• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kegiatan Belajar 3 : Perawatan Peralatan

Dalam dokumen KOMPUTER TERAPAN SEMESTER 2 (Halaman 113-169)

3.1.1. Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti kegiatan belajar satu ini siswa diharapkan dapat

memahami prosedur perawatan

komputer terapan jaringan.

3.1.2. Aktivitas Belajar Siswa

3.1.2.1. Mengamati / Observasi

Setelah mengikuti kegiatan belajar satu ini siswa diharapkan dapat mengamati :

 Memeriksa kinerja piranti sesuai fungsi pada manual.

 Membersihkan dan menyimpan

log kerja peralatan.

3.1.2.2. Menanya

Selama mengikuti kegiatan belajar satu ini siswa diharapkan dapat :

 Mendiskusikan kinerja piranti sesuai fungsi pada manual.

 Mendiskusikan log kerja peralatan.

3.1.2.3. Mengumpulkan Informasi

1. Struktur Dan Fungsi Komputer

Peralatan/Komponen pada PC

meliputi unit input, unit proses, dan unit output. Supaya komputer dapat digunakan untuk mengolah data, maka harus berbentuk suatu sistem

yang disebut dengan sistem

komputer. Secara umum, sistem terdiri dari elemen-elemen yang saling

berhubungan membentuk satu

kesatuan untuk melaksanakan suatu tujuan pokok dari sistem tersebut.

Tujuan pokok dari sistem komputer

adalah mengolah data untuk

menghasilkan informasi sehingga

perlu didukung oleh elemen-elemen yang terdiri dari perangkat keras

(hardware), perangkat lunak

(software), dan brainware. Perangkat keras adalah peralatan komputer itu

sendiri, perangkat lunak adalah

program yang berisi perintah-perintah untuk melakukan proses tertentu, dan brainware adalah manusia yang terlibat di dalam mengoperasikan serta mengatur sistem komputer.

Ketiga elemen sistem komputer tersebut harus saling berhubungan dan membentuk satu kesatuan. Perangkat keras tanpa perangkat lunak tidak akan berarti apa-apa,

102 Komputer Terapan SMK/MAK Kelas XI Semester 2

hanya berupa benda mati. Kedua perangkat keras dan lunak juga tidak

dapat berfungsi jika tidak ada

manusia yang mengoperasikannya. Struktur komputer didefinisikan sebagai cara-cara dari tiap komponen saling terkait. Sedangkan fungsi

komputer didefinisikan sebagai

operasi masing-masing komponen sebagai bagian dari struktur. Adapun fungsi dari masing-masing komponen

dalam struktur tersebut adalah

sebagai berikut :

a) Input Device (Alat Masukan)

Adalah perangkat keras

komputer yang berfungsi

sebagai alat untuk memasukan data atau perintah ke dalam komputer. Input device adalah alat yang digunakan untuk menerima input dari luar sistem, dan dapat berupa signal input atau maintenance input. Di dalam sistem komputer, signal

input berupa data yang

dimasukkan ke dalam sistem

komputer, sedangkan

maintenance input berupa

program yang digunakan untuk

mengolah data yang

dimasukkan. Dengan demikian, alat input selain digunakan untuk memasukkan data juga untuk memasukkan program.

Beberapa alat input mempunyai fungsi ganda, yaitu disamping sebagai alat input juga berfungsi sebagai alat output sekaligus. Alat yang demikian disebut

sebagai terminal. Terminal

dapat dihubungkan ke sistem komputer dengan menggunakan kabel langsung atau lewat alat komunikasi.

Terminal dapat digolongkan

menjadi non intelligent terminal, smart terminal, dan intelligent terminal. Non intelligent terminal hanya berfungsi sebagai alat

memasukkan input dan

penampil output, dan tidak bisa diprogram karena tidak mempunyai alat pemroses.

Peralatan seperti ini juga

disebut sebagai dumb terminal. Smart terminal mempunyai alat

pemroses dan memori di

dalamnya sehingga input yang

terlanjur dimasukkan dapat

dikoreksi kembali. Walaupun demikian, terminal jenis ini tidak dapat diprogram oleh pemakai, kecuali oleh pabrik

pembuatnya. Sedangkan

intelligent terminal dapat

diprogram oleh pemakai.

Peralatan yang hanya berfungsi

sebagai alat input dapat

Kegiatan Belajar 3 : Perawatan peralatan 103

103 | P a g e langsung dan tidak langsung.

