BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS DATA
14. Keamanan Pelayanan
masyarakat merasa tenang untuk mendapatkan pelayanan terhadap resiko-resiko yang diakibatkan dari pelaksanaan pelayanan.
Dari beberapa uraian diatas dapat dilihat bahwa pelayanan publik dilaksanakan oleh pemerintah dalam arti barang dan jasa publik adalah tanggung jawab pemerintah melalui instansinya baik dari pusat hingga daerah. Pelayanan publik berupa barang dan jasa publik tidak berorientasi pada profit,artinya
pelayanan publik tidak hanya dilaksanakan untuk meningkatkan keuntungan tetapi untuk kepuasan masyarakat sebagai pelanggan. Pada satu sisi pemerintah akan memiliki legitimasi yang kuat dihadapan masyarakat dan pada sisi yang lain masyarakat akan mendapat pelayanan yang baik dan prima dari pemerintah.
1.5.2.5 Pengertian Elektronik KTP (e-KTP)
KTP elektronik atau e-KTP adalah dokumen kependudukanyang memuat sistem keamanan/pengendalian baik dari sisi administrasi ataupun teknologi informasi dengan berbasis pada database kependudukan nasional. Penduduk hanya diperbolehkan memiliki satu KTP yang tercantum nomor induk kependudukan (NIK). NIK merupakan identitas tunggal setiap penduduk dan berlaku seumur hidup. Nomor NIK yang tertera di e-KTP nantinya akan dijadikan dasar dalam penerbitan paspor, surat izin mengemudi (SIM), nomor pokok wajib pajak (NPWP), polis asuransi, sertifikat atas hak tanah dan penerbitan dokumen identitas lainnya (pasal 13 UU No. 23 tahun 2006 tentang administrasi kependudukan).
Gambar 1.1 Dasar hukum e-KTP
1.5.2.6 Syarat dan Proses Pembuatan e-KTP
Adapun syarat pembuatan e-KTP adalah :
1. Berusia minimal 17 tahun.
2. Menunjukkan surat pengantar dari kepala desa.
3. Mengisi formulir F1.01 (bagi penduduk yang belum pernah mengisi/belum
ada data di sistem informasi administrasi kependudukan) ditanda tangani oleh kepala Desa.
4. Fotocopy kartu keluarga (KK)
Adapun proses pembuatan e-KTP adalah sebagai berikut :
1. Masyarkat datang ke kantor kecamatan dengan membawa surat panggilan.
2. Masyarakat yang ingin mengurus e-KTP pertama kali diharuskan
mengambil nomor antrian.
PP NO. 37 TAHUN 2007 TENTANG PELAKSANAAN UU NO. 23
TAHUN 2006 TENTANG ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN
PERPRES NO. 25 TAHUN 2008 TENTANG
TATA CARA DAN
PERSYARATAN PENDAFTARAN PENDUDUK DAN CATATAN SIPIL
PERPRES NO. 26 TAHUN 2009 TENTANG PENERAPAN KTP BERBASIS NIK
SECARA NASIONAL DAN PERPRES NO. 35 TAHUN 2010
PERATURAN DAN KEBIJAKAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN LAINNYA
YANG MENDUKUNG UNDANG-UNDANG NO. 23 TAHUN 2006
TENTANG
3. Menunggu pemanggilan nomor antrian.
4. Menuju ke loket yang telah ditentukan.
5. Petugas melakukan verifikasi data penduduk dengan database.
6. Melakukan pengisian data (entry data) yang diperlukan.
7. Pengambilan foto calon pemegang e-KTP, perekaman sidik jari dan retina
mata serta membubuhkan tanda tangan calon peemegang e-KTP.
8. Petugas membubuhkan tanda tanggan dan stempel pada surat panggilan
yang sekaligus sebagai tanda bukti bahwa penduduk telah melakukan perekaman foto, tanda tangan dan sidik jari.
9. Penduduk dipersilahkan untuk pulang dan menunggu hasil proses
pencetakan 2 minggu setelah pembuatan.
1.6 Definisi Konsep
Menurut Singarimbun dan Efendi dalam Iyan Andryadi Panggabean (2013:23), konsep adalah istilah yang digunakan dalam menggambarkan secara abstrak mengenai kejadian, kadaan, kelompok atau individu yang menjadi perhatian ilmu sosial. Tujuannya adalah untuk mendapatkan pembatasan yang jelas dari setiap konsep yang diteliti, maka berdasarkan judul yang dipilih peneliti maka yang menjadi konsep penelitian ini adalah :
1. persepsi hakekatnya adalah proses kognitif yang dialami oleh setiap orang
didalam memahami informasi tentang lingkungannya baik lewat penglihatan maupun pendengaran.
