• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA

2.2. Taman Kota

2.2.1 Fungsi dan kebutuhan taman kota

Dalam pengertiannya sebuah taman kota merupakan lahan terbuka yang memiliki fungsi estetik dan sosial sebagai sarana kegiatan rekreatif, edukasi atau kegiatan lain pada tingkat kota. Menurut pendapat Suharto (1994) dalam penyempurnaan suatu taman sebagai tempat yang mempunyai fasiltas yang baik, tempat tersebut harus mempunyai material atau elemen penunjang yang menciptakan kondisi taman tersebut menjadi tempat yang layak disebut taman. Dimana terdapatnya fasilitas jalur pejalan kaki yang dapat diakses sehingga memungkinkan untuk digunakan pengguna untuk menikmati taman dengan berjalan ataupun berlari, kemudian adanya danau, pepohonan, bunga, maupun aktivitas olahraga.

Penyediaan sarana fasilitas kota seperti taman merupakan salah satu kepedulian pemerintah terkait kelestarian lingkungan. Hal ini sangat berpengaruh kepada masyarakat, Taman/Ruang terbuka sebagai tempat untuk dilakukannya berbagai kegiatan, pemanfaatan ruang terbuka publik yang baik akan memberikan dampak bagi kualitas hidup, contohnya seperti kesehatan psikologis dan fisik, manfaat rekreasi dan pemenuhan kebutuhan akan lingkungan perkotaan yang menyenangkan (Maller et al, 2009 dalam Nasution, dan Zahra, 2014). Sedangkan menurut Djamal (2005), Taman merupakan suatu kawasan atau lahan terbuka yang memiliki luas tertentu dan terdapatnya pepohonan, jenis tanaman perdu-perduan,

semak dan area padang rumput yang dikombinasikan dengan material lainnya. Taman pada umumnya digunakan untuk bersantai, bermain, olah raga dan kegiatan umum lainnya. Penyediaan untuk kebutuhan akan sarana prasarana taman kota atau ruang terbuka akan memberika efek baik bagi masyarakat sebagai peningkatan kualitas hidup masyarakat kota dan juga dapat mendorong interaksi sosial pada kota tersebut.

Taman kota bisa diklasifikasikan berdasarkan pada kondisi fisiknya dan luasanya, sebuah taman kota merupakan RTH non alami dikarenakan keberadaan taman kota sengaja dibuat/dirancang sesuai kebutuhan dalam perencanaan suatu perkotaan. Dalam perkembangannya peran taman kota tidak dapat dipisahkan dari pola perkembangan kota secara keseluruhan. Menurut Frick (2006) terkait kota ekologis pada daerah iklim tropis dan penghijauan kota, tersedianya taman kota agar memenuhi kebutuhan fungsi dari taman/ruang terbuka ialah :

1. Ketersediaan fasilitas

Fasilitas yang tersedia pada taman digunakan untuk memenuhi fungsi taman yakni sebagai fungsi sosial, ekonomi dan budaya. Hal ini dilakukan agar kegiatan sosial, ekonomi, dan budaya para pengguna taman. Adapun yang dimaksud fasilitas taman yakni fasilitas bermain, tempat duduk, panggung terbuka, gazebo, dan warung makan/ kios.

2. Kondisi fasilitas

Kondisi fasilitas yang dimaksud ialah tingkat terawatnya fasilitas, dan daya tahan elemen fasilitas yang berada di taman. Ini dilakukan untuk memastikan kondisi dari fasilitas agar tetap pada kondisi yang baik. Ini juga merupakan indikator yang berkaitan dengan nilai estetika taman kota.

3. Ketersediaan vegetasi

Tersedianya vegetasi dalam hal ini dikaitkan pada jenis vegetasi, jumlah pohon, kerapatan vegetasi, terawatnya vegetasi, dan keberadaan tanaman peneduh.

4. Aksesbilitas

Untuk faktor aksesbilitas dapat dikaitkan pada dua aspek yaitu aksesbilitas internal yakni dalam kawasan taman kota dan aksesbilitas eksternal aksesibilitas atau diluar kawasan taman. Untuk aksesbilitas pada bagian dalam taman di fokuskan pada sarana prasarana yang ada didalam taman seperti jalan setapak, sanntelban (trek lari) dan pedestrian. Ketiga sarana tersebut diidentifikasi kondisi dan keterawatannya.

Kajian teori yang dapat diinterpretasi peneliti bahwa peranan sarana prasarana taman menjadi faktor penting untuk keberhasilan dari taman tersebut, adanya fasilitas dengan kondisi yang memadai pada taman menjadi daya tarik untuk masyarakat

menggunakan taman tersebut. Penataan vegetasi yang baik memberikan dampak psikis yang baik pada pengguna secara langsung dimana tampilan visual yang didapat mampu membentuk rasa nyaman. Aksesbilitas yang baik didalam taman memberikan dampak mudahnya mobilisasi pengguna mengunakan setiap sisi dari taman, aksesbilitas dari dan menuju taman menjadi nilai penting walaupun masyarakat tidak melihat itu menjadi faktor utama mereka berkunjung ke taman.

