• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODELOGI PENELITIAN

H. Kisi-Kisi Instrumen Penelitian

Adapun kisi-kisi instrumen penelitian yang akan digunakan berdasarkan definisi konseptual dan operasional yang dikembangkan menjadi kisi-kisi instrumen seperti pedoman observasi, wawancara dan studi dokumen.

Tabel 3.2

Kisi-Kisi Pedoman Observasi

No Aspek yang diamati Keadaan Keterangan

1. Lingkungan fisik sekolah

2. Lingkungan sosial sekolah

3. Sarana dan Prasarana

4. Pelaksanaan kegiatan motivasi

Tabel 3.3

Kisi-Kisi Studi Dokumen

No Dokumen Keterangan

Ada Tidak Ada

1. Sejarah dan profil sekolah

3. Visi dan misi sekolah

4. Struktur organisasi

5. Dokumentasi tenaga pendidik dan

kependidikan

6. Dokumen akreditasi sekolah

7. Dokumen jumlah rombongan belajar

8. Dokumen NPSN

9. Rekapitulasi data keaktifan guru

10. Data Sarana dan Prasarana

a. Ruang kelas

b. Ruang kepala sekolah c. Ruang guru

d. Ruang TU

e. Ruang perpustakaan f. Ruang UKS

g. Ruang laboratorium h. Ruang olahraga i. Masjid/Mushala j. Aula

k. Toilet

11. Foto kegiatan motivasi

Tabel 3.4

36

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Objek Penelitian 1. Profil Sekolah

SDN Pondok Pinang 05 Pagi Jakarta Selatan merupakan sekolah jenjang pendidikan dasar yang beralamat di Jalan Ciputat Raya Gang SD III RT 002/08, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Sekolah ini berdiri pada tanggal 01 Juli 1968 dan berstatus kepemilikan Pemerintah Daerah DKI Jakarta serta memiliki tanggal SK izin operasional sejak 01 Januari 1910.

Pada mulanya, dalam satu ruang lingkup terdapat beberapa sekolah sejenis yakni SDN Pondok Pinang 05 Pagi, SDN Pondok Pinang 06 Petang dan SDN Pondok Pinang 07 Pagi. Tetapi berdasarkan Keputusan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibu kota Jakarta Nomor 1921 Tahun 2014 tentang Penggabungan Sekolah Dasar Negeri maka diterapkannya penggabungan sekolah dasar sejenis yang baru terealisasi pada tahun 2016 dengan nama SDN Pondok Pinang 05 Pagi Jakarta Selatan.

Setelah penggabungan sekolah dasar tersebut, maka di waktu yang sama memperoleh akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-SM) dengan nilai 89 predikat A. Hal ini berdasarkan SK Penetapan Hasil Akreditasi BAP-S/M Nomor 544/BAP-S/M/DKI/2016.

Setiap tahun SDN Pondok Pinang 05 Pagi Jakarta Selatan mengalami perkembangan yang cukup maju, dari segi peminat peserta didiknya. Sekolah ini memiliki rombongan belajar yang cukup banyak dengan ruang kelas yang memadai. Terlebih lagi sekolah ini merupakan sekolah favorit yang diminati warga sekitar dan merupakan sekolah yang tertua di kawasan Pondok Pinang. Faktor tersebut berdampak pada jumlah siswa yang bertambah, sehingga banyak masyarakat/orang tua yang

mendaftarkan anaknya di sekolah ini. Saat ini tahun ajaran 2020/2021 keseluruhan peserta didik berjumlah 609 yakni 321 peserta didik laki-laki dan 288 peserta didik perempuan.

Tinjauan dari segi fasilitas yang tersedia cukup memadai untuk kebutuhan belajar mengajar, karena sekolah ini sendiri termasuk luas dengan keseluruhan luas tanah 4205 m². Selain itu, selalu ada penambahan fasilitas setiap tahunnya misalnya pada tahun 2019 sudah terdapat masjid dan ruang lab komputer yang dapat digunakan siswa untuk sarana belajar, serta penambahan toilet berkebutuhan khusus dan jumlah tempat cuci tangan sebanyak 10 yang tersebar di area sudut sekolah. Adapun jumlah Tenaga Pendidik dan Kependidikan saat ini berjumlah 37 orang dan sebagian besar sudah memiliki sertifikasi.

