• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III MEKANISME TRANSAKSI BACKDOOR LISTING

A. Mekanisme Transaksi di Pasar Modal

1. Kegiatan Perusahaan Efek

Fungsi perusahaan efek yang diatur dalam pasal 30 ayat (2) UUPM adalah melakukan kegiatan :

a. Penjamin emisi efek;

Penjamin emisi atau yang juga dikenal dengan istilah underwriting adalah kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan efek untuk membawa nasabahnya (dalam hal ini emiten) menjadi suatu perusahaan publik, dengan menjual efek dalam suatu penawaran umum. Didalam undang-undang kegiatan-kegiatan perusahaan efek tidak diuraikan secara luas.118 Kegiatan perusahaan efek sebagai penjamin efek adalah membuat kontrak dengan emiten untuk melakukan penawaran umum bagi kepentingan emiten dengan atau tanpa kewajiban untuk membeli sisa efek yang tidak

117 Ibid., lampiran angka 2 huruf b

118 Hamud Balfas, op.cit., hlm. 340

66

terjual. Sehingga, berdasarkan definisi tersebut dapat diketahui apa yang sebenarnya menjadi kegiatan penjamin emisi efek, yaitu membantu emiten dalam melakukan penawaran umum efek yang akan dikeluarkan oleh emiten. Fungsi dari emiten inilah yang nantinya akan menentukan sukses atau tidaknya suatu penawaran umum.119

Kegiatan penjaminan emisi yang dilakukan oleh perusahaan efek terhadap emiten menyebabkan perusahaan efek harus menjalankan fungsi pemasaran, maupun distribusi atas efek yang dikeluarkan oleh emiten.

Dari pengertian penjamin emisi juga harus dibaca sehubungan dengan tidak adanya kewajiban bagi emiten untuk memakai penjamin emisi untuk melakukan pemasaran dan distribusi efek, karena pada dasarnya kegiatan penawaran efek dilakukan oleh emiten yang akan mengeluarkan efek.120 b. Perantara pedagang efek

Berbeda dengan kegiatan melakukan penjaminan emisi efek, kegiatan sebagai perantara pedagang efek merupakan kegiatan yang sudah lebih dulu diatur. Hal ini dapat kita lihat dengan adanya pengaturan atas kegiatan melakukan perantaraan ini dalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD), dikenal sebagai makelar maupun komisioner.121

UUPM sendiri menjabarkan perantara pedagang efek sebagai pihak yang melakukan kegiatan usaha jual beli efek untuk kepentingan sendiri

119 Ibid

120 Pasal 1 angka 15 UUPM

121 Soekardono, Hukum Dagang Indonesia, Jilid I (bagian pertama), Cetakan Ke Delepan, (Jakarta : Penerbit Dian Rakyat, 1983), hlm. 79

67

atau pihak lain.122 Perantara pedagang efek menjalankan sebagian saja dari kegiatan yang dilakukan oleh makelar, yaitu untuk melakukan perdagangan efek baik untuk kepentingan dirinya sendiri maupun untuk kepentingan nasabahnya. Pekerjaan perantara pedagang efek ini dibursa dilakukan dengan menerima pesanan untuk membeli atau menjual efek.

Untuk efek-efek yang terdaftar dibursa dan kebetulan perdagangannya hanya terjadi di bursa, maka investor harus berhubungan dengan perusahaan efek yang bertindak sebagai perantara pedagang efek yang dalam hal ini akan diwakili oleh pegawainya.

c. Manajer investasi.