2.2.2 Estetika taman kota

Hal lainya yakni mengenai fungsi estetika, salah satu peranan taman kota yaitu menjadikan wajah suatu kota menjadi lebih indah dan menarik. Menurut pendapat Sunaryo (2004) seluruh sistem kota merupakan bagian yang dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup bagi masyarakat, hal ini meliputi tempat bermukim, bekerja dan rekreasi. Keberadaan suatu ruang terbuka publik yang baik memiliki arti penting bagi suatu wilayah atau kawasan perkotaan, karena salah satu peran ruang terbuka publik ialah menyelaraskan pola kehidupan masyarakat suatu kota (Kustianingrum, 2013). Pendapat lain disampaikan Marisa (2018), bahwa estetika memiliki peran yang penting untuk memenuhi kebutuhan pengguna terhadap kualitas suatu tempat. Oleh karena itu, estetika taman kota menjadi salah satu indikator dalam menentukan kenyamanan pengguna taman.

Penilaian terhadap suatu kota akan dipengaruhi oleh keadaaan dari lingkungan yang nyaman. Kondisi dari taman kota yang memiliki aneka warna dan konsep

penataan yang baik dan indah akan memiliki dampak bagi mereka yang berkunjung dan dapat menghilangkan penat. Keberadaan taman yang baik dari segi estetika akan berdapak positif terhadap kawasan sekitarnya. Frances Kuo (2003) Landscape and Human Health Laboratory University of Illinois menyimpulkan bahwa tanpa akses ke rerumputan dan pepohonan, manusia merupakan mahluk yang berbeda. Maksudnya mereka yang tinggal atau bermukim di gedung dan berada dekat kawasan areal hijau akan memiliki rasa kemasyarakatan yang lebih baik dalam mengatasi tekanan dan kesulitan hidup. Pepohonan dan rerumputan hijau akan memberi pengaruh pada kesehatan mental masyarakat kota karena memberikan tempat yang ramah dan nyaman untuk berkumpul, beraktifitas, dan kegiatan rekreasi lainnya.

2.2.3 Aksesbilitas pada taman kota

Menurut Tamin (2000) aksesbilitas ialah konsep yang mengabungkan sistem tata guna lahan dengan sisitem jaringan jalan yang menghubungkannya. Pendapat lain disampaikan Black dalam Tamin (2000) bahwa aksesbilitas merupakan salah satu ukuran kenyamanan ataupun kemudahan untuk mencapai suatu lokasi dalam interaksi dengan tata guna lahan melalui sistem jaringan transportasi.

Frick (2006) menyimpulkan bahwa aksesibilitas ditekankan pada dua aspek yakni aksesbilitas internal/didalam kawasan taman dan aksesbilitas external/diluar kawasan. Aksesbilitas pada dalam kawasan difokuskan pada kondisi sarana prasarana yang ada seperti pedestrian (jalan setapak) dan santleban (trek lari). Sarana tersebut

diidentifikasi terkait kondisi dan keterawatan. Peran dari aksesibilitas internal agar pengunjun/pengguna taman mudah untuk memasuki taman dan merasa bebas untuk beraktivitas di dalam taman. (Zefanya, 2014)

Project for Public Spaces (2000) menyampaikan beberapa kriteria fisik yang dapat menjamin keberhasilan taman, dalam hal ini terkait Aksesbilitas taman dikatakan bahwa mudahnya pencapaian pada ruang publik merupakan suatu hal yang sangat esensia. Dekatnya posisi sarana aksesbilitas dengan beberapa jalan akan membuat ruang publik ini sering dilewati merupakan salah satu nilai positif untuk keberhasilan dalam perancangan taman terkait aksesbilitas. Kemudahan aksesibilitas ini juga harus memberikan kemudahan bagi pejalan kaki untuk mengakses ruang publik tersebut. Selanjutnya keamanan dari aksesbilitas juga merupakan kebutuhan dasar agar terpenuhinya kenyamanan pengguna dalam mengakses ruang terbuka publik.

2.2.4 Keamanan pengguna taman kota

Taman sebagai ruang terbuka bagi publik dalam penyediaannya harus memperhatikan kebutuhan pengguna yang heterogen. sehingga, ada beberapa kriteria yang digunakan dalam menjaga kualitas taman lingkungan. Zefanya (2014) mengatakan kriteria-kriteria yang dimaksud ialah: (1) keamanan, agar pengguna taman merasa aman ketika beraktivitas di dalam kawasan taman dan dapat mencegah terjadinya tindak kriminalitas pada kawasan taman. (2) keselamatan, yaitu sedapat

mungkin melindungi pengguna taman dari kemungkinan terjadinya kecelakaan di dalam kawasan taman lingkungan; (3) kesehatan, sehingga dapat meningkatkan kesehatan pengguna taman lingkungan baik secara jasmani maupun rohani; (4) daya tarik,agar taman lingkungan dapat menjadi tempat interaksi masyarakat; (5) kenyamanan, menyangkut penyediaan berbagai sarana dan prasarana di dalam taman lingkungan yang bertujuan agar pengguna taman merasa nyaman dalam beraktivitas.

Dokumen terkait