3.1.1. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti kegiatan belajar satu ini siswa diharapkan dapat
memahami prosedur perawatan
komputer terapan jaringan.
3.1.2. Aktivitas Belajar Siswa
3.1.2.1. Mengamati / Observasi
Setelah mengikuti kegiatan belajar satu ini siswa diharapkan dapat mengamati :
Memeriksa kinerja piranti sesuai fungsi pada manual.
Membersihkan dan menyimpan
log kerja peralatan.
3.1.2.2. Menanya
Selama mengikuti kegiatan belajar satu ini siswa diharapkan dapat :
Mendiskusikan kinerja piranti sesuai fungsi pada manual.
Mendiskusikan log kerja peralatan.
3.1.2.3. Mengumpulkan Informasi
1. Struktur Dan Fungsi Komputer
Peralatan/Komponen pada PC
meliputi unit input, unit proses, dan unit output. Supaya komputer dapat digunakan untuk mengolah data, maka harus berbentuk suatu sistem
yang disebut dengan sistem
komputer. Secara umum, sistem terdiri dari elemen-elemen yang saling
berhubungan membentuk satu
kesatuan untuk melaksanakan suatu tujuan pokok dari sistem tersebut.
Tujuan pokok dari sistem komputer
adalah mengolah data untuk
menghasilkan informasi sehingga
perlu didukung oleh elemen-elemen yang terdiri dari perangkat keras
(hardware), perangkat lunak
(software), dan brainware. Perangkat keras adalah peralatan komputer itu
sendiri, perangkat lunak adalah
program yang berisi perintah-perintah untuk melakukan proses tertentu, dan brainware adalah manusia yang terlibat di dalam mengoperasikan serta mengatur sistem komputer.
Ketiga elemen sistem komputer tersebut harus saling berhubungan dan membentuk satu kesatuan. Perangkat keras tanpa perangkat lunak tidak akan berarti apa-apa,
102 Komputer Terapan SMK/MAK Kelas XI Semester 2
hanya berupa benda mati. Kedua perangkat keras dan lunak juga tidak
dapat berfungsi jika tidak ada
manusia yang mengoperasikannya. Struktur komputer didefinisikan sebagai cara-cara dari tiap komponen saling terkait. Sedangkan fungsi
komputer didefinisikan sebagai
operasi masing-masing komponen sebagai bagian dari struktur. Adapun fungsi dari masing-masing komponen
dalam struktur tersebut adalah
sebagai berikut :
a) Input Device (Alat Masukan)
Adalah perangkat keras
komputer yang berfungsi
sebagai alat untuk memasukan data atau perintah ke dalam komputer. Input device adalah alat yang digunakan untuk menerima input dari luar sistem, dan dapat berupa signal input atau maintenance input. Di dalam sistem komputer, signal
input berupa data yang
dimasukkan ke dalam sistem
komputer, sedangkan
maintenance input berupa
program yang digunakan untuk
mengolah data yang
dimasukkan. Dengan demikian, alat input selain digunakan untuk memasukkan data juga untuk memasukkan program.
Beberapa alat input mempunyai fungsi ganda, yaitu disamping sebagai alat input juga berfungsi sebagai alat output sekaligus. Alat yang demikian disebut
sebagai terminal. Terminal
dapat dihubungkan ke sistem komputer dengan menggunakan kabel langsung atau lewat alat komunikasi.
Terminal dapat digolongkan
menjadi non intelligent terminal, smart terminal, dan intelligent terminal. Non intelligent terminal hanya berfungsi sebagai alat
memasukkan input dan
penampil output, dan tidak bisa diprogram karena tidak mempunyai alat pemroses.
Peralatan seperti ini juga
disebut sebagai dumb terminal. Smart terminal mempunyai alat
pemroses dan memori di
dalamnya sehingga input yang
terlanjur dimasukkan dapat
dikoreksi kembali. Walaupun demikian, terminal jenis ini tidak dapat diprogram oleh pemakai, kecuali oleh pabrik
pembuatnya. Sedangkan
intelligent terminal dapat
diprogram oleh pemakai.
Peralatan yang hanya berfungsi
sebagai alat input dapat
Kegiatan Belajar 3 : Perawatan peralatan 103
103 | P a g e langsung dan tidak langsung.
Alat input langsung yaitu input
yang dimasukkan langsung
diproses oleh alat pemroses, sedangkan alat input tidak langsung melalui media tertentu sebelum suatu input diproses oleh alat pemroses.