Manajer investasi sebagai pihak yang kegiatan usahanya mengelola portofolio efek untuk para nasabah atau mengelola portofolio kolektif untuk sekelompok nasabah. UUPM membuat pengecualian beberapa institusi sebagai bukan manajer investasi meskipun dalam kegiatan sehari-harinya juga melakukan kegiatan seperti yang dilakukan oleh manajer investasi yaitu perusahaan asuransi, dana pensiun, dan bank yang oleh UUPM dikatakan melakukan kegiatan usahanya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.123

Manajer investasi berbeda dengan penasihat investasi yang oleh UUPM dirumuskan sebagai pihak yang memberikan nasihat kepada pihak lain mengenai penjualan efek atau pembelian efek dengan memperoleh imbalan jasa. Sehingga, peran dari manajer investasi lebih mengarah pada

122 Pasal 1 angka 18 UUPM

123 Pasal 1 angka 11 UUPM

68

melakukan pengelolaan atas efek nasabahnya atau mengelola invetasi yang bentuknya terdiri dari efek, juga dapat melakukan pengelolaan terhadap harta nasabahnya tersebut.124

Pengecualian bank, dana pensiun dan perusahaan asuransi dari definisi mengenai manajer investasi karena bank, asuransi, atau dana pensiun dalam kegiatannya memang termasuk melakukan pengelolaan dana, yang mungkin termasuk didalamnya efek. Ketiga lembaga tersebut tidak melakukan pengelolaan atas portofolio efek secara langsung. Dalam arti apabila sebagian dari dana yang dikumpulkan oleh ketiganya diinvestasikan dalam bentuk efek, ketiga lembaga tersebut harus dianggap sebagai pemodal yang mempunyai portofolio efek.125

Peran dari manajer investasi pada satu sisi melakukan tugas yang hampir sama dengan bank, tetapi fokus pada pengelolaan dana yang berbentuk portofolio efek. Manajer investasi melakukan pengelolaan atas dana nasabahnya dengan mengembangkan dana tersebut melalui pembelian dan penjualan efek dipasar modal maupun pasar uang.126

2. Pencatatan/Listing Saham

Pencatatan efek merupakan tahap akhir dalam suatu prosesi suatu penawaran umum efek. Setelah dilakukannya pencatatan yang kemudian diikuti oleh perdagangan efek emiten di bursa, maka proses pasar perdana yang merupakan penawaran umum tersebut telah selesai. Selanjutnya, proses perdagangan atas efek dipasar, yaitu dimana efek tidak lagi diperdagangkan atau dijual dari emiten

124 Hamud Balfas, op.cit., hlm. 343

125 Ibid., hlm. 345

126 Ibid

69

kepada investor tetapi antara satu investor dengan investor lainnya. Pencatatan (listing) sendiri kemudian dirumuskan sebagai pencantuman suatu efek dalam daftar efek yang tercatat dibursa sehingga dapat diperdagangkan di bursa.127 Dengan kata lain pencatatan tidak lain adalah izin yang diberikan kepada emiten (dengan memenuhi syarat-syarat tertentu), untuk memungkinkan sahamnya diperdagangkan di lantai perdagangan di bursa dimana efek tersebut tercatat.

Mengingat pencatatan efek merupakan satu proses penting, tetapi bukan merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh emiten.128

Jika pencatatan tersebut telah dinyatakan oleh emiten dalam prospektus129 dan kemudian karena suatu alasan pencatatan tersebut tidak pernah terjadi, yang mengakibatkan penawaran saham umum tersebut batal demi hukum, dan pembayaran pesanan yang telah dilakukan oleh investor wajib dikembalikan kepada para pemesannya.130

Untuk dapat tercatat dibursa, ada beberapa syarat penting yang harus dipenuhi oleh emiten antara lain :

a. Syarat jumlah pemegang saham

Salah satu didirikannya bursa efek dan mencatatkan saham di bursa adalah memberikan likuiditas bagi para pemegang sahamnya. Faktor utama untuk mencapai likuiditas atas suatu efek adalah banyaknya jumlah pemegang efek atau saham tersebut. Dengan mencantumkan jumlah

127 Angka I.16 Peraturan Pencatatan Efek No. I-A. tentang Pencatatan Saham dan Efek bersifat ekuitas selain saham yang diterbitkan oleh perusahaan tercatat (Keputusan Direksi PT.

