IX. KEGIATAN DAN PROSPEK USAHA PERSEROAN
7. KEGIATAN PERTAMBANGAN DAN KONTRAKTOR PERTAMBANGAN
Seperti halnya perusahaan pertambangan lain di Indonesia, Perseroan dan Entitas Anak bekerjasama dengan kontraktor pertambangan untuk menyediakan beragam layanan pada area konsesinya. Diagram yang disederhanakan di bawah ini mengilustrasikan alur proses dari operasional pertambangan Perseroan dan Entitas Anak.
Proses Produksi Perseroan
Perseroan menggunakan metode pertambangan terbuka (open-pit mining) untuk menggali batubara dari semua tambangnya. Proses penambangan terbuka pada umumnya dimulai dengan pembersihan lahan (land clearing). Lapisan tanah bagian atas (top soil) kemudian dikupas (stripped) dan ditimbun secara terpisah (untuk kemudian akan digunakan pada saat reklamasi) dari area yang akan ditambang.
Untuk melepaskan lapisan overburden, dilakukan kombinasi dari pengeboran, peledakan dan dozer ripping. Kegiatan pengupasan dan pemindahan overburden serta penambangan batubara dilakukan dengan ekskavator hidrolik dan truk. Overburden tersebut kemudian diangkut ke tempat penimbunan (dumping area) atau digunakan untuk menimbun lubang yang telah digali (backfiling). Setelah dilakukan pengupasan lapisan overburden, batubara diambil dengan menggunakan ekskavator dan langsung diangkut dengan truk melalui jalan pengangkutan batubara sepanjang 14 km ke fasilitas Stockpile dan pelabuhan batubara di Bambangan.
Di fasilitas Stockpile dan pelabuhan batubara, batubara dihancurkan dengan fasilitas Crusher yang berkapasitas 200 ton per jam.Titik penjualan batubara Perseroan menggunakan FOB Barge, sehingga penyerahan batubara terjadi saat batubara dimuat ke tongkang.
Proses Produksi Entitas Anak
Entitas Anak menggunakan metode penambangan terbuka (open-pit mining) untuk menggali batubara dari semua tambangnya. Proses penambangan terbuka pada umumnya dimulai dengan pembersihan lahan (land
clearing). Lapisan tanah bagian atas (top soil) kemudian dikupas (stripped) dan ditimbun secara terpisah (untuk
kemudian akan digunakan pada saat reklamasi) dari area yang akan ditambang.
Untuk melepaskan lapisan overburden, dilakukan kombinasi dari pengeboran, peledakan dan dozer ripping. Kegiatan pengupasan dan pemindahan overburden serta penambangan batubara dilakukan dengan ekskavator hidrolik dan truk. Overburden tersebut kemudian diangkut ke tempat pembuangan (disposal area) atau digunakan untuk menimbun lubang yang telah digali (backfiling). Setelah dilakukan pengupasan lapisan
overburden, batubara diambil dengan menggunakan ekskavator dan langsung diangkut dengan truk ke fasilitas Stockpile batubara run-of-mine (“ROM”) di Ida Manggala.
Dari fasilitas Stockpile ROM, batubara kemudian dihancurkan dengan fasilitas Crusher yang berkapasitas 850 ton per jam, kemudian diangkut melalui jalan pengangkutan batubara sepanjang 34 km dengan menggunakan truk menuju terminal khusus Lok Buntar untuk dimuat ke dalam tongkang. Tongkang berisi batubara diangkut melalui kanal eksklusif sepanjang 28 km menuju Sungai Puting, untuk kemudian dimuat ke dalam tongkang besar. Titik penjualan batubara Entitas Anak menggunakan FOB Barge, sehingga penyerahan batubara terjadi saat batubara dimuat ke tongkang besar di Sungai Puting.
Jumlah kapasitas produksi Perseroan dan Entitas Anak adalah sebagai berikut:
Uraian
Empat bulan yang berakhir pada tanggal
30 April
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2012 2011 2010 2009
Perseroan 96.443 83.455 - -
Entitas Anak 1.055.610 1.961.775 560.761 885.677
Produksi batubara Perseroan dimulai pada tahun 2011 dan sampai dengan tanggal Prospektus ini diterbitkan, belum terdapat kenaikan kapasitas produksi yang signifikan.
