Dalam melakukan pemilihan metode kontrasepsi perlu diperhatikan ketetapan bahwa makin rendah pendidikan masyarakat, semakin efektif metode KB yang dianjurkan yaitu kontap, suntikan kb, susuk kb, atau AKBK (alat susuk bawah kulit ), AKDR/IUD. (Manuaba, 2013;h.592).
Keluarga berencana merupakan pertimbangan tambahan terhadap faktor fisik, sosial, psikologis, ekonomi, dan keagamaan yang mengatur sikap keluarga sekaligus mempengaruhi keputusan keluarga dalam menetapkan ukuran keluarga, jarak antara anak dan pemilihan serta penggunaan metode pengendalian kehamilan. (Varney, 2007;h.414).
Tabel 2.5 Jenis dan waktu yang tepat untuk ber-KB menurut (Manuaba, 2013;h.592).
Postpartum Kb suntik
Norplant (KB susuk)/implanon AKDR
Pil KB hanya progesteron Kontap
Metode sederhana Postmentrual regulation Kb suntik
Pasca abortus Kb susuk atau implanon
Saat menstruasi AKDR
Kontap
Metode sederhana Masa interval Kb suntik
Kb susuk atau implanon AKDR
Metode sederhana
Post koitus Kb darurat
a. KB Metode Sederhana
Metode kb sederhana merupakan metode kb yang digunakan tanpa bantuan orang lain. Yang termasuk metode kb sederhana adalah kondom, pantang berkala, senggama terpusus, dan spermisid. Metode
sederhana akan lebih efektif bila penggunaanya diperhitungkan dengan masa subur (Manuaba, 2013;h.592).
1) kondom
dalam usaha meningkatkan pemeriksaan gerakan keluarga berencana nasional, peran pria sebenarnya sangat penting dan menentukan.
Menurut sejarah, kondom sudah diketahui sejak zaman mesir kuno dan dibuat dari kulit atau usus binatang. Atas perintah raja Charles II di inggris, dokter Condom membuat kondom dari kulit binatang dengan panjang 190 mm, diameter 60 mm, dan tebalnya 0,038 mm. Tehnik dan biaya pembuatannya cukup mahal dan keberhasilannya masih rendah sebagai alat kontrasepsi.
Dokter fallopio dari italia membuat kondom dari linen dengan tujuan utama untuk menghindari infeksi hubungan seksual pada tahun 1564. Cara kerja kondom adalah menampung spermatozoa sehingga tidak masuk kedalam kanalis servikalis. Keuntungan dari alat kontrasepsi kondom adalah murah, mudah didapatkan, tidak memerlukan pengawasan medis, berfungsi ganda, dan di pakai oleh kalangan yang berpendidikan. Sedangkan kerugiannya adalah kenikmatan terganggu, mungkin alergi terhadap karet atau jelinnya yang mengandung spermisid, dan sulit dipasarkan kepada masyarakat dengan pendidikan rendah.
2) Pantang berkala
a) pantang berkala dengan sistem kalender
Sistem ini dikenal dengan nama sistem Ogino-Knaus, nama orang yang meneliti terjadinya ovulasi sekitar 12 sampai 16 hari sebelum menstruasi. Kelemahan sistem ini sulit menilai menstruasi yang akan datang. Metode ini memerlukan sistem menstruasi yang teratur sehingga dapat memperhitungkan masa subur untuk menghindari kehamilan dengan tidak melakukan hubungan seks. Dengan ditemukannya sistem masa subur oleh Ogino-Knaus, metode pantang berkala makin dikenal oleh masyarakat.
Masa subur wanita dapat dihitung dengan melakukan perhitungan minggu subur sebagai berikut :
(1) Menstruasi wanita teratur antara 26 sampai 30 hari
(2) Masa subur dapat diperhitungkan,yaitu menstruasi hari pertama ditambah 12 yang merupakan hari pertama minggu subur dan akhir minggu subur adalah hari pertama menstruasi ditambah 19.
(3) Puncak minggu subur adalah hari pertama menstruasi ditambah 14.
(4) Sebagai contoh, eorang wanita mendapat menstruasi 5 maret 1994. Maka perhitungan minggu suburnya adalah antara tanggal 17 sampai 24 maret 1994, sehingga harus menghindari hubungan seks untuk mencegahy kehamilan.
