Kegiatan Belajar 1 : Homorfisma Grup
Definisi 8.1Sebuah pemetaan š dri grup G ke Gā disebut Homomorphisma jika untuk setiap a,b G, berlaku š š ā š = š š ā š(š)
Contoh 1:
Diberikan grup permutasi š3 dan grup bilangan rasional tanpa nol ā+. Didefinisikan suatu pemetaan š ā¶ š3 ā ā+ oleh
š š = 1, bila š genap
ā1, bila š ganjil , untuk setiap š ā š3
Bila š,š kedunya genap atau keduanya ganjil,maka šš genap oleh karena itu
š šš = 1 = 1.1 =š š .š(š) atau
š šš = 1 =ā1.ā1 =š š .š(š). Bila š genap dan š ganjil, maka šš ganjil oleh
karena itu š šš = ā1 = 1. ā1 =š š .š(š). Terlihat bahwa š adalah
124
ker(š) ā² š3 dan im š = {1,ā1} adalah subgrup dari ā+. Sedangkan šā1(ā1) =
š“3š untuk setiap permutasi ganjil š ā š3. Contoh 2:
Diberikan himpunan bilangan real , himpunan dan himpunan
.
Didefinisikan suatu pemetaan oleh dimana
dengan operasi perkalian di dan didapat
. Terlihat bahwa adalah suatu
homomorpisma grup dari ke dengan pada. Selanjutnya
. Contoh 3:
125
Diberikan himpunan bilangan kompleks , himpunan dan himpunan
. Didefinisikan suatu pemetaan oleh
dimana dengan operasi perkalian di dan didapat
. Terlihat bahwa adalah suatu
homomorpisma grup dari ke dengan pada. Selanjutnya
.
Contoh 4 :
Definisikan suatu pemetaan
oleh Pemetaan adalah satu-satu pada, sebab
dan adalah suatu homomorpisma, sebab
.
C0ontoh 5 :
a. Diketahui G = Gā = (Z , + )
Definisikan G Gā dengan (x ) = 2x. Periksa apakah merupakan Homomorphisma
126 Ambil x. y G sebarang
(x + y) = 2(x+ y) = 2(x + y) = 2x + 2y. Jadi merupakan homomophisma b. Diberikan G = (R+ , x ) dan Gā = (R , +)
Definisikan : G Gā dengan (x) = log x. Periksa apakah merupakan Homomorphisma Jawab:
Ambil x, y G sebarang
(x y) = log (x y) = log(x) + log (y) = (x) + (y) Jadi merupakan homomorphisma.
c. Diketahui G = (R\{0}, x) dan Gā = ({-1,1},x) : G Gā dengan
(x) =
Selidiki apakah merupakan homomorphisma Jawab :
Karena G terdiri dari bilangan positf dan bilangan negative, maka untuk melihat homomorfisma nya, akan dibagi beberapa kasus.
(i). Jika , maka dan
(ii) Jika , maka
(iii) Jika maka
(iv) JIka , , maka dan
Dari ke empat kasus di atas dapat disimpulkan bahwa
Dengan demikian : G Gā dengan (x) = merupakan
127 Definisi 8.2:
Misalkan : G Gā homorphisma grup :
(i). dinamakan monomer phisma jika injektif ( pemetaan yang bersifat satu-satu) (ii). dinamakan epimorphisma jika surjektif ( pemetaan yang bersfat pada )
(iii). dinamakan isomorphisma jika bijektif ( pemetaan yang bersifat satu-satu dan pada)
(iv). dinamakan endomorphisma jika G=Gādan surjektif (v). dinamakan automorphisma jika G=Gā dan bijektif
Dalam teori grup automorfisma dapat digunakan untuk menghubungkan subgrup dari suatu grup G dengan subgrup yang lain dalam upaya menganalisis struktur dari grup G. Salah satu bentuk automorfisma yang penting adalah sebagai berikut: untuk setiap b dalam G terdapat suatu automorfisma fbyang membawa x ke konjugatnya yaitu b
-1
xb. Peta dari sebarang subgrup S dibawah automorfisma fb adalah b-1Sb = { b-1 s b | s dalam S }.
Dalam hal ini merupakan subgrup dari G yang isomorfis dengan S. Berbagai subgrup b-1Sb dinamakan konjugat dari S.
Manfaat utama dari homomorfisma f : G ļ® H yaitu dengan melihat sifat-sifat dari petanya (image) dapat disimpulkan sifat-sifat dari grup G.
Contoh 6:
Homomorfisma yang bersifat pada disebut epimorpisma
Misalkan G grup bilangan real tanpa nol di bawah operasi perkalian pada bilangan ā bilangan real, dan Gā grup bilangan real dengan operasi penjumlahan pada bilangan -bilangan real.
Definisikan f : G āGā, dengan f(x) = ln x untuk setiap x ϵ G. Perhatikan bahwa G danGā memiliki operasi biner yang berbeda.