Adapun untuk kapasitas produksi batubara Entitas Anak sempat mengalami penurunan di tahun 2010 dibandingkan tahun 2009, yaitu dari 885.677 ton menjadi 560.761 ton karena pada saat itu pit tambang sudah mendekati akhir masa ekonomisnya dan masih dalam proses memperoleh izin pinjam pakai hutan untuk membuka pit tambang baru. Pembukaan pit tambang baru terjadi pada Desember 2010 sehingga produksi tahun 2011 meningkat menjadi 1.961.775.
Dengan adanya perubahan kapasitas tersebut, Entitas Anak diharapkan dapat mencapai skala ekonomis sehingga menurunkan biaya produksi dengan tercapainya efisiensi. Adapun Perseroan belum memiliki peningkatan kapasitas produksi karena masih berfokus pada produksi saat ini yaitu produksi batubara berkalori rendah dan masih dalam proses pengembangan infrastruktur untuk membuka pit tambang baru yang memiliki kandungan batubara berkalori lebih tinggi.
Kontraktor Pertambangan dan Jasa Pendukung Lainnya
Sebagaimana perusahaan pertambangan batubara lainnya di Indonesia, kontraktor pertambangan dan penyedia jasa lainnya dilibatkan untuk menyediakan berbagai jasa di masing-masing area konsesi. Berdasarkan ketentuan pada perjanjian-perjanjian kerjasama antara kontraktor pertambangan dengan Perseroan dan Entitas Anak, setiap kontraktor pertambangan sepakat menempatkan personil kunci untuk mengawasi kegiatan dan menempatkan tenaga kerja terampil yang memadai untuk memberikan jasa sesuai dengan perjanjian. Masing-masing kontraktor pertambangan juga harus menyediakan seluruh peralatan yang dibutuhkan dan modal kerja yang diperlukan guna melaksanakan proyek pertambangan sesuai dengan perjanjian kerjasama. Masing-masing kontraktor pertambangan telah diberitahukan terlebih dahulu mengenai jadwal produksi di masing-masing proyek pertambangan dan berdasarkan kontrak diharuskan untuk mencapai tingkat produksi yang ditetapkan Perseroan dan Entitas Anak.
Masing-masing kontraktor pertambangan diwajibkan untuk melakukan overburden removal dan pengangkutan batubara ke Stockpile ROM serta sebagian kegiatan reklamasi tambang. Kontrak-kontrak dengan para kontraktor tersebut umumnya memiliki tarif tetap untuk setiap ton batubara dan volume overburden yang dipindahkan yang juga dikaitkan dengan jarak pengangkutan. Para kontraktor bertanggung jawab atas kegiatan operasi penambangan dan transportasi serta penyediaan peralatan pertambangan yang diperlukannya, bahan-bahan habis pakai dan suku cadang sesuai dengan kontraknya masing-masing.
Para kontraktor pertambangan Perseroan dan Entitas Anak biasanya mengeluarkan tagihan kepada Perseroan dan Entitas Anak secara bulanan. Perseroan dan Entitas Anak secara umum membayar kontraktor dalam waktu 45 hari sejak menerima tagihan tersebut. Sebagian besar kontraktor pertambangan tersebut dibayar dalam USD.
Selain itu Perseroan dan Entitas Anak menunjuk kontraktor untuk menyediakan jasa pendukung lainnya, termasuk pengangkutan batubara ke terminal, pemuatan batubara pada kapal tongkang, dan pengangkutan batubara dengan tongkang. Perseroan dan Entitas Anak juga menandatangani kontrak dengan pihak ketiga dengan harga yang ditetapkan baik oleh total volume batubara per ton yang ditransportasikan.
Para kontraktor jasa pendukung lain Perseroan dan Entitas Anak biasanya mengeluarkan tagihan kepada Perseroan dan Entitas Anak dalam jangka waktu yang mengikuti ketentuan kontrak jasa pendukung yang relevan. Perseroan dan Entitas Anak secara umum membayar kontraktor dalam waktu 14 sampai 30 hari sejak menerima tagihan tersebut. Sebagian besar kontraktor jasa pendukung lainnya tersebut dibayar dalam Rupiah.
