• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

B. Hasil Penelitian dan Pembahasan

1. Kendala yang dihadapi dalam Pengawasan

Pengawasan perpajakan sering terjadi kendala-kendala yang dihadapi oleh KPP dalam mengawasi pelaporan SPT Tahunan PPh. Kantor Pelayanan Pajak Pratama Makassar Utara mengalami beberapa kendala dalam pelaksanaannya diantaranya sebagai berikut:

1) Beragamnya pemahaman wajib Pajak atas peraturan pajak yang berlaku. Wajib pajak terdiri dari wajib pajak yang memahami pajak, wajib pajak yang tidak paham benar dengan pajak, dan wajib pajak yang tidak paham sekali dengan pajak. Dengan beragamnya sifat wajib pajak tersebut terutama dari wajib pajak yang belum memahami benar tentang tata cara pelaporan ataupun perhitungan

SPT Tahunan PPh sering kali terjadi perbedaan pendapat antara wajib pajak dengan fiskus.

2) Keterbatasan jumlah Account Representative (AR), dimana seorang Account Representative (AR) harus mengawasi satu hingga tiga kelurahan, hal ini tidak sebanding dengan jumlah wajib pajak yang tersebar di setiap kelurahan.

Kendala yang terjadi dalam pelaksanaan dalam mengawasi pelaporan SPT Tahunan PPh terletak pada wajib Pajak dan sumber daya manusia pada Kantor Pelayanan Pajak. Dimana beragamnya pemahaman wajib Pajak atas peraturan pajak yang berlaku Wajib Pajak masih kurang pengetahuan dan kesadaran dalam melaporkan SPT. Dengan beragamnya sifat wajib pajak tersebut terutama dari wajib pajak yang belum memahami benar tentang tata cara pelaporan ataupun perhitungan SPT Tahunan PPh sering kali terjadi perbedaan pendapat antara wajib pajak dengan fiskus. Inilah yang menjadi tugas bagi fiskus untuk memberikan informasi, memberikan pelayanan secara langsung, edukasi, mendorong dan mengawasi pemenuhan hak dan kewajiban wajib pajak.

Selain itu, keterbatasan jumlah Account Representative (AR), dimana seorang Account Representative (AR) harus mengawasi satu hingga tiga kelurahan, hal ini tidak sebanding dengan jumlah wajib pajak yang tersebar di setiap kelurahan.

Sehingga beban mereka terlalu besar untuk mengawasi seluruh wajib pajak yang berada dalam wilayah kerja Account Representative (AR) tersebut. Jumlah Account Representative (AR) pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Makassar Utara sebanyak 20 orang sedangkan jumlah Wajib Pajak yang terdaftar sebanyak 106.828. sehingga

setiap Account Representative (AR) harus mengawasi kurang lebih 5.341 Wajib Pajak (WP). Sehingga tidak semua Wajib Pajak yang ada dalam wilayah pengawasan Acoount Representative mereka kunjungi.

Hal ini menyebabkan belum optimalnya pengawasan pelaporan SPT pada KPP Pratama Makassar Utara maka diperlukan adanya upaya untuk mengatasi kendala yang ada pada KPP Pratama Makassar Utara.

2. Bagan Alur Kerja (Flowchart) Penerimaan dan Pengelolaan SPT tahunan 1. Petugas penerima SPT pada TPT/Pojok Pajak/Mobil Pajak/Drop Box bertugas:

a. Menerima SPT tahunan/e-SPT Tahunan yang disampaikan langsung oleh wajib pajak dalam amplop tertutup yang dilekati lembar informasi amplop SPT Tahunan yang berisi data Nama wajib pajak, NPWP, Tahun pajak, Status SPT (nihil/kurang bayar/lebih bayar), jenis SPT (SPT tahunan/SPT pembetulan ke-…), perubahan data (ada/tidak ada), nomor telepon, pernyataan dan Tanda Tangan Wajib Pajak.

b. Menuliskan NPWP wajib pajak pada lembar “ untuk wajib pajak” membubuhkan stempel KPP, tanggal permintaan, Nama, NIP dan tanda tangan pada tanda terima SPT sebagaimana pada (lampiran 1)

c. Memneri tanda terima (bagian untuk wajib pajak) kepada wajib pajak, dan menempelkan untuk bagian lain (bagian untuk ditempelkan pada amlop) pada amplop SPT wajib pajak. Bagian arsip disimpan untuk diserahkan kepada kepala seksi pelayanan.

