• Tidak ada hasil yang ditemukan

Threat (Ancaman)

BAB II LANDASAN PENGEMBANGAN PENGABDIAN KEPADA

2.7 SWOT

2.7.4 Threat (Ancaman)

1. Ketatnya persaingan untuk mendapatkan dana hibah pengabdian kepada masyarakat

2. Tuntutan akan kualitas pengabdian kepada masyarakat semakin tinggi 3. Masih banyak hasil penelitian dosen yang tidak bisa diimplemtasikan

dalam pengabdian kepada masyarakat.

36

BAB III

GARIS-GARIS BESAR RENSTRA-PPM UNIVERSITAS SILIWANGI

3.1 Tujuan dan Sasaran Pelaksanaan PPM Universitas Siliwangi 3.1.2 Tujuan PPM

1. Menyusun pemetaan: dosen dalam melakukan PPM, wilayah tempat PPM, dan masyarakat dalam meningkatkan SDM mencakup pengetahuan dan keterampilan melalui pendidikan dan latihan.

2. Menyusun pemetaan: dosen dalam melakukan PPM, wilayah tempat PPM, dan masyarakat dalam meningkatkan jiwa kewirausahaan dan pemberdayaan wirausaha melalui diklat.

3. Mengembangkan bentuk pendampingan sebagai implementasi teknologi, rekasaya serta pemberdayaan masyarakat bagi peningkatan kualitas kesehatan, kesejahteraan dan peradaban.

3.1.3 Sasaran PPM

1. Pemetaaan motivasi masyarakat untuk meningkatkan pendidikan, pengetahuan dan keterampilan.

2. Pemetaan motivasi masyarakat untuk berwirausaha dan pemberdayaan untuk wirausaha.

3. Pendampingan implementasi teknologi, rekasaya serta pemberdayaan masyarakat bagi peningkatan kualitas kesehatan, kesejahteraan dan peradaban.

3.2 Strategi dan Kebijakan Unit Kerja

3.2.1 Strategi Pengembangan Unit Kerja LP2M-PMP Universitas Siliwangi Berbasis Masukan, Proses, dan Luaran

Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIL memiliki orientasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Adapun payung pengabdian kepada masyarakat

37

unggulan untuk pemecahan berbagai masalah masyarakat tertuang dalam tiga payung pengabdian kepada masyarakat yaitu:

1. Pendidikan

Pendidikan dilakukan untuk meningkatkan sumberdaya manusia yang handal baik pengetahuan dan keterampilan masyarakat dengan sasaran:

Guru, Praktisi Pendidikan (PKBM/Kursus), Murid/siswa, Petani, Pengrajin, Santri, dan Pedagang. Bentuk kegiatannya berupa: Workshop, Diklat/pelatihan, dan Penyuluhan.

2. Kewirausahaan

Pelatihan, Penyuluhan, Pendampingan, Praktek dan Inkubator diberikan kepada: Petani, Pengrajin, Pedagang, Peternak, Koperasi, pelaku industri kecil/home industry, Asosiasi/KUB/Paguyuban, untuk meningkatan kemampuan produksi dan pemasaran.

3. Rekayasa sosial.

Pendampingan, Pelatihan, dan Penyuluhan dilakukan kepada:

Masyarakat, Pesantren, Potensi Wilayah, untuk meningkatkan kondisi masyarakat dan lingkungan yang selaras dengan kesehatan, peningkatan kesejahteraan dan perdaban yang layak dibarengi penggunaan teknologi tepat guna dengan tidak meninggalkan kearipan lokal.