Alat input langsung yaitu input

yang dimasukkan langsung

diproses oleh alat pemroses, sedangkan alat input tidak langsung melalui media tertentu sebelum suatu input diproses oleh alat pemroses.

Alat input langsung dapat

berupa papan ketik (keyboard),

pointing device (misalnya

mouse, touch screen, light pen,

digitizer graphics tablet),

scanner (misalnya magnetic ink character recognition, optical data reader atau optical character recognition reader),

sensor (misalnya digitizing

camera), voice recognizer

(misalnya microphone).

Sedangkan alat input tidak langsung misalnya keypunch yang dilakukan melalui media punched card (kartu plong), dan key-to-disk yang merekam data

ke media magnetic disk

(misalnya harddisk) sebelum diproses lebih lanjut.

b) Output Device (Alat Keluaran)

Adalah perangkat keras

komputer yang berfungsi untuk menampilkan keluaran sebagai hasil pengolahan data. Keluaran dapat berupa hardcopy (ke kertas), softcopy (ke monitor),

ataupun berupa suara. Output yang dihasilkan dari pemroses dapat digolongkan menjadi empat bentuk, yaitu tulisan (huruf, angka, simbol khusus), image (dalam bentuk grafik atau gambar), suara, dan bentuk lain yang dapat dibaca oleh mesin (machine-readable form). Tiga

golongan pertama adalah

output yang dapat digunakan langsung oleh manusia, sedangkan golongan terakhir biasanya digunakan sebagai input untuk proses selanjutnya dari komputer.

c) I/O Ports

Bagian ini digunakan untuk menerima ataupun mengirim data ke luar sistem. I/O Port juga biasa disebut dengan bagian interface (antar muka) karena peralatan input dan output di atas terhubung melalui port ini.

d) CPU (Central Processing Unit) CPU merupakan otak sistem komputer, dan memiliki dua bagian fungsi operasional, yaitu: ALU (Arithmetical Logical Unit) sebagai pusat pengolah data, dan CU (Control Unit) sebagai pengontrol kerja komputer. e) Memori

104 Komputer Terapan SMK/MAK Kelas XI Semester 2

Semua data dan program yang dimasukkan melalui alat input akan disimpan terlebih dahulu di

memori utama, khususnya

RAM, yang dapat diakses

secara acak (dapat diisi/ditulis, diambil, atau dihapus isinya) oleh pemrogram.

ROM hanya dapat dibaca

sehingga pemrogram tidak bisa mengisi sesuatu ke dalam ROM. ROM sudah diisi oleh pabrik

pembuatnya berupa sistem

operasi yang terdiri dari

program-program pokok yang

diperlukan oleh sistem komputer.

Selanjutnya untuk merakit komputer

personal anda dapat mengikuti

langkah-langkah sebagai berikut :

1) Ambil motherboard dan

letakkan di tempat yang aman.

Persiapkan peralatan dan

buku manual dari masing- masing komponen PC. Baut motherboard dengan papan casing, sehingga akan lebih kuat dan aman.

Kegiatan Belajar 3 : Perawatan peralatan 105

105 | P a g e Gambar 3.2. Pemasangan Prosesor

2) Pasanglah processor pada

tempatnya (soket-nya)

perhatikan tanda pada

processor harus ditempatkan sesuai dengan tanda yang ada pada soket tersebut (tidak boleh terbalik).

Kuncilah tangkai pengunci

yang biasanya terdapat disisi soket processor. Perhatikan kode titik atau sisi processor

dengan bentuk miring

merupakan petunjuk agar

bagian processor itu dipasang pada bagian slot yang memiliki tanda sama. Bacalah dengan baik manual

processor dari pabriknya,

apabila kurang hati-hati atau terbalik memasang processor

ini bisa berakibat fatal.

Kemudian pasanglah kipas pendingin diatasnya.

106 Komputer Terapan SMK/MAK Kelas XI Semester 2

Gambar 3.4. Pemasangan RAM 3) Pasanglah memori RAM pada

tempatnya dengan baik,

perhatikan sudut memori yang

biasanya berlekuk harus

ditempatkan pada tempatnya

secara hati-hati. Apabila

terbalik memasangnya, maka memori akan sulit dimasukan.

Dudukan memori di

motherboard memiliki

pengunci yang akan bergerak mengunci bersamaan dengan

masuknya memori ke

dalamnya.

