LAPORAN TRIWULAN IV TAHUN 202 0
ITPC BARCELONA 9
INDONESIAN TRADE PRO MOTION CENTER BARCELONA
Carrer de Aribau 2 50 , 08006 Barcelona , Spain
Tel : +349 3 4 114662 , Fax : +349 3 4 14662
I KINERJA PERDAGANGAN
1. Kinerja Ekspor Indonesia
Nilai ekspor Indonesia ke Spanyol pada periode bulan Januari – Oktober 2020 sebesar S$ 1.567.507.566, mengalami penurunan sebesar 8,90% atau senilai US$ 153.113.359, jika dibandingkan dengan tahun 2019. Neraca perdagangan Indonesia-Spanyol pada periode bulan Januari – Oktober 2020, surplus sebesar US$ 2.989.019, mengalami kenaikan sebesar 0,24%, jika dibandingkan dengan tahun 2019.
Tabel 1. Neraca Perdagangan Spanyol – Indonesia Periode Januari – Oktober 2020
No Parameter Nilai Perdagangan
2018 2019 2020
Ekspor Indonesia ke Spanyol 2,224,404,318 1,720,620,925 1,567,507,566
1 Produk Utama 1,045,302,461 928,690,879 1,137,315,860
2 Produk Potensial 96,031,387 73,723,154 77,183,650
3 Produk Lainnya 1,083,070,470 718,206,892 353,008,056
Impor Indonesia dari Spanyol 434,100,772 474,838,650 318,736,272
Neraca Perdagangan 1,790,303,546 1,245,782,275 1,248,771,294
Penurunan nilai ekspor Indonesia ke Spanyol ini disebabkan oleh turunnya nilai ekspor produk tekstil dan turunannya, produk elektronik, produk karet dan produk hasil hutan.
Produk utama mengalami kenaikan sebesar 22,72% sementara produk potensial juga mengalami kenaikan sebesar 4,69%. Ekspor produk utama dan potensial periode Januari – Oktober 2020 serta komposisi nilai ekspor untuk produk-produk utama dan potensial terdapat dalam gambar 1 dan gambar 2, Produk utama masih memiliki proporsi yang cukup tinggi mencapai 72,56% atau senilai US$ 208.624.981, sementara produk potensial masih belum memuaskan di angka 4,92% atau senilai US$ 3.460.496.
Gambar 1. Statistik Ekspor Indonesia ke Spanyol
Gambar 2. Konstribusi Produk Utama dan Potensial terhadap Ekspor
Tabel 2 memperlihatkan beberapa produk utama indonesia yang mengalami penurunan ekspor pada periode Januari – Oktober 2020. Penurunan cukup tajam pada produk kimia dan campurannya, bahan bakar mineral, bijih tembaga, produk benang serta pakaian dan aksesoris pakaian. Menyebabkan penurunan nilai ekspor Indonesia turun secara keseluruhan pada periode ini. Produk-produk ekspor yang mengalami penurunan nilai
0 500,000,000 1,000,000,000 1,500,000,000 2,000,000,000 2,500,000,000
1 2 3
2018 2019 2020
Chart Title
Ekspor Indonesia ke Spanyol Impor Indonesia dari Spanyol Neraca Perdagangan
Produk Lainnya 22.52%
Produk Potensial 4.92%
Produk Utama 72.56%
Persentase Produk Ekspor
terbesar berasal dari produk kimia dan campurannya). Penuruanan nilai ekspor produk bahan bakar mineral pada periode Januari – Oktober 2020 adalah sebesar US$
242.566.016 yang mengalami penurunan yang signifikan sebesar 68,97%. Sementara produk bahan bakar mineral mengalami penurunan yang sangat signifikan sebesar 100,00%atau senilai US$ 108.856.477, Pakaian dan aksesoris pakaian bukan rajutan juga mengalami penurunan nilai ekspor yang cukup besar yaitu sebesar 23,50% atau senilai US$ 10.394.832.
Tabel 2. Sepuluh Produk yang Mengalami Penurunan Ekspor
No Kode
HS Deksripsi Nilai Ekspor (USD) Kenaikan
2019 2020 Nominal %
1 38 Produk-produk kimia 351,703,300 109,137,284 -242,566,016 -68.97%
2 27 Bahan Bakar Mineral 108,858,632 2,155 -108,856,477 -100.00%
3 26
Bijih, Terak Dan Abu
untuk Industri 70,519,176 38,923,234 -31,595,942 -44.80%
4 23
Residu Dan Limbah Dari Industri Makanan; Pakan
Ternak Olahan 24,248,314 15,680,590 -8,567,724 -35.33%
5 62
Pakaian Dan Aksesoris
Pakaian, Bukan Rajutan 44,232,455 33,837,623 -10,394,832 -23.50%
6 55 Produk Benang 29,138,636 19,312,723 -9,825,913 -33.72%
7 61
Pakaian Dan Aksesoris
Pakaian, Rajutan 22,022,440 16,237,863 -5,784,577 -26.27%
8 16
Olahan Makanan Dari Daging, Ikan, Krustasea,
Moluska 15,215,959 10,136,880 -5,079,079 -33.38%
9 94 Home Furniture 27,339,267 22,672,986 -4,666,281 -17.07%
10 88
Pesawat Udara, Pesawat Luar Angkasa dan
Spareparts 2,892,007 1,145,047 -1,746,960 -60.41%
Tabel 3 memperlihatkan 10 produk ekspor dengan nilai terbesar. Nilai ekspor kelapa sawit untuk periode bulan Januari – Oktober 2020 mencapai US$ 816.211.408 yang memiliki proporsi sebesar 52,07% dari total nilai ekspor Indonesia ke Spanyol.
Kelapa sawit masih menjadi penyumbang nilai ekspor terbesar, pada tahun ini nilai ekspor kelapa sawit terus mengalami kenaikan sejak awal tahun 2020. Pada periode ini ekspor asam lemak monokarboksilat untuk (bahan kimia untuk industri) mencapai nilai US$ 80.832.135 atau berkontribusi sebesar 5,16% terhadap ekspor Indonesia ke Spanyol. Di urutan ketiga adalah produk besi dan baja dengan nilai mencapai nilai US$
46.001.354. Selama tahun 2019 sampai dengan tahun 2020, ekspor produk bijih tembaga
ke Spanyol untuk periode Januari – Oktober 2020 mencapai nilai US$ 38.865.780 berkontribusi sebesar 2,48% terhadap nilai ekspor ke Spanyol.
Enam produk ekspor terbesar Indonesia ke Spanyol adalah barang-barang mentah sementara sisanya adalah barang-barang manufaktur seperti produk baja, tekstil dan alas kaki. Total dari nilai 10 produk-produk dengan nilai ekspor terbesar tersebut mencapai US$ 804.045.157 Proporsi nilai ekspor 10 produk dengan nilai terbesar adalah sebesar 67,40% terhadap nilai total ekspor Indonesia ke Spanyol.