3.2.2 Formulasi Strategi Pengembangan

1. Meningkatkan jumlah dan kualitas pengabdian kepada masyarakat dengan orientasi pemanfaatannya bagi pembangunan daerah,regional dan nasional serta berimplikasi bagi kebutuhan masyarakat

2. Mengembangkan dan meningkatkan kerjasama pengabdiankepada masyarakat dengan semua kalangan baik pemerintah daerah, regional dan nasional maupun pihak swasta

3. Meningkatkan optimalisasi mengembangkanpotensi SDM melalui kearipan lokal kegiatan pengabdian kepada masyarakat

4. Mengembangkan pengabdian kepada masyarakat berbasis SDA lokal yang bermanfaat bagi kebutuhan masyarakat

38

5. Pengembangan database dan sistem informasi pengabdian kepada masyarakat

6. Mengoptimalkan pemanfaatan pelatihan peningkatan pengabdian kepada masyarakat bagi dosen baik yangdiselenggarakan oleh UNSIL maupun perguruan tinggi lain/Kemenristekdikti

7. Meningkatkan pencitraan dan penjaminan mutu pengabdian kepada masyarakat

8. Memfokuskan pengabdian kepada masyarakat pada RIP dan Road Map Unggulan UNSIL

9. Mengikuti perkembangan kemajuan teknologi dan pengembangan ilmu melalui percepatan PPM IPTEK.

39

BAB IV

PROGRAM KEGIATAN DAN INDIKATOR KINERJA

4.1 Pengabdian Dosen Kepada Masyarakat

Roadmap rencana pengabdian dosen pada masyarakat yang merupakan salah satu Tridarma perguruan tinggi yang merupakan satu kesatuan dengan dua darma yang lain. Realitas menunjukkan aktivitas pengabdian dosen belum direncanakan dengan baik sehingga output dari kegiatan tersebut belum banyak memperoleh apresiasi secara memadai dari berbagai pihak, baik perguruan tinggi maupun lembaga donator lainnya. Hal ini dapat diketahui dari sampai saat tahun 2014 kurang 5% populasi dosen dan kurang dari 1% Guru Besar yang aktif melaksanakan pengabdian (sumber:Buku Panduan PPM oleh DP2M Dikti).

Demikian pula besarnya alokasi dana pengabdian baik yang disediakan DP2M masih berkisar sekitar 15% dari alokasi dana riset dosen. Alokasi tersebut belum mampu ditingkatkan sampai mencapai 20-25%. Disadari pula adanya kemungkinan faktor penyebab lainnya, yaitu apresiasi produk dari pengabdian dosen dalam sistem skor kenaikan pangkat dosen sangat rendah. Dengan demikian, kontribusinya pada penilaian kinerja dosen menjadi tidak signifikan.

Adapun siklus roadmap Pengabdian Kepada Masyarakat yang berjalan di lingkungan UNSIL seperti terlihat pada Gambar 4.1.

HASIL PENELITIAN

DOSEN

IMPLEMENTASI HASIL PENELITIAN

DOSEN

KEWIRAUSAHAAN

REKAYASA SOSIAL PENDIDIKAN PENGABDIAN

KEPADA MASYARAKAT FKIP

FT

FAI

FISIP FIK FAPERTA

FE

KBK

Gambar 4.1 Siklus Roadmap Pengabdian Kepada Masyarakat di lingkungan Universitas Siliwangi

Pembuatan roadmap PPM UNSIL ini didasarkan pada peran dan capaian yang dihasilkan dalam pelaksanaan PPM 5 tahun terakhir (2012-2016), sebagai perencanaan kedepan yang rasional dan terukur.

40 4.2 Program PPM UNSIL

Tema

Payung Tema Target 2021 Tahapan Pengabdian Indek Kinerja Pengabdian Kepada Masyarakat (IKPM) dan Target

2017 2018 2019 2020 2021 2017 2018 2019 2020 2021

Pendidikan

Peningkatan Sumber Daya Manusia IPTEK sesuai dengan kebutuhan masyarakat di priangan timur

Pendidikan dan Pelatihan pada Pelaku/

pengguna:

pendidikan usaha kecil Pesantren Petani dan nelayan Industry tepat guna Teknologi informasi Untuk 5 kecamatan di kabupaten dan kota dilingkungan priangan timur, sehingg tercapai satu per lima kabupaten