Untuk menunjukkan bahwa f suatu homomorfisma, maka kita harus periksa bahwa untuk setiap a,b ϵ G. berlaku f (ab)= f(a) f(b), maka
128 f (ab)= ln ab= ln a + ln b = f (a) f (b)
Jadi f terbukti homomorfisma.
Jika f(x) = f(y) akibatnya ln x =ln y sehingga x=y. ini menunjukkan f adalah fungsi satu-satu.
Jika ln r ϵ G maka r ϵGā , kemudian f(r) = ln r. Sehingga f bersifat pada
Teorema 8.3 :
Jika : G Gā epimorphisma dan G grup abelian maka Gā juga merupakan grup abelian
Bukti:
Ambil y1, y2 Gā sebarang.
Karena surjektif maka terdapat x1, x2 G sehingga (x1) = y1 dan (x2) = y2. Diperoleh y1y2 = (x1) (x2)= (x1x2) = (x2x1) = (x2) (x1) = y2y1
Jadi Gā grup abelian. Lemma 8.4 :
Misalkan G grup dan N subgroup normal di G . Definisikan : G G/N dengan (x) = Nx, maka merupakan homomorphisma pada dari G ke G/N.
Bukti :
1) Adt terdefinisi dengan baik
Ambil x, y G sebarang dengan x = y adt (x) = (y)
Karena N subgroup Normal di G , maka dapat dibentuk koset dari N di G. Karena x = y , maka Nx = Ny, jadi (x) = (y)
2) Adt merupakan homomorphisma
Ambil x, y G sebarang.
(xy) = Nxy = Nx Ny = (x) (y) Jadi merupakan homomorphisma.
3) Adt bersifat pada yaitu Nx G/N x G (x) = Nx
Ambil Nx G/N sebarang. Jelas bahwa x G, sehingga (x) = Nx. Jadi bersifat pada.
129
Kegiatan Belajar 2 : SIFAT-SIFAT HOMOMORPHISMA
Lemma 8.5:
Misalkan G Gā Hmomorphisma maka:
1). e) = eā 2). (x-1) = ( (x))-1 Bukti :
1). Ambil a G sebarang.
Maka (a) = (ae)
(a) = (a) (e)
(a)]-1 (a) = (a)]-1 (a) (e) e ā = eā (e)
e ā = (e)
2). Diketahui e ā = (e) dan karena , dengan menggunakan sifat
homomorfisma diperoleh
Definis 8.6 :
Misalkan G Gā Homomorphisma .Ker( ; eā identitas di
Gā
Contoh 7 :
130 Definisikan G Gā dengan (x ) = 2x. merupakan Homomorphisma Ker( ; Ker( b. Diketahui G = (R\{0}, x) dan Gā = ({-1,1},x) : G Gā dengan (x) =
Karena merupakan Homomorphisma, maka
Ker( =
Teorema 8.7
Misalkan G Gā Homomorphisma , maka Ker( ) merupakan subgroup Normal
dari G
Bukti:
1). Adt Ker( ) subgroup dari G - adt Ker( )
Karena G grup maka terdapat e di G
Karena homomorphisma ,maka (e) = eā, jadi e Ker( ) Jadi Ker( )
-adt Ker( ) G
Jelas dari definisi Ker( ) -adt Ker( ) tertutup
Ambil x, y Ker( ) sebarang, maka (x) = eā dan (y) = eā, adt xy Ker( ) (xy) = (x) (y) = eāeā = eā, akibatnya xy Ker( )
Jadi Ker( ) tertutup
-adt Ker( mempunyai invers
Ambil x Ker( ) sebarang , maka (x) = eā, adt x-1 Ker( ) (x-1) = ( (x) )-1= eā.
131 Ker( ) merupakan subgroup dari G.
2). Ambil sebarang, akan ditunjukkan
= = = = eā
Dengan demikian merupakan subgroup Normal dari G.
Akibat 8.8:
G Gā monomorphisma jika dan hanya jika Ker( ) = {e } Bukti :
( ) Diketahui G Gā monomorphisma. Adt Ker( ) = {e }
Ambil x Ker( ) sebarang, maka Di sisi lain . Akibatnya
, karena 1-1 maka x= e .
rena x diambil sebarang maka Ker( ) = {e }.
( ) Diketahui Ker( ) = {e }, adt 1-1
Ambil , Gā sebarang dengan = , adt x= y.
=
= eā =
Ker ( )
Karena Ker( ) = {e }, berarti e atau y = x.
132 Definisi 8.9 :
Peta Im(f) atau f(G) dari homomorfisma grup f : G ļ® H didefinisikan sebagai
Im(f) = f(G) = { f(g) | g ļ G }.
Peta dari homomorfisma f sama dengan H jika f surjektif atau f pada (onto) H Teorema 8.10
Jika f : G ļ® H homomorfisma grup maka Im(f) subgrup dari H. Bukti
Akan dibuktikan bahwa f(G) tertutup.
Ambil sebarang f(a), f(b) dalam f(G). Karena f homomorfisma maka f(ab) = f(a) f(b). Tetapi a, b dalam G sehingga ab dalam G (sebab G grup).