2. Pelayanan publik adalah pemberian layanan (melayani) keperluan orang atau masyarakat yang mempunyai kepentingan pada organisasi tersebut sesuai dengan aturan pokok dan tata cara yang tekah ditetapakan.
3. Persepsi masyarakat terhadap pelayanan publik khususnya tentang
pembuatan e-ktp adalah proses dimana setiap individu dapat menafsirkan kesan mereka agar memberikan makna kepada tindakan pemerintah untuk mengatasi persoalan pendataan kependudukan dengan menggunakan dokumen kependudukan yang memuat sistem keamanan dan pengendalian baik dari sisi administrasi maupun teknologi informasi dengan berbasis database kependudukan nasional.
1.7 Definisi Oprasional
Menurur Singarimbun dan Effendi (2008:46) definisi oprasional adalah unsur penelitian yang memberitahukan bagaimana caranya mengukur suatu variabel. Dengan kata lain, defisini oprasional adalah semacam petunjuk pelaksanaan bagaimana caranya mengukur suatu variabel. Adapun yang menjadi definisi oprasional dari penelitian ini adalah :
1 Prosedur pelayanan, yaitu kemudahan tahapan pelayanan yang diberikan
kepada masyarakat dilihat dari sisi kesederhanaan alur pelayanan.
2 Persyaratan pelayanan, yaitu persyaratan teknis dan administratif yang
diperlukan untuk mendapatkan pelayanan sesuai dengan jenis pelayanannya.
3 Kejelasan petugas pelayanan, yaitu keberadaan dan kepastian petugas yang memberikan pelayanan (nama,jabatan serta kewenangan dan tanggung jawabnya).
4 Kedisiplinan petugas pelayanan, yaitu kesungguhan petugas dalam
memberikan pelayanan terutama terhadap konsistensi waktu kerja sesuai ketentuan yang berlaku.
5 Tanggung jawab petugas pelayanan, yaitu kejelasan wewenang dan
tanggung jawab petugas dalam penyelenggaraan dan penyelesaian pelayanan.
6 Kemampuan petugas pelayanan, yaitu tingkat keahlian dan keterampilan
yang dimiliki petugas dalam memberikan/menyelesaikan pelayanan kepada masyarakat.
7 Kecepatan pelayanan, yaitu target waktu pelayanan dapat diselesaikan
dalam waktu yang telah ditentukan oleh unit penyelenggara pelayanan.
8 Keadilan mendapatkan pelayanan, yaitu pelaksanaan pelayanan dengan
tidak membedakan golongan/status masyarakat yang dilayani.
9 Kesopanan dan keramahan petugas, yaitu sikap dan perilaku petugas
dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat secara sopan dan ramah serta saling menghargai dan menghormati.
10 Kewajaran biaya pelayanan, yaitu kesesuaian antara biaya yang
dibayarkan dengan biaya yang ditetapkan oleh unit pelayanan.
11 Kepastian biaya pelayanan, yaitu kesesuaian antara biaya yang dibayarkan
12 Kepastian jadwal pelayanan, yaitu pelaksanaan waktu pelayanan, sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
13 Kenyamanan lingkungan, yaitu kondisi saranan dan prasarana pelayanan
yang bersih, rapi dan teratur sehingga dapat memberikan rasa nyaman kepada penerima pelayanan.
14 Keamanan pelayanan, yaitu terjaminnya tingkat keamanan lingkuungan
unit penyelenggara pelayanan ataupun sarana yang digunakan, sehingga masyarakat merasa tenang untuk mendapatkan pelayanan terhadap resiko-resiko yang diakibatkan dari pelaksanaan pelayanan.
1.8 Sistematika Penulisan
Guna memahami lebih jelas laporan Skripsi ini, dilakukan dengan cara mengelompokkan materi menjadi beberapa sub bab dengan sistematika penulisan sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini berisi latar belakang masalah,rumusan masalah,tujuan penelitian, manfaat penelitian, kerangka teori, hipotesis, definisi konsep, definisi oprasional dan sistematika penulisan.
BAB II METODE PENELITIAN
Berisi tentang bentuk penelitian, lokasi penelitian,populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, teknik penentuan skor, dan teknik analisis data.
BAB III DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN
Berisi mengenai gambaran umum lokasi penelitian.
BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA
. Berisi penyajian data-data yang diperoleh dari lapangan,analisis
dari data-data yang disajikan setelah melakukan penelitian