UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
E. KELAHIRAN MENURUT SOSIOLOGIS
Angka fertilitas pun diukur berdasarkan pembagian jumlah kejadian (events) dengan penduduk yang menanggung risiko melahirkan (exposed to risk). Walaupun demikian, ada beberapa persoalan yang dihadapi dalam hal pengakuruan mortalitas. Suatu angka (rate) menunjukkan ukuran untuk suatu jangka waktu. Angka fertilitas menunjukkan dua pilihan jangka waktu. Pertama, untuk jangka waktu pendek, biasanya 1 tahun, sedangkan plihan kedua adalah jumlah kelahiran selama masa reproduksi.
Suatu kelahiran melibatkan kedua orang tuanya. Namun informasi yang dikumpulkan, biasanya hanya yang berhubungan dengan si ibu. Sehingga dengan sendirinya pengukuran fertilitas hanya berdasarkan sifat-sifat ibu saja. Walaupun demikian cara yang dipakai untuk pengukuran fertilitas terhadap wanita seperti yang
telah disebutkan, sebenarnya dapat juga dipakai untuk mengukur fertilitas dari pria. Penentuan penduduk yang exposedo to risk di dalam pengukuran fertilitas sangat sukar. Tidak setiap orang mempunyai resiko melahirkan. Walaupun yang masih kanak-kanak dan yang tua bisa dengan mudah dipisahkan, akan tetapi tidak semua wanita yang berumur di antara kedua kelompok tersebut menanggung resiko melahirkan.
Sangat sukar membedakan live birth (lahir hidup) dan still birth (lahir mati). Melahirkan lebih dari satu kali adalah hal yang bisa terjadi pada seorang istri. Oleh karena itu, ada unsur pilihan (choice) antara melahirkan lagi atau tidak. Pilihan ini tergantung pada beberapa hal seperti pendidikan, jumlah anak yang telah mereka miliki dan lain-lain.
Kingsley Davis & Judith Balke
Dalam Ida Bagoes, 2003:323 bahwa ada tida tahap penting dari proses reproduksi: (1) Tahap hubungan kelamin (intercourse); (2) Tahap konsepsi (conseption); dan (3) Tahap kehamilan (gestation). Faktor-faktor sosial, ekonomi, dan budaya yang memengaruhi fertilitas akan melalui faktor-faktor yang langsung ada kaitannya dengan ketiga tahap reproduksi di atas. Faktor-faktor yang langsung mempunyai kaitan dengan ketiga tahap disebut Variabel Antara atau 11 variabel yang sebelumnya.
Ronald Freedman
Ditulis oleh Freedman (1975) dalam Narwoko, 2004:324 menyatakan bahwa, “sebagian besar ilmuwan mungkin akan setuju bahwa diterimanya alat-alat kontrasepsi secara meluas merupakan perubahan variabel antara yang penting dalam menentukan turunnya fertilitas di negara-negara Barat.” Dalam perbandingan data survei dari Australia dan dari Nigeria dapat dilihat bahwa tingkat pemakaian alat-alat kontrasepsi di banyak negara berkembang masih relatif rendah.
H. Leibenstein
Dalam Narwoko, 2004:324 menyatakan bahwa “anak dilihat dari 2 segi, yaitu segi kegunaannya (utility) dan biaya (cost)”. Kegunaannya adalah memberikan kepuasan, dapat memberikan balas jasa ekonomi atau membantu dalam kegiatan berproduksi serta merupakan sumber yang dapat menghidupi orang tua di masa depan. Sedangkan pengeluaran untuk membesarkan anak adalah biaya dari mempunyai anak tersebut.
Jika ada kenaikan pendapatan, aspirasi orang tua akan berubah. Orang tua menginginkan anak dengan kualitas yang baik. ini berarti biaya (cost)-nya naik. Sedangkan kegunaannya turun, sebab walaupun anak masih memberikan kepuasan, akan tetapi balas jasa ekonominya turun. Di samping itu orang tua juga tak tergantung dari
sumbangan anak. Jadi biaya membesarkan anak lebih besar daripada kegunaannya. Hal ini mengakibatkan demand terhadap anak menurun atau dengan kata lain fertilitas turun.
