• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kebutuhan Energipada Unggas

Dalam dokumen KONTEKSTUAL DAI{ PAKAI{ (Halaman 80-87)

STKLUS KREBS

H: O GTP

2.5. Kebutuhan Energipada Unggas

Sebagian besar kebutuhan energi digunakan untuk kebutuhan hidup pokok.

Energi untuk hidup pokok meliputi

kebutuhan

untuk

metabolisme basal dan

aktivitas normal. sebagai contoh, anak ayam

dengan

bobot

badan

40

gram membutuhkan

energi untuk hidup pokok

sebesar

g kkal per hari.

Kebutuhan energi

untuk

hidup

pokok

harus terpenuhi dahulu sebelum unggas menggunakan energi untuk pertumbuhan.

Ayam yang mengkonsumsi pakan dengan energi tinggi

akan

memperlihatkan lemak karkas

dalam

jumlah yang lebih tinggi,

dibandingkan dengan pakan yang mengandung energi rendah. Pada ayam petelur muda, strategi pemenuhan

energi dilakukan

dengan memberi energi daram -iumrah vang agak

terbatas yaitu

sebesar

2900 kkal/kg

pakan dengarr haraparr

untuk

mengura,gl perl'umbuiran

can kcnsumsi ,ukun",

sampai

anak

ayanr

berumur l0

minggu.

Anak

a'am ini

tetap mengandung lemak yang

tipis

pada bagian cinding perutnya.

Berbeda dengan pemberian

energi pada ayam broiler, di

mana.

pada

periocle

starter

kebutuhan energi

diberikan

secar

optimal

sebesar

3200 kkal/kg

dengan harapan akan tercapai pertumbuhan yang maksimal.

Pakan dengan

tingkat

energi yang

tinggi

akan menghasilkan daging yarrg

penuh

ciengan

lemak,

sementara

pakan yang tingkat energinya

renclah akaii menghasilkan

daging rencah lemak. Lemak karkas

pada

ayam broiler

dapat meningkat dengan cara mengurangi kadar

protein

pakan

sedikit di

bawah yang dibutuhkan untuk pertumbuhan maksimum dan meningkatkan energi dalam pakan sampai suatu tingkat yang mendekati

tingkat

energi yang paling

tinggi. Hal

ini

menyebabkan broiler mengkonsumsi energi lebih banyak daripada

yang dipergunakan

unruk pertumbuhan.

Kelebihan

energi ini

dapat diubah menja,Ji

lemak tubuh,

sehingga menghasilkan

kondisi akhir yang siap untuk

dipanen.

Kebutuhan energi unggas dapat

diiihat

pada Tabel 2.4

?

Nutrisi dan Pakatt Unggas Kontekstuo{

{m,

lr-'

Tabel 2.4. Kebutuhan

energi pada unggas

No Kebutuhan

2.

3

3

Ayam

broiler

- Starter -

Finisher

Ayarn petelur - Starter

-

Grower -

Layer Itik

- Starter

-

Grower - Breeder Puyuh -

()rower

- Breeder

3200 3200 2900 2900 2900 2900 2900 2900

000 0c0 3

Ayam cenderung meningkatkan konsumsi kalau diberi pakan

rendah

energi. Pakan yang rendah energi biasanya bersifat amba. Dalam

kondisi

demikian, ayam akan kesulitan untuk

rnemenuhi kebutuhan errerginya, karena sebeium

terpenuhi, ayam akan berhenti

mengkonsumsi karena

cepat

kenyang.

Apabila ayam terus kekurangan energi, maka ayam akan mengeluarkan simpanan energi

dalam tutruh. Energi

tersebut pertama dapat berasal

dari

glikogen,'ya,i!I tersimpan dalarn

jumlah

sedikit dalam tubuh

baik

pada hati maupun darah, Irala.u

masih

kekurangan,

maka akan diambilkan dari

cadangan

lemak tubuh.

Fase

terakhir kekurangan energi akan

menyebabkan

tubuh memobilisasi

jaringan-jaringan protein untuk

mempertahankan

tingkat gula darah dan fungsi vital

lainnya.

Nutrtsi dan

Pakan

Unggas Kontekstual ,ffiI,T

I

BAB III

PROTEIN UNTUK UNGGAS 3.1. Protein

dan Asam-asam

Amino

Protein berasal dari kata "proteios" yang berarti "pertama"

atau

"kepentingan

primer".

