BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
E. Kegiatan Usaha
1. Corporate Social Responsibility
Program ini sifatnya menjadi wajib dan tidak terlepaskan dari program utama Telkomsel, dengan harapan bahwa manfaat yang dirasakan oleh masyarakat Indonesia dengan kehadiran Telkomsel tidak hanya manfaat yang diperoleh dari layanan Telekomunikasi berikut multiplier effect yang ditimbulkannya, namun dapat lebih terasa secara langsung dan menyentuh aspek kebutuhan sehari-hari dengan sasaran bidang kesehatan dan pendidikan. Sasaran ini dipilih dengan harapan memberi kontribusi positif bagi masa depan bangsa Indonesia melalui generasi penerus dengan modal dasar sehat, santun dan berilmu.
2. Pendidikan Kreatif
Telkomsel melakukan berbagai jenis pendekatan guna menggali potensi diri remaja. Salah satunya melalui pendekatan pemberian pendidikan yang berorientasi pada kreativitas. Program yang dilakukan kepada 1000 siswa-siswi SMP ini membantu para pelajar dalam pencarian jati diri, dimana masa ini merupakan saat yang sangat strategis dan krusial yang ditandai perubahan fisik maupun psikis. Salah satu kegiatan ini adalah membuat karya musik yang bisa ditampilkan sebagai alat untuk mempermudah proses pembelajaran kreatif kepada anak-anak muda Indonesia.
44
Kegitan ini termasuk dalam kegiatan Filantropi Perusahaan. Jadi perusahaan memerhatikan masyarakatnya dengan mengembangkan berbagai program yang menunjang pengembangan diri masyarakat demi peningkatan kualitas hidup masyarakatnya di kemudian hari.
3. Pendidikan Non Formal
Telkomsel melihat potensi masyarakat yang sangat kurang dalam bidang pendidikan formal, maka diadakanlah kegiatan Pendidikan Non Formal. Dengan adanya kegiatan ini dapat mengembangkan kualitas masyarakat Indonesia, khususnya di kota Makassar. Kegiatan ini sangat berguna karena akan memberikan manfaat bagi masyarakat di kemudian hari dalam rangka peningkatang kualitas kehidupan yang lebih layak bagi manusia. Kegiatan yang pernah dilakukan adalah “Training IT”
bidang Matematika kepada guru-guru sekolah yang mengajar mata pelajaran Matematika.
Kegiatan training IT ini termasuk kegiatan Filantropi Perusahaan (Corporate Philanthropy) seperti yang dijelaskan oleh Kotler dan Lee (2005) dalam Kartini (2009:63-75). Kegiatan Filantropi Perusahaan ini merupakan kegiatan dengan memberikan pelayanan secara cuma-Cuma kepada masyarakat yang membutuhkan.
4. Bersih itu Sehat dan Santun
Sekolah-sekolah yang ada di Indonesia belum tentu memiliki fasilitas WC yang bersih, sarana olahraga yang baik dan lingkungan yang bersih dan sehat bagi anak-anak. Salah satu pendekatan yang dilakukan Telkomsel dalam membantu terciptanya lingkungan sekolah yang kondusif ialah dengan membangun sarana
45
sanitasi dan berolahraga/bermain di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia khususnya di kota Makassar untuk melatih dan membiasakan hidup bersih, sehat dan santun.
Kegiatan ini sangat berkaitan dengan isu-isu kesehatan dan lingkungan bertujuan untuk membantu masyarakat agar tercipta kehidupan dan lingkungan sehat.
5. Ketrampilan/Kewirausahaan
Telkomsel mencanangkan aktivitas yang senantiasa dapat menciptakan kualitas kehidupan masyarakat yang lebih baik. Dalam meningkatkan mutu kehidupan masyarakat dapat juga dilakukan melalui pemberian pendidikan keterampilan dan kewirausahaan. Salah satu hal yang aktif dilakukan Telkomsel di berbagai daerah ialah dengan melakukan pelatihan teknisi reparasi ponsel disertai pemberian sarana awal usahanya kepada para pemuda potensial di berbagai kota seperti Banda Aceh, Lhokseumawe, Yogyakarta dan Makassar. Dalam memberikan pelatihan keterampilan dan kewirausahaan, stimulasi terhadap objek kegiatan dilakukan dengan pemberian modal usaha, fasilitas utama dan fasilitas pendukung dari Telkomsel sendiri. Sejak tahun 2009 Telkomsel fokus memberikan bekal kepada anak jalanan, penyandang cacat dan mantan pecandu narkotika melalui pelatihan kewirausahaan teknisi telepon genggam.
