• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISA DAN PEMBAHASAN

5.3 Kenyamanan Taman Jasdam

Setelah diperoleh hasil dari data analisis distribusi, tahapan selanjutnya melakukan analisis korespondensi atau disebut juga selective coding, tahap yang berkaitan pada kriteria kenyamanan taman dengan kenyamanan taman Jasdam berdasar pada persepsi pengunjung. Tahapan ini bertujuan untuk dapat mengetahui hubungan kategori-kategori tersebut dengan pendapat atau pandangan yang disampaikan pengunjung terhadap teori terkait kenyamanan taman.

Kategori pertama yang bisa diinterpretasikan ialah terkait kategori Bersih atau kebersihan, faktor kebersihan pada taman menjadi salah satu poin yang terkait dengan perdapat pengunjung tentang kenyamanan pada taman. Terkait masalah kebersihan sangat erat kaitanya dengan pemeliharaan taman. Terkait kebersihan pada taman Jasdam, para pengunjung/informan yang diwawancarai mengungkapkan bahwa

masalah kebersihan menjadi salah satu tolak ukur terkait kenyamanan pada taman ini, para pengunjung secara umum melihat tidak banyaknya disediakan tempat sampah dan tidak adanya petugas yang berjaga, menjadikan pengunjung merasa kurang nyaman terkait kebersihan di taman ini. Berikut penulis lampirkan beberapa hasil wawancara tertulis yang dilakukan kepada pengunjung taman :

“Taman Jasdam ini sudah cukup nyaman karena disini banyak pohon yang rindang jadi kesannya sejuk, memang masalah kebersihan taman kurang, Tong sampah sedikit, sisa daun masih banyak yang berserak, juga disini sedikit sekali tempat duduk untuk beristirahat”.(Wawancara 3, Pengunjung taman, Sari Romaito, Pr, 29 Tahun, Karyawan, 11 Februari 2020)

Hasil pendapat yang hampir sama juga diungkapkan oleh pengunjung taman/informan lainnya terkait pendapat mereka tentang kenyamanan pada taman Jasdam seperti dibawah ini :

“Pendapat saya taman Jasdam cukup nyaman dan asri untuk berolahraga, kebersihan taman sudah cukup cuma perlu diperbanyak saja tempat sampahnya kalo perlu didenda yang buang sampah sembarangan”.(Wawancara 9, Pengunjung taman, Yuni Sartika Naibaho, Pr, 22 Tahun, Mahasiswi, 11 Februari 2020)

Pemeliharaan kebersihan taman merupakan fase kunci dalam proses pengelolaan taman. Pada kategori bersih atau kebersihan pengunjung mengungkapkan secara umum kebersihan menjadi salah satu kriteria terkait nyaman atau tidaknya pengunjung berada di taman hal ini sejalan dengan yang diungkapkan Thaif (2011) bahwa Pendapat/persepsi pengunjung akan berpengaruh juga pada prilaku dan sejauh mana kepuasan pengunjung teradap objek/tempat, daya tarik, fasilitas dan juga pelayanan diruang terbuka publik tersebut. Hasil dari pengamatan dilapangan yang didapat oleh peneliti bahwa terkait hal kebersihan taman, pengamatan yang dilakukan penulis mendapati kurang banyaknya tersedia tempat sampah serta tidak adanya petugas kebersihan yang berjaga. Berikut hasil observasi/pengamatan yang dilakukan penulis di lokasi penelitian dapat dilihat pada Gambar 5.2 Kondisi kebersihan taman

Gambar 5.2 Kondisi kebersihan taman

Kondisi dilokasi taman Jasdam masih didapati beberapa lokasi yang terlihat sampah berserakan, terutama sampah daun yang sudah lama tidak dibersihkan, hal ini terjadi dikarenakan tidak adanya petugas yang berjaga, kemudian tidak banyaknya tempat sampah dan kurang sadarnya pengunjung mengakibatkan ada dibeberapa tempat pada taman ini yang tidak bersih. Terkait dengan kondisi ini dapat mengurangi kenyamanan para pengunjung taman. Kondisi kebersihan pada taman ini memberikan efek pada pengunjung taman, karena pada dasarnya apa yang dirasakan oleh indera penglihatan, penciuman pengunjung akan menjadi rangsangan pada pengunjung terkait nyaman atau tidaknya merekaberada ditempat tersebut. Hal ini seperti pendapat yang dikatakan Hakim (2003) bahwa sesusatu yang tampak bersih akan menambah daya tarik dan juga akan memberikan rasa nyaman karena tidak terdapatnya sampah dan bau yang tidak menyenangkan. Peran dari kebersihan pada sebuah tempat akan sangat mempengaruhi pendapat masyarakat yang mengunjungi tempat tersebut, hal ini juga berkaitan nyaman atau tidaknya mereka beraktifitas di dalamnya.