Alat input langsung dapat
berupa papan ketik (keyboard),
pointing device (misalnya
mouse, touch screen, light pen,
digitizer graphics tablet),
scanner (misalnya magnetic ink character recognition, optical data reader atau optical character recognition reader),
sensor (misalnya digitizing
camera), voice recognizer
(misalnya microphone).
Sedangkan alat input tidak langsung misalnya keypunch yang dilakukan melalui media punched card (kartu plong), dan key-to-disk yang merekam data
ke media magnetic disk
(misalnya harddisk) sebelum diproses lebih lanjut.
b) Output Device (Alat Keluaran)
Adalah perangkat keras
komputer yang berfungsi untuk menampilkan keluaran sebagai hasil pengolahan data. Keluaran dapat berupa hardcopy (ke kertas), softcopy (ke monitor),
ataupun berupa suara. Output yang dihasilkan dari pemroses dapat digolongkan menjadi empat bentuk, yaitu tulisan (huruf, angka, simbol khusus), image (dalam bentuk grafik atau gambar), suara, dan bentuk lain yang dapat dibaca oleh mesin (machine-readable form). Tiga
golongan pertama adalah
output yang dapat digunakan langsung oleh manusia, sedangkan golongan terakhir biasanya digunakan sebagai input untuk proses selanjutnya dari komputer.
c) I/O Ports
Bagian ini digunakan untuk menerima ataupun mengirim data ke luar sistem. I/O Port juga biasa disebut dengan bagian interface (antar muka) karena peralatan input dan output di atas terhubung melalui port ini.
d) CPU (Central Processing Unit) CPU merupakan otak sistem komputer, dan memiliki dua bagian fungsi operasional, yaitu: ALU (Arithmetical Logical Unit) sebagai pusat pengolah data, dan CU (Control Unit) sebagai pengontrol kerja komputer. e) Memori
104 Komputer Terapan SMK/MAK Kelas XI Semester 2
Semua data dan program yang dimasukkan melalui alat input akan disimpan terlebih dahulu di
memori utama, khususnya
RAM, yang dapat diakses
secara acak (dapat diisi/ditulis, diambil, atau dihapus isinya) oleh pemrogram.
ROM hanya dapat dibaca
sehingga pemrogram tidak bisa mengisi sesuatu ke dalam ROM. ROM sudah diisi oleh pabrik
pembuatnya berupa sistem
operasi yang terdiri dari
program-program pokok yang
diperlukan oleh sistem komputer.
Selanjutnya untuk merakit komputer
personal anda dapat mengikuti
langkah-langkah sebagai berikut :
1) Ambil motherboard dan
letakkan di tempat yang aman.
Persiapkan peralatan dan
buku manual dari masing- masing komponen PC. Baut motherboard dengan papan casing, sehingga akan lebih kuat dan aman.
Kegiatan Belajar 3 : Perawatan peralatan 105
105 | P a g e Gambar 3.2. Pemasangan Prosesor
2) Pasanglah processor pada
tempatnya (soket-nya)
perhatikan tanda pada
processor harus ditempatkan sesuai dengan tanda yang ada pada soket tersebut (tidak boleh terbalik).
Kuncilah tangkai pengunci
yang biasanya terdapat disisi soket processor. Perhatikan kode titik atau sisi processor
dengan bentuk miring
merupakan petunjuk agar
bagian processor itu dipasang pada bagian slot yang memiliki tanda sama. Bacalah dengan baik manual
processor dari pabriknya,
apabila kurang hati-hati atau terbalik memasang processor
ini bisa berakibat fatal.
Kemudian pasanglah kipas pendingin diatasnya.
106 Komputer Terapan SMK/MAK Kelas XI Semester 2
Gambar 3.4. Pemasangan RAM 3) Pasanglah memori RAM pada
tempatnya dengan baik,
perhatikan sudut memori yang
biasanya berlekuk harus
ditempatkan pada tempatnya
secara hati-hati. Apabila
terbalik memasangnya, maka memori akan sulit dimasukan.
Dudukan memori di
motherboard memiliki
pengunci yang akan bergerak mengunci bersamaan dengan
masuknya memori ke
dalamnya.
4) Masukan motherboard ke
dalam casing, kaitkanlah
pengait plastik yang biasa disediakan oleh pabrik casing, ke dalam lubang yang terdapat
pada motherboard. Pada
sudut yang memungkinkan
untuk ditempatkan baut,
bautlah motherboard tersebut
pada casing untuk
menghindarkan terjadinya
pergeseran motherboard pada
waktu anda memindah-
mindahkan CPU nantinya.
