Kegiatan yang dilakukan selama magang kerja di PT. Kebun Sayur Segar yaitu mengikuti rangkaian kegiatan teknik budidaya tanaman kailan (Brassica
oleracea var. alboglabra) mulai dari kegiatan persiapan tanam sampai menuju
kegiatan panen dan pasca panen. Adapun kegiatan teknik budidaya tanaman cabai merah di PT. Kebun Sayur Segar meliputi :
4.1.5.1. Persiapan media semai
Media persemaian yang digunakan dalam budidaya kailan hidroponik yaitu rockwool. Tahap persiapan media persemaian yang dilakukan di PT. Kebun Sayur Segar yaitu pemotongan rockwool dengan ukuran panjang 12 cm dan lebar 8 cm. Satu potong rockwool tersebut diiris salah satu permukaannya dengan ukuran 2 cm x 2 cm, sehingga terbentuk 24 petak kecil setiap satu potongan rockwool. Selanjutnya rockwool ditata ke dalam tray, dalam satu tray terdapat 6 potongan
rockwool. Kemudian tray tersebut direndam ke dalam air selama semalam atau ±12
jam, agar rockwool tersebut mudah untuk ditanami.
(a) (b)
Gambar 11. Persiapan media semai
(a) pemotongan rockwool (b) media tanam persemaian
4.1.5.2. Penyemaian
Tahap penyemaian yang dilakukan yaitu benih kalian ditanam diatas petak kecil rockwool sebanyak 2 biji setiap petak. Hal ini dilakukan karena benih kailan yang digunakan yaitu benih kailan varietas lokal yang memiliki presentase tumbuh pada lingkungan tersebut sekitar 80 %.
Setelah benih ditanam pada rockwool, kemudian tray yang berisi rockwool tersebut diletakkan di ruang gelap atau disungkup selama dua hari. Penyungkupan dilakukan untuk mempercepat proses perkecambahan benih. Kemudian jika sudah ada yang bertunas, tray dapat dipindah ke tempat tempat yang agak terkena sinar matahari yaitu greenhouse N1. Pemindahan dilakukan tepat waktu dan diusahakan tidak terlambat supaya tidak terjadi etiolasi pada benih yang sudah disemai.
(a) (b)
Gambar 12. Nursery 1
(a) kondisi aktual N1 (b) persemaian kailan 4.1.5.3. Perawatan persemaian
Perawatan persemaian yang dilakukan di PT. Kebun Sayur Segar yaitu penyiraman, penjarangan dan pengaturan kebutuhan cahaya. Kegiatan penyiraman dilakukan dengan cara mengisi air larutan nutrisi ke dalam bak berbentuk persegi yang seukuran dengan tray. Selanjutnya tray yang berisi benih yang telah disemai tersebut dibenamkan/dicelupkan ke dalam bak tersebut. Penyiraman dilakukan dengan hati-hati agar benih yang telah disemai tidak ikut terbawa air nutrisi. Kegiatan penyiraman umumnya dilakukan setiap dua hari sekali, tetapi disesuaikan dengan kondisi benih dan lingkungannya. Kebutuhan air nutrisi dalam satu
Penjarangan dilakukan bila terdapat dua anak semai yang tumbuh dalam satu petak kecil dalam satu potongan rockwool. Penjarangan dilakukan untuk memperkecil kemungkinan terjadinya kompetisi unsur hara dan untuk menyeragamkan bibit. Sedangkan pengaturan kebutuhan cahaya dilakukan untuk mencegah terjadinya etiolasi. Etiolasi ialah kondisi dimana pertumbuhan tanaman tidak seimbang yang ditandai dengan batang memanjang dan sulit menghasilkan daun.
(a) (b)
Gambar 13. Perawatan Persemaian
(a) Penyiraman (b) Penjarangan 4.1.5.4. Pindah tanam anak semai
Setelah anak semai berumur 10-14 hari, jika anak semai telah tumbuh dengan baik yang ditandai dengan munculnya 3-4 helai daun pertama maka anak semai sudah layak untuk dipindahtanamkan. Pindah tanam dilakukan dengan cara memisahkan anak semai satu per satu. Pertama memotong rockwool searah serat dengan menggunakan pisau supaya terbentuk kubus yang rapi. Selanjutnya membungkus bagian batang atas hingga akar anak semai dengan potongan
rockwool yang telah dibasahi dengan air. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk
memperkuat penopang akar, agar tanaman tidak mudah roboh. Kemudian meletakkan anak semai yang telah dibungkus rockwool tersebut ke dalam net pot. Selanjutnya menempatkan net pot ke dalam rak talang yang telah dilubangi pada
greenhouse N2. Jarak antar lubang tanam pada rak talang yaitu 10 cm.
