KEGIATAN OPERASIONAL
1. Kegiatan Preemptif
Grafik 19. Frekuensi dan jenis kegiatan preemptif yang dilakukan selama Tahun 2020.
Berdasarkan grafik 29 diatas, kegiatan preemptif yang dilakukan adalah sosialisasi (101 kali), kordinasi & kerjasama (2 kali), sertifikasi mutu (3 kali), bimbingan teknis (1 kali) dam kompilasi peraturan perundangan (4 kali). Kegiatan sosialisasi memiliki frekuensi yang paling banyak dikarenakan banyaknya frekuensi sosialisasi melalui media online baik media online internal maupun media online eksternal dengan penderasan pemberitaan mengenai tupoksi karantina di media sosial (facebook, tweeter, instagram), dan surat kabar online. Dengan derasnya kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat membina kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang peraturan perkarantinaan.
Kegiatan preemptif kedua adalah koordinasi dan kerjasama dengan pihak eksternal dalam bentuk rapat koordinasi dan kerjasama dengan instansi terkait.
Laporan Tahunan BKP Kelas I Pekanbaru Tahun 2020 72 a. Sosialisasi
i. Sosialisasi melalui Rapat, Workshop, Seminar dll.
Sosialisasi Internal Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. Hotel Grand Zuri Pekanbaru, 27 Februari 2020.
Sosialisasi Eksternal Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. Hotel Grand Zuri Pekanbaru, 28 Februari 2020.
Sosialisasi dan Implementasi Draft Phytosanitary Certificate (PC) di Ruang Rapat BKP Kelas I Pekanbaru. Pekanbaru, 21 Juli 2020.
Sosialisasi BPP Model Kostratani Tingkat Kecamatan dengan BPP Kulim. Pekanbaru, 12 Agustus 2020.
Sosialisasi Eksternal Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. Hotel Harmoni. Tembilahan, 16 Oktober 2020.
Sosialisasi Peraturan Terkait Penerimaan Negara Bukan Pajak. Hotel Grand Zuri Pekanbaru, 27 Oktober 2020.
ii. Sosialisasi melalui Media Online, sebanyak 87 kali.
Media online internal (facebook, instagram, twitter) sebanyak 50 kali
Media online eksternal (koran online) sebanyak 37 kali.
b. Koordinasi & Kerjasama dengan Instansi Terkait
i. Rapat Koordinasi Pengawasan Lalu Lintas Sarang Burung Walet dengan Pemda Kabupaten Kepulauan Meranti, Polres Kepulauan Meranti dan Pengguna Jasa di Kantor Bupati Kepulauan Meranti. Selatpanjang, 19 Agustus 2020.
ii. Rapat Koordinasi Pengawasan dan Penindakan Lalu Lintas Media Pembawa HPHK/OPTK di Zona Rawan. Hotel The Zuri.
Dumai, 11 November 2020.
Laporan Tahunan BKP Kelas I Pekanbaru Tahun 2020 73 c. Bimbingan Teknis/Workshop
Bimbingan Teknis Aplikasi Sistem Informasi Pengawasan &
Penindakan (SiWasdak), 21 Desember 2020.
d. Kompilasi Peraturan Perundangan
i. Keputusan Menteri Pertanian Nomor:
136/KPTS/HK.150/M/02/2020 tanggal 17 Februari 2020 tentang Jenis Media Pembawa Hama dan Penyakit Hewan Karantina dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina.
ii. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor: 17 Tahun 2020 tanggal 28 Februari 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS.
iii. Surat Edaran Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani Badan Karantina Pertanian Nomor:
S.7480/KR.120/K.2/6/2020 tanggal 08 Juni 2020 tentang Pelaksanaan Tindakan Karantina Hewan pada Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19.
iv. Perjanjian Kerjasama antara Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan Badan Karantina Pertanian Nomor:
PKS/50/VIII/2020 dan Nomor: 10830/HK.220/K/8/2020 tanggal 28 Agustus 2020.
v. Keputusan Kepala Badan Karantina Pertanian Nomor:
1928/KPTS/KR.020/K/09/2020 tanggal 01 September 2020 tentang Penetapan Kepolisian Khusus Karantina.
vi. Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 25 Tahun 2020 tanggal 17 September 2020 tentang Jenis Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina.