Kegiatan Belajar 3 : Perawatan peralatan 107
107 | P a g e Gambar 3.6. Pemasangan Power Supply
5) Pasanglah power supply pada casing dan sambungkan kabel khusus catu daya motherboard yang ada pada prower suply, menyesuaikan jenis konektor yang disediakan oleh power supply untuk disambungkan ke
motherboard. Mengingat
terdapat berbagai ukuran
motherboard beserta
perbedaan konektor catu daya
yang dimiliki maka dapat
menggunakan konektor
tambahan jika diperlukan
untuk mengalirkan listrik ke motherboard
6) Pasanglah hard disk, DVD ROM drive pada tempat yang telah tersedia dalam casing
CPU, kencangkan
dudukannya dengan baut
secara hati-hati.
108 Komputer Terapan SMK/MAK Kelas XI Semester 2
7) Sambungkan kabel dari power suply ke slot power yang terdapat di hard disk, dan DVD ROM drive. Perhatikan sudut konektor plastiknya pada kabel
tersebut biasanya sudah
dirancang pas sesuai dengan dudukan yang terdapat pada hard disk atau DVD ROM drive. Bila anda memasang konektor ini terbalik, maka pada saat anda memasukan konektor tersebut akan terasa sedikit sulit. Segeralah cabut
konektornya dan masukan
kembali pada posisi yang
tepat. Bila power suply tidak memiliki kabel power untuk perangkat SATA maka dapat menggunakan kabel konektor tambahan.
8) Sambungkan kabel data pada dudukan hard disk dan DVD
ROM drive. Kabel ini
berfungsi untuk dapat
menghubungkan peralatan
tersebut ke motherboard.
Sambungkan kabel dari hard disk dan DVD ROM ke slot di motherboard, sesuaikan jenis konektor SATA atau IDE.
Kegiatan Belajar 3 : Perawatan peralatan 109
109 | P a g e Gambar 3.9. Pemasangan VGA card
9) Pasanglah VGA card pada slotnya, bila memiliki card dari
jenis AGP, harus
menempatkan card tersebut pada slot AGP di motherboard. Bila anda memiliki card VGA jenis PCI express, anda harus pasangkan card tersebut pada slot bus PCI express di motherboard. Tetapi jika VGA
berupa VGA onboard, tinggal mengatur dalam BIOS.
10) Pasang expansion card tambahan pada PCI. Expansion card dapat berupa LAN card, sound card , TV tunner card, video capture dan
lain-ain. Setelah itu
kencangkan dengan baut
dengan dudukan casing PC.
110 Komputer Terapan SMK/MAK Kelas XI Semester 2
Gambar 3.11. Memasang Tombol-tombol Casing 11) Hubungkan konektor kabel
penghubung tombol "Reset" ke pin "Reset" yang terdapat
pada motherboard.
Hubungkan pula konektor
kabel penghubung speaker ke pin bertuliskan speaker yang
ada pada motherboard.
Hubungkan kabel lampu
indikator berikut kabel
penghubungnya dengan
konektornya ke motherboard. 12) Pasanglah kabel data dari
monitor ke slot yang terdapat
di card VGA, perhatikan
konektornya memiliki 3 deretan kaki yang tersusun
rapi, dengan konektor
berbentuk trapesium. Bila VGA memiliki slot DVI atau HDMI maka gunakan kabel data DVI
atau HDMI, dapat juga
menggunakan konverter bila monitor tidak memiliki slot DVI atau HDMI
13) Pasangkan konektor keyboard ke slot keyboard yang terdapat
di motherboard atau bila
keyboard menggunakan
konektor USB dapat
dihubungkan ke slot usb. Dan perangkat yang lain.
14) Pasangkan kabel listrik
(power) dari layar monitor ke slot power yang terdapat di bagian belakang power suply yang telah terpasang pada
casing CPU atau dapat
memasang kabel listrik
tersebut ke jala-jala listrik rumah anda. Pasangkan kabel listrik untuk CPU ke slot yang terdapat pada power suply di bagian belakang casing CPU.