Bursa Efek Jakarta No. Kep-305/BEJ/07-2004 tanggal 19 Juli 2004)

128 Hamud Balfas, op.cit,, hlm. 308

129 Prospektus adalah dokumen penawaran efek yang disarikan dari dan mewakili dokumen-dokumen yang menyertai suatu pernyataan pendaftaran.

130 Pasal 76 UUPM

70

pemegang saham sebagai persyaratan pencatatan awal untuk dapat tercatat, bursa yang ingin melihat efek yang di tempatnya mempunyai likuiditas yang tinggi, akan mensyaratkan agar emiten ketika pertama kali mencatatkan sahamnya dibursa itu mempunyai jumlah pemegang saham yang cukup banyak sehingga memungkinkan likuiditas yang baik.131

Persyaratan jumlah saham ini juga diterapkan terus oleh bursa untuk menjadi syarat dapat tidaknya suatu emiten bertahan dibursa. Apabila persyaratan mempertahankan jumlah pemegang saham minimum132 tersebut tidak dapat terpenuhi, ada kemungkinan emiten tersebut akan diturunkan statusnya dari papan utama ke papan pengembangan.

b. Syarat jumlah saham

Jumlah saham juga akan menentukan likuid tidaknya saham emiten dipasar serta menentukan besar atau tidaknya emiten tersebut. Jumlah saham ini akan menentukan dapat atau tidaknya emiten terus tercatat dibursa. Emiten yang jumlah saham133 yang dipegang oleh pemegang saham, yang bukan pemegang saham pengendali, yang bertambah mencapai angka minimum tertentu akan naik “status”nya dari papan pengembangan ke papan utama. Apabila emiten mengalami hal yang

131 Hamud Balfas, op.cit., hlm. 315

132 Dalam Peraturan Pencatatan Efek No. I-A Angka III 3.6, untuk emiten yang ingin tercatat dipapan utama adalah 1000 pemegang saham untuk saham yang sekurang-kurangnya 1 (satu) satuan perdagangan. Untuk pencatatan saham dipapan pengembangan persyaratannya adalah 500 pemegang saham.

133 Dalam Peraturan Pencatatan Efek No. I-A Angka III 3.6 telah menentukan untuk tercatat di papan utama jumlah saham minimal yang dimiliki oleh pemegang saham adalah sekurang-kurangnya 100.000.000 (seratus juta) saham dan untuk papan pengembangan adalah sebesar 50.000.000 (lima puluh) juta.

71

sebaliknya maka akan disingkirkan dari papan utama ke papan pengembang, bahkan dapat dihapuskan dari pencatatan di bursa tersebut.

c. Syarat jumlah aktiva

Jumlah aktiva (aset) menunjukkan besar tidaknya suatu perusahaan.

Jumlah aset ini juga merupakan syarat yang dicantumkan oleh bursa untuk menggaet emiten-emiten dengan kapitalisasi pasar besar, biasanya akan mensyaratkan peraturan pencatatan yang menekankan pada besarnya jumlah aktiva. Untuk papan utama, emiten harus mempunyai total aktiva sebesar Rp. 100.000.000.000,00 (seratus miliyar), sedangkan untuk papan pengembangan syarat jumlah aktiva tersebut adalah Rp. 5.000.000.000,00 (lima miliyar)134.

d. Syarat keuntungan (profitabilitas)

Keuntungan suatu perusahaan seperti juga kenaikan harga saham yang menghasilkan capital gain135, merupakan harapan semua pemegang saham. Jika perusahan secara terus menerus mendapatkan keuntungan, yang didistribusikan dalam bentuk deviden, ada kemungkinan harga sahamnya akan naik dan akan memberikan capital gain kepada pemegang sahamnya. Karena pentingnya unsur keuntungan ini, maka keuntungan pun menjadi ukuran dan persyaratan untuk memungkinkannya sebuah perusahaan tercatat di bursa. Bursa yang mencantumkan persyaratan ini memang bermaksud untuk menjaring perusahaan-perusahaan yang relatif besar dan mempunyai sejarah yang cukup panjang. Syarat ini tentunya

