• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN PUSTAKA

E. Kematangan Karier

1. Pengertian Kematangan Karier

Super (Manrihu, 1988; 26) mengemukakan bahwa kematangan karier adalah daftar perilaku yang bersangkutan dengan mengidentifikasi, memilih, merencanakan, dan melaksanakan tujuan-tujuan karier yang tersedia bagi individu tertentu dalam perbandingannya dengan yang dimiliki oleh kelompok sebayanya; dapat dipandang sebagai taraf rata-rata dalam perkembangan karier bagi usianya.

Super (Zunker, 1986) mengatakan bahwa kematangan karier adalah pemenuhan atau penyelesaian tugas-tugas perkembangan karier sesuai dengan tingkat perkembangan tertentu. Kematangan karier ditandai dengan adanya kesesuaian antara perilaku karier yang diperlihatkan individu dengan perilaku karier yang seharusnya

dilakukan atau diharapkan pada rentang usia perkembangan tertentu (tahap perkembangan karier yang sedang dihadapi individu). Perilaku karier yang diharapkan dari individu dapat disebut juga tugas-tugas perkembangan karier.Apabila perilaku karier yang diperlihatkan individu semakin sesuai dengan tugas-tugas perkembangan karier pada setiap tingkat perkembangan karier, berarti tingkat perkembangan karier individu semakin tinggi atau semakin matang.Individu yang memiliki tingkat kematangan karier yang tinggi pada tahap perkembangan karier yang sedang dihadapinya dapat melangkah ke tahap perkembangan karier selanjutnya.

Super (Winkel & Hastuti, 2004) mengemukakan bahwa kematangan karier merujuk pada keberhasilan seseorang menyelesaikan tugas-tugas perkembangan yang khas bagi tahap perkembangan tertentu. Indikasi-indikasi dari kematangan karier misalnya kemampuan membuat rencana, kerelaan untuk memikul tanggung jawab, serta kesadaran akan faktor-faktor internal dan eksternal yang harus dipertimbangkan dalam membuat pilihan jabatan atau memantabkan diri dalam suatu jabatan. Indikasi-indikasi ini dapat dijabarkan lebih lanjut pada masing-masing tahap perkembangan karier, lebih-lebih selama masa remaja dan masa dewasa muda.

Berdasarkan uraian pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa kematangan karier adalah suatu sikap yang menunjukan keberhasilan individu menyelesaikan tugas-tugas perkembangan sehingga memiliki

kompetensi dalam menentukan pilihan kariernya sendiri secara tepat. Sikap tersebut juga mendukung individu untuk menentukan keputusan kariernya secara tepat.

2. Faktor-faktor yang mempengaruhi kematangan karier

Menurut Donal E. Super (Winkel dan Hastuti, 2010: 632), kematangan karier remaja diukur dengan indikator-indikator sebagai berikut:

a. Perencanaan karier (Career planning)

Kegunaan dari perencanaan yang matang ialah meminimalkan kemungkinan kesalahan yang berat dalam memilih berbagai alternatif-alternatif yang tersedia.Hasil dari perencanaan ialah keputusan tentang sesuatu yang telah dipilih secara sadar.Kunci bagi perencanaan yang matang dan keputusan yang bijaksana terletak dalam pengelolaan informasi tentang diri sendiri dan lingkungan hidupnya (Winkel dan Hastuti, 2010: 685-687).

b. Eksplorasi karier (Career exploration)

Kemampuan individu dalam mengenal dunia kerja dan diri sendiri secara lebih luas dan secara lebih mendalam, menyadari pentingnya perencanaan masa depan, serta memahami kaitan antara rasa tanggung jawab dalam bekerja dengan kemajuan masyarakat dalam era pembangunan.

c. Proses membuat keputusan karier (Processes of decision-maining) Kemampuan individu dalam menggunakan pengetahuan dan pemikiran dalam membuat perencanaan karier. Konsep ini didasari pada tuntutan untuk membuat keputusan karier, dengan asumsi apabila individu tersebut mengetahui bagaimana orang lain membuat keputusan karier maka diharapkan mereka juga mampu membuat keputusan karier yang tepat baginya.

