BAB II LANDASAN TEORI
9. Kedudukan Pemilihan dan Penentu Metode dalam Pe-
a. Kedudukan Metode dalam Belajar Mengajar
Memahami kedudukan metode sebagai salah satu komponen yang ikut ambil bagian dari keberhasilan kegiatan belajar mengajar, maka lahirlah pemahaman tentang kedudukan metode sebagai alat motivasi ekstrinsik, sebagai strategi pengajaran dan sebagai alat untuk mencapai tujuan. Berikut adalah penjelasannya.23
1) Metode sebagai Alat Motivasi Ekstrinsik
Tidak ada satupun kegiatan belajar mengajar yang tidak menggunakan metode pengajaran. Ini berarti guru memahami benar kedudukan metode sebagai alat motivasi ekstrinsik dalam kegiatan belajar mengajar. Motivasi ekstrinsik menurut A.M. adalah motif-motif yang aktif dan berfungsinya, karena adanya perangsang dari luar. Karena itu, metode berfungsi sebagai alat perangsang dari luar yang dapat membangkitkan belajar seseorang.
Akhimya dapat dipahami bahwa penggunaan metode yang tepat dan bervariasi akan dapat dijadikan sebagai alat motivasi ekstrinsik alam kegiatan belajar mengajar di sekolah.
2) Metode sebagai strategi pengajaran
Dalam kegiatan belajar mengajar tidak semua anak didik mampu berkonsentrasi dalam waktu relatif lama. Daya setiap anak
—t
didik berbeda-beda, maka memerlukan strategi pembelajaran yang tepat. Metodelah salah satu jawabannya.
Karena itu, dalam kegiatan belajar mengajar, menurut Dra. Roortiyah N.K, guru harus memiliki strategi agar anak didik dapat belajar secara efektif dan eftsien, mengenai pada tujuan yang diharapkan. Salah satu langkahnya adalah harus menguasai teknik- teknik penyajian atau biasanya disebut metode mengajar. Dengan demikian, metode mengajar adalah strategi pengajaran sebagai alat untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
3) Metode sebagai Alat untuk Mencapai Tujuan
Dengan memanfaatkan metode secara akurat, guru akan mampu mencapai tujuan pengajaran. Metode adalah pelicin jalan selain pengajaran menuju tujuan. Metode dan tujuan jangan bertolak belakang. Jadi, guru seuaiknya menggunakan metode yang dapat menunjang kegiatan belajar mengajar, sehingga dapat dijadikan sebagai alat yang efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran.
b. Pemilihan dan Penentuan Metode
Metode pengajaran yang guru gunakan dalam setiap kali pertemuan kesal bukanlah asal pakai, tetapi setelah melalui seleksi yang berkesesuaian dengan perumusan tujuan instruksional khusus.
Membahas masalah pemilihan dan penentuan metode dalam kegiatan belajar mengajar dengan uraian bertolak dari nilai strategis metode efektivitas penggunaan metode, pentingnya pemilihan dan penentuan metode, hingga faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan metode pengajaran.
1) Nilai Strategis Metode
Kelas yang kurang bergairah dan kondisi anak didik yang kurang kreatif dikarenakan penentuan metode yang kurang sesuai dengan sifat bahan dan tidak sesuai dengan tujuan pengajaran. Karena itu, dapat dipahami bahwa metode adalah suatu cara yang memiliki nilai strategis dalam kegiatan belajar mengajar. Nilai strategisnya adalah metod^ 'hp?.? ,v,empengaruhi jalannya kegiatan belajar mengajar.
Karena itu, guru sebaiknya memperhatikan dalam pemilihan penentuan metode sebelum kegiatan belajar dilaksanakan di kelas.
Metode lebih menekankan pada pelaksanaan kegiatan, sedangkan pendekatan ditekankan pada perencanaannya. Ada lima hal yang perlu diperhatikan guru dalam memilih suatu metode mengajar yr.itu :
a) Kemampuan guru dalam menggunakan metode b) Tujuan pengajaran yang akan dicapai
c) Bahan pengajaran yang perlu dipelajari siswa
d) Perbedaan individual dalam memanfaatkan inderanya e) Sarana dan prasarana yang ada di sekolah
Dengan demikian, maka metode dalam proses belajar mengajar akan tercapai sesuai tujuan yang diharapkan.
