KEGIATAN OPERASIONAL
9. Peningkatan Kompetensi SDM
Sepanjang tahun 2020, Karantina Hewan BKP Kelas I Pekanbaru telah melakukan dan mengikuti beberapa bimbingan teknis, baik secara daring maupun luring. Jenis kegiatan yang peningkatan SDM yang dilaksanakan dan diikuti oleh Karantina Hewan BKP Kelas I Pekanbaru tersaji pada Tabel 25.
Tabel 25. Data Kegiatan Bimbingan Teknis Karantina Hewan Tahun 2020.
Nama
Pelatihan/Seminar/Simposium
Waktu Pelaksana
Training of Trainer (ToT) Tindak Karantina Hewan pada Lalat Black Soldier Fly
Rabu/16 September 2020
Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati
Hewani Badan
Karantina Pertanian
In-house training uji PCR AI, Uji ELISA Rabies, Uji Nitrit, Uji HA HI dan Uji RBT
11-14 November 2020
BKP Kelas I Pekanbaru
10. Penggunaan Dokumen Utama
Pemakaian dokumen utama (Blank Certificate) Karantina Hewan oleh seluruh wilker di BKP Kelas I Pekanbaru secara lengkap selama tahun 2020 disajikan pada Tabel 26 dan Tabel 27.
Laporan Tahunan BKP Kelas I Pekanbaru Tahun 2020 66 Tabel 26 Pemakaian Dokumen Utama Blank Certificate Karantina Hewan Selama Tahun 2020
No Wilayah Kerja Impor Expor Domestik Masuk
Domestik
Keluar Jumlah
1 Sungai Duku - - 1 894 895
2 Bandara Sultan
Syariff Kasim II - 18 487 3.485 3.990
3 Bagan Siapiapi - - - 177 177
4 Dumai - 18 19 329 366
5 Bengkalis 5 - 424 164 593
6 Sungai Pakning - - 2 509 511
7 Tanjung Buton - - - 2.067 2.067
8 Selat Panjang - - 526 790 1.316
9 Tembilahan - 19 7 220 246
10 Sungai Guntung - 4 238 49 291
JUMLAH 5 59 1.704 8.684 10.452
Tabel 27. Jumlah Dokumen Utama (Blank Certificate) Karantina Hewan Selama Tahun 2020 yang rusak/batal
No Wilayah Kerja Jumlah Keterangan
1 Sungai Duku -
Disebabkan Kesalahan Ketik, Kesalahan Cetak,
Nomor Seri Sertifikat Berbaeda Antara
Halaman 1-2-3 2 Bandara Sultan Syariff Kasim
II
1
3 Bagan Siapiapi -
4 Dumai 3
5 Bengkalis -
6 Sungai Pakning 3
7 Tanjung Buton 9
8 Selat Panjang 26
9 Tembilahan 1
10 Sungai Guntung 1
Jumlah 44
Laporan Tahunan BKP Kelas I Pekanbaru Tahun 2020 67 4.3 Pengawasan & Penindakan
Sehubungan dengan makin meningkatnya lalu lintas komoditas hewan dan tumbuhan berimplikasi pada meningkatnya peluang masuk dan tersebarnya HPHK dan OPTK dari luar negeri ke dalam negeri serta dari suatu area ke area lain di dalam negeri. Petugas karantina harus mencegah masuk dan tersebarnya kurang lebih sebanyak 119 penyakit hewan dan 693 penyakit tumbuhan serta ratusan cemaran kimia dan biologi berbahaya yang dapat menimbukan ancaman bagi hewan, tumbuhan, lingkungan dan manusia. Ancaman tersebut dapat bersifat langsung maupun tidak langsung khususnya terhadap ketahanan, keamanan dan kedaulatan pangan nasional. Meskipun tingginya media pembawa yang diperiksa kesehatannya dan disertifikasi oleh petugas karantina, hal itu tidak menutup kemungkinan semakin tingginya media pembawa yang lolos dari pemeriksaan karantina serta melakukan pelanggaran terhadap ketentuan Undang-Undang No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. Dari tahun ke tahun frekuensi pelanggaran terhadap peraturan perkarantinaan semakin tinggi seiring dengan semakin tingginya frekuensi media pembawa yang dilalulintaskan.