Laporan Tahunan BKP Kelas I Pekanbaru Tahun 2020 74 2. Kegiatan Preventif.
Grafik 20. Frekuensi dan Jenis Kegiatan Preventif yang Dilakukan Tahun 2020.
Berdasarkan garfik 20 diatas, kegiatan preventif yang dilakukan selama tahun 2020 terdiri dari penahanan media pembawa HPHK/OPTK sebanyak 276 kali, penolakan 5 kali, pemusnahan 269 kali, hibah media pembawa 2 kali, monitoring dan evaluasi 1 kali dan kegiatan patroli pengawasan lalu lintas media pembawa sebanyak 6 kali.
Kegiatan patroli dilakukan baik di darat maupun di perairan guna meniadakan kesempatan masyarakat melakukan pelanggaran perkarantinaan. Patroli dilakukan dengan mengamati secara bergerak dari satu tempat ke tempat lain terhadap media pembawa yang dilalulintaskan terhadap pemenuhan persyaratan karantina. Berikut adalah rincian kegiatan preventif yang telah dilakukan selama tahun 2020.
a. Penahanan, Penolakan dan Pemusnahan
Kegiatan penahanan, penolakan dan pemusnahan merupakan salah satu tindakan karantina yang dilakukan terhadap media pembawa yang tidak memenuhi persyaratan karantina seperti tidak dilengkapi sertifikat kesehatan dari negara/area asal, tidak melalui
Laporan Tahunan BKP Kelas I Pekanbaru Tahun 2020 75 tempat pemasukan/pengeluaran yang ditetapkan dan tidak dilaporkan serta tidak diserahkan kepada petugas karantina untuk keperluan tindakan karantina sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33, 34, dan 35 Undang-Undang RI No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.
Grafik 21. Frekuensi Tindakan Penahanan, Penolakan dan Pemusnahan Tahun 2015 s/d 2020.
Berdasarkan grafik 21 diatas, frekuensi tindakan penahanan, penolakan dan pemusnahan (3P) media pembawa HPHK/OPTK pada tahun 2020 lebih tinggi dibandingkan 5 (lima) tahun sebelumya (2015 s/d 2019). Hal ini dikarenakan tindakan 3P pada tahun 2020 lebih banyak terjadi terhadap media pembawa HPHK/OPTK asal luar negeri yang masuk melalui Kantor Pos Pekanbaru. Frekuensi tindakan 3P pada tahun 2020 sebanyak 276 kali sebagian besar merupakan media pembawa OPTK berupa benih tanaman asal luar negeri. Tindak lanjut dari dari 276 kali penahanan pada tahun 2020 tersebut adalah penolakan (5 kali), pemusnahan (269 kali) dan dihibahkan (2 kali).
Tindakan penolakan dilakukan apabila pemilik tidak dapat melengkapi dokumen yang dipersyaratkan selama batas waktu yang diberikan (3 hari). Kemudian apabila setelah dilakukan penolakan pemilik tidak segera membawa keluar media pembawa yang dimaksud maka dilakukan tindakan pemusnahan.
Laporan Tahunan BKP Kelas I Pekanbaru Tahun 2020 76 Tabel 29. Frekuensi dan Volume Penahanan Media Pembawa Tahun 2020.
Jenis Media Pembawa Penahanan
Frekuensi Volume (Kg)
HPHK 45 9.890
OPTK 231 9.620,92
Berdasarkan tabel 29 diatas, kegiatan penahanan paling banyak dilakukan terhadap media pembawa OPTK dibandingkan media pembawa HPHK. Hal itu terjadi kemungkinan dikarenakan masih rendahnya pengetahuan masyarakat tentang persyaratan karantina jika membawa tumbuhan dan produk tumbuhan. Jenis-jenis media pembawa OPTK yang dilakukan penahanan selama tahun 2020 disajikan pada tabel 30 di bawah ini.