2. Tujuan Sekolah

Pendidikan di SDN Pondok Pinang 05 Pagi Jakarta Selatan diarahkan untuk mencapai tujuan sebagai berikut :

a. Mengembangkan budaya sekolah yang religius melalui kegiatan keagamaan.

b. Semua kelas melaksanakan pendekatan pembelajaran aktif berbasis pendidikan karakter.

c. Menyelenggarakan berbagai kegiatan di bidang IPTEK, bahasa, olahraga dan seni budaya sesuai dengan bakat, minat dan potensi.

d. Menyelenggarakan kegiatan kemandirian melalui pembiasaan dan pengembangan diri.

e. Menyelenggarakan kegiatan yang menumbuhkan kesadaran warga sekolah sebagai bagian masyarakat global.

3. Visi Sekolah

Terwujudnya pendidikan yang bermutu berdasarkan Iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berjiwa kreatif, inovatif, terampil, berprestasi dan kompetitif, mandiri dan peduli lingkungan sosial dalam keberagaman.

4. Misi Sekolah

Adapun misi dari sekolah ini sebagai berikut :

a. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif, sehingga siswa dapat berkembang secara optimal sesuai dengan potensi yang dimiliki.

b. Menumbuhkan penghayatan terhadap agama yang dianutnya dan menjunjung tinggi budaya bangsa sehingga menjadi sumber kearifan, kesabaran, kesopanan dalam bertindak.

c. Mendorong dan membantu setiap siswa untuk mengenali potensi dirinya sehingga dapat dikembangkan secara optimal.

d. Menumbuhkan semangat setiap siswa untuk berprestasi secara optimal dan menjunjung tinggi sportifitas.

e. Mengembangkan manajemen partisipasi degan melibatkan seluruh warga sekolah dan komite sekolah untuk menunjukkan sekolah yang dapat mandiri.

f. Meningkatkan kegiatan pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, menyenangkan dan berbobot dengan modifikasi kurikulum sesuai kebutuhan peserta didik.

5. Keadaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Untuk menunjang kelancaran kegiatan pembelajaran perlu didukung tenaga pengajaran yang memadai sesuai dengan kebutuhan sekolah. SDN Pondok Pinang 05 Pagi Jakarta Selatan memiliki jumlah tenaga pendidik dan kependidikan sesuai dengan kualifikasi yang ditetapkan dalam standar, hal ini dibuktikan dengan jumlah tenaga

pendidik yang cukup untuk menangani peserta didik yang mengalami kesulitan belajar. Adapun tenaga pendidik dan kependidikan yang terdapat di SDN Pondok Pinang 05 Pagi Jakarta Selatan berjumlah 36 orang.

Adapun uraiannya dapat dilihat berdasarkan tabel berikut : Tabel 4.1

19. Kartini S.Pd P Guru S1 PNS

Berdasarkan data tersebut, diperoleh hasil terdapat 31 tenaga pendidik di SDN Pondok Pinang 05 Pagi Jakarta Selatan dan diketahui bahwa 17 guru sudah bersertifikat pendidik. Adapun tenaga kependidikan di SDN Pondok Pinang 05 Pagi Jakarta Selatan berjumlah 6 orang, yang terbagi dalam :

a. Tenaga Administrasi : 2 Orang b. Tenaga Kebersihan : 3 Orang c. Tenaga Keamanan : 1 Orang

6. Keadaan Siswa

SDN Pondok Pinang 05 Pagi Jakarta Selatan memiliki rombongan belajar yang terbilang cukup banyak, yakni berjumlah 28 rombongan belajar. Adapun penjelasan jumlah peserta didik dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 4.2

Rombongan Belajar dan Peserta Didik

T a b e l

No Uraian KBM Rombel Laki-laki Perempuan Jumlah

1 Kelas 1 PAGI 4 68 53 121

2 Kelas 2 PAGI 3 36 33 69

3 Kelas 3 PAGI 4 65 58 123

4 Kelas 4 PAGI 4 53 42 95

5 Kelas 5 PAGI 4 48 53 101

6 Kelas 6 PAGI 4 51 49 100

Total 23 321 288 609

Tabel 4.3

Peserta Didik Menurut Kelompok Umur

Tabel 4.4

Peserta Didik Putus Sekolah atau Mengulang

No Uraian Kls 1 Kls 2 Kls 3 Kls 4 Kls 5 Kls 6 TOTAL L P L P L P L P L P L P L P JUMLAH

