BAB IV. KEGIATAN OPERASIONAL
C. Kegiatan Laboratorium
3. Kegiatan Pengujian
a. Laboratorium Karantina Hewan
Laboratorium Karantina Hewan melakukan berbagai macam kegiatan pengujian.diantaranya pengujian deteksi dan identifikasi HPH/HPHK dan keamanan hayati hewani, validasi metode, uji profisiensi serta uji banding. Selama tahun 2015 jumlah pengujian yang sudah dilaksanakan sebanyak 184 permohonan uji, total jumlah sampel 3.021 dengan rincian pengujian media pembawa HPH/HPHK 124 permohonan uji sebanyak 2.914 sampel, Pengujian Pangan Asal Hewan (PSAH) sebanyak 51 permohonan uji, sebanyak 55 sampel. Uji Validasi Metode dilaksanakan 2 permohonan uji, sebanyak 16 sampel. Uji profisiensi yang diikuti 1 permohonan uji HPHK sebanyak 4 sampel dan 1 permohonan uji profisiensi PSAH dengan jumlah 3 sampel. Uji Banding yang sudah diikuti sebanyak 4 kali, sebanyak 29 sampel. Kegiatan pengujian laboratorium karantina hewan selama 2015 dijelaskan pada Gambar 32.
Dari 184 jumlah keseluruhan permohonan uji yang masuk, 68% adalah uji HPHK sebanyak 124 permohonan, 28% uji PSAH sebanyak 51 permohonan, 1% uji validasi metode sebanyak 2 permohonan, 0,01% uji profisiensi HPHK sebanyak 1 permohonan, 1% uji profisiensi PSAH sebanyak 1 permohonan dan 2% uji banding sebanyak 4 permohonan. Sedangkan dari 3.021 jumlah sampel yang masuk 96% adalah sampel HPHK sebanyak 2.914 sampel, 2% adalah sampel PSAH sebanyak 55 sampel, 1% sampel uji validasi metode sebanyak 16 sampel, 0,01% sampel uji profisiensi HPHK sebanyak 4 sampel, 1% sampel uji profisiensi PSAH sebanyak 3 sampel dan 2% sampel uji banding sebayak 29 sampel.
Pengujian media HPHK dengan berbagai kegiatan pengujian antara lain uji RBT, Giemsa, Gram, Native, HA-HI AI dan ND. Jenis sampel yang diuji antara serum darah sapi bibit, serum darah sapi potong, serum darah unggas, ulas darah, kerokan kulit dan feses. Pada tahun 2015 ditemukan pengujian positif RPA, HA - HI AI dan ND serta pada serum unggas.
Pengujian PSAH di Laboratorium Karantina Hewan sebanyak 55 kali, dengan jenis sampel daging ayam beku, daging bebek beku, daging sapi beku, jeroan sapi, telur ayam, telur bebek, daging bebek beku, daging olahan terdiri dari daging sapi olahan dan daging ayam olahan dengan produknya antara lain nugget, sosis, daging ayam yang sudah dibumbui, rolade dan bakso. Jenis pengujian untuk PSAH adalah uji organoleptic, pH (khusus daging beku), uji kesempurnaan pengeluaran darah (khusus daging beku), uji awal pembusukan/eber (khusus daging beku), TPC, uji rapid test Escherechia colli, Staphylococus aureus, Salmonela sp., uji konfirmasi API 20E, uji formalin, uji boraks dan uji nitrit.
Pengujian yang termasuk ruang lingkup akreditasi ialah uji TPC dan RBT. Uji TPC termasuk dalam pengujian PSAH, sedangkan uji RBT untuk menguji serum darah sapi dan kerbau. Jumlah pengujian TPC selama tahun 2015 adalah 50 kali, sedangkan uji RBT sebanyak 67 kali dengan jumlah 1.772 sampel. Pengujian di luar ruang lingkup akreditasi selama tahun 2015 yaitu uji HA/HI AI dan ND serta pullorum pada serum unggas adalah 8 kali sebanyak 533 sampel. Uji Pewarnaan Gram pada sampel ulas darah kambing adalah 6 kali sebanyak 336 sampel. Uji Natif pada sampel feses sebanyak 1 kali dengan jumlah 1 sampel. Uji Nitrit pada Sarang Burung Walet sebanyak 1 kali dengan jumlah 1 sampel. Uji pewarnaan Giemza pada ulas darah sebanyak 1 kali dengan jumlah 5 sampel. Frekuensi dan jumlah sampel HPHK dan PSAH tersebut dijelaskan pada Gambar 33.
