HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
2) Kelas Eksperimen
Data nilai posttest pada kelas eksperimen ini diperoleh nilai tertinggi sebesar 82 dan nilai terendah sebesar 77 dengan nilai rata-rata (mean) sebesar 80,08. Modus sebesar 81 dan median sebesar 80 serta standar deviasi sebesar 1,363. Perhitungan distribusi data secara lengkap dapat dilihat pada lampiran 11 halaman 133. Rangkuman distribusi frekuensi hasil nilai pretest pada kelas eksperimen (XI MB) dapat dilihat pada tabel 14.
Tabel 14. Distribusi Frekuensi Skor Posttest Pada Kelas Eksperimen No Skor Frekuensi 1 77 2 2 78 3 3 79 7 4 80 9 5 81 12 6 82 5 TOTAL 38
53
Berdasarkan data pada tabel 14 dapat digambarkan melalui Histogram berikut.
Histogram 4. Hasil Posttest Praktik Pemesinan Kelas Eksperimen
Hasil pengamatan proses kerja siswa dilakukan saat pembelajaran praktik berlangsung dan dicatat pada lembar pengamatan. Hasil pengamatan proses kerja siswa selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 10. Rangkuman hasil pengamatan proses kerja kelas kontrol mengerjakan praktik job posttest dapat dilihat pada tabel 15.
Tabel 15. Distribusi Frequensi Skor Proses Kerja Job 2 Pada Kelas Eksperimen
No Skor (1-16) Jumlah siswa Persentase
1 13 4 10,5 %
2 14 5 13,2 %
3 15 12 31,6 %
4 16 17 44,7 %
Jumlah 38 100,0 %
Berdasarkan tabel 15 diketahui bahwa siswa yang mendapat skor 13 sebanyak 4 siswa, sedangkan siswa yang mendapat skor 14 sebanyak 5 siswa, yang mendapat skor 15 sebanyak 12 siswa, dan siswa yang mendapat skor 16 sebanyak 17 siswa. 0 2 4 6 8 10 12 77 78 79 80 81 82 F r e k u e n s i Skor
54
c. Perbandingan Data Skor Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen
Perbandingan data skor berikut untuk mempermudah dalam membandingkan antara skor tertinggi, skor terendah, mean, median, mode, dan standar deviasi dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Perbandingan data tersebut disajikan secara lengkap, baik pretest maupun posttest hasil penilaian praktik pemesinan kelas kontrol dan eksperimen yang disajikan dalam bentuk tabel.
Tabel 16. Perbandingan Skor Pretest dan Posttest Siswa
Data N Skor
tertinggi
Skor
Terendah Mean Median Mode
Standar Deviasi Pretest kontrol) 38 71 67 68,87 69 69 1,212 Pretest (eksperimen) 38 71 67 69,08 69 69 7,217 Posttest (kontrol) 38 71 67 69,16 69 69 1,103 Posttest (eksperimen) 38 82 77 80,08 80 81 1,363
Berdasarkan tabel 16 dapat dibandingkan antara nilai pretest dan posttest hasil belajar praktik pemesinan yang diperoleh kelas kontrol dan kelas eksperimen. Nilai pretest kelas kontrol diperoleh nilai tertinggi 71 dan nilai terendah 67, sedangkan nilai posttest diperoleh nilai tertinggi 71 dan nilai terendah 67. Nilai pretest kelas eksperimen diperoleh nilai tertinggi 71 dan nilai terendah 67, sedangkan hasil posttest diperoleh nilai tertinggi 82 dan nilai terendah 77.
Nilai pretest kelas kontrol diperoleh rata-rata 68,87, sedangkan nilai posttest diperoleh rata-rata 69,16. Pada kelas eksperimen nilai rata-rata mengalami
55
peningkatan dimana nilai pretest diperoleh rata-rata 69,08 dan nilai posttest diperoleh rata-rata 80,08.
Skor penilaian sikap kerja siswa untuk pembelajaran praktik pemesinan mengerjakan job pretest-posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen disajikan dalam bentuk tabel 17.
