TINJAUAN PUSTAKA
2.4 Nilon Termoplastik
2.4.3 Kelebihan dan Kekurangan .1 Kelebihan .1 Kelebihan
Kelebihan dari basis gigi tiruan nilon termoplastik:6,20,26,27
1. Estetis lebih baik karena bersifat translusen sehingga dapat menggambarkan warna jaringan yang berada di bawahnya
2. Tidak mengandung monomer sisa, sehingga aman digunakan untuk pasien yang alergi terhadap metil metakrilat
3. Elastisitas lebih tinggi dibandingkan resin akrilik polimerisasi panas
4. Ketepatan mengisi cetakan lebih baik dibandingkan resin akrilik polimerisasi panas
5. Tidak menggunakan cangkolan logam 6. Hampir tidak memiliki porositas
7. Kekuatan tensil jauh lebih besar daripada resin akrilik 8. Daya tahan terhadap impak dan fatique tinggi
9. Lebih tipis dibandingkan resin akrilik polimerisasi panas
2.4.3.2 Kekurangan
Kekurangan penggunaan basis gigi tiruan nilon termoplastik:6,12,20,27 1. Sulit diperbaiki bila terjadi kerusakan
2. Proses pembuatannya memerlukan peralatan khusus di laboratorium 3. Sulit dipoles karena memiliki titik leleh yang rendah
4. Kekerasan nilon termoplastik lebih kecil dibandingkan RAPP 5. Penyerapan air tinggi
7. Tidak menghantarkan panas dan dingin seperti metal. 8. Proses pembuatannya lebih mahal
2.4.4 Sifat – Sifat
Sifat dari suatu bahan basis gigi tiruan terbagi atas sifat mekanis, sifat fisis, sifat kemis, dan sifat biologis.1
2.4.4.1 Sifat Mekanis
a. Kekuatan Tensil
Kekuatan tensil nilon termoplastik adalah 98 N/mm2. Nilai kekuatan tensil tersebut lebih besar dibandingkan resin akrilik.20
b. Kekuatan Impak
Kekuatan impak merupakan seberapa besar energi yang dapat diterima oleh bahan sebelum mengalami kerusakan. Nilai kekuatan impak nilon termoplastik adalah 120-150 kg/mm3.1, 28
c. Fatique
Fatique adalah rusaknya atau patahnya suatu bahan yang disebabkan beban
berulang di bawah batas tahanan bahan. Fatique dapat mengakibatkan terjadinya fraktur gigi tiruan. Pada nilon termoplastik, daya tahan terhadap fatique merupakan salah satu kelebihan utama nilon termoplastik.1,6
d. Crazing
Crazing merupakan kumpulan retakan pada permukaan yang dapat
melemahkan basis gigi tiruan. Crazing dapat muncul pada permukaan gigi tiruan akrilik, namun tidak dapat terjadi pada basis gigi tiuan nilon.1
e. Kekerasan
Kekerasan nilon adalah 14,5 VHN. Nilai kekerasan tersebut lebih kecil dibandingkan resin akrilik polimerisasi panas yang memiliki kekerasan sebesar 20 VHN.1
2.4.4.2 Sifat Fisis
a. Massa jenis
Massa jenis yang rendah merupakan sifat yang menguntungkan karena gaya gravitasi yang menyebabkan lepasnya gigi tiruan atas berkurang. Massa jenis nilon adalah 1,14g/cm3.29
b. Perubahan dimensi
Parvizi dkk (2004) membandingkan stabilitas dimensi basis gigi tiruan nilon termoplastik dengan RAPP yang diproses secara konvensional, dan dimanipulasi dengan injection moulding. Hasil penelitian menunjukkan penyusutan tertinggi terjadi pada basis gigi tiruan nilon termoplastik dengan persentase 2,5% pada lengkung dimensinya yaitu 2,8 kali lebih besar dibandingkan dengan RAPP.12
c. Porositas
Nilon hampir tidak memiliki porositas. Porositas pada nilon disebabkan masuknya udara selama prosedur pemanasan. Bila udara ini tidak dikeluarkan, gelembung-gelembung besar dapat berbentuk pada basis gigi tiruan.4,22
d. Kekasaran permukaan