Pendidikan dan Pelatihan pada Pelaku/

pengguna:

pendidikan usaha kecil Pesantren Petani dan nelayan Industry tepat guna Teknologi informasi Untuk 5 kecamatan di kabupaten dan kota dilingkungan priangan timur, sehingg tercapai dua per lima kabupaten

Pendidikan dan Pelatihan pada Pelaku/

pengguna:

pendidikan usaha kecil Pesantren Petani dan nelayan Industry tepat guna Teknologi informasi Untuk 5 kecamatan di kabupaten dan kota dilingkungan priangan timur, sehingg tercapai tiga per lima kabupaten

Pendidikan dan Pelatihan pada Pelaku/

pengguna:

pendidikan usaha kecil Pesantren Petani dan nelayan Industry tepat guna Teknologi informasi Untuk 5 kecamatan di kabupaten dan kota dilingkungan priangan timur, sehingg tercapai empat per lima kabupaten

Pendidikan dan Pelatihan pada Pelaku/

pengguna:

pendidikan usaha kecil Pesantren Petani dan nelayan Industry tepat guna Teknologi informasi Untuk 5 kecamatan di kabupaten dan kota dilingkungan priangan timur sehingg tercapai satu kabupaten/

kota

IKPM

Laporan PPM dan artikel jurnal Nasional Target

Terlaksananya Pendidikan dan Pelatihan pada Pelaku/

pengguna:

pendidikan usaha kecil Pesantren Petani dan nelayan Industry tepat guna Teknologi informasi Untuk 5 kecamatan di kabupaten dan kota dilingkungan priangan timur, sehingg tercapai satu per lima kabupaten

Terlaksananya Pendidikan dan Pelatihan pada Pelaku/

pengguna:

pendidikan usaha kecil Pesantren Petani dan nelayan Industry tepat guna Teknologi informasi Untuk 5 kecamatan di kabupaten dan kota dilingkungan priangan timur, sehingg tercapai duaper lima kabupaten

Terlaksananya Pendidikan dan Pelatihan pada Pelaku/

pengguna:

pendidikan usaha kecil Pesantren Petani dan nelayan Industry tepat guna Teknologi informasi Untuk 5 kecamatan di kabupaten dan kota dilingkungan priangan timur, sehingg tercapai tiga per lima kabupaten

Terlaksananya Pendidikan dan Pelatihan pada Pelaku/

pengguna:

pendidikan usaha kecil Pesantren Petani dan nelayan Industry tepat guna Teknologi informasi Untuk 5 kecamatan di kabupaten dan kota dilingkungan priangan timur, sehingg tercapai empatper lima kabupaten

Terlaksananya Pendidikan dan Pelatihan pada Pelaku/

pengguna:

pendidikan usaha kecil Pesantren Petani dan nelayan Industry tepat guna Teknologi informasi Untuk 5 kecamatan di kabupaten dan kota dilingkungan priangan timur, sehingg tercapai satu kabupaten

Tertanam jiwa kewirausahaa pada semua jenjang dan sektor kepada masyarakat

Menanamkan sikap mental dan jiwa yang selalu aktif, kreatif, berdaya, bercipta, berkarsa dan bersahaja dalam berusaha dalam rangka meningkatkan pendapatan dalam kegiatan usahanya atau kiprahnya.

Seseorang yang memiliki jiwa dan sikap wirausaha yang selalu tidak puas

Menanamkan sikap mental dan jiwa yang selalu aktif, kreatif, berdaya, bercipta, berkarsa dan bersahaja dalam berusaha dalam rangka meningkatkan pendapatan dalam kegiatan usahanya atau kiprahnya.

Seseorang yang memiliki jiwa dan sikap wirausaha yang selalu tidak puas

Menanamkan sikap mental dan jiwa yang selalu aktif, kreatif, berdaya, bercipta, berkarsa dan bersahaja dalam berusaha dalam rangka meningkatkan pendapatan dalam kegiatan usahanya atau kiprahnya.

