PERDA/PERKADA
10) Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera a Rata-rata Jumlah Anak Per Keluarga
Salah satu indikator keberhasilan keluarga berencana adalah penurunan rata-rata jumlah anak per keluarga. Berikut adalah tabel rata-rata anak per keluarga dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2012 pada Kabupaten Kepulauan Meranti.
Tabel 2.48
Rata-rata Jumlah Anak Per Keluarga
Keterangan 2010 2011 2012 2013 2014 Rata-rata Jumlah Anak Per Keluarga 2 2 2 1 2 12.90 5.47 13.04 0.15 16.05 0.00 5.00 10.00 15.00 20.00 2010 2011 2012 2013 2014
Rencana Pembangunan JangkaMenengah Daerah Tahun 2016-2021 II.81
Sumber: Sistem Informasi Pembangunan Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti 2015 (Data diolah)
b. Rasio Akseptor KB
Keluarga Berencana merupakan salah satu program dari pemerintah pusat dalam rangka mengendalikan populasi penduduk yang terus meningkat. Keluarga berencana itu sendiri memiliki arti gerakan untuk membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera dengan membatasi kelahiran. Program keluarga berencana yang membatasi jumlah kelahiran dilakukan dengan cara penggunaan alat kontrasepsi atau penanggulangan kelahiran seperti kondom, spiral, IUD dan sebagainya. Akseptor KB itu sendiri berarti Pasangan Usia Subur (PUS) yang salah seorang dari padanya menggunakan salah satu cara atau alat kontrasepsi dengan tujuan untuk pencegahan kehamilan baik melalui program maupun non program. Rasio akseptor KB menghitung jumlah akseptor KB dalam periode 1 tahun per 1000 pasangan usiasubur pada tahun yang sama.
Gambar 2.46
Rasio Akseptor KB (%)
Sumber: Sistem Informasi Pembangunan Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti 2015 (Data diolah)
Dari tabel di atas terlihat bahawa rasio akseptor KB terus meningkat yang awalnya pada tahun 2011 tercatat hanya 55,38 persen, tetapi pada tahun 2014 tercatat sebesar 99,8%. Semakin rendahnya rasio akseptor KB dapat menunjukkan semakin rendahnya jumlah penduduk pengguna KB dibandingkan dengan pasangan usia subur. Saat ini pemerintah pusat banyak melakukan promosi tentang KB melalui iklan di televisi, akan lebih baik apabila program ini di teruskan ke daerah.Pemerintah dalam hal ini Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Kepulauan Meranti, perlu mempromosikan KB melalui berbagai media seperti workshop atau seminar dengan tujuan dapat bertemu langsung dengan calon akseptor KB.
55.38 73.54 52.03 99.80 0.00 20.00 40.00 60.00 80.00 100.00 120.00 2011 2012 2013 2014
c. Cakupan Peserta KB Aktif
Pelayanan KB berkualitas adalah pelayanan KB sesuai standar dengan menghormati hak individu dalam merencanakan kehamilan sehingga diharapkan dapat berkontribusi dalam menurunkan angka kematian Ibu dan menurunkan tingkat fertilitas (kesuburan) bagi pasangan yang telah cukup memiliki anak (2 anak lebih baik) serta meningkatkan fertilitas bagi pasangan yang ingin mempunyai anak. Keluarga berencana (KB) dapat meningkatkan kesejahteraan ibu, anak dalam rangka mewujudkan NKKBS (Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera) yang menjadi dasar terwujudnya masyarakat yang sejahtera dengan mengendalikan kelahiran sekaligus menjamin terkendalinya pertambahan penduduk.
Tahun 2012 nilai cakupan peserta KB Aktif tercatat 45,94%, selanjutnya tahun 2014 tercatat 67,75%. Hal ini menggambarkan trend yang positif dari tahun 2012 hingga tahun 2014. Dengan hal ini semakin tingginya cakupan peserta KB dapat menunjukkan semakin tingginya jumlah penduduk pengguna KB dibandingkan dengan pasangan usia subur.