Sistem pantang berkala dengan kalender mempunyai kegagalan berkisar 15 % sampai 20 %.
b) Pantang berkala dengan sistem suhu basal
Telah diketahui bahwa penurunan suhu basal sebanyak 0,5 sampai 1 derajat celcius pada hari ke 12 sampai 13 menstruasi, ketika ovulasi terjadi pada hari ke 14. Setelah menstruasi suhu akan naik lebih dari suhu basal sehingga siklus menstruasi yang disertai ovulasi terdapat temperatur bifasik.
Pantang berkala dengan pengukuran suhu basal memerlukan pengetahuan dan metode pengukuran yang akurat, sehingga dapat bermanfaat. Kegagalan sistem suhu basal sekitar 10% sampai 20%. Kelemahannya dalah merepotkan dan tidak akurat, hanya saja dapat digunakan oleh mereka yang terdidik dan hanya berguna pada siklus menstruasi 20-30 hari.
b. Senggama terputus
Konsep senggama terputus adalah mengeluarkan kemaluan menjelang terjadinya ejakuasi. Senggama terputus merupakan metode tertua di dunia, karena telah tertulis pada kitab tua dan diajarkan pada masyarakat.
Kekurangan metode ini adalah mengganggu kepuasan kedua belah pihak, kegagalan hamil sekitar 30-35% karena semen keluar sebelum mencapai puncak kenikmatan, etrlam bat mengeluarakan
kemaluan, semen yang tertumpah di luar sebagian dapat masuk ke genetalia, dan dapat menimbulkan ketegangan jiwa kedua belah pihak. c. Kb Metode Efektif
1) Kontrasepsi hormonal
Perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi hormonal telah mempelajari bahwa estrogen dan progesteron memberikan umpan balik terhadap kelenjar hipofisis melalui hipotalamus sehingga terjadi hambatan terhadap perkembangan folikel dan proses ovulasi. Melaui hipotalamus dan hipofisis, estrogen dapat menghambat pengeluaran follicle stimulating hormone (FSH) sehingga perkembangan dan kematangan folikel de graaf tidak terjadi. Disamping itu progesterone dapat menghambat pengeluaran hormon luteinizing (LH). Estrogen mempercepat peristaltik tuba sehingga hasil konsepsi mencapai uterus endometrium yang belum siap untuk menerima implantasi. 2) Fungsi komponen progesterone :
a) Rangsangan baik ke hipotalamus dan hipofisis, sehingga pengeluaran LH tidak terjadi dan mengakibatkan ovulasi.
b) Progesterone mengubah endometrium, sehingga kapasitasi spermatozoa tidaj berlangsung.
c) Mengentalkan lendir serviks sehingga sulit ditembus spermatozoa. d) Menghambat peristaltik tuba, menyulitkan konsepsi.
3) Kontrasepsi hormonal pil
Kontrasepsi hormonal pil telah mengalami penelitian panjang, sebagian besar wanita dapat menerima tanpa kesulitan, dengan patrun menstruasi normal serta durasi antara 4-6 hari. Disamping durasi 4-6 hari, masih terdapat patrun menstruasi wanita. Wanita tergolong durasi menstruasi kurang dari 4 hari, memerlukan pil kb dengan efek estrogen tinggi. Wanita dengan durasi menstruasi lebih dari 6 hari memerlukan pil kb dengan efek estrogen yang rendah.
Keuntungan dan kerugian memakai KB pil Keuntungan :
a) Bila minum pil sesuai dengan aturan dijamin berhasil 100% b) Dapat dipakai pengobatan terhadap beberapa masalah :
(1) Ketegangan menjelang menstruasi.
(2) Pendarahan menstruasi yang tidak teratur. (3) Nyeri saat menstruasi.
(4) Pengobatan pasangan mandul. c) Pengobatan penyakit endometriosis. d) Dapat mengakibatkan libido.
Kerugian :
(1) Harus minum pil secara teratur.
(2) Dalam waktu panjang dapat menekan fungsi ovarium.
(3) Penyulit ringan (berat badan bertambah,rambut rontok,tumbuh acne,mual sampai muntah).
Berbagai pabrik farmasi mengeluarkan pil KB sebagai berikut :
(a) Pil kombinasi. Sejak semula telah terdapat kombinasi komponen progesteron dan estrogen.
(b) Pil sekuensial. Pil ini mengandung komponen yang disesuaikan dengan sistem hormonal tubuh. 12 pil pertama hanya mengandung estrogen, pil yang ke 13 dan seterusnya mengandung kombinasi.