Gambar 33. Frekuensi dan jumlah Pengujian Media Pembawa HPH/HPHK dan PSAH di Laboratorium Karantina Hewan tahun 2015
b. Laboratorium Karantina Tumbuhan
melakukan pengujian keamanan hayati hayati. Selama tahun 2015 jumlah pengujian media pembawa OPT/OPTK sebanyak 481 permohonan dengan total sampel 3.662 yang berasal dari kegiatan intersepsi 62 permohonan jumlah sampel 62, monitoring 116 permohonan jumlah sampel 148, validasi metode 4 permohonan jumlah sampel 4, uji banding 8 permohonan jumlah sampel 15, uji profisiensi 6 permohonan jumlah sampel 7, pemantauan permohonan 178 jumlah sampel 2.960, pengamatan/pemantauan UPSUS PAJALE 107 permohonan jumlah sampel 466. Jenis sampel yang masuk antara lain bibit karet, biji sawit, bungkil sawit, bawang putih, lalat buah, hama gudang, tungau, serangga lapang, daun padi, daun gulinggang, buah eks impor seperti apel, jeruk Sunkist, pir, kiwi, dll.
Hasil pengujian di tahun 2015 ditemukan beberapa jenis OPTK pada kegiatan intersepsi, pemantauan reguler, dan pengamatan UPSUS PAJALAI. Pada bulan Februari 2015, ditemukan OPTK A2 yaitu cendawan Ceratocystis fimbriata pada 2 pengujian bibit karet yang akan dilalulintaskan keluar pulau Kalimantan. Cendawan tersebut daerah sebarnya berdasarkan Permentan No. 51/Permentan/KR.010/9/2015. Sudah terdapat di Kalimantan. Pada kegiatan pemantauan daerah sebar OPT/OPTK reguler diperoleh hasil temuan positif serangga OPTK yaitu Bactrocera musae (40 sampel), Bactrocera occipitalis (149 sampel), Atherigona soccata (1 sampel) pada pemantauan padi, Paraecosmetus pallicornis (10 sampel) pada pemantauan padi, Dysmicocus brevipes (5 sampel) pada pemantauan nanas. Pada kegiatan pengamatan UPSUS PAJALAI ditemukan cendawan OPTK yaitu Pernosclerospora manshurica pada benih kedelai. Pada kegiatan pemantauan hama gudang UPSUS
PAJALAI, yang ditemukan adalah ham-hama OPT, OPTK target yaitu Trogoderma granarium dan Sitophilus granarius tidak ditemukan.
Gambar 34. Frekuensi Pengujian di Laboratorium Karantina Tumbuhan tahun 2015
Pengujian yang termasuk ruang lingkup akreditasi adalah identifikasi Fusarium solani secara morfologi dan identifikasi lalat buah Bactrocera spp. Pengujian ini dimaksudkan dengan target utama OPTK A1 yaitu Fusarium oxysporum f.sp. elaedis yang menyerang kelapa sawit. Karena OPTK tersebut termasuk OPTK A1 maka sulit diperoleh, sehingga digunakan target F. solani yang memiliki kemiripan terdekat dengan F. oxysporum f.sp. elaedis. Jumlah pengujian untuk ruang lingkup akreditasi pengujian F. solani pada tahun 2015 sebanyak 36 kali dengan rincian bungkil kelapa sawit 22 kali, benih kelapa sawit 2 kali, butir sawit 6 dan cangkang kelapa sawit 6 kali. Sedangkan pengujian lalat buah selama tahun 2015 sebanyak 181 permohonan dengan rincian 127 pengujian dengan sampel buah dan 54 pengujian serangga dengan jumlah sampel
62 62 116 148 4 4 8 15 6 7 178 107 2960 466 0 500 1000 1500 2000 2500 3000 3500 Permohonan Sampel