HASIL PENELITIAN
E. Keefektifan Media E-Book
Siswa yang diberi perlakuan (kelas eksperimen) adalah siswa di kelas X.MIA.4, dan siswa pembanding (kelas kontrol) adalah siswa kelas X.MIA.1 yang tidak menggunakan media e-book dalam pembelajaran.
1. Analisis Butir Soal
Langkah ini adalah untuk mengetahui kualitas butir soal yang akan digunakan pada tes prestasi. Data yang diambil adalah data hasil ujicoba pada kelas X MIA.2. jumlah soal yang diujicobakan adalah X MIA.1 butir. Dari proses analisis menggunakan ITEMAN diketahui bahwa butir soal memiliki koefisien biser atau daya pembeda soal lebih dari 0,3, artinya soal dapat diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa semua butir soal adalah baik. Hasil analisis menunjukkan bahwa koefisien reliabilitas yang diperoleh adalah 0.824, sehingga dapat disimpulkan bahwa reliabilitas soal berada pada kategori baik. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran halaman 37. 2. Uji prasyarat analisis
Uji prasyarat analisis dilakukan sebelum melakukan uji t, meliputi uji normalitas dan uji homogenitas.
a. Uji normalitas
Bertujuan untuk melihat apakah variansi kelas eksperimen dan kelas control berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas terhadap kelas control dan kelas eksperimen dilakukan dengan menggunakan uji lilifors. Hasil perhitungan uji normalitas dengan taraf signifikansi 5% adalah sebagai berikut:
Tabel 6: Hasil uji normalitas
Variansi s Lmaks DK = {L | L > Lmaks } Keputusan(H0)
K.
Eksperimen
77.94 8.07 0.115 0.154 Diterima
K.Kontrol 73.94 8.01 0.103 0.154 Diterima
Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui bahwa keputusan uji
untuk masing-masing kelas adalah H0 diterima, sehingga dapat
disimpulkan bahwa kelas eksperimen dan kelas control memiliki data yang berdistribusi normal. Untuk perhitungan yang lebih lengkap terdapat pada lampiran halaman 27.
b. Uji homogenitas
Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah variansi kedua kelas homogen (sama) atau tidak) dengan menggunakan uji bartlet. Hasil uji bartlet yaitu DK = {b | b < 0.951}dengan bobs= 0.99 DK. Keputusan uji adalah H0 diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa variansi kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah homogen. Hasil perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran halaman 31.
3. Uji efektivitas (Uji t)
Hasil perhitungan uji t yaitu DK = {t | t < -1.960atau t>1.960} dan tobs = 2.07 DK. Keputusan uji adalah H0 ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua kelompok memiliki hasil prestasi belajar yang tidak sama. Kelas eksperimen memiliki rata-rata lebih besar (77.94) dibanding kelas
kontrol (73.94). Dengan demikian dapat disimpulkan hasil prestasi belajar yang dicapai oleh kelas eksperimen (dengan menggunakan media e-book) lebih baik dari pada hasil prestasi belajar yang dicapai oleh kelas kontrol (tidak menggunakan media e-book). Hasil perhitungan dapat dilihat pada lampiran halaman 32.
F. Pembahasan
Setelah melewati beberapa tahapan validitas dan uji coba yang sudah dijelaskan sebelumnya, media pembelajaran e-book hasil pengembangan ini sudah layak untuk digunakan, hal ini dapat dilihat dari rata-rata penilaian hampir disemua tahapan menunjukkan hasil dengan kategori sangat baik. Berdasarkan pengamatan dan kajian selama penelitian, media e-book dinilai dapat meningkatkan ketertarikan siswa dalam mempelajari Bahasa Inggris. Hal ini dapat dilihat dari antusias siswa untuk menggunakan e-book dan hasil belajar siswa yang menjadi lebih baik.
Uji kelayakan media e-book dapat dilihat dari hasil validasi ahli materi dan ahli media, dimana hasil rata-rata validasi dari ahli media adalah 4.45, dan hasil rata-rata yang diperoleh dari ahli materi adalah 4.4. penilaian dari media dan ahli materi menunjukkan bahwa media e-book berada dalam kategori baik dan sudah layak untuk diujicobakan. Pada uji coba kepada siswa atau pengguna, hasil rata-rata penilaian pada tahap preliminary field test dan main field test
adalah 4.34, artinya media e-book juga sudah berada dalam kategori sangat baik. commit to user
Sedangkan pada tahap operational field test, diketahui bahwa nilai rata-rata yang
diperoleh siswa setelah menggunakan media e-book meningkat (73.42)
dibandingkan dengan sebelum menggunakan e-book (74.73).