Tabel 30. Frekuensi dan Volume Jenis Media Pembawa OPTK yang Ditahan Tahun 2020.
Jenis Media Pembawa OPTK Penahanan Frekuensi Volume (Kg)
Benih Tanaman 176 8430,13
Buah Segar 42 643,99
Umbi Lapis 8 524,90
Sayuran 3 19,9
Bibit Tanaman 2 2
Olahan 0 0
Jumlah 55 1190,79
Berdasarkan tabel 30 diatas, diketahui bahwa jenis media pembawa OPTK yang banyak dilakukan penahanan adalah benih tanaman (176 kali/8.430 kg), kemudian diikuti dengan buah segar (42 kali/643,9), umbi lapis (8 kali/524,9 kg), sayuran (3 kali/19,9 kg) dan bibit tanaman (2 kali/2batang). Benih tanaman banyak dilakukan penahanan di wilker Kantor Pos Pekanbaru sedangkan buah segar banyak dilakukan penahanan terhadap barang tentengan penumpang yang berasal dari luar negeri yang datang melalui
Laporan Tahunan BKP Kelas I Pekanbaru Tahun 2020 77 terminal kedatangan internasional Bandara SSK II Pekanbaru dan Pelabuhan di Bengkalis. Buah-buahan tersebut berasal dari negara Malaysia. Buah-buahan tersebut melanggar Permentan No. 42 Tahun 2014 dimana Provinsi Riau bukan merupakan tempat pemasukan buah-buahan dari luar negeri. Umbi lapis yang ditahan adalah berupa bawang merah yang terjadi di wilayah kerja Dumai dan Bengkalis.
Tabel 31. Frekuensi & Volume Jenis Media Pembawa HPHK yang Ditahan Tahun 2020.
Jenis Media Pembawa HPHK Penahanan Frekuensi Volume
Hewan 0 0
Bahan Asal Hewan 40 9876
Hasil Bahan Asal Hewan 5 14
Benda Lain 0 0
Jumlah 45 9890
Berdasarkan Tabel 31 di atas, jenis media pembawa HPHK yang paling banyak dilakukan penahanan adalah bahan asal hewan (40 kali/9.876 kg) dibandingkan jenis media pembawa HPHK lainnya yaitu hasil bahan asal hewan (5 kali/14 kg). Bahan asal hewan yang dilakukan penahanan tersebut terdiri dari daging, ceker ayam dan telur. Sementara hasil bahan asal hewan yang ditahan adalah sosis dan nugget. Tidak terdapat penahanan hewan hidup selama tahun 2020.
Tabel 32. Frekuensi & Volume Penahanan Media Pembawa OPTK/HPHK di Wilayah Kerja Tahun 2020.
Wilayah Kerja Penahanan
Frekuensi Volume (Kg)
Kantor Pos Pekanbaru 152 11005
Dumai 66 1014
Bandara SSK II 51 990,92
Selatpanjang 5 6477
Laporan Tahunan BKP Kelas I Pekanbaru Tahun 2020 78
Bengkalis 2 24
UPT Induk 0 0
Sungai Duku 0 0
Tembilahan 0 0
Sungai Pakning 0 0
Bagan Siapiapi 0 0
Tanjung Buton 0 0
Sungai Guntung 0 0
Jumlah 276 19510,92
Berdasarkan tempat kejadiannya, tindakan penahanan media pembawa HPHK/OPTK pada Tahun 2020 hanya terdapat di 5 (lima) wilayah kerja (pada tabel 32). Penahanan paling banyak terjadi di wilayah kerja Kantor Pos Pekanbaru (152 kali/11.005 kg), kemudian disusul di wilayah kerja Dumai (66 kali/1.014 kg), wilayah kerja Bandara SSK II Pekanbaru (51 kali/990 kg), wilayah kerja Selatpanjang (5 kali/6.477 kg) dan wilayah kerja Bengkalis (2 kali/24 kg).
Wilayah Kerja Kantor Pos Pekanbaru memiliki frekuensi penahanan paling tinggi dikarenakan banyaknya terdapat pemasukan media pembawa OPTK dari luar negeri hasil perdagangan online yang tidak memenuhi persyaratan karantina seperti benih tanaman, bibit tanaman dan produk tanaman lainnya.