134 Peaturan Pencatatan Efek No. I-B Angka III.2 dan III.3

135 Capital gain adalah selisih lebih (positif) antara harga ketika efek dibeli dan ketika efek dijual.

72

berlaku bagi perusahaan yang ingin mencatatkan dirinya dipapan utama, sedangkan bagi perusahaan yang ingin tercatat dipapan pengembangan unsur keuntungan ini tidak disyaratkan.136

e. Syarat aktivitas transaksi

Syarat ini bukanlah syarat untuk memungkinkan sebuah perusahaan tercatat di bursa. Tetapi, syarat ini diperlukan untuk mempertahankan kelangsungan tercatatnya efek dipapan utama, atau turunnya status saham dalam pencatatan di papan utama ke papan pengembangan. Syarat ini merupakan elemen penting bagi emiten agar tetap dapat mempertahankan tercatatnya saham dibursa, dan terhindar dari kemungkinan penghapusan (delisting). Banyaknya transaksi atas suatu efek merupakan cerminan dari adanya likuiditas yang baik disuatu bursa.

f. Persyaratan laporan

Peryaratan pelaporan adalah persyaratan yang berhubungan dengan prinsip-prinsi keterbukaan (disclosure). Persyaratan ini bukan merupakan persyaratan untuk mencatatkan saham atau efek dibursa. Tetapi merupakan syarat untuk dapat menurunkan status pencatatan atas suatu saham. Persyaratan ini menjadi sangat penting karena menyangkut informasi yang ada dalam perusahaan dan merupakan komponen penting dalam keseluruhan industri pasar modal, yang memang sangat bergantung atas informasi dari waktu ke waktu yang disampaikan oleh emiten.

136 Hamud Balfas, op.cit., hlm. 320

73

Dengan adanya informasi investor dapat mengambil keputusan yang tepat dan benar atas emiten dan efeknya.137

Pencatatan efek atau saham yang dilakukan oleh emiten tidak selalu dilakukan di satu bursa saja. Emiten dapat mencatatkan sahamnya diberbagai bursa sepanjang memenuhi persyaratan pencatatan bursa tersebut serta adanya kebutuhan untuk itu.

3. Kustodian

Yang dimaksud dengan kustodian adalah pihak yang memberikan jasa penitipan efek dan harta yang berkaitan dengan efek serta jasa lain, termasuk dividen, bunga, dan hak-hak lain, menyelesaikan transaksi efek dan mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya.138 Yang dapat menyelenggarakan kegiatan usaha sebagai kustodian adalah Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), perusahaan efek atau bank umum yang telah mendapatkan persetujuan dari otoritas jasa keuangan.

Setiap kustodian wajib mengadiministrasikan, menyimpan dan memelihara catatan pembukuan, data, keterangan tertulis yang berhubungan dengan :

a. Nasabah yang efeknya disimpan pada bank kustodian;

b. Posisi efek yang disimpan pada bank kustodian;

c. Buku daftar nasabah dan administrasi penyimpanan serta hak nasabah yang melekat pada efek yang dititipkan; dan

137 Ibid., hlm. 322

138 Pasal 1 angka 8 UUPM

74

d. Tempat penyimpanan yang aman dan terpisah.139

Penitipan efek yang merupakan salah satu jasa yang diberikan kustodian dalam hal ini termasuk juga penitipan kolektif. Kustodian, dalam UUPM dan peraturan pelaksana diberikan kesempatan yang sangat luas untuk berpartisipasi menciptakan keberhasilan dalam pengembangan usaha reksa dana di Indonesia. Kustodian hanya dapat mengeluarkan efek atau dana yang tercatat pada rekening efek atas perintah tertulis dari pemegang rekening atau pihak yang diberi wewenang untuk bertindak atas namanya140. Kustodian dilarang untuk memberikan keterangan mengenai rekening efek nasabah kepada pihak mana pun kecuali kepada pihak yang ditunjuk secara tertulis oleh pemegang rekening atau ahli watis, polisi, jaksa atau hakim untuk kepentingan peradilan perkara pidana, pejabat pajak, Bapepam (sekarang OJK), bursa efek, lembaga kliring dan penjaminan emiten, biro administrasi efek, dan pihak yang memberikan jasa kepada kustodian, seperti konsultan, konsultan hukum, dan akuntan.141