2) Efektivitas Penggunaan Metode
Efektivitas penggunaan metode dapat terjadi baik ada kesesuaian antara metode dengan semua komponen pengajaran yang telah diprogramkan dalam satuan pelajaran, sebagai persiapan tertulis.
3) Pentingnya Pemilihan dan Penentuan Metode
Pemilihan dan penentuan metode ini didasari adanya metode-metode tertentu yang tidak bisa dipakai untuk mencapai tujuan tertentu. Misalnya : tujuan pengajaran adalah agar anak didik dapat menuliskan sebagian ayat-ayat dalam Surat A1 Fatihah, maka guru tidak dapat inenggunakan metode diskusi, tetapi yang tepat adalah metode latihan.
4) Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Metode
Pemilihan dan penentuan metode dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut:
a) Anak didik ' b) Tujuan
c) Situasi d) Fasilitas e) Guru
c. Macam-macam Metode Mengajar
Untuk mendorong keberhasilan guru dalam proses belajar mengajar, oleh karena itu guru harus mengerti akan fungsi, dan
langkah-langkah pelaksanaan metode mengajar. Ada sejumlah metode - metode mengajar yang mungkin dapat dilakukan oleh guru antara lain sebagai berikut:
1) Metode Ceramah
Metode ceramah adalah cara penyajian pelajaran yang dilakukan guru dengan penuturan atau penjelasan lisan secara langsung terhadap siswa.
a) Kelebihan Metode Ceramah (1) Guru mudah menguasai kelas
(2) Mudah mengorganisasikan tempat duduk/kelas (3) Dapat diikuti oleh jumlah siswa yang besar (4) Mudah mempersiapkan dan melaksanakan (5) Guru mudah menerangkan pelajaran dengan baik b) Kelemahan Metode Ceramah
(1) Mudah menjadi verbalisme (pengertian kata-kata)
(2) Yang visual menjadi rugi, yang auditif (mendengar) yang besar mencrimanya
(3) Bila digunakan dan terlalu lama, membosankan
(4) Terkadang murid sukar sekali untuk mengerti dan tertarik pada ceramah dari seorang guru
(5) Menyebabkan siswa menjadi pasif 2) Metode Tanja Jawab (Respons)
Metode tanya jawab adalah cara penyampaian pelajaran
0
dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada siswa, tetapi dapat pula dari siswa kepada guru.
a) Kelebihan Metode Tanya Jawab
(1) Pertanyaan dapat menarik dan uemusatkan perhatian siswa, sekalipun ketika itu siswa sibuk, yang mengantuk kembali tegar dan hilang kantuknya
(2) Merangsang siswa untuk melatih dan mengembangkan daya fikir, termasuk daya ingatan
(3) Mengembangkan keberanian dan ketrampilan siswa dalam menjawab dan mengemukakan pendapat
b) Kekurangan Metode Tanya Jawab
(1) Siswa merasa takut, apakah guru kurang dapat mendorong siswa untuk berani, detigan menciptakan suasana yang tidak tegang melainkan akrab
(2) Tidak mudah membuat pertanyaan yang senada dengan tingkat berpikir dan mudah dipahami siswa
■>
(3) Waktu sering banyak terbuang, apabila siswa tidak dapat menjawab pertanyaan sampai dua atau tiga orang.
3) Metode Diskusi
Metode diskusi adalah cara penyajian pelajaran, dimana siswa-siswa dihadapkan kepada suatu masalah yang bisa berupa pemyataan atau pertanyaan yang bersifat problematis untuk dibahas dan dipecahkan bersama.
a) Kebaikan metode diskusi
(1) Merangsang kreativitas anak didik dalam bentuk ide, gagasan, prakarsa, dan terobosan baru dalam pemecahan suatu masalah
(2) Mengembangkan sikap menghargai pendapat orang lain (3) Memperluas wawasan
(4) Membina untuk terbiasa musyawarah untuk mufakat dalam memecahkan suatu masalah
b) Kekurangan metode diskusi
(1) Pembicaraan terkadang menvimpang, sehingga memerlukan waktu yang panjang
(2) Tidak dapat dipahami dalam kelompok besar (3) Peserta mendapat informasi yang terbatas
(4) Mungkin diskusi oleh orang-orang yang suka berbicara atau ingin menonjolkan diri.
4) Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi adalah pertunjukan tentang proses terjadinya suatu peristiwa atau benda sampai pada penampilan tingkah laku yang dicontohkan agar dapat diketahui dan dipahami peserta didik secara r.yata atau tiruan, dan disertai penielasan lisan. a) Kelebihan Metode Demonstrasi
(1) Dapat membuat pengajaran menjadi lebih jelas dan kongkret, sehingga menghindari verbalisme (pemecahan secara kata-kata atau kalimat)
(2) Siswa lebih mudah memahami apa yang dipelajari (3) Proses pengajaran lebih menarik
(4) Siswa dirangsang untuk aktif mengamati, menyesuaikan antara teori dengan kenyataan, dan mencoba melakukannya sendiri
b) Kekurangan Metode Demonstrasi
'- i
(1) Metode ini memeriukan ketrampilan guru secara khusus karena tanpa ditunjang hal itu, pelaksanaan demonstrasi akan tidak efektif
(2) Fasilitas seperti peralatan, tempat, dan biaya yang memadai tidak selalu tersedia dengan baik
(3) Memeriukan banyak waktu, sedangkan hasilnya kadang- kadang sangat minim
c) Cara mengatasi kelemahan metode demonstrasi, yakni :
( 1 ) Tentukan terlebih dahulu hasil yang akan dicapai dalam jam pertemuan itu
(2) Pilih dan kumpulkan alat-alat demonstrasi yang akan dilaksanakan
(3) Usahakan seluruh murid dapat mengikuti pelaksanaan demonstrasi itu sehingga memperoleh pengertian dan pemahaman yang sama
(4) Hindari pemakaian istilah yang dipahami murid
(5) Bahan pelajaran adalah hal-hal bersifat praktis dan berguna dalam kehidupan sehari-hari
(6) Dan sebaliknya demonstrasi itu dimulai, guru telah mengadakan uji coba (try out) supaya kelak dalam melakukan tepat dan secara otomatis
5) Metode Soriodrama
Sosiodrama (role playing) berasal dari kata sosio dan drama. Sosio berarti masyarakat (kegirtan-kegiatan sosial), drama
berarti mempertontonkan. Jadi sosiodrama adalah metode mengajar yang dalam pelaksanaannya peserta didik mendapat tugas dari guru untuk mendramatisasikan suatu situasi sosial yang mengandung suatu problem, agar peserta didik dapat memecahkan suatu masalah yang muncul di suatu situasi sosial.
a) Kelebihan metode sosiodrama
(1) Siswa mdatih dirinya untuk melatih, memahami, dan mengingat isi bahan yang akan di dramakan.
(2) Siswa akan terlatih untuk berinisiatif dan kreatif.
(3) Bakat yang terpendam pada siswa dapat dipupuk sehingga di mungkinkan akan muncul atau tumbuh bibit seni drama dari sekolah.
(4) Kerjasama antar pemain dapat di tumbuhkan dan dibina dengan sebaik-baiknya.
(5) Siswa memperoleh kebiasaan untuk menerima dan membagi tanggung jawab dengan sesamanya.
(6) Bahasa lisan siswa dapat dibina menjadi bahasa yang baik agar mudah di pahami orang lam.
b) Kelemahan metode sosiodrama
(1) Sebagian besar anak yang tidak ikut bermain drama mereka menjadi kurang kreatif.
(2) banyak memakan waktu, baik waktu persiapan dalam rangka pemahaman isi bahan pelajaran maupun pada pelaksanaan pertunjukan.
(3) Memerlukan tempat yang cukup luas, jika tempat bermain sempit menjadi kurang bebas.
(4) Sering kelas lain terganggu oleh suara pemain dari para penonton yang kadang-kadang bertepuk tangan, dan sebagainya.
c) Cara mengatasi kelemahan-kelemahan metode sosiodrama (1) Guru harus menerangkan kepada siswa, untuk
memperkenalkan metode ini.