Kemudian kategori lainnya yang berkaitan dengan kenyamanan pada taman Jasdam yakni Unsur Vegetasi, kategori ini mendapat perhatian dari para pengunjung sebagai salah satu penilaian yang berkaitan tentang kenyamanan pada taman Jasdam, penulis menginterpretasikan dari hasil jawaban pengunjung bahwa kondisi vegetasi dan penataan sebuah taman dapat memberikan nilai yang baik terkait pendapat pengunjung terhadap kenyamanan sebuah taman. Pengunjung taman Jasdam menilai

unsur vegetasi yang ada pada taman ini sudah sangat cukup untuk memberikan kenyamanan. Karena dengan terdapatnya unsur vegetasi yang banyak, dalam hal ini banyaknya pepohonan serta keanekaragaman tanaman pada suatu taman akan mempengaruhi tingkat kenyamanan pengguna. Berikut penulis sajikan hasil wawancara yang dilakukan kepada beberapa pengunjung taman/informan terkait pendapat mereka tentang kenyamanan taman Jasdam seperti dibawah ini :

“Cukup nyaman, Taman ini sejuk, pohon-pohonnya rindang jadi terlindung dari sinar matahari saat berolah raga dan istirahat, bangku taman perlu ditambah, disini tempatnya aman”.(Wawancara 11, Pengunjung taman, Agra, Lk, 16 Tahun, Pelajar, 11 Februari 2020)

“Tempat ini sudah nyaman buat saya, ada lapangan rumput hijau, pohonya banyak dan rindang, tapi terlalu sedikit tempat istirhatnya (temat duduk santai”. (Wawancara 15, Pengunjung taman, M.

Ersad, Lk, 28 Tahun, Pegawai, 11 Februari 2020

Sama dengan hasil pengamatan yang dilakukan penulis pada taman Jasdam, untuk unsur vegetasi pada taman ini sudah dapat memberikan pengaruh terkait kenyamanan taman Jasdam, kondisi ini dapat dilihat dari rapat dan banyaknya jenis pepohonan pada taman Jasdam seperti pada Gambar 5.3 Kondisi unsur vegetasi taman Jasdam dibawah ini :

Gambar 5.3 Kondisi unsur vegetasi taman Jasdam

Penyediaan elemen vegetasi hijau yang tumbuh dan tertata akan memberikan suasana yang teduh, segar dan sejuk, sehingga masyarakat yang menikmati kawasan tersebut nyaman dan betah untuk bertahan di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) tersebut. Pendapat Meliawati (2003) bahwa karakter yang menonjol dari lanskap dengan kualitas estetika tinggi ialah penempatan vegetasi yang cukup dominan, sehingga terkesan teduh dan nyaman. Hal yang sama juga diungkapkan Margaretha (2007) dalam Mariski, et al (2017) yang menyatakan bahwa area dengan penutupan lahan alami dan memiliki tegakan pepohonan yang rapat memiliki persepsi kenyamanan tertinggi, dengan kelembaban yang sangat baik.

Dari pengamatan yang dilakukan terlihat kondisi vegetasi pada taman Jasdam ini cukup padat dengan jarak tanam rapat, keseluruhan area taman dapat tertutupi oleh tajuk-tajuk pohon yang ada di taman Jasdam ini, penataan dan jarak tanam yang dilakukan pada taman ini memberikan efek kenyamanan suhu secara alami, peneliti

menilai hal yang paling menonjol dari taman jasdam adalah unsur vegetasinya, dari jawaban wawancara pengunjung bisa disimpulkan bahwa mereka merasa nyaman dengan kenyamanan suhu yang dihasilkan oleh banyaknya unsur vegetasi di taman Jasdam ini, hal ini berdampak menutupi ketidaknyamanan mereka dari faktor lain seperti kebersihan dan kondisi fasilitas taman ini. Ada hal lain yang bisa menjadi tambahan untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung ialah penambahan jenis tanaman hias, untuk memperbanyak jenis-jenis hayati di taman Jasdam.

Kriteria lain yang menjadi kategori yakni Sarana Prasarana Taman, fasilitas yang terdapat pada taman Jasdam juga merupakan aspek kenyamanan dalam hal ini termasuk fasilitas tempat duduk, alat olah raga, dan fasilitas pendukung lain. Selain faktor ketersediaan fasilitas, faktor lain yang mempengaruhi kenyamanan pengunjung taman kota ialah kondisi fasilitas. Para pengunjung mengatakan bahwa fasilitas yang ada pada taman Jasdam ini kurang memadai dari segi jumlahnya serta kondisinya, mereka pengunjung menilai terbatasnya jumlah alat olahraga yang bisa digunakan serta sedikitnya jumlah tempat duduk untuk beristirahat dan bersantai akan mempengaruhi kenyamanan mereka di taman Jasdam ini. Hal ini seperti hasil wawancara yang dilakukan penulis kepada beberapa pengunjung taman, berikut penulis sajikan hasil wawancara kepada pengunjung taman Jasdam :