(c) Progesteron. Pil ini hanya mengandung progesteron dan di gunakan ibu postpartum.
(d) After morning pill. Pil ini digunakan segera setelah hubungan seksual.
4) kontrasepsi hormonal suntikan
Keuntungan dan kerugian KB suntikan Keuntungan :
a) Pemberiannya sederhana setiap 8-12 minggu. b) Tingkat efektifitasnya tinggi.
c) Hubungan seks dengan suntikan KB bebas. d) Pengawasan medis yang ringan.
e) Dapat diberikan pascapersalinan, pasca-keguguran atau pasca menstruasi.
f) Tidak mengganggu pengeluaran laktasi dan tumbuh kembang bayi.
g) Suntikan KB cyclofem diberikan setiap bulan dan peserta KB akan mendapatkan menstruasi.
Kerugian :
(1) Pendarahan yang tidak menentu.
(2) Terjadi amenorea (tidak datang bulan) berkepanjangan. (3) Masih terjadi kemungkinan hamil.
(4) Kerugian atau penyulit inilah yang menyebabkan oeserta KB menghentikan suntikan KB.
(5) Kontrasepsi hormonal susuk (norplant atau implan) d. Tehnik pemasangan susuk KB :
Prinsip pemasangan susuk KB adalah dipasang dilengan kiri atas dan pemasangan seperti kipas mekar dengan 6 kapsul.
1) Rekayasa tempat pemasangan dengan tepat seperti kipas terbuka. 2) Tempat pemasangan di lengan kiri atas, dipatirasa dengan lidokain
2%.
3) Dibuat insisi kecil, sehingga trokar dapat masuk. 4) Trokar ditusukan subkutan sampai batasnya.
5) Kapsul dimasukan kedalam trokar, dan didorong dengan alat pendorong sampai terasa tertahan.
6) Untuk menempatkan kapsul, trokar ditarik keluar.
7) Untuk meyakinkan bahwa kapsul telah ditempatnya, alat pendorong dimasukan sampai teras tidak ada tahanan.
8) Setelah 6 kapsul dipasang, bekas insisi ditutup dengan plester. Setiap kali susuk KB mengandung 36 mg levonorgestrel yang akan dikeluarkan setiap harinya sebanyak 80 mcg. Konsep mekanisme kerja sebagai progesteron yang dapat menghalangi pengeluaran LH sehingga tidak terjadi ovulasi, mengentalkan lendir serviks dan mengahalangi migrasi spermatozoa, dan menyebabkan situasi endometrium tidak siap menjadi tempat nidasi.
Keuntungan : a) Dipasang selama 5 tahun. b) Kontrol medis ringan
c) Dapat dilayani di daerah pedesaan d) Penyulit medis tidak terlalu tinggi e) Biaya murah
Kerugian :
a) Menimbulkan gangguan menstruasi, yaitu tidak mendapat menstruasi dan terjadi pendarahan yang tidak teratur.
b) Berat badan bertambah
c) Menimbulkan akne,ketegangan payudara. d) Liang senggama terasa kering.
Pada pencabutan banyak dijumpai kesulitan sehingga diupayakan untuk merekayasa tehnik pencabutan sebagai berikut : (1) Metode standar. Tempat pencabutan didesifektan kemudian ditutup dengan duk. Diberikan anastesi lokal dengan lidokain
2%. Insisi dibuat pada sekitar tempat inersi susuk KB. Pencabutan dengan cara:
(a) Tehnik blind (buta). Kapsul dijepit dengan klem arteri dan selanjutnya ditarik keluar.
(b) Tehnik a vuc. Ujung kapsul dibersihkan dari jaringan ikat dan selanjutnya dipegang dengan klem arteri dan selanjutnya dikeluarkan.
(2) Tehnik U. Tempat pencabutan didesinfektan kemudian ditutup dengan duk steril. Insisi dibuat sejajar dengan pemasangan susuk KB. Jaringan penutup susuk KB dibersihkan. Alat U dipakai untuk memegang kapsul, ditarik kearah insisi, jaringan ikatnya dibersihkan dan selanjutnya kapsul ditarik keluar. (3) Tehnik tusuk (Ma) pencabutan susuk.
Perlengkapan untuk susuk KB dengan tehnik tusuk (Ma) : (a) Duk steril yang berlubang 5 cm.
(b) Pisau tajam untuk membuat insisi.