1 Putus

sekolah 0 0 0

2 Mengulang 1 2 3 0 3

7. Sarana dan Prasarana

Sekolah SDN Pondok Pinang 05 Pagi Jakarta Selatan adalah sekolah milik Pemerintah Daerah DKI Jakarta (bukti kepemilikan sertifikat 01 Juli 1968). Dengan luas tanah 4205 m² dan luas gedung 2028 m², bersertifikat ISO 9001:2008, serta memiliki daya listrik sebesar 5500 watt. Adapun sarana dan prasarana SDN Pondok Pinang 05 Pagi Jakarta Selatan dapat dilihat pada tabel 4.5 sebagai berikut :

No Uraian Usia / tahun

Jumlah

5 6 7 8 9 10 11 12

1 Kelas 1 110 10 1 121

2 Kelas 2 69 69

3 Kelas 3 123 123

4 Kelas 4 92 3 95

5 Kelas 5 99 1 1 101

6 Kelas 6 8 92 100

Total 0 110 10 70 123 191 12 93 609

Tabel 4.5

Sarana dan Prasarana

No Sarana dan Prasarana Jumlah

1. Ruang Kepala Sekolah 1

2. Ruang TU 1

3. Ruang Guru 1

4. Ruang Kelas 16

5. Ruang Lab IPA -

6. Ruang Lab IPS -

7. Ruang Multimedia/Komputer 1

8. Ruang Perpustakaan 1

9. Ruang Serbaguna 1

10. Ruang Toilet 3

11. Masjid 1

12. Tempat Parkir 2

13. Ruang Olahraga 1

14. Ruang UKS 1

Berdasarkan data di atas, sarana dan prasarana yang dimiliki oleh SDN Pondok Pinang 05 Pagi Jakarta Selatan sudah cukup memadai untuk kegiatan belajar mengajar, layanan akademik maupun non akademik tetapi masih diperlukan beberapa perhatian khusus dalam perawatan fasilitas, hal ini dimaksudkan untuk menunjang kenyamanan peserta didik maupun tenaga pendidik dan kependidikan dalam menggunakan fasilitas sekolah.

8. Ekstrakurikuler

Ekstrakulikuler adalah kegiatan yang dilakukan oleh peserta didik diluar jam pelajaran untuk memperluas pengetahuan dengan mempertimbangkan minat dan bakat siswa. Terdapat beberapa kegiatan ekstrakulikuler di SDN Pondok Pinang 05 Pagi Jakarta Selatan berdasarkan tabel berikut :

Tabel 4.6

Kegiatan Ekstrakulikuler

No Kegiatan

1. Futsal Putra dan Putri 2. Pencak Silat Putra dan Putri 3. Atletik

4. MTQ

5. Marawis

6. Tari Tradisional

7. Renang

8. Badminton

Bedasarkan data di atas, kegiatan esktrakulikuler dilakukan dalam rangka merespons kebutuhan peserta didik dalam menyalurkan bakat dan minatnya, sehingga karakteristik peserta didik yang berbeda-beda dapat tersalurkan dengan baik. Adapun yang menjadi pembina dalam kegiatan ini yakni terbagi menjadi 2 (dua) pihak internal dan eksternal seperti guru yang memiliki keahlian khusus dan pembina dari luar sekolah yang memiliki pengalaman dan kemampuan dalam bidang kegiatan tersebut.

9. Prestasi Sekolah/Siswa

Salah satu yang dapat mencerminkan lembaga pendidikan itu berprestasi dan berkualitas dapat dibuktikan dengan prestasi-prestasi yang dimiliki oleh sekolah. Berikut ini merupakan prestasi yang diperoleh oleh peserta didik SDN Pondok Pinang 05 Pagi Jakarta Selatan berdasarkan data 3 (Tiga) tahun terakhir.