Wilayah kerja kedua yang banyak melakukan penahanan media pembawa HPHK/OPTK adalah wilayah kerja Dumai karena masih banyak lalu lintas penumpang dari Malaysia yang membawa barang tentengan tidak memenuhi persyaratan karantina.
Bandara SSK II Pekanbaru merupakan wilayah kerja ketiga yang banyak melakukan penahanan media pembawa OPTK/HPHK.
Hal itu dikarenakan wilayah kerja Bandara SSK II Pekanbaru masih banyak terdapat penumpang yang membawa barang tentengan dari luar negeri yang tidak memenuhi persyaratan karantina.
Laporan Tahunan BKP Kelas I Pekanbaru Tahun 2020 79 Adapun kegiatan pemusnahan serentak terhadap barang yang dilakukan penahanan selama tahun 2020 adalah sebagai berikut:
i. Pemusnahan Media Pembawa OPTK/HPHK sebanyak 348,51 kg. Pekanbaru, 03 Februari 2020.
ii. Pemusnahan Media Pembawa OPTK berupa Buah-Buahan sebanyak 250 kg. Selatpanjang, 11 Maret 2020.
iii. Pemusnahan Media Pembawa OPTK berupa Benih Tanaman dan Produk Tanaman Lainnya. Pekanbaru, 19 November 2020.
Rekapitulasi data penahanan, penolakan dan pemusnahan media pembawa OPTK/HPHK Tahun 2020 terlampir dalam laporan ini.
b. Hibah
Hibah media pembawa HPHK/OPTK dilakukan berdasarkan ketentuan yang terdapat dalam Pasal 71 Undang-Undang RI No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.
Berdasarkan ketentuan dalam pasal tersebut terhadap media pembawa yang a) tidak diketahui pemilknya, b) merupakan serahan dari instansi lain, c) setelah dilakukan tindakan karantina dinyatakan bebas dari HPHK/OPTK, cemaran kimia dan biologi maka dapat dikuasa negara. Tindak lanjut dari media pembawa yang dikuasai negara tersebut salah satunya adalah dengan cara hibah kepada masyarakat yang membutuhkan. Berikut adalah data kegiatan hibah media yang telah dilaksanakan oleh BKP Kelas I Pekanbaru pada tahun 2020.
i. Hibah Telur Impor Ilegal sebanyak 7.100 butir Hasil Tangkapan Petugas Karantina kepada Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Meranti. Selatpanjang, 25 Juni 2020.
ii. Hibah Bawang Merah Hasil Tangkapan Bea & Cukai Dumai sebanyak 1,7 ton kepada Pemerintah Kota Dumai. Dumai, 03 Juli 2020.
Laporan Tahunan BKP Kelas I Pekanbaru Tahun 2020 80 c. Patroli
Provinsi Riau merupakan daerah zona rawan penyelundupan media pembawa HPHK/OPTK dari luar negeri. Lokasinya yang berdekatan dengan negara tetangga (Malaysia dan Singapura) serta topografi wilayahnya yang banyak terdapat pelabuhan tikus menjadikan Provinsi Riau sebagai target masuk media pembawa HPHK/OPTK serta barang ilegal lainnya dari luar negeri. Untuk meniadakan kesempatan tersebut maka diperlukannya upaya salah satunya adalah dengan cara melakukan patroli darat, patroli air dan operasi patuh karantina.
Berdasarkan Keputusan Kepala Badan Karantina Pertanian Nomor : 2053/Kpts/OT.160/L/10/2011 tentang Pedoman Tindakan Preventif dalam Pengawasan dan Penindakan Perkarantinaan Hewan dan Tumbuhan serta Pengawasan Keamanan Hayati, Patroli adalah suatu bentuk kegiatan bergerak dari suatu tempat ke tempat lain di tempat pemasukan dan pengeluaran yang telah ditetapkan, sebagai upaya petugas kewasdakan untuk mencegah terjadinya pelanggaran, dengan cara mendatangi, menjelajahi, mengamati, mengawasi, memperhatikan situasi dan kondisi yang diperkirakan akan menimbulkan segala bentuk pelanggaran dan/atau tindak pidana di bidang perkarantinaan hewan dan tumbuhan serta pengawasan keamanan hayati.
