• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kegiatan Webinar: Menjadi Pengusaha di Spanyol

Dalam dokumen LAPORAN TRIWULAN IV TAHUN ITPC BARCELONA (Halaman 75-79)

III. KEGIATAN ITPC BARCELONA PADA TAHUN 2020

19. Kegiatan Webinar: Menjadi Pengusaha di Spanyol

Atase Perdagangan Madrid, ITPC Barcelona bersama dengan PPI (persatuan Pelajar Indonesia) Spanyol menyelenggarakan webinar tematik yang bertemakan

“Menjadi Pengusaha di Spanyol”, pada hari Rabu tanggal 30 September 2020, pukul 14:00 s.d. 16:00 waktu Spanyol. Acara ini dimoderatori oleh saudara Rizky Lasabuda sebagai perwakilan dari PPI Spanyol, dan dibuka oleh Atase Perdagangan Madrid sekaligus narasumber webinar ini, Ibu Novita Sari memberikan informasi situasi ekonomi pada saat pandemi Covid-19 di Spanyol.

Pemberlakuan lockdown dan penutupan untuk banyaknya kegiatan ekonomi yang diputuskan untuk menghadapi pandemi COVID-19 di Spanyol akan menyebabkan penurunan PDB untuk tahun ini secara keseluruhan. Pada sesi pertama Ibu Novita menjelaskan bahwa Terdapat 21 isu yang akan dibahas di IEU-CEPA hal ini berkaitan karena negara-negara Uni Eropa adalah mitra dagang utama Indonesia, sampai dengan saat ini pemerintah Indonesia sedang mengupayakan untuk dapat

setara dengan standard EU dalam perdagangan agar para pelaku usaha dapat memanfaatkan perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Eropa.

Sesi kedua dilanjutkan oleh Ibu Puri Listiyani Kepala ITPC Barcelona, pada kesempatan ini Ibu Puri menjelaskan Produk apa saja yang nilai ekspor nya naik ke Spanyol selama pandemic diantaranya adalah palm oil yang masuk dalam kategori HS code 15 naik signifikan sebesar 54,22%, Besi dan baja yang masuk dalam HS code 72 naik sebesar 37,79% dan produk kopi, teh dan rempah-rempah yang masuk dalam HS code 09 naik sangat signifikan sebesar 202,73%.

Dijelaskan pada saat ini Jenis produk yang siap ekspor adalah Kerajinan tangan (tapi masih dalam kendala karena menurunnya wistawan) dan makanan (khususnya coconut products) selain itu, produk dari Indonesia yang cocok untuk memulai penetrasi pasar ke Spanyol adalah furniture, kopi, rempah-rempah, produk kulit, kerajinan tangan dan perhiasan, Perihal kedua yang disampaikan adalah kendala dalam UKM pada umumnya adalah masalah finansial yang belum memadai dan Kurangnya informasi dalam administrasi dan promosi barang bagi para calon entrepreneur dan eksportir.

Produk yang berasal dari Indonesia untuk diperdagangkan di Spanyol sebaiknya memiliki nilai dalam membangun perekenomian daerah asal tanam seperti Sorga chocolate dari Bali (lebih mendapatkan perhatian lebih dari pelaku usaha Spanyol), Produk makanan dan minuman karena semua orang butuh akan konsumsi pangan, khususnya pada masa pandemic ini, serta buah-buahan tropis memiliki potensi yang sangat baik di Spanyol.

Sesi selanjutnya dilanjutkan oleh Ibu Dika Rinakuki perwakilan CBI Belanda, CBI selama ini berperan aktif dalam mengkoneksikan Indonesia dengan Uni Eropa, Indonesia masih masuk dalam binaan CBI dibandingkan negara lainnya serta Melakukan pendekatan integratif, seperti bekerjasama dengan eksportir, importir, dll. Ibu Dika menjelaskan bahwa banyaknya hambatan yang ditemui oleh pengusaha Indonesia khususnya UKM, kendala tersebut adalah: kurangnya informasi detail mengenai pasar dan negara tujuan, keinginan untuk cepat sukses dan besar secara instan bahkan bisa menyebabkan UKM collapsed dan gulung tikar. Salah satu persyaratan untuk memasuki

pasar Spanyol produk terkait harus memiliki label, kategori produk dan komposisi produk dalam bahasa Spanyol, hal ini memudahkan pembeli Spanyol untuk mengidentifikasikan produk terkait.