Gary Becker
Dalam Ida Bagoes (2003:325), ia menganggap anak sebagai barang konsumsi tahan lama (durable goods). Orang tua mempunyai pilihan antara kuantitas dan kualitas anak. Kualitas diartikan pengeluaran (biaya) rata-rata untuk anak oleh suatu keluarga yang didasarkan atas 2 asumsi : (1) selera orang tua tidak berubah; dan (2) harga anak dan barang-barang konsumsi lainnya tidak dipengaruhi keputusan rumah tangga untuk berkonsumsi. Disebutkan, dengan kenaikan pendapatan keluarga, maka demand akan anak semakin bertambah atau berbanding lurus antara kenaikan pendapatan keluarga dan jumlah (tambahan) anak.
Hoffman & Hoffman
Karena fertilitas tidak hanya dapat diterangkan dengan menggunakan ukuran ekonomi, keuntungan dan kerugian „bukan ekonomi‟, kiranya juga perlu dihitung. Nilai anak dapat diartikan sebagai „koleksi benda-benda bagus‟ yang diperoleh orang tua karena mempunyai anak (Espenshade, 1997). Hoffman & Hoffman (1973) dalam Narwoko, 2004:325, menghasilkan suatu sistem nilai yang lebih menyeluruh, yaitu meliputi sembilan kategori yang terdiri dari delapan nilai bukan ekonomi (misalnya, status kedewasaan, imortalitas, kebahagiaan, kreativitas) dan satu nilai yang menyangkut manfaat ekonomi.
Sistem nilai yang dikembangkan disajikan dalam susunan kategori-kategori, yaitu dengan memasukkan semua dimensi nilai anak, termasuk manfaat dan beban ekonomi, biaya alternatif, manfaat dan beban psikologis atau emosional, dan beban sosial. Juga dimasukkan di dalamnya pilihan antara jenis kelamin, suatu dimensi penting yang sering dilupakan dalam penelitian-penelitian ekonomi.
Susunan kategori tersebut, terdiri dari:
1. Nilai positif umum (manfaat), terdiri dari : manfaat emosional, manfaat ekonomi dan ketenangan, memperkaya dan mengembangkan diri sendiri, mengenali anak, kerukunan dan kelanjutan keluarga.
2. Nilai negatif umum (biaya), terdiri dari : biaya emosional, biaya ekonomi, keterbatasan dan biaya alternatif, kebutuhan fisik, pengorbanan kehidupan pribadi suami istri.
3. Nilai keluarga besar (alasan mempunyai keluarga besar), yang terdiri : hubungan sanak saudara, pilihan jenis kelamin, kelangsungan hidup anak.
4. Nilai keluarga kecil, yang terdiri: kesehatan ibu, beban masyarakat.
Emile Durkheim
Emile Durkheim adalah seorang ahli Sosiologi Perancis, ia menekankan perhatiannya pada keadaan akibat dari adanya pertumbuhan penduduk yang tinggi. Ia mengatakan pada suatu wilayah dimana angka kepadatan penduduknya tinggi akibat dari tingginya laju pertumbuhan penduduk, akan timbul persaingan antara penduduk untuk dapat mempertahankan hidup.