d. Informasi tentang dunia karier (World of work information)Informasi tentang dunia pekerjaan yang mencakup semua data mengenai jenis-jenis pekerjaan yang ada di masyarakat (fields of occupation), mengenai gradasi posisi dalam lingkup suatu jabatan (level of occupation), mengenai persyaratan tahap dan jenis pendidikan, mengenai sistem klasifikasi jabatan, dan mengenai prospek masa depan berkaitan dengan kebutuhan riil masyarakat akan jenis/corak pekerjaan tertentu.

e. Pengetahuan tentang kelompok pekerjaan yang lebih disukai (Knowledge of preferred occupational group)

Kemampuan dalam mengenal berbagai bidang dan jenis pekerjaan sehingga individu itu mampu memutuskan pekerjaan yang lebih disukai dan sesuai dengan kepribadian, bakat, minat dan nilai-nilai hidup yang dimilikinya.

f. Realisasi keputusan karier (Realisation)

Kemampuan individu dalam mempertimbangkan pilihan kariernya yang sesuai dengan kepribadian, bakat, minat dan nilai-nilai hidup yang dimilikinya.Oleh karena itu, individu perlu membuat perencanaan karier untuk meminimalisir keterbatasan dan melihat peluang/kesempatan karier yang sesuai dengan dirinya.

3. Hambatan dalam Kematangan Karier

Hambatan kematangan karier yang dikemukakan oleh Rosenthal (Smedley, 2003: 110), menunjukkan karakteristik kemampuan belajar rendah, konsep diri rendah, dan individu yang bertipe belajar pasif. Gejala ini menunjukkan bahwa individu tersebut memiliki kematangan karier dari segi afektif yang rendah. Oleh sebab itu individu yang memiliki permasalahan dalam belajar mengakibatkan kematangan kariernya juga rendah. Penyebabnya dalam kematangan karier membutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang mendukung untuk meningkatkan kapasitas yang diperlukan dalam menentukan pilihan karier. Permasalahan dari segi emosional dan belajar juga berpengaruh terhadap kematangan karier (Smedley, 2003: 108).

Hambatan lain yang muncul menurut Pusat Layanan Konseling Mahasiswa, Universitas Negeri Illinois (2005), terdapat beberapa faktor yang menyebabkan seorang siswa gagal dalam membuat pilihan karier. Siswa takut akan kegagalan, takut sukses karena berpikiran

orang lain mengharapkan kesempurnaan jika berhasil sekali, kurangnya kemampuan untuk menetapkan prioritas, tidak tahu tempat untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan untuk membantu memutuskan, berharap orang lain yang akan membuat keputusan, belum memiliki pengalaman dalam membuat keputusan karier, tidak mau mengorbankan kenyamanan untuk kepentingan kedepan, takut orang lain menolak keputusan yang telah dibuat, selalu berpikir bahwa saya tidak dapat melakukannya atau perasaan tidak percaya diri, dan percaya bahwa keputusan yang telah dibuat tidak aka nada yang peduli, (Http.//www.counseling.ilstu.edu/career/), diakses tanggal 30 mei 2016.

Upaya mengatasi permasalahan yang menghambat kematangan karier adalah dengan meningkatkan kapasitas diri dalam pengetahuan dan keterampilan berkaitan dengan karier dan tahapan perkembangan karier. Pilihan karier membutuhkan proses yang komplek untuk dipikirkan, membutuhkan waktu dan usaha. Lebih dari itu menentukan pilihan karier merupakan salah satu kesempatan dan biasanya masuk pada kondisi yang tidak pasti. Mengatasi permasalahan kematangan karier melalui usaha:1). Mengenali persoalan yang dihadapi, 2). Mengenali penyebab utama persoalan, 3). Memformulasikan pada alternatif atau pilihan strategi penyelesaian yang tepat, 4). Memprioritaskan pilihan-pilihan penyelesaian permasalahan, dan 5). Mengevaluasi hasil yang dicapai.