Kegiatan Belajar 3 : Perawatan peralatan 111
111 | P a g e 2. POST (Power On Self Test)
Peralatan/Komponen pada PC
meliputi unit input, unit proses, dan unit output. Supaya komputer dapat digunakan untuk mengolah data, maka harus berbentuk suatu sistem
yang disebut dengan sistem
komputer. Secara umum, sistem terdiri dari elemen-elemen yang saling
berhubungan membentuk satu
kesatuan untuk melaksanakan suatu tujuan pokok dari sistem tersebut.
Setelah berhasil merakit sebuah Personal Komputer, bukan berarti akan langsung bisa mempergunakan
komputer tersebut. Langkah
berikutnya adalah masih harus
mengatur BIOS, dan memasang (menginstal) sistem operasi dan program aplikasi ke dalam hard disknya.
Sebelum mengatur program BIOS, cek kembali semua langkah yang telah dilakukan tadi. Setelah yakin benar dan sudah sesuai dengan keterangan yang tercantum dalam manual pabrik dari setiap
peralatan tadi maka dilanjutkan
melakukan pengaturan BIOS.
Basic Input Output System atau sering disebut BIOS merupakan firmware. BIOS digunakan untuk mengatur komponen PC secara
software, komponen PC yang dapat diseting melalui BIOS hanya tertentu saja, dan merupakan komponen
pokok dalam sebuah PC dan
komponen yang terintegrasi dengan
mainboard (Onboard). Berikut
komponen yang dapat di set melalui BIOS: Hard disk DVD-ROM RAM Processor LAN onboard Souncard onboard VGA onboard
POST (Power on Self-Test) yaitu test yang dilakukan oleh PC untuk mengecek fungsi-fungsi komponen
pendukung PC apakah bekerja
dengan baik. POST dilakukan PC pada saat booting, jika PC mengalami suatu masalah maka akan dapat terdeteksi gejala kesalahannnya melalui POST, PC akan memberikan pesan/peringatan kesalahan dalam bentuk suara yang dihasilkan melalui speaker atau tampilan visual di monitor. Selain itu pesan/peringatan
kesalahan juga dapat dideteksi
melalui kinerja dari PC, misalkan PC tidak hidup walaupun sumber listrik AC sudah terhubung dan tombol power sudah ditekan.
112 Komputer Terapan SMK/MAK Kelas XI Semester 2
POST memungkinkan user dapat
mendeteksi, mengisolasi,
menentukan, dan menemukan
kesalahan sehingga dapat
memperbaiki penyimpangan atau
kerusakan yang terjadi pada PC. Mekanisme POST disediakan oleh semua produk PC atau motherboard dan tersimpan di dalam ROM atau flash ROM BIOS. Secara umum proses dan prosedur yang dilakukan dalam POST pada semua produk
motherboard sama. Terdapat
beberapa perbedaan yang
menjadikan ciri dari produk
motherboard tertentu, tetapi pada dasarnya tetap sama.
POST dilakukan sesaat setelah komputer dihidupkan dan mulai booting, proses ini dilakukan oleh BIOS. Adapun urutan prosedur POST adalah sebagai berikut :
1) Test Power Supply ditandai dengan lampu power hidup dan kipas pendingin power supply berputar.
2) Secara otomatis dilakukan reset terhadap kerja CPU oleh sinyal power good yang dihasilkan oleh power supply jika dalam kondisi baik pada saat dihidupkan, kemudian CPU mulai melaksanakan instruksi awal pada ROM
BIOS dan selanjutnya.
3) Pengecekkan terhadap BIOS dan isinya. BIOS harus dapat dibaca. Instruksi awal ROM BIOS adalah jump (lompat) ke alamat program POST.
4) Pengecekkan terhadap
CMOS, CMOS harus dapat
bekerja dengan baik.
Program POST diawali
dengan membaca data setup (seting hardware awal) pada RAM CMOS setup, sebagai
data acuan untuk
pengecekan.
5) Melakukan pengecekkan
CPU, timer (pewaktuan),
kendali memori akses
langsung, memory bus dan memory module.
6) Memori sebesar 16 KB
harus tersedia dan dapat dibaca/ditulis untuk keperluan ROM BIOS dan menyimpan kode POST.
7) Pengecekkan I/O controller dan bus controller. Controller tersebut harus dapat bekerja
untuk mengontrol proses
read/write data. Termasuk I/O
untuk VGA card yang
Kegiatan Belajar 3 : Perawatan peralatan 113
113 | P a g e Jika ada salah satu prosedur POST yang tidak berhasil dilewati maka PC akan menerima pesan/peringatan kesalahan dari POST. Pesan/peringatan kesalahan berupa kode beep yang dikeluarkan melalui speaker yang terhubung dengan motherboard atau tampilan di layar monitor sesuai dengan standar masing-masing motherboard.