“Lumayan nyaman dari pada taman balaidesa, tapi menurut saya alat olahraga yang ada juga harus ditambah dan diperbaiki lagi, tempat duduk ditambah lagi buat istirahat, disini udaranya sudah

sejuk, banyak pohonnya”.(Wawancara 21, Pengunjung taman, Marzuki, Lk, 20 Tahun, Mahasiswa, 11 Februari 2020)

“Taman Jasdam sudah lebih nyaman sekarang, disini sejuk, cuma kenapa bangku taman tidak ditambah terlalu sedikit dan alat bermain anaknya juga sedikit ini yang perlu ditambah biar bisa berlama-lama disini”.(Wawancara 25, Pengunjung taman, Ratih, Pr, 39 Tahun, Ibu Rumah Tangga, 11 Februari 2020)

Beberapa kondisi hasil pengamatan dilapangan yang penulis lakukan menemukan kondisi fasilitas alat olahraga yang tidak baik kondisinya, serta jumlah tempat duduk yang disediakan di taman Jasdam ini sangat terbatas, juga tidak adanya fasilitas khusus untuk bermain anak-anak menjadi hal kurang lainnya. Kondisi tersebut dapat dilihat pada Gambar 5.4 :

Gambar 5.4 Kondisi sarana prasarana fasilitas taman Jasdam

Kondisi ini menjadi nilai kurang soal sarana fasilitas di taman Jasdam ini.

Karena menurut Lynch (1977) dalam Hariyadi, dkk (2015) bahwa kondisi fasilitas

mempengaruhi keindahan taman kota karena fasilitas yang terawat dengan baik akan tampak menarik dan semakin mewadahi aktifitas pengguna . Pendapat lain terkait sarana fasilitas taman juga dikatakan Pratomo dkk, (2019) bahwa taman dengan terdapatnya aktifitas yang aktif didalamnya harus terdapat fasilitas pengguna taman, sehinnga penguna taman secara aktif menggunakan fasilitas didalamnya untuk sekaligus memperoleh kesenangan, kebugaran dan kesegaran seperti taman olah raga, fittnes, dan taman bermain anak.

Pendapat pengunjung terhadap kenyamanan taman Jasdam, terkait penilaian kondisi dan jumlah fasilitas menjadi bagian yang mendapat perhatian pengunjung, kebutuhan pengunjung taman pada golongan usia 15-25 tahun yang dapat dikatakan apresiatif dan aktif sehingga memerlukan fasilitas yang mendukung kegiatan saat berada di taman. Seperti pendapat dari :

“Taman ini cukup nyaman karena ada alat olah raga, tapi sedikit sekali tempat duduknya, akses internet gratisnya pun sangat terbatas, harus lebih bersih dan tidak bau”. (Wawancara tertulis 6, Pengunjung taman, Primadani harahap, Lk, 22 Tahun, Mahasiswa, 11 Februari 2020)

Terkait hal ini taman jasdam cukup memenuhi namun terbatasnya jumlah alat olah raga, serta terdapatnya beberapa alat olah raga yang tidak dengan kondisi yang baik menjadi kurang nyamannya para pengguna, terkait fasilitas lain yakni sangat

kurangnya jumlah tempat duduk pada taman ini, pengamatan yang dilakukan penulis mendapati banyak dari pengunjung taman beristirahat atau duduk di area jalur pejalan kaki hal ini menganggu kenyamanan pengguna lain. Hasil pengamatan penulis dapat dilihat pada Gambar 5.5 Terbatasnya fasilitas tempat duduk dibawah ini :

Gambar 5.5 Terbatasnya fasilitas tempat duduk

Terbatasnya fasilitas tempat duduk pada taman ini memberikan pengaruh pada kenyamanan pengguna, pengguna yang beristirahan atau duduk pada jalur pejalan kaki akan menggangu sirkulasi dari pengunjung yang sedang berlari atau berjalan di jalur perkerasan itu, kondisi ini dapat menjadi pertimbangan dari pengelola untuk memenuhi kenyamanan pada sebuah taman kota seperti yang dikatakan Thaif (2011) bahwa pendapat/persepsi pengunjung akan berpengaruh pada perilaku dan sejauh manatingkat kepuasan pengunjung terhadap objek/tempat yang ada, daya tarik, fasilitas dan pelayanan ruang publik tersebut. Penulis melihat kondisi sarana prasarana fasilitas bermain untuk anak-anak yang sangat terbatas pada taman

Jasdam inilah yang mempengaruhi kenyamanan pengunjung taman. Keadaan ini juga yang melatarbelakangi kurang banyaknya pengunjung dalam komunitas keluarga di taman Jasdam ini, sebagian mereka menilai tidak banyaknya jumlah fasilitas bermain anak menjadikan mereka kurang nyaman berada ditaman ini bersama anak-anak mereka.

Dokumen terkait