4) Masukan motherboard ke

dalam casing, kaitkanlah

pengait plastik yang biasa disediakan oleh pabrik casing, ke dalam lubang yang terdapat

pada motherboard. Pada

sudut yang memungkinkan

untuk ditempatkan baut,

bautlah motherboard tersebut

pada casing untuk

menghindarkan terjadinya

pergeseran motherboard pada

waktu anda memindah-

mindahkan CPU nantinya.

Kegiatan Belajar 3 : Perawatan peralatan 107

107 | P a g e Gambar 3.6. Pemasangan Power Supply

5) Pasanglah power supply pada casing dan sambungkan kabel khusus catu daya motherboard yang ada pada prower suply, menyesuaikan jenis konektor yang disediakan oleh power supply untuk disambungkan ke

motherboard. Mengingat

terdapat berbagai ukuran

motherboard beserta

perbedaan konektor catu daya

yang dimiliki maka dapat

menggunakan konektor

tambahan jika diperlukan

untuk mengalirkan listrik ke motherboard

6) Pasanglah hard disk, DVD ROM drive pada tempat yang telah tersedia dalam casing

CPU, kencangkan

dudukannya dengan baut

secara hati-hati.

108 Komputer Terapan SMK/MAK Kelas XI Semester 2

7) Sambungkan kabel dari power suply ke slot power yang terdapat di hard disk, dan DVD ROM drive. Perhatikan sudut konektor plastiknya pada kabel

tersebut biasanya sudah

dirancang pas sesuai dengan dudukan yang terdapat pada hard disk atau DVD ROM drive. Bila anda memasang konektor ini terbalik, maka pada saat anda memasukan konektor tersebut akan terasa sedikit sulit. Segeralah cabut

konektornya dan masukan

kembali pada posisi yang

tepat. Bila power suply tidak memiliki kabel power untuk perangkat SATA maka dapat menggunakan kabel konektor tambahan.

8) Sambungkan kabel data pada dudukan hard disk dan DVD

ROM drive. Kabel ini

berfungsi untuk dapat

menghubungkan peralatan

tersebut ke motherboard.

Sambungkan kabel dari hard disk dan DVD ROM ke slot di motherboard, sesuaikan jenis konektor SATA atau IDE.

Kegiatan Belajar 3 : Perawatan peralatan 109

109 | P a g e Gambar 3.9. Pemasangan VGA card

9) Pasanglah VGA card pada slotnya, bila memiliki card dari

jenis AGP, harus

menempatkan card tersebut pada slot AGP di motherboard. Bila anda memiliki card VGA jenis PCI express, anda harus pasangkan card tersebut pada slot bus PCI express di motherboard. Tetapi jika VGA

berupa VGA onboard, tinggal mengatur dalam BIOS.

10) Pasang expansion card tambahan pada PCI. Expansion card dapat berupa LAN card, sound card , TV tunner card, video capture dan

lain-ain. Setelah itu

kencangkan dengan baut

dengan dudukan casing PC.

110 Komputer Terapan SMK/MAK Kelas XI Semester 2

Gambar 3.11. Memasang Tombol-tombol Casing 11) Hubungkan konektor kabel

penghubung tombol "Reset" ke pin "Reset" yang terdapat

pada motherboard.

Hubungkan pula konektor

kabel penghubung speaker ke pin bertuliskan speaker yang

ada pada motherboard.

Hubungkan kabel lampu

indikator berikut kabel

penghubungnya dengan

konektornya ke motherboard. 12) Pasanglah kabel data dari

monitor ke slot yang terdapat

di card VGA, perhatikan

konektornya memiliki 3 deretan kaki yang tersusun

rapi, dengan konektor

berbentuk trapesium. Bila VGA memiliki slot DVI atau HDMI maka gunakan kabel data DVI

atau HDMI, dapat juga

menggunakan konverter bila monitor tidak memiliki slot DVI atau HDMI

13) Pasangkan konektor keyboard ke slot keyboard yang terdapat

di motherboard atau bila

keyboard menggunakan

konektor USB dapat

dihubungkan ke slot usb. Dan perangkat yang lain.

14) Pasangkan kabel listrik

(power) dari layar monitor ke slot power yang terdapat di bagian belakang power suply yang telah terpasang pada

casing CPU atau dapat

memasang kabel listrik

tersebut ke jala-jala listrik rumah anda. Pasangkan kabel listrik untuk CPU ke slot yang terdapat pada power suply di bagian belakang casing CPU.