(2) Guru harus memilih masalah yang urgen sehingga menarik, sehingga menarik minat anak.
(3) Agar siswa memahami peristiwanya maka guru harus bisa, menceritakan sambil mengatur adegan pertama, dan
(4) Bobot atau luasnya bahan pelajaran yang didramakan harus sesuai dengan waktu yang tersedia.
6) Metode ka~ya wisata
Karya wisata (field loop) adalah cara mengajar yang dilaksanakan dengan mengajar siswa ke suatu tempat atau obyek tertentu di luar sekolah untuk mempeiajari / menyelidiki sesuatu seperti mengunjungi atau meninjau tempat-tempat situs bersejarah, museum, petemakan yang sistematis dan sebagainya.karya wisata sama dengan istilah seperti widya wisata, study tour, namun berbeda dengan halnya tamasnya, dimana manusia terutama pergi untuk mencari liburan, dengan karya wisata manusia diikat tujuan dan tugas belajar.
a) Kelebihan karya wisata
(1) Karya wisata memilik; prinsip pengajaran modem yang memanfaatkan lingkungannya dalam pengajaran
(2) Pelajaran di sekolah lebih relevan dengan kenyataan dan kebutuhan di masyarakat
(3) Pengajaran serupa ini dapat lebih merangsang kreativitas siswa
(4) Ir formasi sebagai bahan pengajaran lebih luas dan aktual b) Kekurangan metode karya wisata
(1) Memerlukan biaya tinggi
(2) Memerlukan koordinasi dengan guru serta bidang studi lain agar tidak terjadi tumpang waktu dan kegiatan selama karya wisata
(3) Dalam karya wisata sering unsur rekreasi menjadi lebih prioritas daripada tujuan utama, sedang unsur studinya menjadi terabaikan
(4) Jika tempat yang dikunjungi itu sukses diamati, akibatnya siswa menjadi bingung dan tidak mencapai tujuan yang diharapkan
c) Cara mengatasi kelemahan-kelemahan
(1) Perlu merumuskan tujuan-tujuan yang jelas dan tegas (2) Membuat rumusan tujuan jelas dan kongkret
(3) Penentuan tugas-tugas yang hams dilakukan sewaktu dan sesudah pelaksanaan karya wisata
(4) Rencana penilaian pengalaman-pengalaman dan hasil karya wisata
(5) Rencana selanjutnya sebagai kelanjutan pengalaman hasil karya wisata
7) Metode kerja kelompok
Dalam metode ini terjadi interaksi antar anggota kelompok dimana setiap kelompok terdiri dari 4 - 5 orang. Semua anggota harus turut terlibat karena keberhasilan kelompok ditunjang oleh aktivitas r.nggotanya, sehingga anggota kelompok saling membantu. Model belajar kooperatif yang sering diperbincangkan yaitu belajar kooperatif model Jigsaw yakni tiap anggota kelompok mempelajari materi yang berbeda untuk disampaikan atau diajarkan pada teman sekeiompoknya.
a) Kebaikan-kebaikannya
(1) Membiasakan siswa bekeijasama, mengembangkan sikap musyawarah dan bertanggung jawab.
(2) Kesadaran adanya kelompok menimbulkan rasa kompetitif yang sehat, sehingga membangkitkan kemauan belajar der.gan sungguh-sungguh
(3) Guru tidak perlu mengawasi masing-masing murid secara individual, cukup hanya memperhatikan kelompok saja atau ketua-ketua kelompoknya
(4) Melatih ketua kelompok menjadi pemimpin yang bertanggung jawab dan membiasakan anggota-anggotanya untuk melaksanakan tugas kewajiban sebagai wa'rga yang patuh pada aturan
b) Kelemahan-kclemahannya
(1) Sulit untuk membuat kelompok yang homogen, baik intelegensi, bakat dan minat, atau daerah tempat tinggal (2) Murid-murid oleh guru dianggap homogen, sering tidak
merasa cocok dengan anggota kelompoknya itu
(3) Pemimpin kelompok kadang-kadang sukar untuk memberikan pengertian kepada anggota, sulit untuk menjelaskan dan mengadakan pembagian kerja
(4) Anggota kadang-kadang tidak mematuhi tugas-tugas yang diberikan oleh pemimpin kelompok
(5) Dalam belajar bersama kadang-kadang tidak terkendali sehingga menyimpang dari rencana berlarut-larut
(6) Terkadang salah satu individual bersikap pasif menggantungkan pada teman-temannya
8) Metode Latihan
Metode latihan (drill) atau metode training merupakan suatu cara mengajar yang baik untuk menanamkan kebiasaan- kebiasaan certentu Juga sebagai sarana untuk memperoleh suatu ketangkasan, ketepatan, kesempatan dan ketrampilan.