Tabel 3. Sepuluh Produk dengan nilai ekspor terbesar:
No Kode
HS Deskripsi Produk
Nilai Ekspor
(US$)
1 1511 Minyak Kelapa sawit dan fraksinya 816,211,408
2 3823 Asam lemak monokarboksilat industri 80,832,135
3 7208 Produk Besi atau Baja Nonalloy Gulung Datar, 600 mm 46,001,354
4 2603 Bijih tembaga dan konsentratnya 38,865,779
5 4001 Biodiesel dan campurannya 28,466,479
6 3826
Karet Alam, Balata, Gutta-Percha, Guayule, Chicle Dan Gusi Alam
Sejenisnya 26,103,244
7 2922 Oxygen 22,805,676
8 7501
Alas Kaki, Dengan Sol Luar Dari Karet, Plastik, Kulit Atau Komposisi
Kulit Dan Bagian Atas Dari Bahan Tekstil 19,522,808 9 2008 Bahan Kimia Industri (Senyawa Heterosiklik Dengan Nitrogen) 17,417,973 10 4002
Alas Kaki, Dengan Sol Luar Dari Karet, Plastik, Kulit Atau Komposisi
Kulit Dan Bagian Atas Dari Kulit 16,577,457
Nilai ekspor produk utama untuk periode Januari - Oktober 2020 sebesar US$
1.116.216.178 mengalami kenaikan yang signifikan sebesar 22,46% dibanding nilai ekspor periode yang sama tahun 2019. Beberapa produk utama mengalami penurunan cukup tajam pada produk tekstil 27,79%, elektronik 20,14%, Karet 20,79% dan produk hasil hutan. Produk utama yang mengalami kenaikan adalah kelapa sawit sebesar 41,24%, Alas Kaki 4,93%, produk otomotif 25,00%, kopi sebesar 276,25%, produk udang dan sejenisnya 37,68% serta produk kakao sebesar 65,05% sebagaimana terdapat dalam tabel 5 dibawah ini:
Tabel 4. Nilai dan komposisi ekspor produk utama periode Januari – Oktober 2020
No Produk
Nilai Ekspor
2018 2019 2020
Jumlah
1,018,387,023
909,558,438
1,116,216,178 1 Tekstil dan Produk Tekstil 116,153,699 108,685,185 78,483,550
2 Elektronik 63,075,174 69,829,155 55,767,457
3 Karet dan Produk Karet 36,500,762 28,813,668 22,823,962
4 Sawit 685,265,045 590,761,862 834,379,827
5 Produk Hasil Hutan 50,480,988 53,284,913 45,370,869
6 Alas Kaki 43,620,217 31,777,058 33,342,101
7 Automotif 15,536,550 11,918,181 14,897,867
8 Udang dan Hasil Laut 554,525 892,088 1,228,263
9 Kopi 810,315 3,542,321 13,328,139
10 Kakao 6,389,748 10,054,007 16,594,143
Tabel 5. Nilai dan komposisi ekspor produk utama periode Januari - Oktober 2020
No Produk Perubahan 2019/2018
Nilai %
1 Tekstil dan Produk
Tekstil -30,201,635 -27.79%
2 Elektronik -14,061,698 -20.14%
3 Karet dan Produk Karet -5,989,706 -20.79%
4 Sawit 243,617,965 41.24%
5 Produk Hasil Hutan -7,914,044 -14.85%
6 Alas Kaki 1,565,043 4.93%
7 Automotif 2,979,686 25.00%
8 Udang 336,175 37.68%
9 Kopi 9,785,818 276.25%
10 Kakao 6,540,136 65.05%
% Kenaikan produk utama
206,657,740 22.72%
Nilai ekspor produk – produk potensial untuk periode Januari – Oktober 2020 adalah US$ 77.183.650 mengalami kenaikan sebesar 4,69% dibanding nilai ekspor periode yang sama tahun 2019. 3 besar produk potensial yang mengalami kenaikan
signifikan nilai ekspornya adalah produk makanan olahan 42,50%, kerajinan tangan 124,83%, peralatan kantor 7,28%. Selain produk tersebut, produk lainnya mengalami penurunan seperti kulit dan produk kulit, tanaman obat dan rempah, minyak atsiri, produk perikanan dan perhiasan. Penurunan terbesar terdapat pada ekspor perhiasan sebesar US$ 4.877.511 (11,66%).
Tabel 6. Nilai dan komposisi ekspor produk potensial periode Januari – Oktober 2020
No Produk
Nilai Ekspor
2018 2019 2020
Jumlah 96,071,387 73,723,118 77,183,650
1 Kulit dan Produk Kulit 513,416 228,577 175,070
2 Peralatan Medis 1,926,843 1,123,163 1,915,161
3 Tanaman Obat dan Rempah 2,887,254 4,060,898 3,585,773
4 Makanan Olahan 17,536,586 11,681,668 14,627,629
5 Minyak Atsiri 3,553,987 2,680,923 2,456,164
6 Ikan dan Produk Perikanan 6,810,269 5,525,712 3,973,440
7 Kerajinan 11,860,291 5,467,333 12,292,209
8 Perhiasan 49,098,132 41,843,918 36,966,407
9 Peralatan Kantor 1,884,609 1,110,926 1,191,797
Tabel 7. Nilai dan komposisi ekspor produk potensial periode Januari – Oktober 2020
No Produk Perubahan 2019/2018
Nilai %
1 Kulit dan Produk Kulit -53,507 -23.41%
2 Peralatan Medis 791,998 -
3 Tanaman Obat dan
Rempah -475,125 -11.70%
4 Makanan Olahan 2,945,961 25.22%
5 Minyak Atsiri -224,759 -8.38%
6 Ikan dan Produk
Perikanan -1,552,272 -28.09%
7 Kerajinan 6,824,876 124.83%
8 Perhiasan -4,877,511 -11.66%
9 Peralatan Kantor 80,871 7.28%
% Kenaikan produk potensial
3,460,532 4.69%
2. KINERJA IMPOR SPANYOL (Sumber data dari GTIS)
Total nilai impor Spanyol dari dunia pada periode bulan Januari s.d. Oktober 2020 tercatat sebesar US$ 263,41 milyar, turun sebesar 15,75% dibandingkan dengan periode yang sama dari tahun 2019. Nilai impor Spanyol dari Indonesia menduduki peringkat ke 32 sebesar US$ 1,56 milyar atau turun sebesar 8,90%. Sharing impor Spanyol dari Indonesia adalah sebesar 0,60. Tabel 8 berisi 10 besar negara pemasok impor ke Spanyol pada periode Januari s.d. Oktober 2020. Negara-negara di kawasan Uni Eropa mendominasi daftar tersebut selain China, Amerika Serikat dan Maroko.
Tabel 8. Negara Pengekspor Terbesar ke Spanyol
No. Trade Partner
United States Dollars % Share %Change
2020/2019
2018 2019 2020 2018 2019 2020
TOTAL IMPORT 328,628,657,889 312,667,799,896 263,414,185,432 100% 100% 100% -15.75 1 Germany 44,625,671,717 42,303,071,861 36,436,509,930 13.58 13.53 13.83 -13.87 2 France 36,416,053,532 34,823,788,213 29,843,014,618 11.08 11.14 11.33 -14.30 3 China 22,503,920,135 23,807,379,105 23,619,895,734 6.85 7.61 8.97 -0.79 4 Italy 21,955,428,869 20,367,374,818 16,963,004,674 6.68 6.51 6.44 -16.71 5 Netherlands 16,484,826,944 16,400,897,482 15,106,066,495 5.02 5.25 5.73 -7.89 6 United States 11,032,457,118 12,448,421,281 11,244,898,106 3.36 3.98 4.27 -9.67 7 Portugal 11,970,190,328 10,994,852,486 10,345,756,448 3.64 3.52 3.93 -5.90 8 Belgium 10,823,514,504 10,169,061,253 9,419,140,326 3.29 3.25 3.58 -7.37 9
United
Kingdom 13,287,558,082 11,574,274,417 9,141,695,850 4.04 3.70 3.47 -21.02 10 Morocco 6,689,171,825 6,492,740,036 5,871,493,622 2.04 2.08 2.23 -9.57 32 Indonesia 2,224,404,318 1,720,620,925 1,567,507,566 0.68 0.55 0.60 -8.90
Neraca perdagangan ekspor-impor Spanyol pada periode bulan Januari - Oktober 2020 mengalami defisit sebesar US$ 17,87 juta, turun sebesar 54,32% untuk periode yang sama pada tahun 2019. Sepuluh Produk utama yang diimpor Spanyol dari seluruh dunia merupakan produk-produk yang berkaitan dengan proses produksi manufaktur. Hal ini dikarenakan banyak industri manufaktur yang berlokasi di Spanyol untuk memenuhi kebutuhan produk di negara-negara Uni Eropa lainnya.
Ketergantungan Spanyol terhadap bahan baku produksi dari impor sangat tinggi. Hal ini dapat dilihat dalam tabel 9 di bawah. Bahan bakar mineral dan komponen mesin merupakan produk yang paling banyak diimpor oleh spanyol selain bahan kimia dan plastik.