Gambar 2.47
Cakupan Peserta KB Aktif (%)
Sumber: Sistem Informasi Pembangunan Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti 2015 (Data diolah)
d. Keluarga Pra Sejahtera dam Keluarga Sejahtera I
Keluarga pra sejahtera adalah keluarga yang belum dapat memenuhi salah satu atau lebih dari 5 indikator yang meliputi:
1) Indikator Ekonomi
Makan dua kali atau lebih dalam sehari
Memiliki pakaian yang berbeda untuk aktivitas (misalnya di rumah, bekerja, sekolah dan berpergian)
Bagian terluas lantai bukan dari tanah. 2) Indikator Non-Ekonomi
Melaksanakan ibadah
Bila anak sakit dibawa ke sarana kesehatan.
45.94 52.03 67.75 0.00 20.00 40.00 60.00 80.00 2012 2013 2014
Rencana Pembangunan JangkaMenengah Daerah Tahun 2016-2021 II.83 Keluarga sejahtera I adalah keluaraga yang karena alasan ekonomi tidak dapat memenuhi salah satu atau lebih indikator yang meliputi:
1) Indikator Ekonomi
Paling kurang sekali seminggu keluarga makan daging, ikan atau telor
Setahun terakhir seluruh anggota keluarga memperoleh paling kurang satu stel pakaian baru
Luas lantai rumah paling kurang 8 m2 untuk setiap penghuni 2) Indikator Non-Ekonomi
Ibadah teratur
Sehat tiga bulan terakhir Punya penghasilan tetap
Usia 10-60 tahun mampu membaca dan menulis Usia 6-15 tahun bersekolah
Anak lebih dari dua orang, ber-KB.
Keluarga pra sejahtera dan Sejahtera I di Kabupaten Kepulauan Meranti jumlahnya sedikit yaitu hanya 33,36% pada tahun 2011 yang tercatat pada buku system informasi pembangunan daerah Kabupaten KEpulauan Meranti Tahun 2015. Jumlah tersebut sangat baik jika dilihat dari segi pembangunan, karena nilainya yang kecil sehingga kedepannya tidak menjadi beban pembangunan. Diharapkan pada tahun-tahun kedepannya pemerintah daerah dapat lebih memperkecil persentase Keluarga pra sejahtera dan Sejahtera I dengan program peningkatan kesejahteraan.
11) Sosial
a. Sarana Sosial Seperti Panti Asuhan, Panti Jompo dan Panti Rehabilitasi Sarana sosial adalah sarana yang disediakan baik oleh pemerintah ataupun swasta/pribadi dalam rangka memenuhi kebutuhan sosial. Sarana sosial saat ini banyak disediakan oleh pribadi yang dilatar belakangi oleh alasan kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama manusia. Sarana sosial ada berbagai macam jenisnya seperti seperti panti asuhan, panti jompo dan panti rehabilitasi.
Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki 2 panti asuhan pada tahun 2010 sampai tahun 2013 dan bertambah 1 sehingga menjadi jumlahnya 3 panti asuhan pada tahun 2014, tetapi Kabupaten Kepulauan Meranti belum memiliki pusat rehabilitasi sampai dengan tahun 2014. Berikut adalah tabell sarana social pada Kabupaten Kepulauan Meranti dari tahun 2010 hingga tahun 2014.
Tabel 2.49
Sarana Sosial Seperti Panti Asuhan, Panti Jompo dan Panti Rehabilitasi (Buah) Keterangan 2010 2011 2012 2013 2014
Panti Asuhan 2 2 2 2 3
Panti Rehabilitasi 0 0 0 - -
Sumber: Sistem Informasi Pembangunan Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti 2015 (Data diolah)
12) Ketenagakerjaan
a. Angka Partisipasi Angkatan Kerja
Angkatan kerja merupakan bagian penduduk yang sedang bekerja dan siap masuk pasar kerja, atau dapat dikatakan sebagai pekerja dan merupakan potensi penduduk yang akan masuk pasar kerja..
Kabupaten Kepulauan Meranti dalam buku system informasi pembangunan daerah Kabupaten Kepulauan Meranti tahun 2015 tercatat pada tahun 2010 memiliki angka partisipasi kerja sebesar 51,5%. Dengan hal ini masih terdapat 48,5% penduduk yang belum bekerja pada Kabupaten Kepulauan Meranti, sehingga Pemerintah Daerah harus melakukan penambahan lapangan pekerjaan dan peluang usaha untuk masayarakat Kabupaten Kepulauan Meranti.
b. Angka Sengketa Pengusaha-Pekerja Per Tahun
Angka sengketa pengusaha pekerja per tahun melihat jumlah sengketa yang terjadi akibat melihat jumlah lapanagan kerja yang tersedia sehingga berpotensi terjadinya sengketa pengusaha dengan pekerja.