(c) Sebuah klem arteri untuk memperdalam dan menyisihkan jaringan ikat penutup kapsul susuk KB.
(d) Pinset bedah untuk memegang kapsul susuk KB. (e) Alat tusuk, pencabut susuk yang dibuat sendiri. (f) Spuit 5 cc.
(g) Lidokain ampul.
(h) Plester untukmenutup luka insisi. (i) Bahan desinfektan dan kassa steril.
e. Kontrasepsi mekanis
Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR), Richter dari polandia 1909 membuat AKDR dari benang sutra tebal yang dimasukan kedalam rahim.
Mekanisme kerja lokal AKDR sebagai berikut :
1) AKDR merupakan benda asing dalam rahim sehingga menimbulkan reaksi benda asing dengan timbunan leukosit, makrofag, dan limfosit. 2) AKDR menimbulkan perubahan pengeluaran cairan, prostaglandin,
yang menghalangi kapasitas spermatozoa.
3) Pemdatan endometrium oleh leukosit, makrofag, dan limfosit menyebabkan blastokis mungkin dirusak oleh makrofag dan blastokis tidak mampu melaksanakan nidasi.
4) Ion Cu yang dikeluarkan AKDR dengan Cupper menyebabkan gangguan gerak spermatozoa sehingga mengurangi kemampuan untuk melaksanakan konsepsi.
Kekurangan :
a) Masih terjadi kehamilan dengan AKDR in situ. b) Terdapat pendarahan.
c) Leukorea, sehinnga menguras protein tubuh dan liang enggama terasa lebih basah.
d) Dapat terjadi infeksi.
e) Tingkat akhir infeksi menimbulkan kemandulan primer atau sekunder dan kehamilan ektopik.
f) Tali AKDR dapat menimbulkan perlukaan portio uteri dan menggangu hubungan seksual.
Tehnik pemasangan AKDR : Persiapan antara lain :
1) Penderita tidur terlentang di meja ginekologi.
2) Vulva dibersihkan dengan kapas lisol, betadine, hibiscrube, atau lainnya
3) Dilakukan pemeriksaan dalam untuk menetukan besar dan arah rahim.
4) Duk steril dipasang dibawah bokong.
5) Serviks-porsio dibersihkan dengan kaps betadine atau lisol. 6) Dilakukan sodage untuk menentukan dalam panjang rahim dan
arah posisi rahim.
Pemasangan antara lain : Beberapa jenis pemasangan AKDR a) Jenis lippes loop.
b) Jenis copper atau seven copper.
f. Metode Kb Darurat
Kontrasepsi darurat adalah kontrasepsi yang dapat diberikan pada hubunganseks yang tidak langsug dalam waktu 72 jam sampai 7 hari, sehingga dapat menghindari kehamilan.
Pelayanan kontrasepsi darurat : 1) Metode hormonal
a) Pemberian estrogen tingkat tinggi. Per oral
(1) Memberikan estrogen dengan dosis 50 mg dua kali dengan interval 12 jam.
(2) Memberikan etinilestradiol 5 mg selama 5 hari. (3) Suntikan
(4) Suntikan estradiol benzoate 30 mg setiap hari selama 5 hari. b) Pemberian antiprogestin mifepriston
(1) Mifepriston diberikan 200 mg setiap hari selama 4 hari, mulai hari 27 menstruasi.
(2) Terjadi penurunan estrogen dan progesteron darah yang menimbulkan pendarahan, sehingga hasil konsepsi ikut serta dalam pendarahan.
2) Metode yuzpe
(1) Menggunakan tablet KB kombinasi dengan dosis 50 mcg etinilestradiol dan 250 mcg lenovorgastrel.
(2) Diberikan 2 tablet pertama diikuti 2 tablet berikutnya dengan interval 12 jam.
(3) Hubungan seks tanpa proteksi sekitar 72 jam 3) Metode postinor buatan gedeon richter hongaria
(1) Pemberian lenovogastrel 0,75 mg satu jam setelah hubungan seks tanpa proteksi.
(2) Penggunaan hanya 4 tablet dalam satu bulan. 4) Penggunaan danazol
(1) Pemberian danazol 600 mg dua kali dengan interval 12 jam. (2) Efeknya sebagai kontrasepsi darurat kurang menguntungkan. g. Metode inersi AKDR
Inersi AKDR dalam waktu 72 jam sampai 7 hari banyak manfaatnya sebagai kontrasepsi darurat, yang dapat dipertimbangkan pemakaiannya. Perlu diperhatikan pemakaiannya pada wanita muda yang belum punya anak dengan komplikasi infeksi dapat menimbulkan infertilitas.
