• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEGIATAN BELAJAR 4 BENTUK-BENTUK INTERAKSI SOSIAL

LEMBAR KEGIATAN

KEGIATAN BELAJAR 4 BENTUK-BENTUK INTERAKSI SOSIAL

a. Faktor-faktor pendorong keteraturan sosial

Terbentuknya keteraturan sosial dalam kehidupan masyarakat di dorong oleh adanya kerjasama dan akomodasi.

b. Faktor penghambat keteraturan sosial

Adapun faktor yang menghambat terbentuknya keteraturan sosial adalah adanya persaingan, kontroversi, dan konflik sosial.

3. Pengaruh Interaksi Sosial Terhadap Keselarasan sosial

Perilaku individu-individu yang merupkan bagian dari masyarakat menentukan bagaimana keadaan masyarakat secara keseluruhan. Misalnya kebiasaan warga masyarakat menjaga kebersihan lingkungannya akan membentuk situasi lingkungan masyarakat yang bersih, sehat, rapi, dan indah. Sebaliknya, jika masing-masing warga masyarakat tidak peduli dengan keadaan lingkungannya maka situasi lingkungan masyarakat tersebut di warnai dengan egoisme dan ketidak teraturan, kehidupan masyarakat terdapat sejumlah nilai dan norma yang membatasi perilaku seseorang demi terciptanya keteraturan sosial.

Informasi !

a. Kerjakan tugas di bawah ini dengan teman kelompokmu b. Jawablah pertanyaan tersebut apabila telah ditunjuk oleh guru

1. Faktor apakah yang mendorong orang melakukan interaksi sosial ? 2. Berilah contoh dalam bentuk gambar dari media masa tentang imitasi, identifikasi,

sugesti dan simpati! 3. Jelaskan mengapa remaja cenderung meniru gaya westernisasi yang sering

ditayangkan di Televisi!

Berilah contoh! 4. Mengapa tanyangan hipnotis termasuk dalam sugesti, jelaskan!

5. Jelaskan sugesti yang dilakukan oleh dokter dapat menyembuhkan penyakit si pasien!

KEGIATAN BELAJAR 4 BENTUK-BENTUK INTERAKSI SOSIAL

Menurut Gillin dan Gillin bentuk interaksi sosial terbagi atas dua bentuk proses sosial yaitu proses sosial asosiatif dan proses sosial dissosiatif.

A. PROSES SOSIAL ASSOSIATIF

Proses sosial asosiatif ini bentuknya ada 4 macam yaitu kerjasama. Akomodasi, asimilasi dan akulturasi. :

LEMBAR KEGIATAN

MGMP SOSIOLOGI SMA dan MA Kota Sukabumi 31 1) Kerjasama (Cooperation)

Kerjasama (cooperation) adalah bergabungnya individu-individu untuk bekerja sama dalam mencapai cita-cita dan tujuan bersama. Terbentuknya kerjasama antar individu atau antar kelompok dalam interaksi sosial merupakan ciri mendasar atau utama terciptanya keteraturan sosial dalam kehidupan masyarakat. Kerjasama inilah yang mendorong terbentuknya perkumpulan sosial., lembaga sosial, organisasi sosial serta sistem nilai dan norma sosial baru dalam pergaulan hidup masyarakat.

Dengan kerjasama maka suatu tujuan atau kegiatan masyarakat akan lebih mudah dicapai dan dilaksanakan dari pada bila dilakukan secara sendiri-sendiri. Kesejahteraan sosial akan mudah dicapai jika diusahakan secara bekerjasama oleh warga masyarakat dalam suasana kekeluargaan dan gotong royong. Misalnya membangun jalan desa, membangun jembatan atau mendirikan rumah secara bergantian atau sistem arisan.

2) Akomodasi (Accomodation)

Akomodasi merupakan proses penyesuaian sosial dalam interaksi sosial antara pribadi atau kelompok-kelompok manusia untuk mengurangi, mencegah atau mengatasi ketegangan dan pertikaian.

Akomodasi di dahului oleh adanya dua individu atau dua kelompok yang saling bertikai. Masing-masing individu atau kelompok dengan kemauannya sendiri berusaha mengakomodir, menghilangkan gap atau jarak yang menjadi pangkal pertentangan, sehingga konflik mereda. Sehingga kemungkinan terciptalah asimilasi atau koalisi partai-partai politik

Negosiasi atau perundingan yang digunakan untuk mengurangi dan menghilangkan ketegangan dalam situasi konflik dapat dikenal dalam bentuk akomodasi.