d. Memisahkan antara SPT Tahunan/e-SPT Tahunan wajib pajak yang terdaftar pada KPP sendiri dengan wajib pajak (orang pribadi dan badan).

e. Membuat berita acara serah terima berkas penerimaan SPT melalui TPT/pojok pajak/mobil pajak/Drop Box senagaimana pada (lampiran 2)

f. Menyerahkan SPT Tahunan/e-SPT Tahunan yang diterima dan berita acara serah terima berkas penerimaan SPT kepada petugas TPT.

g. Menerima SPT Tahunan/e-SPT Tahunan yang disampaikan oleh wajib pajak melalui pos atau perusahaan jasa ekspedisi atau jasa kurir yang diserahkan oleh sub bagian umum kemudian melakukan:

1. Melakukan langkah pada nomor 2

2. Menempelkan tanda terima SPT Tahunan pada amplop SPT 3. Melakukan langkah pada nomor 4,5 dan 6 diatas.

2. Petugas TPT bertugas :

a. Menerima dan meneliti SPT dan berita acara serah terima SPT Tahunan/e-SPT Tahunan dari petugas penerima SPT, selanjutnya meneruskannya ke kepala seksi pelayanan untuk ditandatangani.

1. Merekam tanda terima dan lembar informasi amplop SPT Tahunan ke dalam aplikasi drop box.

2. Dalam hal terdapat perubahan wajib pajak dan wajib pajak menempelkan formulir perubahan data pada amplop SPT Tahunan, maka petugas TPT merekam perubahan data tersebut ke dalam aplikasi drop box.

3. Mengelompokkan SPT Tahunan/e-SPT Tahunan (termasuk SPT yang diterima dari KPP lain) berdasarkan tempat wajib pajak terdaftar.

4. Dari hasil mengelompokkan SPT pada angka 4, diatas SPT Tahunan/e-SPT Tahunan sendiri maka petugas TPT membuat daftar nominatif pengirim SPT wajib pajak sendiri sebagaimana terdapat pada lampiran 12 kemudian menyerahkan daftar nominal tersebut beserta SPT-nya kepada pelaksana seksi pelayanan dua untuk dilakukan penelitian kelengkapan SPT.

5. Dari hasil pengelompokan SPT pada angka 4, atas SPT Tahunan/e-SPT Tahunan yang tidak terdaftar di KPP sendiri maka petugas TPT membuat daftar nominative pengiriman SPT sebagaimana lampiran 5.

6. Meneruskan daftar nominatif pegiriman SPT beserta SPT-nya kepada pelaksana seksi pelayanan satu untuk selanjutnya dilakukan pencetakan konsep surat pengiriman berkas SPT sebagaimana lampiran 5.

7. Menerima SPT Tahunan SPT/e-SPT Tahunan, surat pengiriman dan daftar nominatif SPT dari KPP lain yang diserahkan oleh sub bagian umum.

8. Menandai surat pengiriman SPT dari KPP lain, daftar nominatif pengiriman SPT dari KPP lain beserta SPT-nya kemudian mencetak daftar nominatif pengiriman SPT wajib pajak sendiri sebagaimana dimaksud pada angka 5 diatas.

9. Atas respon surat permintaan kelengkapan SPT

10. Dalam NPWP yang tertulis dalam amplop SPT Tahunan tidak valid sehinggah tidak dapat direkam pada aplikasi drop box maka;

1. Petugas menyerahkan SPT tersebut kepada petugas khusus yang ditunjuk oleh kasi pelayanan untuk menangani SPT Tahunan dengan NPWP yang tertulip dalam amplop SPT Tahunan yang valid.

2. Petugas khusus melakukan penelusuran NPWP berdasarkan SPT Tahunan dan lampiran-lampirannya.

3. Petugas khusus memasukkan kembali SPT Tahunan dan lampiran-lampirannya ke dalam amplop SPT tahunan dengan format sebagaimana

terdapat pada lampiran 18 dan membuat berita acara pembukaan amplop SPT Tahunan dengan format sebagaimana pada lampiran 19.