Pesan/peringatan kesalahan hasil POST berupa tampilan performance PC, visual di monitor dan beep dari speaker. Sesuai dengan urutan prosedur POST yang dilakukan oleh BIOS maka gejala-gejala permasalahan yang muncul adalah sebagai berikut:
Tabel 3.1 Gejala dan Diagnosa
No Gejala Diagnosa
Pesan/Peringatan Kesalahan
1 CPU dan Monitor mati, tidak ada beep
1. Instalasi fisik ke tegangan listrik AC 110/220V
2. Power supply 2 CPU hidup, Monitor Mati,
Tidak ada beep
1. Instalasi kabel data dari VGA card ke Monitor
2. Monitor 3 CPU hidup, Monitor Mati,
ada beep
Disesuaikan dengan beep Prosedur test POST yang telah
dilakukan untuk memastikan bahwa unit power supply dan monitor bekerja dengan baik. Jika tahap ini dapat dilewati maka bios mulai meneruskan POST selanjutnya.
Adapun hasil dari POST selanjutnya ditunjukkan dengan kode beep apabila ditemukan permasalahan. Bunyi kode beep yang ditunjukkan sesuai dengan BIOS yang digunakan.
Tabel 3.2. Kode Beep Award BIOS
No Gejala Diagnosa
Pesan/Peringatan Kesalahan
1 1 beep pendek PC dalam keadaan baik 2 1 beep panjang Problem di memori 3 1 beep panjang 2 beep
pendek
Kerusakan di modul DRAM parity 4 1 beep panjang 3 beep
pendek
Kerusakan di bagian VGA.
5 Beep terus menerus Kerusakan di modul memori atau memori video
114 Komputer Terapan SMK/MAK Kelas XI Semester 2
Tabel 3.3. Kode Beep AMI BIOS
No Gejala Diagnosa
Pesan/Peringatan Kesalahan
1 1 beep pendek DRAM gagal merefresh 2 2 beep pendek Sirkuit gagal mengecek
keseimbangan DRAM Parity (sistem memori)
3 3 beep pendek BIOS gagal mengakses memori 64KB pertama.
4 4 beep pendek Timer pada sistem gagal bekerja 5 5 beep pendek Motherboard tidak dapat
menjalankan prosessor
6 6 beep pendek Controller pada keyboard tidak dapat berjalan dengan baik
7 7 beep pendek Video Mode error 8 8 beep pendek Tes memori VGA gagal 9 9 beep pendek Checksum error ROM BIOS
bermasalah
10 10 beep pendek CMOS shutdown read/write mengalami errror
11 11 beep pendek Chache memori error 12 1 beep panjang 3 beep
pendek
Conventional/Extended memori rusak
13 1 beep panjang 8 beep pendek
Tes tampilan gambar gagal
Tabel 3.4. Kode Beep IBM BIOS
No Gejala Diagnosa
Pesan/Peringatan Kesalahan
1 Tidak ada beep Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang
2 1 beep pendek Normal POST dan PC dalam keadaan baik
3 beep terus menerus Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang 4 Beep pendek berulang-
ulang
Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang 5 1 beep panjang 1 beep
pendek
Masalah Motherboard 6 1 beep panjang 2 beep
pendek
Masalah bagian VGA Card (mono) 7 1 beep panjang 3 beep
pendek
Masalah bagian VGA Ccard (EGA). 8 3 beep panjang Keyboard error
Kegiatan Belajar 3 : Perawatan peralatan 115
115 | P a g e Pada PC tertentu menggunakan
tone yang pada prinsipnya sama dengan beep untuk memberikan pesan/peringatan kesalahan dalam bentuk suara. Selain beep biasanya pada kondisi tertentu dapat dilihat juga pesan/peringatan kesalahan dalam bentuk text yang ditampilkan pada layar monitor. Text tertulis merupakan bagian dari POST yang dapat dilaksanakan apabila VGA card dan monitor dalam keadaan baik dan terinstalasi dengan benar. User dapat langsung mengetahui masalah yang ada dengan membaca text peringatan. Misalnya “Keyboard error” (masalah pada keyboard), “CMOS error” (cmos battery error atau ada masalah pada setting peripheral), “HDD not Install” (harddisk tidak terpasang). Secara umum pesan/peringatan kesalahan
yang ditampilkan mudah untuk
dipahami oleh user.