a) Kelebihan-kelebihannya
(1) Pembentukan kebiasaan yang dilakukan dengan mempergunakan metode ini akan mer.ambah ketepatan dan kecepatan pelaksanaan
(2) Pemantapan kebiasaan-kebiasaan tidak memerlukan banyak konsentrasi dalam pelaksanaan
(3) Pembentukan kebiasaan membuat gerakan-gerakan yang komplek, rumit menjadi otomafif
b) Kelemahan-kelemahannya
(1) Metode ini dapat menghambat bakat dan inisiatif murid karena murid lebih banyak dibawa kepada konformitas dan diarahkan kepada uniformitas
(2) Kadang-kadang latihan yang dilaksanakan akan secara berulang-ulang merupakan hal yang monoton, mudah membosankan
(3) Dapat menimbulkan verbalisme karena murid-murid lebih banyak dilatih mei%naiai soal-soal dan menjawabnya secara otomatis
c) Cara mengatasi kelemahan-kelemahan metode latihan
(1) Latihan hanya untuk bahan atau tindakan yang bersifat otomatif
(2) Jelaskan terlebih dahulu tujuan latihan
(3) Agar murid dapat memahami manfaat latihan itu bagi kehidupan siswa
(4) Murid perlu mempunyai sikap bahwa latihan itu diperlukan untuk melengkapi belajar
(5) Masa latihan relatif harus singkat, tetapi harus sering dilakukan pada waktu-waktu tertentu
(6) Latihan harus menari, gembira dan tidak membosankan 9) Metode Pemberian Tugas (Resitasi)
Metode pemberian tugas dan resitasi adalah cara penyajian bahan pelajaran dirnana guru memberikan tugas tertentu agar murid mdakukan kegiatan belajar, kemudian harus dipertanggung jawabkan. Tugas dan resitasi meiangsang anak untuk aktif belajar
baik secara individual maupun kelompok. a) Kebaikannya
(1) Pengetahuan yang diperoleh murid dari hasil belajar, haisl percobaan yang berhubungna dengan minat dan bakat akan lebih meresap, tahan lama dan lebih otentik
(2) Mereka berkesempatan memupuk perkembangan dan keberanian mengambil inisiatif, bertanggung jawab dan berdiri sendiri
(3) Tugas dapat membina kebiasaan siswa untuk mencari dan mengolah sendiri informasi dan komunikasi
(4) Metode ini dapat membuat siswa bergairah dalam belajar dilakukan dengan berbagai variasi schiggn tidak membosankan
b) Kelemahannya
(1) Seringkali siswa melakukan penipuan diri, mereka hanya meniru pekeijaan nrang lain, tanpa mengalami peristiwa belajar
(2) Adakalanya tugas itu dikerjakan oleh orang lain, tanpa pengawasan
10) Metode Eksperimen
Metode eksperimen (percobaan) adalah cara pelajaran- pelajaran, dimana siswa melakukan percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari.
a) Keleb'han metode eksperimen
(1) Membuat siswa lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya
(2) Dapat membina siswa untuk niembuat terobosan-terobosan bam dengan penemuan dari hasil percobaannya dan bermanfaut kehidupan manusia
(3) Hasil-hasil percobaan yang berharga dapat dimanfaatkan untuk kemakmuran umat manusia
b) Kekurangan metode eksperimen
(1) Metode ini lebih sesuai dengan bidang-bidang sians dan teknologi
(2) Metode ini memerlukan berbagai fasilitas peralatan dan bahan yang tidak selalu mudah diperoleh dan mahal
1 l)Metode Proyek
Metode proyek atau unit adalah cara penyajian pelajaran yang bertitik tolak dari suatu masalah, kemudian dibahas dari berbagai segi yang berhubungan sehingga pemecahannya secara keseluruhan dan bermakna.