Protein merupakan senyawa organik yang sebagian besar unsurnya

terdiri

atas karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen,

sulfur

dan

fosfor. Ciri

khusus

protein adalah

adanya kandungan

nitrogen.

Berdasarkan bentuknya,

protein

dapat

diklasifikasikan

dalam

tiga

bagian.

yaitu protein

berbentuk bulat, serat dan gabungan ke duanya.

Protein berbentuk

bulat (globular) terdiri

atas albumin,

globulin,

glutelin, prolamin, histon dan

protamin. Albumin

adalah protein yang larut dalam

air

dan menggumpal apabila terkena panas. Umumnya albumin menjadi komponen pada alhumin telur, albumin serum, leucosin pada gandum dan legrrmelin pada- kacang-kacangan.

Globulin

umumnya

ti,iak larut

dalann

air tetapi larut

dalam asam kuat dan menggumpal apabila terkena

panas. Globulin

ierdapat sebagai kcmponen

globulin

serum.

fibrinogen. mioiinogen,

edestin pada

biji

hemp,

legumin

pada kacang-kacangan, konkanavalin

padaiack

bean dan ekselsin pada kacang B-iazil.

Glutelin tidak larut

dalam

air dan pelarut

netral,

tetapi lebih

cepat

larut

dalam larutan asam atau

basa.

Contoh yang umum terdapat pada

glutelin

pada jagung

yang lisinnya tinggi, dan oksizenin

pada

padi. Prolamin atau gliadin

adalali protein sederhana yang larut dalam 70 sampai dengan 80 persen etanol tetapi tidak larut dalam

air,

alkotrol dan pelarut

netral.

Contohnya terdapat pacia zein dz.la-tii

jagung dan

gandum,

gliadin

pada gandum

dan rye sefta

hord.ein pada barley.

Histon adalah protein dasar yang

larut

dalam

air,

tetapi

tidak larut

dalam larutan

amonia.

Histon sebagian besar bergabung dengan asam nukleat pada sel makhluk

hidup.

Contoh yang umum adalah

globin

pada hemoglobin dan skombrin pad.a spermatozoa

mackerel. Protamin adalah molekul

dengan

bobot

rendah pada

protein, larut

dalam

air. tidak

menggumpal terkena panas dan berbentuk garam

stabil. Contohnya

adalah

salmine dari

sperma

ikan salmon,

sturine

dari

ikan sturgeon, clupeine

dari ikan

herring, dan skombrin

dari

ikan

mackerel.

Protamin umumnya bersatu dengan asam nukleat dalam sperma ikan.

Nutrisi dan Pakatr Unggas Kontekstual

;')

't,

Protein berbentuk serut (fibro.as)

terdiri

atas kolagen, elastin dan keratin.

Kolagen

adalah

protein

utama pada

jaringan

penghubung

skeletal.

umumnya kolagen

tidak larut

dalam

air

dan tahan pada

enzim

pencernaan hewaru tetapi berubah cepat dalam bentuk larutan, dalam bentuk

gblatin lebih

mudah dicerna apabila dipanaskan dalam

air

atau larutan asam atau

basa.

Kolagen mempurryai

karakteristik struktur

asam

amino unik di

antaranya adalah

hidroksiprolin

yang molekulnya besar,

hidroksilisin

sistein, sistin dan

triptofan

Elastin adalah protein pada

jaringan

elastis seperti pada tendon dan

arteri.

Meskipun penampakannya

sama dengan kolagen, elastin tidak dapat diubah menjadi gelatin.

Keratin merupakan

protein yang suka dilarutkan dan tidak

dapat

dicerna.

Umumnya menjadi komponen rambut,

kuhL

bulu, tanduk dan

paruh.

Keratin mengandung 14 sampai derrgan 1.5 persen sistin.

Frotein gabungan iconlugatea) terciri atas nukleoprotein,

mukoid

(mukoprotein), glikoprotein, lipoprotein dan kromoprotein.

