

a. Jumlah Penduduk Terlayani Dengan SR Jiwa 67.295 72.309

b. Persentase Pelayanan SR % 80,00 80,00

c. Penambahan Unit Sambungan SR Unit 1.003

d. Jumlah Unit Sambungan SR Unit 13.459 14.462

5 Tingkat Pelayanan Kran Umum (KU)

a. Jumlah Penduduk Terlayani Dengan KU Jiwa 16.824 18.077

b. Persentase Pelayanan KU % 20,00 20,00

c. Penambahan Unit Sambungan KU Unit 13

d. Jumlah Unit Sambungan KU Unit 168 181

6 Total Persentase Pelayanan % 100,00 100,00

C KEBUTUHAN AIR

1 Kebutuhan Domestik :

- Sambungan Rumah (SR) lt/det 101,25 108,80

- Kran Umum lt/det 5,84 6,28

2 Kebutuhan Non Domestik lt/det 26,77 28,77

3 Kehilangan Air Akibat Kebocoran lt/det 26,77 28,77

4 Kebutuhan Air

Kebutuhan Air Rata-Rata lt/det 160,64 172,61

m3/dt 0,16 0,17

Kebutuhan Harian Maksimum lt/det 176,71 189,87

m3/dt 0,18 0,19

Kebutuhan Jam Puncak lt/det 285,95 307,25

m3/dt 0,29 0,31

Bab VII - 8

Tabel 7.8 Kebutuhan Air Baku untuk Dsa Simpang Kecamatan Cikajang

2014 2019

A PARAMETER YANG DITETAPKAN

1 Pelayanan :

- Sambungan Rumah (SR) jiwa/samb. 5 5

- Kran Umum jiwa/samb. 100 100

2 Faktor Pemakaian :

- Kebutuhan Harian Maksimum 1,1 1,1

- Kebutuhan Jam Puncak 1,5 1,5

3 Tingkat Kehilangan Air Akibat Kebocoran % 15,00 15,00

4 Kebutuhan Air Bersih Di Daerah Pelayanan

- Sambungan Rumah lt/jiwa/hari 90 90

- Kran Umum lt/jiwa/hari 30 30

5 Persentase Kebutuhan Non Domestik Dari Kebutuhan Domestik % 10 10

B JUMLAH PENDUDUK DAN TINGKAT PELAYANAN

1 Jumlah Penduduk jiwa 7.181 7.918

2 Persentase Penduduk Terlayani % 100,00 100,00

3 Jumlah Penduduk Terlayani jiwa 7.181 7.918

4 Tingkat Pelayanan Sambungan Rumah (SR)

a. Jumlah Penduduk Terlayani Dengan SR Jiwa 5.745 6.335

b. Persentase Pelayanan SR % 80,00 80,00

c. Penambahan Unit Sambungan SR Unit 118

d. Jumlah Unit Sambungan SR Unit 1.149 1.267

5 Tingkat Pelayanan Kran Umum (KU)

a. Jumlah Penduduk Terlayani Dengan KU Jiwa 1.436 1.584

b. Persentase Pelayanan KU % 20,00 20,00

c. Penambahan Unit Sambungan KU Unit 1

d. Jumlah Unit Sambungan KU Unit 14 16

6 Total Persentase Pelayanan % 100,00 100,00

C KEBUTUHAN AIR

1 Kebutuhan Domestik :

- Sambungan Rumah (SR) lt/det 5,98 6,60

- Kran Umum lt/det 0,50 0,55

2 Kebutuhan Non Domestik lt/det 0,65 0,71

3 Kehilangan Air Akibat Kebocoran lt/det 1,07 1,18

4 Kebutuhan Air

Kebutuhan Air Rata-Rata lt/det 8,20 9,04

m3/dt 0,01 0,01

Kebutuhan Harian Maksimum lt/det 9,02 9,95

m3/dt 0,01 0,01

Kebutuhan Jam Puncak lt/det 12,30 13,56

m3/dt 0,01 0,01 Sumber : Hasil Perhitungan

Satuan Tahun

Dari perhitungan kebutuhan air baku di atas dapat disimpulkan : 1. Untuk Kecamatan Cilawu

- Untuk jangka pendek (5 tahun) dengan jumlah penduduk sebesar 105.149 jiwa, maka kebutuhan air rata-rata sebesar 160,64 lt/dt atau 0,16 m3/dt - Untuk jangka panjang (10 tahun) dengan jumlah penduduk sebesar 112.982

jiwa, maka kebutuhan air rata-rata sebesar 172,61 lt/dt atau 0,17 m3/dt 2. Untuk Kecamatan Cikajang

- Untuk jangka pendek (5 tahun) dengan jumlah penduduk sebesar 7,181 jiwa, maka kebutuhan air rata-rata sebesar 8,20 lt/dt atau 0,01 m3/dt

- Untuk jangka panjang (10 tahun) dengan jumlah penduduk sebesar 7,918 jiwa, maka kebutuhan air rata-rata sebesar 9,04 lt/dt atau 0,01 m3/dt

BAB VIII

Dokumen terkait