Seseorang yang memiliki jiwa dan sikap wirausaha yang selalu tidak puas

Menanamkan sikap mental dan jiwa yang selalu aktif, kreatif, berdaya, bercipta, berkarsa dan bersahaja dalam berusaha dalam rangka meningkatkan pendapatan dalam kegiatan usahanya atau kiprahnya.

Seseorang yang memiliki jiwa dan sikap wirausaha yang selalu tidak puas

Menanamkan sikap mental dan jiwa yang selalu aktif, kreatif, berdaya, bercipta, berkarsa dan bersahaja dalam berusaha dalam rangka meningkatkan pendapatan dalam kegiatan usahanya atau kiprahnya.

Seseorang yang memiliki jiwa dan sikap wirausaha yang selalu tidak puas

IKPM

Laporan PPM dan artikel jurnal Nasional Target

Terlaksananya penanaman sikap mental dan jiwa yang selalu aktif, kreatif, berdaya, bercipta, berkarsa dan bersahaja dalam berusaha dalam rangka meningkatkan pendapatan dalam kegiatan usahanya atau kiprahnya.

Seseorang yang memiliki

Terlaksananya penanaman sikap mental dan jiwa yang selalu aktif, kreatif, berdaya, bercipta, berkarsa dan bersahaja dalam berusaha dalam rangka meningkatkan pendapatan dalam kegiatan usahanya atau kiprahnya.

Seseorang yang memiliki

Terlaksananya penanaman sikap mental dan jiwa yang selalu aktif, kreatif, berdaya, bercipta, berkarsa dan bersahaja dalam berusaha dalam rangka meningkatkan pendapatan dalam kegiatan usahanya atau kiprahnya.

Seseorang yang memiliki

Terlaksananya penanaman sikap mental dan jiwa yang selalu aktif, kreatif, berdaya, bercipta, berkarsa dan bersahaja dalam berusaha dalam rangka meningkatkan pendapatan dalam kegiatan usahanya atau kiprahnya.

Seseorang yang memiliki

Terlaksananya penanaman sikap mental dan jiwa yang selalu aktif, kreatif, berdaya, bercipta, berkarsa dan bersahaja dalam berusaha dalam rangka meningkatkan pendapatan dalam kegiatan usahanya atau kiprahnya.

Seseorang yang memiliki

41

dengan apa yang telah dicapainya sepertlima kabupaten/

kota

dengan apa yang telah dicapainya duapertlima kabupaten/

kota

dengan apa yang telah dicapainya tigapertlima kabupaten/

kota

dengan apa yang telah dicapainya empatpertlima kabupaten/

kota

dengan apa yang telah dicapainya satu kabupaten/

kota

jiwa dan sikap wirausaha yang selalu tidak puas dengan apa yang telah dicapainya sepertlima kabupaten/

kota

jiwa dan sikap wirausaha yang selalu tidak puas dengan apa yang telah dicapainya duapertlima kabupaten/

kota

jiwa dan sikap wirausaha yang selalu tidak puas dengan apa yang telah dicapainya tigapertlima kabupaten/

kota

jiwa dan sikap wirausaha yang selalu tidak puas dengan apa yang telah dicapainya empatpertlima kabupaten/

Kota

jiwa dan sikap wirausaha yang selalu tidak puas dengan apa yang telah dicapainya kultur dan tarap hidup masyarakat secara kualitas dan kuantitas

Terlaksananya peningkatan kultur dan tarap hidup masyarakat secara kualitas dan kuantitas

Penataan rekayasa sosial (social engineering) atau perencanaan sosial (social planning) dan mengelemener dampak yang tidak dikehendaki atau tidak direncanakan sehingga terjadi peningkatan tarap hidup masyarakat sosial (social engineering) atau perencanaan sosial (social planning) dan mengelemener dampak yang tidak dikehendaki atau tidak direncanakan sehingga terjadi peningkatan tarap hidup masyarakat sosial (social engineering) atau perencanaan sosial (social planning) dan mengelemener dampak yang tidak dikehendaki atau tidak direncanakan sehingga terjadi peningkatan tarap hidup masyarakat dalam satu kabupaten binaan

