BAB II LANDASAN TEORI
8. Pengembangan Variasi Mengajar
Apabila guru dalam proses belajar tidak menggunakan variasi, maka akan membosankan siswa, perhatian siswa berkurang, mengantuk, dan akibatnya tujuan belajar tidak tercapai. Dalam hal ini guru memerlukan adanya variasi dalam mengajar siswa.22
a. Tujuan Variasi Mengajar
Penggunaan variasi terutama ditunjukkan terhadap perhatian siswa, motivasi dan belajar siswa. Tujuan mengadakan variasi dimaksud adalah :
1) Meningkatkan dan memelihara perhatian siswa terhadap relevansi proses belajar mengajar
2) Memberikan kesempatan kemungkinan berfungsinya motivasi 3) Membentuk sikap posit if terhadap guru dan sekolah
4) Memberikan kemungkinan pilihan dan fasilitas belajar individual 5) Mendorong anak didik untuk belajar
■*> b. Prinsip Penggunaan
Agar kegiatan pengajaran dapat merangsang siswa untuk aktif dan kreatif belajar, tentu saja diperlukan lingkungan belajar yang konduktif. Salah satunya dengan cara memperhatikan beberapa prinsip penggunaan variasi dalam mengajar adalah sebagai berikut:
1) Dalam menggunakan ketrampilan variasi sebaiknya semua jenis variasi digunakan, selain juga ada variasi penggunaan komponen untuk tiap jenis variasi. Semua itu mencapai tujuan belajar.
22 Syaiful Bahri Djamrah. Drs. Dan Asnavvi Zain. Drs, Slralegi Belajar Mengajar, Rineka Cipta, Jakarta, 2006, him. 161 - 172
2) Menggunakan variasi secara lancar dan berkesinambungan, sehingga moment proses belajar mengajar yang utuh tidak rusak, perhatian anak didik dan proses belajar tidak terganggu
3) Penggunaan komponen variasi harus benar-benar berstruktur dan direncanakan oleh guru, karena itu memerlukan penggunaan yang luwes, spontan sesuai dengan umpan balik yang diterima dari siswa. Biasanya bentuk umpan balik ada dua, yaitu :
a) Umpan balik tingkah laku yang menyangkut perhatian dan keterlibatan siswa
b) Umpan balik informasi tentang pengetahuan dan pelajaran Demikian pembahasan mengenai prinsip-prinsip penggunaan variasi mengajar. Tinggal guru saja yang harus menggunakan secara tepat dan sesuai dengan kondisi lingkungan belajar mengajar yang tercipta untuk tujuan, yaitu keberhasilan belajar mengajar dari segi proses maupun produk.
c. Komponen-komponen Variasi Mengajar
Komponen-komponen variasi mengajar itu dibagi kedalam tiga kelompok besar, yaitu gaya mengajar, variasi meja dan bahan, serta variasi interaksi. Uraian dari ketiga komponen tersebut adalah sebagai berikut:
1) Variasi Gaya Mengajar
Variasi pada dasamya meliputi variasi suara, variasi gerakan anggota badan, dan variasi perpindahan posisi guru dalam kelas. Bagi siswa variasi tersebut dilihat sebagai sesuatu yang energik, antusias, bersemangat, dan semuanya memiliki relevansi
dengan hasil belajar. Perilaku guru reperti itu dalam proses belajar mengajar akan menjadi dinamis dan mempeitinggi komunikasi antara guru dan anak didik, menarik perhatian anak didik, menolong penerimaan bahan pelajaran, dan memberi stimulasi. Variasi dalam gaya mengajar ini adalah ^ebagai berikut:
a) Variasi suara
Suara guru dapat bervariasi dalam intonasi, nada, volume, dan kecepatan. Guru dapat mendramatisi suatu peristiwa, menunjukkan hal-hal yang dianggap penting, berbicara secara pelan dengan seorang anak didik atau berbicara secara tajam dengan anak didik yang kurang perhatian dan seterusnya.
b) Penekanan (focvsing)
Untuk memfokuskan perhatian anak didik pada suatu aspek yang penting atau aspek kunci, guru dapat menggunakan “Penekanan secara verbal”, misalnya : “Perhatian baik-baik, nah ini yang penting. Ini adalah bagian yang sukar, dengarkan baik-baik!” dengan gerakan anggota badan yang dapat menunjukkan dengan jari atau memberi tanda pada papan tulis. c) Pemberian Waktu (pausing)
Untuk menarik perhatian anak didik, dapat dilakukan dengan mengubah yang bersuara menjadi sepi, dari suatu kegiatan menjadi tanpa kegiatan atau diam, diakhiri bagian pelajaran ke bagian berikutnya. Dalam ketrampilan bertanya pemberian waktu dapat diberikan setelah guru mengajukan
beberapa pertanyaan, untuk mengubahnya menjadi pertanyaan yang lebih tinggi tingkatannya setelah keadaan memungkinkan. Bagi anak didik, pemberian waktu dipakai untuk mengorganisasikan jawabannya agar menjadi lengkap.