Tabel 9. Sepuluh Produk Terbesar yang Diimpor Spanyol
No Pro
duct Description USD % Share Change %
2019 2020 2019 2020
1 87
Kendaraan, Selain Kereta Api Atau Trem Rolling Stock, Serta
Suku Cadang Dan Aksesorisnya 37,671,785,975 26,829,814,332 12.35 10.72 -28.78 2 27
Bahan Bakar Mineral, Minyak
Mineral Dan Produk Distilasinya 42,424,913,440 25,557,476,507 13.91 10.22 -39.76 3 84
Reaktor Nuklir, Boiler, Mesin
dan Peralatan Mekanik; 29,543,678,094 24,322,594,076 9.68 9.72 -17.67
4 85
Mesin Dan Peralatan Listrik Serta Suku Cadangnya; Perekam dan Reproduksi Suara, Perekam
dan Reproduksi Televisi 24,442,133,548 22,081,359,118 8.01 8.83 -9.66 5 30 Produk farmasi 13,040,053,095 13,881,568,074 4.27 5.55 6.45 6 39 Plastik 10,797,679,742 9,545,766,305 3.54 3.82 -11.59 7 29 Kimia Organik 10,063,652,385 9,211,082,021 3.30 3.68 -8.47
8 62
Barang Pakaian Dan Aksesoris Pakaian, Bukan Rajutan Atau
Rajutan 9,195,482,884 7,295,961,312 3.01 2.92 -20.66
9 90
Optik, Fotografi, Sinematografi, Instrumen dan Peralatan Medis
atau Beda 7,294,768,417 6,741,065,507 2.39 2.69 -7.59 10 72 Besi dan baja 8,567,153,572 6,299,860,285 2.81 2.52 -26.46
Untuk pengekspor dari kawasan ASEAN, Indonesia masih menduduki peringkat kedua dibawah Vietnam. Indonesia mengekspor senilai US$ 1,13 milyar ke Spanyol, Nilai ekspor Vietnam ke Spanyol pada periode Januari s.d. Oktober 2020 turun secara signifikan sebesar 19,58%. ekspor Vietnam ke Spanyol didominasi oleh produk elektronik, TPT, kopi, olahan makanan, Ikan, furniture dan produk-produk dari besi dan baja. Hampir seluruh negara ASEAN mengalami penurunan ekspor ke Spanyol selama pandemi Covid-19, kecuali Myanmar dan Laos yang mengalami kenaikan nilai ekspor.
Tabel 10. Negara Pengkespor ke Spanyol di Kawasan ASEAN
No Negara Pengekspor
Nilai Ekspor US$ Pangsa Pasar (%) %
2018 2019 2020 2018 2019 2020 2020/
2019 1 Vietnam 2,336,623,547 2,339,703,709 1,959,411,859 0.71 0.75 0.74 -16.25 2 Indonesia 2,224,404,318 1,720,620,925 1,567,507,566 0.68 0.55 0.60 -8.90 3 Malaysia 750,710,103 980,518,080 904,665,869 0.23 0.31 0.34 -7.74 4 Thailand 945,305,184 894,011,518 715,055,289 0.29 0.29 0.27 -20.02 5 Myanmar 289,485,821 514,057,764 538,009,351 0.09 0.16 0.20 4.66 6 Cambodia 761,029,372 770,202,006 537,291,895 0.23 0.25 0.20 -30.24 7 Singapore 286,843,781 509,254,935 186,433,745 0.09 0.16 0.07 -63.39 8 Philippines 243,052,091 216,701,094 172,147,388 0.07 0.07 0.07 -20.56 9 Laos 3,750,995 3,380,890 6,126,813 0.00 0.00 0.00 81.22 10 Brunei
Darussalam 62,847 150,687 126,366 0.00 0.00 0.00 -16.14 TOTAL IMPOR 7,841,268,059 7,948,601,608 6,586,776,141 100.00 100.00 100.00 - 1.04
II. TINJAUAN KONDISI DI SPANYOL YANG DAPAT MEMPENGARUHI EKSPOR- IMPOR INDONESIA
1.
Aktivitas Produktif di Seluruh Spanyol Mengalami Penurunan Hingga 66%Karena Ketidakpastian Ekonomi dan Pesanan Produk Yang Rendah
Efek negatif dari krisis coronavirus mencapai sebagian besar perusahaan di Spanyol.
Keputusan pemerintah untuk menghadapi Covid-19 dalam bidang ekonomi tidak hanya mempengaruhi perusahaan-perusahaan (sektor komersial) yang harus menghentikan kegiatan mereka, tetapi juga para perusahaan yang diizinkan untuk terus beroperasi.
Menurut hasil survey untuk menganalisis dampak keputusan tersebut terhadap para perusahaan, aktivitas produktif telah menurun sebesar 66%.
Studi ini yang dilakukan pada 507 perusahaan pada tanggal 24 Maret 2020 menyimpulkan bahwa, meskipun sebagian besar perusahaan dapat terus beroperasi (sekitar 91% dari total) 75% menjalankan aktivitas mereka dengan banyak kesulitan. Dua alasan utama yang diajukan oleh para perusahaan adalah bahwa seperempat tenaga kerja tidak operasional dan, kedua adalah bahwa kapasitas operasi telah berkurang menjadi sepertiga dari biasanya.
Layanan, toko, transportasi, dan industri juga memiliki masalah serius untuk bergerak maju, karena dalam situasi ini kapasitas untuk beroperasi adalah sekitar 40%. Alasan utama adalah penurunan pesanan, diikuti oleh ketidakpastian dalam penerapan keputusan pemerintah yang menghasilkan banyak ketidakpastian hukum mengenai apa yang dapat dan tidak dapat dilakukan, karena banyak pesan-pesan yang bertentangan yang datang dari beberapa administrasi instansi pemerintah.
Meskipun demikian, 45% pengusaha memastikan bahwa mereka akan mencoba melanjutkan kegiatan dalam beberapa minggu mendatang, sementara 39% hanya akan melakukannya di sektor-sektor yang dianggap strategis bagi Pemerintah Spanyol.
Catatan positif dari survei ini adalah adaptasi dari para perusahaan untuk tetap aktif berkat teleworking, sebuah opsi yang dilakukan oleh 42% dari staf, meskipun terbatas pada kegiatan-kegiatan yang memungkinkan.
Data yang disediakan oleh asosiasi pengusaha untuk UKM di Catalonia menunjukkan bahwa sekitar 56% UKM dan wiraswata memiliki rencana untuk menerapkan file peraturan ketenagakerjaan sementara (ERTE - El Expediente Temporal de Regulación de Empleo) yang memberi otorisasi kepada para perusahaan untuk memberhentikan satu atau beberapa kontrak kerja untuk waktu tertentu dan dibebaskan dari pembayaran gaji karyawan tersebut untuk waktu tertentu dan ternyata hampir 90% perusahaan menderita dampak dari coronavirus.
Setengah dari perusahaan kecil dan menengah menegaskan bahwa mereka memiliki masalah serius dalam penyediaan bahan dan komponen, dan lebih dari sepertiga dalam bahaya kehabisan stok. Selain itu, 75% UKM dan wiraswata mengakui bahwa mereka memiliki ketegangan keuangan.
2. Kebijakan Spanyol dalam Mengantisipasi Dampak Penyebaran Coronavirus Pada Sektor Perdagangan
Pada tanggal 31 Januari 2020 di Spanyol, kasus coronavirus 2019 (n-CoV) dikonfirmasi di daerah La Gomera, seorang warga negara Jerman terkena virus ini, pada Tanggal 9 Februari 2020 Kementerian Kesehatan Spanyol telah Mengkonfirmasi kasus kedua di Mallorca, pasien tersebut dari Spanyol.
Koordinasi dengan organisasi internasional: Spanyol sedang melakukan tindakan yang diusulkan oleh WHO sejak 07.12.2019. Kementerian Kesehatan berada dalam kontak permanen dengan organisasi internasional: WHO dan Pusat untuk Kontrol Penyakit Eropa dan Komisi Eropa (ECDC), untuk menilai risiko situasi dan Mengkoordinasikan langkah-langkah respons. Secara khusus mereka sedang dilakukan: Konferensi berkala dengan Komite Keselamatan Kesehatan Uni Eropa dan Konferensi berkala dengan WHO dan ECDC.