4. Jika berdasarkan penelusuran tersebut ditemukan NPWP yang vilid maka dilakukan perekaman tanda terima SPT Tahunan pada aplikasi drop box dengan menggunakan NPWP yang valid.

5. Jika berdasarkan penulusuran tidak ditemukan NPWP yang valid maka dilakukan perekaman pada menu perekaman tanda terima SPT Tahunan dengan NPWP tidak valid pada aplikasi drop box, kemudian SPT tahunan dengan NPWP tidak valid tersebut disimpan di seksi pelayanan. Data SPT tahunan dengan NPWP tidak valid akan ditampilkan dalam monitoring SPT tahunan dengan NPWP tidak valid sehingga KPP-KPP yang lain dapat terlihat data tersebut dan dapat menelusurinya.

3. Pelaksana Seksi Pelayanan Satu bertugas ;

a. Menerima berita acara serah terima SPT Tahunan/e-SPT Tahunan yang telah ditandatangani oleh kasi pelayanan selanjutnya menomori dan merekam berita acara serah terima SPT Tahunan/e-SPT Tahunan kedalam aplikasi drop box.

b. Menerima daftar nominatif pengirim SPT beserta SPT-nya dari petugas TPT, selanjutnya mencetak konsep surat pengiriman berkas SPT sebagaimana lampiran 5.

c. Meneruskan daftar nominatif pengiriman SPT dan konsep surat pengiriman berkas SPT kepada kepala seksi pelayanan untuk diparaf, selanjutnya meneruskannya kepada kepala KPP untuk disetujui dan ditandatagani.

d. Menerima surat pengiriman berkas SPT dan daftar nominatif yang telah ditandatangani oleh kepala KPP.

e. Menyerahkan SPT Tahunan/e-SPT Tahunan, surat pengiriman dan daftar nominative pegiriman SPT tahunan/e-SPT tahunan ke sub bagian umum untuk dikirim ke KPP lain.

f. Menerima SPT Tahunan/e-SPT Tahunan yang telah dinyatakan lengkap petugas seksi pelayanan dua kemudian melakukan perekaman penerimaan SPT Tahunan/e-SPT Tahunan serta loading e-SPT Tahunan.

g. Apabila berdasrkan perekaman sebagaimana dimaksudpada angka 6 diketahui bahwa wajib pajak menyampaikan SPT Tahunan lebih dari satu kali dimana SPT Tahunan yang disampaikan lebih akhir bukan merupakan SPT Tahunan pembetulan atas SPT Tahunan yang telah disampaikan sebelumnya maka pelaksana seksi pelaanan satu :

a. Menandai melalui aplikasi bahwa SPT Tahunan telah disampaikan lebih dari satu kali, kemudian

b. Mengirimkan SPT Tahunan tersebut ke Account Representative untuk ditindaklanjuti.

h. Mencetak lembar pengawasan arus dokumen (LPAD) dan bukti penerimaan surat (BPS) sebagaimana lampiran 3 serta register harian

i. Meneruskan SPT Tahunan/e-SPT Tahunan ke seksi pengelolaan data dan informasi (PDI) untuk dilakukan perekaman detil SPT atau meneruskan SPT

Tahunan/e-SPT Tahunan ke pusat pengelolaan data dan dokumen perpajakan (KPDDP) jika pengelola SPT dilakukan di PPDDP atau KPDDP.

j. Menerima SPT Tahunan/e-SPT Tahunan yang telah direkam dan register harian dan seksi PDI kemudian memprosesnya sesuai SOP tata cara penatausahaan dokumen wajib pajak.

k. Dalam hal SPT Tahunan/e-SPT Tahunan yang diterima melalui pos atau perusahaan jasa ekspedisi atau jasa kurir tidak terdaftar di KPP sendiri akibat kesalahan pengiriman, maka pelaksana seksi pelayanan satu meneruskan ke KPP wajib pajak terdaftar sesuai SOP tata cara penampaian dokumen.

l. Menerima SPT Tahunan/e-SPT Tahunan yang telah dinyatakan lengkap oleh account Representative kemudian melakukan perekaman penerimaan SPT Tahunan/e-SPT Tahunan serta loading e-SPT Tahunan sebagaimana yang dimaksud pada angka 6 diatas.