Pada Kabupaten Kepulauan Meranti sejak tahun 2010 sampai dengan tahun 2015 tercatat dalam buku system infirmasi pembangunan daerah Kabupaten Kepulauan Meranti tahun 2015 tercatat belum ada terjadi sengketa antara pengusaha dan pekerja.
c. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja adalah suatu indikator ketenagakerjaan yang memberikan gambaran tentang penduduk yang aktif secara ekonomi dalam kegiatan sehari-hari merujuk pada suatu waktu dalam periode survei. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja menunjukkan persentase angkatan kerja terhadap penduduk usia kerja. Rasio ini menggambarkan partisipasi angkatan kerja pada tiap kelompok umur dan jenis kelamin. TPAK menurut kelompok umur biasanya memiliki
pola huruf ”U” terbalik. Pada kelompok umur muda (15-24) tahun, TPAK cenderung rendah, karena pada usia ini mereka lebih banyak masuk kategori bukan angkatan kerja (sekolah). Begitu juga pada kelompok umur tua (diatas 65 tahun), TPAK rendah dikarenakan mereka masuk pada masa purnabakti (pensiun).
Rencana Pembangunan JangkaMenengah Daerah Tahun 2016-2021 II.85
Tabel 2.50
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (%)
Keterangan 2010 2011
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja
44.09 67.1
Sumber: Sistem Informasi Pembangunan Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti 2015(Data Diolah)
Dari tabel di atas tercatat bahwa tingkat partisipasi angkatan kerja tahun 2010 sebesar 44,09% dan tahun 2011 naik menjadi 67,1%. Dengan hal ini maka Pemerintah Daerah harus melakukan penambahan lapangan pekerjaan dan peluang usaha untuk masayarakat Kabupaten Kepulauan Meranti.
d. Tingkat Pengangguran Terbuka
Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerap. Pengangguran terbuka merupakan bagian dari angkatan kerja yang tidak bekerja atau sedang mencari pekerjaan (baik bagi mereka yang belum pernah bekerja sama sekali maupun yang sudah penah berkerja), atau sedang mempersiapkan suatu usaha, mereka yang tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin untuk mendapatkan pekerjaan dan mereka yang sudah memiliki pekerjaan tetapi belum mulai bekerja.
Data tingkat pengangguran terbuka diperoleh dari buku system informasi pembangunan derah Kabupaten Kepulauan Meranti tahun 2015, sehingga data yang disajikan data Tahun 2010 dan tahun 2011 sebagai berikut.
Tabel 2.51
Tingkat Pengangguran Terbuka (%)
Keterangan 2010 2011
Tingkat Pengangguran Terbuka 6.7 7.87
Sumber: Sistem Informasi Pembangunan Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti 2015
Tingkat pengangguran terbuka Kabupaten Kepulauan Meranti pada tahun 2010 tercatat sebesar 6,7% dan tahun 2011 tercatat naik menjadi 7,87. Kenaikan tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan sebuah
kabar buruj bagi daerah karena pengangguran menjadi masalah dalam perekonomian, dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.
Mengukur tingkat pengangguran terbuka dapat digunakan sebagai acuan pemerintah untuk pembukaan lapangan kerja baru. Disamping itu, trend indikator ini akan menunjukkan keberhasilan progam ketenagakerjaan dari tahun ke tahun, dengan demikian setiap tahunnya aka nada program-program yang dapat mengurangi tingkat pengangguran terbuka.
e. Perselisihan Buruh dan Pengusaha Terhadap Kebijakan Pemerintah Daerah Angka perselisihan buruh dan pengusaha per tahun merupakan melihat jumlah sengketa yang terjadi akibat melihat jumlah lapangan kerja yang tersedia sehingga berpotensi terjadinya sengketa pengusaha dengan buruh.
Pada Kabupaten Kepulauan Meranti sejak tahun 2010 sampai dengan tahun 2015 tercatat dalam buku system infirmasi pembangunan daerah Kabupaten Kepulauan Meranti tahun 2015 tercatat belum ada terjadi perselisihan antara buruh dan pengusaha.