Kementerian Kesehatan Spanyol telah membentuk Komite Pemantau situasi yang bertemu setiap hari dengan pasien yang terjangkit virus corona untuk menilai evolusi risiko, tindakan yang dilakukan oleh berbagai unit departemen yang terlibat, proposal untuk tindakan koordinasi dengan Daerah Otonomi Spanyol dan kegiatan komunikasi teknis, kelembagaan sensus penduduk serta media Spanyol. Pada tanggal 4 Februari 2020, Salvador Illa, Menteri Kesehatan Spanyol mengadakan Dewan Interterritorial
Sistem Kesehatan Nasional di Kementerian Kesehatan untuk koordinasi langkah- langkah responsif lebih lanjut:
a. Spanyol membuat Komite Koordinasi Antar-Kementerian terhadap virus corona: Dewan Menteri Spanyol mengumumkan pembentukan Komite Koordinasi Antar-kementerian dalam memerangi virus corona. Komite ini adalah kelompok kerja yang memantau dan mengevaluasi perkembangan masalah virus corona di Spanyol, Pemerintah akan dikoordinasikan jika terjadi mengenai apa pun yang terkait dengan virus corona. Dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa protokol yang ditetapkan terus dikembangkan. Pada akhir Januari 2020, sampel diambil lagi dari turis yang terkena coronavirus, yang dirawat di rumah sakit di La Gomera (Gran Canary). Sebagai bagian dari tindak lanjut, sampel juga diambil dari wisatawan Jerman yang dirawat di rumah sakit yang bepergian bersama pasien pertama dan dalam analisis pertama yang hasilnya negatif. Semua pasien diisolasi dan dimonitor.
Demikian pula, pada awal Februari, sampel diambil dari penumpang pesawat yang kembali yang tiba pada Jumat malam di Madrid, dari Cina, untuk memastikan keberadaan virus. Ini adalah tindakan pencegahan tambahan. Penumpang yang dicurigai terkena virus corona, melanjutkan karantina di Rumah Sakit Gómez Ulla di Madrid.
b. Pemerintah Spanyol mengintruksikan untuk memberhentikan produksi dan service semua perusahaan Spanyol yang berlokasi di Wuhan, Cina:
Jumlah perusahaan eksportir Spanyol ke China meningkat dua kali lipat dalam satu dekade. Diperkirakan ada sekitar 15.000 eksportir Spanyol yang melakukan
“invasi” ke Cina setiap tahun. Artinya, satu dari 10 perusahaan yang menjual produknya ke luar negeri, Cina adalah sebagai salah satu tujuan mereka. Tetapi jika coronavirus tidak bisa dikendalikan dalam waktu yang singkat maka neraca perdagangan Spanyol dan Cina akan turun secara signifikan pada tahun 2020.
Selain itu, sekitar 600 perusahaan Spanyol memiliki kantor pusat di raksasa Asia.
Perusahaan multinasional seperti Inditex (yang memiliki pabrik di Wuhan, kota di mana epidemi muncul), Telefónica, Técnicas Reunidas, Banco Santander atau Mango (yang telah menutup 26 toko di negara ini).
c. Spanyol menutup jalur perdagangan produk Makanan dan minuman dari Cina Kegiatan komersial dan logistik Tiongkok saat ini lumpuh, yang menyulitkan produk manapun untuk memasuki negara ini dan menerima produk cina di banyak negara Eropa, termasuk Spanyol. Cina adalah negara ketiga dalam nilai dan volume yang menerima dan mengirimkan banyak produk makanan dan minuman dari Spanyol, Kedua negara ini sangat dirugikan akibat ancaman virus corona.
d. Spanyol menutup jalur transportasi udara dari Cina terutama Wuhan
Maskapai penerbangan Spanyol: Air Europa, Iberia dan Vueling telah membatalkan semua penerbangan ke Cina terutama dengan tujuan Wuhan.
Jumlah turis Cina yang berhenti masuk ke Spanyol karena efek coronavirus tidak dapat di identifikasi secara pasti, tetapi dipastikan sektor turisme Spanyol akan menurun, mendapatkan gambaran besarnya dengan angka berikut: Jumlah wisatawan Tiongkok di Spanyol pada 2019 berjumlah 1,675 juta euro, 28% lebih tinggi dari pada 2018, menurut data dari Asosiasi Pariwisata Spanyol-Cina (ATEC). Pemberhentian penerbangan dari Cina ke Spanyol akan merugikan salah satu evento di Spanyol: Mobile World Congress, yang memberikan banyak pendapatan untuk Spanyol, yang akan diadakan mulai 24 hingga 27 Februari di Barcelona.
e. Spanyol memulangkan warga negaranya dari Wuhan, Cina.
Pada tanggal 31 januari, 21 warga negara Spanyol yang kembali dari Wuhan tiba di Spanyol. Kementerian Kesehatan melakukan karantina selama 14 hari, dengan kapasitas yang cukup untuk semua orang yang dipulangkan. Selama proses ini pasien akan memiliki kebebasan bergerak total dalam area karantina dan akan memiliki semua fasilitas yang diperlukan. Realisasi langkah-langkah ini disepakati di tingkat internasional, dengan otoritas Cina sesuai dengan langkah-langkah luar biasa yang diambil di kota Wuhan dan akan dilakukan dengan cara yang sama di semua negara di Uni Eropa. Hasilnya semua pasien yang kembali dari wuhan memiliki hasil negatif untuk 2019 (n-CoV) dalam sampel biologis mereka.
3. PDB akan memiliki tingkat pertumbuhan negatif mulai April 2020
Perusahaan pemeringkat kredit Fitch Ratings menunjang perkiraan Goldman Sachs bahwa Spanyol akan jatuh ke dalam resesi pada tahun 2020. Diperkirakan bahwa produk domestik bruto Spanyol (PDB) akan berkontraksi hingga -0,8% pada tahun 2020 sebagai akibat dari dampak wabah coronavirus Covid-19. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Spanyol akan turun hampir tiga poin persentase sehubungan dengan yang terdaftar pada tahun 2019 (1,9%). Dan perkiraan pertumbuhan untuk bulan Desember sebesar 1,7%.
Diperkirakan bahwa PDB Spanyol akan tumbuh 1% di kuartal pertama tahun 2020 dalam data tahunan, meskipun Spanyol akan memasuki resesi karena data dari kuartal berikutnya. Antara bulan April dan Juni, ekonomi akan turun 2%, sementara akan menjadi 1,6% dan 0,5% masing-masing dalam dua kuartal terakhir tahun ini.
Sebaliknya, pada tahun 2021 ekonomi Spanyol akan mengalami efek rebound dan akan tumbuh sebesar 2,4%, angka yang sama dengan yang tercatat pada tahun 2018.
Mengenai perkiraan untuk bulan Desember, ini merupakan kenaikan 0,7% dari bulan Desember 2020.
Menurut Fitch Ratings, tingkat PDB dunia akan turun dan akan berada di ambang resesi global. Diperkirakan juga bahwa zona euro akan memasuki resesi pada tahun 2020, dengan penurunan sebesar 0,4% dari PDB, dibandingkan dengan perkiraan kenaikan 1,1% tiga bulan yang lalu.
4. Daftar kegiatan-kegiatan penting yang dapat terus berfungsi terlepas dari perpanjangan lockdown
BOE (Boletín Oficial del Estado - Buletin Resmi Pemerintah) menerbitkan lampiran daftar layanan dan bidang profesional yang tidak dikenakan peraturan penghentian aktivitas.
Menurut peraturan baru yang mulai berlaku hari Selasa 31 Maret 2020, sektor dari layanan esensial yang dapat terus bekerja adalah sebanyak 20 sektor dan di samping itu ada beberapa pertimbangan khusus untuk pekerja pemerintah dan staf administrasi Kehakiman.
Keputusan pemerintah yang menyatakan keadaan waspada pada tanggal 14 Maret 2020 menangguhkan pembukaan untuk publik dari perusahaan komersial ritel dengan pengecualian: komersial ritel makanan dan minuman; produk kebutuhan dasar;
perusahaan-perusahaan: farmasi, produk medis, optik dan ortopedi, produk higienis; pers dan alat tulis; bahan bakar untuk industri otomotif; penjual rokok - tembakau; peralatan teknologi dan telekomunikasi; makanan hewan peliharaan; perdagangan melalui internet;
telepon atau korespondensi; tempat pencucian pakaian dan penatu.
