• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kunjungan ke Berbagai Perusahaan di Jawa Tengah dan Jogjakarta

Dalam dokumen LAPORAN TRIWULAN IV TAHUN ITPC BARCELONA (Halaman 53-58)

III. KEGIATAN ITPC BARCELONA PADA TAHUN 2020

9. Kunjungan ke Berbagai Perusahaan di Jawa Tengah dan Jogjakarta

Setelah terselenggaranya seluruh kegiatan Rapat Kerja tahunan Kementerian Perdagangan, kesempatan ini kami manfaatkan pula dengan melakukan kunjungan dan pengambilan berbagai sampel dari berbagai pemasok dari Jawa Tengah dan DIY Yogyakarta. Adapun perusahaan-perusahaan yang dikunjungi adalah sebagai berikut:

a. Batik Kencana Ungu

Kunjungan ke Batik Kencana Ungu dilaksanakan pada 8 Maret 2020 di Solo, Jawa Tengah. Batik Kencana Ungu merupakan supplier batik yang ternama di Indonesia. Batik ini merupakan anak perusahaan Batik Bengawan Indah yang cukup besar di Kota Solo, Jawa Tengah. Tidak seperti batik klasik, Batik kencana Ungu terkena dengan batiknya yang modern dengan pewarnaan yang kontras dan jelas.

Produk dari Batik Kencana Ungu ini banyak didapati di kota-kota besar termasuk di Jakarta.

Batik Kencana Ungu saat ini masih fokus pada pasar lokal. Ekspor belum menjadi target utama dari perusahaan ini meskipun tidak menutup kemungkinan di masa depan akan ekspor langsung ke luar negeri. Namun demikian, beberapa produk batik ini ditemukan di mancanegara seperti di Malaysia dan Singapura.

Banyaknya warga negara yang bekerja di negara-negara tersebut membuat ide dari beberapa warga Indonesia untuk berjualan produk batik ini melalui mulut ke mulut atau secara online.

Selain produk batik berupa pakaian dan bahan (kain), Kencana Ungu juga menjual berbagai aksesoris batik. Untuk aksesoris, perusahaan ini tidak meproduksi sendiri melainkan mengambil dari berbagai pemasok UMKM setempat guna mendorong roda perekonomian Kota Solo.

b. Singabera

Kunjungan ke Singabera dilaksanakan pada tanggal 9 Maret 2020 di Kota Sukoharjo, Jawa Tengah. Kunjungan kami kali ini sebagai tindaklanjut keikutsertaan Singabera dalam pameran makanan dan minuman Alimentaria 2020 di Barcelona, Spanyol.

Singabera merupakan merek dagang PT. Intrafood Singabera Indonesia yang beralamat di Jl. Arak Arak 52, Sukoharjo, Jawa Tengah. PT Intrafood Singabera Indonesia memiliki berbagai produk, seperti jahe wangi, infused tea, gula kelapa, minuman jahe premium dan sebagainya. Tidak semua produk yang dihasilkan perusahaan ini ditujukan untuk ekspor. Misalnya, untuk merek Jahe Wangi, perusahaan ini hanya memfokuskan untuk pasar dalam negeri, sementara untuk pasar internasional menggunakan Premium Ginger Drink. Khusus untuk pasar luar negeri, perusahaan ini menggunakan merek Singabera.

Dengan adanya ancaman pandemi yang terjadi di seluruh dunia, produk jahe perusahaan ini justru mengalami peningkatan permintaan baik dari dalam maupun luar negeri. Untuk menanggapi permintaan tersebut, kapasitas produksipun ditingkatkan. Semula perusahaan ini hanya melakukan produksi satu shift dalam sehari menjadi dua shift sehari. Kapasitas pun naik dari 20 Ton menjadi 30 Ton tiap bulannya.

Mengenai keikutsertaan Singabera dalam pameran makanan dan minuman di Spanyol, pameran Alimentaria yang sedianya dilaksanakan pada bulan April 2020, jika tidak ada perubahan, merupakan pemeran SIngabera yang kedua. Sebelumnya, perusahaan ini pernah turut serta dalam pameran Salon de Gourmet di Madrid,

Spanyol, yang difasilitasi oleh Atase Perdagangan Madrid dan ITPC Barcelona.

Produk SIngabera sendiri telah masuk ke Eropa melalui Belanda. Di Spanyol, Singabera telah mengekspor gula kelapa di wilayah Mallorca meskipun nilainya masih kecil.