d) Kontak Pandang
Guru dapat membantu anak didik dengan menggunakan matanya menyampaik*" mforrnasi, dan dengan pandangannya dapat menarik perhatian anak didik.
e) Gerakan Anggota Badan (gesturing)
Variasi dalam mimik, gerakan kepala atau badan merupakan bagian yang penting dalam komunikasi. Tidak hanya untuk menarik perhatian saja, tetapi juga menolong dalam menyampaikan arti pembicaraan.
f) Pindah Posisi
Perpindahan posisi guru dalam ruang kelas dapat membantu menarik perhatian anak didik, dapat meningkatkan kepribadian guru. Guru yang kaku adalah tidak menarik dan menjemukan, "dan bila variasi diiakukan secara berlebihan adalah mengganggu.
2) Variasi Media dan Bahasa Ajaran
Ada tiga komponen dalam pengguraan media, yaitu media pandangan, media dengar, dan media taklil. Guna memudahkan pemahaman mengenai media pandang, media dengar, dan media taklil. Ini dapat diikuti uraian berikut:
(a) Variasi Media Pandang
Penggunaan alat dan bahan ajaran khusus untuk komunikasi seperti buku, majalah, globe, peta, majalah, dinding, film scrip, TV, radio, recorder, gambar grafik, model, demonstrasi dan lain-lain. Penggunaan yang lebih luas dari alat-alat tersebut akan memiliki keuntungan :
(1) Membantu secara kongkret konsep berpikir, dan mergurangi respon yang kurang bermanfaat
(2) Memiliki secara potensial perhatian anak didik pada tingkat yang tinggi
(3) Dapat membuat hasil belajai yang riil yang akan mendorong kegiatan mandiri anak didik
(4) Mengembangkan cara berpikir berkesinambungan, seperti halnya dalam film
(5) Memberi pengalaman yang tidak mudah dicapai oleh alat yang lain
(6) Menambah frekuensi kerja, lebih dalam, dan variasi belajar (b) Variasi Media Dengar
Sejumlah media dengar yang dapat dipakai untuk itu diantaranya ialah pembicaraan anak didik, rekaman, bunyi dan suara, rekaman musik, rekaman drama, wawancara, bahkan rekaman suara ikan lumba-lumba, yang semuanya itu dapat memiliki relevensi dengan pelajaran.
(c) Variasi Media Taktil
Variasi media dan bahan ajaran adalah penggunaan media yang memberikan kesempatan anak didik untuk menyentuh dan memanipulasi benda atau bahan ajaran.
Contoh : dalam bidang studi sejarah dapat membuat maket desa zaman Majapahit, dalam bidang studi geografi dapat membuat model lapisan tanah, mengumpulkan berbagai jenis mata uang logam, contoh untuk bidang studi ekonomi. 3) Variasi Interaksi
Variasi dalam pola interaksi antara guru dan anak didiknya memiliki rentangan yang bergerak dari dua kutub, yaitu :
(a) Anak didik bekerja atau belajar secara bebas tanpa campur tangan dari guru
(b) Anak didik mendengarkan dengan pasif, situasi didominasi oleh guru di mana guru berbicara kepada anak didik.
Di antara kedua kutub itu hanya memungkinkan dapat terjadi. Misalnya bila guru berbicara, melalui mengajukan beberapa pertanyaan atau langsung berbincang dapat juga divariasi sesuai dengan domain kognitif dan Bloom, pertanyaan dapat diajukan ke seluruh kelas atau ditujukan kepada anak didik individual. Bila dilihat dari sudut kegiatan anak didik, maka dapat berbentuk : mendengarkan ceramah guru, mengajukan pendapat pada diskusi kelompok kecil, bekerja individual atau kerja kelompok, membaca secara keras atau pelan, melihat film, bekerja di laboratorium, baik
bahasa maupun alam, bekerja atau belajar bebas, atau dapat juga menciptakan kegiatan sendiri.
Dari beberapa komponen-komponen tersebut diatas,' mutlak dikuasai oleh guru guna menggairahkan belajar anak didik dalam waktu yang relatif lama dalam suatu pertemuan kelas.m