Penataan rekayasa sosial (social engineering) atau perencanaan sosial (social planning) dan mengelemener dampak yang tidak dikehendaki atau tidak direncanakan sehingga terjadi peningkatan tarap hidup masyarakat dalam satu kabupaten binaan

Penataan rekayasa sosial (social engineering) atau perencanaan sosial (social planning) dan mengelemener dampak yang tidak dikehendaki atau tidak direncanakan sehingga terjadi peningkatan tarap hidup masyarakat minimal satu kabupaten binaan

IKPM

Laporan PPM dan artikel jurnal Nasional Target

Terlaksananya penataan rekayasa sosial (social engineering) atau perencanaan sosial (social planning) dan mengelemener dampak yang tidak dikehendaki atau tidak direncanakan sehingga terjadi peningkatan tarap hidup masyarakat dalam satu kabupaten binaan

Terlaksananya penataan rekayasa sosial (social engineering) atau perencanaan sosial (social planning) dan mengelemener dampak yang tidak dikehendaki atau tidak direncanakan sehingga terjadi peningkatan tarap hidup masyarakat dalam satu kabupaten binaan

Terlaksananya penataan rekayasa sosial (social engineering) atau perencanaan sosial (social planning) dan mengelemener dampak yang tidak dikehendaki atau tidak direncanakan sehingga terjadi peningkatan tarap hidup masyarakat dalam satu kabupaten binaan

Terlaksananya penataan rekayasa sosial (social engineering) atau perencanaan sosial (social planning) dan mengelemener dampak yang tidak dikehendaki atau tidak direncanakan sehingga terjadi peningkatan tarap hidup masyarakat dalam satu kabupaten binaan

Terlaksananya penataan rekayasa sosial (social engineering) atau perencanaan sosial (social planning) dan mengelemener dampak yang tidak dikehendaki atau tidak direncanakan sehingga terjadi peningkatan tarap hidup masyarakat minimal satu kabupaten binaan

42

Untuk lebih mengetahui arah perencanaan PPM selama periode 2017- 2021, diperlukan roadmap PPM (peta rencana) dari masing-masing bidang kajian. Roadmap PPM merupakan suatu instrumen yang akan digunakan dalam perencanaan, koordinasi, supervisi dan evaluasi bagi pelaksanaan RESTRA PPM selama periode tahun 2017- 2021. Roadmap dari masing-masing bidang kajian PPM digambarkan dalam bentuk diagram tulang ikan (fishbone) seperti terlihat pada Gambar 4.2

Gambar 4.2 Diagram Fishbone PPM UNSIL 2017- 2021

Roadmap tersebut memfokuskan penyelesaian masalah-masalah yang berkaitan dengan kondisi lokal serta pengalokasian sumber pendanaan.

Pendanaan PPM berdasarkan bidang kajian berasal dari Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi berupa skim PPM kompetitif nasional dan desentralisasi, dana internal UNSIL, serta pendanaan pihak-pihak terkait.

Mewjudkan energi baru dan terbarukan dengan pemanfaatan limbah lingkungan Fakultas

Teknik

Mewujudkan

pembangunan manusia dan daya saing bangsa

Fakultas

Agama Islam Mewujudkan

kemandirian ekonomi yang handal Mewujudkan mental dan nasionalisme yang handal

Fakultas Ekonimi Fakultas

Agama Islam

Terwjudnya pemerintah yang handal

Mewujudkan infrastruktur dan teknologi informasi yang lebih baik

Terwujud Kesehatan gizi, kesehatan masyarakat dan kemandirian obat-obat an orgsnik

Memiliki SDM yang handal dalam Pendidikan dengan memanfaatkan kearifan lokal FKIP Kehidupan &