Setelah 14-25 hari, tanaman remaja tersebut dapat dipindah ke rak talang tanaman dewasa pada greenhouse N3 dengan jarak antar lubang tanam yaitu 25 cm. Selanjutnya dilakukan pemeliharaan selama proses pembesaran.
(a) (b)
(c)
Gambar 14. Pindah tanam anak semai
(a) Penambahan media tanam
(b) Penambahan net pot sebagai penegak (c) kondisi tanaman kailan pada N2 4.1.5.5. Pemeliharaan
Pemeliharaan dalam budidaya kalian hidroponik yang dilakukan di PT. Kebun Sayur Segar yaitu mengontrol pemberian air nutrisi dan kebutuhan sinar matahari, menjaga kepekatan kandungan unsur hara dalam larutan, dan kecepatan curah/kecepatan volume pengaliran larutan nutrisi. Waktu pemberian air nutrisi dapat disesuaikan dengan kondisi iklim dan cuaca tempat budidaya dilakukan. Tapi
pada umumnya pemberian air nutrisi dilakukan setiap hari pada waktu pagi hari. Teknik pemberian air nutrisi yang dilakukan yaitu melalui aliran air yang berasal dari tandon utama kemudian di alirkan ke pipa-pipa menuju rak-rak talang pada setiap greenhouse. Kebutuhan air nutrisi pada setiap greenhouse N2 yaitu 300 L/hari, sedangkan kebutuhan air nutrisi pada setiap greenhouse N3 yaitu 794,5 L/hari.
(a) (b)
(c)
Gambar 15. Pemberian nutrisi pada tanaman
(a) Aktivitas Pembuatan Larutan Pupuk (b) Tandon penyaluran larutan fertigasi (c) Tandon Penampung Larutan Pupuk
Selain itu juga dilakukan pengawasan dengan cara mengkontrol kelancaran pipa nutrisi, apabila pipa nutrisi terhambat oleh lumut, maka harus dibersihkan dengan menggunakan lidi, sistem ini sering disebut dengan plorit. Pengontrolan terhadap kepekatan kandungan unsur hara sangat penting dilakukan setiap saat. Larutan unsur hara harus memiliki kepekatan sekitar 2 mS/cm dimana kandungan haranya masih terjaga. Mengontrol kebutuhan sinar matahari juga berperan penting dalam proses budidaya kailan hidroponik.
Pengendalian hama dan penyakit juga merupakan tahap pemeliharaan yang berperan penting dalam proses budidaya kailan hidroponik. Meskipun keberadaan hama dan penyakit dapat diminimalisir dengan pemakaian greenhouse pada budidaya sayuran hidroponik, tetapi belum menjamin sayuran bebas serta tanpa resiko kematian akibat serangan hama dan penyakit. Hama dan cendawan tetap bisa menyusup masuk ke dalam greenhouse melalui peralatan, baju pekerja, atau terbawa angin. Oleh karena itu perlu dilakukan antisipasi lebih awal dengan pengamatan rutin, seperti pengecekan pH dan EC, pH optimal untuk tanaman kailan berkisar antara 6,5-7,0 dengan nilai EC 1,5-2.
Umumnya hama yang menyerang tanaman kailan hidroponik di PT. Kebun Sayur Segar yaitu kutu daun (Aphid sp.), ulat tanah (Agrotis ipsilon.), dan ulat perusak daun (Crocidolomia binotalis). Gejala serangan hama kutu daun yaitu daun yang terserang menggulung dan berwarna lebih pucat. Gejala serangan hama ulat tanah yaitu bagian pangkal batang yang terserang akan terpotong hingga roboh, bahkan mati. Sedangkan gejala serangan hama ulat perusak daun yaitu daun bagaikan teranyam, terlihat jelas bekas gigitan yang membuat daun berlubang. Kerusakan dimulai dari permukaan daun sebelah bawah, kemudian bila serangan berat biasanya hanya tertinggal tulang daun saja. Sedangkan penyakit yang banyak ditemui pada budidaya kailan secara hidroponik adalah penyakit rebah semai. Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Rhizoctonia solani yang umumnya menyerang bibit. Gejala serangannya yaitu ditandai dengan bibit menjadi busuk sebelum tumbuh, bibit yang sudah tumbuh terlihat pangkalnya mendadak busuk sehingga roboh, bibit tumbuh tetapi kerdil.
Upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu pengendalian sejak dini yang bersifat preventif melalui monitoring harian untuk mendeteksi keberadaan hama dan penyakit. Selain itu juga dapat menggunakan nutrisi yang dapat mencegah hama dan penyakit. Artinya, cendawan dan hama dapat ditanggulangi dengan mengatur nutrisi, dengan menaikkan nitrat atau menurunkan amonium. Dengan meningkatkan nutrisi ini, jaringan sel padat dan rapat sehingga menghambat tumbuhnya miselium. Pengendalian lingkungan juga bisa menjadi salah satu strategi menghindari hama dan penyakit. Misalnya membiarkan rumput di bawah rak talang sehingga hama dan penyakit tidak mengenali tanaman inang berupa tanaman pokok. Cara lain dengan menanam tanaman antraktan yang dapat menjadi perangkap hama.
(a) (b)
Gambar 16. Gejala serangan hama pada tanaman kailan
(a) Aphid (b) Ulat
Sedangkan pengendalian yang dilakukan bila tanaman sudah terserang adalah dengan cara mekanis dengan mengambil hama yang ada atau mengambil daun atau tanaman yang terserang hama dan penyakit kemudian membuangnya. Selain itu juga menggunakan pestisida nabati yang berasal dari tanaman serai, kacang babi, dan kenikir. Pengendalian terhadap (OPT) Organisme Penganggu
Tanaman ini dilakukan apabila keberadaannya sudah melampaui batas. Namun apabila hanya sedikit sekali maka tidak perlu dilakukan karena dengan tujuan keseimbangan ekosistem. Dalam proses produksi juga terkadang terdapat tanaman yang tidak sehat ataupun mati, sehingga harus dilakukan penyulaman dengan tanaman yang baru.
4.1.5.6. Pembuatan larutan nutrisi
Nutrisi hidroponik ialah pupuk hidroponik lengkap yang mengandung semua unsur hara makro dan mikro yang diperlukan untuk tanaman hidroponik. Pupuk tersebut diformulasikan secara khusus, sesuai jenis dan fase pertumbuhan tanaman. Nutrisi hidroponik terdiri atas unsur hara makro dan mikro yang berbentuk garam-garam mineral yang larut 100% dalam air. Hidroponik sistem NFT membutuhkan pupuk dengan daya larut yang baik agar tidak ada endapan yang muncul jika dimasukkan ke dalam air. Untuk meramu pupuk hidroponik yang pertama dilakukan ialah membuat larutan A dan larutan B. Larutan A terdiri atas kalsium nitrat atau Ca(NO3)2 dan FeEDTA. Sedangkan larutan B berupa campuran unsur HNO3, KNO3, NH4NO3, NH4H2PO4, (NH4)2HPO4, (NH4)2SO4, KH2PO4, H3PO4, KCl, KH2PO4, K2SO4, MgSO47H2O, CaSO4, K2SO4, H2BO3, CuSO4SH2O, MnSO44H2O, ZnSO47H2O, dan (NH4)6Mo7O24H2O.
Langkah selanjutnya yaitu menyiapkan dua tong yang masing-masing berkapasitas 100 liter dan menyiapkan pengaduk dari pipa paralon agar tidak terjadi kontaminasi unsur-unsur kimia. Selanjutnya memasukkan air sebanyak 50 liter atau setengah dari volume tong ke dalam masing-masing tong. Kemudian memasukkan larutan A yang berwarna biru sebanyak 20 kg ke dalam salah satu tong, lalu diaduk dengan menggunakan pipa paralon hingga tercampur secara merata. Setelah itu memasukkan air ke dalam tong hingga tong penuh atau setara dengan 100 liter, lalu diaduk kembali hingga tercampur secara merata. Selanjutnya memasukkan larutan B yang berwarna merah gelap sebanyak 20 kg ke dalam tong lainnya, kemudian diaduk hingga tercampur secara merata. Setelah itu memasukkan air ke dalam tong hingga tong penuh atau setara dengan 100 liter, lalu diaduk kembali hingga tercampur secara merata.