Sedangkan Operasi patuh karantina adalah suatu kegiatan pengawasan dan penindakan lalu lintas media pembawa HPHK/OPTK dengan cara memberhentikan dan melakukan pemeriksaan fisik dan dokumen terhadap alat angkut yang membawa media pembawa HPHK/OPTK baik ekspor, impor dan antar area untuk kemudian dilakukan tindakan karantina. Kegiatan patroli dan operasi patuh yang telah dilaksanakan di BKP Kelas I Pekanbaru selama tahun 2020 adalah sebagai berikut:
i. Patroli Darat Terpadu Pengawasan Lalu Lintas Media Pembawa HPHK/OPTK di Tempat Pemasukan yang Belum Ditetapkan bersama Badan POM Pekanbaru di wilayah Bagan Siapiapi.
Bagan Siapapi, 01 Juli 2020.
Laporan Tahunan BKP Kelas I Pekanbaru Tahun 2020 81 ii. Operasi Patuh Karantina Pertanian Terpadu Pengawasan Lalu
Lintas Media Pembawa HPHK/OPTK dengan Polsek Dumai Timur Polres Dumai di Jalan Soekarno-Hatta. Dumai, 17 September 2020.
iii. Patroli Perairan Terpadu Pengawasan Lalu Lintas Media Pembawa HPHK/OPTK dengan Satpolair Polres Indragiri Hilir di Perairan Indragiri Hilir. Indragiri Hilir, 08 Oktober 2020.
iv. Operasi Patuh Karantina Pertanian Terpadu Pengawasan Lalu Lintas Media Pembawa HPHK/OPTK dengan Polsek Bukit Batu Polres Bengkalis dan Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis di Pelabuhan Roro Sungai Pakning. Bengkalis, 22 Oktober 2020.
v. Patroli Darat Terpadu Pengawasan Lalu Lintas Media Pembawa HPHK/OPTK di Tempat Pemasukan yang Belum Ditetapkan bersama Polri di wilayah Siak. Siak, 01 Juli 2020.
vi. Patroli Darat Terpadu Pengawasan Lalu Lintas Media Pembawa HPHK/OPTK di Tempat Pemasukan yang Belum Ditetapkan bersama Polri di wilayah Kepulauan Meranti. Kepulauan Meranti, 26 November 2020.
d. Sertifikasi Mutu
i. SNI ISO/IEC 17025: 2017 tentang Sistem Manajemen Mutu Laboratorium
Audit Internal SNI ISO/IEC 17025: 2017 tentang Sistem Manajemen Mutu Laboratorium. Pekanbaru, 22 Juli 2020.
Audit Surveilan Kedua SNI ISO 17025: 2017 tentang Akreditasi Laboratorium oleh tim Asesor KAN. Pekanbaru, 24 September 2020.
ii. SNI ISO 9001: 2015 dan SNI ISO 37001: 2017 tentang Sistem Manajemen Mutu Pelayanan dan Anti Penyuapan
Audit Surveilan Kedua SNI ISO 9001: 2015 dan SNI ISO 37001: 2016 tentang Sistem Manajemen Mutu dan Anti Penyuapan secara Daring. Pekanbaru, 28 Agustus 2020.
Laporan Tahunan BKP Kelas I Pekanbaru Tahun 2020 82 e. Analisis Data Ekspor Produk Pertanian
Analisis data ekspor produk pertanian dilakukan dengan memonitor melalui Sistem Aplikasi IQFAST. Perkiraan nilai barang total pada tahun 2020 ini adalah sebesar 34,16 triliun. Analisa eskpor pertanian dalam hal ini dibagi menurut komoditas unggulan ekspor dan non unggulan ekspor Kementan. Komoditas ekspor unggulan Kementan yang terdapat di wilayah layanan BKP Kelas I Pekanbaru, yaitu Provinsi Riau, adalah kelapa dan turunannya, kopi, buah mangga, buah manggis, sayuran kubis, dan sarang burung walet.