46
BAB V
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Setelah penulis melakukan penelitian selama kurang lebih 2 bulan dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi secara langsung, wawancara dengan beberapa informan yang terkait langsung dengan metode pendistribusian produk PT Telkomsel Area Pamasuka dan melakukan studi pustaka yang berhubungan dengan pendistribusian produk, maka penulis berhasil memperoleh data berhubungan dengan masalah yang diteliti.
Berdasarkan data yang diperoleh langsung pada lokasi penelitian, maka dalam bab ini penulis akan memaparkan sejumlah hasil penelitian tentang metode pendistribusian produk PT Telkomsel Area Pamasuka dalam Upaya memenuhi kebutuhan pasar/outlet.
1. Analisis metode pendistribusian produk terhadap upaya memenuhi kebutuhan pasar/outlet.
Berdasarkan metode pendistribusian yang telah dikemukakan sebelumnya, maka dapat dilihat pada tabel peningkatan distribusi produk.
46
47
Sumber : Canvaser Distibutor PT. Telkomsel Pamasuka, 2014
Berdasarkan tabel 1 diatas dapat dibuatkan grafik peningkatan distribusi produk pada kartu Halo sebagai berikut:
AKTIVASI
Berdasarkan tabel 1 dan grafik di atas, menunjukkan bahwa pendistribusian terhadap produk kartu halo pada minggu pertama bulan Desember 2013 sebanyak 15 pcs, meningkat pada minggu kedua sebanyak 20 pcs, minggu ketiga juga mengalami peningkatan sebanyak 23 pcs, dan minggu keempat mengalami penurunan penjualan
48
sebanyak 10 pcs, artinya pada minggu keempat jumlah penjualan menurun tetapi ini tidak merugikan pihak perusahaan dalam mendistribusikan produk ke distributor, karena produk kartu halo merupakan produk pasca bayar yaitu pengguna produk bagi kalangan menengah keatas. Penurunan pada minggu keempat tersebut disebabkan oleh sales yang bertugas menawarkan produk pasca bayar sudah sulit mendapatkan pelanggan.
Berdasarkan tabel 1 diatas dapat dibuatkan grafik peningkatan distribusi produk pada kartu Simpati sebagai berikut:
AKTIVASI
2500 2359
2000 2100
1510 1700
1500
1000 AKTIVASI
500
minggu I minggu II minggu III minggu IV
Berdasarkan tabel 1 dan grafik di atas, menunjukkan bahwa pendistribusian terhadap produk kartu Simpati pada minggu pertama bulan desember 2013 sebanyak 1.510 pcs, meningkat pada minggu kedua sebanyak 1.700 pcs, minggu ketiga dan
49
keempat meningkat sebanyak 2.100 pcs dan 2.359 pcs, artinya peningkatan jumlah penjualan produk simpati pada bulan desember 2013 sebesar 20 % perminggu.
Berdasarkan tabel 1 diatas dapat dibuatkan grafik peningkatan distribusi produk pada kartu As sebagai berikut:
AKTIVASI
Berdasarkan tabel 1 dan grafik diatas, menunjukkan bahwa pendistribusian produk kartu As pada minggu pertama bulan Desember 2013 sebanyak 1.500 pcs, meningkat pada minggu kedua sebanyak 2.100 pcs, kemudian pada minggu ketiga dan keempat sebanyak 2.350 pcs dan 2.595 pcs, artinya pada bulan Desember 2014 penjualan produk kartu Simpati mengalami peningkatan penjualan setiap minggunya sebesar 25 %.
50
Untuk pendistribusian produk pada bulan Januari 2014, dapat terlihat pada tabel 2. Performance Sales Team PT. Telkomsel Pamasuka sebagai berikut:
Minggu Produk
Sumber : Canvaser Distibutor PT. Telkomsel Pamasuka, 2014
Berdasarkan tabel 2 diatas dapat dibuatkan grafik peningkatan distribusi produk pada kartu Halo sebagai berikut:
AKTIVASI
Berdasarkan tabel 2 dan grafik di atas menunjukkan bahwa pendistribusian terhadap produk kartu halo pada minggu pertama bulan Januari 2014 sebanyak 16 pcs, meningkat pada minggu kedua sebanyak 21 pcs, minggu ketiga juga mengalami peningkatan sebanyak 24 pcs, dan minggu keempat mengalami penurunan penjualan
51
sebanyak 18 pcs, artinya pada minggu keempat jumlah penjualan menurun.
