• Tidak ada hasil yang ditemukan

Menurut Undang-Undang No. 21 Tahun 2008 tentang Perbankam Syariah atau Lembaga Keuangan Syariah (LKS), setiap Bank Islam atau Lembaga Keuangan Islam di Indonesia, Bank Umum Syariah (BUS) maipun Unit Usaha Syariah (UUS), wajib membentuk Dewan Pengawas Syariah, yang secara umum bertugas untuk memberikan nasehat serta saran kepada Direksi serta mengawasi bank agar tidak melenceng dari prinsip syariah.

59

Mengingat sangat pentingnya peran Dewan Pengawas Syariah dalam Lembaga Keuangan Syariah, cara yang dilakukan untuk meningkatkan kekuatan kinerja DPS adalah dilakukan perekrutan dengan standar kompetensi yang ketat. Hal-hal yang dilakukan KSPPS Mandiri Sejahtera untuk meningkatkan peran DPS yaitu dengan mengangkat Dewan Pengawas Syariah yang sudah lulus sertifikasi dari DSN-MUI dan berpengalaman dalam bidang akuntansi maupun fiqh muamalah. Hal tersebut disampaikan oleh Wibowo (22/5/2018) didalam wawancara peneliti adalah :

DPS yang diterapkan saat ini yaitu DPS yang sudah lulus sertifikasi dari DSN-MUI dan berpengalaman dalam prakteknya, pengalaman dalam prakteknya itu baik dalam akuntasi maupun fiqh

muamalah”.

Pendapat tersebut diperkuat oleh Andi Setyawan (5/6/2018) yaitu :

Disini (KSPPS Mandiri Sejahtera) mengangkat DPS yang sudah lulus sertifikasi dari DSN-MUI dan berpengalaman dalam

praktiknya”.

Berikut adalah kekuatan dan Kelemahan Dewan Pengawas Syariah di KSPPS Mandiri Sejahtera.

1. Kekuatan atau kelebihan Dewan Pengawas Syariah di KSPPS Mandiri sejahtera adalah :

a. Dewan Pengawas Syariah sudah menjalankan tugas-tugasnya di KSPPS Mandiri Sejahtera sesuai dengan peraturan DSN-MUI dan ADRT yang ada.

b. Dewan Pengawas Syariah menerapkan sosialisasi dan tanggung jawab pada anggota KSPPS Mandiri Sejahtera dan masyarakat sekitar.

Hal tersebut dibuktikan dalam hasil wawancara dengan Andi Setyawan (5/6/2018) beliau menyebutkan :

Kekuatan dan kelebihan Dewan Pengawas Syariah di KSPPS Mandiri Sejahtera yang pertama DPS menjalankan tugas-tugasnya sesuai dengan peraturan yang ada, yang kedua DPS mengadakan program dalam pengelolaan zakat, infak, dan shodaqah (ZIS) langsung dilakukan oleh DPS, selain itu DPS juga mengadakan kegiatan keagamaan bagi para anggota koperasi yaitu diadakannya

pengajian dan kajian keagamaan”.

2. Kelemahan atau kekurangan Dewan Pengawas Syariah di KSPPS Mandiri Sejahtera

a. Peran Dewan Pengawas Syariah belum berjalan secara optimal b. Kurangnya waktu yang diberikan Dewan Pengawas Syariah dalam

mengawasi kegiatan usaha

c. Kurangnya pengetahuan Dewan Pengawas Syariah dan anggota tentang muamalah ekonomi syariah

Hal tersebut diungkapkan oleh Andi Setyawan (5/6/2018) dalam wawancara :

Kendala atau kekurangan Dewan Pengawas Syariah di KSPPS Mandiri Sejahtera adalah pengawasan belum berjalan secara optimal karena waktu yang untuk bertemu antara DPS dan anggota

61

Hal lain juga diungkapkan oleh Muttakin (2/8/2018) selaku anggota Dewan Pengawas Syariah:

“Secara umum tidak ada masalah, hanya seperti yang kita tau

bahwa muamalah ekonomi syariah itu bagi kita semua kan hal baru, kita sudah terbiasa dengan pola bunga. Maka hal tersebut menjadi tantangan bagi kita semua anggota DPS dan karyawan KSPPS Mandiri Sejahtera untuk paham dan memahamkan aspek syariah.

62 BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Tugas dan wewenang Dewan Pengawas Syariah di KSPPS Mandiri Sejahtera

Tugas DPS di KSPPS Mandiri Sejahtera adalah mengawasi kinerja KSPPS Mandiri sejahtera agar sesuai dengan prinsip-prinsip syariah dan juga melaporkan kepada DSN MUI tentang kesesuaian produk. Sedangkan wewenang DPS di KSPPS Mandiri Sejahtera adalah. a. Meneliti barang, catatan, berkas, bukti-bukti dan dokumen lainnya

yang ada pada KSPPS Mandiri Sejahtera.

b. Mendapatkan keterangan yang diperlukan baik dari pengurus, manajemen atau staf dan anggota.

c. Memberikan koreksi, saran, dan peringatan kepada pengurus dan manajemen KSPPS Mandiri Sejahtera.

d. Melaporkan kepada DSN MUI dan pihak berwenang tentang keadaan kesyariahan KSPPS Mandiri Sejahtera.