Sementara untuk komoditas ekspor lain di Provinsi Riau masih didominasi oleh kelapa sawit dan turunannya.
Volume ekspor komoditas unggulan pada tahun 2020 mengalami kenaikan dari tahun 2019 sebesar 0,55% yaitu dari 416,7 ribu Ton menjadi 419 ribu Ton. Komoditas non unggulan pada tahun 2019 memiliki volume sebesar 4,9 juta Ton yang kemudian naik sebesar 7,01% di tahun 2020 menjadi sebanyak 5,3 juta Ton. Begitu juga untuk komoditas dengan satuan volume buah/butir/batang yang umumnya terdiri atas bibit tanaman juga mengalami kenaikan, Sementara untuk komoditas dengan satuan M3, kemasan dan ekor justru mengalami penurunan dari tahun 2019. Grafik perbandingan volume ekspor tahun 2019 dan 2020 dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
Grafik 22. Perbandingan Volume Ekspor 2019 dan 2020
Jika ditinjau dari frekuensi kegiatan ekspor, pada tahun 2020 baik untuk komoditas unggulan maupun non unggulan juga
Laporan Tahunan BKP Kelas I Pekanbaru Tahun 2020 83 mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2019. Untuk komoditas unggulan mengalami kenaikan sebesar 10,73% dan untuk non unggulan naik sebesar 11,53%. Grafik perbandingan frekuensi ekspor komoditas pertanian lingkup BKP Kelas I Pekanbaru dapat dilihat di bawah ini.
Grafik 23. Perbandingan Frekuensi Ekspor 2019 dan 2020
Jumlah komoditas baru pada tahun 2020 mengalami penurunan sebesar 6% dan untuk Negara tujuan mengalami kenaikan sebesar 20% jika dibandingkan tahun 2019. Selain beberapa parameter di atas, kinerja ekspor juga dilihat dari parameter nilai ekspor komoditas pertanian. Pada tahun 2019 nilai ekspor BKP Kelas I Pekanbaru mencapai 41,05 Triliun yang pada tahun 2020 mengalami penurunan menjadi 34,16 Triliun atau sebesar 16,78%.
Peningkatan volume dan frekuensi pada tahun 2020 dibandingkan tahun 2019 terjadi karena adanya beberapa komoditas baru yang muncul di tahun 2020. Komoditas tersebut antara lain akar tunjuk langit, bahan jamu-jamuan, bawang daun, bawang merah, bibit begonia, bibit bougenfil, buah jeruk siam, buah manga, buah naga, cabe rawit, cempedak, kayu durian, ketimun, ketumbar, kunyit, lada biji, janur kelapa, lengkuas, rempah-rempah, sayuran terung, sayuran wortel, tomat, benih kelapa sawit, cengkeh, damar, getah damar, inti kelapa sawit, palmitic acid, kayu serpihan, kemenyan, kulit kina. Keberagaman komoditas ini juga turut meningkatkan
Laporan Tahunan BKP Kelas I Pekanbaru Tahun 2020 84 jumlah Negara tujuan baru yang terdiri atas Albania, Cambodia, Cote D'ivoire (Ivory Coast), Czech Republic, Estonia, Ethiopia, Guatemala, Haiti, Honduras, Iraq, Jamaica, Jordan, Kazakhstan, Latvia, Liberia, Martinique, Nigeria, Peru, Philippines, Qatar, Sudan, Sweden, Tunisia, Uruguay. Sementara jika ditinjau dari nilai ekspor, penurunan yang terjadi pada tahun 2020 disebabkan karena turunnya volume beberapa komoditas turunan kelapa sawit seperti Palm Kernel Oil, Palm Kernel Olein, RBD Palm Olein dan RBD Palm Stearin. Penurunan volume ini dimungkinkan karena pada tahun 2020 sedang berlangsung replanting kelapa sawit di Provinsi Riau.
Selain itu dimungkinkan karena adanya pandemi COVID-19 turut berpengaruh pada nilai jual komoditas.