• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kendala-kendala yang Timbul dalam Pembelajaran Menulis Teks Anekdot Sesuai dengan Kurikulum 2013

Dalam dokumen BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN (Halaman 33-38)

Pelaksanaan pembelajaran menulis teks anekdot pada kelas X SMA Negeri 1 Karanganyar sudah berjalan dengan baik. Namun, masih ditemui kendala-kendala yang timbul dalam pembelajaran menulis teks anekdot. Kendala-kendala tersebut nantinya akan berpengaruh terhadap hasil pembelajaran. Kendala yang timbul dalam proses pembelajaran meliputi kendala guru dan kendala siswa.

commit to user a. Kendala Guru

Kendala yang dihadapi guru dalam pelaksanaan pembelajaran menulis teks anekdot yaitu perencanaan, materi bahan ajar, metode, media, dan waktu.

1) Perencanaan

Kendala yang ditemui guru saat menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran adalah perbedaan struktur RPP berdasarkan kurikulum KTSP dengan RPP berdasarkan Kurikulum 2013. Hal tersebut terlihat dari RPP yang disusun guru masih belum sesuai dengan Kurikulum 2013.

2) Materi bahan ajar

Bahan Ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Bahan tersebut dapat berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis. Majid (2012: 173) menjelaskan bahwa bahan ajar memungkinkan siswa dapat mempelajari suatu kompetensi atau kompetensi dasar secara urut dan sistematis sehingga secara akumulatif mampu menguasai secara utuh dan terpadu.

Materi bahan ajar dalam pembelajaran menulis teks anekdot berupa kaidah teks anekdot, strukur teks anekdot, dan contoh teks anekdot. Dalam proses pembelajaran yang dilakukan guru, guru menggunakan buku panduan siswa yang diterbitkan pemerintah, akan tetapi guru masih merasa kurang cukup jika hanya berpatokan pada buku tersebut. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru terlihat bahwa materi pembelajaran menulis teks anekdot masih sangat kurang apabila hanya bertumpu pada buku panduan siswa yang dibuat oleh pemerintah.

3) Metode

Warsita (2008: 273) berpandapat bahwa metode pembelajaran adalah cara yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan pesan pembelajaran kepada peserta didik dalam mencapai tujuan

commit to user

pembelajaran. Guru harus memilih metode yang tepat sesuai dengan materi yang akan disampaikan agar tujuan pembelajaran tercapai. Metode yang digunakan guru dalam pembelajaran menulis teks anekdot adalah metode diskusi kelompok.

Kendala yang timbul dari metode ini adalah kenyataan bahwa tidak setiap anggota kelompok dapat bekerja secara maksimal. Hanya sebagian kecil dari anggota kelompok yang mengerjakan tugas dari guru. Hal ini terjadi karena siswa tidak bisa mengorganisasi anggota kelompoknya dengan baik.

4) Media

Media pembelajaran adalah alat bantu proses belajar mengajar. Sadiman, dkk. (2005: 6) menjelaskan bahwa media pendidikan adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga terjadi proses pembelajaran. Manfaat media dalam proses pembelajaran sangat beragam. Sulistyo, Sunarmi, & Widodo (2011: 9) mengemukakan bahwa media bermanfaat untuk memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistik, mengatasi keterbatasan ruang dan waktu, dan menimbulkan kegairahan belajar.

Dalam pembelajaran menulis teks anekdot, guru kesulitan mencari media pembelajaran yang sesuai dengan materi yang diajarkan, sehingga hasil yang dicapai kurang maksimal. Guru beranggapan bahwa dalam pembelajaran menulis, media yang sesuai adalah buku. Guru hanya menggunakan media buku dalam proses pembelajaran menulis anekdot. Padahal, menurut Imron (2011: 130) yang dimaksud media adalah sesuatu yang difungsikan untuk mempermudah terjadinya proses pembelajaran, misalnya tape recorder, TV, Radio, dan CD.