B. Faktor yang Mempengaruhi Backdoor Listing

Pencatatan efek merupakan peristiwa yang penting, terutama bagi pemegang efek/saham emiten. Selain penting untuk likuiditas efek/saham yang dikeluarkan oleh emiten, pencatatan dibursa memberikan banyak manfaat bukan hanya kepada saham tetapi juga kepada emiten. Emiten yang tercatat dibursa selalu dilihat sebagai perusahaan yang dianggap pengelolaannya dilakukan

139 Pasal 1 Peraturan Nomor VI.A.2 (Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Nomor KEP-47/PM/1997)

140 Pasal 45 UUPM

141 Pasal 47 UUPM

75

dengan baik. Karena untuk dapat tercatat dibursa, emiten harus memenuhi standar yang dianggap relatif lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan yang tidak tercatat. Emiten yang tercatat dibursa tidak hanya harus tunduk pada peraturan yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan, tetapi juga harus tunduk pada ketentuan yang dibuat oleh bursa.142

Persyaratan pencatatan antara satu bursa dengan bursa lain tidak selalu sama.

Apabila bursa yang menginginkan kinerja perusahaan yang baik, akan menerapkan persyaratan pencatatan yang lebih ketat dibanding dengan bursa lainnya. Sehingga, persyaratan ini akan ditunjukkan kepada perusahaan jenis apa yang dikehendaki oleh suatu bursa untuk dapat tercatat dibursa tersebut. Sebuah perusahaan (emiten) bukan berarti menjadi perusahaan yang tidak mempunyai prospek apabila ia dicatatkan pada bursa yang mempunyai persyaratan yang lebih rendah.143

Emiten yang sudah tercatat dibursa akan mendapatkan porsi pemberitaan yang lebih banyak, baik itu yang menyangkut kinerja baik maupun buruk dari perusahaannya. Perusahaan yang telah menjadi emiten pada umumnya akan lebih terbuka bila dibandingkan dengan perusahaan privat. Dengan adanya porsi pemberitaan kepada emiten tentu akan memberikan dampak pada perusahaan tersebut karena menjadi lebih dikenal oleh masyarakat.

Pencatatan perusahaan dibursa memberikan likuiditas yang lebih bagi efek (saham-saham) yang dipegangnya dan investor dapat mengetahui berapa harga yang pantas untuk efek (saham) yang dipegangnya. 144

142 Hamud Balfas, op.cit., hlm. 309

143 Ibid

144 Ibid., hlm. 315

76

Dengan berbagai manfaat dan keuntungan dengan tercatatnya saham di bursa menimbulkan banyaknya minat perusahaan privat untuk melakukan go public. Perusahaan yang tidak memenuhi persyaratan untuk melakukan pencatatan di bursa akhirnya memilih backdoor listing sebagai alternatif. Dengan melakukan backdoor listing perusahaan yang tidak memenuhi persyaratan ataupun perusahaan yang tidak mau perusahaannya dicampuri oleh masyarakat tetapi ingin memiliki akses ke bursa dapat memperoleh akses ke bursa.145

Perusahaan yang berminat untuk listing di bursa harus memenuhi kriteria tertentu, khususnya yang berkaitan dengan jumlah modal disetor dan kewajiban untuk mengumumkan laporan keuangan perusahaan. Dengan melihat berbagai ketentuan yang telah ditetapkan, proses mempersiapkan suatu perusahaan untuk listing memerlukan waktu yang lama dan biaya yang besar, karena sering melibatkan transformasi struktur kepemilikan dan praktik manajemen. Oleh karena itu, backdoor listing dilihat sebagai strategi jalan pintas bagi perusahaan untuk memperoleh akses ke bursa saham, sehingga dapat meningkatkan kekayaan secara cepat dan mendapat pendanaan untuk keperluan ekspansi usaha. Dengan melakukan backdoor listing maka dapat mempercepat tercapainya target yang diinginkan dan juga dapat menghindari bermacam-macam tahapan untuk tercatat dibursa.