Perseroan dan Entitas Anak tidak bergantung hanya kepada satu kontraktor pihak ketiga untuk penyediaan layanan dan/atau peralatan untuk kegiatan pertambangan batubaranya. Dengan demikian Perseroan dan Entitas Anaknya berkeyakinan bahwa apabila ada kontrak dengan pihak ketiga yang berakhir, Perseroan dan Entitas Anak dapat menemukan kontraktor pengganti lainnya yang sesuai tanpa menimbulkan gangguan pada kegiatan pertambangan secara keseluruhan.
Tabel berikut ini mengungkapkan informasi tertentu jasa kontraktor utama Perseroan dan Entitas Anak per 30 April 2012.
Kontraktor Jasa Periode Kontrak
Perseroan
PT Kariangau Indojaya Pemindahan overburdendan sewa alat 25 Maret 2011 – 25 Maret 2014 CV Empat Sehati Fasilitas jalan, Crusher, Stockpile dan pelabuhan 14 Oktober 2010 – Juni 2013
Syaripuddin Pengangkutan batubara – truk 1 Juni 2012 - 31 Mei 2013
PT Cosyindo Teknik Pemboran Eksplorasi Batubara dan Geoteknik
270 hari sejak 17 November 2011 atau jika jumlah kedalaman total telah tercapai.
Entitas Anak
PT Bina Sarana Sukses Pemindahan overburden dan sewa alat sampai dengan 19 Agustus 2015 PT Bukit Intan Indoperkasa Pemindahan overburden dan sewa alat 4 Juli 2011 – 4 Juli 2015 PT Armada Pelayaran Rakyat Indonesia Fasilitas pengangkutan tongkang 1 Juli 2011 – 30 Juni 2016 BMSS Fasilitas kanal, jalan,jasa muat, sarana dan prasarana
pendukungnya
7 April 2009 – 6 April 2016
Entitas Anak telah melakukan amandemen atas perjanjian-perjanjian yang dibuatnya dengan para kontraktor untuk disesuaikan dengan Peraturan Menteri ESDM No. 28 Tahun 2009, yaitu perjanjian antara (i) Entitas Anak dengan PT Bina Sarana Sukses berdasarkan Amandemen Perjanjian Penambangan No. 012/AGM-BSS/VIII/2010 tanggal 3 September 2012; dan (ii) Entitas Anak dengan PT Bukit Intan Indoperkasa berdasarkan Amandemen Perjanjian Pekerjaan Penambangan Batubara No. 020/AGM-BII/VI/2011 tanggal 3 September 2012. Namun demikian, masih terdapat perjanjian-perjanjian yang belum disesuaikan dengan Peraturan Menteri ESDM No. 28 Tahun 2009 yaitu perjanjian antara Perseroan dengan PT Kariangau Indojaya dan Entitas Anak dengan PT Agung Sentosa Bumi Abadi, dimana sampai dengan tanggal Prospektus ini dibuat, para pihak sedang dalam proses negosiasi. Untuk itu, Perseroan dan Entitas Anak berjanji akan segera melakukan perubahan atas perjanjian-perjanjian tersebut untuk disesuaikan dengan Peraturan Menteri ESDM No. 28 Tahun 2009.
Kegiatan usaha pertambangan dapat dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang tidak menguntungkan, terutama selama musim hujan. Hujan lebat dapat memperlambat menghentikan sementara kegiatan pertambangan, yang berakibat pada menurunnya volume pemindahan overburden dan volume produksi batubara. Fungsi perencanaan pertambangan Perseroan dan Entitas Anak adalah untuk mengantisipasi dan menyesuaikan tingkat persediaan dan produksi sehubungan dengan gangguan yang disebabkan oleh cuaca tersebut. Sebagai contoh, Perseroan dan Entitas Anak umumnya meningkatkan tingkat produksi selama musim kering dan menyimpan persediaan dalam jumlah yang lebih besar atas batubara pada Stockpile-nya sebelum dimulainya musim hujan untuk menjamin bahwa Perseroan memiliki persediaan yang mencukupi untuk memenuhi kewajiban kontraknya kepada para pelanggan.