Penurunan pada minggu keempat tersebut disebabkan oleh sales yang bertugas menawarkan produk pasca bayar sudah sulit mendapatkan pelanggan.
Berdasarkan tabel 2 diatas dapat dibuatkan grafik peningkatan distribusi produk pada kartu Simpati sebagai berikut:
AKTIVASI
Berdasarkan tabel 2 dan grafik diatas menunjukkan bahwa pendistribusian produk kartu simpati pada minggu pertama bulan Januari 2014 sebanyak 3.000 pcs, meningkat pada minggu kedua sebanyak 3.450 pcs, kemudian pada minggu ketiga dan keempat sebanyak 4.580 pcs dan 4.891 pcs, artinya pada bulan januari 2014 penjualan produk kartu Simpati mengalami peningkatan penjualan setiap minggunya 30 %.
52
Berdasarkan tabel 2 diatas dapat dibuatkan grafik peningkatan distribusi produk pada kartu As sebagai berikut:
AKTIVASI
Berdasarkan tabel 2 dan grafik diatas menunjukkan bahwa pendistribusian produk kartu As pada minggu pertama bulan Januari 2014 sebanyak 1.500 pcs, meningkat pada minggu kedua sebanyak 2.380 pcs, kemudian pada minggu ketiga dan keempat sebanyak 3.560 pcs dan 3.569 pcs, artinya pada bulan Januari 2014 penjualan produk kartu As mengalami peningkatan penjualan setiap minggunya sebesar 35%.
Selanjutnya pendistribusian produk pada bulan februari 2014, dapat terlihat pada tabel 3 Performance Sales Team PT. Telkomsel Pamasuka sebagai berikut:
53
Sumber : Canvaser Distibutor PT. Telkomsel Pamasuka, 2014
Berdasarkan tabel 3 diatas dapat dibuatkan grafik peningkatan distribusi produk pada kartu Halo sebagai berikut:
AKTIVASI
Berdasarkan tabel 3 dan grafik di atas menunjukkan bahwa pendistribusian terhadap produk kartu halo pada minggu pertama sebanyak 18 pcs, meningkat pada minggu kedua sebanyak 23 pcs, minggu ketiga juga mengalami peningkatan sebanyak 29 pcs, dan minggu keempat mengalami penurunan penjualan sebanyak 20
54
pcs, artinya pada minggu keempat jumlah penjualan menurun. Penurunan pada minggu keempat tersebut disebabkan oleh sales yang bertugas menawarkan produk pasca bayar sudah sulit mendapatkan pelanggan.
Berdasarkan tabel 3 diatas dapat dibuatkan grafik peningkatan distribusi produk pada kartu Simpati sebagai berikut:
AKTIVASI
5000
4000 3560 3598
3000 3210
2000
AKTIVASI .
2050
1000
minggu I minggu II minggu III minggu IV
pendistribusian produk kartu simpati pada minggu pertama bulan Februari 2014 sebanyak 2.050 pcs, meningkat pada minggu kedua sebanyak 3.210 pcs, kemudian pada minggu ketiga dan keempat sebanyak 3.560 pcs dan 3.598 pcs, artinya pada bulan Februari 2014 penjualan produk kartu Simpati mengalami peningkatan penjualan setiap minggunya sebesar 35 %.
55
Berdasarkan tabel 3 diatas dapat dibuatkan grafik peningkatan distribusi produk pada kartu As sebagai berikut:
AKTIVASI
5000 4580
4000 4490
3000 2950 3580
2000
AKTIVASI .
1000
minggu I minggu II minggu III minggu IV
pendistribusian produk kartu As pada minggu pertama bulan Februari 2014 sebanyak 2.950 pcs, meningkat pada minggu kedua sebanyak 3.580 pcs, kemudian pada minggu ketiga dan keempat sebanyak 4.490 pcs dan 4.580 pcs, artinya pada bulan februari 2014 penjualan produk kartu As mengalami peningkatan penjualan setiap minggunya sebesar 40%.