Kegiatan Belajar 3 : Perawatan peralatan 111

111 | P a g e 2. POST (Power On Self Test)

Peralatan/Komponen pada PC

meliputi unit input, unit proses, dan unit output. Supaya komputer dapat digunakan untuk mengolah data, maka harus berbentuk suatu sistem

yang disebut dengan sistem

komputer. Secara umum, sistem terdiri dari elemen-elemen yang saling

berhubungan membentuk satu

kesatuan untuk melaksanakan suatu tujuan pokok dari sistem tersebut.

Setelah berhasil merakit sebuah Personal Komputer, bukan berarti akan langsung bisa mempergunakan

komputer tersebut. Langkah

berikutnya adalah masih harus

mengatur BIOS, dan memasang (menginstal) sistem operasi dan program aplikasi ke dalam hard disknya.

Sebelum mengatur program BIOS, cek kembali semua langkah yang telah dilakukan tadi. Setelah yakin benar dan sudah sesuai dengan keterangan yang tercantum dalam manual pabrik dari setiap

peralatan tadi maka dilanjutkan

melakukan pengaturan BIOS.

Basic Input Output System atau sering disebut BIOS merupakan firmware. BIOS digunakan untuk mengatur komponen PC secara

software, komponen PC yang dapat diseting melalui BIOS hanya tertentu saja, dan merupakan komponen

pokok dalam sebuah PC dan

komponen yang terintegrasi dengan

mainboard (Onboard). Berikut

komponen yang dapat di set melalui BIOS:  Hard disk  DVD-ROM  RAM  Processor  LAN onboard  Souncard onboard  VGA onboard

POST (Power on Self-Test) yaitu test yang dilakukan oleh PC untuk mengecek fungsi-fungsi komponen

pendukung PC apakah bekerja

dengan baik. POST dilakukan PC pada saat booting, jika PC mengalami suatu masalah maka akan dapat terdeteksi gejala kesalahannnya melalui POST, PC akan memberikan pesan/peringatan kesalahan dalam bentuk suara yang dihasilkan melalui speaker atau tampilan visual di monitor. Selain itu pesan/peringatan

kesalahan juga dapat dideteksi

melalui kinerja dari PC, misalkan PC tidak hidup walaupun sumber listrik AC sudah terhubung dan tombol power sudah ditekan.

112 Komputer Terapan SMK/MAK Kelas XI Semester 2

POST memungkinkan user dapat

mendeteksi, mengisolasi,

menentukan, dan menemukan

kesalahan sehingga dapat

memperbaiki penyimpangan atau

kerusakan yang terjadi pada PC. Mekanisme POST disediakan oleh semua produk PC atau motherboard dan tersimpan di dalam ROM atau flash ROM BIOS. Secara umum proses dan prosedur yang dilakukan dalam POST pada semua produk

motherboard sama. Terdapat

beberapa perbedaan yang

menjadikan ciri dari produk

motherboard tertentu, tetapi pada dasarnya tetap sama.

POST dilakukan sesaat setelah komputer dihidupkan dan mulai booting, proses ini dilakukan oleh BIOS. Adapun urutan prosedur POST adalah sebagai berikut :

1) Test Power Supply ditandai dengan lampu power hidup dan kipas pendingin power supply berputar.

2) Secara otomatis dilakukan reset terhadap kerja CPU oleh sinyal power good yang dihasilkan oleh power supply jika dalam kondisi baik pada saat dihidupkan, kemudian CPU mulai melaksanakan instruksi awal pada ROM

BIOS dan selanjutnya.

3) Pengecekkan terhadap BIOS dan isinya. BIOS harus dapat dibaca. Instruksi awal ROM BIOS adalah jump (lompat) ke alamat program POST.

4) Pengecekkan terhadap

CMOS, CMOS harus dapat

bekerja dengan baik.

Program POST diawali

dengan membaca data setup (seting hardware awal) pada RAM CMOS setup, sebagai

data acuan untuk

pengecekan.

5) Melakukan pengecekkan

CPU, timer (pewaktuan),

kendali memori akses

langsung, memory bus dan memory module.

6) Memori sebesar 16 KB

harus tersedia dan dapat dibaca/ditulis untuk keperluan ROM BIOS dan menyimpan kode POST.

7) Pengecekkan I/O controller dan bus controller. Controller tersebut harus dapat bekerja

untuk mengontrol proses

read/write data. Termasuk I/O

untuk VGA card yang

Kegiatan Belajar 3 : Perawatan peralatan 113

113 | P a g e Jika ada salah satu prosedur POST yang tidak berhasil dilewati maka PC akan menerima pesan/peringatan kesalahan dari POST. Pesan/peringatan kesalahan berupa kode beep yang dikeluarkan melalui speaker yang terhubung dengan motherboard atau tampilan di layar monitor sesuai dengan standar masing-masing motherboard.