Tabel 4.7 Prestasi Sekolah

No Prestasi Tahun

1. Juara 1 Seni Tari Wilayah Pondok Pinang 2017 2. Juara 1 Silat Putra 02SN Wilayah Gugus 8

Kebayoran Lama

2018 3. Juara 1 Atletik Putri 02SN Wilayah Gugus 8

Kebayoran Lama

2018 4. Juara 1 Lomba Adzan Pentas Pais Tingkat SD

Wilayah Pondok Pinang

2019 5. Juara II Pencak Silat Putri Lomba 02SN

Tingkat Wilayah 1 Kebayoran Lama

2019 6. Juara III lomba MTQ Putra Pentas PAI

Tingkat SD Kebayoran Lama

2019 7. Juara III Lomba MHQ Putri Pentas Pais

Tingkat SD Wilayah Pondok Pinang

2019 8. Juara III Lomba Marawis Pentas Pais Tingkat

SD Wilayah Pondok Pinang

2019 9. Juara I Atletik Putri Lomba 02SN Tingkat

Wilayah 1

2019

Berdasarkan data di atas, dapat diketahui bahwa prestasi yang dimiliki sekolah atau siswa adanya peningkatan yang cukup signifikan meskipun pada tahun ajaran 2020/2021 sekolah ini belum memiliki prestasi baik akademik maupun non akademik dikarenakan kondisi dan situasi yang tidak mendukung, namun diharapkan ke depannya dapat menghasilkan prestasi akademik maupun non akademik yang lebih baik.

B. Deskripsi dan Analisis Data

SDN Pondok Pinang 05 Pagi Jakarta Selatan merupakan salah satu sekolah dasar tertua di wilayah gugus 8 Pondok Pinang, Kebayoran Lama. Sekolah ini merupakan hasil penggabungan sekolah dasar negeri sejenis berdasarkan Keputusan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibu kota Jakarta Nomor 1921 Tahun 2014. Selain mengedepankan aspek kognitif, sekolah ini menerapakan nilai pendidikan budaya dan karakter bangsa seperti religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat atau komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial serta memiliki rasa tanggung jawab. Hal ini tidak terlepas dari peran seorang kepala sekolah untuk mencapai suatu keberhasilan dalam menjalankan tugas sebagaiamana mestinya. Peneliti akan menjabarkan hasil penelitian mengenai peran kepala sekolah sebagai motivator dengan maksud untuk mengetahui keefektifan motivasi yang diberikan oleh kepala sekolah serta faktor apa saja yang dapat memengaruhi motivasi.

Berdasarkan data dan informasi yang diperoleh peneliti dari hasil wawancara dengan Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Guru Kelas dan Staff Tata Usaha serta melakukan observasi atau pengamatan dan studi dokumentasi mengenai peran kepala sekolah sebagai motivator maka peneliti akan memaparkan hasil penelitian yang ditemukan di lapangan. Dari data yang diperoleh peneliti melakukan reduksi sesuai dengan fokus penelitian.

Berikut ini merupakan paparan data dan informasi yang diperoleh peneliti tentang peran kepala sekolah yang akan disajikan pada bagian ini mencakup hasil penelitian di lapangan terkait kepala sekolah sebagai motivator, faktor yang memengaruhi motivasi serta upaya yang dilakukan kepala sekolah dalam meningkatkan semangat kerja guru.

1. Peran Kepala Sekolah Sebagai Motivator

Peran merupakan aspek posisi yang dinamis, untuk mencapai tujuan sekolah yang sesuai dengan visi dan misi sekolah maka tidak terlepas dari adanya peran seorang kepala sekolah. Kepala sekolah yang efektif memiliki keterampilan-keterampilan khusus sehingga kepala sekolah dapat menjalankan tugasnya secara efektif, salah satu keterampilan kepala sekolah yakni keterampilan motivasi.Motivasi dapat diartikan sebagai pelaksanaan suatu aktivitas atau kegiatan tertentu yang berfungsi untuk mengarahkan, mengaktifkan dan meningkatkan kegiatan yang dalam hal ini dapat meningkatkan semangat kerja para guru.