Macam-macam Akomodasi :

a. Kompromi yaitu kedua belah pihak yang bertikai saling mengalah. Mereka saling memberi dan menerima kebijakan tertentu, sehingga saling mengurangi tuntutannya.

Contoh : Penggusuran tanah untuk jalan diberi ganti rugi oleh Investor. Kompromi antar teman untuk saling membantu dalam kesulitan.

b. Toleransi yaitu sikap saling menghormati dan menghargai pendapat atau pendirian masing-masing pihak yang berbeda sehingga tidak saling menimbulkan pertentangan. Contoh : Toleransi antar agama, toleransi dengan sesama teman, tolerasi antar faham dalam suatu agama tertentu.

c. Koersion yakni penyelesaian suatu konflik melalui proses paksaan atau kekerasan sehingga salah satu pihak yang lemah akan menyetujui pihak yang kuat.

Contoh : penggusuran pedagang kaki lima yang merusak lingkungan atau trotoar

d. Konsiliasi yaitu usaha untuk mempertemukan pihak-pihak yang berselisih dalam suatu perun-dingan atau musyawarah untuk mencapai persetujuan bersama.

Contoh : GAM dengan Pemerintah RI, atau sengketa RI dengan Malaysia mengenai Blok Ambalat. Di perbatasan Indonesia Malaysia, musyawarah pembagian hasil Blok Cepu, PT. Freeport di Irian (Papua) dan sebagainya.

e. Mediasi adalah penyelesaian suatu konflik dengan mengundang pihak ketiga yang netral dan berfungsi sebagai penasehat.

Contoh : perkelaian antar pelajar oleh Guru BP, perundingan antara GAM dan RI di kota Helszinki Negara Perancis. Sengketa tanah oleh tokoh masyarakat.

f. Arbitrasi adalah penyelesaian konflik melalui pihak ketiga yang dipilih oleh kedua belah pihak yang bertikai untuk mencapai kesepakatan. Contoh : Perundingan antara Belanda dan Indonesia yang diwakili oleh negara-negara Asing.

g. Ajudikasi yaitu penyelesaian perkara melalui pengadilan, Misalnya : perebutan warisan keluarga, Perceraian, Penyelesaian Utang pengusaha dengan Bank melalui Mahkamah Agung.

h. Segregasi yakni upaya untuk saling menghindar atau memisahkan diri dalam rangka mengurangi ketegangan dan menghilangkan konflik.

32 MGMP SOSIOLOGI SMA dan MA Kota Sukabumi

i. Gencatan senjata yakni penangguhan peperangan untuk jangka waktu tertentu sambil mengupayakan penyelesaian. Misalnya genjatan senjata antar AS dan Rusia dalam perang dingin.

3) Asimilasi

Asimilasi adalah proses sosial yang timbul bila ada kelompok masyarakat dengan latar

belakang kebudayaan yang berbeda, saling bergaul secara intensif dalam jangka waktu lama, sehingga lambat laun kebudayaan asli mereka akan berubah sifat dan wujudnya membentuk kebudayaan baru sebagai kebudayaan campuran:

Contoh :- Kegiatan halal bihalal antara kebudayaan Islam dan Indonesia - Kegiatan Mauludan di berbagai daerah dengan cowekannya

- Musik Melayu bertemu dengan musik Spanyol menghasilkan musik keroncong - Musik India bertemu dengan musik Melayu menjadi musik dang dut

Faktor Pendorong Asimilasi :

1) Adanya toleransi di antara sesama kelompok yang berbeda kebudayaannya 2) Kesempatan yang sama dibidang ekonomi

3) Kesediaan menghormati dan menghargai orang asing dan kebudayaan yang dibawanya 4) Sikap terbuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat

5) Persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan yang bersifat universal 6) Perkawinan campuran antar suku atau golongan (amalgamation) 7) Mempunyai musuh bersama untuk memerangi pihak lain.