8. Ekspansi
Perseroan dan Entitas Anak sedang dalam proses menerapkan rencana ekspansi infrastruktur untuk mendukung peningkatan kapasitas produksi dari 2,0 juta ton per tahun pada tahun 2011 menjadi 8,5 juta ton per tahun pada akhir 2014.
Hal tersebut termasuk meningkatkan kapasitas infrastruktur dan logistik untuk mendukung peningkatan produksi tersebut, antara lain adalah meningkatkan fasilitas Crusher dan fasilitas coalhandling, pembebasan lahan dan/atau hak penggunaan lahan, serta pengembangan infrastruktur lainnya sehingga perkiraan belanja modal yang dibutuhkan kurang lebih sekitar USD29.386.000 yang akan dipenuhi dari dana hasil Penawaran Umum.
a. Area Konsesi Perseroan
Perseroan bermaksud untuk melakukan proyek-proyek berikut untuk meningkatkan kapasitas produksinya menjadi 1,5 juta ton per tahun pada akhir 2014:
1) Pembangunan underpass. Perseroan berencana untuk membangun underpass di bawah jalan umum untuk membuka akses jalan pengangkutan batubara dari area konsesi Perseroan bagian baratke timur. Batubara di area konsesi Perseroan bagian barat tersebut memiliki nilai kalori yang lebih tinggi daripada area produksi di bagian timur yang saat ini diproduksi. Dengan terbukanya akses melalui underpass tersebut, Perseroan dapat meningkatkan produksi batubara dengan nilai kalori yang lebih tinggi.
2) Penambahan fasilitas coal handling di area Bara 8. Perseroan berencana untuk membangun fasilitas
crushing dengan kapasitas 500 ton per jam dan fasilitas Stockpile.
3) Jalan transportasi dari Stockpile Bara 8 ke pelabuhan. Untuk dapat mengakomodasi peningkatan produksi dari pertambangan, Perseroan berencana untuk menambah kontraktor pengangkutan dan menggunakan truk dengan kapasitas yang lebih besar (sampai dengan 28 ton). Perseroan bermaksud untuk meningkatkan kualitas jalan pengangkutan batubara untuk operasional dengan rancangan kecepatan rata-rata 40-50 km per jam.
4) Fasilitas pendukung lainnya. Perseroan berencana untuk menambah alat berat, jembatan timbang, membangun kantor, warehouse dan mess untuk mendukung operasionalnya.
b. Area Konsesi Entitas Anak
Entitas Anak bermaksud untuk melakukan proyek-proyek berikut untuk meningkatkan kapasitas produksinya menjadi 7,0 juta ton per tahun pada akhir 2014:
1) Peningkatan kapasitas coal handling di Ida Manggala. Entitas Anak berencana untuk menambah kapasitas
Crusher dari 850 ton per jam menjadi 2.000 ton per jam, menambah fasilitas coal stacking dan fasilitas truck loading yang memiliki kapasitas 1.500 ton per jam.
2) Jalan transportasi dari area pertambangan menuju Lok Buntar. Untuk dapat mengakomodasi peningkatan produksi dari pertambangan, Entitas Anak berencana untuk menambah kontraktor pengangkutan dan menggunakan truk dengan kapasitas yang lebih besar (40 ton). Entitas Anak bermaksud untuk meningkatkan kualitas jalan pengangkutan batubara untuk operasional segala cuaca dengan rancangan kecepatan rata-rata 40-50 km per jam.
3) Pembangkit Listrik dan Fasilitas Lain. Sebagai tahap ekspansi awal, Entitas Anak berencana untuk memasang generator set dengan daya 2x800 KVA dan fasilitas distribusi pendukungnya.
4) Akuisisi kanal dari BMSS. Entitas Anak berencana untuk mengakuisisi kanal yang sekarang dimiliki oleh BMSS untuk efisiensi biaya pengangkutan di kanal. Saat ini Entitas Anak membayar biaya sewa kepada BMSS sebagai pihak berelasi.
5) Fasilitas pendukung Lainnya. Entitas Anak berencana untuk menambah alat berat, membangun kantor,
workshop dan mess untuk mendukung operasionalnya.