Kekasaran merupakan sifat yang penting dari basis gigi tiruan karena berada dalam kontak dengan jaringan.10,13 Nilon termoplastik merupakan bahan yang sulit untuk dipoles sehingga menghasilkan permukaan yang lebih kasar. Hal ini disebabkan karena nilon termoplastik memiliki titik leleh yang rendah sehingga bahan nilon termoplastik menjadi sulit dipoles. Abuzar dkk (2010) menyatakan bahwa kekasaran permukaan dari nilon termoplastik lebih kasar daripada resin akrilik yang sudah maupun belum dipoles. Hasil penelitian Abuzar dkk (2010) menunjukkan bahwa nilai kekasaran nilon termoplastik sebelum dipoles adalah 1,111 ± 0,178 µm dan sesudah dipoles sebesar 0,146 ± 0,018 µm.6,11,13
2.4.4.3 Sifat Kemis
a. Penyerapan air
Penyerapan air yang tinggi merupakan kekurangan utama dari nilon. Penyerapan air yang tinggi pada nilon dikarenakan adanya ikatan amida pada
rantainya yang bersifat hydrophilic. Semakin tinggi konsentrasi amida pada rantainya, semakin tinggi nilai penyerapan airnya.23,30
b. Stabilitas warna
Stabilitas warna adalah kemampuan segala jenis bahan untuk mempertahankan warnanya. Ada dua faktor penyebab perubahan warna, yaitu intrinsik dan ekstrinsik. Penyerapan warna secara ekstrinsik menyebabkan diskolorasi pada nilon. Jika dibandingkan dengan RAPP, nilon memiliki stabilitas warna yang lebih rendah.12,26
2.4.4.4 Sifat Biologis
a. Biokompatibilitas
Biokompatibilitas nilon termoplastik sangat baik. Nilon tidak memiliki monomer sisa dan hampir tidak memiliki porositas karena diproses dengan teknik
injection moulding. Nilon termoplastik merupakan bahan yang menjadi alternatif
perawatan bagi pasien yang alergi atau sensitif terhadap logam dan monomer dari resin akrilik.1,4,26
b. Pembentukan Koloni Bakteri
Pembentukan koloni bakteri pada permukan gigi tiruan dipengaruhi oleh penyerapan air, kekerasan permukaan dan kekasaran permukaan. Nilon termoplastik memiliki permukaan yang lebih kasar daripada resin akrilik polimerisasi panas sehingga dapat memudahkan perlekatan sisa-sisa makanan dan apabila tidak dibersihkan setiap hari dapat menjadi tempat akumulasi plak.1
2.5 Kekasaran Permukaan 2.5.1 Pengertian
Kekasaran permukaan adalah ukuran ketidakteraturan dari permukaan yang telah di proses akhir dan dipoles serta diukur dengan satuan mikrometer (µm). Nilai ini merupakan ukuran deviasi vertikal suatu permukaan dari bentuk idealnya. Apabila deviasi ini besar, maka permukaan tersebut kasar dan apabila deviasi kecil, maka permukaan tersebut halus. Kekasaran dianggap sebagai komponen dari permukaan
yang telah diukur dengan frekuensi yang tinggi dan panjang gelombang yang pendek.31
Kekasaran permukaan merupakan awal dari perlekatan sisa makanan yang akan terjadi setelah pemakaian gigi tiruan beberapa bulan. Kekasaran permukaan adalah sifat yang penting dari basis gigi tiruan karena berada dalam kontak dengan jaringan sehingga apabila basis gigi tiruan dengan permukaan yang kasar dapat menyebabkan perlekatan bakteri. Ural C dkk (2011) mengutip pendapat Williams dan Lewis menyimpulkan bahwa kekasaran permukaan dapat meningkatkan perlekatan mikroorganisme dan secara tidak langsung dapat mencederai jaringan.32 Hasil beberapa penelitian in vitro menunjukkan bahwa jika suatu basis gigi tiruan dengan kekasaran permukaan yang melebihi 0,2 µm dapat meningkatkan level perlekatan kolonisasi bakteri.13 Hilgenberg SP dkk (2008) yang mengutip pendapat Quirynen dkk dan Bollen dkk menyatakan bahwa kekasaran permukaan dari bahan kedokteran gigi yang ideal adalah mendekati 0,2 (µm) atau kurang.33