Hasil data validasi ini sejalan dengan penelitian oleh Dewi Puspita Maharani, Hadi Suwono, dan Fatchur Rohman dalam jurnal dengan judul pengembangan modul elektronik dengan pendekatan salingtemas kompetensi ekosistem siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang. Dimana ditemui hasil penelitian yang sama, bahwa hasil belajar yang dicapai siswa meningkat setelah menggunakan modul elektronik. Hal ini berarti, belajar menggunakan media penunjang memiliki pengaruh yang cukup baik terhadap pemahaman peserta didik terhadap materi yang disajikan. Dengan demikian secara tidak langsung berpengaruh terhadap peningkatan prestasi peserta didik.
Media e-book juga mampu meningkatkan efektifitas pembelajaran, hal ini ditunjukkan oleh nilai rata-rata yang diperoleh oleh kelas eksperimen yaitu 77,94, nilai rata-rata ini lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol yang
tidak menggunakan media e-book dalam pembelajaran melainkan hanya
menggunakan buku teks Bahasa Inggris. Rata-rata yang dicapai oleh kelas kontrol adalah 73.94. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media e-book dalam uji coba lapangan sudah memenuhi kategori sangat baik dan layak digunakan dalam pembelajaran Bahasa Inggris kelas X di SMA Negeri 2 Padang Panjang.
Sifat E-book mudah digunakan serta sifat e-book yang fleksibel, bisa dimasukkan kedalam perangkat smartphone dan gadget pengguna sehingga lebih mudah untuk dibawa dan bisa digunakan kapan saja dan dimana saja menjadi salah satu penyebab e-book mudah diterima. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Roesnita Ismail dan Zainab A.N dalan jurnal dengan judul
The Pattern of E-Book Use Amongst Undergraduates In Malaysia: A Case of To Know Is To Use, dimana disebutkan bahwa tingkat positif pada layanan e-book
sekitar 70%. Mereka yang menggunakan e-book menemukan bahwa e-book
mudah digunakan dan penggunaannya dibutuhkan terutama untuk menulis tugas atau pekerjaan proyek. Hal inilah yang secara tidak langsung mampu meningkatkan efektifitas pembelajaran.
Efektifitas merupakan kemampuan untuk memilih tujuan atau peralatan yang tepat untuk pencapaian tujuan yang telah ditetapkan (Handoko, 2003:7). Keefektifan bias diartikan tingkat keberhasilan yang dicapai dari suatu cara atau usaha tertentu sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Hal ini senada dengan yang disampaikan oleh Trianto (2009:20) bahwa keefektifan pembelajaran adalah hasil guna yang diperoleh setelah pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.
Soemosasmito (dalam Trianto, 2009) menyatakan bahwa suatu pembelajaran dapat dikatakan efektif apabila memenuhi beberapa persyaratan utama keefektifan pembelajaran, yaitu: (1) presentasi waktu belajar siswa yang tinggi dicurahkan terhadap KBM; (2) rata-rata perilaku melaksanakan tugas yang tinggi diantara siswa; (3) ketepatan antara kandungan materi ajaran dengan
kemampuan siswa (orientasi keberhasilan belajar), dan (4) mengembangkan suasana belajar yang akrab dan positif.
Media e-book ini bisa digunakan siswa untuk belajar di sekolah ataupun di rumah. Siswa mengoperasikan sendiri media pembelajaran tersebut dan siswa diberi keleluasaan untuk menentukan kecepatan belajar dan memilih urutan kegiatan belajar sesuai dengan kebutuhan. Seperti yang dikemukakan oleh Heinich, Molenda, Russel, Smaldino (1994) bahwa salah satu kelebihan menggunakan aplikasi komputer sebagai alat bantu proses belajar yaitu kemampuan komputer untuk menayangkan kembali informasi yang diperlukan oleh pemakainya, yang diistilahkan dengan “kesabaran komputer”, dapat membantu siswa yang memiliki kecepatan belajar lambat. Dengan kata lain, komputer dapat menciptakan iklim belajar yang efektif bagi siswa yang lambat (slow learner), tetapi juga dapat memacu aktifitas belajar bagi siswa yang lebih cepat (fast learner).
BAB V