Penghidupan Masyarakat PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

UNIVERSITAS SILIWANGI 2017 s/d 2021 HASIL

PENELITIAN

43

BAB V

POLA PELAKSANAAN, PEMANTAUAN DAN EVALUASI RENSTRA PPM UNIVERSITAS SILIWANGI

5.1 Sumber Pendanaan PPM

Sumber pendanaan untuk pengabdian kepada masyarakat di UNSIL berasal dari sumber pendanaan internal UNSIL dan sumber pendanaan eksternal. Sumber pendanaan internal berasal dari dana DIPA UNSIL yang dianggarkan setiap tahun untuk skim pengabdian kepada masyarakat Iptek bagi Pesantren (IbP) dan Iptek Tepat Guna bagi Masyarakat (ITGbM). Sumber pendanaan eksternal berasal dari dana DIPA Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Kementerian Riset, Teknologi dan Dikti untuk skim pengabdian kepada masyarakat terdiri dari: Iptek bagi Masyarakat (IbM), Iptek bagi Kewirausahaan (IbK), Iptek bagi Produk Ekspor (IbPE), Iptek bagi Produk Unggulan Daerah (IbPUD), Iptek bagi Kreativitas dan Inovasi Kampus (IbIKK), Iptek bagi Wilayah antara PT-CSR atau PT-PEMDA-CSR, Iptek bagi Desa Mitra, Program HI-LINK, dan Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM).

Sumber pendanaan eksternal lainnya berasal dari para sponsor melalui model kerjasama antar lembaga, Pemerintah Daerah, dan Industri.

Sumberdana ini diperoleh melalui kerjasama dengan pihak pemangku kepentingan sesuai dengan tingkat kebutuhan yang disepakati bersama.

5.2 Perkiraan Kebutuhan Dana PPM Untuk Lima Tahun

Untuk tahun anggaran 2017 s/d 2021 LP2M-PMP memperkirakan kegiatan berbagai pengabdian dosen akan mengalami peningkatan, hal ini selain dari perencanaan pengembangan anggaran bersumber dari DIPA (internal) yang mengikuti perkembangan civitas akademika, juga seiring dengan semakin banyaknya penawaran program PPM yang berumber dari eksternal. Sehingga diperkirakan kebutuhan dana PPM untuk 5 tahun ke depan akan meningkat. Estimasi kebutuhannnya tersebut tertera pada Tabel 5.1

44

Tabel 5.1 Perkiraan Kebutuhan dana PPM (Tahun 2017- 2021)

No Deskripsi Pendanaan tahun (dalam juta)

2017 2018 2019 2020 2021 1 Internal (DIPA)

1) IbP 150 157,5 173,25 190,58 209,63

2) ITGbM 450 472,5 519,75 571,73 628,90

2 External

3) IbM 450 700 1000 1500 2000

4) IbK 200 400 600 800 1000

5) IbPE 0 200 400 600 800

6) IbPUD 0 200 400 600 800

7) IbIKK 0 200 400 600 800

8) Iptek bagi Wilayahantara

PT-CSR atau PT-PEMDA-PT-CSR 0 0 250 500 750

9) Iptek bagi Desa Mitra 0 250 500 750 1000

10) Program HI-LINK 0 200 400 600 800

11) KKN PPM 0 300 500 700 900

3 Sponsor/Kerjasama

Pelatihan/Penyuluhan 100 150 200 250 300

Pendampingan 100 125 150 175 200

Pemberdayaan Masyarakat 100 150 200 250 300

5.3 Pola Pemantauan dan Implementasi Evaluasi Renstra, serta Dampaknya Bagi Masyarakat Mitra

Pelaksanaan kegiatan PPM internal dilakukan selama satu tahun akademik, dimulai dari pengusulan proposal, masa advice proposal, review proposal, seminar proposal, pelaksanaan penelitian, masa monitoring dan evaluasi, seminar dan pulikasi hasil penelitian. Skim PPM dari pendanaan internal adalah pengabdian bagi masyarakat (PbM). Pola kerja sama dengan pihak luar diatur dengan kebijakan yang disepakati baik dalam bentuk kerja sama dengan pemerintah, lembaga non-pemerintah, swasta, maupun pihak asing.