Spesifikasi kegiatan-kegiatan yang harus tetap berfungsi:
a. Kegiatan yang berpartisipasi dalam pasokan pasar dan dalam pengoperasian layanan pusat-pusat produksi barang dan jasa dasar ( makanan, minuman, pakan ternak, produk kebersihan, obat-obatan, produk sanitasi atau produk yang diperlukan untuk perlindungan kesehatan)
b. Layanan hotel dan restoran dengan layanan pengiriman rumah
c. Layanan dalam rantai produksi dan distribusi barang; layanan: teknologi sanitasi, bahan medis, peralatan pelindung, peralatan sanitasi dan rumah sakit, serta bahan sanitasi lainnya
d. Kegiatan esensial untuk pemeliharaan kegiatan produktif industri manufaktur (persediaan, peralatan dan bahan-bahan yang diperlukan)
e. Layanan transportasi, untuk orang dan barang
f. Layanan di Lembaga Permasyarakatan, Perlindungan Sipil, Penyelamatan Maritim, Penyelamatan, Pencegahan dan Pemadaman Kebakaran, Keselamatan Ranjau, dan Keselamatan Lalu Lintas. Perusahaan keamanan swasta yang menyediakan layanan: transportasi, respons dari alarm, perondaan dan penjagaan keamanan, layanan keamanan bagi kegiatan-kegiatan esensial dan pasokan bagi penduduk
g. Pemeliharaan material dan peralatan angkatan bersenjata
h. Pusat, layanan dan institusi kesehatan; perawat yang merawat orang tua, anak di bawah umur, orang cacat; yang bekerja di: perusahaan, pusat penelitian dan pengembangan dan bioteknologi yang terkait dengan COVID-19
i. Pusat, layanan dan perusahaan untuk perawatan kesehatan hewan
j. Layanan dan tempat penjualan pers, media atau kantor berita milik publik dan swasta, serta pencetakan atau distribusinya
k. Perusahaan-perusahaan jasa keuangan, termasuk perbankan, asuransi dan perusahaan investasi, untuk penyediaan layanan esensial
l. Perusahaan telekomunikasi, audiovisual dan layanan komputer esensial, serta jaringan dan fasilitas pendukung dan sektor atau subsektor yang dibutuhkan agar berfungsi dengan baik
m. Layanan terkait dengan perlindungan dan perawatan korban kekerasan gender
n. Pengacara, bidang sosial, penerjemah, dan psikolog dan yang menghadiri proses pengadilan sesuai dengan prosedur yang tidak ditangguhkan
o. Layanan di kantor hukum, penasihat hukum, lembaga administrasi dan sosial p. Layanan notaris dan registrasi
q. Layanan pembersihan, pemeliharaan, perbaikan kerusakan yang mendesak;
pemantauan dan penyediaan layanan untuk pengumpulan, pengelolaan limbah berbahaya, limbah perkotaan yang berbahaya dan tidak berbahaya. Pengumpulan dan pengelolaan limbah air, dekontaminasi, dan layanan pengelolaan limbah lainnya serta transportasinya
r. Layanan Pusat Penerimaan Pengungsi dan Pusat Tempat Tinggal Sementara untuk Imigran (CIES)
s. Kegiatan penyediaan air, pemurnian air, konduksi air, sanitasi air, pengelolaan untuk air minum
t. Penyediaan esensial yang dibutuhkan untuk layanan ramalan cuaca: layanan pengamatan dan proses terkait dengan pemeliharaan, pengawasan dan pengendalian proses operasional
u. Layanan pos universal, untuk menyediakan layanan pengumpulan, penerimaan, pengangkutan, klasifikasi, distribusi dan pengiriman
v. Sektor atau subsektor yang berpartisipasi dalam impor dan penyediaan peralatan medis, seperti logistik, transportasi, pergudangan, transit pabean
w. Layanan distribusi dan pengiriman produk yang dibeli dalam perdagangan melalui internet, telepon atau korespondensi
5. Penjualan Produk Elektronik (Laptop dan Komputer) Melonjak Hingga 60%
Terdorong Oleh Teleworking Dalam Masa Lockdown
Perusahaan-perusahaan utama di sektor informatika mencatat kenaikan yang signifikan dalam permintaan komputer dan komponen elektronik. Distributor besar bidang elektronik mengalami kenaikan penjualan yang sangat berarti dalam beberapa minggu terakhir. Beberapa perusahaan besar memastikan bahwa tren naiknya teleworking, sebuah opsi yang direkomendasikan oleh pihak yang berwewenang, telah meningkatkan secara signifikan penjualan laptop dan komponen elektronik.
Sejauh ini, pada bulan Maret 2020, telah terjadi rebound dalam penjualan khususnya laptop, dengan peningkatan sebesar 60% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, menurut sebuah perusahaan Spanyol dari perdagangan elektronik khususnya dalam teknologi dan komputasi. Puncak penjualan tertinggi terjadi pada laptop yang memiliki sistem operasi Window Pro, karena sistem itu adalah salah satu yang terutama diindikasikan penggunaannya pada perusahaan. Tren peningkatan pembelian komputer
ini berdampak positif pada penjualan barang-barang lainnya, seperti printer, kamera video konferensi dan headset.
Namun tidak hanya laptop dan komponen elektronik yang mengalami lonjakan permintaan. Ketakutan akan pengurungan populasi untuk waktu yang tidak pasti, menyebabkan warga memperkuat kapasitas penyimpanan makanan yang cepat rusak.
Dan ini berarti peningkatan yang signifikan dalam pembelian freezer.
Beberapa perusahaan di sektor elektronik mencatat bahwa ada kenaikan sebesar 50%
dari belanja rata-rata pelanggan, dari sekitar 200 euro meningkat menjadi sekitar 300 euro. Ditekankan juga tidak akan ada kekurangan persediaan stok dengan adanya permintaan yang meningkat.
Dalam hal ini, sebuah perusahaan menekankan bahwa telah dilakukan stockpile untuk memenuhi permintaan laptop yang lima kali lebih besar. Begitupun juga ada peningkatan yang kuat pada pembelian online, yang telah melonjak sebesar 100% dalam beberapa pekan terakhir.
Beberapa distributor menjelaskan bahwa mereka harus membeli produk-produk dari pabrik lain selain pabrik yang biasa dibeli untuk mengatasi penurunan pasok dari perusahaan yang memproduksi barang-barang mereka di China, negara pertama yang melumpuhkan sebagian dari kegiatan ekonominya guna mengekang infeksi Covid-19.
Tidak diragukan bahwa krisis coronavirus telah menjadi titik balik dalam sudut pandang para perusahaan dalam memandang sistem telework. Lebih dari 60% perusahaan multinasional, UKM dan startups sedang membuka kemungkinan ini. Namun perubahan tren ini sebenarnya sudah dimulai, bahkan sebelum pandemi dimulai, karena sebagian besar perusahaan telah merencanakan untuk segera meningkatkan sistem opsi kerja cara ini pada tahun ini.
6. Perdagangan elektronik mengalami pematangan secara kilat dengan adanya pandemi.
Sektor-sektor makanan dan mode menggandakan aktivitasnya dibandingkan dengan tahun 2019. E-commerce semakin matang secara kilat selama pandemi coronavirus. Konsumen telah meningkatkan belanja online selama minggu-minggu lockdown, perusahaan telah dipaksa untuk meningkatkan penjualan online dan distributor melakukan segala yang mungkin untuk menanggapi tingkat aktivitas yang mirip dengan black Friday.
Tidak semua sektor mengalami hal yang sama. Sektor makanan, mode, elektronik, produk rumah tangga, kecantikan dan parapharmacy adalah beberapa sector yang meningkat aktivitasnya, sedangkan pariwisata dan maskapai penerbangan (yang biasanya menempati hampir 25% kegiatan, menurut data dari CNMC – La Comisión Nacional de los Mercados y la Competencia - tahun 2019) keadaannya lumpuh tanpa kegiatan.
tahun ini pertumbuhan penjualan sebesar 12% - naik dari 18.193 juta menjadi 20.451 juta - kecepatan yang sama dengan tahun 2019. "Ini adalah perkiraan sebelum ada pandemi. Studi-studi post-coronavirus belum dipublikasikan karena ketidakpastian yang diciptakan oleh situasi. Namun, semuanya menunjukkan bahwa kecepatannya akan lebih tinggi dari tahun lalu. Kemungkinan, Spanyol akan naik posisi di peringkat negara- negara Eropa dengan penetrasi paling besar dalam perdagangan online”, komentar Pablo Contreras, penulis laporan The State of Electronic Commerce in Retail.
Momentum yang dialami oleh e-commerce diakibatkan oleh kenyamanan. “Pembatasan untuk keluar rumah dan ketakutan akan penyakit menular telah memaksa banyak orang untuk meningkatkan belanja online, terutama di sektor makanan. Pengguna yang paling segan juga terpaksa mengatasi ketakutannya yang terkait dengan pembayaran online.