Faktor Penghalang Asimilasi :

1) Adanya kelompok yang terisolir (terasing) dari pergaulan umum

2) Kurangnya pengetahuan atau pemahaman mengenai kebudayaan baru yang dihadapi 3) Prasangka negatif terhadap pengaruh kebudayaan lain

4) Perasaan bahwa kebudayaan sendiri lebih tinggi dari pada kebudayaan kelompok lain (primordialisme)

5) Perbedaan ciri-ciri fisik atau ras, perbedaan tehnologi di bidang perekonomian 6) Perasaan yang kuat bahwa individu terikat oleh kebudayaan kelompoknya sendiri 7) Golongan minoritas mengalami gangguan oleh kelompok penguasa (mayoritas)

4) Akulturasi

Akulturasi adalah proses sosial yang timbul, apabila suatu kelompok masyarakat dengan kebudayaan tertentu berhadapan dengan unsur- unsur kebudayaan asing yang lambat laun kebudayaan asing tersebut diterima dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya unsur-unsur kebudayaan itu sendiri.

Contoh :

- Kebudayaan Hindu di Indonesia bertemu dengan kebudayaan di Bali, sehingga jadilah kebudayaan Hindu Bali.

- Kebudayaan yang berasal dari Arabia yaitu Islam bertemu dengan kebudayaan Jawa, sehingga terbentuklah kebudayaan Islam kejawen yang menganut paham Animisme dan Dinamisme dalam kehidupan sehari-hari.

- Candi Borobudur, Masjid Demak, seni wayang golek, lagu-lagu pop daerah.

- Pemanggilan untuk sholat bagi orang Islam adalah Adzan , bagi masyarakat Jawa masih belum bisa meninggalkan beduk dan kentongan sebagai kepercayaan jaman dulu.

MGMP SOSIOLOGI SMA dan MA Kota Sukabumi 33 B. PROSES DISOSIATIF

Proses disosiatif disebut pula proses oposisi. Oposisi dapat diartikan cara yang bertentangan dengan seseorang ataupun kelompok untuk mencapai tujuan tertentu. Proses disosiatif dapat dibedakan menjadi tiga bentuk yaitu :

1) Persaingan (Competation) .

Persaingan merupakan proses sosial ketika dua pihak saling berlomba untuk mencapai kemenangan tertentu atau memperebutkan sesuatu yang sifatnya terbatas tanpa menimbulkan ancaman atau benturan fisik untuk menjatuhkan lawan. (fair play).

Persaingan yang disertai dengan kekerasan, ancaman atau keinginan untuk merugikan pihak lain dinamakan persaingan tidak sehat. Sudah menjurus kearah konflik.

Contoh persaingan : - kompetisi Sepak bola, Persaingan produk barang.

2) Kontravensi

Kontravensi adalah sikap menentang secara tersembunyi, agar tidak sampai terjadi perselisihan secara terbuka. Penyebabnya adalah perbedaan pendirian antara dua belah pihak.

Bentuk Bentuk Kontravensi

a. Kontravensi Umum, seperti : penolakan, keengganan, perlawanan, protes, gangguan, mengancam pihak lawan.

b. Kontravensi Sederhana, seperti : menyangkal pernyataan orang di depan umum, memaki-maki, memfitnah, menyebarkan selebaran, mencerca.

c. Kontravensi Intensif, seperti : penghasutan, penyebaran desas desus, mengecewakan pihak lain.

d. Kontravensi rahasia, seperti: pembocoran rahasia, berkhianat.

e. Kontravensi taktis, seperti :intimidasi, provokasi, mengejutkan lawan atau teror, membingungkan pihak lawan.

3) Konflik SosiaL (Pertentangan)

Pertentangan atau konflik sosial adalah proses sosial antar perorangan atau antar kelompok masyarakat tertentu, akibat adanya perbedaan paham dan kepentingan yang sangat mendasar, sehingga menimbulkan adanya semacam gap atau jurang pemisah diantaranya. Keduanya lantas berusaha menjatuhkan lawan dengan cara-cara yang tidak wajar, tidak konstitusional sehingga menimbulkan semacam pertikaian kearah benturan fisik.

Faktor Penyebab Konflik

a. Perbedaan individu yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan

b. Perbedaab latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi yang berbeda pula

c. Perbedaan kepentingan antar individu atau kelompok menyangkut bidang ekonomi, politik dan sosial

d. Perubahan-perubahan nilai yang cepat dalam masyarakat

Akibat Konflik

a. Meningkatnya solidaritas sesama anggota kelompok itu sendiri

b. Keretakan hubungan antara anggota kelompok, akibat konflik antar suku c. Perubahan kepribadian pada individu, misalnya rasa benci dan saling curiga d. Kerusakan harta benda dab hilangnya nyawa manusia

34 MGMP SOSIOLOGI SMA dan MA Kota Sukabumi

Dokumen terkait