Setelah itu menuangkan 1 ember larutan A dan larutan B masing-masing sebanyak 15 liter ke dalam tandon yang berkapasitas 3.000 liter air. Kemudian di aduk hingga tercampur secara merata, EC yang di dapatkan yaitu 2,3. Campuran tersebut siap digunakan dan disalurkan pada rak-rak talang. Untuk tanaman sayuran pada fase vegetatif, nutrisi yang diencerkan yaitu 7,5 liter larutan A dan 7,5 liter larutan B dalam 3.000 liter air. Sedangkan untuk fase generatif, nutrisi yang diencerkan yaitu 15 liter larutan A dan 15 liter larutan B dalam 3.000 liter air.
(a) (b)
Gambar 17. Aktifitas pembuatan pupuk hidroponik
(a) Pupuk Hidro A
(b) Pembuatan larutan pupuk B 4.1.5.7. Pemanenan
Pemanenan dapat dilakukan apabila tanaman telah memiliki bobot maksimal. Bobot ini didapat apabila daun sudah banyak dan daun termuda sudah memendek atau menjelang tanaman beralih dari fase vegetatif ke fase generatif, atau sesuai dengan permintaan mitra (swalayan). Tanaman kailan dapat dipanen saat berumur 35-40 hari setelah pindah tanam anak semai. Kriteria panen tanaman kailan hidroponik di PT. Kebun Sayur Segar yaitu tinggi tanaman 30-35 cm, bobot tanaman ±100-150 gram per tanaman, daun berwarna hijau tua dengan tepi yang bergelombang, tajuk roset tumbuh seimbang dan proporsional, serta daun bagian bawah mulai menguning. Umumnya panen dilakukan pada pagi hari antara pukul 07.00-08.00 WIB.
Tahapan panen kailan hidroponik yang dilakukan di PT. Kebun Sayur Segar yaitu pertama mengambil net pot yang berisi tanaman kailan dari lubang tanam pada rak talang, kemudian mencabut tanaman kailan bersama akarnya dari net pot. Selanjutnya memasukkan tanaman kailan yang telah dipanen ke dalam keranjang plastik, diupayakan tidak terlalu banyak tumpukan sayuran kailan dalam satu keranjang.
(a) (b) (c)
Gambar 18. Panen kailan
(a) Net Pot
(b) Tanaman Siap Panen (c) Aktivitas Pemanenan 4.1.5.8. Pasca Panen
PT. Kebun Sayur Segar sangat memperhatikan pula kegiatan yang dilakukan pasca sayuran dipanen sebelum dipasarkan kepada konsumen atau mitra dagang. Hal tersebut penting karena untuk mendapatkan sayuran yang baik, layak dipasarkan dan sesuai dengan permintaan pasar. Kegiatan penanganan pasca panen terdiri dari kegiatan penyortiran, penimbangan, pengemasan, penyimpanan dan pendistribusian.
a. Penyortiran
Proses sortasi merupakan proses pemilihan tanaman kailan yang layak untuk dikemas atau dipasarkan. Proses ini dilakukan dengan mencabut atau menghilangkan daun-daun yang sudah tua, rusak, layu, menguning, keriting, busuk dan terdapat OPT. Hal ini dilakukan agar tidak menurunkan kualitas penjualan.
b. Penimbangan
Setelah disortasi, kemudian dilaksankan proses penimbangan dengan berat 250 gram untuk tiap bungkus plastik. Tujuan dilakukan penimbangan ini yaitu untuk mendapatkan berat yang sama dan sesuai dengan permintaan pasar. c. Pengemasan
Setelah ditimbang, kailan dimasukkan kedalam kemasan plastik dengan label sesuai dengan permintaan dari supermarket atau swalayan mitra. Jenis plastik yang digunakan yaitu jenis selofan. Kailan dimasukkan dengan menggunakan alat bantu berupa plastik tebal yang memudahkan dalam memasukkan sayuran kedalam kemasan plastik sehingga proses bisa lebih cepat. Sebelum dimasukkan kedalam plastik, sayuran harus ditata rapi. Setelah itu kemasan di press dengan menggunakan alat yang bernama impulse sealer agar lebih rapi dan rapat.