56
2. Daftar Penentuan Tarif Produk Telkomsel a. Kartu Halo
Layanan Tarif (Rp) Keterangan
TELEPON
Sesama Telkomsel 700/Menit
Time Unit 30 detik
Operator lain PSTN/CDMA 1,000/Menit
Time Unit 30 detik
SMS
Sesama Telkomsel 150/SMS -
Operator lain / CDMA 175/SMS -
International 500/SMS -
MMS 1,100 -
INTERNET 125.000/Bulan Unlimited
b. Kartu Simpati
Layanan Tarif (Rp) Keterangan
TELEPON
Sesama Telkomsel Rp 165/10 detik untuk 120 detik pertama Skema berulang
selanjutnya Rp 6/10 detik s.d. 300 detik.
Operator lain
PSTN/CDMA Rp 990 / 30 detik untuk 120 detik pertama Skema berulang
selanjutnya Rp 17 / 30 detik s. d. 300 dtk.
SMS
Sesama Telkomsel Rp. 150/SMS -
Operator lain / CDMA Rp 150/SMS -
International Rp 600/SMS -
MMS Rp 1,500/ MMS (300 KB) -
INTERNET 99.000 3 bulan Kuota 6 Gb
57
c. Kartu As
Layanan Tarif (Rp) Keterangan
TELEPON
1. Kantor Distribusi Telkomsel Pamasuka
Koperasi Telekomunikasi seluler (KISEL) adalah lembaga penyedia jasa Distribution Chanel (penjualan dan distribusi), layanan umum dan layanan infrastuktur telekomunikasi. Dengan jaringan kantor operasional sebanyak 58 buah kantor wilayah/cabang yang tersebar dari provinsi Nangroe Aceh Darussalam hingga provinsi Papua dan didukung oleh 3.778 orang anggota dengan mayoritas anggota adalah karyawan telkomsel.
Secara umum bisnis Distribusi Chanel menjadi medium bagi industry telco untuk menyalurkan produknya dari pusat metropolitan sampai kepelosok negeri.
Telco Infrastruktur menjadi medium bagi operator telco untuk menyelesaikan
58
berbagai bagian dari bisnis proses di infrastrukturnya. Sedang general service menjadi medium bagi semua pelaku usaha terkaiit akan kebutuhan layanan umum.
Perjalanan bisnis kisel dimulai dengan mengembangkan usaha yang relative modern, diluar kebiasaan lembaga yang bernama koperasi, di manna saat itu kisel terlibat banyak dalam bisnis yang mendukung kegiatan Telkomsel. Sejak pendirian tahun 1996 hingga tahun 2000 bidang yang saat itu dibutuhkan antara lain pemenuhan kebutuhan SDM penunjang, pekerjaan yang terkait dengan tagihan , dan beberapa kebutuhan yang lain yang sifatnya lokal. Mulai saat itu terbangunlah embrio di semua wilayah operasi Telkomsel.
Di samping external driver yang bersumber dari customer, secara internal para pengurus melakukan berbagai pemikiran , pengembangan usaha dan kecepatan pertumbuhan customer telah mengkondisikan kisel untuk melakukan penambahan lingkup usaha. antara tahun 2000-2012 dilakukan tranformasi untuk mengembangkan kisel sebaagai lembaga bisnis yang modern, melalui berbagai inisiatif. Semangat yang diluncurkan adalah memperkokoh pondasi dan percepatan pengembangan bisnis, peningkatan profesionalisme, pengintegrasian, dan pengontrolan proses bisnis.
Pondasi ini memudahkan kisel seebagai lembaga koperasi untuk lebih lincah dalam melayani anggotanya (meningkatkan kesejahteraan) dan bergerak melayaani pasar. Sejalan dengan perkembangan industri telekomunikasi dan lingkungan industri ini, kisel terus dikembangkan untuk menjadi pendukung yang handal bagi tumbuh dan berkembangnya industry telekomunikasi di Indonesia. Dalam perjalanannya ada
59
beberapa hal yang signifkikan yang telah dicapai kisel antara lain sebagai salah satu Autorized Distributor tingkat nasional.