Tingginya jumlah pelanggaran perkarantinaan berimplikasi pada tingginya peluang masuk dan tersebarnya hama penyakit hewan dan tumbuhan serta cemaran kimia berbahaya yang dapat menimbulkan kerugian diantaranya 1) menimbulkan ancaman bagi kesehatan hewan, tumbuhan dan manusia, 2) kerusakan lingkungan dan ekosistem, 3) kerugian bagi petani, peternak, dan pengusaha agribisnis, 4) punahnya sumber daya alam hayati hewani dan nabati, serta 5) menimbulkan ketidakstabilan harga pangan akibat maraknya penyelundupan.
Untuk meminimalisir pelanggaran perkarantinaan diperlukan adanya fungsi pengawasan dan penindakan (wasdak) untuk mengurangi dampak akibat pelanggaran tersebut. Fungsi kewasdakan juga diperlukan untuk mengawal penegakan hukum terhadap pelaku pelanggaran UU No.
21/2019 agar masyarakat mentaati dan mematuhi peraturan serta menimbulkan efek jera bagi pelaku pelanggaran. Kewasdakan merupakan kerangka bagi suatu organisasi agar semakin kokoh berdiri dan disegani masyarakat. Menurut Keputusan Kepala Badan Karantina Pertanian Nomor
Laporan Tahunan BKP Kelas I Pekanbaru Tahun 2020 68 :2052/kpts/ot.160/l/10/2011 tentang uraian tugas dan fungsi, tata hubungan kerja dan mekanisme operasional pengawasan dan penindakan lingkup Badan Karantina Pertanian tupoksi kewasdakan dikelompokan menjadi 3 (tiga) tindakan yaitu preemptif, preventif, dan penegakan hukum.
Kegiatan pre-emptif adalah kegiatan yang dilakukan petugas karantina untuk membina kesadaran masyarakat agar mentaati peraturan perkarantinaan. Contoh tindakan preemptif adalah berupa sosialisasi, pelatihan, seminar, workshop dan lain-lain yang bertujuan untuk membina kesadaran masyarakat dan petugas karantina agar mentaati peraturan perkarantinaan. Sementara itu, kegiatan preventif adalah kegiatan atau upaya yang dilakukan oleh petugas karantina untuk meniadakan kesempatan masyarakat melakukan pelanggaran terhadap peraturan perundangan, contoh tindakan ini berupa patroli, monitioring, pengawalan, penolakan, pemusnahan dan kegiatan lainnya yang bertujuan untuk mencegah atau meniadakan kesempatan masyarakat melakukan pelanggaran peraturan perkarantinaan.
Sedangkan kegiatan penegakan hukum adalah kegiatan yang dilakukan PPNS untuk melakukan penyidikan atas dugaan adanya tindak pidana pelanggaran di bidang perkarantinaan. Menurut Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) penyidikan adalah serangkaian tindakan penyidik dalam hal dan menurut cara yang diatur dalam undang undang untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang tentang tindak pidana yang terjadi dan guna menemukan tersangkanya.
Tabel 28. Rekapitulasi Kegiatan Pengawasan & Penindakan Tahun 2020.
No. Kegiatan Frekuensi
A. Preemptif 107
1 Sosialisasi 101
Sosialisasi melalui Rapat, Seminar,
Workshop dll. 6
Sosialisasi melalui Media Online 85
Sosialisasi melalui Media Cetak/Visual 10
Sosialisasi melalui Pameran. 0
Laporan Tahunan BKP Kelas I Pekanbaru Tahun 2020 69
2 Koordinasi & Kerjasama 2
Koordinasi & Kerjasama Eksternal dengan
Instansi Terkait. 2
3 Bimbingan Teknis/In House Training 1
4 Kompilasi Peraturan Perundang-Undangan 4
B. Preventif 289
1 Penahanan 276
2 Penolakan 5
3 Pemusnahan 271
4 Hibah Media Pembawa 2
5 Patroli 6
6 Monitoring dan Evaluasi 1
7 Sertifikasi Mutu 3
7 Analisis & Evaluasi Data Ekspor Produk Pertanian 1
C. Penegakan Hukum 0
1 Jumlah Kasus Komoditas Pertanian yang
Diselesaikan (IKA Wasdak 2020 = 2
Kasus/pertahun) Tidak Tercapai. 0
Dalam menjalankan fungsi pengawasan dan penindakan tersebut, Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas I Pekanbaru telah melaksanakan berbagai kegiatan selama tahun 2020 (Tabel 28) guna menciptakan kesadaran dan pemahaman masyarakat melalui pelaksanaan kegiatan preemptif, pencegahan terjadinya pelanggaran melalui kegiatan preventif dan menimbulkan efek jera bagi pelaku pelanggaran melalui kegiatan penegakan hukum.