Untuk mengenal dan
mengidentifikasi pesan/peringatan
kesalahan melalui POST maka
harus memperaktekkan dan
mengamati PC dari saat booting hingga selesai proses POST yang dilakukan oleh BIOS dan membaca buku manual setiap komponen PC, terutama motherboard. Dari situ akan
diketahui banyak komponen,
kegunaan, spesifikasi dan BIOS
yang digunakan, termasuk setting pada BIOS nya.
PC yang telah melewati POST (Power on Self-Test) dinyatakan memiliki hardware dan instalasi yang baik. Tetapi untuk mengetahui kemampuan dan kinerjanya perlu
dilakukan tes. Jika terjadi
permasalahan, maka akan
didapatkan pesan/peringatan
kesalahan yang berhubungan
dengan kinerja PC misalnya pada
sistem operasi, saat proses
menjalankan suatu program aplikasi, posedur mematikan komputer, dan lain-lain.
Permasalahan yang terjadi pada saat komputer telah lolos dari POST
akan lebih kompleks karena
melibatkan fungsi perangkat keras dan lunak yang lebih luas terutama
perangkat lunak. Sehingga
kemungkinan kesalahan akan
semakin banyak. Karena secara umum komponen perangkat keras
pada sistem PC tidak ada
perubahan, tetapi perangkat lunak yang terpasang bermacam-macam
dan dimungkinkan akan sering
berganti. Perangkat lunak yang terpasang di PC dibagi menjadi 2
yaitu sistem operasi dan program
aplikasi. Sistem operasi merupakan suatu perangkat lunak yang berfungsi
116 Komputer Terapan SMK/MAK Kelas XI Semester 2
untuk mengelola semua sumberdaya
sistem komputer di antaranya
perangkat keras, program aplikasi, dan user untuk menjadi suatu sistem yang dapat bekerja dengan baik.
Program aplikasi adalah perangkat
lunak yang digunakan oleh user untuk melaksanakan pekerjaan atau aplikasi tertentu seperti mengetik,
menggambar, menghitung,
mendengarkan musik dan lain-lain. Program aplikasi yang dimaksud disini adalah semua perangkat lunak selain sistem operasi, diantaranya
program aplikasi seperti
perkantoran, bahasa pemrograman,
virus, utility dan lain-lain.
Pembagian ini belum diklasifikasikan berdasarkan jenis maupun kegunaan aplikasinya.
Program aplikasi tidak dapat bekerja tanpa adanya sistem operasi,
karena sistem operasi akan
menghubungkan fungsi-fungsi
hardware dengan program aplikasi, seperti fungsi keyboard, mouse, VGA
adapter, monitor, port untuk
pencetakan di printer dan lain-lain. Sistem operasi yang ada saat ini telah begitu banyak, di antaranya
yang diproduksi oleh Microsoft
seperti Dos dan Windows dalam
beberapa aplikasi dan versi
Sedangkan yang lain adalah UNIX,
Linux dan variannya dan lain-lain.
Program Aplikasi di antaranya
Microsoft office, anti virus dan utilities seperti Norton dan lain-lain.
Kinerja PC dipengaruhi oleh spesifikasi dan instalasi perangkat
keras, sistem operasi yang
digunakan, program aplikasi yang
dipasang, manajemen memori,
gangguan dan serangan dari luar seperti virus, spyware, hacker dan
lain-lain. Gejala-gejala yang
ditimbulkan akan membantu user untuk mengenal dan mengidentifikasi masalah yang muncul.
Untuk mendiagnosis permasalahan komputer, dapat dilakukan melalui serangkaian langkah yang terstruktur.
Adapun langkah-langkah dalam
menyelesaikan permasalahan
komputer tersebut adalah sebagai berikut :
a. Mengidentifikasi permasalahan
Masalah yang ada
diidentifikasi dengan
beberapa prosedur,
diantaranya, melalui POST. b. Menganalisis permasalahan
Pesan/peringatan kesalahan
yang ditunjukkan melalui
POST atau pun oleh
Kegiatan Belajar 3 : Perawatan peralatan 117
117 | P a g e dianalisis letak atau sumber
komponen yang menjadi
penyebab timbulnya permasalahan. c. Mengklasifikasikan permasalahan Melakukan pengelompokkan permasalahan, dapat dilakukan berdasarkan