4. Upaya Peningkatan Kematangan Karier

Individu yang memiliki kematangan karier yang tinggi akan mendapatkan kesuksesan dan kepuasan dalam karier. Mereka memiliki kesadaran akan proses keputusan karier, seringkali berpikir akan alternatif karier atau analisa karier yangtepat, menghubungkan antara pengalaman yang dimiliki dengan tujuan yang akan datang, memiliki kepercayaan diri dalam menentukan keputusan karier, komitmen dalam membuat pilihan karier, dan mampu menyeimbangkan antara harapan dengan tuntutan realitas.

Upaya dalam meningkatkan kematangan karier sangat penting bagi siswa. Pengarahan maupun kurikulum atau proses bimbingan menjadi kebutuhan mutlak untuk mencapai tugas perkembangan karier tersebut. Menurut Herr and Enderlein (Darell F. Powell dan Luzzo, 1998: 147), kurikulum untuk meningkatkan kematangan karier diolah dengan tepat sehingga mampu memberikan pengaruh pada tingkat IQ siswa, berbagai tingkat sosial ekonomi dan berbagai pengetahuan karier yang umum dimiliki siswa. Evaluasi mengenai kurikulum dengan kematangan karier perlu disesuaikan dengan kondisi sebenarnya dalam karier. Penyusunan strategi dalam peningkatan kematangan karier harus disesuaikan dengan kondisi siswa.

Upaya untuk mencapai sasaran hasil yang maksimal dalam kematangan karier, menurut Gonzalez (2008: 764), ada lima bidang yang perlu dikembangkan antara lain:

a. Pengetahuan diri. Siswa harus menjadi individu yang potensial dengan memahami: bakat, kecakapan dan kemampuan, konsep diri dan penghargaan diri, kepribadian, kemampuan akademik, pengalaman belajar dan kerja, minat, tingkat harapan, motivasi, nilai kehidupan, gaya hidup dan sebagainya. Semua karakteristik ini seharusnya sesuai dengan pilihan karier.

b. Informasi studi, profesi dan karier. Siswa tidak hanya membutuhkan informasi mengenai diri mereka, tetapi juga tentang lingkungan dimana mereka tinggal. Mereka juga membutuhkan informasi mengenai pilihan pendidikan yang lain (jenjang pendidikan), pilihan professional (jenjang karier), dan pilihan karier (jenjang sosial tenaga kerja). Mereka membutuhkan informasi tersebut sebagai bahan pertimbangan.

c. Proses dalam menentukan keputusan karier. Melalui pengetahuan mengenai diri, pendidikan dan pengembangan profesional, siswa akan menentukan keputusan karier yang tepat. Mereka seharusnya dipersiapkan dalam menentukan keputusan karier melalui pertimbangan berbagai aspek tersebut.

d. Transisi menuju dunia kerja. Siswa dipersiapkan dalam menghadapi dunia kerja setelah lulus. Mereka membutuhkan strategi untuk menentukan keputusan karier yang tepat. Karier yang sesuai dengan jurusan yang mereka tekuni, dan mereka

membutuhkan pengetahuan mengenai kebiasaan atau kewajiban sebagai tenaga kerja.

e. Perencanaan karier. Siswa seharusnnya dipersiapkan untuk menentkan perencanaan karier berpedoman pada karakteristik pribadi, pengalaman studi dan pengalaman kerja. Perencanaan karier akan membuat siswa teguh pendirian dalam pendidikan dan karier.

Kematangan karier bukan sesuatu hal yang mudah dan dapat dicapai secara cepat, tetapi kematangan karier merupakan suatu proses yang perlu dikembangkan. Salah satu peran guru pembimbing adalah membantu siswa dalam menyelesaikan mengenai karier. Peningkatan kematangan karier siswa dapat dicapai jika ada peran serta pihak sekolah terutama guru pembimbing dalam membuat pedoman dalam proses bimbingan dan konseling.

F. Bimbingan Karier& Topik-topik Bimbingan Karier

Dokumen terkait