11) Pelaksana Seksi Pelayanan Dua bertugas :

a. Menerima daftar nominatif pengiriman SPT wajib pajak sendiri beserta SPT-nya dari petugas TPT kemudian melakukan penelitian SPT.

b. Dari penelitian kelengkapan SPT

c. Dalam hal dalam penelitian SPT diketahui bahwa wajib pajak salah mengisikan nomor pokok wajib pajak (NPWP) pada lembar informasi amplop SPT Tahunan dimana 3 (tiga) digit kode KPP pada NPWP yang salah dan 3 (tiga) digit kode KPP pada NPWP yang sebenarnya adalah sama, maka pelayanan seksi pelayanan dua:

d. Dalam hal pada saat penelitian SPT diketahui bahwa wajib pajak salah mengisikan nomor pokok wajib pajak (NPWP) pada lembar informasi amplop SPT Tahunan didalam 3 (tiga) digit kode KPP pada NPWP yang salah dan 3 (tiga) digit kode KPP pada NPWP yang sebenarnya adalah berbeda, maka pelayanan seksi pelayanan dua;

a. Melakukan update data NPWP

b. Meneruskan SPT Tahunan ke petugas TPT untuk dikirim ke KPP tempat wajib pajak terdaftar.

e. Dalam hal pada saat penelitian SPT diketahui bahwa wajib pajak salah pengisian data pada lembar informasi amplop SPT Tahunan (selain data NPWP), maka pelaksanaan seksi pelayanan dua;

a. Melakukan update data sesuai dengan data pada SPT Tahunan b. Melakukan penelitian SPT sebagaimana dimaksud angka 1.

12) Account Representative bertugas;

a. Menerima SPT Tahunan/e-SPT Tahunan/e-SPT Tahunan dari pelaksana seksi pelayanan dua yang dinyatakan tidak lengkap.

b. Mencetak konsep surat permintaan kelengkapan SPT Tahunan/e-SPT Tahunan sebagaimana dimaksud dalam lampiran 6.a, lampiran 6.b, lampiran 6c, lampiran 6.d dan lampiran 6.e, selanjutnya meneruskan ke kepala seksi pengawasan dan konsultasi untuk diteliti dan diparaf dan selanjutnya diteruskan kepada kepala KPP untuk disetujui dan ditandatangani.

c. Menerima surat permintaan dan perlengkapan SPT Tahunan/e-SPT Tahunan yang telah di tanda tangani oleh kepala KPP kemudian menyerahkan surat permintaan perlengkapan SPT Tahunan/e-SPT Tahunanbeserta tamplate surat jawaban atas surat permintaan perlengkapan SPT Tahunan sebagaimana dimaksud dalam lampiran 16.a, lampiran 16.b, lampiran 16.c, lampiran 16.d dan lampiran 16.e ke sub bagian umum untuk dikirim ke wajib pajak.

d. Memonitor pengiriman surat permintaan perlengkapan SPT Tahunan/e-SPT Tahunan melalui fasilitas pelacakan kiriman dari pos/perusahaan jasa ekspedisi /jasa kurir.

e. Merekam tanggal penerimaan surat perlengkapan SPT Tahunan/e-APT Tahunan oleh wajib pajak pada aplikasi drop box.

f. Menerima perlengkapan SPT dari petugas TPT untuk digabuang dengan SPT Tahuan/e-SPT Tahunan.

g. Dalam hal wajib pajak langsung menyampaikan kelengkapan SPT Tahunan kepada Account Representative maka Account Representative harus mengantarkan wajib pajak ke TPT agar wajib pajak diberikan bukti penerimaan surat atas penyampaian kelengkapan SPT Tahunan tersebut oleh petugas TPT.

h. Dalam hal pelengkapan SPT tahunan yang disampaikan wajib pajak belum sesuai (belum lengkap) maka Account Representative.

a. Melakukan klarifikasi kepada wajib pajak (misalnya dengan menelpon wajib pajak)

b. Mendokumentasi klarifikasi yang telah dilakukan dalam lembar Tindak Lanjut Account Representative sebagaimana lampiran 111.17

i. SPT Tahunan/e-SPT Tahunan yang telah dinyatakan lengkap diteruskan ke petugas TPT untuk dilakukan perekaman penerimaan SPT Tahunan/e-SPT Tahunan serta loading e-SPT Tahunan.