Peran kepala sekolah sebagai motivator dilakukan melalui pengaturan-pengaturan yang dilaksanakan oleh Kepala Sekolah, maka dari itu guru maupun tenaga pendidikan diberikan berbagai motivasi, fasilitas dan sarana prasarana khususnya dalam aktivitas bekerja sehari-hari secara akademik maupun non akademik.

a. Pengaturan Lingkungan Fisik

Pada uraian pertama penulis akan menguraikan peran kepala sekolah sebagai motivator yang terkait dengan pengaturan lingkungan fisik di SDN Pondok Pinang 05 Pagi Jakarta Selatan Ibu Hamidah, Kepala Sekolah mengemukakan bahwa :

“Mengatur lingkungan fisik sekolah yang mencakup gedung, ruang kerja, ruang belajar dan lingkungan sekolah.

Lingkungan sekolah harus aman, nyaman, tenang, bersih sehingga dapat meningkatkan semangat dalam bekerja.

Dapat diketahui bahwa gedung sekolah ini cukup luas dan dalam kondisi bagus namun masih terdapat beberapa kendala seperti sarana dan prasarana yang belum memadai, selain itu sekolah ini sudah dapat terbilang aman dan bersih karena memiliki 3 orang petugas kebersihan.”41

41 Hasil Wawancara dengan Ibu Hamidah (Kepala SDN Pondok Pinang 05 Pagi) pada Selasa. 07 Juli 2020

Lingkungan fisik merupakan pengaturan yang dibuat sebagai upaya untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman selama berada di lingkungan sekolah. Pada dasarnya pengaturan lingkungan fisik dilakukan oleh Kepala Sekolah yang disesuaikan dengan berbagai faktor seperti kondisi lingkungan dan ketersediaan sarana prasarana. Hal ini sejalan dengan pendapat Bapak Hafiz Alie, Staff Tenaga Kependidikan yang mengemukakan bahwa :

“Pengaturan lingkungan fisik masih terbilang kurang, karena dari tahun ke tahun untuk masalah sarana dan prasarana yang harus ditekankan adalah sarana kebersihan seperti toilet. Kendala yang terjadi adalah sekolah tidak boleh menambah bangunan baru tetapi hanya boleh merenovasi bangunan yang sudah ada sesuai dengan anggaran belanja sekolah. Sedangkan untuk ruang kelas, ruang guru dan ruang kerja sudah cukup nyaman.Untuk tingkat keamanan sudah jauh lebih baik, karena terdapat 2 gerbang yang lebih mudah diakses oleh semua warga sekolah”42

Berdasarkan pendapat di atas yang menjadi permasalahan utama ialah keterbatasan sarana dan prasana dalam mengatur lingkungan fisik sekolah, oleh karena itu diperlukan adanya kerja sama setiap warga sekolah untuk mewujudkan lingkungan fisik sekolah yang aman, nyaman dan menyenangkan. Bila ditinjau lebih lanjut lingkungan fisik juga mencakup kebutuhan ruang guru yang kondusif, ruang kelas, ruang perpustakaan maupun ruangan lain yang menunjang kegiatan untuk bekerja.

Dalam menciptakan ruangan guru yang kondusif Kepala Sekolah menambah sarana dan prasarana seperti infocus, layar monitor, penyesuaian jarak antar meja, melengkapi ruangan dengan AC dan lemari arsip. Kepala Sekolah juga menjadikan ruang guru sebagai pengaturan utama ketika beliau mulai menjabat di sekolah

42 Hasil Wawancara dengan Bapak Hafiz Alie (Staff Tenaga Kependidikan) pada Kamis, 18 Juni 2020

ini. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil Studi Dokumentasi yang terlampir.

“Untuk lingkungan sekolah sudah memiliki rasa aman dan kebersihannya selalu terjaga, karena sekolah ini memiliki 3 tenaga kebersihan dan mewajibkan seluruh warga sekolah untuk bekerja sama dalam menjaga kebersihan salah satunya dengan sistem piket. Jadi tidak hanya petugas kebersihan saja yang bekerja namun seluruh warga sekolah wajib ikut serta dalam upaya menjaga kebersihan sekolah.”43

Oleh karena itu, pengaturan lingkungan fisik bukan hanya berfokus pada lingkungan yang kasat mata saja namun kepada seluruh kondisi di dalam lingkungan sekolah termasuk rasa aman dan menyenangkan untuk seluruh warga sekolah, ruangan kerja yang kondusif, ruang kelas yang bersih semua ini tidak terlepas dari kerja sama warga sekolah.