Nukleoprotein adalah satu atau iebih molekul protein yang bergabung dengan asam nukleat, yang

dalam sel dikenal

sebagai deoksiribonukleoprotein, ribonukleatprotein ribosom dan

lain-lain.

tvtukoid atair mukoprotein, bagi.rn karbohidrat dalam protein adalah mukopolisakarida yang mengandung N-asetil-heksosamin seperti glukosamin arau galaktosamin

yang

berkombinasi dengan asam

uronat,

galakturonat

atau

asam

glukoronat, banyak juga yang

mengandung

asam sialat. Glikoprotein

adalah

protein yang

mengandung karbohidrat kurang

dari 4

persen, sering

kali

datam bentuk heksosa sederhana, seperti manosa sebesar

1,i

persen dalam albumin telur.

Lipoprotein

adalah protein larut dalam air yang bergabung dengan

lesitiq

sefalin, kolesterol, atau lemak dan

fosfolipid lain. Kromoprotein

adalah kelompok yang

mempunyai bentuk karakteristik yang merupakan gabungan dari

protein

sederhana dengan kelompok prostetik pewarna. Komoprotein meliputi hemoglobin, sitokrom, flavoprotein, visual purpie

pada

retina mata dan

enzim katalase.

Berdasarkan kekomplekskan strukturnya,

protein dibagi menjadi

protein sederhana,

protein

gabuneart dan protein

asal.

Protein sederhana adalah protein yang

apabila

mengalami

hidrotisis

hanya akan menghasilkan asam-asam amino

Nutrisi dan

Pakart Unggas

Kontektual

73

atau

derivatnya.

Contohnya adalah albumin,

globulin, glutelin,

albuminoid dan

protamin. Protein

gabungan adalah

protein

sederhana

yang

bergabung dengan radikal

protein.

Contohnya adalah nukleoprotein (protein bergabung dengan asam nukleat),

glikoprotein

(protein bergabung dengan

at

yang m'engandung gugusan

karbohidrat seperti musin), fosfoprotein (protein

bergabung dengan

zat

yorrg mengandung fosfor seperti kasein), hemoglobin (protein bergabung dengan zat-zat sejenis hematin seperti hemoglobin) dan lesitoprotein (protein bergabung dengan lesitin, seperti

jaringan frbrinogen).

Protein asal adalah protein yang terdegradasi

yang meliputi protein primer (misal, protean) dan protein

sekunder (misat, proteosa, pepton dan

peptida).

-Fungsi protein

mcliputi

banyak

aspek.

1) Sebagai struktur tlenting untuk

jaringan urat

dagirrg, tcnuaan pengikat, kolager^, ranrbut,

bulu, kuku

dan bagian tanduk setta

paruh. 2)

Sebagai kornponen

protein

darah, alburnin Can globulin yang dapat membantu mempertahankan

sifat

homeostatis Can rnengatur tekanan

osrnosis. 3)

sebagai

kcmponen fibrinogen dan tromboplastin dalam

proses

pembekuan darah sebagai komponen fibrinogen, tromboplastin. 4) Sebagai karrier

oksigen ke sel daiam bentuk sebagai hemogloirin. 5) Sebagai

komponen

lipoprotein yang berfungsi

mengangkut

vitamin yang iarut dalam lemak

dalr

, inetabclit lemak yang lain 6) Sebagai komponen enzim yang

bertr.rgas mempercepat reaksi

kimia

dalam sistem metabolisme.

7)

Sebagai nukleoprotein, glikoprotein dan

vitellin.

Protein

merupakan gabungan asam-asam

amino melalui ikatan

peptida, yaitu suatu ikatan antara gugus amino

(NH:)

dari suatu asam amino dengan gugus

karboksil dari

asam

amino yang lain,

dengan membebaskan satu

molekul

air

(H:O).

Protein

dibentuk

dan

2}jbnis

macam asam amino. tetapi dari ke 22 jenis asam amino lersebut

yang berfungsi

sebagai penyusun utarna

protein

hanya 20

macam. Dari 20

macam asain amino tersebut ternyaia ada sebagian yang dapat disintesis dalam tubuh ternak, sedangkan sebagian lainnya

tidak

dapat disintesis dalam

tubuh

unggas sehingga harus didapatkan

dari pakan

Asam arnino yang harus ada atau harus didapatkan

dari

pakan disebut asam amino esensial

(dietcry

essential

antino ocid). Asam amino

yang terrnasuk dalam keiompok

ini

adalah

Nutrtst dan Pakan Unggas

Kontekstual

74

metionin, arginin, treonin, triptofan, histidin,

isoleusin,

leusin, lisin, vatin

dan

fenilalanin.