Survei CIS (Centro de Investigaciones Sociológicas – Pusat Penelitian Sosiologis) terbaru memastikan bahwa 23% warga telah meningkatkan belanja online selama pandemi dan 1% melakukannya untuk pertama kalinya.
Sektor yang mengalami fenomena paling intens adalah, tanpa diragukan lagi, konsumsi massal. Perusahaan konsultan Kantar memastikan bahwa pembelian online lebih dari
dua kali lipat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada minggu terakhir bulan April, mereka mencapai 3,6%, dibandingkan dengan 1,5% pada tahun 2019. Persentase di kota-kota besar, Madrid dan Barcelona adalah lebih tinggi: telah tumbuh dari 2,5%
menjadi 5%. "Supermarket telah mengatasi hari-hari pertama kekacauan, di mana terlihat perusahaan besar seperti Mercadona menutup e-commerce mereka. Untuk mengatasi puncak permintaan, perusahaan besar seperti Dia telah memperluas tenaga kerja mereka dengan lebih dari 1.000 pekerja dan telah mengubah selusin supermarket menjadi platform logistik.
Pembelian juga berlipat ganda di sektor mode. Menurut Kantar, pembelian pakaian online di bulan Maret hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya, naik dari 8,8% menjadi 16% dari total penjualan sektor ini. Pada awalnya sector ini mengalami penurunan permintaan, karena ketakutan dan ketidakpastian dengan adanya pandemi, tetapi dalam dua bulan terakhir, penjualan telah tumbuh berlipat ganda sektor seperti mode, olahraga, dan peralatan rumah. Terlihat bahwa merek-merek terkenal membuat diskon besar untuk menghabiskan akumulasi stok.
7. Spanyol kehilangan pabrik mobil, pertama dalam hampir satu dekade dengan Nissan.
Perusahaan multinasional Jepang berencana untuk menghentikan kegiatannya di Barcelona pada bulan Desember 2020. Akhir bulan Mei 2020, Nissan secara resmi menutup pabriknya di Barcelona, yang berarti hillangnya 3.000 pekerjaan langsung dan 13.000 pekerjaan tidak langsung lainnya, menurut data dari perusahaan. Gianluca de Ficchy, presiden Nissan Eropa, menggambarkan bahwa keputusan tersebut tidak dapat diubah karena "setelah menganalisis semua kemungkinan, termasuk bantuan yang ditawarkan oleh pemerintah Spanyol dan Catalan, pabrik itu tidak dapat dipertahankan". Dengan Nissan, Spanyol kehilangan pabrik mobil pertamanya dalam hampir satu dekade, setelah Santana ditutup pada tahun 2011, dua tahun setelah Suzuki Jepang mundur.
Penutupan tersebut menyangkut pabrik Zona Franca dan dua pusat produksi satelitnya: Montcada i Reixach (yang memproduksi lembaran logam), dan Sant Andreu de la Barca (memasok kerangka mobil). Ini juga memengaruhi unit R&D (Research &
Development), pusat suku cadang dan pusat logistik pelabuhan Barcelona. Sebaliknya, pabrik Nissan di Avila dan Cantabria, yang memasok suku cadang ke pabrik Renault baik di Spanyol maupun di Prancis, tetap berfungsi.
Niat dari Ficchy adalah untuk menuju ke likuidasi secara cepat, dengan berhentinya aktivitas bulan Desember mendatang. Tenggat waktu yang tidak dapat diterima oleh serikat pekerja maupun Departemen Perindustrian. "Jangan berpikir bahwa mereka dapat menyerahkan kunci dan pergi tanpa basa-basi lagi," kata sumber-sumber industri, menambahkan bahwa Nissan harus bertanggung jawab bersama dalam mencari solusi untuk pabrik, seperti yang telah dilakukan oleh perusahaan multinasional lain, seperti Vestas atau Cemex. Itu bisa termasuk bernegosiasi dengan calon investor.
Presiden Nissan Eropa memperkuat penjelasan kepala eksekutif kelompok Nissan, Makoto Uchida, yang diberikan dari Yokohama sesaat sebelumnya, "Ini adalah keputusan yang sulit, tetapi kami harus menutupnya," kata Uchida, yang bagaimanapun mengkonfirmasi kesinambungan pabrik Sunderland, di Inggris. Perusahaan multinasional Nissan membenarkan keputusannya karena lingkungan yang sulit di sektor ini, dengan kelebihan kapasitas yang telah diperburuk oleh pandemi virus corona. Setelah menderita kerugian 5,270 juta euro pada tahun fiskal terakhir, diputuskan untuk memangkas kapasitas keseluruhan kelompok sebesar 20%, dengan Barcelona sebagai korban pertama penyesuaian.
De Ficchy berpendapat bahwa situasi pabrik Zona Franca - Barcelona telah sangat memburuk sejak persetujuan tahun lalu dengan pemangkasan 600 pekerjaan dan berjanji untuk berinvestasi 70 juta euro untuk departemen cat yang baru. Dan dia menunjuk Mercedes sebagai pemicu untuk keputusan penutupan pabrik. Menurutnya, kontrak untuk memasok pick-up ke Mercedes berlaku hingga 2027 dan mewakili 50%
dari produksi pabrik saat ini. Namun, sebelumnya model lain seperti Pulsar atau versi diesel dari van NV200 sudah ditarik dari Barcelona, dan dipindahkan ke pabrik Renault Prancis. Hasilnya: Zona Franca - Barcelona beroperasi kurang dari 30% dari kapasitasnya.
8. Resesi Spanyol akan menjadi salah satu yang terparah di zona euro.
Brussels memprediksi penurunan 9,4% dari PDB tahun ini. Prakiraan ekonomi pertama oleh Komisi Eropa yang mengukur dampak virus korona sama buruknya seperti yang diperkirakan. Sebuah resesi dalam sejarah untuk daerah seluruh euro dan bahkan lebih parah untuk Spanyol, yang menjadi perekonomian yang paling parah bersama dengan negara-nehara Italia dan Yunani. Tepatnya, PDB Spanyol turun tahun ini sebesar 9,4% , diikuti oleh pemulihan pada tahun 2021, tetapi akan tetap pada 7%.
Ini adalah resesi yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi Spanyol diikuti oleh rebound yang kuat tetapi tidak merata, seperti yang dijelaskan oleh laporan Brussels. V yang diinginkan, mencapai titik terendah dan muncul kembali sesegera mungkin, akhirnya akan ditulis dengan garis-garis yang sangat bengkok dan tidak teratur, dan selalu dengan risiko laten dari perpanjangan krisis jika terjadi wabah pandemic lagi. Indikator lainnya juga sangat negatif. Defisit meningkat tahun ini menjadi 10,1% dan pada 2021 akan ditempatkan pada 6,7%. Dan mengenai utang, itu akan meningkat menjadi 115,6% tahun ini dan pada 2021 akan sedikit menurun menjadi 113,7%. Pengangguran akan meningkat menjadi 18,9% tahun ini dan akan mencapai 17% pada tahun 2021.
Perkiraan ini sangat mirip dengan yang diajukan lalu oleh Pemerintah Spanyol dalam pembaruan program stabilitas, dan jauh lebih buruk daripada rata-rata ekonomi di kawasan euro, yang akan turun tahun ini sebesar 7,7%. Italia dan Prancis memiliki penurunan PDB mereka mirip dengan Spanyol, sementara Jerman berkinerja lebih baik dan akan turun sebesar 6,5%.
Mengenai Spanyol, Brussels menghitung bahwa, dengan asumsi bahwa pada pertengahan bulan Mei dimulai pencabutan bertahap atas lockdown yang paling berat, ekonomi akan mengalami kontraksi yang lebih parah pada kuartal kedua tahun ini, dan berusaha untuk pulih kembali di dua kuartal berikutnya. Awal tahun depan, jika pembatasan produksi dicabut, akan ada peningkatan selama bagian pertama tahun 2021.
Sektor yang paling terpengaruh adalah sector layanan dan terutama kegiatan yang berhubungan dengan pariwisata, seperti transportasi, restoran dan hotel, di mana pembatasan akan tetap berlaku untuk waktu yang lebih lama. Sebaliknya, manufaktur akan dapat memulai kembali bisnis lebih cepat, meskipun adanya gangguan dalam rantai nilai dan permintaan yang lemah dapat menghambat normalisasi aktivitas industri sebelum akhir tahun ini.