20. Kunjungan Ke Importir Produk Handycraft Bali Kupu-Kupu S.L dan Studio Tattoo L’estartit, di L’estartit, Girona, Spanyol

Dalam rangka memperluas jaringan kerja dengan pengusaha di Spanyol, pada tanggal 01-02 September 2020, ITPC Barcelona melakukan kunjungan ke salah satu toko dan distributor produk kerajinan tangan yang bernama Bali Kupu-kupu S.L. dan Studio Tattoo L’Estartit yang berlokasi di L’Estartit, Girona. Bali Kupu-kupu S.L telah memulai usahanya sejak tahun 2010 sedangkan Studio Tattoo milik Bapak Komang Warsa sudah lebih dahulu berdiri yang dimulai tahun 2007. Pada kesempatan ini kami bertemu dengan Mr. David dan Mrs. Kardiari sebagai pemilik dari Bali Kupu-kupu S.L, Hampir seluruh produk diimpor dari Indonesia khususnya kerajinan tangan, perhiasan dan produk tekstil,selain produk asal Indonesia khususnya Bali.

Mr. David menjelaskan, Bali Kupu-kupu S.L sebagai distributor produk kerajinan tangan dan perhiasan, telah mensuplai ke beberapa toko kerajinan lainnya di Catalunya, khususnya Girona dan juga ke salah satu pabrik cokelat di Spanyol (sebagai tempat hiasan cokelat) dan juga ke beberapa perusahaan yang juga bergerak dibidang penjualan grosir produk kerajinan tangan .

Dalam kesempatan ini, Mrs. Kardiari menjelaskan bahwa selama masa pandemi ini penjualan produknya menurun sebanyak 30% dari tahun sebelumnya,

biasanya dalam satu tahun Bali Kupu-kupu S.L. mengimpor 3-4 kontainer berukuran 20 atau 40 feet dari Indonesia, sedangkan untuk tahun ini, pihaknya hanya dapat mengimpor 2 kontainer dengan ukuran berbeda (20 dan 40). Pengiriman kontainer pertama yang dipesan semenjak bulan Maret telah tiba pada pertengahan bulan Oktober 2020, sedangkan kontainer kedua yang telah juga dipesan pada bulan Oktober akan tiba pada bulan Desember 2020. Bali Kupu-kupu S.L menghadapi sedikit kendala di pelabuhan Barcelona dengan harus dipenuhinya persyaratan permintaan katalog dan beberapa sertifikat untuk produk–produk tertentu dari Indonesia, namun demikian masalah dapat diselesaikan dengan memfasilitasi surat jalan dan sertifikat dari produk terkait.

Kunjungan kedua ke Studio Tattoo L’Estartit. Studio Tattoo milik Bapak Komang Warsa ini selalu didatangi tamu dari manca negara terutama saat musim panas, mengingat motif tattoo dayak sangat unik dan memiliki ciri khas tersendiri. Dengan bisnis yang sudah bejalan lebih dari satu dekade, Bapak Komang Warsa tetap mengimpor tinta tattoo langsung dari Indonesia. Diharapkan seni dan budaya Indonesia juga dapat semakin dikenal dan digemari di Spanyol.

Sebagai informasi tambahan, saat ini untuk produk kerajinan tangan kayu dan sebagainya HS 4420, Indonesia menduduki peringkat ke-3 negara pengekspor ke Spanyol senilai US$ 2,78 juta dengan pangsa pasar sebesar 5,82%. Nilai ekspor Indonesia pada tahun 2019 turun sebesar 28,42% atau senilai 1,10 juta. Negara pengekspor terbesar adalah Cina senilai US$ 47,88 juta dengan pangsa pasar sebesar 50,07%.

Dalam dokumen LAPORAN TRIWULAN IV TAHUN ITPC BARCELONA (Halaman 75-79)

Dokumen terkait