9. Penjualan dan Pemasaran a. Penjualan
Berikut ini adalah tabel data penjualan Perseroan dan Entitas Anak.
Uraian Empat bulan yang berakhir pada tanggal 30 April Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 2011 2010 2009 2008 2007 Perseroan
Volume Penjualan Batubara (ton) 80.180 74.978 - - - -
Harga Penjualan Rata-rata (USD) 29,56 27.77 - - - -
Nilai Penjualan (USD) 2.370.121 2.082.140 - - - -
Entitas Anak
Volume Penjualan Batubara (ton) 1.009.416 1.280.100 750.655 662.288 533.703 275.151-
Harga Penjualan Rata-rata (USD) 44,09 49,02 43,10 34,70 30,90 17,35
Nilai Penjualan (USD) 44.505.151 62.750.502 32.353.231 23.085.494 16.492.670 4.773.012
Secara historis, Perseroan dan Entitas Anak telah menjual bagian besar batubaranya kepada perusahaan perdagangan batubara berelasi yang melakukan transaksi dengan pelanggan akhir di pasar Indonesia dan luar negeri. Hanya sebagian kecil penjualan Perseroan dan Entitas Anak dijual kepada pelanggan akhir.
Perseroan dan Entitas Anak berencana mendiversifikasi penjualan melalui perjanjian penjualan batubara jangka panjang menjadi sekitar 50% dari total penjualannya. Perseroan berkeyakinan dengan menjaga perjanjian pasokan batubara pada tingkat tersebut akan mengurangi kerentanan Perseroan dan Entitas Anak atas penurunan harga batubara secara periodik, memberikan kepastian atas usaha dan prospeknya, dan memberikan posisi yang lebih baik bagi Perseroan dan Entitas Anak untuk membuat keputusan investasi penting dan mengelola produksi dan operasional di masa depan.
Pelanggan utama Entitas Anak, BMSS, perusahaan berelasi yang dikendalikan oleh pemegang saham utama Perseroan dan Entitas Anak, memberikan kontribusi untuk 93,59% total pendapatan Perseroan dan Entitas Anak pada tahun 2009, 99,80% total pendapatan Perseroan dan Entitas Anak pada tahun 2010 dan 90,60% total pendapatan Perseroan dan Entitas Anak pada tahun 2011. Pasar utama BMSS untuk batubara adalah Cina, India, Jepang, Korea Selatan, dan pasar domestik. Keterangan lengkap dapat dilihat pada “Transaksi Dengan Pihak Yang Mempunyai Hubungan Istimewa” untuk gambaran mengenai kesepakatan Perseroan dan Entitas Anak dengan BMSS. Diluar penjualan kepada BMSS, tidak ada satupun pelanggan yang merepresentasikan lebih dari 10% total pendapatan Perseroan dan Entitas Anak pada tahun 2009, 2010 atau 2011. Seluruh penjualan Perseroan dan Entitas Anak kepada BMSS dinegosiasikan untuk tiap pengiriman berdasarkan harga spot atau indeks harga komoditas global yang berlaku pada saat pengiriman. Penjualan dilakukan dengan syarat
FOB Barge.
Perseroan sejak bulan Februari 2011 telah melakukan penjualan secara langsung kepada pelanggan akhir dan pedagang pihak ketiga, meskipun akun penjualan tersebut untuk bagian kecil dari total penjualan Perseroan.