Tabel 17. Perbandingan Skor Pengamatan Sikap Kerja Siswa Skor (1-16)
Praktik Job (pretest) Praktik Job (Posttest) Kelas Kontrol Kelas Eksperimen Kelas Kontrol Kelas Eksperimen 12 6 15 11 - 13 28 22 23 4 14 14 1 4 5 15 - - - 12 16 - - - 17 Mean 12,95 12,63 12,82 15,11
Diketahui dari tabel 17 bahwa pretest mengerjakan job pretest-posttest pada kelas kontrol siswa yang mendapat skor 12 sebanyak 6 siswa, sedangkan siswa yang mendapat skor 13 sebanyak 28 siswa, dan yang mendapat skor 14 sebanyak 14 siswa. Pada Kelas eksperimen mengerjakan Job pretest-posttest diketahui siswa yang mendapat skor 12 sebanyak 15 siswa, sedangkan siswa yang mendapat skor 13 sebanyak 22 siswa, dan yang mendapat skor 14 sebanyak 1 siswa saja. Hasil pengamatan sikap kerja pada posttest mengerjakan job pretest-posttest pada kelas kontrol diketahui terdapat 11 siswa yang mendapat skor 12, terdapat 23 siswa yang mendapat skor 13, dan skor tertinggi yaitu 14 diperoleh 4 siswa. Pada kelas eksperimen mengerjakan job pretest-posttest diketahui terdapat 4 siswa yang memperoleh skor 13, kemudian 5 siswa memperoleh skor 14,
56
kemudian 12 siswa memperoleh skor 15, dan 16 merupakan skor tertinggi diperoleh 17 siswa.
Skor rata-rata (mean) pengamatan sikap kerja pada pretest hasil praktik pemesinan kelas kontrol sebesar 12,95. Skor pretest kelas eksperimen diperoleh rata-rata 12,63. Skor rata-rata (mean) pengamatan sikap kerja pada posttest hasil praktik pemesinan kelas kontrol sebesar 12,82. Skor posttest kelas eksperimen nilai rata rata mengalami peningkatan yaitu 15,11.
2. Uji Persyaratan Analisis
Sebelum dilakukan analisis data, terlebih dahulu dilakukan uji persyaratan data yang terdiri dari uji normalitas sebaran data dan uji homogenitas varian. Pengujian persyaratan analisis ini bertujuan untuk menentukan jenis statistik yang akan digunakan untuk analisis data. Hasil uji normalitas sebaran data dan uji homogenitas varian dijelaskan sebagai berikut.
a. Uji Normalitas Sebaran Data
Data uji normalitas diperoleh dari hasil pretest dan hasil posttest kelas XI MA sebagai kelas kontrol dan kelas XI MB sebagai kelas eksperimen. Menggunakan bantuan program SPSS versi 20, dengan membaca nilai Sig. (2-tailed) menggunakan metode Kolmogorov-Smirov sehingga dapat menunjukan sebaran data tersebut berdistribusi normal atau tidak. Syarat data berdistribusi normal apabila nilai Sig. (2-tailed) yang diperoleh dari hasil perhitungan lebih besar dari tingkat alpha 5% atau Sig. (2-tailed) > 0,05.
57
Berikut hasil uji normalitas sebaran data pretest dan posttest pada kelas kontrol maupun kelas eksperimen.
Tabel 18. Hasil Uji Normalitas Sebaran Data Nilai Praktik Pemesinan. Data Asymp. Sig (2-tailed) Keterangan Pretest
Kelas Kontrol 0,196
Asymp. Sig. (2-tailed) > 0,05 = normal
Posttest
kelas Kontrol 0,134
Asymp. Sig. (2-tailed) > 0,05 = normal
Pretest
Kelas Eksperimen 0,221
Asymp. Sig. (2-tailed) > 0,05 = normal
Posttest
Kelas Eksperimen 0,102
Asymp. Sig. (2-tailed) > 0,05 = normal
Hasil uji normalitas sebaran data pretest kelas kontrol diketahui bahwa data tersebut memiliki Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,196. Dengan demikian, Asymp. Sig. (2-tailed) lebih besar dari 0,05 maka dapat disimpulkan data pretest kelas kontrol berdistribusi normal. Hasil perhitungan normalitas sebaran data posttest kelas kontrol diketahui bahwa data tersebut memiliki Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,134. Dengan demikian, Asymp. Sig. (2-tailed) lebih besar dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa data posttest kelas kontrol berdistribusi normal.
Hasil uji normalitas sebaran data pretest kelas eksperimen diketahui bahwa data tersebut memiliki Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,221. Dengan demikian, Asymp. Sig (2-tailed) lebih besar dari 0,05 maka dapat disimpulkan data pretest kelas eksperimen berdistribusi normal. Hasil perhitungan normalitas sebaran data posttest kelas eksperimen diketahui bahwa data tersebut memiliki Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,102. Dengan demikian, Asymp. Sig (2-tailed) lebih besar dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa data posttest kelas eksperimen berdistribusi normal.
58 b. Uji Homogenitas Varian
Setelah dilakukan uji normalitas sebaran data, kemudian dilakukan uji homogenitas varian. Syarat data dikatakan homogen jika nilai signifikansi hitung lebih besar dari taraf signifikansi 5% atau (nilai Sig. > 0,05). Berikut hasil uji homogenitas varian data pretest dan posttest pada kelas kontrol maupun kelas eksperimen dibantu program SPSS versi 20.