45 5.4 Pemantauan PPM

Pola Pemantauan dapat dilakukan dengan menggunakan alat bantu form seperti terlihat pada Gambar 5.1

FORMAT PEMANTAUAN PENGABDIAN

1 Identitas Program :...

2 Judul : ...

3 Ketua Tim pelaksana : ...

4 Fakultas/Program studi : ...

5.Biaya : Rp ...

6.Lokasi Kegiatan : ……….

Substansi Pemantauan 1 Pelaksanaan program

- Tanggal mulai

- Perkiraan tanggal penyerahan laporan - Perkiraan tanggal penyerahan artikel ilmiah

………

2 Peranan CDA

 Seleksi usul Penerapan Ipteks

 Menyelenggarakan seminar proposal

 Memantau pelaksanaan program

 Menyelenggarakan seminar hasil

 Menggandakan laporan

 Mengirim laporan

 Meminta artikel llmiah

Ya/Tidak Ya/Tidak Ya/Tidak Ya/Tidak Ya/Tidak Ya/Tidak Ya/Tidak 3 Keterkaitan pelaksanaan dengan usul

- Waktu pelaksanaan - Bahan yang dipakai - Alat yang digunakan - Metode

-Belanja - Personalia

Bila menyimpang berikan penjelasan

Sesuai/menyimpang Sesuai/menyimpang Sesuai/menyimpang Sesuai/menyimpang Sesuai/menyimpang Sesuai/menyimpang Sesuai/menyimpang

………

4 Masalah yang dihadapi pelaksana dan upaya

mengatasinya ………

5 Hasil penting dalam penerapan ipteks ………

6. Penilaian umum dan saran ………

Tasikmalaya, ……… 201..

Mengetahui Ketua LP2M-PMP

……….

Gambar 5.1 Format Pemantauan PPM

46

Proses pemantauan ini untuk memastikan bahwa tidak terjadi pelanggaran atas standar pelaksanaan PPM sebagai berikut:

1. Memenuhi standar kebutuhan masyarakat skala prioritas dan issue terkini.

2. Memenuhi standar keilmuan yakni sesuai dengan perkembangan keilmuan. (Memberikan akses informasi, konsultasi dan partisipasi).

3. Memenuhi standar kompetensi yang meningkatkan kualitas dosen.

4. Memenuhi standar kinerja kualitas pengabdian pada masyarakat dalam satu kegiatan.

5. Memenuhi standar manfaat ganda yang berarti tidak tunggal hanya bermanfaat bagi komunitas masyarakat yang ditargetkan saja tetapi juga bermanfaat bagi pengembangan akademik bagi mahasiswa.

6. Memenuhi standar arsip kegiatan dengan bukti-bukti pelaksanaan pengabdian pada masyarakat antara lain foto, materi, surat undangan komunitas (bila ada), daftar hadir komunitas.

5.5 Evaluasi PPM

Salah satu bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan penjaminan mutu PPM adalah monitoring dan evaluasi. Pelaksanaan monev dilakukan dua kali, yaitu monev awal dan monev akhir.

Monev awal dilakukan pada saat jalannya kegiatan pengabdian.

Sedangkan monev akhir dilakukan, setelah kegiatan selesai. Dalam hubungan ini maka hal-hal yang dilakukan dalam kegiatan monev ini adalah sebagai berikut:

1. Ketua LP2M-PMP menetapkan dan menugaskan para reviewer pengabdian kepada masyarakat untuk memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan.

2. Tim pengabdian kepada masyarakat melaksanakan sesuai dengan jadwal, rencana dan target yang telah ditetapkan dan sesuai dengan saran reviewer.

3. Tim pengabdian kepada masyarakat melakukan pembukuan pelaksanaan kegiatannya serta mencatat jalannya kegiatan tersebut dan semua hasil yang didapatkan.