b. Pelanggan Akhir
Tabel berikut ini mengungkapkan 5 pelanggan akhir terbesar batubara Perseroan dan Entitas Anak dalam hal volume penjualan untuk periode yang berakhir 30 April 2012 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011:
Periode yang Berakhir 30 April 2012
Pelanggan Industri Negara Volume Penjualan
Persentase Total Volume Penjualan
(ton) (%)
Adani Perdagangan India 184.190.7 18,3
GD Fuel Pembangkit Listrik Cina 161.374,5 16,0
Pan Century Perdagangan Cina 159.185,3 15,8
CCC Perdagangan Cina 108.183,6 10,7
Zhinong Perdagangan Cina 77.406,6 7,7
Total 690.340,7 68,4
Tahun yang Berakhir 31 Desember 2011
Pelanggan Industri Negara Volume Penjualan
Persentase Total Volume Penjualan
(ton) (%)
GD Fuel Pembangkit Listrik Cina 339.388,5 26,7
Semen Gresik Semen Indonesia 181.192,8 14,3
PLN Pembangkit Listrik Indonesia 160.194,9 12,6
Kailuan Perdagangan Cina 103.309,9 8,1
Daewoo Perdagangan Korea 91.139,3 7,2
Total 875.225,4 68,9
Perseroan dan Entitas Anak berkeyakinan bahwa Perseroan dan Entitas Anak tidak memiliki ketergantungan kepada pelanggan akhir tertentu. Walaupun pada tahun-tahun sebelumnya Penjualan Perseroan dan Entitas anak sekitar 90% dijual ke PT BMSS namun sifat dari transaksi dengan BMSS ini hanya sebagai perantara/agen, dan pelanggan akhirnya terdiri dari berbagai macam pihak, sehingga tidak ada ketergantungan kepada pelanggan akhir tertentu.
Seperti perusahaan pertambangan pada umumnya dimana harga sudah ditentukan melalui mekanisme index (harga pasar), yang bisa dilakukan Perseroan dan Entitas Anak untuk mempertahankan pelanggan adalah dengan memberikan jaminan pasokan batubara yang sesuai dengan spesifikasi yang diminta oleh pelanggan, tepat secara mutu (coal quality) dan tepat secara kuantitas dan waktu (shipment timing)
Sampai saat ini Entitas Anak telah mempunyai kontrak penjualan dengan Tata Power seperti yang telah diungkapkan dalam rincian perjanjian strategis. Untuk kontrak penjualan lain belum ada karena saat ini Perseroan dan Entitas anak lebih banyak melakukan penjualan secara spot basis
10. Persaingan
Dari sisi persaingan, industri batubara indonesia saat ini mengalami persaingan yang cukup ketat baik dari industri sejenis maupun industri lain yang merupakan industri substitutor. Faktor pendorong dalam industri batubara meliputi faktor internal dan eksternal seperti stabilitas sosial, ekonomi dan politik, kebijakan pemerintah dan ketidakpastian hukum, serta globalisasi. Analisis terakhir menyimpulkan bahwa untuk dapatsukses pada industri pertambangan batubara, maka perusahaan/industri harus memenuhi beberapa kriteria kesuksesan diantaranya: environment sustainability and community development, penguasaan modal, extensive exploration, inovasi teknologi, prasarana dan infrastruktur yang memadai serta pengembangan sumber daya manusia.
Dalam menjalankan usahanya, Perseroan dan Entitas anak menghadapi persaingan dari perusahaan perdagangan batubara, para produsen batubara dengan kualitas sejenis dan persaingan dari para produsen sumber daya energi alternatif.
Dalam melakukan penjualan batubara, Perseroan dan Entitas Anak menghadapi persaingan dengan perusahaan perdagangan batubara, umumnya didasarkan pada berbagai faktor antara lain harga, term pembayaran kepada pelanggan dan kinerja pengiriman. Perusahaan-perusahaan perdagangan batubara yang menjadi pesaing Perseroan dan Entitas Anak antara lain adalah Noble Group, Hasnur Group dan Bulk Trading.
Di masa mendatang, Perseroan berencana untuk berfokus sebagai produsen batubara dan tidak lagi menjalankan kegiatan perdagangan batubara.
Persaingan antara para produsen batubara pada umumnya didasarkan beragam faktor, termasuk harga, riwayat kinerja pengiriman dan kualitas batubara. Pesaing-pesaing utama Perseroan dan Entitas Anak pada pasar batubara sub-bituminous antara lain: PT Borneo Indobara, PT Arutmin Indonesia, dan PT Kideco Jaya Agung.
Dibandingkan persaing-pesaingnya, saat ini produksi Perseroan dan Entitas Anak relatif sedikit, namun dengan cadangan batubara yang relatif besar, maka Perseroan dan Entitas Anak berpotensi untuk meningkatkan produksi batubara.
Perseroan dan Entitas Anak juga menghadapi persaingan dari penyedia sumber energi alternatif, khususnya gas alam, geotermal dan tenaga surya.