2. Metode pendistribusian produk
Metode distribusi berbasis cluster disusun dengan niat baik untuk mengelola ketersediaan produk bagi para pedagang di pasar/outlet secara merata di seluruh wilayah pamasuka. Metode distribusi berbasis cluster pada dasarnya dibuat untuk pengelolaan yang lebih baik atas sistem penjualan produk dan sebelum resmi diberlakukan, telah melalui serangkaian kajian dan proses evaluasi internal yang memadai, termasuk mendengarkan masukan dari para mitra dealer, pasar/outlet dan re-seller.
Hard Cluster hanya diberlakukan kepada pedagang pulsa pasar/outlet tradisional, sementara untuk pasar modern seperti Bank melalui ATM, Carefour, Indomaret, Alfamaret dan yang sejenis tidak berlaku dan mendapatkan keistimewaan jumlah barang yang tidak terbatas dan bebas melalukan penjualan ataupun pengisian ulang tanpa memperhatikan keberadaan nomor ponsel yang hendak di isi dimanapun berada.
3. Wawancara kepada pihak pasar/outlet tentang pendistribusian produk PT.
Telkomsel Area Pamasuka
1. 500 Cell jln. Abd. Kadir Dg.Suro Samata
Metode pendistribusian produk yang dilakukan oleh perusahaan Telkomsel sudah cukup efisien, karena para sales yang membawa produk telkomsel telah memberikan produk yang dibutuhkan oleh outlet. Kegiatan yang telah dilakukan oleh
60
distributor telkomsel yaitu Kisel telah membawa dampak positif bagi outlet untuk tetap menjalankan usahanya dibidang Telekomunikasi.
2. Arya Cell jln. Mustafa Dg. Bunga Romang polong
Distributor telkomsel telah melakukan pekerjaannya dengan baik, yaitu tidak mempersulit outlet dalam melakukan pengorderan produk telkomsel. Serta sales yang diberikan tigas oleh distributor mengetahui dan mengerti mengenai produk yang mereka bawakan, sehingga apabila ada pihak pembeli yang ingin menanyakan program mengenai produk telkomsel tersebut dapat dengan mudah mereka menjelaskannya.
3. Dhela Cell jln. Mustafa Dg. Bunga Romang polong
Pendistribusian produk yang dilakukan oleh distributor telkomsel telah memenuhi kebutuhan outlet, sehingga kami pihak outlet dapat melakukan transaksi penjualan kepada pelanggan dengan santai karena tidak mengalami kekurangan produk, saya sangat berterima kasih kepada pihak distributor terutama sales yang telah mengantarkan produk yang kami butuhkan ke outlet kami.
4. Taufiq Sales/Canvaser distributor Telkomsel
Sebagai sales/canvasser telkomsel kami telah melakukan pekerjaan sesuai dengan yang diharapkan oleh distributor kami yaitu kisel. Dengan mengantarkan produk telkomsel ke outlet sesuai dengan cluster/wilayah yang telah dibagikan kepada pihak distributor, sehingga para outlet mendapatkan produk secara merata.
61
5. Muslim Madjid Spf Kisel
Sebagai Spf distributor kisel kami telah menerapkan sistem cluster kepada para outlet agar sales yang mengantarkan produk ke outlet dapat terarah dengan baik sehingga mempercepat alur distribusi yang dilakukan oleh pihak distributor. Dalam pelaksanaan distribusi produk ke outlet kami tidak mengalami kesulitan karena sistem yang telah tersusun dengan baik dan diterapkan dengan benar oleh setiap sales yang bertugas dalam melakukan distribusi kepada pihak outlet.
62
BAB VI
SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan
Metode pendistribusian produk yang digunakan untuk kebutuhan pasar/outlet pada perusahaan PT. Telkomsel Pamasuka adalah strategi bauran pemasaran yaitu penentuan harga, perencanaan produk, manajemen harga, distribusi, komunikasi dan produk untuk meningkatkan penjualan.
Strategi bauran pemasaran (kombinasi penentuan harga, perencanaan produk, manajemen harga, distribusi, komunikasi dan produk) yang digunakan PT. Telkomsel Pamasuka berhasil meningkatkan penjualan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pasar/outlet.
Akan tetapi, jika ditelusuri lebih jauh maka diantara bauran pemasaran yang paling besar pengaruhnya terhadap peningkatan penjualan dalam memenuhi kebutuhan pasar/outlet adalah penentuan harga.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan yang dikemukakan sebelumnya, maka dapat diberikan saran sebagai bahan masukan bagi pihak perusahaan yaitu sebagai berikut : 1. Diharapkan kepada PT. Telkomsel pamasuka untuk dapat mempertahankan
metode pendistribusian kepada pihak distributor agar tetap menjadi pemimpin pasar.