Pesan/peringatan kesalahan hasil POST berupa tampilan performance PC, visual di monitor dan beep dari speaker. Sesuai dengan urutan prosedur POST yang dilakukan oleh BIOS maka gejala-gejala permasalahan yang muncul adalah sebagai berikut:

Tabel 3.1 Gejala dan Diagnosa

No Gejala Diagnosa

Pesan/Peringatan Kesalahan

1 CPU dan Monitor mati, tidak ada beep

1. Instalasi fisik ke tegangan listrik AC 110/220V

2. Power supply 2 CPU hidup, Monitor Mati,

Tidak ada beep

1. Instalasi kabel data dari VGA card ke Monitor

2. Monitor 3 CPU hidup, Monitor Mati,

ada beep

Disesuaikan dengan beep Prosedur test POST yang telah

dilakukan untuk memastikan bahwa unit power supply dan monitor bekerja dengan baik. Jika tahap ini dapat dilewati maka bios mulai meneruskan POST selanjutnya.

Adapun hasil dari POST selanjutnya ditunjukkan dengan kode beep apabila ditemukan permasalahan. Bunyi kode beep yang ditunjukkan sesuai dengan BIOS yang digunakan.

Tabel 3.2. Kode Beep Award BIOS

No Gejala Diagnosa

Pesan/Peringatan Kesalahan

1 1 beep pendek PC dalam keadaan baik 2 1 beep panjang Problem di memori 3 1 beep panjang 2 beep

pendek

Kerusakan di modul DRAM parity 4 1 beep panjang 3 beep

pendek

Kerusakan di bagian VGA.

5 Beep terus menerus Kerusakan di modul memori atau memori video

114 Komputer Terapan SMK/MAK Kelas XI Semester 2

Tabel 3.3. Kode Beep AMI BIOS

No Gejala Diagnosa

Pesan/Peringatan Kesalahan

1 1 beep pendek DRAM gagal merefresh 2 2 beep pendek Sirkuit gagal mengecek

keseimbangan DRAM Parity (sistem memori)

3 3 beep pendek BIOS gagal mengakses memori 64KB pertama.

4 4 beep pendek Timer pada sistem gagal bekerja 5 5 beep pendek Motherboard tidak dapat

menjalankan prosessor

6 6 beep pendek Controller pada keyboard tidak dapat berjalan dengan baik

7 7 beep pendek Video Mode error 8 8 beep pendek Tes memori VGA gagal 9 9 beep pendek Checksum error ROM BIOS

bermasalah

10 10 beep pendek CMOS shutdown read/write mengalami errror

11 11 beep pendek Chache memori error 12 1 beep panjang 3 beep

pendek

Conventional/Extended memori rusak

13 1 beep panjang 8 beep pendek

Tes tampilan gambar gagal

Tabel 3.4. Kode Beep IBM BIOS

No Gejala Diagnosa

Pesan/Peringatan Kesalahan

1 Tidak ada beep Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang

2 1 beep pendek Normal POST dan PC dalam keadaan baik

3 beep terus menerus Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang 4 Beep pendek berulang-

ulang

Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang 5 1 beep panjang 1 beep

pendek

Masalah Motherboard 6 1 beep panjang 2 beep

pendek

Masalah bagian VGA Card (mono) 7 1 beep panjang 3 beep

pendek

Masalah bagian VGA Ccard (EGA). 8 3 beep panjang Keyboard error

Kegiatan Belajar 3 : Perawatan peralatan 115

115 | P a g e Pada PC tertentu menggunakan

tone yang pada prinsipnya sama dengan beep untuk memberikan pesan/peringatan kesalahan dalam bentuk suara. Selain beep biasanya pada kondisi tertentu dapat dilihat juga pesan/peringatan kesalahan dalam bentuk text yang ditampilkan pada layar monitor. Text tertulis merupakan bagian dari POST yang dapat dilaksanakan apabila VGA card dan monitor dalam keadaan baik dan terinstalasi dengan benar. User dapat langsung mengetahui masalah yang ada dengan membaca text peringatan. Misalnya “Keyboard error” (masalah pada keyboard), “CMOS error” (cmos battery error atau ada masalah pada setting peripheral), “HDD not Install” (harddisk tidak terpasang). Secara umum pesan/peringatan kesalahan

yang ditampilkan mudah untuk

dipahami oleh user.