Dengan demikian pengaturan lingkungan fisik yang dilakukan oleh Kepala Sekolah mencakup ruangan kerja seperti ruang guru, ruang tenaga kependidikan, ruang kepala sekolah serta mengatur lingkungan sekolah yang aman dan menyenangkan dengan cara mengajak warga sekolah untuk bekerja sama dalam upaya menjaga kebersihan sekolah, adanya penjaga sekolah yang bertugas untuk menjaga keamanaan sekolah, mengatur tata letak meja dan lorong serta pengoptimalan lahan-lahan kosong yang dapat dijadikan taman hijau. Meskipun masih terdapat kendala dalam sarana dan prasarana namun kepala sekolah memiliki strategi dalam upaya mengatur lingkungan fisik sekolah.

43 Ibu Hamidah, op.cit

b. Pengaturan Suasana Kerja

Pengaturan suasana kerja penting untuk dilakukan sebab jika suasana kerjanya nyaman maka akan berdampak pada hasil kerja. Ketika seseorang sudah nyaman dengan suasana kerjanya maka dapat menumbuhkan motivasi dalam bekerja atau dalam menyelesaikan tugasnya. Kepala Sekolah sebagai pemimpin harus mampu menciptakan suasana kerja yang harmonis kepada pendidik maupun tenaga kependidikan, seperti yang dikemukakan oleh Ibu Hamidah, Kepala SDN Pondok Pinang 05 Pagi Jakarta bahwa :

“Mengatur suasana kerja dapat menciptakan hubungan kerja yang baik dan harmonis kepada seluruh warga sekolah dengan cara berkomunikasi, ketika stakeholder sekolah ada yang mengalami kesulitan maka kehadiran kepala sekolah sangat diperlukan untuk memberikan arahan dan masukan.”44

Berdasarkan pendapat tersebut, komunikasi menjadi kunci dalam menciptakan hubungan kerja yang harmonis. Dengan adanya komunikasi yang baik dapat menciptakan rasa saling memiliki, mendukung dan saling percaya untuk menyamakan suatu persepsi mengenai visi dan misi. Komunikasi juga dapat menghasilkan informasi yang dapat diolah untuk membantu Kepala Sekolah dalam mempertimbangkan keputusan. Seperti yang dipaparkan oleh Bapak Hafiz Alie, Staff Tenaga Kependidikan :

“Karena setiap alur, kebijakan serta adanya pendapat harus bersinergi antara kepala sekolah dengan staff ataupun guru untuk mencapai suatu mufakat. Ketika suatu kebijakan muncul tapi tidak dijalankan secara bersama, akhirnya terjadi miss komunikasi yang tidak menutup kemungkinan membuat suasana kerja menjadi tidak kondusif. Untuk itu penting sekali setiap kebijakan dimusyawarahkan terlebih dahulu untuk mencapai kesatuan secara utuh untuk mencapai tujan bersama.”45

44 Ibid

45 Bapak Hafizh Alie, op.cit

Pernyataan tersebut mengandung makna bahwa untuk menciptakan suasana kerja yang harmonis diperlukan adanya komunikasi antara kepala sekolah dengan seluruh warga sekolah.

Namun, dalam pelaksanaannya bukan hanya komunikasi saja yang dapat menciptakan suasana kerja yang harmonis tetapi ada faktor eksternal dan internal. Hal ini sejalan dengan pendapat yang dikemukakan oleh Bapak Suroto, Wakil Kepala SDN Pondok Pinang 05 Pagi:

“Penting sekali, senantiasa harus hati-hati dalam bertutur kata dan sikap, bekerja sesuai dengan tupoksi. Kepala sekolah memberikan pengawasan dan arahan untuk menjaga keharmonisan dengan seluruh stake holder sekolah.”46

Dari pemaparan tersebut, pengaturan suasana kerja yang dilakukan oleh Kepala Sekolah menitikberatkan pada upaya menjaga komunikasi antar tenaga pendidik dan kependidikan serta memberikan arahan dan melakukan pengawasan, hal ini dilakukan agar terciptanya bekerja dengan rasa penuh semangat dan secara optimal. Pendapat lain yakni Ibu Upah, Guru Kelas memaparkan bahwa :