1) Kontrasepsi mantap wanita
Kontrasepsi mantap wanita atau sterilisai merupakan metode KB yang paling efektif, murah, aman dan mempunyai nilai demografi yang tinggi.
Peralatan vasektomi tuba (Ma). Alat utama untuk melakukan vasektomi tuba (Ma) adalah alat vasektomi BKKBN dan dilengkapi dengan alat-alat lebih sederhana dari peralatan NTTOT :
a) Alat laparatomi abdomen. b) Spuit 5 cc
d) Untuk penutupan tuba : benang sutra tuba, alat termokauter, dan cincin falope dan aplikatornya.
Keuntungan : Keuntungan masa rawat inapnya pendek, tidak banyak memerlukan pengawasan setelah operasi, dan dapat dilakukan secara masal.
Kerugian : Memerlukan ketrampilan khusus, biasanya relatif mahal, dan metode penutupan tuba terbatas.
2) Kontrasepsi mantap pria
Operasi pria yang dikenal dengan nama vasektomi merupakan operasi ringan, murah, aman dan mempunyai arti demografis yang tinggi, artinya operasi ini banyak kelahiran dapat dihindari (Manuaba,2013;h.617-631).
h. Mal (Metode Amenore Laktasi)
Dalam hal ini KB alami dalam menyusui disebut dengan amenorea laktasi (MAL) dimana pengertian MAL adalah menyusui secara ekslusif merupakan suatu metoda kontrasepsi sementara yang cukup efisien dan efektif selama ibu pasca persalinan belum mendapat haid. Waktunya kurang dari 6 bulan pasca persalinan dan harus dilanjutkan dengan pemakaian metode kontrasepsi lainnya (Hubertin, 2006).
1) Keuntungan mal :
a) Keuntungan MAL Untuk bayi :
(1) mendapat kekebalan pasif (mendapat antibody
(2) sumber asupan gizi yang terbaik dan sempurna untuk tubuh kembang bayi yang optimal
(3) terhindar dari keterpurukan terhadap kontaminasi dari air susu lain atau formula atau alat minum yang dipakai. b) Untuk mal ibu
(1) Mengurangi post partum (2) Mengurangi resiko anemia 2) Kerugian dari kontrasepsi MAL adalah :
a) perlu persiapan sejak perawatan kehamilan agar segera menyusui dalam 30 menit pasca persalinan
b) mungkin sulit dilaksanakan karena kondisi sosial
c) efektifitas tinggi hanya sampai kembalinya haid sampai dengan 6 bulan
d) tidak melindungi terhadap IMS termasuk hepatitis B/HBV dan HIV/AIDS (Saifuddin, 2003).
3) Efektifitas dari MAL adalah : a) efektifitas tinggi
b) segera aktif
c) tidak perlu pengawasan medis d) tidak perlu obat atau alat
e) tanpa biaya. Manfaat MAL pada bayi yaitu suatu makanan yang memiliki asupan gizi yang berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh pada bayi, sedangkan pada ibu manfaatnya untuk mencegah terjadinya kehamilan (Pinem, 2009).
4) Faktor yang mempengaruhi MAL dilihat berdasarkan :
a) Haid adalah perdarahan secara periodik dan siklik dari uterus dan disertai pelepasan endometrium.
b) Lamanya amenore Amenore hanya menunda ibu tidak dapat haid dan ini selama 3-6 bulan selama ibu menyusui bayi secara eksklusif
c) Frekuensi menyusui Menyusui bayi tidak terjadwal karena bayi akan menentukan sendiri kebutuhannya atau ibu sudah meras perlu menyusui bayinya sesering mungkin yang biasanya bayi baru lahir ingin menyusui selama 3 jam
d) Spooting / perdarahan bercak selama menggunakan MAL Pada saat ibu memberikan ASI kepada bayi isapan bayi pada payudara akan merangsang terbentuknya oksitosin oleh kelenjar hipofisis. Oksitosin membantu Universitas Sumatera Utara involus uterus dan mencegah terjadi spooting (perdarahan bercak) selama ibu menggunakan mal sampai bayi berumur 6 bulan dan perdarahan bercak (spooting) pada 8 minggu pertama post partum dan perdarahan ini bukan ovulasi
e) Kejadian kehamilan Kejadian kehamilan dalam pemakaian MAL ini relatif sangat kecil, dikarenakan efektifitas pada MAL sangat tinggi mencapai 98% (Sarwono, 2009)
i. Penapisan Klien
Menurut Affandi (2013; h. U-9) Tujuan utama penapisan klien sebelum pemberian suatu metode kontrasepsi (misalnya pil KB, suntikan, atau AKDR) adalah untuk menentukan apakah ada:
1) Kehamilan
2) Keadaan yang membutuhkan perhatian khusus
3) Masalah (misalnya diabetes atau tekanan darah tinggi) yang membutuhkan pengamatan dan pengelolaan lebih lanjut.