a) Kelebihannya
(1) Dapat memperluas pemikiran siswa berguna dalam menghadapi masalah kehidupan
(2) Dapat membina siswa dengan kebiasaan menerapkan pengetahuan, sikap dan ketrampilan dalam kehidupan sehari-hari cara terpadu
(3) Metode ini sesuai dengan prinsip-prinsip didaktif modern b) Kekurangannya
(1) Kurikulum yang berlaku di Indonesia saat ini, baik secara vertikal maupun horizontal, belum untuk pelaksanaan metode ini
(2) Pemilihan topik unit yang tepat sesuai dengan kebutuhan siswa, cukup fasilitas dan sumber-sumber belajar yang diperlukan, bukanlah pekeijaan yang mudah
(3) Bahan pelajaran sering menjadi luas sehingga dapat mengaburkan pokok unit yang dibahas
12) Metode Problem Solving
Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya sekedar metode mengajur, tetapi juga merupakan
suatu metode berpikir, sebagai dalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya yang mulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan.
a) Ke^ebihan metode problem solving
(1) Metode ini dapat membuat pendidikan di sekolah menjadi lebih relevan dengan kehidupan, khususnya dengan dunia kerja.
(2) Dapat membiasakan para siswa menghadapi dan memecahkan masalah secara terampil, apabila menghadapi permasalahan di dalam kehidupan dalam keluarga, bermasyarakat, dan bekerja kelak, suatu kemampuan yang sangat bermakna bagi kehidupan manusia
(3) Dapat merangsang pengembangan kemampuan berpikir secara aktif dan menyeluruh dimana siswa banyak melakukan mental dengan menyoroti pemasalahan di berbagai segi dalam rangka mencari pemecahan.
b) Kekurangan metode problem solving
(1) Sering memerlukan waktu yang cukup banyak dan sering terpaksa mengambil waktu pelajaran lain
(2) Menentukan suatu masalah yang tingkat kesulitannya sesuai dengan tingkat berpikir siswa, sangat memerlukan kemampuan dan ketrampilan guru
(3) Kadang-kadang memerlukan berbagai sumber belajar, merupakan kesulitan tersendiri bagi siswa
13) Metode eksploitasi atau pameran
Metode eksploitasi adalah suatu penyajian visual menggunakan benda, dimensi atau tiga dimensi, dengan maksud mengemukakan gagasan atau sebagai alat untuk membantu menyampaikan informasi yang diperlukan.
14) Metode bermain peran
Pembelajaran dengan metode bermain peran adalah pembelajaran dengan cara seolah-olah benda dalam situasi. Untuk memperoleh suatu pemahaman tentang suatu konsep. Dalam metode ini siswa berkesempatan terlibat secara aktif sehingga akan lebih memahami konsep dan lebih lama mengingat, tetapi memerlukan waktu lama.
d. Praktek Penggunana Metode Mengajar
Dalam prakteknya, metode mengajar tidak digunakan sendiri- sendiri, tetapi merupakan kombinasi dari beberapa metode mengajar. e. Perencanaan Materi dan Bahan-bahan Pengajaran
Untuk mencapai hasil yang memuaskan dalam penyajian bahan pembelajaran, maka prosedur pemanfaatan alat dan bahan pengajaran haruslah:
1. Pemeriksaan awal 2. Persiapan lingkungan 3. Persiapan siswa
4. Penyajian bahan pengajaran
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menetapkan materi pembelajaran:
1. Materi pembelajaran hendaknya sesuai dengan atau dapat menunjang tercapainya tujuan instruksional
2. Materi pelajaran hendaknya sesuai dengan tingkat pendidikan dan perkembangan siswa pada umumnya
3. Materi pelajaran hendaknya terorganisasi secara sistematik dan berkesinambungan
4. Materi pelajaran hendaknya mencakup hal-hal yang bersifat factual maupun kcnseptual
Materi pelajaran diberikan bermakna bagi para siswa, dan meruoakan bahan yang betul-betul penting, baik dilihat dari tujuan maupun fungsinya untuk mempelajari bahan berikutnya.