“Salah satu alasannya karena untuk menjaga keharmonisan lingkungan sekolah berdasarkan visi misi dan tujuan sekolah ini sendiri, oleh karena itu untuk menjaga komunikasi agar lebih baik dan mengurangi adanya miss komunikasi.”47

Menambahkan pernyataan dari Ibu Upah tentang pentingnya kepala sekolah dalam menjaga keharmonisan, Ibu Tri Wahyuni selaku guru kelas mengatakan pendapatnya sebagai berikut :

“Sangat penting, kalau tidak harmonis yang iklim kerjanya jadi tidak enak, maka dari itu menjaga keharmonisan antar

46 Hasil Wawancara dengan Bapak Suroto (Wakil Kepala SDN Pondok Pinang 05 Pagi) pada Jum’at, 19 Juni 2020

47 Hasil Wawancara dengan Ibu Maspupah (Guru Kelas) pada Senin, 23 Juni 2020

guru, karyawan, siswa serta kepala sekolah sangat penting untuk diterapkan agar dapat bekerja dengan nyaman.

Sejauh ini komunikasi yang dilakukan oleh kepala sekolah jelas dan terarah.”48

Berdasarkan beberapa pendapat di atas, peran kepala sekolah dalam mengatur suasana kerja yang harmonis dan kondusif sudah optimal dalam pelaksanaan kegiatannya. Selain fokus pada komunikasi kepala sekolah juga memberikan arahan kepada guru dalam menciptakan hubungan kerja yang harmonis melalui sikap dan tindakan saat menghadapi masalah untuk dicari solusinya bersama-sama sebagai wujud rasa kekeluargaan dalam bekerja.

c. Disiplin

Peran kepala sekolah sebagai motivator dalam menanamkan sikap kedisplinan kepada semua warga sekolah termasuk pada dirinya sendiri, karena dalam pelaksanaanya kepala sekolah membutuhkan banyak dukungan untuk menerapkan tujuan sekolah serta untuk membantu guru mencapai tujuan mengajar kemudian menghasilkan prestasi yang dapat membanggakan sekolah. Seperti yang dikemukakan oleh Ibu Hamidah, Kepala SDN Pondok Pinang 05 Pagi Jakarta bahwa :

“Menerapkan kedisplinan dengan cara melakukan kegiatan briefing sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM), hal ini setiap pagi rutin dilakukan karena memiliki beberapa manfaat seperti meninjau kesiapan bekerja, meningkatkan motivasi kerja, dapat memberikan contoh tauladan kepada peserta didik. Sehingga baik tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan dapat memiliki sikap disiplin dalam bekerja.”49

Berdasarkan pemaparan di atas, kepala sekolah sudah melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik yaitu menerapkan

48 Hasil Wawancara dengan Ibu Tri Wahyuni (Guru Kelas) pada Kamis, 06 Agustus 2020

49 Ibu Hamidah, op.cit

kedisplinan bukan hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga untuk seluruh warga sekolah melalui sikap dan tindakan. Pernyataan tersebut sesuai dengan pendapat Ibu Amanda selaku guru kelas yang mengatakan sebagai berikut :

“Kepala Sekolah sangat disiplin seperti kehadiran guru harus datang paling lambat 15 menit sebelum Kegiatan Belajar Mengajar dimulai, karena biasanya ada briefing pagi dulu, dalam hal berpakaian juga selalu rapih mencerminkan citranya sebagai Kepala Sekolah jadi ikut termotivasi untuk disiplin juga dalam hal kehadiran, cara berpakaian, tutur kata dan sikap.”50

Berdasarkan pendapat tersebut peran kepala sekolah sebagai motivator sudah optimal dalam menerapkan kedisplinan melalui cerminan sikap dan tindakan yang dapat dijadikan contoh

Berdasarkan pendapat tersebut peran kepala sekolah sebagai motivator sudah optimal dalam menerapkan kedisplinan melalui cerminan sikap dan tindakan yang dapat dijadikan contoh

Dokumen terkait