Backdoor listing memang tidak secara langsung dapat menyediakan dana bagi perusahaan, namun hal ini akan mempermudah perusahaan tersebut dalam mencari pendanaan di masa yang akan datang. Perusahaan juga dapat mencari target pasar publik bagi sahamnya tetapi tidak ingin melakukan penawaran umum

145 Pratiwi Puspitho Andini, op.cit., hlm. 64

77

dalam jangka waktu dekat, karena perusahaan tersebut dapat menunggu waktu yang tepat dimana saat keadaan pasar sedang kuat/baik. Selain itu, dengan melakukan backdoor listing akan lebih mudah untuk menarik dana dari investor pada perusahaan yang sudah tercatat dibursa daripada perusahaan yang baru melakukan penawaran umum karena perusahaan yang akan melakukan backdoor listing dapat memilih perusahaan yang mempunyai prospek baik untuk di akuisisi.146

C. Prinsip Keterbukaan di Pasar Modal

Keterbukaan bukan saja merupakan kewajiban bagi perusahaan publik yang akan dan telah melakukan penawaran umum, tetapi juga merupakan hak investor. Karena hanya dengan keterbukaan inilah perlindungan terhadap investor dapat dilakukan, dan oleh karenanya merupakan kewajiban yang mutlak harus dilaksanakan oleh perusahaan publik. Selain perusahaan publik, berkembangnya suatu pasar modal sangat tergantung pada kemampuan lembaga-lembaga yang ada di pasar modal untuk memberikan keamanan investasi dan kualitas pelayanan yang tinggi. Keamanan dan kualitas jasa yang tinggi diperlukan untuk menarik sumber daya domestik agar terlibat di pasar modal dan merupakan tuntutan dari investor internasional.147

Prinsip keterbukaan diperlukan untuk148 :

1. Sebagai suatu strategi pengurangan biaya dengan konsekuensi masyarakat mensubsidi biaya pencarian guna menjamin adanya informasi dalam

146 Ibid

147 Bismar Nasution, Keterbukaan dalam Pasar Modal, (Jakarta : Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Program Pascasarjana, 2001), hlm. 23

148 Ibid., hlm. 24-25

78

jumlah besar dan pengujian akurasi yang lebih baik walaupun hasil akhir dari peningkatan upaya yang demikian secara signifikan tidak mempengaruhi keseimbangan dari keuntungan antara penjual dan pembeli, atau bahkan tujuan dari distributive fairness yang lebih umum, namun hal itu mampu meningkatkan alokasi efisiensi pasar modal dan pada akhirnya peningkatan tersebut menunjukkan suatu pertumbuhan ekonomi yang produktif.

2. Ada dasar substansial untuk dipercaya bahwa ketidakefisienan yang lebih besar akan terjadi tanpa sistem keterbukaan wajib karena biaya sosial yang berlebih akan dikeluarkan investor untuk mengejar laba perdagangan.

3. Teori self-induced disclosure hanya memiliki validitas terbatas. Suatu kelemahan khusus dalam teori tersebut adalah mengabaikan signifikasi kontrol perusahaan dan terlalu banyak menganggap bahwa kepentingan manajer dan pemegang saham dapat diluruskan secara sempurna.

4. Dalam pasar modal yang efisien, masih ada informasi lain yang dibutuhkan investor rasional untuk mengoptimalkan portofolio sahamnya.