Krisis ini memiliki dampak yang sangat negatif terhadap keseimbangan fiskal dan Spanyol yang dua tahun berturut-turut pertumbuham PDB di bawah 3%, melompat menjadi di atas 10%, dan akan tetap pada 6,7%pada tahun 2021, angka yang tidak terbayangkan tanpa krisis yang disebabkan oleh virus corona. Jika defisit pada tahun 2019 secara tak terduga meningkat menjadi 2,8%, sekarang prospeknya jauh lebih buruk. Akan ada penurunan signifikan dalam pendapatan, sementara peningkatan pengangguran dan penggunaan ERTE yang meluas merupakan peningkatan besar dalam pengeluaran pemerintah. Selain itu, secara signifikan meningkatkan pengeluaran kesehatan.
Pengangguran juga akan tumbuh dengan cepat, memperluas guncangan dalam perekonomian, meskipun kehilangan pekerjaan mungkin sebagian akan diserap kembali ketika pekerjaan dilanjutkan. Namun, pemulihan pasar tenaga kerja diperkirakan akan lambat dalam skenario ketidakpastian yang besar.
9. Sektor Tekstil Waspada Terhadap Penurunan Penjualan Pada Tahun 2020 Yang Dapat Mencapai Hingga 37%.
Banyak perusahaan telah mengalihkan sebagian produksi mereka ke sektor kesehatan selama pandemi Virus Corona. Sektor tekstil Spanyol meramalkan akan adanya penurunan penjualan hingga 37% pada tahun 2020 ini, akibat krisis yang disebabkan oleh pandemi Virus Corona, sehingga beberapa perusahaan terpaksa untuk menutup usaha mereka karena kekurangan pesanan. Meskipun banyak perusahaan tekstil lain yang telah mengalihkan orientasi produksi mereka ke sektor kesehatan.
Menurut data dari La Confederación de la Industria Textil (Texfor) – Konfederasi Industri Tekstil, tidak ada satupun perusahaan di sektor tekstil yang berharap untuk dapat mempertahankan penjualan produksinya seperti tahun yang lalu dan bahkan 7% dari perusahaan tekstil tersebut memperkirakan akan adanya pengurangan omzet hingga 75%.
CEO Texfor menjelaskan bahwa meskipun banyak perusahaan tekstil (70%) yang umumnya memproduksi untuk sektor fesyen telah mengalihkan sebagian produksi mereka ke sektor kesehatan, tetap tidak mungkin mereka dapat mempertahankan penjualan sebesar tahun yang lalu. Setelah masa Paskah dan setelah akhir periode kelumpuhan aktivitas non-esensial yang ditetapkan oleh pemerintah, tiga dari empat perusahaan tektil Spanyol akan buka lagi, walaupun 40% di antaranya tidak akan dapat melakukan kegiatan sepenuhnya.
Seperempat perusahaan sisanya tidak tahu bila akan dapat melanjutkan kegiatan mereka, sebagian lagi menunggu selesainya keadaan gawat dan banyak juga yang sudah mulai menerima pesanan, karena sejak tanggal 14 Maret yang lalu dilarangnya aktivitas perdagangan menyebabkan kelumpuhan sebagian besar dari sektor tekstil.
Mengenai langkah-langkah ketenagakerjaan yang diterapkan, 13% perusahaan tetap sama kondisi nya seperti sebelum krisis Virus Corona, 60% mengajukan ERTE: Expediente de Regulación Temporal de Empleo – Peraturan Ketenagakerjaan Sementara (berarti karyawan tidak bekerja sementara dan mendapat tunjangan pengangguran sementara dari pemerintah, hingga dicabutnya keadaan lockdown dan dapat mulai bekerja lagi, dengan kondisi bahwa perusahaan tidak berhak memecat karyawan).
Setengah dari perusahaan mengajukan ERTE dengan alasan force majeure dan setengah lainnya dengan alasan: ekonomi, produktif atau organisasi. 10% lainnya menyesuaikan hari kerja dengan situasi saat ini dan sisanya membuat persetujuan dengan para karyawan dengan langkah-langkah fleksibel. Industri tekstil Spanyol terdiri lebih dari 3.800 perusahaan dan 47.000 karyawan. Di Catalonia terdiri dari 1.150 perusahaan tekstil dengan 24.000 karyawan.
10. Peraturan Perdagangan Produk Pangan di Spanyol selama Pandemi Covid-19
Keputusan Kerajaan 463/2020 menyetujui menyatakaan Keadaan Gawat di Spanyol untuk mengelola situasi yang disebabkan oleh COVID-19 dan menyatakan bahwa pihak yang berwewenang ditugaskan untuk mengambil tindakan yang diperlukan untuk menjamin pasokan makanan. Produksi pertanian, peternakan dan akuakultur, serta kegiatan penangkapan ikan, pengolahan produk pertanian dan perikanan, pusat atau klinik hewan, transportasi dan distribusi makanan, serta komersialisasi melalui penjualan ritel ke konsumen, membentuk rantai pasokan makanan yang aktivitasnya harus dijamin keterusannya dalam keadaan gawat ini. Berarti bahwa aktivitas perusahaan agri-pangan secara keseluruhan, termasuk pertanian, peternakan, akuakultur dan kegiatan penangkapan ikan, harus dipertahankan, demikian juga para perusahaan yang memberi suplai esensial yang diperlukan agar aktivitas tersebut di atas tetap beroperasi.
Mengenai para petani, peternak, akuakultur dan nelayan, mereka harus dapat tetap melakukan pekerjaan mereka. Untuk mencegah dan menghambat penyebaran Virus Corona, pekerjaan yang tidak esensial selama durasi dari periode keadaan waspada harus dibatasi atau ditangguhkan, misalnya tugas pemeliharaan alat-alat.
Beberapa hal yang berhubungan:
1. Izin perdagangan ritel untuk penjualan pasokan pokok bagi pertanian, peternakan dan perikanan. Kegiatan pertanian, peternakan, akuakultur dan penangkapan ikan membutuhkan bahan pokok untuk dapat melangsungkan kinerja mereka, seperti penggunaan pupuk, produk perlindungan tanaman, benih dan bibit, produk untuk hewan, pakan, garam, es, perlengkapan lainnya, dan lain-lain. Aktivitas perdagangan ritel yang memasok kebutuhan pokok ini harus tetap berjalan karena mereka dapat memastikan adanya hasil produk pasokan makanan bagi penduduk. Terkadang perdagangan eceran ini disediakan oleh pertanian, serikat nelayan, pasar ikan atau pelabuhan sendiri, terkadang produk ini dijual oleh perusahaan lain.
2. Batas waktu dalam prosedur administrasi terkait dengan Política Agraria Común (PAC) - Kebijakan Pertanian Umum dan sektor perikanan. Secara umum, berlakunya Keputusan Kerajaan 463/2020, menyangkut penghentian semua batas waktu untuk memproses
prosedur administrasi yang berhubungan dengan Kebijakan Pertanian Umum dan sektor perikanan.
3. Peraturan untuk kapal penangkap ikan, berkoordinasi dengan Institut Social de la Marina (ISM) – Lembaga Sosial Angkatan Laut. Kapal adalah bagian penting dari rantai pasokan makanan, oleh karena itu operabilitasnya harus dijamin. Kru harus mentaati semua rekomendasi perlindungan diri terhadap Virus Corona untuk meminimalkan risiko dan menghindari penularan.
- Kapal yang beroperasi jauh: jika ikan tangkapan tidak cukup memenuhi kuota, disarankan untuk tidak kembali ke pelabuhan dan tetap di laut sampai memenuhi kuota yang ditetapkan.
- Kapal yang beroperasi di perairan daerah penangkapan ikan nasional: operasinya melibatkan kembalinya kapal ke pelabuhan setiap hari. Untuk ini disarankan agar anggota kru mengambil langkag-langkah kebersihan yang ekstrim dan mengikuti rekomendasi yang ditentukan oleh Kementerian Kesehatan.