j. Dalam hal Surat Permintaan kelengkapan SPT Tahunan/e-SPT Tahunan yang tidak dipenuhi dalam batas waktu 30(tiga puluh) hari sejak:DK

a. Tanggal diterimanya surat permintaan kelengkapan SPT oleh Wajib Pajak;

atau

b. Tanggal diterimanya kembali surat permintaan kelengkapan SPT Tahunan/e-SPT Tahunan dari pos atau perusahaan jasa ekpedisi atau jasa kurir oleh kantor pelayanan pajak (dalam hal surat permintaan kelengkapan SPT tahuana/e-SPT tahuna tidak sampai kepada wajib pajak)

Maka Account Representative mencetak konsep surat pemberitahuan SPT dianggap tidak disampaikan selanjutnya meneruskannya ke kepala seksi pengawasan dan konsultasi untukdi teliti dan diparaf dan selanjutnya di teruskan kepada kepala KKP untuk di setujui dan di tanda tangani

k. Menerima surat pemberitahuan SPT dianggap tidak disampaikan yang telah ditanda tangani oleh kepala KKP kemudian

a. Mem-foto copy SSP lembar ke-3 (apabila ada);

b. Menggabungkan lembar foto copy SSP lembar ke-3 dengan SPT tahunan;

c. Menyerahkan surat pemberitahuan SPT dianggap tidak disampaikan asli SSP lembar ke-3 (apabila ada) ke sub bagian bagian umum untuk dikirimkan kepada wajib pajak.

l. Mencetak daftar nominatif SPT yang dianggap tidak disampaikan sebagaimana lampiran III. 11 dan mengirim ke seksi PDI bersama berkas SPT yang dianggap tidak disampaikan.

m. Dalam hal terjadi kesalahan matematis dalam pengisian SPT, Account Representative menerbitkan surat himbauan pembetualn SPT sesuai dengan SOP tata cara penerbitan surat himbaun pembetulan SPT

n. Dalam hal terjadi keterlambatan penyampaian SPT dan/atau keterlambatan pembayaran pajak, Account Representative menerbitkan surat tagihan pajak sesuai dengan SOP tata cara penerbitan surat tagihan pajak

o. Menerima SPT tahunan yang disampaikan lebih dari satu kali yang diserahkan oleh pelaksanaan seksi pelayanan satu kemudian:

a. Melakukan klarifikasi kepada wajib pajak (misalnya menelpon wajib pajak) b. Mendokumentasikan klarifikasi yang telah dilakukan dalam lembar tindak

lanjut Account Representative sebagaimana lampiran III.17;

c. Mencetak konsep pembatalan tanda terima SPT tahunan sebagaimana lampiran III. 15 (dalam hal bahwa wajib pajak telah menyampaikan SPT lebih dari satu kali);

d. Meneruskan konsep tersebut kepada ke kepala seksi pengawasan dan konsultasi untuk disetujui dan ditandatangani;

e. Menerima surat pembatalan tanda terima SPT yang ditanda tangani oleh kepala KKP kemudian menyerahkan surat tersebut ke Sub Bagian Umum untuk di kirim ke wajib pajak.

6. Petugas Seksi Pengolahan dan Informasi bertugas:

a. Menerima SPT Tahunan/e-SPT Tahunan dari petugas TPT yang telah diberi LPAD/BPS.

b. Merekam SPT Tahunan ke dalam basis data perpajakan.

c. Menerukan SPT Tahunan/e-SPT Tahunan yang telah direkam/di-load ke Seksi Pelayanan untuk selanjutnya diproses sesuai SOP Tata Cara Panatausahaan Dokumen Wajib Pajak.

d. Mengadministrasikan Daftar Nominatif SPT yang dianggap tidak disampaikan sebagaimana lampiran III.11 dan melaksanakan tata cara pembentukan bank data atas berkas SPT yang dianggap tidak disampaikan