Dengan adanya keterbukaan wajib bagi perusahaan yang melakukan penawaran umum untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat mengenai keadaan usahanya, baik dari segi keuangan, manajemen produksi, maupun hal-hal lain yang berkaitan dengan kegiatan usahanya. Penekanan untuk mencermati pelaksanaan prinsip keterbukaan dalam pasar modal Indonesia adalah langkah yang dapat dilakukan, mengingat terdapat berbagai masalah yang timbul dalam

79

pelaksanaan prinsip keterbukaan. Tanpa adanya upaya pembenahan prinsip keterbukaan terhadap masalah-masalah yang timbul menyebabkan tujuan prinsip keterbukaan tidak tercapai yang mengakibatkan pasar modal menjadi tidak efisien.149

Pengungkapan informasi tentang fakta materiel150 secara akurat dan penuh diperkirakan dapat merealisasikan tujuan prinsip keterbukaan dan mengantisipasi timbulnya pernyataan menyesatkan (missleading)151 bagi investor.152 Selain itu, dengan adanya keterbukaan yang diwajibkan kepada emiten, masyarakat dapat terhindar dari adanya penipuan. Dengan dilakukannya keterbukaan dan pemeriksaan (due dilligence) untuk memastikan dilakukannya keterbukaan ini secara benar, diharapakan dapat menghalangi emiten untuk melakukan penipuan terhadap investor kepada siapa efek itu akan dijual. Dengan adanya keterbukaan, diharapkan emiten tidak menutup-nutupi dirinya dan masyarakat dapat menilai efek yang ditawarkan emiten ketika penawaran berlangsung.

149 Ibid., hlm. 27

150 Menurut pasal 1 angka 7 UUPM Informasi atau Fakta material adalah informasi atau fakta penting dan relevan mengenai peristiwa, kejadian, atau fakta yang dapat mempengaruhi harga efek pada bursa efek dan atau keputusan pemodal, calon pemodal, atau pihak lain yang berkepentingan atas informasi atau fakta tersebut. Adapun contoh yang disebutkan UUPM antara lain adalah informasi menyangkut penggabungan usaha, pengambilalihan, peleburan usaha, pembentukan usaha patungan dan beberapa informasi lainnya seperti yang meyangkut pemecahan saham dan pembagian deviden saham, produk dan penemuan baru yang berarti dan lain-lain.

151 Menurut Hamud Balfas, missleading statement adalah pernyataan-pernyataan emiten tentang masa depan, yang berupa perkiraan yang akan menyebabkan timbulnya pertanggungjawaban emiten apabila ternyata dikemudian hari masalah tersebut dianggap menyesatkan oleh investor di pasar modal (masyarakat pemodal). Selain itu, ada beberapa hal yang sering kali dilarang karena dianggap dapat menyesatkan bagi investor dalam memberikan penilaiannya untuk membeli atau tidak membeli suatu efek, yaitu :

a. Memberikan informasi yang sama sekali salah;

b. Memberikan informasi yang sebagian benar;

c. Memberikan informasi yang tidak lengkap;

d. Sama sekali diam terhadap fakta informasi material.

152 Bismar Nasution, op.cit., hlm. 27

80

Keterbukaan ini wajib terus berlangsung selama perusahaan go public, yang dilaksanakan melalui153 :

1. Laporan keuangan secara berkala

Emiten yang pernyataan pendaftarannya telah menjadi efektif mempunyai kewajiban menyampaikan laporan keuangan secara berkala kepada Bapepam (sekarang OJK) dan mengumumkannya kepada investor. Karena laporan keuangan berkala penting bagi investor, mengingat laporan ini terdiri dari neraca, laporan laba rugi, laporan saldo laba, laporan arus kas, catatan atas laporan keuangan dan lain-lain.

2. Keterbukaan mengenai adanya fakta materiel baru

Peristiwa-peristiwa yang dapat mempengaruhi harga saham harus segera dilaporkan paling lambat 2 hari kerja. Peristiwa tersebut meliputi merger, akuisisi, konsolidasi, pembentukan usaha patungan, pemecahan saham atau

Peristiwa-peristiwa yang dapat mempengaruhi harga saham harus segera dilaporkan paling lambat 2 hari kerja. Peristiwa tersebut meliputi merger, akuisisi, konsolidasi, pembentukan usaha patungan, pemecahan saham atau