commit to user 5) Waktu

Dalam satu minggu pelajaran bahasa Indonesia untuk SMA mendapatkan waktu 4 x 45 menit. Pada pelaksanaannya pembelajaran dilaksanakan langsung empat jam pelajaran dalam sehari. Sehingga guru kesulitan untuk mengatur waktu yang terlalu lama tersebut. Waktu yang terlalu lama juga membuat siswa menjadi bosan dan jenuh ketika mengikuti pelajaran. Imron (2011: 123) mengatakan bahwa penentuan besarnya alokasi waktu tergantung kepada jenis dan bentuk pengalaman belajar, keluasan dan kendalaman materi, serta tingkat kepentingan dan keadaan setempat.

Selain pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan langsung empat jam dalam satu pertemuan, kendala lain yang dihadapi pada saat jadwal pelajaran bertepatan dengan hari libur atau saat tidak diadakannya pelajaran karena alasan tertentu, maka dalam satu kelas akan langsung tertinggal jauh dari kelas lain karena kehilangan empat jam sekaligus dalam satu hari.

b. Kendala Siswa

Kendala-kendala yang timbul dalam pembelajaran menulis teks anekdot tidak hanya terjadi pada guru saja. Akan tetapi, kendala-kendala itu juga dialami siswa. Kendala yang dialami siswa dalam proses pembelajaran menulis anekdot antara lain, persepsi siswa, minat siswa, dan kemampuan menuangkan ide.

1) Persepsi siswa

Persepsi siswa terhadap pembelajaran menulis teks anekdot bisa dibilang negatif. Artinya, banyak siswa yang beranggapan menulis teks anekdot merupakan suatu hal yang sulit. Berdasarkan wawancara dengan siswa dapat disimpulkan bahwa persepsi siswa terhadap pembelajaran menulis teks anekdot masih kurang baik. Siswa beranggapan bahwa pembelajaran menulis merupakan hal yang sulit dibandingkan dengan membaca, berbicara, dan menyimak.

commit to user 2) Minat siswa

Sudiana (2005: 82) beranggapan bahwa minat dapat diartikan sebagai kecenderungan untuk melakukan suatu tindakan. Dalam pembelajaran menulis teks anekdot, salah satu kendala adalah minat siswa. Minat siswa untuk mengikuti pelajaran menulis masih sangat kurang, karena pelajaran menulis dianggap lebih sulit dari pembelajaran lainnya.

Berdasarkan wawancara dengan guru dapat disimpulkan bahwa minat siswa dalam menulis sangat rendah terlihat dari antusias siswa yang masih kurang. Pernyataan guru tersebut diperkuat oleh pernyataan siswa yang mengatakan bahwa minat menulis siswa sangat rendah. Hal tersebut terbukti karena siswa hanya menulis ketika mendapat tugas saja.

3) Kemampuan menuangkan ide

Ide atau gagasan adalah pesan yang terdapat dalam pikiran seseorang yang hendak disampaikan kepada orang lain. Pesan tersebut dapat disampaikan secara lisan maupun tulisan. Dalam menulis teks anekdot banyak siswa yang merasa kesulitan dalam mencari ide untuk dijadikan sebuah tulisan. Namun jika ide sudah ada siswa juga masih kesulitan menuangkan idenya ke dalam bentuk tulisan. Siswa kesulitan mencari kata-kata yang tepat dan sesuai untuk menggambarkan apa yang ada dalam pikirannya.

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru dan siswa dapat ketahui bahwa salah satu kendala dalam pembelajaran menulis teks anekdot adalah kemampuan siswa dalam menuangkan ide. Hal ini relevan dengan penelitian yang dilakukan Prastika (2011: 59) bahwa salah satu kendala yang dialami peserta didik dalam menulis adalah kemampuan menuangkan ide. Peserta didik merasa kesulitan dalam merangkai kata karena kurangnya perbendaharaan kata dan miskin ide atau inspirasi.

commit to user

4. Upaya-upaya yang Dilakukan oleh Guru Untuk Mengatasi

Dalam dokumen BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN (Halaman 33-38)