11. Kebijakan Bea-Cukai Selama Covid-19
Uni Eropa telah mengambil langkah-langkah mendesak yang bertujuan mencegah kekurangan peralatan perlindungan pribadi yang diperlukan untuk mencegah penyebaran penyakit COVID-19 secara meluas dan untuk menjaga kesehatan para petugas kesehatan yang merawat pasien yang terjangkit Sampai saat ini, langkah-langkah yang diambil adalah sebagai berikut:
Perlu lisensi untuk mengekspor alat pelindung diri
UE telah menyetujui Peraturan Pelaksana (UE) 2020/402 tanggal 14 Maret 2020, yang memuat bahwa ekspor produk tertentu bergantung pada penyajian lisensi ekspor. Peraturan ini, yang berlaku sejak 16 Maret 2020 dan dengan aplikasi untuk jangka waktu enam minggu, melarang ekspor alat pelindung diri tertentu yang tidak disertai dengan lisensi ekspor yang dikeluarkan oleh otoritas yang berwenang dari Negara eksportir, dalam syarat dan ketentuan yang diputuskan di tingkat nasional.
Produk yang termasuk dalam tindakan ini tercantum dalam Peraturan dan pada dasarnya adalah sebagai berikut: kacamata pelindung, pelindung wajah, peralatan perlindungan mulut (masker), pakaian pelindung dan sarung tangan.
Pedoman UE tentang langkah-langkah manajemen perbatasan
Demikian juga, Pedoman UE tentang langkah-langkah manajemen perbatasan untuk melindungi kesehatan dan menjamin ketersediaan barang dan jasa esensial, yang menjabarkan prinsip-prinsip pendekatan terpadu untuk manajemen perbatasan yang efektif untuk melindungi kesehatan sambil menjaga integritas pasar tunggal. Pedoman ini mencakup lima pokok masalah, yang berkaitan dengan pengangkutan barang dan jasa, pasokan barang, tindakan terkait kesehatan, perbatasan eksternal, serta perbatasan internal.
Berkenaan dengan peraturan nasional, Keputusan Kerajaan 463/2020, tanggal 14 Maret, menyatakan keadaan alarm untuk manajemen situasi krisis kesehatan yang disebabkan oleh COVID-19 juga menetapkan, dalam Pasal 16, bahwa otoritas delegasi yang kompeten harus mengadopsi langkah-langkah yang diperlukan untuk menjamin transit pabean di titik masuk atau titik pemeriksaan perbatasan yang terletak di pelabuhan atau bandara. Dalam hal ini, produk-produk pokok akan ditangani secara prioritas.
Sejalan dengan ini, Keputusan Kerajaan 8/2020, 17 Maret, tentang langkah-langkah luar biasa yang mendesak untuk menghadapi dampak ekonomi dan sosial dari COVID-19, menetapkan bahwa formalitas impor pabean di sektor industri disederhanakan. Secara khusus, pasal 32 kepala Departemen Bea dan Pajak Khusus dari Badan Negara Administrasi Pajak menyatakan bahwa kantor bea cukai, secara istimewa bagi kebutuhan layanan yang berasal dari situasi saat ini, dapat dilakukan oleh setiap organ atau pejabat Daerah Pabean dan Cukai.
Langkah-langkah ini dimaksudkan untuk mencegah rantai pasokan barang dagangan dari negara ketiga terkena dampak dan, pada tingkat yang lebih rendah, kelumpuhan ekspor karena penutupan Unit dan Administrasi Bea dan Cukai karena satu atau lebih pejabatnya terjangkit oleh COVID-19. Departemen Bea Cukai dan Pajak Khusus mengeluarkan pada tanggal 16 Maret sebuah Catatan NI DTORA 01/2020 dimana diberikan instruksi berasal dari deklarasi keadaan alarm negara yang dinyatakan oleh Keputusan Kerajaan 463/2020,
tanggal 14 Maret. Instruksi ini akan berlaku selama Keadaan Gawat untuk menjamin terpenuhinya fungsi selama periode krisis kesehatan yang disebabkan oleh COVID-19 dan, tepatnya, untuk menjamin layanan bea cukai dan impor produk yang mudah rusak; obat- obatan dan produk sanitasi; kebutuhan pokok lainnya, serta yang diperlukan untuk menjamin kelanjutan rantai produksi.
Tindakan Untuk Menjamin Pasokan Makanan
1. Pihak yang berwewenang harus mengambil tindakan yang diperlukan untuk memastikan:
a) Pasokan makanan di tempat-tempat konsumsi dan pengoperasian layanan dari pusat- pusat produksi, memungkinkan distribusi makanan dari asal produksi ke perusahaan komersial untuk dijual kepada konsumen, termasuk gudang penyimpanan, pusat logistik dan pasar tujuan. Khususnya, ketika diperlukan untuk alasan keamanan, pendampingan kendaraan yang membawa barang tersebut dapat disepakati.
b) Pembentukan koridor sanitasi untuk memungkinkan masuk dan keluarnya orang, bahan baku dan produk olahan yang ditujukan untuk atau berasal dari perusahaan tempat produksi makanan, termasuk pertanian, pasar, pabrik pakan ternak dan rumah jagal.
2. Demikian juga, pihak yang berwenang dapat menyepakati intervensi perusahaan atau layanan, serta mobilisasi Pasukan dan Badan Keamanan Negara dan Angkatan Bersenjata untuk memastikan berfungsinya ketentuan pasal ini secara tepat.
12. Hidrogen Hijau Adalah Bahan Bakar Masa Depan
Hidrogen akan menjadi bahan bakar masa depan dan selangkah demi selangkah akan menggantikan semua bahan bakar fosil saat ini. Perusahaan AleaSoft (Energy Forecasting) telah melakukan analisis dampak hidrogen dalam sektor energi sebagai faktor kunci dalam transisi ekologis dan sebuah ringkasan penggunaan gas ini di masa kini dan masa depan di berbagai sektor ekonomi. Hidrogen adalah unsur yang paling melimpah di alam semesta. Ini digunakan sebagai input dalam penyulingan minyak, produksi amonia dan metanol, dan manufaktur baja. Permintaan global saat ini untuk hidrogen adalah lebih dari 70 juta ton per tahun.
Produksi listrik dengan hidrogen
Untuk mendapatkan listrik dari hidrogen, dilakukan reaksi sebaliknya daripada untuk mendapatkan hidrogen. Dalam hal ini, dibuat bereaksi dengan oksigen untuk memperoleh listrik dan air. Perangkat yang bertugas untuk melakukan reaksi ini disebut sel bahan bakar. Salah satu aplikasi pertama yang praktis dari sel bahan bakar adalah pada kendaraan luar angkasa, di mana selain pasokan listrik, air yang dihasilkan dapat digunakan oleh astronot untuk minum, atau untuk mendinginkan sistem pesawat ruang angkasa .
Hidrogen sebagai bentuk penyimpanan energi Penyimpanan energi adalah salah satu tantangan utama yang akan dihadapi sektor ini di tahun-tahun mendatang. Teknologi baterai telah banyak berkembang, tetapi masalah penyimpanan jangka panjang belum terselesaikan. Ini adalah satu hal di mana hidrogen bisa sangat berguna. Bukan hanya karena kemampuannya menyimpan energi untuk jangka waktu yang lama, tetapi juga karena akan lebih mudah ditangani, karena bobotnya akan lebih sedikit, karena kepadatan energi dari tangki hidrogen yang dikompresi lebih tinggi daripada baterai ion lithium.
Hidrogen di sektor transportasi - Sektor transportasi mungkin merupakan area di mana hidrogen akan dapat menjadi paling efektif. Mobil listrik sel bahan bakar hidrogen (Fuel Cell Electric Vehicle - FCEV) akan mengurangi polusi udara lokal karena, seperti mobil listrik baterai (Battery Electric Vehicle - BEV) tidak memiliki emisi gas polusi. Sudah ada mobil di pasar yang menggunakan teknologi ini dan memiliki manfaat serupa dan bahkan unggul pada beberapa mobil bertenaga baterai. Aspek di mana mobil hidrogen itu sendiri tidak akan memiliki persaingan dalam pengisian bahan bakar. Mengisi bahan bakar mobil dengan hidrogen jauh lebih cepat daripada mengisi mobil dengan baterai.
Revolusi hidrogen - Hidrogen hijau adalah bahan bakar masa depan. Kemampuan untuk menggunakan bahan bakar tanpa CO 2 merupakan revolusi dalam sektor energi dan transportasi. Bensin, gas, batu bara, dan semua bahan bakar lainnya secara bertahap akan digeser oleh hidrogen. Dari penggunaan industri hingga domestik, jalan masa depan adalah penggunakan hidrogen sebagai bahan bakar utama. Selain itu juga, pada akhirnya akan menjadi elemen pengatur keseimbangan pasar listrik.