d. Penyimpanan
Setelah dilakukan pengemasan kemudian sayuran yang sudah dikemas dimasukkan ke dalam tray untuk disimpan ke dalam ruang pendingin (cold
storage). Suhu diatur dengan kelembaban 70 – 90%, sehingga dapat tahan dan
segar sekitar 10-14 hari. Penyimpanan dilakukan hingga siap untuk dilakukan distribusi yaitu pada waktu dini hari.
e. Pendistribusian
Distribusi dilakukan pada malam hari dengan menggunakan mobil yang telah dilengkapi dengan alat pendingin ruangan, kapasitas 48 container dimana satu container berisi 20 – 30 pack sayuran agar tidak terjadi fluktuasi. Pemasaran produk sayuran hidroponik PT. Kebun Sayur Segar ini yaitu disekitar Jabodetabek, Serang, Cilegon, Bandung, Surabaya. Ketika sudah sampai di tempat tujuan, biasanya sayur dapat bertahan antara 4-5 hari. Pemasaran dilakukan setiap hari dengan menggunakan mobil box berpendingin agar kualitas sayuran tetap terjaga. Pasar sasaran dari perusahaan ini adalah supermarket atau pasar-pasar modern lainnya. Harga yang ditawarkan PT. Kebun Sayur Segar terhadap pasar untuk sayuran bayam yaitu Rp.10.000/pack.
Tabel 3. Tempat Pemasaran PT. Kebun Sayur Segar (a) (b) Hipermarket Supermarket Korean and Japanese Supermarket HoReKa (Hotel,
Restaurant, Kafe) Toko Buah
Carefour Sogo Cosmo Bintang Total Buah Segar
Giant Hero Papaya Sari Serpong Buah
Segar Hypermarket Matahari Company Pizza Al All Fresh
Makro Diamond New Seoul
Warung Daun Duta Buah Ranch Market Kamome Pepper Lunch Dunia Buah
Lion
Superindo Tomodachi
Jakarta Buah Segar
Hari-hari Mahi-mahi
Ramayana Citrus Cafe
Kemchick Solaria
Maxim Grand Lucky
(c)
Gambar 19. Pasca panen kailan
(a) Proses penimbangan (b) Proses pengemasan (c) Kemasan siap packing
4.2. Pembahasan
Kegiatan budidaya tanaman kailan secara hidroponik di PT. Kebun Sayur Segar yang berbeda dengan yang lain ialah penyemaian, pindah tanam anak semai, pengendalian OPT, pembuatan larutan nutrisi, serta panen dan pasca panen.
4.2.1. Penyemaian
Benih kailan yang akan disemai direndam dalam air terlebih dahulu sekitar satu malam. Hal ini dilakukan karena benih kailan yang digunakan yaitu benih kailan varietas lokal yang memiliki presentase tumbuh pada lingkungan tersebut sekitar 80 %. Perendaman benih ini dimaksudkan untuk menginisiasi perkecambahan. Sesuai dengan pendapat Grubben dan Sukprakarn (1994), bahwa benih kailan memang sering menunjukkan kondisi dormansi, khususnya ketika benih disimpan pada suhu yang tinggi dan disemai pada tanah dengan temperatur di atas 24C. Cara paling baik untuk mematahkan dormansi adalah dengan menyimpan benih yang telah dibasahi pada suhu 2-5C selama 1-3 hari.
Setelah benih ditanam pada rockwool, kemudian tray yang berisi rockwool tersebut diletakkan di ruang gelap dengan suhu berkisar antara 17-25 C atau
disungkup selama dua hari. Penyungkupan dilakukan untuk mempercepat proses perkecambahan benih. Kemudian jika sudah ada yang bertunas, tray dapat dipindah ke tempat tempat yang agak terkena sinar matahari yaitu greenhouse N1. Pemindahan dilakukan tepat waktu dan diusahakan tidak terlambat supaya tidak terjadi etiolasi pada benih yang sudah disemai.
Sedangkan menurut Herwibowo dan Budiana (2014), setelah benih ditanam pada rockwool, rockwool tersebut diletakkan dalam rak talang pembibitan di
greenhouse yang teduh/tanpa sinar matahari. Tidak diletakkan pada ruang gelap
atau disungkup rapat selama dua hari, karena akan membuat bibit menjadi etiolasi.