Asam amino yang dapat disintesis dalam tubuh rtisebut asam amino non esensial, tetapi apabila esensial untuk metabolisme maka disebut pula sebagai asam

amino

esensial

metabolik (metabolic

essential

amino acid).

Contohnya adalah

alanin,

asam aspartat, asam

glutamat, glutamin, hidroksiprolin,

glisin,

prolin rlan serin. Di

samping

itu ada

pengelompokan asam

amino

setengah esensial (semi essential

amino

acic{)l<arena asam amino

ini

hanya dapat disintesis dalam tubuh dalam

jumlah

yang terbatas dari substrat

tertentu.

Asam amino yang termasuk dalam kelornpok

ini

adalah

tirosin, sistin

dan

hidroksilisin.

Gambaran kejadian penguraian dan pembentukan asam amino non esensial dapat

dilihat

pada Gambar

3.l

- 3.4.

3.2,

Peneernaan dan Penyerapan

protein

Pencernaan paCa unggas

dimulai dari paruh dan diakhiri pada

kloaka.

Setelah makanan

melervati paruh akan disinrpan

sementara

dalam

ternbolok,

kemudian makanan akan menuju bagian proventrikulus atau yang

akan

mengalarni

proses pencernaan

hidrolitis atau enzimatis.

Pencernaan tersebu^t

dimulai

dengan kontraksi otot proventrikulus yang akan mengaduk-aduk makanan

dan

mencampurkannya

dengan getah

pencemaan

yang terdiri atas H(-i

darr pepsinogen (enzim yang

tidak ahifl.

Apabila bereaksi dengan

HCl,

pepsinogen

akan

berubah

menjadi pepsin (enzim aktif). HCI dan pepsin akan

memecah

protein menjadi

senyawa

yang lebih

sederhana

seperti polipeptida,

proteosa,

pepton dan peptida. Aktivitas optimum

pepsin

dijumpai

pada

pH sekitar

2,0.

Apabila makanan sudah berubah menjacii kimus (bubur usus

denga.n warna kekuningan dan bersifat asam) maka kimus akan didoron-q masuk ke ventrikulus.

Keasaman

(pH) ventrikulus berkisar antara 2,0

sa.mpai

dengan 3,5.

pepsir,

(kemungkinan besar berasal

dari

proventrikulus) masih bekerja memecah protein dalam

ventrikulus. Dalam ventrikulus kimus

akan mengalami proses pencernaan

mekanis dengan cara

penggilasan

dan

pencampuran

oleh kontraksi

otot-otot

ventrikulus.

Setelah

itu, kimus

kemudian

didorong ke

dalam usus

halus.

Usus halus

terdiri

atas duodenum,

jejunum

dan

ileum. Kimus

kemudian akan

Nutrisi dan Pakatt Unggas Kontekstual 7S

tr

HrC-H

I

C

I

OH

I

r

H

HrC-C -tt li

coo

NH3+ Piruvat

HrC- f - H

o

I

f o

HrC-Asetaldehida

S- KoA

-coo-NHr

+

Glisin

-

coo-HzC

I

+ Serin OH

NHr

H

Asetil KoA

- coo'

H',C-C "lr H

I

I

c--SH NHr*

H3 Sistein

NHI*

Alanin

,.*-fr coo

O

Piruvat

Asetil KoA

Gambar 3.1. Pembentukan

asam

amino

non esensial

dari treonin

bercarnpur den-qan empedu yang

dihasilkan oleh

sel

hati.

Fungsi gararn i:mpedu adalah

untuk

menetralkan

kimus yang bersifat

asam dan menciptakan

pI{

yai'rg baik (sekitar 6 sampai dengan 8) untuk keria enzim pankreas dan enzirn usus.

Pankreas menghasilkan

enciopeptidase

berupa enzim tripsinogen

dan

kimotripsinogen. Enzim

tripsinogen apabila bereaksi dengan enterokinase akan berubah merriadi

tripsin.

Setelah terbentuk,

tripsin

akan membantu meneruskan aktivasi tripsinogen, dan

tripsin

sendiri mengaktifkan kimotripsinogen nrenjadi

Nutrtsi dan Pakan anggas

Kontekstual

76

coo

HrC

<

-

KoA

ll

i-"

NH

C

I

NH cI{2

CH2

CH,

t-CH,

I

CH,

Dalam dokumen KONTEKSTUAL DAI{ PAKAI{ (Halaman 80-87)

Dokumen terkait