47

4. Tim pengabdian kepada masyarakat melakukan pembukuan setiap pengeluaran uang sesuai dengan biaya yang tercantum dalam proposal.

5. Reviewer melakukan monev kemajuan dan pelaksanaan serta memberi saran untuk perbaikan pelaksanaannya . Hasil monitoring diserahkan ke ketua LP2M-PMP.

6. Ketua LP2M-PMP menindak lanjuti saran dan peringatan untuk perbaikan pelaksanaan yang disampaikan reviewer.

7. Kegiatan pengabdian pada masyarakat harus diseminarkan yang dihadiri oleh reviwer dan dewan riset LP2M-PMP.

Evaluasi dilakukan secara rutin menggunakan kuesioner kuantitatif atau interview kualitatif terhadap masyarakat yang menerima kontribusi kegiatan PPM. Contoh kegiatan evaluasi dapat berupa grafik ataupun penghargaan.

5.6 Dampak PPM Bagi Masyarakat Mitra

PPM UNSIL diharapkan memberikan manfaat terhadap kesejahteraan masyarakat antara lain:

1. Peningkatan pendapatan, 2. Peningkatan pengetahuan, 3. Peningkatan produksi,

4. Perubahan perilaku ke arah yang positif, 5. Peningkatan mutu lingkungan

5.7 Pola Diseminasi Hasil Kegiatan PPM

Persoalan lain yang harus dihadapi dalam pelaksana PPM adalahdiseminasi karya pengabdian untuk dipublikasikan agar dapat diterima oleh masyarakat sebagai mitra maupun masyarakat pada umumnya sebagai pengguna. Media untuk mendiseminasikan karya pengabdian kepada masyarakat (PPM) masih sangat terbatas. Teknik mendiseminasikannya dapat dilakukan dalam bentuk jurnal, prosiding dan media cetak.

Untuk mencoba mengatasi keterbatasan tersebut Perguruan Tinggi sudah mencoba menerbitkan Jurnal PPM UNSIL, dalam rangka mempublikasikan hasil karya pengabdiannya. Sedangkan karya

48

pengabdian yang tidak masuk dalam junal PPM UNSIL dapat dipublikasikan ke jurnal PPM di luar UNSIL.

Sejak tahun 2009, bagi pelaksana program PPM yang dananya bersumber dari DIPA DP2M Ditjen Dikti, berlaku kewajiban untuk menuliskan artikel ilmiah berskala nasional (untuk biaya program senilai Rp 50 juta/tahun) dan internasional (senilai Rp 100 juta/tahun). Sedangkan pada tahun 2017 pelaksanaan program PPM yang bersumber dana dari DIPA DP2M Ditjen Dikti, berlaku wajib untuk mempublikasikan hasil karya pengabdiannya dalam media cetak.

49

BAB VI PENUTUP

6.1 Peluang Keberlanjutan Kegiatan Program PPM Universitas Siliwangi Pengabdian pada masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat ilmiah di perguruantinggi, karena merupakan prasyarat bagi peningkatan karir akademik dosen dan merupakan cara perguruan tinggi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Renstra LP2M-PMP yang disusun berdasarkan visi dan misi universitas akan menjadi acuan pengembangan pengabdian untukdosen maupun mahasiswa agar hasil-hasil penelitian UNSIL dapat berguna bagi pengembangan ilmu pengetahuan dengan memperkuat kualitas pembelajaran dan pengabdian masyarakat serta tercapainya indikator kinerja.

Capaian indikator kinerja akan berkontribusi dalam mengantarkan UNSIL sebagai Perguruan tinggi yang tangguh dalam penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk membentuk lulusan unggul yang berwawasan kebangsaan dan berjiwa wirausaha di tingkat nasional Tahun

Capaian indikator kinerja akan berkontribusi dalam mengantarkan UNSIL sebagai Perguruan tinggi yang tangguh dalam penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk membentuk lulusan unggul yang berwawasan kebangsaan dan berjiwa wirausaha di tingkat nasional Tahun