62
63
2. Dengan semakin banyaknya perusahaan yang bersaing dibidang Telekomunikasi, diharapkan PT. Telkomsel pamasuka dapat membangun kekuatan yang lebih efektif agar pelanggan yang ada dapat dipertahankan dan lebih ditingkatkan lagi pada tahun yang akan datang.
64
DAFTAR PUSTAKA
Alma, B 2007. Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Bandung: Alfabeta.
Amirullah. 2005, Pengertian Produk. Edisi Ketiga, Bandung: Alumni.
Fuad dan Sugiarto, 2005,Manajemen PemasaranHarga. Bandung: Alfabeta.
Gitosudarmo, I, 2006. Pengantar Bisnis. Yogyakarta: Erlangga.
Hurriyati, Ratih. 2006. Bauran Pemasaran Dan Loyalitas Konsumen. Bandung:
Remaja Karya.
Kotler, P. 2007. Strategi Pemasaran. Wikipedia: (Http://Google.Com, Diakses 16 Juli 2011 jam 16: 27 AM).
. 2002. Manajemen Pemasaran. Terjemahan Oleh Hendra Tegu, Ronny A.
Rusli, Benyamin Molan. Jakarta: PT.BumiAksara.
. 2007. Manajemen Pemasaran. Indonesia: Erlangga.
. 2007. Manajemen Distribusi. Bandung: Alfabeta.
Porter, m, e, maulana, a. 2009. Strategi Pemasaran : teknik manganalisis industry dan pemsaran. Jakarta : erlangga.
Rangkuti, 2006.Jenis – jenis Pelanggan.Yogyakarta :Erlangga.
Rismiati Catur E. 2006. Pemasaran Barang dan Jasa, Penerbit : Kanisius, Yogyakarta.
Soprihanto, J dan Sumarni, M. 2007. Pengantar Bisnis. Yogyakarta: Liberty.
Sunarto, 2004.Manajemen Pemasaran. Jakarta : Liberty.
Tjiptono Fandy, 2009, Strategi Pemasaran, edisi revisi, Penerbit : Andy Offset, Yogyakarta.
Warrant, J. Keegen, 2003.ManajemenDistribusi. Bandung: Alfabeta.
ZeithamldanBitner, 2005.ManajemenPemasaran. Jakarta: Erlangga.
Berdasarkan struktur organisasi tersebut, maka fungsi dan wewenang masing-masing bagian akan dijelaskan sebagai berikut :
1. Vice president area pamasuka : bertanggung jawab terhadap seluruh wilayah area 4 pamasuka (papua, maluku, sulawesi, kalimantan)
2. Gm sales & customer care region sulawesi & papua : bertanggung jawab terhadap wilayah regional 9 sulawesi & papua (sales & pelayanan)
3. Gm fa pamasuka :bertanggung jawab dibidang finance & administration untuk wilayah pamasuka
4. Gm ict operation region sulawesi &papua : bertanggung jawab dibidang network untuk wilayah sulawesi & papua
5. Manager treasury pamasuka : bertanggung jawab untuk memberikan persetujuan segala proses pembayaran kepada mitra telkomsel
6. Manager accounting, tax, &budget pamasuka : bertanggung jawab untuk memberikan persetujuan reporting dan penggunaan budget serta perhitungan pajak
7. Manager procurement pamasuka : bertanggung jawab untuk memberikan persetujuan pada semua proses pengadaan barang dan jasa wilayah pamasuka 8. Manager general & affair pamasuka : bertanggung jawab untuk memberikan
persetujuan pada pengadaan yang bersifat kebutuhan gedung kantor dan keperluan kantor
9. Spv cash management pamasuka section : bertanggung jawab memonitor penerimaan pembayaran dari distributor telkomsel
10. A / p management pamasuka section : bertanggung jawab mereview pengajuan pembayaran atas tagihan yang akan dibayar
11. Supervisor budget & management reporting pamasuka : bertanggung jawab mereview penggunaan budget oleh departemen yang lain sehingga sesuai dengan account yang telah ditetapkan
12. Spv accounting operation pamasuka : bertanggung jawab mereview proses pencatatan transaksi untuk dijadikan report accounting
13. Supervisor admin procurement sulawesi & papua : bertanggung jawab mereview pengajuan pengadaan barang dan jasa serta pendaftaran mitra telkomsel