7. Petugas Sub Bagian Umum bertugas:

1. Menerima:

a. SPT Tahunan/e-SPT Tahunan, surat pengiriman SPT ke KPP Lain dan Daftar Nominatifnya dari pelaksanaan Seksi Pelayanan Satu;

b. Surat Permintaan Kelengkapan SPT Tahunan/e-SPT Tahunan beserta template Surat jawaban atas Permintaan Kelengkapan SPT Tahunan dari Account Renresentative;

c. Surat Pemberitahuan SPT Dianggap Tidak Disampaikan dan asli SSP Lembar ke-3(apabila ada) dari Account Representative;

d. Surat Pembatalan SPT Tanda Terima SPT Tahunan dalam hal isi amplop SPT bukan SPT Tahunan dari Seksi Pelayanan;

e. Surat Pembetulan Tanda Terima SPT Tahunan dari Seksi Pelayanan;

f. Surat Pembatalan Tanda Terima SPT Tahunan dalam hal SPT Tahunan disampaikan lebih dari satu kali dari Account Representative;

2. Mengirimkan dokumen sebagaimana dimaksud pada angka 1 dengan bukti pengiriman surat melalui pos atau perusahaan jasa ekspedisi atau jasa kurir yang mempunyai fasilitas pelacakan pengiriman.

3. Merekam nomor dan tanggal resi pengiriman surat-surat sebagaimana dimaksud pada angka 1 ke dalam aplikasi drop box.

4. Menerima:

a. SPT Tahunan/e-SPT Tahunan, Surat Pengiriman SPT dan Daftar Nominatif SPT dari KPP lain.

b. Surat Permintaan Kelengkapan SPT Tahunan/e-SPT Tahunan yang tidak sampai ke Wajib Pajak dari pos atau perusahaan jasa ekspedisi atau jasa kurir.

c. SPT Tahunan yang disampaikan oleh Wajib Pajak melalui melalui pos atau perusahaan jasa ekspedisi atau jasa kurir.

5. Merekam nomor dan tanggal resi serta tanggal di terimanya dokumen sebagaimana dimaksud pada angka 4 ke dalam aplikasi drop box.

6. Meneruskan:

a. SPT Tahunan/e-SPT Tahunan, Surat Pengiriman SPT dan Daftar Nominatif SPT dari KPP Lain ke Petugas TPT;

b. Surat Permintaan Kelengkapan SPT Tahunan/e-SPT Tahunan yg tidak sampai ke Wajib Pajak dari pos atau perusahaan jasa ekspedisi aatau jasa kurir ke Account Representative;

c. SPT Tahunan yang disampaikan oleh Wajib Pajak melalui pos atau perusahaan jasa ekspedisi atau jasa kurir ke Petugas Penerima SPT.

Dari penjelasan flowchart tata cara penerimaan dan pengolahan SPT Tahunan maka peneliti mengambil suatu kesimpulan bahwa pengawasan secara umum berarti pengendalian terhadap perencanaan apakah sudah dilaksanakan sesuai tujuan dan penyimpangan dari tujuan yang diinginkan. Jika terjadi penyimpangan, pihak manajemen yang terkait dalam pengawasan harus memberikan petunjuk untuk memberikan perbaikan. Dengan melakukan pencarian data baik melalui data internal maupun langsung penyisiran di lapangan, dengan melakukan penyisiran terhadap tempat atau jalan utama yang diduga menjadi pusat bisnis serta mendata masyarakat yang diduga memiliki tambahan kemampuan ekonomis berdasarkan harta kekayaan yang dimiliki. Tujuan penyisiran perpajakan secara langsung adalah mendorong kesediaan dan kepatuhan Wajib Pajak untuk membayar pajak.

c. Pengawasan Account Representative (AR) meningkatkan kepatuhan Wajib pajak

Tugas yang dilakukan Account Representative (AR) agar wajib pajak tidak melakukan tindakan penyimpangan dalam memenuhi kewajiban perpajakannya.

Berikut tugas yang dilakukan oleh Account Representative (AR) dalam mengawasi Wajib Pajak:

1) Melaksanakan pengawasan kepatuhan formal Wajib Pajak (WP)

2) Melaksanakan penelitian dan analisa kepatuhan material Wajib Pajak (WP) 3) Melaksanakan bimbingan/himbauan mengenai ketentuan perpajakan kepada

Wajib Pajak (WP) serta memberikan konsultasi perpajakan.