Jadi f(a) f(b) = f(ab) dalam G dengan ab dalam G atau f(G)tertutup. Akan dibuktikan bahwa eļ¢ dalam f(G)
eļ¢ adalah identitas dalam H untuk membedakan dengan e dalam G. Misalkan f(b) sebarang anggota dalam Im(f).
Karena f(b) dalam Im(f) maka f(e) f(b) = f(eb) = f(b) = eļ¢ f(b). Dengan menggunakan hukum kanselasi kanan didapat f(e) = eļ¢. Akan dibuktikan f(G) mempunyai invers dari anggota f(G). Misalkan f(x) dalam f(G).
f(x-1) merupakan invers dari f(x) karena f(x) f(x-1) = f(xx-1) = f(e) = eļ¢. Dengan cara yang sama, didapat
133 f(x-1) f(x) = eļ¢ dan f(x-1) invers (yang tunggal) dari f(x) dengan f(x-1) dalam f(G). Jadi Im(f) subgroup dari H
Contoh 8:
Misalkan Z grup bilangan real dengan operasi penjumlahan. Definisikan f : Z ā Z , dengan f(x) = 2a untuk setiap x ϵ Z.
Untuk menunjukkan bahwa f suatu homomorfisma, maka kita harus periksa bahwa untuk setiap a,b ϵ Z n berlaku f (ab)= f(a) f(b), maka
f (a+b) = 2 (a+b) =2a +2b = f(a) f(b) Jadi f suatu homorfisma.
Dari definisi f(x) = 2a maka daerah hasil dari f = { 0, 2, 4, ā¦ā¦ā¦} = 2Z 2Z adalah subgrup dari Z.
Teorema 8.10 :
Misalkan f : G ļ® H homografisma grup dengan peta f(g). Sifat-sifat berikut ini berlaku :
ļ Jika G berhingga maka orde dari f(G) membagi orde G.
ļ Jika G siklik maka f(G) siklik.
ļ Jika a ļ G mempunyai orde berhingga maka order dari f(a) membagi order a.
ļ Jika G abelian maka f(G) abelian.
Teorema 8.11
Misalkan f : G ļ® H homomorfisma grup dengan inti Ker(f) dan peta f(G). Sifat-sifat berikut ini berlaku :
134
ļ Jika f injektif maka G isomorfis dengan f(G).
Contoh 9:
ļ Didefinisikan pemetaan f : Z ļ® Z dengan aturan f(x) = 3x.
ļ Karena f(x+y) = 3(x+y) = 3x+3y = f(x) + f(y) maka f homomorfisma.
ļ Penyelesaian persamaan 3x = 0 adalah x = 0 sehingga Ker(f) = { 0 } atau f injektif.
ļ Dengan menggunakan teorema maka Z isomorfis dengan
Im(f) = { 3x | x dalam Z } = (3) yang merupakan grup bagian sejati dari Z.ā
Contoh 10 :
ļ Misalkan diketahui R himpunan bilangan real dan R* = R ā {0}.
ļ Didefinisikan f : R* ļ® R* dengan f(x) = x2 Buktikan f homomorfisma tetapi f tidak injektif.
Jawab :
ļ Karena R* grup terhadap operasi perkalian maka f homomorfisma tetapi
Ker(f) = { x ļ R* | f(x) = x2 = 1 } = { 1, -1 } ā { 1 } sehingga f tidak injektif
135
Latihan
Untuk soal-soal berikut, selidiki apakah pemetaan yang diberikn merupakan Homomorfisma, Jika Ya tentuan Kernel pemetaan nya !
1. Diketahui G = ( C, + ) dan Gā= ( R, +)
a. : G Gā dengan ( a + ib ) = a2 + b2.
b. Periksa apakah merupakan homomorphisma.
2. Diketahui G = grup terhadap perkalian
matriks dan Gā = (R\{0}, x) .
a. Definisikan : G Gā dengan
b. Periksa apakah merupakan homorphisma.
3. Diketahui G = ( Z, +) dan Gā = ( R, +)
a. α : Z degan α(n) = |n | untuk setiap n Z
b. Periksa apakah α merupakan homorphisma
136
a. β : Sn Z2 dengan β( ) =
b. Periksa apakah β merupakan homomorphisma.
DAFTAR PUSTAKA
1. Fraleigh, John, 1988. A first Course In Abstract Algebra,Addison Wesley Company, Canada.
2. Gallian,Joseph, 2006. Contemporary Abstract Algebra, Houghton Mifflin Company, USA.
3. Judson,W.T, 2009.Abstract Algebra Theory and Application, Austin State University.
4. Herstein, I.N.,1975. Topics in Algebra. John Willey & Sons,New York. 5. Isnarto, 2002, Struktur Aljabar, Bahan Ajar,Universitas Negeri Semarang 6. Subiono, 2011, Aljabar I, Diktat Ajar, Institut Teknologi Surabaya.
137