Dalam usaha memenangkan persaingan tiap - tiap orang berusaha untuk meningkatkan pendidikan dan ketrampilan serta mengambi spesialisasi tertentu. Keadaan seperti ini jelas terlihat pada masyarakat perkotaan dengan kehidupan yang kompleks. Apabila dibandingkan dengan masyarakat tradisional dan masyarakat industri akan terlihat bahwa pada masyarakat tradisonal tidak terjadi persaingan yang ketat dalam memperoleh pekerjaan, tetapi pada masyarakat industri akan terjadi sebaliknya. Hal ini disebabkan karena pada masyarakat Universitas Sumatera Utara industri tingkat pertumbuhan dan kepadatan penduduknya tinggi. ( Ida Bagoes Mantra , “Demografi Umum “, 2000 : 75)
Arsene Dumont
Arsene Dumont adalah seorang ahli Demografi dari Perancis. Tahun 1890 dia menulis sebuah artikel yang berjudul “ Depopulation et Civilization”.Ia melancarkan teori penduduk baru yang disebut denganTeori Kapilaritas Sosial. Teori Kapitalitas Sosial mengacu kepada keinginan seseorang untuk mencapai kedudukan yang tinggi di masyarakat. Untuk dapat mencapai kedudukan yang tinggi dalam masyarakat keluarga yang besar merupakan beban yang berat dan perintang. Teori ini dapat berkembang dengan baik dinegara-negara demokrasi, dimana tiap-tiap individu mempunyai kebebasan untuk mencapai tujuan yang tinggi di masyarakat. ( Ida Bagoes Mantra , “Demografi Umum “, 2000 : 74)
F. PENUTUP
Menurut Ida Bagoes (2003:145) bahwa istilah fertilitas adalah sama dengan kelahiran hidup (live birth), yaitu terlepasnya bayi dari rahim seorang perempuan dengan ada tanda-tanda kehidupan, misalnya berteriak, bernapas, jantung berdenyut, dan sebagainya. Pengukuran fertilitas yaitu : pengukuran fertilitas tahunan : tingkat fertilitas
kasar, tingkat fertilitas umum, tingkat fertilitas menurut umur, tingkat fertilitas menurut urutan kelahiran, dan pengukuran fertilitas kumulatif : tingkat fertilitas total.
Faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya fertilitas dapat dibagi menjadi dua yaitu aktor demografi dan faktor non demografi. Faktor demografi diantaranya adalah : struktur umur, struktur perkawinan, umur kawin pertama, paritas, disrupsi perkawinan, dan proporsi yang kawin. Sedangkan faktor non demgrafi antara lain : keadaan ekonomi penduduk, tingkat pendidikan, perbaikan status perempuan, urbanisasi dan industrialisasi. Selanjutnya, ada beberapa sosiologis yang pernah menganalisis fertilitas atau kelahiran diantaranya Kingsley Davis & Judith Balke, Ronald Freedman, H.Leibenstein, Gary Becker, Hoffman & Hoffman, dan Emile Durkheim.
DAFTAR PUSTAKA
Bagoes Mantra, Ida. 2003. Demografi Umum. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Hartono Bambang. 2009. Data Penduduk Sasaran Program Pembangunan Kesehatan
2007-2011. Jakarta :
(http://www.depkes.go.id/downloads/publikasi/data%20penduduk%20sasaran%2
0program.pdf).
Http://marthapratama.files.wordpress.com/2012/03/perhitungan-fertlitas-mortaltas-dan-migrasi 1.pdf
Narwoko, J.Dwi dan Bagong Suyanto. 2004. Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan. Jakarta : Kencana.
Sembiring. 1985. Demografi. Jakarta : Fakultas Pasca Sarjana IKIP Jakarta bekerja sama dengan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional.
Yuniarti Sri. Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Fertilitas. Bandung :
(
NAMA : MULIANTI NIM : 106704030
TTL : solo wajo, 19 februari 1993 ASAL DAERAH : wajo
ALAMAT : btn pemda blok e 22 no.30
NAMA : ELVIRAWATI NIM : 106704038
TTL : wattansoppeng, 24 maret 1992 ASAL DAERAH : soppeng
ALAMAT : jl. Hertasning utara
NAMA : NURWAHYUNI NINGSI NIM : 106704028
TTL : polewali, 18 september 1992 ASAL DAERAH : polewali mandar
ALAMAT : dg. Tata 1 blok 5/22
NAMA : SYAHRINA SYAM NIM : 106704043
TTL : bulukumba, 14 februari 1992 ASAL DAERAH : bulukumba
ALAMAT : jl. pallantikang
NAMA : MUALIF M ARIFUDDIN NIM : 106704005
TTL : gowa, 11 maret 1992 ASAL DAERAH : makassar
ALAMAT : jl. Pao-pao permai
NAMA : muh. ILHAM sukardi NIM : 106704029
TTL : enrekang, 4 agustus 1992 ASAL DAERAH : enrekang