2. Peran nyata dan tanggung jawab Dewan Pengawas Syariah di KSPPS Mandiri Sejahtera.

Peran nyata DPS di KSPPS Mandiri Sejahtera adalah mengadakan evaluasi setiap satu bulan sekali dimana pada pertemuan tersebut membahas semua permasalahan dan kendala dimana DPS sebagai

63

penasehat dan saran terhadap permasalahan yang dihadapi KSPPS Mandiri Sejahtera.

3. Kekuatan dan kelemahan Dewan Pengawas Syariah di KSPPS Mandiri Sejahtera

Kekuatan atau kelebihan DPS di KSPPS Mandiri Sejahtera adalah: a. Semua anggota DPS sudah lulus sertifikasi

b. DPS sudah menjalankan tugasnya sebagai DPS yaitu sebagai pengawas di KSPPS Mandiri Sejahtera.

c. Dewan Pengawas syariah sudah menjalankan rutinitas keagamaan dan sosial.

Sedangkan untuk kelemahanya adalah :

a. DPS belum Menjalankan peranya sebagai DPS secara maksimal. b. DPS datang ke kantor hanya satu bulan sekali.

B. Saran

Peran Dewan Pengawas Syariah (DPS) adalah mengawasi lembaga keuangan syariah (LKS) dan produk-prodik yang ada agar sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Jadi DPS berperan sangat penting bagi LKS jadi diharapkan anggota DPS benar-benar mengerti dan paham akan tugas- tugas dan wewenangnya menjadi anggota DPS agar LKS tersebut benar- benar sesuai dengan syariah yang berlaku. Dan juga untuk memberikan waktu yang cukup kepada anggota DPS supaya DPS dapat menjalankan tugasnya secara maksimal apabila waktu yang diberikan.

64

DAFTAR PUSTAKA

Chapra, U., & Ahmed, H. 2008. Corporate Govermance Lembaga Keuangan Syariah. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Cokrohadisumarto, W. b., Ismail, A. G., & Wibowo, K. A. 2016. BMT Praktik dan Kasus. Jakarta: Rajawali Press.

Dahlan, A. 2012. Bank Syariah, Teoritik, Praktik, Kritik. Yogyakarta: Sukses Ofsset.

Handoko, H. 2003. Manajemen. Yogyakarta: BPFF.

Inuzila, L. 2017. Pengaruh Size, Profitabilitas, dan Dewan Pengawas Syariah Terhadap Pengungkapan Islamic Social Reporting pada Bank Umum Syariah di Indonesia. Journal Of Independence, Vol.6 No.11: 26-32. Iqbal, M. 2007. Fiqh Siyasah, Kontekstual Dokrtin Politik Islam. Jakarta: Gaya

Media Pratama.

Kasmir. 2005. Bank dan Lembaga Keuangan Lainya. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada

Kodriyah, Suprihatin, N. S., & Octaviani, S. 2017. Peran Dewan Pengawas Syariah, Komite Audit dan Dewan Komisaris dalam Mendeteksi Praktik Manajemen Laba. Journal Accounting, Vol 4 No.2: 59-64.

Makmur. 2001. Efektifitas Kebijakan Kelembagaan Pengawasan . Bandung: Rfika Aditama.

Peraturan Menteri Koperasi dan UMKM Republik Indonesia Nomor 16/Per/M.KUKM/IX/2015.

65

Umam, K. 2015. Urgensi Standarisasi Dewan Pengawas Syariah dalam Meningkatkan Kualitas Audit Kepatuhan Syariah. Vol.1, No.2: 155-138. Witasari. A. 2016. Prespektif Teori Kewenangan Dewan Pengawas Syariah (DPS)

Penegakan Prinsip-Prinsip Syariah Pada Lembaga Perbankan Syariah.

Daftar Wawancara

Wawancara dengan Joko Supriyanto, sebagai Sektretaris di KSPPS Mandiri Sejahtera pada tanggal 16/4/2018.

Wawancara dengan Wibowo, sebagai DPS di KSPPS Mandiri Sejahtera pada tanggal 22/5/2018.

Wawancara dengan Andi Setyawan, sebagai Manajer Utama di KSPPS pada tanggal 5/6/2018.

Wawancara dengan Muhammad Muttaqin, sebagai DPS di BMT Taruna Sejahtera pada tanggal 1/8/2018.

Dokumen terkait