14. Supervisor procurement sulawesi & papua : bertanggung jawab mensupervisi proses pengadaan barang dan jasa
15. Supervisor facilities pamasuka : bertanggung jawab mereview segala kebutuhan kantor dan mengelola penggunaan mobil operasional
16. Supervisor inventory , distribution & warehouse pamasuka : bertanggung jawab mereview proses distribusi produk (kartu perdana & voucher) kepada distributor telkomsel
17. Cash management pamasuka staff : bertanggung jawab melakukan pembayaran kepada mitra dan kantor cabang telkomsel
18. Treasury pamasuka senior staff : bertanggung jawab memastikan pemabayaran dari distributor telkomsel
19. Treasury pamasuka senior staff : bertanggung jawab melakukan pembayaran kepada mitra telkomsel (supplier)
20. Treasury pamasuka senior staff : bertanggung jawab melakukan pencatatan by system seluruh dokumen tagihan yang akan dibayarkan
21. Budget & management reporting pamasuka staff : bertanggung jawab melakukan verifikasi penggunaan budget agar sesuai account
22. Accounting, tax, & budget pamasuka senior staff : bertanggung jawab melakukan verifikasi pengajuan pengadaan untuk disesuaikan dengan budget yang tersedia 23. Accounting operation pamasuka staff : bertanggung jawab melakukan verifikasi
perhitungan pajak dan reporting pajak
24. Admin procurement sulawesi & papua : bertanggung jawab melakukan distribusi dokumen permintaan pengadaan barang & jasa kepada bagian pengadaan
25. Procurement pamasuka senior staff : bertanggung jawab melakukan proses pengadaan barang dan jasa dibidang sales & marketing
26. Procurement pamasuka senior staff : bertanggung jawab melakukan proses pengadaan barang dan jasa dibidang network
27. Procurement pamasuka staff : bertanggung jawab melakukan proses pengadaan barang dan jasa dibidang sales & marketing
28. Procurement pamasuka staff : bertanggung jawab melakukan pengadaan barang &
jasa dibidang network
29. Offire facilities pamasuka staff : bertanggung jawab melakukan pengadaan kebutuhan kantor
30. Offire facilities pamasuka staff: bertanggung jawab mengelola penggunaan fasilitas kantor
31. Inventory, distribution & warehouse pamasuka staff : bertanggung jawab melakukan distribusi product ( kartu perdana & voucher) kepada distributor telkomsel.
KUISIONER
IDENTITAS RESPONDEN
Nama :
Usia : Tahun
Jenis Kelamin : Laki – laki / Perempuan
Alamat :
Pendidikan Terakhir : Petunjuk Isian :
Berilah tanda centreng ( √ ) pada kotak alternatif jawaban yang dianggap paling sesuai dengan pikiran anda.
Variabel Metode Pendistribusian Produk ( X ) A. Distribusi
1. Menurut anda bagaimanakah pemahaman sales tentang produk Telkomsel yang didistribusikan ?
Jawaban : ( √ ) Skor :
a. Sangat paham ( ) 4
b. Cukup paham ( ) 3
c. Kurang paham ( ) 2
d. Tidak paham ( ) 1
2. Setujukah anda apabila produk Telkomsel dibagikan secara merata pada setiap wilayah ?
Jawaban : ( √ ) Skor :
a. Sangat setuju ( ) 4
b. Cukup setuju ( ) 3
c. Kurang setuju ( ) 2
d. Tidak setuju ( ) 1
3. Menurut anda apakah metode pendistribusian yang dilakukan oleh Telkomsel sudah benar ?
4. Menurut anda bagaimana efektifitas metode penjualan produk Telkomsel kepada para pelanggan ?
5. Menurut anda bagaimana pemberian informasi terhadap produk yang dipasarkan ?
Jawaban : ( √ ) Skor :
a. Sangat informatif ( ) 4
b. Cukup informatif ( ) 3
c. Kurang informatif ( ) 2
d. Tidak informatif ( ) 1
6. Setujukah anda bahwa produk Telkomsel memberikan paket yang beragam kepada
6. Setujukah anda bahwa produk Telkomsel memberikan paket yang beragam kepada