Tabel 2.4 Daftar Tilik Penapisan Klien. Metode Nonoperatif
Metode Hormonal (pil kombinasi, pil progestin,
suntikan dan susuk YA TIDAK
Apakah hari pertama haid terakhir 7 hari yang lalu atau lebih
Apakah anda menyusui dan kurang dari 6 minggu pascapersalinan
Apakah mengalami perdarahan/perdarahan bercak antara haid setelah senggama
Apakah pernah ikterus pada kulit atau mata
Apakah pernah nyeri kepala hebat atau gangguan visual
Apakah pernah nyeri hebat pada betis, paha atau dada, atau tungkai bengkak (edema)
Apakah pernah tekanan darah di atas 160 mmHg (sistolik) atau 90 mmHg (diastolik)
Apakah ada massa atau benjolan pada payudara Apakah anda sedang minum obat-obatan anti kejang (epilepsi)
AKDR (semua jenis pelepas tembaga dan progestin Apakah hari pertama haid terakhir 7 hari yang lalu Apakah klien (atau pasanagn) mempunyai pasangan seks lain
Apakah pernah mengalami infeksi menular seksual (IMS)
Apakah pernah mengalami haid banyak (lebih 1-2 pembalut tiap 4 jam)
Apakah pernah mengalami haid lama (lebih dari 8 hari)
Apakah pernah mengalami dismenorea berat yang membutuhkan analgetika dan/atau istirahat baring Apakah pernah mengalammi perdarahan/perdarahan
bercak antara haid atau setelah senggama
Apakah pernah mengalami gejala penyakit jantung valvular atau konginetal
Sumber (Affandi, 2013; h. U 10-11)
Tabel 2.6 Daftar Tilik Penapisan Klien. Metode Operasi (Tubektomi) Keadaan klien Dapat dilakukan pada fasilitas
rawat jalan Dilakukan di fasilitas rujukan Keadaan umum (anamnesis dan pemeriksaan fisik)
Keadaan umum baik, tidak ada tanda-tanda penyakit jantung, paru, atau ginjal
Diabetes tidak terkontrol, riwayat gangguan pembekuan darah, ada tanda-tanda penyakit jantung, paru, atau ginjal.
Keadaa emosional Tenang Cemas, takut
Tekanan darah < 160/100 mmHg ≥ 160/100 mmHg Berat badan 35 – 85 kg > 85 kg; < 35 kg Riwayat operasi
abdomen/panggul
Bekas seksio sesarea (tanpa perlekatan)
Operasi abdomen lainnya, perlekatan atau terdapat kelainan pada pemeriksaan panggul Riwayat radang
panggul, hamil ektopik, apendisitis
Pemeriksaan dalam normal Pemeriksaan dalam ada kelainan
Anemia Hb ≥ 8 g% Hb < 8 g%
Sumber (Affandi, 2013; h. U 11-12).
Tabel 2.7 Daftar Tilik Penapisan Klien. Metode Operasi (Vasektomi) Keadaan klien Dapat dilakukan pada fasilitas
rawat jalan
Dilakukan pada fasilitas rujukan
Keadaan umum (anamnesis dan pemeriksaan fisik)
Keadaan umum baik, tidak ada tanda-tanda penyakit jantung, paru, atau ginjal
Diabetes tidak terkontrol, riwayat gangguan pembekuan darah, ada tanda-tanda penyakit jantung, paru, atau ginjal.
Keadaan emosional
Tenang Cemas, takut
Tekanan darah < 160/100 mmHg ≥ 160/100 mmHg Infeksi atau
kelainan
skrotum/inguinal
Normal Tanda-tanda infeksi atau
ada kelainan
B. TINJAUAN ASUHAN KEBIDANAN