Untuk mengenal dan

mengidentifikasi pesan/peringatan

kesalahan melalui POST maka

harus memperaktekkan dan

mengamati PC dari saat booting hingga selesai proses POST yang dilakukan oleh BIOS dan membaca buku manual setiap komponen PC, terutama motherboard. Dari situ akan

diketahui banyak komponen,

kegunaan, spesifikasi dan BIOS

yang digunakan, termasuk setting pada BIOS nya.

PC yang telah melewati POST (Power on Self-Test) dinyatakan memiliki hardware dan instalasi yang baik. Tetapi untuk mengetahui kemampuan dan kinerjanya perlu

dilakukan tes. Jika terjadi

permasalahan, maka akan

didapatkan pesan/peringatan

kesalahan yang berhubungan

dengan kinerja PC misalnya pada

sistem operasi, saat proses

menjalankan suatu program aplikasi, posedur mematikan komputer, dan lain-lain.

Permasalahan yang terjadi pada saat komputer telah lolos dari POST

akan lebih kompleks karena

melibatkan fungsi perangkat keras dan lunak yang lebih luas terutama

perangkat lunak. Sehingga

kemungkinan kesalahan akan

semakin banyak. Karena secara umum komponen perangkat keras

pada sistem PC tidak ada

perubahan, tetapi perangkat lunak yang terpasang bermacam-macam

dan dimungkinkan akan sering

berganti. Perangkat lunak yang terpasang di PC dibagi menjadi 2

yaitu sistem operasi dan program

aplikasi. Sistem operasi merupakan suatu perangkat lunak yang berfungsi

116 Komputer Terapan SMK/MAK Kelas XI Semester 2

untuk mengelola semua sumberdaya

sistem komputer di antaranya

perangkat keras, program aplikasi, dan user untuk menjadi suatu sistem yang dapat bekerja dengan baik.

Program aplikasi adalah perangkat

lunak yang digunakan oleh user untuk melaksanakan pekerjaan atau aplikasi tertentu seperti mengetik,

menggambar, menghitung,

mendengarkan musik dan lain-lain. Program aplikasi yang dimaksud disini adalah semua perangkat lunak selain sistem operasi, diantaranya

program aplikasi seperti

perkantoran, bahasa pemrograman,

virus, utility dan lain-lain.

Pembagian ini belum diklasifikasikan berdasarkan jenis maupun kegunaan aplikasinya.

Program aplikasi tidak dapat bekerja tanpa adanya sistem operasi,

karena sistem operasi akan

menghubungkan fungsi-fungsi

hardware dengan program aplikasi, seperti fungsi keyboard, mouse, VGA

adapter, monitor, port untuk

pencetakan di printer dan lain-lain. Sistem operasi yang ada saat ini telah begitu banyak, di antaranya

yang diproduksi oleh Microsoft

seperti Dos dan Windows dalam

beberapa aplikasi dan versi

Sedangkan yang lain adalah UNIX,

Linux dan variannya dan lain-lain.

Program Aplikasi di antaranya

Microsoft office, anti virus dan utilities seperti Norton dan lain-lain.

Kinerja PC dipengaruhi oleh spesifikasi dan instalasi perangkat

keras, sistem operasi yang

digunakan, program aplikasi yang

dipasang, manajemen memori,

gangguan dan serangan dari luar seperti virus, spyware, hacker dan

lain-lain. Gejala-gejala yang

ditimbulkan akan membantu user untuk mengenal dan mengidentifikasi masalah yang muncul.

Untuk mendiagnosis permasalahan komputer, dapat dilakukan melalui serangkaian langkah yang terstruktur.

Adapun langkah-langkah dalam

menyelesaikan permasalahan

komputer tersebut adalah sebagai berikut :

a. Mengidentifikasi permasalahan

Masalah yang ada

diidentifikasi dengan

beberapa prosedur,

diantaranya, melalui POST. b. Menganalisis permasalahan

Pesan/peringatan kesalahan

yang ditunjukkan melalui

POST atau pun oleh

Kegiatan Belajar 3 : Perawatan peralatan 117

117 | P a g e dianalisis letak atau sumber

komponen yang menjadi

penyebab timbulnya permasalahan. c. Mengklasifikasikan permasalahan Melakukan pengelompokkan permasalahan, dapat dilakukan berdasarkan

Dalam dokumen KOMPUTER TERAPAN SEMESTER 2 (Halaman 113-169)

Dokumen terkait