Singabera merupakan produk yang bagus untuk ditawarkan di pasar internasional karena telah memiliki berbagai sertifikasi yang dapat diterima di banyak negara, seperti sertifikat organik, HACCP, ISO 22000. Hal ini juga menjadikan Singabera memiliki keunggulan dibanding produk sejenis yang tidak memiliki sertifikat.

c. Solution Export

Kunjungan ke perusahaan Solution Export dilaksanakan pada tanggal 11 Maret 2020 di Jogjakarta. Kunjungan ini sekaligus dalam rangka pengambilan produk contoh berupa kerajinan dari batu marmer.

Solution Export merupakan perusahaan eksportir kerajinan batu yang beralamat di Jalan Bantul, Glondong, Yogyakarta. Solution Export telah mengekspor produknya ke berbagai negara seperti Amerika, Jepang, Thailand termasuk Spanyol.

Untuk Spanyol sendiri, setahun terakhir ini belum ada permintaan. Karena inilah, perusahaan ini meminta bantuan dari ITPC Barcelona untuk memasarkan produknya.

Saat ini, pasar yang peluang ekspornya besar untuk produk kerajinan batu adalah Amerika Serikat.

Bahan baku Solution Export diambil dari berbagai daerah di Indonesia.

Khusus untuk bahan mentah batu marmer diambil dari Pacitan, Jawa Timur, sementara batu kali banyak diambil dari Jawa Tengah dan Jogjakarta. Pengerjaan produk pada umumnya sesuai dengan pesanan pelanggan, baik dari desain maupun bahan dasarnya. Pengerjaan workshop juga dilakukan di Jogjakarta. Pada kunjungan kali ini, kami mengambil sampel produk berupa aksesoris kamar mandi dari batu marmer.

d. Janedan

Kunjungan ke Janedan dilaksanakan pada 13 Maret 2020 di Jogjakarta.

Kunjungan kami ke Janedan yang beralamat di Janganan, Glugo, Panggungharjo, Seweon, Bantuk, Jogjakarta adalah dalam rangka melihat produk sekaligus pengambilan sampel produk untuk dipamerkan di display ITPC Barcelona.

Janedan merupakan perusahaan UKM yang memproduksi aksesoris seperti dompet dan tas yang terbuat dari kulit. Keunikan dari produk ini selain dibuat dengan material premium dan minimnya jahitan pada produk kulit. Janedan telah mendapatkan penghargaan sebagai perusahaan inovatif dari Kementerian perindustrian, dan Best Prize in Other Natural Material Category dari Inacraft Awards 2018.

Saat ini, produk dari Janedan masih berorientasi pasar dalam negeri meskipun telah melakukan ekspor ke beberapa negara seperti Amerika dan Eropa.

Produk dari Janedan ini dapat dibeli secara online. Prosedur pembelian dapat dilihar dari website perusahaan ini di www.janedan.net

e. Kurnia Lurik

Kunjungan kami berikutnya adalah Kurnia Lurik yang dilaksanakan pada 15 Maret 2020 di Jogjakarta. Perusahaan ini merupakan UKM yang telah berdiri sejak 1962 dan secara turun temurun diteruskan oleh keluarga. Kurnia Lurik memproduksi tekstil lurik secara tradisional. Pada kesempatan kali ini kami tidak berkunjung ke tempat penenunan karena berada di Imogiri yang berada cukup jauh dari outletnya.

Kurnia Lurik menjaga tradisi dengan memproduksi tekstil lurik secara manual dengan alat tenun bukan mesin. Pekerja yang melakukan penenunan sebagian besar dari wilayah Imogiri. Saat ini, UKM ini masih berorientasi pada pasar dalam negeri.

Konsumen mancanegara yang membeli produk lurik ini dapat langsung dating ke tokonya yang beralamat di Krapyak Wetan No 133, Panggungharjo, Sewon, Bantul, DIY.

Kunjungan kami selain untuk melihat produk kain lurik yang diproduksi oleh Kurnia Lurik adalah untuk membeli produk lurik berupa syal yang akan dibagikan kepada importir Spanyol saat ITPC Barcelona melakukan kunjungan kerja atau business meeting. Dengan demikian, secara tidak langsung turut mempromosikan produk lokal tradicional ke pasar internasional.

10. Kegiatan Webinar Dengan Kemendag dan Gapmmi Terobosan Meningkatkan

Dalam dokumen LAPORAN TRIWULAN IV TAHUN ITPC BARCELONA (Halaman 53-58)

Dokumen terkait