Pemberitaan mengenai kasus penyimpangan perpajakan yang terjadi diduga akan mempengaruhi minat Wajib Pajak mendaftarkan diri ke Kantor Pelayanan Pajak Makassar Utara untuk terdaftar sebagai Wajib Pajak dan memperoleh Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Namun kenyataannya kasus penyimpangan pajak tidak mempengaruhi jumlah Wajib Pajak yang terdaftar pada Kantor pelayanan Pajak Makassar Utara. Sistem pengawasan tentunya sangat berperan dalam peningkatan kepatuhan wajib pajak. Pengawasan yang dilakukan oleh Account Representative (AR) telah dilakukan secara optimal. Account Representative (AR) dibawah koordinasi Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi. Keberadaan Account Representative (AR) akan mempermudah komunikasi antara pihak kantor pajak dengan wajib pajak. Account Representative (AR) bertanggung jawab dan berwenang memberikan pelayanan secara langsung, edukasi, asistensi, mendorong dan

mengawasi pemenuhan hak dan kewajiban wajib pajak. Dalam menjalankan fungsi pengawasan, Account Representative (AR) harus dapat melakukan analisa data dan informasi wajib pajak baik dari segi jenis usahanya (nature of business) maupun penerapan suatu peraturan perpajakan.

Selain Wajib mendaftarkan diri kekantor Pelayanan Pajak, Wajib Pajak juga Wajib menyampaiakan Surat Pemberitahuan (SPT). Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Makassar Utara tercatat pelaporan surat pemberitahuan (SPT) Tahunan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya jumlah Wajib Pajak yang terdaftar. Kepatuhan Wajib Pajak dapat dilihat melalui pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) yang dilakukan sendiri oleh wajib pajak. Ketika wajib pajak tepat waktu dalam melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) ke Kantor Pelayanan Pajak Makassar Utara maka Wajib Pajak tersebut dapat dikatakan Patuh dalam pelaporan SPT.

Dari jumlah Surat Pemberitahuan (SPT) yang telah disetorkan oleh Wajib Pajak yang setiap tahunnya menurun maka akan berdampak terhadap peningkatan jumlah penerimaaan pajak yang disetor ke kas negara untuk mensejahterahkan rakyat. Dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 2

Penerimaan Pajak PPh Orang Pribadi tahun 2010 s/d 2013

Tahun Target Penerimaan Pajak Realisasi Penerimaan Pajak Persentase Pencapaian 2010 Rp 18.140.031.326 Rp 11.281.859.649 62%

2011 Rp 15.045.385.012 Rp 14.143.049.875 94%

2012 Rp 26.604.632.661 Rp 16.736.965.443 63%

2013 Rp 34.440.577.000 Rp 17.350.605.162 50%

(sumber : Data Seksi Pengelolaan Data . Tahun 2013)

Berdasarkan tabel diatas jumlah yang ditarget untuk penerimaan PPh untuk Orang pribadi pada tahun 2010 sebesar Rp. 18.140.031.326 dan yang terealisasi sebesar Rp. 11.281.859.649 dengan persentase sebesar 62% turun 38% dari target penerimaan. Tahun 2011 target menurun menjadi Rp 15.045.385.012 namun yang terealisasi hanya sebesar Rp. 14.143.049.875, penerimaan pajak tahun 2011 tidak mencapai target hanya sekitar 94% dari target yang telah ditetapkan. Untuk tahun 2012 jumlah penerimaan pajak PPh Orang pribadi sebesar Rp 26.604.632.661 dari jumlah target Rp.16.736.965.443 sehingga persentase penerimaan hanya sekitar 63%

dari jumlah target penerimaan. Dan tahun 2013 penerimaan PPh Orang Pribadi sebesar Rp. 34.440.577.000 dari jumlah target sebesar Rp.17.350.605.162 sehingga yang terealisasi hanya sekitar 50%. Penerimaan pajak untuk Orang Pribadi masih bisa terus bertambah sesuai dengan target yang telah ditetapkan apabila semua wajib pajak yang terdaftar memenuhi kewajiban perpajakan menyetorkan pajaknya dan

menyampaikan surat pemberitahuan (SPT) ke Kantor Pelayanan Pajak Makassar

menyampaikan surat pemberitahuan (SPT) ke Kantor Pelayanan Pajak Makassar

Dokumen terkait